D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Jan 2018

27

MENCARI MAKANAN HALAL DI LAOS

kuliner vang vieng, laos

Sebagai negara yang memang bukan mayoritas muslim, mencari makanan halal di negara ini lumayan menantang. Sebelumnya sih, prinsipku dan suami kalo pergi ke negara yang memang susah  mencari halal food, yang penting apa yang kita makan bukan porky aja deh ;p. Kayak di Serbia dulu, kita makan steak sapi, tapi supir KBRI yang menemani  kita jalan-jalan, memesan Steak Babi  di restoran yang sama. Ga masalah, karena memang susah nemuin yang bener-bener halal. Apalagi kita bukan tipe traveler yang mau bawa Indomie, rice cooker, terlebih  masak sendiri, maap ;p. Jatah bagasi untuk shopping soalnya 😀

 

Tapi ntah kenapa di Laos kemarin, kita agak berubah ;p. Suami mulai rada males ketika masuk ke restoran yang menyajikan pork. Walopun sempet juga sih,  mau ga mau terpaksa makan di beberapa resto yang ada pork nya, itu karena saking lapernya kita berdua :D. Tapi yang  dimakan tetep  seafood, ayam ato bebek sih.

 

 

KULINER DI VANGVIENG

Nasi Goreng  Sapi, dan Mie bebek kuah.

Ini makanan pertama yang kita makan sesampai di Vang Vieng. Kelaperan karena belum makan dari pagi, dan kita capek nyari resto yang halal. Restoran dekat hotel tempat kita tinggal ini memang masih menyediakan babi, tapi setidaknya ada menu yang bisa kita coba.. Satu hal yang perlu diinget, porsi makan di Laos itu, selalu besar. Sepertinya mereka menyesuaikan dengan porsi bule yang memang banyak berlibur kesana. Jadi bagi yang mau sharing supaya hemat, sebenernya bisa ;). Nasi gorengnya, di luar dugaan enak! Irisan daging sapi yang banyak, dan gurih. Raka ga sanggub menghabiskan sendiri.

kuliner vang vieng, laos

Sementara mie bebek kuahku, terasa seperti Pho, tapi mienya lebih tipis. Bebeknya melimpah dan empuk. Kuah mie light, asam dan seger, makin pedas saat aku tambahkan potongan cabe rawit ke dalam.. Kisaran harga menu samasekali ga mahal,  yang kita pesan hanya KIP 25,000 – KIP 30,000 only!

kuliner vang vieng, laos

Pancake

Jangan membayangkan pancake di Laos seperti pancake yang biasa kita makan. Ini salah satu cemilan yang banyak tersebar di mana-mana, dan bentuknya lebih mirip martabak India. Sebagai snack, atopun makanan berat, pancake Laos lumayan ngenyangin. Harganya mulai dari  KIP 10,000 – KIP 20,000 tergantung  isian yang kita pilih. Saat di sana, aku sempet icipin pancake coklat pisang, pancake nutella, pancake tuna, dan pancake keju susu. Semua sooooo yummy :D. Ngiler lagi nulisin ini …

Aneka pancake di Laos

kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos

Ikan Bakar

Malam kedua di Vang Vieng, kita melewati  sebuah restoran yang ruameee dengan turis bule, dan mencium wangi seafood bakar dari panggangan. Tergoda dengan ikan bakar yang ternyata ukurannya buesaaaar, dan pasti lebih dari cukup  untuk 2 orang. Ditambah nasi 2 piring, juga LAO Coffee yang selalu aku minum selama di sana. Ikan di sana dibakar dengan cara unik. Bagian kulit ikan sepertinya dilumuri garam dan pasir, lalu dibungkus daun pisang. Begitu matang, hasilnya, kulit ikan luar biasa keras dan asin, tapi daging dalamnya super lembut dan enak 😀 . Sayang sambal yang disajikan kurang mantep dan ga pedes. Malah, daging ikannya lebih enak dimakan begitu aja dengan nasi. Harga Ikan Bakarnya KIP 55,000

restoran vang vieng kuliner vang vieng, laos

 

Lao Coffee

Aku bukan pecinta kopi, tapi saat mencoba kopi Lao, gosh, ini KOPI TERENAK setelah Kopi Aceh yang aku suka byangeeettt 😀 . Mencoba kopi Lao di banyak tempat, dan belum pernah ngerasain ada yang ga enak. Manis dan susunya pas. Kopinya sendiri ga bikin dada berdebar. Wajib, wajib, wajib nyobain  kopi Laos 😉

kuliner vang vieng, laos KOPI LAO

Cake

Kalo bingung mau makan apa lagi yang aman, aku dan Raka biasanya mutusin nongkrong-nongkrong cantik ke aneka kafe yang banyak bertebaran di Vang Vieng. Biasanya kafe begini hanya menyajikan sandwich, cake ato roti. Untuk sandwich aku riskan karena memakai ham. Tapi cakenya aku rasa oke ;p. Di Luang Prabang Bakery yang sempat kita coba, selain tempatnya cozy, warna warni, dan cake coklatnya lumayan enak 😉

Salah satu kafe di Vang vieng kesukaan kita

kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos

Salad Pepaya

Ntah apa nama sebenernya dari menu ini. Ga sengaja melewati warung tempat nenek-nenek sedang menggiling bumbu yang wanginya mirip rujak! Dan aku tertarik , langsung memesan 1 porsi. Si nenek menunjukkan 2 buah cabe rawit yang mau ditambahkan ke bumbunya, tapi aku menggeleng dan meminta lebih ;p. Aku akhirnya diizinin ngambil sendiri  mau berapa banyak cabe yang diulek. Ternyata pas jadi, ini semacam salad pepaya muda, yang diserut, lalu dicampur bumbu, dan berasa pedas asam :D. Laaaaaf the taste sooo much 😀 !! Segar!

kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos

Indian Halal Food – Nazim Restaurant a.ka Dhaka Restaurant

Ntah sial ato apa, kita baru tau ada restoran yang berlogo HALAL di Vang Vieng, di malam terakhir wkwkwwk. Ini SATU-SATUNYA  restoran halal di Vang Vieng!  Kenapa aku tulis Nazim aka Dhaka, karena ada 2 restoran bernama Nazim, yang sering membuat keliru para tamu muslim. Tapi Nazim yang pertama jelas tidak halal karena ada menu pork. Sementara Nazim kedua, hanya menjual menu khas India yang halal.. Yaaa walopun mereka juga menyediakan minuman alkohol. Alasannya, itu untuk tamu non muslim. Whatever… yang terpenting makanannya HALAL :D. Gimana soal rasa? Ini memang bukan makanan India paling enak yang pernah aku icip. Tapi mengingat kehalalan nya, nasi briyani ayam yang kita makan berdua karena porsinya gede, roti nan keju dan lassi mangga, bener-bener membuat kita bisa tidur lebih nyenyak malam itu 😀

Satu-satunya restoran HALAL di Vang Vieng

kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos

kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos kuliner vang vieng, laos

 

KULINER DI VIENTIANE

Di Vientiane sendiri, kita berdua masih susah menemukan menu Halal. Resepsionis yang memberikan list restoran wajib coba saat kita  check in, malah bingung pas ditanya restoran halal ;p. Ya sudah,  usaha cari sendiri, dan alhamdulillah, ada 2 menu restoran halal di Vientiane. Dan hanya 2 ini saja 😀

 

Dhaka Restaurant

Sebelum menemukan restoran ini, kita mengganjal perut dengan aneka buah-buahan, jeruk bali dan mangga, yang dijual pinggir jalan dekat monumen Patouxay. Btw, buah-buah di Laos itu sama segar dan juaranya seperti buah-buahan di Thailand. Lalu menghabiskan segelas besar minuman mirip banget ama cendol ;p.. Seger, dengan rasa susu yang dicampur sirup melon.

Penjual Buah di pinggir jalan Vientiane

kuliner vang vieng, laos

Es Cendol ;p

kuliner vang vieng, laos

Ketika tenaga mulai terisi, di jalan dekat  Pasar Malam, kita hampir histeris ketika melihat plang restoran bertuliskan DHAKA Indian Food, Halal, yang ternyata pusat restoran Nazim aka Dhaka yang ada di Vang Vieng .. Tuhan bener-bener nunjukin jalan kalo kita mau usaha untuk mencari yang halal 😀

 

Dari staff nya, kita jadi tahu, bahwa di Vientiane hanya ada 2 restoran halal, Dhaka ini dan POMODORO pizza, yang langsung kita catet untuk dicoba berikutnya.

 

Rasa menu di Dhaka sendiri sama enaknya seperti cabangnya yang di Vang Vieng. Fried noodle, chicken shwarma, nan keju dan yoghurt nenas, jadi menu makan siang kita yang super telat.

kuliner vang vieng, laos

Pomodoro Pizza

Malamnya, puas menjelajah pasar malam, kita langsung mencari POMODORO pizza berdasarkan ancer-ancer yang ditulis staff Dhaka. Dari Dhaka hanya berjalan kaki sekitar 2 blok, lalu belok kiri. Restorannya kecil tapi ramai dengan bule-bule yang sedang menikmati pizza. Kita memesan pizza dengan rasa Chicken Kebab. Adonan rotinya tipis, dengan topping ayam, jamur, olive dan paprika, lalu dioles dengan saus khas India. Rasanya, SUPERB! Wajib coba kalo sedang di Vientiane dan memang mencari makanan halal 😉

Pizza halal di Vientiane

kuliner vientiane, laos kuliner vientiane, laos

Perjalanan ke Laos Desember lalu, membuat kita berdua sadar, untuk mau berusaha lebih keras ketika mencari makanan halal. Karena ternyata, ketika kita mau bersusah-susah  mencari, di negara dengan paham komunis seperti Laos saja, ternyata ada restoran halal yang aman dikonsumsi para muslim 🙂

 

INFO LAINNYA TENTANG LAOS:

Menikmati Balon Udara di Vang Vieng

Uji Nyali Bermain Zipline di Vang Vieng

Wisata Seharian Di Vang Vieng

Laos Haven, Hotel Strategis di Vang Vieng

80 tanggapan untuk “MENCARI MAKANAN HALAL DI LAOS”

  1. Diah Ummu D mengatakan:

    Ih kirain PODOMORO mbak, hahaha… kalo podomoro yang punya orang jawa kali ya.

    Itu pancake mirip martabak banget ya.

  2. Dila Augusty mengatakan:

    POMODORO, aku kudu ngulang dua kali biar gak salah baca Mbak Fanny …. Hahaha

    Kaget aku tadi, kirain nama pengembang terkenal itu ada di Laos

    Bersyukur ya kita hidup di Indonesia, Mbak Fanny. Makanan halal banyak. Gak kebayang deh sulitnya cari makan disana

    Aku selama di Medan juga suka penasaran tuh dengan makanan yang dijual. Mie apalah misalnya, kok kayaknya pas liat gambar di sosmed enak. Tapi suka ragu, secara kan di Medan makanan non halal juga bertebaran. Gak kayak di kota lain. Ya akhirnya gak berani beli

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Mba, aku jg kira salah denger loh :p. Kirain podomoro hahahah.. Kalo sdg di medan, aku jg hati2 mba krn banyak ga halal kan yaa. Tp untungnya masih berimbang ya antara halal dan ga di sana itu. Jd masih gampang :p

  3. Nurul Sufitri mengatakan:

    Wow…. ternyata ga usah takut ya cari makanan halal di Laos pun mbak Fanny bisa makan enak dan lezat gini! Mantap deh itu lucu ya pancakenya kayak martabak di negara kita hihihi… aneka rasa ada nutella, keju susu dll. Ikan bakarnya bikin laper dan ada sambalnya pula yang cara masaknya sebelum dibakar dilumuri garam dan pasir hehee..wah pokoknya tau makannya aja deh 😀 Segala menu melimpah ruah ya di Laos. Pasti lah ada juga muslim yang butuh makanan, so mereka jual yang halal juga.

  4. Dian Restu Agustina mengatakan:

    Mbak..itu 2 cabe rawit kurang? wiiih..seneng pedes yaa..Kalau akau ditanya si nenek geleng sih kepala juga , maksudnya enggak..enggak usah pakai..hihihi

    Keren semua review nya..bookmark dulu, siapa tau ke Laos jugaaa 🙂

  5. dira indi mengatakan:

    Liburannya anti manistream yaa Mbak Faaann. Jarang ada yang ke Laos, saya juga baru kali ini baca tentang Laos, eh makanannya kayak di Indonesia hihihi…

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Bener mba.. Makanannya ga jauh2 amat kyk indonesia :p. Sebenernya ada yg lbh mirip, tp ternyata pake pork gitu.

  6. Mega Yohana mengatakan:

    lapaaarrr… XDDD

  7. evrinasp mengatakan:

    petualanganmu lengkap mbak, kuliner dapet, jelajahnya dapet, eh aku masih suka bawa mie instant jaga2 kalau kelaperan dan menu hotel gak cocok, tapi kalau bawa rice cooker enggak juga deh mbak, gak bisa bawanya haha

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Mba olenka itu loh, aku salut ama dia. Sering bawa rice cooker kecil tiap traveling. :D. Aku mah boro2 muat.. Tiap jalan aja lbh sering beli koper baru wkwkwkwk.

  8. Andi Nugraha mengatakan:

    Makanannya bikin pengen yakin, Teh. Mupeng euy..hehe
    Sampe bingung kalau ada semua dihadapatku, bingung pilih yang mana 😀
    Btw, tempatnya bagus juga ya, nyaman gitu ngeliatnya, tertata rapih.

    Pancakenya sekilas kayak martabak telur ya, Teh..hehe
    Oh, gitu. Jadi kalau nggak teliti bakal salah masuk ya, Teh. Makannya siapa saja kalau mau ke Laos harus baca ini, terlebih untuk tempat makan, jadi kan nggak sembarang bagi yang muslim.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Iya kaaan, mirip martabak :p. Aku aja ngirain itu martabak hahahah.. Tp lumayanlah makanan dan rasanya di sana mas. Enak2 kebanyakan.. 🙂 ..

  9. Rini Dwi mengatakan:

    Wih baru tau di laos juga ada nasgor -_-“

  10. Fillyawie mengatakan:

    Aduh itu pho nya bikin ngiler dan harganya wow banget yakk. Bener banget Mba, Allah pasti kasih jalan untuk orang-orang yang mau berusaha yaak, senenng banget ya akhirnya ketemu restoran halal.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Bener mba.. Kadang kita telanjur capek duluan kalo hrs cari yg halal :p. Akupun msh sering gitu kok

  11. Indah Nuria mengatakan:

    aku di sini mostly makannya seafoood terus..dan enak bangeeet hehehe :). Negara-negara ASEAN itu makanannya memang juaraa ya..

  12. Muyassaroh mengatakan:

    Ya Allah, itu makanan bikin ngiler aja, Mbak 😀

  13. Chandra mengatakan:

    Ternyata mencari restoran halal di laos seperti mencari emas di goa yah, susah. Bentuk pancakenya lucu yah kaya martabak telor, kopi nya aduh seger banget.

  14. Nathalia DP mengatakan:

    Ternyata kuliner laos menarik jg ya… Penasaran sm pancakenya

  15. Abu Nabil Lombok mengatakan:

    Wah. ternyata perjuangan sekali mencari makanan halal disana ya mbak.. sampai merinding membayangkan rasanya berjibaku mencari makanan halal.. beda bangets sama di Indonesia. pelajaran agar banyak2 bersyukur.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Beneeer mas. Harus bersyukur di indo gampang cari halal. Kalo kesana, nyarinya udh capek, blm tentu nemu :p

  16. vanisa mengatakan:

    mbaaaak. sha mupeng. lapeeeer 😛

    pancake rasa martabak ini mah ya, mirip teman rasa pacar *eh 😛

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Huahahahha bissaaa aja perbandingannya :p. Pancakenya juara deh. Makan ini thok sbnrnya juga kenyang banget

  17. MeriskaPW mengatakan:

    Aku baca POMODORO jadi PODOMORO terus, 😀

    Itu pasir yang di atas ikan bakarnya gak masuk-masuk ke dagingnya mbak pas dimakan?

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Toosss.. Bukan cm kamu hahahaha. Aku sampe ngeliatin lg plangnya, podomoro, ato pomodoro hahahaha..

      Ga mba. Kulit ikannya keras.. Jd kitavkayak buka cangkang. Sbnrnya yaa aku ga yakin jg itu pasir beneran. Tp rasanya seperti pasir :p

  18. Herva Yulyanti mengatakan:

    Mba Fan aku masih belum bisa bayangkan itu ikan dilumuri pasir dan garam terus dibungkus daun mmm nganu loh pasirnya pasti pada nempel wkwkwk *bayanganku kok keknya ribet banget dah tuk ikan bakar 😀

    Dan yes itu serutan pepaya atau salad pepaya menggoda untung si nenek baik hati mempersilahkan mau cabeny berapa 😀 coba galak udah diulek deh sama si nenek 😀

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Itulaaah, mereka kyknya perlu belajar dr kita cara membumbui ikan bakar hahahaha. Ga kena ke dagingnya mba.. Krn kulit luarnya itu keras. Jd seperti membuka cangkang.

  19. Aaaah, tiap mampir ke sini, rasanya aku tergoda pungin bikin template blog kayak punyakmu lah mb fan, yg klo diliat di tabku tu enakeun karena pas antara penempatan foto makanan ama deskripsi tulisannya wkkkkk #anaknya gampang irian

    Hmmmm…tertipu foto, yak kupikir itu martabak telor taunya pancaje
    Dan baru tsu nama mata uangnya kip, ini kkursnya lebih gedean mana ma rupiah mb

    Aaah dah kuduga km bakal pesen lebih dari 2 rawit ma si nenek2 itu gahaha
    Salfok ma foto mubisnya euy

    Sama, aku juga klo kemana dah mentok bingung mana area halal ganya, yg penting ga mesen si porknya

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Kalo penempatan foto aku mah biasa aja kyknya nit :p.

      Mata uang kip ini, lbh gede nilainya dr rp looh. sedih yaaa. 1 usd = rp 13400. Kalo di laos, 1 usd = kip 8200 hahahahahahah..

  20. Tuxlin mengatakan:

    Itu ikan bakarnya ada putih2 itu dibedakin dulu atau memang bumbunya mbak? Saya tertarik pengen nyoba kopinya sih hehehehe… Di rumah udah sering ngopi dan nyobain aneka kopi nusantara. Apakah disna juga dijual kopi bubuk/bijinya saja?

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Hahahahah aku ga tau mas awal2 dibakar diapain. Yg pasti bumbu putih2nya itu asiiin dan kyk pasir :p.

      Ada sih bubuk kopinya. Tp secara aku ga jago bikin, mending beli jadi deh kalo yg begitu 🙂

  21. Dita Indrihapsari mengatakan:

    Di Laos pun makan pizzaaa.. Tampak enyaak ya mba Fan.. 😀 Mie kuah bebeknya kayak sop yaa.. Itu pake sayur apa sih mba ijo-ijonya? Di sana cafenya lucu-lucu juga ya.. Aku paling penasaran sama kopinya seenak apa.. haha..

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Jangan tanya nama sayurnya mba 🙂 . Aku jg ga tau hahahahaha.. Tp memang sayurannya banyak yg ga dipoton. Lgs dicemplungin gitu aja. :p

      Pokoknya wajib ngopi kalo ke laos 🙂

  22. vika mengatakan:

    xixixix ulasannya lengkap banget mbaaa..keren ih jalan2 terus ke luar.. kapan yaa aku main keluar negeri hehehee.. semoga bisa kaya mbaa yaaa.. btw ulasan sangat lengkap.. tergugah dengan salad pepaya kayanya seger banget ya mbaa

  23. Amallia Sarah mengatakan:

    Ternyata banyak juga ya mba aneka makanan di Laos. Aku belum pernah nih kesana…

  24. Destiana Sekar mengatakan:

    Pengen bangetttt ke LAOS ya Allah T____T

  25. Glentina Pasaribu mengatakan:

    Itu yang putih yang di kafe, disusun ke atas apa ya? Lucuuuu…
    Tisu kali ya (“,)

  26. Nita Lana Faera mengatakan:

    Jadi inget pas di Chinatown dan makan di kedai resto non halal, tapi menjual Chicken Curry yang halal. Iya kalo kepepet dan udah mau pingsan, hahah… ya udah yang penting nggak makan pork deh di tempat yang memang susah hunting resto halalnya. Pancake-nya macam martabak diiris kotak ya. Ikannya tampilannya cukup unik, macam berpasir gitu. Wah asyik doang kalau akhirnya nemu resto India halal, haha… Jadi nyobain pizza khas sana juga ya Mba Fanny 😀 Kopinya berarti saya harus nyobain ini kalau ke sana.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Iya mba, aku pun pertama liat lgs mikir, ini martabak apa yaa. Hahahaha.. Rasanyaa enaaakkk. Apalagi yg pake keju dan susu kental manis :p.

      Nah iyaaa, kalo udh kepepet, baru deh aku ttp makan aja walopun di resto itu ada porkynya :p. Drpd pingsan hihihi

  27. Nindya Prayastika mengatakan:

    Pancakenya bikin mupengg!! Tadinya malah kupikir itu martabak telor, soalnya bentuknya kotak dipotong-potong gitu kan. Kalau aku sih tiap kali traveling ke tempat yang jarang makanan halal, andalanku cuma satu.

    MEKDI! 😛

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Iyaaaa mirip martabak telor mba. Tapi org sana bilangnya pancake hihihi. Dan itu wajib coba kalo ke laos lah. Enaaak :). Murang, ngenyangin lagi. Mekdi masalahnya aku memang ga terlalu doyan :p. Makanya itu pilihan trakhir bangettttt 😀

  28. Akbar S. Yoga mengatakan:

    Kalo makan di restoran yang nggak halal, saya jadi inget cerita temen yang sering takutan buat makannya. Misalnya, takut kalau alat masaknya sebelumnya kecampur sama makanan yang haram itu. Atau bekas piringnya masih menempel sisa-sisa aroma. Saya bilang gini deh, “Udah cuek aja kalau kondisinya emang lagi sulit dapet makanan halal. Yang penting udah bismillah.”

    Lagian, pasti dicuci sampai bersih juga, kan. Ya kali segitu takutnya. Wahaha.

    Martabak India saya nggak tahu kayak gimana, sih. Cuma itu pancake-nya emang kayak martabak. Iya, martabak telor.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Hihihi iya yog.. Kalo di eropa misalnya, aku ama suami ga begitu masalahin walopun mungkin alat masak, alat makan ga dipisah, tp masakan eropa cendrung simple dan ga banyak bumbu. Aroma2nya ga bikin pusing :p. Tau sendiri kalo asia ini, masak ga pake bumbu melimpah kayaknya ga enak. Hahahaha.. Jd kadang kita suka mencium something yg lgs bikin mikir, duuuh ini bau si porky apa yaa :p.

  29. Yessi Greena mengatakan:

    masih mirip-mirip ma makanan Indonesia ya…cenderung manis atau asin atau gimana makanan di sana?

  30. Ria mengatakan:

    begitu ketemu makanan yg bisa disantap langsung selera makan tambah tinggi ya jeung 🙂

  31. masirwin mengatakan:

    di Laos ternyata ikan bakarnya juga dibakar yah 🙂

  32. meel mengatakan:

    Ngiler liat cake sama pizza nya mbak fannyyyy. baca postingannya sore-sore, bikin perut krucuk-krucuk pengen ngemil. lol.

  33. Jeido Power Knee mengatakan:

    satu destinasi yg ga boleh kelewat pas ke luar negeri >> hunting makanan halal hehehe

  34. Rudi Chandra Sambas mengatakan:

    Ternyata ada restoran halal juga di sana.
    Makasih infonya mbak.
    Mana tau ntar ke sana, bisa makan di sana.
    Soalnya riskan juga makan di restoran campur gitu, walau kadang nggak terhindari juga sih.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      iya mas… apalagi kalo restoran di asia ini, cendrung bumbunya tajam banget.. jadi seolah mencium aroma si porky juga ;p.. kalo di eropa aku masih ga masalah makan di restoran yg campur, krn masakan di sana ga berbau tajam.

  35. lianny hendrawati mengatakan:

    nah itu ikan bakarnya unik ya, kulitnya dimakan juga apa dimakan daging ikannya aja sih? belum pernah soalnya makan ikan bakar yang dimasak seperti ini 😀

    Hhhm Pancake laos emang mirip dengan martabak telur ya hehe, rasanya pasti juga unik.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      dagignya aja mba.. jd kulitnya kita singkirin memang krn keras..

      nah iya kaaan… pancakenya mirip bgt ama martabak 😀

  36. Anis Hidayah mengatakan:

    Aku tertarik ama ikan bakarnya mbak,,, soalnya kalau ikan bakarnya itu diolesi garam dan pasir apa iya pasirnya juga ikut kemakan,,, 🙂 porsi makan disana banyak-banyak ya mbak? betul kalau bisa dharing kost buat makan, kan jadinya irit, hehehe

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      aku ga tau itu pasir beneran ato ga… tp bentuknya ya mirip pasir.. cuma ga masuk ke dalam daging ikannya mas.. pinter deh masaknya.. jadi pas kulit luarnya yg keras dibuka, dagingnya tetep putih bersih.. nah itu, sbnrnya memang bisa berdua kalo makan di sana… gede2 kok porsinya

  37. Ikrom mengatakan:

    sepintas mie bebek mirip sop ayam klaten
    oke abaikan aku yang salfok gegara lapar
    salad pepaya muda? kok aku jadi keinget rujak gobet ya
    tapi dengan kuah sedikit

  38. Anisa Ae mengatakan:

    Nggak jauh beda dari Indonesia, ya? 😀 Btw, aku baru tahu kalau hurud di Laos sama kaya di Thailand

  39. fika anaira mengatakan:

    kalimat pembukanya bikin ngakak ada indomie dan rice cooker. Km samaain sih mba sama aku yang kadang makan di restoran yang ada porky kalo kepepet hahahaha

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      iya mbaaa, kdg capek juga nyari yg beneran halal :D.. aku salut ih ama traveler yg mau susah2 bawa rice cooker dan masak kalo sdg jalan2 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.