D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Jan 2015

11

HALL OF OPIUM, GA BAKAL JADI PECANDU KALO UDAH KESINI…

HALL OF OPIUM

Masih tentang perjalanan kita berdua (aku & @windasiwege) di Chiang Rai,  tempat wisata lain yang kita datangi setelah GOLDEN TRIANGLE, adalah HALL OF OPIUM.  Cuma 1 kata, Recommended!! ^o^  Didirikan sebagai museum pengingat untuk semua orang apa manfaat dan bahaya dari opium yang sempet merasuki rakyat negara ini bertahun-tahun. Dan ga kerasa, kita  sanggub ‘jalan’ di dalam sekitar 3 jam-an lebih!! Saking menariknya museum ini 😉

So, gimana cara kesini dari Golden Triangle?

Oke, awalnya kita sempet baca dari blog-blog lain yang menulis bahwa mereka ke Hall of Opium itu naik song thew. Tapi  sumpah bow, kita ga nemu 1 SONG THEW pun, ato tuktuk yang kesana! Jadiiii, karena ngeliat di peta wisata kalo jarak Hall of Opium dari Golden Triangle itu cuma 1 KM, kitapun mutusin untuk  jalan kaki ajah kesana 😀 1 KM mah ga jauhlaaaah….

Jalanan menuju Hall of Opium. Sepiiiiiiii

DSCF0270

Kenyataannya,  jalanan yang sedikit menanjak, dan matahari yang  mulai terik, bikin kita berdua rada ngos-ngosan. Perasaan udah jauuuh banget, tapi kok ya ga nyampe-nyampe -_- . Malah kita sempet ragu, karena ga ada plang samasekali yang nunjukin arah si Hall of Opium ini. Barulah ketika ketemu 1 plang yang menyatakan museum itu masih ada beberapa ratus meter lagi di depan,  kita jadi agak semangat. Ngelewatin 2 resort mewah, yang tamu-tamunya sedang makan siang di restoran terbuka,  membuat kita berdua hanya makin ngiler dan nestapa ;p. Mereka enak-enakan makan, lah kita masih belum jelas nyari ni museum di mana. Trus yang bikin ngenes, ketemu 2 plang penunjuk jalan Hall of Opium yang dipasang bersebelahan, tapiiiiiiii, plang yang 1 bertuliskan:  Hall Of Opium 100 M. Dan plang kedua di sampingnya malah:  Hall Of Opium 500M. Gubraaaak… mau pingsan ga sih? Mana yang bener nih???! Kalo bener masih 500 meteran, gila aja keleuess…Udah keringetan nyucur  gara-gara nanjak setinggi ini.. Dan belum ada juga kendaraan umum yang lewat!! Sepi banget… Kalopun ada kendaraan,  itu mobil pribadi dan motor. Kepikiran untuk hitchike, tapi dipikir-pikir aku ogah :D. Jadinya dengan tabah kita tetep menyusuri jalan lagi, ngelewatin tikungan tajam, dan bertemu…………

Tanjakan curam banget yang ngeliatnya aja udah bikin mataku berkaca-kaca ;p Sumpah tinggi banget. Winda udah bilang, dia ga bakal mau nerusin ke Hall of Opium kalo memang harus nanjak setinggi itu ;p Tapi Tuhan memang bersama para pejalan :D. Karena kemudian, ga jauh dari sana, kita ngeliat tulisan HALL OF OPIUM dan tanda panah ke sebelah kiri. Thank God!!! We did it ^o^. Terharu sampe mau berpelukan #OkItuLebay . Jalan dikit ke arah depan, kita yang udah kuyup karena keringetan, mutusin moto-moto dulu deket pintu masuk sebelum beli tiket. Lagian kamera ga boleh dipake di dalam. Tiket masuk untuk foreigner saat itu sih masih Bath 200 per orang.

HALL OF OPIUM

HALL OF OPIUM

Tiket Masuk Hall of Opium

tiket masuk hall of opium

Danau depan museum

DSCF0259

Hall of Opium

DSCF0263

DSCF0257

Oleh salah 1 petugas, kita diguide ampe melewati 1 ruangan gelap yang berasa mistis banget saat dilewati, hiihhhh…. Ruangannya remang-remang, hanya diterangi lampu berwarna biru. Dingin pula. Bikin merinding, dan setelah diperhatikan bener-bener, dinding kiri kanan kita ternyata dibikin relief berupa wajah orang-orang yang sepertinya sih sedang sakaw gara-gara narkotik, sereemm 🙁

Relief di dinding. Pic taken from www.withoutbaggage.com

wwwwithoutbaggagedotcom1

Lorong remang-remang. Pic taken from google pic

lorong remang2 di hoo

Keluar dari sana, kita langsung ngeliat replika kebun Poppy. Jadi, dari tanaman Poppy inilah awal mula opium berasal. Bentuknya sih cantik. Ga nyangka bisa diolah jadi narkotika.

Kebun Poppy. Pic taken from www.evanzip.blogspot.com

wwwevanzipdotblogspotdotcom

Masuk ke ruangan bioskop kecil, ada film  dokumenter singkat tentang sejarah opium, mulai dari cara pengolahan, sampe waktunya dijual. Menarik banget..

Salah satu ruangan di hall of opium.Pic taken from www.doitung.org

wwwdoitungdotorg

Begitu short movienya selesai, ketemu lagi  ama  1 ruangan yang juga menarik. Saat kaki kita  menginjak lantainya, 1 layar otomatis menyala dan mulai bercerita  tentang sejarah opium from West to East. Layarnya 3D gitu. Penjelasannya kadang bikin merinding yang baca.  Sekeliling dindingnya dihiasi info-info, seperti apa itu opium dan bagaimana narkotika ini bisa masuk menghancurkan sendi-sendi masyarakat dunia. Aku juga jadi tau, kalo jaman Moghul war, gajah-gajah di India dikasih opium supaya lebih mudah dikontrol. Beberapa penjelasan di dinding juga memuat informasi kalo:

a. Seorang dokter di China, Sun Si Miao, pernah menuliskan resep Opium yang harganya setara ama 1000 koin emas. Giliiiiiingg Mehong yeee. Itu jaman dulu loh. Apalagi sekarang 😀

b. Baru tau kalo penyebab China  kehilangan Hongkong untuk Inggris selama 155 tahun, juga gara-gara opium.

c.  Jaman dulu opium ato morfin memang digunakan untuk pengobatan. Tapi pemakaian yang salah kaprah, membuat orang jadi kecanduan, termasuk anak-anak. Gimana bisa? Karena saat sakit, obat-obatan yang diberikan kepada anak-anak  banyak yang mengandung opium/morfin.

 

 Masuk lebih dalam, kita sampai ke ruangan yang juga bikin bulu kuduk merinding. Ada foto orang-orang yang kecanduan opium plus patung-patungnya. Aku  sempet kaget pas jalan di ruangan dengan cahaya remang-remang, lalu seperti biasa lampu akan otomatis menyala, dan ternyata lantainya transparan, hingga kita bisa melihat tepat di bawah kaki, melalui kaca transparan, ada patung orang yang sedang sekarat sedang berbaring di kursi kayu.. OMG, kirain beneran ada orang tidur di bawah sana !! 😀

Patung orang yang menghisap opium.Pic taken from www.chiangraitimes.com

wwwchiangraitimesdotcomPic taken from www.doitung.org

wwwdoitungdotorg1

Pic taken from www.withoutbaggage.com

wwwwithoutbaggagedotcom

Kita sampai ke ruangan-ruangan kaca yang memamerkan  alat yang digunakan untuk mengekstrak opium dari tumbuhan poppy. Selain itu ada alat untuk menghisap (bong), dan aku baru tau kalo bentuknya macem-macem, dari yang panjang banget, ampe yang agak pendekan. Sepintas mirip cangklong.

Aneka alat hisap opium. Pic taken from www.totalpict.com

wwwtotalpictdotcom

Dipajang juga bantal-bantal keras dari keramik yang sering dipakai oleh para pecandu saat menghisap opium. Ada dijelasin sih kenapa bantalnya harus keras, cuma aku lupa …:D.

Bantal opium. Pic taken from www.cherylchanphotography.com

wwwcherylchanphotographydotcom

Lalu nih,  film cara membuat opium dari awal ampe akhir juga menarik banget!! Kayak bikin dodol gitu. Direbus, diaduk, ampe mirip cairan karamel. Ditambahin kulit babi untuk menambah rasa, lalu dimasukkan ke dalam kaleng kedap udara sebelum akhirnya dijual. Itu baru mentahnya, belum diolah lebih lanjut hingga menjadi morfin, heroin dan sabu.

Cara membuat opium. Pic taken from www.archive.azcentral.com

wwwarchivedotazcentraldotcom

Ruangan lain yang ga kalah seru dan bikin melongo, itu tentang cara-cara penyelundupan opium/heroin/ narkotik lainnya. Ada yang disisipin ke dalam perut boneka, sol sepatu, perut manusia, even perut binatang peliharaan!! Aku bingung, itu berarti dioperasi dulu ya? Ga abis pikir ih. Karena ada penjelasan kalo pembungkusnya bocor dikiiit aja, orang ato binatang yang perutnya disusupi barang haram ini bisa langsung mati karena OD. Cara-cara unik ato ga kepikiran lainnya untuk nyelundupin, dengan merendam baju ke dalam larutan heroin, dan yang menerima akan merebus baju itu untuk mendapatkan heroinnya. Jangan tanya gimana caranya, karena aku juga ga kebayang ;p Bisa juga dengan menyisipkan narkotik ke dalam makanan kaleng. Banyaaaaak bangetlah trik-trik untuk nyelundupin barang madat terkutuk itu.

Terakhir, ruangan berisi foto-foto artis, dan orang-orang terkenal yang mati muda, atopun masih hidup yang dulunya sempet terkait narkoba, lengkap ama foto-foto mereka. Beberapa di antaranya: Ju Jia (1969-1997), ga kenal sih artis darimana ;p. Tapi fotonya cantiiiik. Ditulis kalo dia mati kecanduan begitu  terkenal sebagai artis :(. Lalu foto Bela Lugosi (1882-1956), Kurt Cobain, Billie Holiday, Elvis Presley, Maradona, Eric Clapton, dan termasuk idolaku yang super ganteng itu, Robert Downey Jr -_-. Miris ih baca keterangan-keterangan di bawah, gimana mereka ini jadi terkenal dan terjebak narkoba.

Photo Bela Lugosi

wwwdoctormacrodotcom

Jadi guys, kalo kalian ke Golden Triangle, JANGAN SAMPE ga ngedatangin Hall Of Opium ini! Karena sumpah kereeeen bangetttt!! Ga rugi aku harus jalan kaki bersimbah keringet nanjak tinggi ampe 1 km yang ga jelas, kalo akhirnya bisa nemu museum  super berguna kayak gini ^o^. Semuanya dibikin menarik, informatif,  interaktif, dengan tempat yang sangat terawat,  sehingga pesan yang ingin disampaikan  kalo narkotik itu sangat berbahaya bisa masuk banget ke pikiran yang melihat :). Ga rugi broh, sumpah ga rugi 😉

42 tanggapan untuk “HALL OF OPIUM, GA BAKAL JADI PECANDU KALO UDAH KESINI…”

  1. Backpacktor.com mengatakan:

    Wuih kak fanny keren banget ini ceritanya. Ahahahaha aku berasa ke hall of opium lagi. Keringetan gara2 jalannya pun jd berasa lagi ahahahahaha

  2. Dita mengatakan:

    tumbuhan poppy-nya cantik banget ya…
    memang yang cantik2 itu berbahaya *alaaah*
    btw salam kenal kak Fanny

  3. Beby mengatakan:

    Kak.. Serius itu taneman opium beneran? 😀

    Jalanannya sepi banget.. Enak tuh buat jogging 😛

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      ga…yg ada di dalam museum cuma replika Beb ;p… yg beneran kyknya udh ga boleh ditanam :D… Jalanan di sana itu, halus, sepi, dan mulus…Hihhh, jalan di jkt aja lubang2 gitu..bikiin malu -__-

      • Beby mengatakan:

        Owalaaaa.. Aku kira betulan. Hahah.. 😀 Iya pulak ya, bisa disalahgunakan takotnya.. 😀

        Wkwkwk.. Medan pun gitu jugak nyah, Kak. Lobangnya dalem kali pun. Hih.

        • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

          kalo Medan udahlah… nyerah aku liat jalannya :D.. Apalagi kalo udh jalan darat ke sibolga, mnding antimo aja lah beb.. ga kuat ama jalan rusaknya ;p

  4. angki mengatakan:

    wahh jalan-jalnnya kecee absi mbak mantap euuyyy

  5. abis kesitu trus pijet dong Thai Massage fan, hahahahaaha

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Tadinya emg mw pijet Var..tp diitung2, masa cm 15 menit 150 bath… mending nunggu balik jakarta :D.. 90 menit cm 45 rb. lebih mantep pula pijatannya ;p

  6. Alris mengatakan:

    Mantap euy. Gak nyangka ya bikin opium dari mba Poppy, eh bunga Poppy, 🙂

  7. Jalan2Liburan mengatakan:

    aku suka banget bunga poppy, kalau spring suka nanem juga xixixi tp kan gak semudah itu lgs bisa jadi opium :))

    btw, di asia tengah tuh buset ladangnya berhektar2 di atas gunung…emang untuk produksi opium sih

  8. Robby Haryanto mengatakan:

    Baca blog mbak ini bikin hati panas. Ngiri banget nih pengen travelling ke luar maupun dalam negeri 😀

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Soalnya buatku traveling itu udh kebutuhan hidup mas :).. Jadi pasti tiap thn diusahain bgt jalan2… selalunya milih tempat yg blm prnh aku dtgin …

  9. Ranny mengatakan:

    memang di sana tuh opiumnya gede banget, bahkan pernah baca ada satu area isinya opium semua..wiihhh…
    worth it lah yaa udah capek yang penting pemandangannya wokeeh 😀

  10. alvi kamal mengatakan:

    Di dalam sana benar” gak bisa pake kamera ya… tapi keren banget loh musiumnya.. apalagi penceritaannya detail dan menarik jadi suasannya dapat juga 😀

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      ga bisa… ga berani jg kitanya diem2..takut kamera cctv nya ;p.. ini salah 1 museum terbaik yg prnh aku datangin.. ga bosen di dalam

  11. Fahmi mengatakan:

    Ogah mah cobain yang namanya opium 😐 eh kalau di indonesia ada juga museum narkoba di sulawesi, di tompasso kalo gak salah 😀

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Aku jg ga pernh tertarik mw nyoba2 gituan mas ..Makanya suka heran ada org yg smpe candu -__-… Oh ya di sulawesi ada??? Sayangnya blm prnh k kota2 di sulawesi…ntr ah kalo kesana mw didatangin 🙂

  12. nov mengatakan:

    wahhhh… pulang2 dapat ilmu pemasaran opium dll wkwkwkw *otak kriminal nih
    aku

  13. nov mengatakan:

    pulang dari sana… jadi bandar opium ahhhh…. qiqiii

  14. cumilebay.com mengatakan:

    Di minahasa sulawesi utara juga ada museum macam ini, baru di resmikan tapi masih kurang cetar hehehe

  15. atanasia rian mengatakan:

    Wah keren banget mak, pengen banget kesana. Smoga suatu saat bisa kesana. Amin 🙂

  16. Zizy Damanik mengatakan:

    Waduh jalan kaki 1KM? Berarti memang harus bagus ya, jadi tidak sia-sia bakar kalori.. 🙂

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Hahahaha…untung cuaca masih normal.. ga panas bgt kayak bangkok di bulan april.. aku pingsan mungkin kalo sepanas itu -_-

  17. Hendi mengatakan:

    Wah keren nih museumnya,unik juga ternyata tentang serba serbi opium

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      iyaaa, aku suka bgt ama tuh museum..ga bosenin mas…kita aja ga kerasa 3 jam di dlm..biasanya yg namanya museum aku cuma mask bntr, trs kluar ;p

  18. echaimutenan mengatakan:

    setiap baca travelingnya..ngilerr..aku kapan :”)
    tapi itu seperti ngajarin pake opium ya xD

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      museumnya sih ngajarin kita bahaya opium..tp ya, mrk jg jelasin cara2 mengekstrak opium dr bunga poppy dan cara2 nyelundupinnya ;p..tergantung org yg nangkep pointnya ;p kalo emg pengedar yg dtg kesana, mungkin dia bkl mikirin cara2 apalagi spy ga ketahuan nyelundupin opium ;p

  19. Herlina mengatakan:

    Halo mb Fanny, saya udh baca blog mb tentang chiang mai n chiang rai
    Kebetulan saya mau ke sana januari 2016 entar
    Yg ingin saya tanyakan
    1. Kalo di golden triangle mau nyebrang ke laos pake perahu itu kena brp ya? *saya berdua*
    2. Dari hall of opium ke hotel naik apa dan kena brp bath?
    Terimakasih

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      hmmm… utk yg pertama, jujur aja aku g tau mba.. krn emg ga niat nyebrang ksana… tempatnya juga jelek.. saya kepenginnya kalo ke laos, ya bnr2 ke kota wisatanya… jd bkn cm sekedar pulau kecil bgitu

      yg kedua, saya sendiri ke hall of opium itu jalan kaki dr golden triangle mba.. jd ga ngerti juga brp biaya dr hotel.. lah dr hotel kan saya naik tuktuk ke terminal, lalu nyambung naik minivan.. 🙂 trs sampe golden triangle ke hall of opium, jalan kaki 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.