D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Okt 2019

19

ICIP-ICIP KULINER KOREA UTARA: DARI MAKANAN RUMAHAN, SAMPAI COLD NOODLES DAN AYAM GINSENG

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Makan-makaaaaaaaan di Pyongyaaaang :D.

 

Beberapa minggu sebelumnya, aku sudah menuliskan objek-objek wisata Korut yang mungkin banyak orang belum tahu, seperti aneka monumen dan tower, museum harta karun mereka ;), daaan maskapai penerbangan satu-satunya yang wajib dipilih kalo kesana :D. Naah, ga mungkinkan, aku skip menuliskan kuliner yang sempet dicoba selama 5 hari di Korea Utara… Jalan-jalan tanpa kulineran (dan shopping), itu  kayak jalan kaki di panas matahari tanpa sandal ;p, tersiksaa maaak ;p… Apalagi aku yang hobi makan, dan sukaa banget nyobain makanan khas, atopun cemilan unik tiap kali datang ke suatu negara 😉

 

So, gimana rasa makanan Korut ? Enak ga sih? Apa mirip dengan kuliner khas tetangganya , Korea Selatan? Kali ini, aku bakal cerita komplit, hanya tentang MAKANAN dari negara paling tertutup sedunia, Korea Utara ;).

 

Selama di DPR (Democratic People Republic of ) KOREA, rombongan kami ga bisa lepas dari 2 lokal tur guide yang selalu mengawal kemanapun kaki melangkah ;p.. Yang 1 jalan di depan , lokal guide satunya jalan di belakang, untuk memastikan ga ada seorangpun yang nekad keluar dari rombongan ;p. Jadiiii susah untuk nyolong-nyolong waktu keluar sendiri, ato ngarep nemu pedagang kaki lima dan makan dulu di lapaknya. Itu impossible terjadi di DPR Korea bruh ;p. Oh iya, sebelum lupa, DPR Korea itu sebenernya nama resmi negara ini. Jadi bukan Korea Utara ato North Korea yang banyak disebut-sebut. Mereka justru sebel kalo negara mereka dinamakan hanya sebagai North Korea ;p.. Inget yaa, DPR Korea,  bukan Korea Utara ato North Korea ;p.. Tapi kalo hanya sekedar untuk tulisan, ga papalah ;p. Balik lagi ke topik pedagang kaki lima. Ga bakal nemu dah. Selama di DPR Korea,  ada siiih semacam warung kecil , rapi, licensed, tapi tur guide lokal kami, tidak pernah membawa rombongan  untuk mampir ke tempat-tempat begitu. Seluruh acara makan sudah ditentukan, even sampe ke jam-jamnya..

 

The only one lokasi di mana peserta  bisa bebas jalan keluar tanpa dikawal guide, itu hanya hotel tempat menginap. Selain itu, maaaph… anda masih pengen hidup dan balik ke Indonesia kaaan , wkwkwkwk ;p.

 

 

1. Restaurant Berputar di Yonggakdo Hotel (Lantai 47)

Makanan pertama yang kami coba di Pyongyang, adalah dinner di restauran hotel tempat menginap. Naik ke lantai 47,  meja panjang yang cukup untuk 11 orang sudah tersedia. Dikelilingi jendela kaca yang menghadap ke city view Pyongyang di waktu malam. Lantai restoran ini berputar pelan, karena itu, pemandangan yang dilihat juga akan berganti-ganti.  Menu yang dihidangkan banyak! Mulai dari sup, kentang goreng, telur dadar, masakan tahu, kimchi, daaaan tumis bebek yang  juaraaak dari semuanya! Sekilas hidangan di sini seperti Chinese food, sama sekali beda dengan Korea Selatan yang berani pedas. Di DPR Korea, bumbu masakan lebih light, tapi tetep enak. Kimchi mereka ga sekuat rasa kimchi di Korsel, dan itu bikin aku lebih doyan. Warnanyapun pucat, tapi percaya deh, lebih yummy, gurih dan ga terlalu asam fermentasinya. Beer dihidangkan banyaaaak! Karena aku ga menyentuh minuman alkohol, cuma tahu dari temen yang mencoba, kalo rasanya ga pahit seperti beer pada umumnya. Dengan kata lain lebih tasty. Tersisa 2 botol yang belum dibuka, dan itu boleh dibawa masuk ke kamar.  Aku dan peserta yang ga meminum alkohol, hanya meneguk Rice Tea yang bisa  refill sepuasnya :D. Unik rasa tehnya, ada sedikiit rasa/aroma  beras saat diteguk.

Restoran berputar hotel Yanggakdo

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Beberapa menu yang dihidang

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Pokoknya, yang terenak dari semua menu barusan,  jatuh ke BEBEK TUMIS , yang dimasak sempurna, tidak alot, ada rasa gurih dari lemak tipiiis, dan seperti melting saat   dikunyah.. Semua setuju, bebeknya juara malam ini 😀

Bebek si JUARAK ^O^

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Pyongyang di waktu malam dari atas restauran berputar

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

2. Cold Noodles di Hotel Yanggakdo

Selepas dinner, kami semua diizinkan untuk jelajah hotel dari atas ke bawah.. Kebetulan Yanggakdo hotel  lumayan lengkap fasilitasnya. Dari toko-toko yang menjual souvenir, kafe kopi, restauran banyak macam, tempat spa, main bowling bisa, pingpong hayuuuuk, bilyard oke, kasino monggo, sebut aja deh mau ngapain , semua tersedia ;p.  Naaah, ga mungkin dong malam pertama di Pyongyang kami habiskan dengan tidur ,  jadi bareng beberapa peserta tour, memutuskan untuk mencoba COLD NOODLES di salah satu restauran lantai bawah.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Cold Noodles , makanan khas DPR Korea, memang dihidangkan dingin, tapi bukan dingin kulkas gitu. Mie ini sebenernya cocok dimakan saat summer, saat udara sedang gerah-gerahnya. Kami memesan 2 porsi, yang topping ikan, dan topping ayam. Seporsinya gueedeee! Bisa untuk 3 orang. Jadi dalam sepiring cold noodles dikasih garnish suwiran ayam/ikan, timun,  telur, lobak dan cabe.  Makannya harus diaduk dulu sampai tercampur merata. Baru disendokin ke mangkuk-mangkuk kecil. Soal rasa??? Suegeeeeer! Mienya dingiiin, tapi cocok dengan rasa kuah yang asam gurih segar. Kalo disuruh milih, aku lebih suka topping ayam, yang berasa lebih savoury. Another point  bikin happy, harga seporsi Cold Noodles segede ini cuma EUR 3!! Itulah kenapa aku sukaaa liburan ke negara-negara komunis sosialis, karena everything is cheap!! Perut kenyang, kamipun tidur nyenyak malam itu 😀

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

3. Makan Siang di Hyangsan Hotel

Hyangsan Hotel

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Kebanyakan makan siang dan malam yang kami coba menunya ga jauh berbeda, terkesan rumahan. Bukan berarti ga enak, malah rasanya seperti pulang ke rumah dan makan bersama keluarga :D. Kali ini sehabis pulang dari International Friendship Exhibition, kami mampir di sebuah hotel megah, unik  arsitekturnya, hanya untuk makan siang. Restoran hotel rame, penuh dengan turis asing yang juga sedang makan. Seperti biasa, menu melimpah untuk 11 orang, mulai dari salad timun, ikan asam manis, kentang goreng, tumis ayam, tahu goreng, nasi goreng cina, bihun goreng ,daaaaan salad buah yang ruasanya pualing manteeep dibanding yang lain :D. Saus dressingnya itu berasa manis, asam, tapi ga bikin eneg. Potongan buahnya banyaaak banget. Buatku yaa, kuliner kali ini  hambar rasanya, kecuali untuk bihun gorengnya dan salad buah tadii :D.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

4. Hot Pot Dinner

Jam makan malam di DPR Korea itu biasanya pukul 6. Jadi dipastikan jam-jam segitu restoran pasti rame dengan turis-turis yang akan dinner. Kali ini kami diberi kesempatan mencicipi HOT POT, sejenis makanan berkuah seperti shabu-shabu.. Pilihan lauknya bisa ikan, pork ato chicken. Karena ga doyan ikan dan ga bisa memakan pork, aku jelas memilih  ayam. Jadi sepiring sayuran, jamur dan ayam siap direbus ke dalam kuah kaldu yang disediakan untuk masing-masing orang. Kekurangan di sini, kaldunya masih hambaaaar bangettt ;p. Samasekali ga ada rasa wkwkwkw. Jadi harus pinter-pinter nambahin garam, pepper dan micin yang tersedia di meja. Secara aku masak aja gagal, apalah lagi meracik  bumbu seperti ini. Iseng aja nyampurin kuah kimchi ke dalam kaldu, dan ajaiiib, rasanya jadi lebih enak ;p. Side dish yang pasti tersedia itu kimchi dan sejenis pancake yang biasa dimakan oleh orang-orang di sini. Aku ga begitu doyan, karena terlalu berminyak.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

pancake yang selalu ada di setiap menu Korea Utara

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

5. Bibimbap ala DPR Korea

Bibimpab bukan hanya ada di Korsel. Nasi campur ala Korea ini ternyata ada di negara serumpunnya, dengan nama Bibimbap juga. Penyajianpun mirip, begitu juga cara makan, diaduk sampai rata. Hanya saja karena tahu Bibimbap itu pake telur mentah , dari awal aku udah bilang alergi supaya telurnya ga dicampur ke piringku ;p. Yang benernya sih, aku jijik  makanin telur mentah ;p.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

Walopun menu utama Bibimbap, tapi tetep aja meja bulat kami disajikan aneka side dishes yang lumayan banyak! Mulai dari kimchi lobak (paraaah enaknya!), telur mata sapi pake saus, bebek goreng, balado terong, bakpao, ikan goreng, bebek tumis , gyoza (yang diangkat lagi karena ternyata ada porky nya), onde-onde, daaaaan kuah kaldu :D. Bibimbap nya, jujur aja tasteless wkwkwkwkwk.. Beneran minimalis bumbu.. Baru berasa enak pas aku makan bareng dengan tumis bebek. Makanan lainnyapun ga terlalu istimewa kecuali lagi-lagi kimchi lobak, onde-onde dan bakpao.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

6. Barbeque saat Dinner

Kalo makan siangnya rada mengecewakan, dengan bibimbap tawar barusan, makan malam kami terhibur dengan aneka daging mentah , menunggu untuk dibakar ^o^.. Yeeees, barbeque ala Korea malam ini ;). Tempatnya kecil, tapi ruameee, mostly sih bule-bule dan turis China yang juga sedang makan malam. Kami dibagi 2 meja. 1 meja untuk  temen-temen tour yang bisa makan babi, sementara meja 1 nya lagi, disediakan buat yang ga bisa konsumsi pork.

 

Ada 3 jenis daging setiap meja. Di mejaku yang mayoritas muslim, daging kambing, bebek dan gurita melimpah sampe blenek. Semuanya sudah dibumbui, jadi tinggal dibakar doang. Lalu dikasih pelengkap daun selada, daun peppermint, bawang putih , saus lemon dan bubuk kari untuk cocolan.

Panggangan BBQ masih pake arang

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

Yang unik, pemanggangnya bukan pake listrik cuy, tapiiii arang! Wuaaahhh, tradisional bangettt yeee kaaan :D.  Asiknya pula, si mbak yang melayani, dengan seneng hati langsung ngebakarin semua daging, jadi kami tinggal makan doang ;p.. Diawali dari daging kambing, lalu gurita dan terakhir bebek. Seriuuuuus itu daging bebeknya pualinggg yahuuud rasanya! Lembuuut, gurih, apalagi saat dicocol dengan saus lemon, sedikit bubuk kari, lalu dibungkus ama daun peppermint, my goodness, rasanya PECAAAH di mulut! Baru tau kalo daun peppermint sedikit manis, sehingga menambah rasa saat dikunyah dengan daging. Pulang dari restaurant , perut rasanya mau meledak kekenyangan ;p

Daun di bawah bawang putih, itu peppermint leaves

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

7. Samgyetang ala DPR Korea Alias Ayam Ginseng

Hari terakhir di DPR Korea, kami mengunjungi Kaesong, desa yang terkenal sebagai penghasil ginseng terbaik Korea. Tempatnya kecil, tapi cantik dan tertata. Kuliner khas di sana, apalagi kalo bukan Samgyetang, ayam utuh, yang bagian perutnya diisi nasi dan ginseng. Korea Selatanpun ada menu ini, dan rasanya lumayan enak saat aku icip di salah satu restauran halal di Itaewon. Karena itu, aku berharap samgyetang ala Kaesong bakal sama enaknya :D.

Restoran Ayam Ginseng di Kaesong

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

Takjuuuub loh pas melihat meja yang disusun untuk kami, berisi penuuuuuh dengan appetizer. Satu orang mendapat 14 mangkuk kecil berisi side dishes, mulai dari goreng teri, lobak, kimchi, sayur, nasi, sup daging, telur, puding, mochi, rumput laut, pickles, kentang goreng, bebek dan sejenis sop sayur. Lalu disediain soju dalam mangkuk keciiil banget, yang dengan seneng hati kuberikan ke temen yang bisa meminum soju :D. Belakangan baru tau kenapa sojunya dihidangin dalam mangkuk imut-imut begitu, karena rasanya STRONG banget ;p. Langsung pusing bagi yang ga biasa ;p

Appetizer only ;p

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

Ayam ginsengnya sendiri, menjadi menu utama. 1 porsinya bisa dimakan 4 orang. Staff yang membantu,  mengaduk ayamnya sedemikian rupa, lalu dipotong supaya kami mudah mengambil. Di dalamnya terlihat nasi lembut dan potongan ginseng. Saat dicoba, hmmmmmm….tawar broooh wkwkwkwk… Ternyata disediain garam supaya tamu bisa menakar sendiri tingkat keasinan yang dimau. Tapi ya ituuuu, rasanya palingan dari hambar, jadi sedikit asin, ga ada gurih-gurihnya hahaha… Lebih enak yang di Korsel cuy ;p.. Sayang banget, karena ayam ginseng di mejaku, jadi banyaaak banget sisa. Kami lebih seneng ngabisin aneka side dishes, yang itu aja udah cukup bikin begah ;p

Ayam ginseng yang hambar

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

8. Makam Malam Terakhir di Kapal Pesiar

Malam terakhir di Pyongyang, dinner bakal diadain di dalam kapal, yang nantinya akan berputar sekali mengelilingi sungai. Makanannya ga jauh beda seperti kuliner sebelumnya , ala rumahan dengan banyak lauk. Rasa not bad, walopun ga istimewa juga. Yang menarik hanya, tamu akan dihibur oleh pertunjukan band cewe-cewe lokal Pyongyang yang menyanyikan  lagu-lagu Korea sambil diiringi musik. Dandanan mereka bisa dibilang jadul abis, tapi performancenya luar biasa apik :D.. Lagu-lagunya ceria, dan mereka berinteraksi dengan para tamu, sambil mengajak dansa. Performancenya ini sih yang bikin berkesan.

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

Kapal pesiarnya mulai jalan keliling

wisata kuliner korea utara, makan apa di korea utara, makanan khas korea utara, samgyetang korea utara, cold noodles

 

 

 Bisa merasakan kuliner khas Korea Utara sungguh jadi pengalaman luar biasa buatku. Ga semua orang bisa menginjakkan kaki ke negara misterius ini. Dari apa yang aku rasa, makanan di Korut ini lebih ke arah Chinese Food, tapiiii less bumbu. Jadi seperti sedikit hambar . Mungkin bagi yang mengurangi garam, makanan di Korea Utara bisa jadi favorit. Tapi buat yang suka makanan kaya bumbu dan rempah, aku rasa ga  terlalu cocok dengan rasanya.

 

Kesukaanku sudah pasti Cold noodles dan barbaque. Belum bisa melupakan rasa dingin mie dan bumbunya yang lezat, lalu daging bakar yang dibungkus dalam daun peppermint, sumpah itu enaaak banget!! Satu yang menarik perhatianku , nasi selalu dihidangkan terakhir. Saat semua lauk sudah habis, barulah nasi keluar ;p.. Biasanya ditemani semangkuk sup atau kuah kaldu thok. Ga ngerti apa mereka memang memakan nasi sebagai dessert, ato seperti itu kebiasaannya? Sementara pancake gurih , omelette , kimchi, dan  tahu selalu ada dalam setiap hidangan ;p

 

Untuk daging, hari pertama sampai terakhir, selalu ada  bebek dalam hidangan kami. Daaaan, jarang sekali beef. Kalo menurut si lokal guide , bebek murah di sana, sementara sapi sangat terbatas ;p. Makanya hanya restoran tertentu yang menjual daging sapi 😀 . Aku sih ga keberatan, karena toh rasa daging bebek yang mereka hidangkan selalu enaaaaak!! Hati-hati untuk cek kolesterol sepulang dari trip Korea Utara :D.

 

Intinya, bagi penyuka kuliner, ayolaaah, datang ke DPR Korea setidaknya sekalii dalam hidup kalian. Nikmati semua hidangan yang selalu berlimpah dalam penyajian. Walopun kadang aku ngerasa kasihan, apa semua warga lokal bisa menikmati makanan enak seperti para turis?  Secara kalo melihat potongan badan mereka, terlihat sangat langsing mengarah ke kurus kurang gizi..

 

 

 

Cerita lain di DPR Korea:

Wisata Menara dan Tower di Korea Utara

Melihat Harta Karun di International Friendship Exhibition

Air Koryo, Maskapai Plat Merah Korea Utara berbintang 1

68 tanggapan untuk “ICIP-ICIP KULINER KOREA UTARA: DARI MAKANAN RUMAHAN, SAMPAI COLD NOODLES DAN AYAM GINSENG”

  1. Omnduut berkata:

    Aku jarang makan bebek. Tapi sekali icip biasanya nemu yang enak dan jadi kalap. Sepanjang baca aku ngeces pingin nyobain mbak haha. Dan, keren tripnya, tempat makannya mevvahmevvah euy.

  2. Ria berkata:

    bebek tumis sm cold noodles kyknya jd favorit ya. aku curious sm rice tea, beer dan soju di sana sm pastinya makanan yg pake B2. sayang sekali kl rasanya cenderung hambar ya… gak disediain kecap pake cabe (jiah)?

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      kalo kata temenku , soju dan beer di sana paling enak :D.. naaah sambel ga disediain mba, tp di meja aku sempet nemu micin ;p.. mungkin memang hrs ditambahin sendiri kalo kurang rasa ;p

  3. Nanik K berkata:

    Wahh baru tahu kalau berlibur ke negara2 komunis, harga2-nya relatif murah.

    Ini berlaku untuk semua barang atau hanya kuliner-nya saja ya mbak?

    Oot ya mbak, dafi foto si mbak yang menyajikan menu di hotel pertama, ternyata rambutnya mayan panjang juga, ya mb.

    Berarti model rambut cewek DPR Korea, beneran nggak cupu kek tahun 80’an seperti yang diinfo salah satu akun youtube.😁

    Makasih reviewnya, Mn Fanny
    Walau sebenarnya banyak yang mau saya tanyakan terkait negara misterius North Korea ini.

    Seperti apa benar warga di desa yang perempuan tidak diperbolehkan naik sepeda motor dan harus berjalan kaki? Siafan televisi di sana apa benar hanya berisi propaganda pemerintah?

    Terus bagaimana DPR korea bs tetap eksis update informasi, walau banyak pembatasan di sana?

    Hehe, maafkan banyak bertanya ya mbak. 🙏

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      rata2 negara penganut komunis sosialis pasti sama rasa sama rata mba :D.. makanya hrg barang apapun rata2 murah di sana .. .. selama aku di sana sih rambut cewe2nya ga culun2 amat wkwkwkw… panjang, pendek ada… dan mereka mostly cantik2 alami… blm kenal oplas ;p

      kalo soal naik sepeda motor, masalahnya aku aja jrg liat sepeda motor di sana ;p.. kebanyakan naik sepeda.. kalo cewe2nya oke aja tuh bawa sepeda.. banyak kok.. walopun yg berjalan kaki lbh banyak lgi.

      kalo tv, aku ga tau tv yg dimiliki oleh org lokal, tp siaran tv di hotel isinya beragam… ada film walopun jadul abiiis.. tp banyak jg siaran berita dari negara2 lain…

      utk akses internet, mereka ada akses khusus, namanya intranet. hanya bisa diakses oleh WN sana doang. di situs itu segala macam ttg berita2 di luar terupdate, tp mungkin g terlalu detil.. mereka tau loooh ttg rencana pemindahan ibukota indonesia 😉

  4. Rudi Chandra berkata:

    Jadi penasaran ama daging bakar yang dibungkus daun pappermint.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      enaaaaak :D… gurihnya daging, wangi peppermint dan sedikit manis daunnya.. apalagi rasa dari cocolan nya yang berupa saus lemon ;). aku nagiiih

  5. ericka berkata:

    Mbak .. gimana tetep bisa langsing gitu, tapi tiap kali ato hampir tiap hari di IG makan mulu.. saya kan jadi senewen liatnya ha ha ha.. share tips dong mbak di IG makan banyak tapi kok tetep langsing

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      wkwkwkwkwk itu susah ditulis tipsnya mba.. krn udh bawaan dari sono wkwkwkwkwkw ;p.. Aku juga ga tau resep apaan :D.. lah aku olahrga aja males ;p

  6. Reyne Raea berkata:

    Bentar deh, namanya DPR ada Democratic ya? tapi pemerintahannya kayak gitu hihihihi.
    Meskipun jujur malah enak ya kayak gitu, sekilas kayak zaman pak Harto, masyarakat dipaksa nurut, biar pemerintah bisa bekerja dengan penuh, gak ribet ngurusin masalah masyarakat drama mulu 😀
    Anyway, apa cuman tampilan foto aja ya, kok rasanya di sana itu kayak jadul gitu ya mba, bangunannya, restorannya, view kotanya.
    Rasanya kok kayak berada di kota tua, jarang ada view yang mevvah mengkilat gitu.

    Kalau makanannya, dari foto saya ngiler ama yang dapat banyak mangkok kecil itu mba, keknya enyaaakk tuh, banyak macamnya hahaha.

    kalau bebek, saya sejujurnya kurang doyan sih, kecuali digoreng kering, tapi nggak tahu lagi kalau diolah dengan enyaaakkk. dijamin kolesterol naik tuh hahahaha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahahah memang serba jaduuuuul mbaaa :D. aku aja berasa ditarik ke zaman 80an. tp anehnya yaaa, bangunan2 tertentu sangaaaat megah dan mewah. walopun cm sampe sebatas lobby. sementara sisanya memang kliatn kuno. kayaknya sih yaaa fokus pemerintahnya bener2 di pengembangan nuklir 😀

  7. Hanny Nursanty berkata:

    Waooow barbequenya bikin ngiler 3 jenis daging jarang jarang begitu apalagi kalai makannya bungkus daun pepermint yaaaaam. Cold noodle kalo aku lihat di afc kadang ditambahin es batu mba, kayaknya enak ya, maklum biasa makn mie kuah panas hi..hi… Makasih ceritanya mba fanny

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      kalo yg ini cold noodlesnya ga sampe sedingin kulkas ato es mba. cm dingin biasa. tp segeeeeer bgt. emmang cocoknya dgn rasa dingin begini. malah kalo panas, pasti aneh 😀

  8. Melalak Cantik - Ririn Wandes berkata:

    Wah, semua makanannya menggoda kak. Aku belum pernah ke Korsel maupun Korut sehingga yah paling cuma liat gambar makanannya aja, gak pernah rasakan langsung. Itu restoran berputarnya pun memiliki desain yang keren yah,kak plus makanan yang disajikannya juga terlihat lezat. Kimchi nya kurang make up mungkin kak makanya pucat yah,hehhehe (just kidding). So far, aku selalu tertarik baca pengalaman kakak di Korut meskipun aku juga belum yakin bisa atau enggak kesana suatu saat ini nanti.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      pastiiii bisaaaaa ;). percaya deh. akupun ga pernah kebayang mba suatu saat bisa nginjakin kaki ke korut. tp itu impianku dr 2 thn yg lalu. selalu aku ingeeeeet, slalu aku bayangin, selalu aku harepin. dan liat, hanya 2 thn bisa terkabul. itu kekuatan alam semesta sih aku bilang :D. makanya aku yakin, kamu pastiiii bisa ksana 😉

  9. Arlina Dwi berkata:

    Dari fotonya nampaknya enak enak makananya, meski belum pernah ngicipin hehe

    Ehh tapi itu pengawalannya ketat banget ya mbk, dari depan dan belakang hehe

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      harus begitu mba :D. mereka g mau ada turis yg aengaja memisahkan diri dan berkeliaran di mana2. krn yg kena ntr si guidenya :). makanya mereka jaga banget

  10. Heniajaa berkata:

    Saya tuh cuman liat makanan dan sajian korea tu kalo di pilm ato acara masak” di tp aja… Sukak aja liat wadah ato mangkok” nya kayak gimana gitu wk wk… Cara masaknya juga unik… Apalgi kl liat makannya pk sumpit khusus yg kyk stenlis itu yaa… Eeh gimana rasa bebeknya mba Fanny… Ada onde” juga kayaknya disana ya…

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      aku malah ga tau makanan ala korea ini awalnya krn memang bukan penggemar drakor. baru tau setelah dtg ke korsel dan korut. so far sih kesukaanku ttp kuliner korsel krn mereka berani pedas. tp rasa kuliner korut jg unik krn walo minim bumbu tp segeeer 🙂

  11. febridwicahya berkata:

    Ku kayak ngebayangin, gimana suasana pyongyang sana deh, mba. Kayaknya, tegang gitu ga sih? atau gimana ya?

    Tapi terlepas dari bayangan itu, makanannya menariq juga sepertinya 😀 tetap menggodaaaaa ya ampon, jam dua belas malem lihat beginian, bisa apa saya yaaaa buset.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      samasekali ga mas. akupun awalnya berfikir korut bakal seram. apalagi kita sampe dikawal 2 guide depan belakang. tp ternyata kenyataannya di sana sangaaaat aman, org2nya ramah dan baguuus kotanya. mungkin krn keamanan aja sih yaa makanya turis hrs selalu diawasi. krn biar gimana mereka msh sangaaat tertutup utk hal2 dr luar

  12. Dewi Ratih Purnama berkata:

    Wiii… makanan semuaa.. yang di hotel itu mewah banget keliatannya mbaa… cold noodles bikin penasaran..nyam2..

    paksu bilang klo ada jamuan makan di beijing, nasi memang ga dikeluarin mba.. katanya nasi itu makanan di kasta paling bawah, makanan yang langsung ngenyangin. Jadi klo ada tamu yang minta nasi, artinya jamuannya gagal karna ga enak atau ga memuaskan tamu.. filosofinya sama juga di korut mungkin ya…

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      haahahahahha seriuuus gitu mba??? ya allah… pdhl bukan netizen 62, blm makan kalo blm nyentuh nasi :p. wkwkwkwk.. aku baru tau loh. tp aku memang ga slalu maksain hrs nasi. krn kentangpun aku cocok. jd kalo memang nasi ga ada, ya sudaaah, yg ptg lauk banyak :p

  13. Yoga Akbar S. berkata:

    Tanpa harus mencicipi, kok saya sepakat aja bebeknya enak ya. Haha. Jadi pengin nasi bebek dekat rumah karena enggak mungkin ke sana.

    Itu yang ayam ginseng namanya ribet juga.

    Mantap itu BBQ masaknya masih pakai arang dan udah tinggal makan. Sugesti saya rasanya bakal jadi lebih enak kalau dibuatin. Ehehe.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      betooooool hahahha. rasanya udh enak laah. ga gosong :p. bikin sendiri aku ga yakin bisa tanpa gosong hahahaha…

      bebek mereka ga ada yg g enak yog. manteep semuaaaa 😀

  14. ursula meta rosarini berkata:

    Kalau di DPR mungkin nasi cuma sbg dessert tp padahal kalau buat kebanyakan orang Indo blm makan rasanya kalau belum kemasukan nasi ya mbak hihihi, aku salfok ada onde2 juga, jajanan pasar hehehe

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahahah bingung aku kenapa nasi bisa trakhir :p. tapi memang begitu kebiasaan mereka. jd enak juga sih, krn makanin lauknya aja udh kenyaaaaang :p

  15. Lia Harahap berkata:

    Oooh itu toh artinya DPR Korea. Aku lihat di IG nya Mas Arief, kupikir lagi plintir masalah DPR di Indonesia. Hehehe.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahah udh aku tebak bakal banyak yg ga tau :D. makanya aku tulis DPR korea itu berarti ya nama benar dari korut :D. aku nyeseeeel mba ga beli jaketnya :p. kereeen memang hahahaha

  16. Nasirullah Sitam berkata:

    Waini, kalau diulas lebih detail itu asyik banget mbak heehheh.
    Masih banyak yang butuh info tentang Korea Utara dan sisi uniknya

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahaha, masih ada 2 topik lg ttg korut, yg semoga aja nov ini bisa tuntas aku tulis mas :). terlalu banyak cerita aku sampe bingung mau mulainya :p

  17. Muyassaroh berkata:

    Baiklah.. Mulai sekarang harus bener nyebutnya ya mbak.. DPR Korea. Tapi berasa lagi ngomongin anggota DPR gitu nyebutnya hihi.

  18. Aul Howler berkata:

    Aaaaaaakkk ngilerrrrr

  19. Jhon berkata:

    Wah.. abis baca nya saya. Malah ngiler sampai netes nih air liur.., apalagi denger tumis bebek nya…

  20. Nurul Sufitri berkata:

    Oooooh jadi bukan North Korea ya namanya? Yang benar DPR Korea 🙂 Wah, dengan 2 orang guide gitu dikawal habiiiz peserta tour di depan dan belakang. Pantesan ga bisa kabur hahaha 😀 Ooooh di sana ga ada pedagang kaki lima? Jadi ala resto2 dong manjain perutnya? Wah, mb Fanny doyan menu bebek? AKu sih ga hihihihi…. Rasa Kimchinya ga sekuat di Korsel? Makin lahap dong ya mamanya 🙂 Itu kok ada onde2 ya kayak makanan tradisional kita aja.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      pedagang kaki limanya g mirip di bangkok ato jakarta mba :p. di sana pedagang street foodnya diksh lapak bagus, dan rapiiiiii banget. tp sayangnya kita ga bisa nyobain krn g ada di itin acara :D.

      onde2 itu makanan yg berasal dr china sbnrnya :D. bukan dr indonesia. makanya sampe ada di korut. china dan korut kan temen baik banget 😀

  21. Eryvia Maronie berkata:

    Bener2 harus waspada kolestrol berarti ya kalo di kulineran di Korut. Tapi kalo tekanan darah mungkin bisa stabil ya, soalnya rasa menunya banyakan hambar, hehe…

    Baca tentang mie dingin itu, lidahku langsung terasa geli, soalnya pernah cobain di resto Korea, aneh deh rasanya.

  22. Yuli Aenuropiq berkata:

    wahh makanannyaa enak enak nihh kayanyaa, pasti kenyang banget nih, liat bola bola pakai wijwn itu kaya kamanan khas kita yahh kaya onde-onde

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      onde2 itu ternyata makanan yg berasal dr china mas :). bukan dr indonesia. makanya ga heran kenapa di korut ada. krn kuliner korut memang berkiblat ke china 😀

  23. Gilang berkata:

    Bhaique, kuseketika lapar berat setelah baca kuliner di Korut ini. Apalagi ku belum makan hahaha. Ya ampun sampe terbayang-bayang itu kimchi sama bebek tumis di restoran berputar. Bebeknya sungguh menggoda. Ini kalau aku makan semuanya di Korut, pulang-pulang baju auto ga muat semua hahaha. Secara berat aku gampang banget naiknya. Envy deh sama mba Fanny yang tetep langsing, dan glowing huehehe. Btw ada onde-onde juga ya ternyata di Korut

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      kalo yg aku dgr, ternyata onde2 itu makanan yg berasal dr china mba :D. tp di adopsi ama indonesia dan termasuk korut hahahahah… jd bukan asalnya dr negara kita.makanya ga heran di korut jg ada, soalnya cina kan sahabat paling deket ama korut 😀

  24. RACHMANITA berkata:

    Makanannya enak enak banget ini mba Fani…apalagi ada onde onde itu loh..mirip ya…aku penasaran sama ayam Gingsengnya itu

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      enaaaak sih makanan mereka walopun memang minim bumbu :D. mungkin krn bahan2nya seger kali ya mba, jd ttp aja berasa enak pas dimakan

  25. Roosvansia berkata:

    Mba makan trs tp kok ndak ndut2 yaaa. Ak makan sikit udh gendut wkwkwkkw.

    Btw, impian ak bgt deh ada resto d Indonesia yg sediain menu2 dgn porsi kecil gt. Jd bisa kt cobain semuanya. Tp ga appetizer aja, semuaaa hihhi

    Kira2 bisa ada ga yaaaa

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      aku juga mauuuuu kalo adaaa hahahaha. jd bisa icip sebanyak mungkin rasa yeee kaaaaan ;p. aku g prnh liat ada yg begitu di indo mba. pasti aku datangin kalo ada 😀

  26. nur rochma berkata:

    Selama ini aku malas pesan menu bebek karena takut dagingnya alot. Eman kan kalau udah pesan, bayar eh nggak kemakan gitu. Tapi kalau bebeknya Korea Utara ini dijamin semuanya lembut ya mbak Fanny. Aku mikirnya jangan2 dipresto, hihihi…
    Duh, itu tiap kali makan banyak banget yang disajikan ya. Setidaknya turis senang bisa nyicip menu-menu Korea Utara.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      ga ada yg alot mba slama aku cobain di sna ;D. semuanya empuuuk dan enak. bumbunya pas pula :). ayam justru ga suka aku, rasanya so so banget.

  27. lianny hendrawati berkata:

    Wah ada onde-onde juga di situ haha.
    Rata-rata makanannya hambar rasanya ya Fan? Tapi bisa cobain makanan2 di sana itu pastinya juga merupakan pengalaman yang nggak terlupakan. Yang cold noodles itu kalo kulihat fotonya bukan pakai mie2 kuning, tapi kayak bihun/suun ya?

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      naah iyaaa mba, semacam suun gituu, ga tau deh apa namanya di mereka :D. rata2 makanan mereka memang less bumbu, tp krn segaaaar banget, jd tetep enak gitu 🙂

  28. Nita tiwi berkata:

    Dpr tadinya aku baca malah hampir kayak baca apa ya perfektur klo kayak yang ada di komik jepang

    Klo dari tampilan lumayan pucat ya mb kebanyakan makanan dpr korea, tapi aku jadi penasaran ma rice tea, aku bayanginnya kayak air tape dong hihi
    Trus kayaknya aku kepengen pas baca bagian bebek tumisnya

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      naaah iyaaa nit. makanan di sana itu kebanyakan ga cerah warna2nya, cendrung pucat. dan ga berani bumbu, tp ttp enak sih sbnrnya :D. malah buatku yg sdg ngurangin garam, jd cocok 😀

  29. Jalan-Jalan KeNai berkata:

    Itu onde-onde isinya kacang ijo juga kayak di sini apa enggak? Hehehe. Saya suka banget daging bebek kalau masaknya bener. Lembut dan gak amis. Kalau ke sana kayaknya bakal buas makan daging bebek, ya 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      isinya kacang merah mbaaa hahahha. miriplah yaaaa. di indo kan ada jg onde2 isi kacang merah :D.

      semua daging bebeknya dimasak enaaaaak. aku sukaaa ;). pinter mereka masaknya

  30. Aul Howler berkata:

    Daebakkkkk

    cincaa

    bikin ngiler semua huhu

  31. Rohyati Sofjan berkata:

    Saya mengenal negara satu ini tertutup dan dicutrakan sebagai negara yang suram kehidupannya.Sampai kapan pemerintahan komunit sosialis itu tetap bertahan? Kasihan rakyatnya.
    Mie dingin di sana apa ada di Indonesia, ya? Penasaran dengan mie dingin. perkara daging bebek, memang cenderung lebih enak daripada ayam, hi hi. mantaplah.
    Mbak fanny berani banget berkunjung ke Korea Utara padahal banyak yang takut ke sana, termasuk saya ini gara-gara kesan suramnya. Tapi positifnya pembaca blog jadi bisa tahu gambaran kulinernya.Unik.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      tertutup iya.. suram??? setelah aku datang dan melihat sendiri, ini negara yg sangat cantik, sangat bersih, sangat ramah penduduknya.. dan negara di mana penduduknya sangaaaat sangat disiplin. kadang apa yang kita denger, bertolak belakang setelah melihat dengan kepala sendiri mba :)..

      aku tipe yg penasaran. org lain bilang jelek, tapi kalo aku blm melihat dengan mataku sendiri, aku bakal ttp penasaran dan pgn melihat lgs 🙂 . moga2 apa yg aku tulis ttg korut, bisa bikin banyak orang berubah pandangannya :).. karena korut ga seseram yang dikabarkan media

  32. Tia berkata:

    entah kenapa makanan korea kok kurang cucok ya dilidah aku,
    beberapa kali nyoba tapi tetep aja ndak bisa beradaptasi nih lidah. huhu..

    etapi, ngeliat menu mba fanny ada bebek tumis, mungkin kalo itu baru bisa cocok dilidah aku. hehehe.. eh, btw kok ada onde-onde juga kayak di indonesia mbaa.. baru tau.. hehe..

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      naaah bisa jd bebek tumis ini cocok mba.. ga mirip ama makanan korea selatan yang biasa ada di mana2.. makanan korut lbh condong ke chinese food kok 😉

  33. Andin berkata:

    Buset, seru banget mba bisa liburan masuk ke DPR Korea. Dari ceritanya kamu, makanannya kayaknya emang taste less ngga seenak yang ada di Seoul. Samgetyang nya jugaaa….I know what you feel mba, aku uda cobain yang di Seoul, dan itu enak banget!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.