D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Agu 2019

10

VISIT GOKAYAMA & SHIRAKAWA-GO, DARI SENANG, SAMPAI AKHIRNYA MATI GAYA…

SHIRAKAWA GO GOKAYAMA, AINOKURA VILLAGE

Waktu  ke Jepang pertamakali dulu,  aku tuh udah tertarik banget untuk visit  Shirakawa Go,  salah satu desa  yang masuk ke dalam Unesco World Heritage site, dengan bentuk rumahnya yang unik, Gassho-zukuri. Unik, karena rumah ini dibangun tanpa memakai 1 pakupun!! Unik karena bentuk atapnya seperti tangan pemuka agama Budha yang sedang berdoa. Dibuat seperti itu, supaya salju yang turun lebat bisa langsung jatuh ke bawah, dan tidak memberatkan atap.

SHIRAKAWA GO GOKAYAMA, AINOKURA VILLAGE

Tapi alasan sebenar  kenapa aku pengin banget kesana,  karena tempat ini termasuk yang selalu mengalami salju tebal setiap tahun .. Ketebalannya bisa mencapai bermeter-meter, dan suhunya bisa drop hingga MINUS 20! Tau kaaaaaan, aku tuh truly madly deeply loveeee  dengan suhu dingin dan salju :D.. Makanya begitu tau Shirakawa Go bisa menjadi sangat dingin dengan salju tebal, sudah pasti tempat ini langsung masuk dalam itinerary.

 

Sayangnyaaaa, rencana ga selamanya bisa terealisasi. Sudah memesan hotel di kawasan Kanazawa , eh, pas membeli tiket bus  ke Shirakawa on spot untuk keberangkatan besoknya, hasil NIHIL yang kami terima. Tiket habis hingga 3 hari kedepan ;p. Huahahahaha, miris yaaaa… Tempat yang diidam-idamin dari lama, dan sudah sedekat itu untuk menuju kesana,  tetep tidak bisa didatangi. Pengobat kecewa, kami lantas memesan tiket ke Takayama untuk mencicipi daging Hida Beef  yang terkenal itu.

 

BACA: COBAIN DUA STEAK INI SAAT KE JEPANG.

 

Hingga akhirnya, awal 2019 ini, Alhamdulillah bisa balik  ke Jepang, dan aku lebih serius mempersiapkan segala detil itinerary , demi bisa nginjakin kaki ke Shirakawa Go .

 

 

PERSIAPAN YANG DILAKUKAN

Ga mau kehabisan tiket bus kayak tahun lalu, kali ini,  segala macam website wisata yang katanya menjual paket  ataupun hanya tiket bus ke arah Shirakawa, aku bukain 1-1. Shirakawa memang cakep di segala musim, tapi saat winter adalah puncaknya. Kebanyakan orang ingin melihat desa kecil yang diliputi salju tebal , bak negeri dongeng yang sering tergambar  di buku karangan Hans Christian Andersen.

Pemandangan desa shirakawa dari view point

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Pencarian tiket akhirnya berakhir di KLOOK (ga sponsor loh yaa). Setelah pusing membandingkan harga dan penawaran dari masing-masing website, paket wisata di KLOOK menurutku yang paling murah, dan komplit. Bayangin, tiketnya sudah termasuk:

  • bus Pulang Pergi dari Takayama dengan rute Takayama- Gokayama- Shirakawa- Takayama,

  • trus mengunjungi Gokayama Village,

  • lalu makan siang dengan menu khas Takayama,

  • baru setelah itu visit Shirakawa Go,

  • dikasih mineral water dan roti untuk sorenya,

  • Guide berbahasa Inggris yang menjelaskan sejarah Gokayama dan Shirakawa (guide  kami, cewe Jepang cantik, dengan aksen Inggris yang bersih dan gampang dimengerti :D. Penting itu..)

Harga yang aku dapet ALL IN, hanya IDR 800,000 an something. Lupa nominal pastinya, tapi inget banget hanya kisaran itu. Ini jauuuh lebih murah daripada  beli tiket bus doang. Apalagi dapet bonus Gokayama Village + lunch segala.

 

 

TAKAYAMA NOHI BUS CENTRE

Tiket yang dibeli, cukup diprint, lalu tukarkan dengan tiket asli di Takayama Nohi Bus Centre. Sebenernya ada beberapa tempat penukaran, tapi yang 1 ini terdekat dengan hotel tempat aku stayed di Takayama. Hanya tinggal nyebrang ;p. Saran aja, kalo mau menukarkan tiket mending beberapa jam sebelumnya, karena antriannya sering puaaannjaaang ;p. Setelah mendapat tiket asli, staff loket hanya memberitahu kalo aku harus antri di platform 7. Naaah, di situ sempet drama, karena aku dan Kina samasekali ga nemuin platform 7 ;p. Platform terakhir itu 6 dan setelah itu ga ada tempat untuk platform selanjutnya.

TAKAYAMA NOHI BUS CENTRE

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Bangunan abu sebelah kiri, itu hotel tempat kami menginap, beneran tinggal nyebrang 😀

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

 

Nanya ama beberapa orang, yang ditanya bingung karena ga bisa bahasa Inggris ;p. Untung akhirnya ketemu mba-mba Jepang yang tau platform apa yang dimaksud. Ndilalah, mba-mba nya itu yang malah menjadi tur guide kita ke Shirakawa ;p. Pantes aja tau mana platform yang dimaksud ;p

 

 

NOHI BUS

Bus Nohi yang akan membawa rombongan, benar-benar tepat waktu. Busnya nyaman, bersih, dan wangi. Peserta tour saat itu kebanyakan turis dari China, yang Thank God, ga seribut biasanya hihihihi….

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

 

GOKAYAMA VILLAGE

Rute pertama, visit Gokayama dengan desanya yang terkenal bernama Ainokura.. Lama perjalanan, kalo ga salah inget 1 jam-an lah yaaaa… ato lebih, ga begitu terasa karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan gunung salju , lembah serba putih dan melewati beberapa terowongan yang membelah gunung. Villagenya sendiri ga begitu beda ama Shirakawa, dengan bentuk rumah yang sama, hanya saja jumlah penghuninya lebih sedikit..

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Tur guide memberi  waktu 60 menit untuk jalan-jalan di sekitaran  desa.. Tempat ini masih belum terlalu turis, keliatan kok dari desa yang masih sepi, ga terlalu banyak bus wisata juga. Sepanjang mata memandang, rumah-rumahnya berjarak agak jauh satu sama lain, dengan hamparan salju tueebeeellll yang udah bikin excited banget.. Walopun menurut si mba guide , winter 2019 ini  bener-bener ‘WARM WINTER’ karena suhu tidak sedingin biasanya dan bulan Februari pas kami datang, udah banyak salju yang mencair. Padahal biasanya belum. Memang sih, banyak rumah yang atapnya tidak lagi ditutupin  salju terlalu tebal.

Aku sendiri merasa suhunya tidak terlalu dingin. Masih jauuuh lebih dingin Hakodate yang divisit di hari-hari pertama.

 

Ternyata, ga butuh waktu lama untuk memutari desa Ainokura, saking kecilnya tadi. Aku dan Kina, hanya foto-foto di beberapa Torii (semacam gapura gitu), depan rumah tradisionalnya, juga di view point yang agak ke atas..

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Nah, saat  foto di View Point, iseng aja pengen jalan di atas salju setebel itu yang kliatan empuk. Hanya sajaaaaa,  ga nyangka di  beberapa titik ternyata saljunya dalem banget, huahahahaha… Akibatnyaaa, aku keperosok duooong ;p. Baru tahu, kalo keluar dari dalam salju yang tebel gitu, lumayan susah  ya boook ;p. Sampe masuk ke dalam sepatu , basah deh eykeee ;p. Saljunya masih lembuuuut cuuuy,  dan enak diremas-remas untuk bikin bola salju :D.

Ini foto capek abis keperosok dalam salju dalem ;p

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Puas foto di view point, kita berdua masuk ke toko souvenir, yang jujur aja ga kliatan penjualnya ;p.. Sampe heran ini kalo mau beli trus piyeee… Apa naro sendiri uangnya di kasir? Ga takut keilangan barang  nih penjual ;p? Yang dijual kebanyakan souvenir khas, seperti magnet, snacks, juga ada kaos, dan lain-lain. Tipe toko palugada gitu de ;p  Tapi jujur  aku ga  tertarik. Padahal harganya lumayan murah untuk ukuran tempat wisata. Rada kepikiran ama bagasi yang udah nyaris overweight kakaaaa.. wkwkwkwkwk…

 

 

MAKAN SIANG DENGAN MENU TRADISIONAL

Bus lanjut menuju tempat makan siang sebelum destinasi terakhir Shirakawa Go. Makan siang ini seperti yang aku tulis di atas, udah masuk ke dalam paket wisata yang dibeli. Ga usah kuatir tentang masalah halal tidaknya, karena yang disajikan hanya sayuran, nasi  dan ikan :D. Provider tour ini kasih penjelasan , kalau mereka  ngerti beberapa peserta  ada yang tidak bisa memakan pork, karena itu si travel guide menjelaskan, kalo makanan yang mereka sediakan samasekali tidak ada yang mengandung minyak babi atopun daging-dagingan.. Tenaaaaang mau makannya 😀

 

Menu yang dikasih, ternyata menu tradisional yang terdiri dari nasi yang ntah kenapa warnanya keunguan gini, ikan Trout sungai yang diolah sedemikian rupa sehingga dari ekor sampe kepala bisa dimakan semua, trus ada mie soba dingin, tahu , hoba miso yang dibungkus daun magnolia lalu dipanaskan di atas kompor batu (ini uniiik sih), dan terakhir tsukemono alias pickles dari sayuran dan jejamuran.

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Yang terakhir  enaaaaaak paraaaah!! Rasanya tuh asem segaaar. Pilihan dishesnya  lumayan unik, karena setelah dicoba 1-1, menunya tuh ga bisa dimakan terpisah, melainkan harus digabung bersama sehingga rasanya jadi klop, pas! Karena masing-masing hidangan punya rasa dominan. Ikannya kalo dimakan gitu aja berasa terlalu manis. Hoba Miso terlalu asin. Tahunya hambar. Makanya harus dimakan barengan, supaya saling melengkapi rasa.

 

 

JELAJAH SHIRAKAWA GO

Perut kenyang,  rombongan tur balik ke bis, dan lanjut menuju Shirakawa Village ;). Beda ama Gokayama yang sepi dari turis, Shirakawa kebalikannya :D. Ruaameeee byangetttt. Hmmmm, jujur aja jadi ga terlalu semangat -__- . Mau foto di sudut manapun, jadi susaaah bruh ;p. Pasti bocor… Harus usaha edit foto kalo mau kliatan sepi :D.

 

Jembatan suspensi Shirakawa yang legend  itu, juga crowded. Wassalam deh, harus rela foto barengan ama turis lain, dan jangan lama-lama berhentinya, kalo ga mau dipelototin orang yang lewat hihihihi…

Itu foto tangan turis siapa sik ;p

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Walopun salju masih tebal di sini, tapi di beberapa spot, kliatan banget udah banyak yang mencair.. Dan suhunya beneran anget, sampe-sampe aku harus melepas sarung tangan saking gerahnya ;p. Malah pas nyoba-nyoba buka winter jacket, itu juga ga menggigil. Muter sana, muter sini, bingung mau ngabisin waktu 2 jam kemana untuk eksplor Shirakawa. Sebenernya yaaa, ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi jika ke Shirakawa. Turis disarankan untuk singgah ke rumah keluarga Wada, yang merupakan keluarga terkaya di Shirakawa, dan rumahnya terbuka untuk umum. Lalu ada juga rumah keluarga Kanda yang sekarang ini sudah menjadi museum. Rumah ini yang paling utuh dan aura tradisionalnya lebih terasa. Terakhir ada rumah Nagase yang merupakan dokter dulunya. Aku dan Kina, terus terang  ga mendatangi 3 rumah itu, karenaaaaa….. bosan wkwkwkw.. Ntahlah, udah males karena melihat turis yang terlalu rame sepertinya ;p. Jadi kami hanya jalan ga tentu arah, nyari spot sepi yang susah bener nemunya… Akhirnya, malah ngeliat kafe kopi, dan  masuk kesitu hihihihi…

Kafe kopi

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Terlihat kecil dari luar, bagian dalamnya lumayan legaaa. Ada banyak turis yang juga sedang santai ngopi-ngopi sambil mengobrol. Kemungkinan mereka juga mati gaya  menghabiskan waktu di luar ;p. Kami beruntung dapet tempat duduk  lesehan dengan jendela besar menghadap keluar. Asik banget bisa ngeliatin orang berpose macem-macem gaya, sambil nyeruput kopi dan coklat panas, seharga cuma Yen 500!!! Murah kelewatan  sik, enaaak pula kopi dan coklatnya. Puas ngebunuh waktu sambil selfie dan ngegosipin apapun ;p

Pemandangan dari depan jendela tempat kami duduk

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Mati gaya beneran , wkwkwkw

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Akhirnya, 2 jam yang diberikan hampir berakhir , bersiap balik ke bus, tapi sempetin mampir beli-beli oleh-oleh di toko souvenir. Sayangnyaaa, aku lupa nyobain eskrim Shirakawa yang katanya sih WAJIB COBA itu.. Trus lupa juga nyari toko yang menjual Hida Beef yang sudah dipacking untuk buah tangan orang rumah . Agghhhh nyesaaal -__- . Mungkin ini berarti harus balik lagi ke sana, bareng suami dan anak-anak ;).

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

Di dalam bus yang membawa kami kembali ke Takayama, aku sempat berfikir… Shirakawa ini ga seperti yang aku bayangin. Mungkin lagi sial karena winternya tidak sedingin biasanya.. Salju juga tidak terlalu tebal. Tapi setidaknya, senang bisa melihat desa di mana budayanya ga lekang oleh waktu , menikmati keindahan jalan dan mengagumi terowongan  11 km yang dibuat dengan membobol gunung-gunung di sana untuk mempercepat waktu menuju desa Shirakawa. Kagum sih dengan infrastruktur negara ini, dan  ga menyesal bisa kesini :). Setidaknya, salah satu bucket listku, kini bisa dicoret …;)

View sepanjang jalan menuju ke sini

SHIRAKAWA GO DAN GOKAYAMA , AINOKURA VILLAGE

 

POSTINGAN JEPANG 2019:

Mengunjungi Kota pelabuhan Hakodate

Makan apa di Hachinohe dan Hakodate

Serunya menyusuri tebing Geibikei naik perahu

Museum bom atom Hiroshima

Museum Bom Atom Nagasaki

Review Hotel Select Inn Hon Hachinohe

Makan apa di Takayama

 

 

 

12 tanggapan untuk “VISIT GOKAYAMA & SHIRAKAWA-GO, DARI SENANG, SAMPAI AKHIRNYA MATI GAYA…”

  1. Akbar S. Yoga berkata:

    Tadi pas baca saya sempat kepikiran, platform 7 enggak ada ini apakah mirip sama peron 9 3/4 di Harry Potter? Hahaha. Ada-ada aja emang ini otak.

    Syukur tangan turisnya itu enggak terlalu ganggu. Enggak sampai menutupi wajah orang yang dipotret. Masih bisa diakalin juga dengan Photoshop.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahahaha, iyaaa, cm aku males repot editnya itu Yog, ga jago juga sik hihihi.. jd yasudlaaah.. biarkan sajaa :D.

      platform 7 nya beda lokasi ternyataaa. ga jauh sih, tp ttp aja bikin bingung kalo ga diksh tau 😀

  2. Sulis berkata:

    Seru ya mba.. btw, itukan klo di indonesia mirip2 desa wisata gitu kan ya mba? Trus pas di sana itu bisa ketemu, liat aktivitas masy desanya,ngobrol sama penduduk desa nya gitu ndak mba…?

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      iyeeees beneeer banget mba :). walopun ga semua rumah penduduknya bisa dimasuki yaaa. yg boleh cm 3 rumah yg aku sebutin di atas. kalo lain2nya ga bisa 🙂

  3. Farah Salsabila berkata:

    Menarik banget, tapi aku kalo ke tempat minus 20 kayaknya buat ngetik hape aja lemot, hahaha. Iya, aku ke tempat belasan derajat aja ngetik hape jadi tiba tiba melambat dan pergerakan jariku tak seindah biasanya hihi

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahahah saking kakunya jaribya mba :D. aku juga seriiing ngalamin gitu. saking dinginnya jari dan tangan sampe kaku. tp ttp aja cinta ama winter :D. makanya tiap liburan aku slalu pas winter seringnya :D.

  4. evrinasp berkata:

    Wuaaaah Aku juga pecinta salju Dan tempat wisata Suhu dingin mbak. Udah rencana Sama temen Kalo mau balik ke jepang, ntar paling nunggu bayi rada besaran. Jepang itu emang negara yg bikin orang Pingin balik lagi

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      bangeeeettt mbaaaa. aku slalu kangeeen ama jepang. slaku pengen balik, dan eksplor tempat2 lainnya . ga bakal bikin boseeen sih ini negara :). ini aja udh ada plan mau balik lg, tp gantian eksplor hokkaido 😀

  5. Nasirullah Sitam berkata:

    Kalau aku di sana paling banyak-banyak motret salju dan bangunan di sana. Entahlah, kayaknya menarik untuk diabadikan.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      itu juga banyaaak mas aku fotoin wkwkwkkw.. tp memang ga aku taro di blog. palingan yg cm nunjukin foto rumahnya aja :D.

  6. Rudi Chandra berkata:

    Wih… Keren banget ke Jepang.
    Jadi pengen ke Jepang juga, liat salju gitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.