D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Jul 2012

11

EXPLORING OLD TOWN OF PENANG (PART1)

Perjalanan dari Singapura ke Penang makan waktu 9 jam. Tapi jalan yang kita lewatin bagus, mulus, ga macet, dan lancar banget. Kebayang kalo jalannya kayak di Indonesia, 9 jam bisa berubah jadi 20 jam ;p Ditambah Bus Konsortium yang nyaman, perjalanannya bener-bener ga bikin capek.

 

Berangkat pukul 21.30 waktu Singapura, kita sampai di Terminal Sungai Nibong Penang jam 6.30 pagi. Masih gelap gulita, tapi kendaraan umum di sini udah mulai jalan dari jam 6 pagi. Buat yang mau jalan-jalan ke Penang dan berniat ngabisin waktu menggunakan bus umumnya, nih, Link bagus dan komplit tentang objek-objek wisata di Penang plus rute-rute bus umum di sana. Dan banyak sekali tips-tips yang berguna. http://www.penang-traveltips.com/

 

Ga usah takut bus mereka kayak di Indonesia. Jauh banget ;p Bus di Penang itu, ato biasa disebut RAPID PENANG BUS, nyaman, bersih dan murah ^o^ Daripada buang-buang uang naik taxi yg jelas jauh lebih mahal, mendingan nge-bus 😉

 

Tapiiiii… berhubung kita berlima udah pada gerah dan pengen banget sampai ke Hotel secepat mungkin, (mengingat waktu mandi terakhir udah lewat 24 jam yang lalu;p) , udah deh, langsung aja milih taxi di terminal untuk nganterin ke TRADERS HOTEL tempat kita stayed selama di sana. Seperti biasa, website hotel booking favorit ku pastinya di http://www.agoda.web.id/

 

Traders Hotel yang berbintang 4 ini kita dapet dengan harga sangat murah di AGODA , dari original pricenya yang RP 2 jt per malam, menjadi hanya RP 500rb permalam ^o^ Woohooo..

 

Karena waktu check in masih jam 2 siang, kita diizinin untuk numpang mandi di Gym nya plus nitip koper. Trus cari sarapan di KOMTAR area.

 

As info, Traders Hotel ini terletak di kawasan pusat kota dan sangat strategis. Dekat dengan Bus Station, tempat belanja, mall, tempat sarapan, dan semua itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Kita sarapan  di KOPI TIAM TAWFID PAWANCHI. Menunya nasi lemak, bihun, dan mi goreng yang dibungkus dengan plastik dialasi koran, hanya seharga RM 1 per bungkus. Ada juga bermacam-macam kue dan jangan lupa teh tariknya yang menurutku enaaaakkk banget ^o^. Ga terlalu manis, pas 😉

SARAPAN DI KOMTAR
PILIHAN SARAPAN YANG ENAK ^O^
NASI LEMAK YANG BIKIN NAGIH
TEH TARIKNYA SUEGERR

Perut kenyang,  kitapun naik ke atas, KOMTAR SHOPPING CENTRE. Belum semua toko buka. Tapi lumayanlah untuk sekedar cuci mata dan ngabisin waktu. Untungnya, toko buku POPULAR yang super gede udah buka. Puas de belanja novel-novel bahasa Inggris yang harganya di sana jauh lebih murah daripada buku-buku import di Gramedia.

 

Baru setelah itu, kita putusin untuk jalan-jalan keliling kota naik bus RAPID PENANG 301, sekaligus visit USM (University Sains Malaysia), tempat di mana dulu adikku kuliah. Ini salah satu Universitas negeri terbaikdi Malaysia. Sangat besar, luas, tertata rapi, dan semuanya ada dalam 1 komplek. Baik itu asrama, fakultas, laboratorium, lapangan olahraga, cafetaria, tempat ibadah, etc. Ga seperti Indonesia yang fakultas dari universitasnya banyak terpencar-pencar. Kampus A di mana, kampus B di mana. Bikin repot dan capek. Belum lagi uang pangkal, iuran gedung dan uang lain-lain yang ga jelas juntrungannya. Alasan-alasan itu yang bikin Papa dulu memutuskan untuk mengirim aku dan adikku sekolah di Penang. Suasana lebih nyaman, aman, ga ada demo-demo mahasiswa, uang sekolah yang jauh lebih murah dan JELAS penggunaanya, bahasa Inggris yang dijadikan bahasa pengantar di kampus, asramanya bagus dan terawat, dan masih banyak alasan lainnya.

 

USM

Puas keliling USM, kita kembali ke KOMTAR. Makan siang, keliling di PERANGIN MALLnya dan ngeborong VINCCI untuk oleh-oleh orang di rumah. Baru deh balik ke hotel untuk check-in dan istirahat sebentar. Oh iya, kalo nginep di TRADERS HOTEL ini jangan lupa siapin RM 200 per malam untuk deposit fee ato uang jaminannya. Tapi semua itu bakal dibalikin kok pada saat kita check out.  🙂

 

Sore harinya kita nyebrang ke GAMA (semacam Hypermart) cuma untuk beli oleh-oleh coklat ;p Kayaknya tiap travelling , aku jarang beli sesuatu untuk diri sendiri. Selalunya kebanyakan untuk orang rumah dan teman-teman ;p

 

Kemudian kita mengelilingi pertokoan di sana dan mencari travel agent yang menyediakan tour harian keliling Penang. Supaya jadwal kita lebih terarah. Dan akhirnya deal dengan AG EXPRESS SERVICE, berlokasi di 33G – 09 , Jl DR Lim Chwee Leong.

 

Tour yang kita pilih mendatangi beberapa tempat wisata di Penang selama 8 jam dan disediakan lunch juga. Biayanya hanya RM 80 per orang but exclude admission fee ke beberapa tempat wisatanya. Tapi fee di sana ga mahal-mahal banget lah, dan worth it ama yang kita dapet.

 

PADANG KOTA

So, setelah acara besok terjamin full, acara kita selanjutnya, dinner dan keliling Penang di waktu malam dengan sahabat kuliahku dulu, Afifah. Dengan supir kantornya, Afifah mengajak kita makan di daerah PADANG KOTA. Dekat sekali dengan laut , tempat makannya berlokasi outdoor dengan berbagai macam makanan yang dijual. Oke, ini dia review dari makanan-makanan yang kita pilih:

 

 

a. PASEMBUR.

Ini gado-gadonya khas Malaysia. Bedanya ama gado-gado kita yang kebanyakan sayur, Pasembur ini bisa kita pilih sendiri isiannya. Ada kentang, tauge, bengkoang, cumi-cumi, tahu, bakwan, dan masih ada lagi yang aku ga tau namanya. Lalu semua itu dipotong-potong dan disiram dengan kuah kacangnya yang kental dan gurih banget.  ^o^

 

PASEMBUR

b. MIE UDANG.
Mie rebus biasa dengan 3 udang besar di atasnya. Harganya RM8. Tapi kuahnya yang kental dan pedas, membuat mie rebus ini menjadi lebih dari sekedar biasa ^o^ . Segeerr banget waktu nyeruput kuahnya dan menggigit daging udangnya yang empuk.
MIE UDANG

c. CHAR KWEE TIAW
Jangan salah ngebedain ‘Char Kwee Tiaw’ dengan ‘Kwee Tiaw’. Char itu artinya ‘basah’. Jadi Char Kwee Tiaw itu mienya dimasak basah. Ada kuahnya sedikit. Di atas mie nya juga dikasih udang 2 potong besar yang sama gurih dan empuknya. Bumbunya terasa pedas apalagi dimakan saat msih panas 😉
CHAR KWEE TIAW

d. NASI GORENG KAMPUNG

Makanan favorit ku saat kuliah dulu. Nasi gorengnya putih, ada`taburan ikan teri di dalamnya, plus potongan cabe rawit (chili padi kalo orang Malaysia menyebutnya). Bener-bener ngobatin kangen ama masa-masa kuliah dulu.

 

e. NASI GORENG AYAM

Cuma ini nih yang rasanya biasa. Nothing’s special. Kayak nasi goreng ayam yang banyak dijual di Jakarta.

 

NASI GORENG AYAM

f. KERANG BAKAR & SOTONG BAKAR
Ini untuk dimakan rame-rame. Untung aja begitu, karena ternyata porsinya guueeedeee ;p Seporsi kerang bakar malah nyampe RM 20. Rasanya sih sama aja dengan kerang rebus. Tapi menurut ku sausnya ga begitu enak. Terlalu manis.
KERANG BAKAR
Nah kalo sotongnya, kita udah mikir sotong gede utuh yang dibakar gitu.Tapi ternyata, sotong yang udah diiris tipiiiisssss banget, trus dibakar. Rasanyaaa……..Kok amis banget ya 🙁 Ga cocok ama lidahku.
SOTONG BAKAR

g. ABC (Ais Kacang)

Ueennaaakkkk..^o^ Kesukaanku dari kuliah. Campuran es serut , susu, sirup cincau, kacang mede dan kacang merah, bikin rasanya bener-bener seger..

 

 

Keluar dari Padang Kota ini, kita keliling Gurney Drive dengan mobil. Penang di malam hari memang cantik. Kota ini menjadi lebih hidup dan indah saat matahari sudah tenggelam dan lampu-lampu kota berwarna-warni dinyalakan.

 

Kita melaju ke arah FORT CORNWALLIS, benteng terbesar di Malaysia yang dibangun oleh Sir Captain Francis Light. Patung sang Kapten pun dibangun tepat didepan  fort entrance, menyambut para visitors.

 

MERIAM DI FORT CORNWALLIS

Lalu kita melewati Gedung Parlemen Penang yang berwarna putih, besar dan megah. Di sekitar daerah ini banyak sekali restoran-restoran seafood di pinggir jalan. Lokasinya benar-benar pas karena dekat sekali dengan pantai. Malah kita sempet melewati 1 restoran seafood bernama Bali Restaurant , yang identik sekali dengan suasana Balinya yang kental.

 

Lalu sampailah kita di daerah elite Penang. Mungkin sama dengan daerah Menteng di Jakarta. Rumah-rumah bagus dengan pekarangan luas. Ternyta tanah di Penang ini dibagi 2. Milik sendiri (private) dan milik pemerintah yang boleh disewa penduduknya selama 99 tahun saja. Setelah itu kita harus keluar.

 

Dari penjelasan driver, kita juga baru tahu, kalo kendaraan (motor/mobil) yang ditempeli stiker ‘P’ besar di belakangnya, itu menandakan pengemudinya baru lulus mendapat SIM. Stiker itu akan terus ditempel selama 2 tahun. Jadi kalo dalam jangka waktu itu, si pengemudi mengalami accident, semuanya akan ditanggung asuransi. Tapi kalo stiker ‘P’ itu tidak dipasang, maka semua kerusakan yang terjadi akibat kecelakaan, akan ditanggung sendiri dan SIM nya otomatis langsung dicabut.

 

Trus ada lagi stiker ‘L’, yang berarti learner. Artinya si driver baru lulus belajar mengemudi, tapi belum lagi mendapatkan SIM. Seandainya aja sistem ini juga diterapin di Indonesia ya. Kenyataan yang ada, SIM bisa didapat hanya dengan membayar polisi dan boro-boro orang kita mau memasang stiker P ato L dikendaraannnya. Gengsi dan malu kononnya ;(

 

So berakhirlah 1 hari perjalanan kita di Penang. Back to hotel for having a very tight sleep 😉 Besok jadwal kita masih padaaattt 😉

 

(To be continued)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.