D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2012

18

EUROPE TRIP (PART 1) BULGARIA

Inilah awal aku jatuh cinta dengan travelling. Thank to my husband as a first person that asked me to accompany him visiting Bulgaria in November 2010 (He was my boyfriend at that time, not a husband yet ;p)

Awalnya Barney hanya bilang gini, ‘kamu bisa ga ngumpulin 15 jt untuk tiket pesawat PP ke Bulgaria dan Jerman? Kita stay di apartemen ortuku. Pokoknya kamu nyediain tiketnya aja, sisanya aku’

Tau apa yang aku pikir saat itu? Wuaahhhh.. ke Eropa? dan semuanya ditanggung kecuali tiket pesawat PP doang..Cuma 15 juta lagi.. Masih ada waktu setahun untuk ngumpulin uangnya. Kalo tiap bulan aku sisihin 1.5 juta dari gajiku, pasti November 2010 uangnya da terkumpul.

Dan di situlah awal mula aku falling in love with travelling 😉

Sebagai anak seorang Diplomat, suamiku udah puas keliling Eropa dan Asia sejak umurnya 3 bulan. Dan dari koneksi Papa nya yang punya banyak kenalan di KBRI tiap negara Eropa, kita jadi mudah untuk mengurus semuanya.

Persinggahan pertama kita nantinya, pastilah Bulgaria. Visa Bulgaria dngan mudah diurus Papa yang saat itu masih bekerja as a Diplomat di Sofia, Bulgaria. Lalu Papa juga yang meminta temannya di KBRI Jerman agar mengeluarkan surat undangan untuk kita ber-2 , so pada saat apply Visa Schengen di kedutaan Jerman, Jakarta, kita ga ada kesulitan samasekali. Alhamdulillah ya .. ga ada nemuin yang namanya Visa ditolak, lama, atau pertanyaan jutek macem-macem dari petugas kedutaan Jermannya ^o^. Semua berkat surat sakti dari temen Papa ;p

Dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Kita berdua planning cuti 3 minggu untuk liburan ke Eropa ini. Berangkat dengan pesawat Lufthansa tujuan Jakarta – Munchen – Frankfurt – Sofia. Lalu pas pulangnya nanti, Berlin – Frankfurt – Jakarta. Harga tiket yang aku dapet saat itu, USD 1200 PP.

I was so excited at that time. Ini bukan perjalanan pertamaku ke Luar negri. Tapi ini my first travelling to Europe ^o^. Jelas pasti beda dengan travelling ke negara-negara Asia sekitar Indonesia. And it was winter time ^O^..Walopun sayangnya, due to global warming, aku ga ngerasain salju di sana. Padahal sudah masuk November. Tapi cuaca lumayan dingin terutama di Berlin.

Di Sofia kita dijemput Papa Mama at Sofia International Airport. Suasana kota tua Eropa nan klasik, dengan penduduknya yang dingin tapi cakep-cakep (khas Eropa Timur), langsung membuatku betah dan berharap bisa tinggal di sini selamanya ^o^
Jalanan di Bulgaria
Bahasa di sana aneh dan samasekali ga bisa ku pahami. Apalagi tulisannya yang berbeda jauh dengan abjad kita. Dan orang Bulgaria punya kebiasaan unik. Mereka ‘menggeleng’ kalo menyatakan IYA, dan ‘mengangguk’ kalo bilang TIDAK. Aku sempet confused pada awalnya ;p

Bulgaria tidak memiliki terlalu banyak tempat-tempat perbelanjaan dan rekreasi. Tapi di sana banyak tempat bersejarah dan bangunan-bangunan tua yang masih bagus. Sebagai pencinta historical places, kota seperti inilah yang selalu membuatku betah.

Hari pertama kita ditemani oleh Mba Mei, temennya Mama yang menikah dengan Bulgarian Man, mengelilingi kota Sofia. Melihat-lihat gedung parlemennya, berfoto di depan Lucky Egg, berharap bisa beruntung ;p, mengunjungi pasarnya yang rame tapi bersih, tempat-tempat penjual souvenirs di bawah tanah, duduk-duduk di taman, dan makan siang di salah satu mall. Bukan mall yang megah dan grande seperti di Jakarta, tapi lumayanlah untuk ukuran negara seperti mereka.
Lucky Egg
Bulgaria terkenal sebagai penghasil Mawar. Banyak banget produk-produk yang terbuat dari Mawar sebagai bahan bakunya. Mulai dari krim badan, wajah, parfum, pewangi ruangan, even dibuat Syrup ;). Belum lagi souvenirsnya yang lucu-lucu, unik dan murah meriah ^o^. Rugi banget kalo ga bawa banyak Euro kesini. Mata uang Bulgaria sendiri adalah Leva.Saat kita datang kemarin, 1Leva = RP 6 ,000

Bicara tentang makanannya..Mmmm..ada beberapa yang cocok dengan lidahku. Tapi ada juga yang aneh ;p 1 yang aku lumayan suka, SHOPSKA SALAD (ga tau de penulisannya gimana, tapi bacanya begitu ;p) Ini semacam salad dengan ingredients tomat, Onion, Kentang, Parsley, selada dicampur menjadi satu, dituangi vinegar sedikit dan taburan keju yang banyak di atasnya ^o^ Yummmyyy..
Shopska Salad
Trus aku juga pernah ngerasain Ikan Salmon bakarnya yang sumpahh..uennakkk bangett ^o^.. Dagingnya masih seger, lembut, terasa manis dan tidak ada amis samasekali.Sambil makan di depan perapian yang menyala, dengan suara derik-derik kayunya plus music country…hahaha.. I miss that moment so much
Kita juga sempet hadir di acara yang held by KBRI Sofia. Ketemu dengan orang-orang Indonesia, ngerasain makanan khas Indonesia lagi, dan dikenalin ama Dubesnya saat itu, Bpk Ingkiriwang.

Dan dari sana juga kita ketemu ama Om Towo, yang udah tinggal dan berkeluarga di Sofia selama puluhan tahun. Om Towo ini yang ngajarin kita rute-rute bus di sana, ngajakin melihat-lihat Plovdiv (daerah pinggiran Bulgaria), trus  maen Bowling di Sport Centre. Umur sih boleh udah 70an, tapi terbukti om Towo masih kuat gelindingin bola bowling 13 kg dan slalu menang, plus bawa mobil keluar kota ampe malam.. Salut Om ^o^
Plovdib with Pak Towo
Ada 1 tempat di Bulgaria yang sebenernya udah lama banget pengen aku datangin. Rila Monastery. Bagi yang pernah membaca novel THE HISTORIAN, karangan Elizabeth Kostova, pasti tau kisah Count Dracula yang kabarnya sempet melarikan diri dan bersembunyi di Rila Monastery. And there I went. Just to see the place description in my favorite novel ;). Masuk ke dalam gerejanya, melihat lukisan-lukisan yang banyak dipajang dan dengan bantuan om Towo yang mentranslate tulisan-tulisan dalam aksara Bulgaria, which told the stories about Rila. It was soooo interesting.
Rilla Monastery
Rilla Monastery
Kita juga masuk ke dalam musiumnya yang memajang pakaian-pakaian dan senjata tentara Ottoman ketika menyerang Bulgaria. Sayangnya kamera dilarang keras di sini :(. But anyway , I always think that Museum is the best and most convenient way to learn history 🙂 Seolah bisa melihat langsung kejadian-kejadian di masa lalu lewat barang-barang peninggalan mereka.

Hari terakhir kita di Bulgaria, temen Mama Papa, keluarga Anna Stamatova, mengundang kita dinner at a traditional Bulgarian restaurant. Tempatnya sangat berkesan ethnik, penuh dengan pernak pernik khas Bulgaria. Keluarga Anna bener-bener baik. Mereka tidak begitu lancar berbahasa Inggris, tapi gesture dan keramahan yang mereka tunjukkan membuat aku merasa sudah mengenal mereka bertahun -tahun.

Dinner diawali dengan appetizer, main course dan dessert yang porsinya ampun-ampunan ;p Selera makan orang Bulgaria ini bener-bener gede. Tapi anehnya, amat jarang sekali aku melihat orang gendut di negara ini 🙂 kliatannya, walo selera makan besar, tapi sistem metabolisme mereka termasuk cepat ;p

Dan Anna Family kept asking us to order and eat more. Hahahaha..sampai akhirnya aku gave up dan told her bahwa porsi makan orang Indo tidak sebesar mereka.
With Ana and Family
Bulgarian Food
Kebab ala Bulgaria
Ada 1 hal yang unik dan berkesan buatku di restoran ini. Sekelompok penari dan penyanyi yang membawakan lagu dan tarian tradisional Bulgaria,dengan penuh semangat, terus menerus, dan sangat energetic. Membuat kita yang mendengarnya ingin ikut menari.

Para penari itu berkeliling ke arah meja-meja pengunjung dan menawarkan kita menari bersama. And I was in ^o^
Traditional Dance
Malam itu bener-bener istimewa . It was very hard to leave Bulgaria , especially leaving amazing new friends like them 😉

8 tanggapan untuk “EUROPE TRIP (PART 1) BULGARIA”

  1. Anonymous berkata:

    tempat yg ga biasa utk dikunjungi 🙂

  2. Astri Hapsari berkata:

    mbak fanny…
    how lucky you’re
    duhhh asli ngiri banget bisa ke bulgaria cuma ‘modal’ tiket
    udah lama banget pingin ke eropa
    tapi belum kesampaian

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      itulah mba, aku besyukur diajakin pertamakali itu ke eropa ma si hubby :D.. Kalo ga diajak, mungkin ampe skr aku ga bikin blog, ga tertarik jalan2 dan ga bkl kemana2 :)..pasti bisaaa, yg ptg niat kuat 😉

  3. hendi berkata:

    Ini toh semuanya berawal,senengnya jln2 sma pacar. Bulgaria itu yg ada kastil drakulanya bkn ya? Setauku kekaisaran ottoman dr turki pernah menguasai negeri ini trs apa ada sisa2 pnggln ottoman? Komunitas muslim turki mungkin?

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      yang di Bulgaria itu rila monastery mas, katanya tempat persembunyian dracula pas lari dari musuhnya,, Kastilnya sendiri di hongaria..suamiku yg prnha kesan, akunya belum -__-. sisa2 kekaisaran ottoman ga terlalu kliatan sih..tp di sana ada museum yg cerita soal sejarah ottoman ini 🙂

  4. Andinormas berkata:

    Widih mantapp… Bulgaria salah satu negara yang pengen saya kunjungi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.