D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2012

14

WISATA BANDUNG DI TRANS STUDIO BANDUNG

Akhirnya tercapai juga untuk bisa datang ke Theme Park baru di kawasan terpadu TransStudioBandung. Beralamat di jalan Gatot Subroto 289, tempat ini hanya bersebelahan dengan Bandung Super Mall.

Untukku yang sangat suka traveling, hanya ada 3 hal yang paling aku cari saat browsing atau mencari tau tentang tempat baru yang akan aku datangi. Situs-situs sejarah yang ada di sana ( seperti bangunan-bangunan kuno, musium, tempat-tempat bersejarah dll), pemandangan alamnya,dan yang terakhir THEME PARK ^o^

Terutama yang ada wahana-wahana super serem, dan super naikin adrenalin. Semakin extreme wahana tersebut, semakin aku bakal tertantang untuk nyoba ;). Ya, aku tipe orang yang sangat suka mencoba segala hal yang menantang adrenalin. Karena itulah ketika tau bahwa TransStudioBandung baru dibuka dan wahana-wahananya lebih menantang daripada theme park yang di Ancol sana (katanya), dengan semangat 45 aku langsung menyusun jadwal untk mengunjungi tempat wisata Bandung ini

 

Ok, jam buka tempat ini:

Senin – Jumat: 10.00 – 21.00 WIB
Sabtu, Minggu & hari libur (termasuk liburnya anak-anak sekolahan): 09.00 – 22.00 WIB

 

Sedangkan harga tiketnya:

Senin – Jumat: RP 150,000
Sabtu, Minggu & Hari libur (again termasuk liburnya anak sekolahan): RP 200,000.
VIP access entrance: penambahan RP 200,000

Jadi kalo datangnya di hari Senin misalnya, dan mau membeli VIP akses, maka yang harus dibayar: RP 150,000 + RP 200,000 untuk penambahan = RP 350,000 perorang totalnya. Inget loh, bayi baru lahir juga bayar penuh di sini.

Beda VIP dengan biasa, antriannya jauh lebih pendek dan lebih didahulukan untuk naik ke wahana.

Nah, karena tidak tau bahwa tgl 19 Des 2011 kemarin anak-anak sekolahan udah mulai libur akhir tahun, jadi deh kita dikenain harga RP 200,000 per orang + RP 10,000 untuk kartu Mega cashnya. 1 kartu Mega cash ini bisa dipakai untuk 2 orang. Kartu ini seperti Flazz nya BCA. Sebagai alat pembayaran yang bisa diisi ulang dan digunakan untuk belanja di merchant-merchant tertentu. Hanya saja masih terbatas digunakan untuk Bandung area. So, pulang dari trans studio Bandung, kartu Meganya itu jangan dibuang ya. Masih bisa dipake kalo mau datang ke Trans lagi. Karena kartu ini yang digunakan untuk tiket masuk ke Theme Park dan alat pembayaran untuk membayar semua transaksi di area makan, minum dan souvenir.

Katanya sih, Trans Studio Bandung ini merupakan salah satu indoor themepark terbesar di dunia. Wahananya ada sekitar 20 permainan, terbagi atas 2 lantai dan 3 zona, yaitu Studio Central, Lost City, dan Magic Corner zone. Ayo kita coba satu per satu 😉

1. Studio Central – Si Bolang Adventure
Wahana pertama yang kami masuki. Antriannya lumayan panjang. Butuh waktu sekitar 30 menit sebelum akhirnya dapat giliran naik ke kereta. Di Bolang area kita naik kereta yang memuat 4 orang sambil keliling melihat boneka-boneka dari semua propinsi di Indonesia ;). Contohnya, Boyolali digambarkan dengan boneka sapi sebagai lambang kota penghasil susu di Indonesia, Solo dengan boneka penjual Batiknya, pulau Komodo  dengan boneka komodonya yang terlihat lucu dan ramah.
Hanggar Si Bolang
2. Studio Central – Yamaha Racing Coaster
Keluar dari si Bolang, aku dan Barney misahin diri dari Mama Papa karena kita berdua mau coba coaster yang mengklaim sebagai yang tercepat dan bisa berjalan mundur yang hanya ada 3 di dunia. Kehebatannya ini yang bikin penasaran untuk dicoba. Untungnya, antrian samaskali ga panjang. Yeaayyy.. So kita hanya nunggu bentar banget untuk bisa nyobain wahana ini. Pas duduk, semua tas, jepit rambut, kacamata sebaiknya dilepas dan dititip ke mba atau mas penjaga nya. Trus pengamannya dipasang. Tapi…hey, ini kenapa pengaman cuma di daerah perut doang? Biasanya  roller coaster itu, pengamannya di bahu kan. Tapi si Mas dengan santai ngejelasin, ‘emang begitu Mba. Aman kok dijamin’. Hahhhh, keringat dingin mulai terbit. Alur relnya meliuk-liuk, ada bagian kepala di bawah, bahkan ada bagian rel yang tegak lurus 90 derajat , dan pengamannya hanya di perut??!

Tapi belum sempet berubah pikiran untuk turun, wwuuaahhhh keretanya mulai bergerak. Dan rasanya… Suuummmppaahhhh Ini sseeeerrrruuuu bangggetttt….Ga bisa diungkapin dengan kata-kata!!! ^o^. Bisa teriak sepuasnya, ngerasain angin di muka (note: cuma Yamaha Racing yang relnya di luar gedung Trans alias outdoor), jungkir balik, trus naik 90 derajat tegak lurus!! Lalu dengan kecepatan yang sama kencengnya, kereta berlari mundur balik ke tempat semula. Asik, keren, dan bikin MAU NAIK LAGIII  ^o^. Tapi sayangnya si Barney ga ngizinin. Dengan alasan masih banyak wahana lain yang belum dicoba. Ok, ratingku untuk wahana ini , 9 dari 10  nilai 😉

3. Studio Central – Transcar Racing
Berhubung kaki masih lemas karena pengaruh Yamaha tadi,jadi kita putusin untuk naik yang ringan-ringan dulu. So pilihan jatuh ke Transcar racing. Mobil-mobilan yang didesain seperti mobil balap, tapi kecepatannya hanya sekitar 5 km/jam ;p. Gapapa, toh tujuan utamanya hanya untuk keliling-keliling di arena balapan yang dibuat mirip aslinya. Di tikungan tertentu ada kamera otomatis yang akan memotret kita dan hasil fotonya bisa dibeli dengan harga RP 30,000.

4. Corvette Dinner Restaurant.
Ga terasa hari makin siang. Turun dari Transcar, kita janjian ketemu Mama Papa di Corvette Dinner. Makanan fastfood gitu deh. Burger, hotdog, chicken wings,french fries, soft drink, shake, dll. Rasanya sih lumayan enak, tapi mahal dan porsinya kecil . Hotdog dan burger imut-imut aja RP 25,000. Trus shake coklat RP 18,000. Sementara di Transstudio ini kita bener-bener ga bisa bawa makanan dari luar. Semua tas diperiksa saat masuk pertama kali, dan kalo kedapetan ada makanan atau minuman, langsung diminta buang ato abisin di tempat . So pilihannya ada 2, makan kenyang-kenyang di rumah supaya tahan ampe malam, ato bawa uang yang banyakan supaya bisa jajan puas di sini. Barney juga sempet beli popcorn caramel ukuran sedang RP 22,000 dan arum manis yang guede RP 17,000.
5. Studio Center – Trans City Theater – Petualangan si Bolang dan Zoo Crew.
Di luar ekspektasiku, ternyata teater yang murni untuk anak-anak ini bisa bikin aku ketawa. Pertunjukannya bagus. Tentang si Bolang dan teman-teman yang mau menyelamatkan nenek dari penyihir jahat. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan peri cantik, putri duyung baik hati, dan juga menghadapi gangguan dari si penyihir jahat dan kurcaci-kurcaci hitamnya. Drama ini penuh tarian dan nyanyian. Tokoh-tokoh badut, Monika si kucing, Monty si komodo, Maung si Harimau, dan Kenny si kura-kura cukup lucu dan mampu membuatku terpingkal-pingkal dengan kekonyolan mereka. Terutama Monika, I adore her so much ;). Even sang penyihir juga sangat memukau. Ga bisa dipungkiri, dialah bintang pertunjukan sebenarnya. Akting dan lagu yang pas, tertawanya yang khas, dan tingkahnya yang bikin gemes.
Yang menarik dari teater ini, sebelum pertunjukan dimulai, floor director, Mba Diva, memanggil 11 anak yang berani untuk maju ke depan, ikut tampil dalam pertunjukan. Mereka diajak berpartisipasi, ikut menari, didandani dan bernyanyi bersama. Cara bagus untuk melatih anak-anak kecil itu berani tampil di depan umum ;). Buatku, show ini bagus dan sangat menghibur untuk semua anggota keluarga.

6. Studio Central – Marvel 4D

MENGECEWAKAN. Satu-satunya antrian di sini yang tidak diatur sehingga pengunjung jadi berebutan masuk dan desak-desakan. Baru setelah masuk ke gatenya, antrian jadi lebih tertib. Tapi aku da telanjur kecewa dengan pelayanannya. So aku cuma berharap 4D movienya bakal beneran bagus untuk mengimbangi minus point karena desak-desakan tadi. Tapi ternyataaaa..pertunjukannya hanya biasa banget..

Filmnya sekitar 10 menitan. Tentang semua Marvel’s heroes ( Iron man, Spiderman, Hulk, Captain America dan 1 heroine yang aku ga tau namanya), bergabung menjadi 1 mengalahkan penjahat yang bisa berubah wujud menjadi robot. Akhirnya sudah bisa ketebak. Tapi efek-efek 4D nya ga nendang. Ato mungkin filmnya yang kurang seru, entahlah…Moga aja kedepannya TSB bisa memperbaiki studio 4D nya ini. Jadi kalo mau dikasih rating, aku bakal kasih  6 dari 10.
Marvel 4D
7. Magic Corner – Dunia Lain
Lagi-lagi…Show yang hanya menampilkan sederet hantu yang tidak seram samasekali dari seluruh Indonesia. Pocong, suster ngesot, ambulance hantu, kuntilanak, mata bersinar, anak kecil menangis etc. Hantunya dari boneka, efeknya tidak menyeramkan, dan orang-orang yang berperan sebagai hantu pun, hanya sekedar nunjukin diri, ga mencoba menakut-nakuti pengunjung ato apalah. Show paling jelek yang aku lihat di sini. Rating 2 dari 10.
8. Studio Central – Trans Broadcast Museum
Di sini kita diajak untuk memahami cara membuat sebuah program TV. Jujurnya, ga begitu menarik sih. Agak membosankan malah.

9. Magic Corner – Negeri Raksasa
Nah.. kita berpisah dari Mama Papa karena wahana yang 1 ini ga begitu sesuai untuk orang tua 😉 . Di wahana ini kita dinaikin tinggi ke atas sekitar 30 meter, trus, whuuuussss.. dijatuhin ke bawah secara tiba-tiba, naik lagi, jatuh lagi, begitu berkali-kali. Wuuaaahhhh AKU BENER-BENER SUKA PERMAINAN INI ^O^ . Tapiii…ada minus points nya ;).

Pertama, Kurang tinggiiii. Aku ngerti sih, inikan Indoor ya…Jadi mungkin terkendala karena space 😉 Masalahnya aku pernah ngerasain wahana yang sama seperti ini di luar negri, yang beneran tinggi dan ditambah tertutup kabut di atas. Membuat sensasi nya jadi lebih thrilling.

Kedua, tidak ada rasa seolah-olah aku terangkat dari kursi saat dijatuhkan. Itu karena tingginya yang masih kurang. Seharusnya ada perasaan di mana  pantatku tidak lagi menempel di kursi saat mesin mulai menjatuhkan kita ke bawah. Uuugghh.. Mual, pusing, tapi terlalu excited. Itu yang kurasakan dulu. Di Negeri Raksasa Trans, feeling itu hanya terasa seolah-olah kita ingin jatuh, itu aja.

Tapi plus poinnya, di sini kita bisa merasakan jatuh naiknya  berkali-kali ^o^. Beda dengan wahana sama di lGenting Highland sana, yang hanya 2x naik dan jatuh. Mungkin karena terlalu tinggi, so yang naik bisa pingsan kalee kalo berkali-kali ;p

10. Magic Corner – Special Effect Action
Ini salah 1 wahana yang lumayan menghibur. Memperlihatkan special effects yang sering digunakan di film-film seperti ledakan di pom bensin, tembak menembak, jatuh dari tempat tinggi etc. Di sini para crews dan pemain juga melibatkan penonton untuk berpartisipasi.

Seorang cewek imut-imut bersuara gueeddee dan nyaring terpilih sebagai ‘korban’ perampokan di pom bensin. Lalu terjadilah tembak menembak antara polisi dan penjahat, kebut-kebutan, diselingi tingkah cowo banci gemulai yang berperan sebagai penjaga pom bensin. Adegan makin seru ketika pom bensin meledak dan terbakar, lalu salah 1 penjahat jatuh dari tingkat 2 tepat ke dalam bak berisi kardus di bawahnya.
Oke, efeknya mungkin belum sehebat film-film Hollywood. Tapi ini udah lebih dari lumayan 😉 Pelan-pelan aku yakin perfilm Indonesia bisa sehebat film-film barat nantinya. Udah terbukti dari film The Raid yang meraih penghargaan Toronto International Film Festival 2011 ini. Kesimpulannya: wahana ini wajib dikunjungi kalo ke trans studio Bandung 😉

11. Lost City – Sky Pirates
Wahana ini sejenis kapal yang didesign seperti kepunyaan bajak laut, dan bergerak melalui rel di ketinggian. So, kita bisa melihat seluruh Trans Studio dari atas. Lumayan asik, dan yang terpenting bisa naik bareng-bareng dengan keluarga.
Bisa Naik Bareng Papa Mama
12. Lost City – Jelajah
 Wahana Jelajah di sini dibikin dengan suasana rimba Afrika. Perahunya melewati patung-patung Kudanil, tumbuhan-tumbuhan hutan , lalu menanjak dan siap-siap terjun ke bawah . Luncuran pertama biasa aja.. Luncuran ke2 lebih tinggi (13 M) dan kita bener-bener basah setelah itu. Terutama yang duduk di depan. Note: Bawa baju ganti dari rumah.

Minus pointnya: Luncurannya masih kurang tinggi dan terjal nih. Aku ga ngerasa seolah-olah perahu akan terjungkal ke depan saat meluncur. Jadi mengurangi keseruannya..

Tapi Plus pointnya: Aku suka suasananya. Rimba Afrika dan lain sebagainya. Kreatif 😉

Rating untuk Jelajah, 7 out of 10

13. Studio Central – Trans Studio Science Center
Selesai ganti baju, kita iseng pengen liat ke dalam science centre nya yang ternyata baru dibuka. Awalnya aku ga berharap tempat ini akan menjadi tempat yang menarik. Dari dulu Science (Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi) bukan pelajaran favoritku. Tapi setelah di dalam……. Perfecto!!! Ini juara dari semua permainan di Trans Studio Bandung  ^o^

Segala sesuatu yang menyangkut science , dijelaskan dengan cara yang bener-bener menarik dan mudah dicerna. Di sini kita bisa tau tentang Teori Darwin, anatomi tubuh manusia dibuat mirip aslinya dengan penjelasan-penjelasan simple, cara menentukan dominasi otak kiri dan kanan, menjelaskan bagaimana terjadinya Tornado, trus ada science centre grip centre; untuk mengukur kekuatan cengkraman tangan, ada kasur paku juga yang bisa ditidurin, tapi ga akan nusuk badan kita, dan masih banyak banget wahana-wahana science lainnya. Kenapa jamanku dulu science tidak diajarkan dengan cara begini. Aku pasti bisa jadi yang nomor 1
Teori Darwin
Kasur Paku
Mengukur Kekuatan Genggaman
 14. Studio Mie Restoran
Bukan bermaksud menjelekkan, tapi ini restoran mie yang rasanya bener-bener parah. Porsi kecil, harga RP 25,000, cuma ada mie ayam + pangsit, mie jamur + pangsit atau mie bakso + pangsit. Mie nya berasa anyep. Taukan Indomie kalo kelamaan dibiarin? Jadi super lembek plus kembung gitu. Seperti itulah rasa mie di Studio Mie. Hambar, ga pedes samaskali, walo udah di siram cabe. Pangsitnya juga terasa tawar. Hanya 2 suapan, dan setelah itu aku ogah untuk ngabisin. Semogaaa aja, pihak TSB bisa memperbaiki rasa makanan di restoran ini. Aku ga pernah masalahin harga mahal. Asaaaallll sebanding dengan mutu dan rasa yang aku dapet 😉
Studio Mie
15. Studio Central – Giant Swing
Ini wahana terakhir yang kita coba. Dan rasanya…… WAJIB COBA untuk penggemar wahana-wahana ekstrem. Woohhoooo rasanya seperti diayun setinggi mungkin ke angkasa, lalu turun ke bawah, dan naik lagi ke atas. Untung aja aku bukan tipe orang yang mudah mual. Kalo engga, bisa jadi 2 suap mie barusan, keluar lagi. Intinya ini wahana yang bakal aku naikin lagi, lagi, dan lagi… ^o^
Giant Swing
Oke, itu semua pengalaman yang aku dapet dan rasakan selama di Trans Studio Bandung. Hanya ada 1 wahana ekstrem yang aku ga mau coba. Bukan karena takut, tapi karena trauma setelah nyoba wahana yang sama di tempat lain. Di tempat lain itu, wahana ini diputer 2x lebih lama dari waktu seharusnya. Aku ga tau apa alasannya, mungkin karena orang-orang yang naik minta wahananya diputer lebih lama, bisa jadi. Tapi yang pasti, kepalaku sempet kebentur dengan pengamannya karena kita diputer terus 360 derajat di ketinggian, dan itu samasekali ga nyaman. Sejak itu aku ogah naik VERTIGO ato apapun namanya di theme park lain.
Ga Mau naik, Tapi Foto-Foto Boleh Dong 😉
Masih ada beberapa wahana yang sebenernya ingin aku liat. Amphitheater dan show nya Kabayan Goes To Hollywood. Sayang pertunjukannya sudah selesai waktu kita di sana. So, aku pasti bakal datang lagi kesini dan menyaksikan 2 pertunjukan itu. Tunggu apalagi, yuk datang ke Trans Studio Bandung 😉

4 tanggapan untuk “WISATA BANDUNG DI TRANS STUDIO BANDUNG”

  1. wisata bandung berkata:

    waaah bagus banget reviewnya
    salam sukses yaaa
    ditunggu kunjungan baliknya

  2. asik ya main di tsb, ;D sekali dua kali nampaknya belum cukup, hehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.