D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2012

14

WISATA ALAM UJUNG GENTENG, 8 – 9 DESEMBER 2011 (PART 1)

DAY 1, 8 DES 2011

Ujung Genteng, daerah antah berantah yg namanya aja baru kali ini aku denger.Beberapa temen kantor malah menyangka itu suatu tempat di daerah Klender, Jakarta. Beberapa org lg menyangka aku mau ngebenerin genteng rumah begitu tau aku mau kesana. Sangat sedikit ternyata yang mengetahui , bahwa Indonesia masih mempunyai objek wisata pantai indah selain di Bali dan Lombok, yaitu Ujung Genteng. Sejujurnya malah Ujung Genteng lebih indah krn masih asri , alami dan bersih.
Dimulai dari browsing via Internet, akhirnya kita putusin untuk stayed in Pondok Hexa, sebuah penginapan yang bersih (syarat utama yg ku cari), lumayan besar dan berada tepat di pinggir pantai. Kita menyewa 1 villa yang berisi 2 kamar lengkap dgn ac dan kamar mandi di masing-masing kamarnya, dapur, ruang keluarga plus TV, dan teras. Harganya, hanya RP 500,000 permalam.
Kita (aku,Barney, Papa dan Mama), berangkat pukul 05.48 pagi dengan mobil, via tol Jagorawi. Perjalanan lancar, mungkin juga disebabkan krn saat itu bukan termasuk weekend di mana orang-orang pasti banyak yang mw liburan. Sekitar pukul 10.00 kita berhenti di warung bakso yang kliatanya enak dan paling penting …terlihat bersih *again. Dan ternyta memang benerrr.. Menurut penjual baksonya, Ujung Genteng masih sekitar 4 jam an lagi.Dia juga mengingatkan untuk berhati-hati karena mulai dari situ sampai tujuan jalan akan sempit dan berkelok-kelok. *note: minum ANTIMO dulu buat yg mabuk perjalanan.

Jalannya memang berat, sedikit rusak, kanan kiri jurang dan hutan, berkelok-kelok tanpa henti. Truk, motor, dan mobil besar dari arah berlawanan mungkin merasa itu jalan mereka. Sedikitpun tidak ada keinginan utk mengurangi kecepatan . Yaaaa, krn kita yg tamu, ngalah aja de..daripada tabrakan.Tapi semua usaha berat itu ga sia-sia setelah mobil mulai memasuki wilayah Ujung Genteng . Melewati Jembatan yang menyebrangi sungai jernih yang bercabang 2 , lalu bertemu laut yang sumpah biru banget dan lagi-lagiiii BERSIHHHH . Tuhan….Capek ini terbayarkan.
Di pintu masuk Ujung Genteng, kita diharuskan membayar entrance fee. Mobil, motor, pejalan kaki punya tarif yg berbeda. Untuk kita, yang datang dengan mobil dikenakan biaya RP 18,000.Sesampainya di villa, yg pertama dilakuin pastinya mengobservasi keadaan sekitar. Villa nya lumayan besar, begitu juga kamarnya. Dan kamar mandi di masing-masing kamar membuat kita ga perlu rebutan untuk mandi. Sepre dan selimutnya bersih dan tercium sedikit wangi, AC nya bekerja dengan baik, Minus points tetep ada, tapi samaskali tidak mengganggu keseluruhan liburan. Contohnya seperti: airnya yg ternyata jernih tapi payau, pintu kamar mandi di tempatku yg ga bisa dikunci (tapi, hey, aku pergi ama suami. Ga masalah kalo pintu kamar mandi tidak mengunci), dan kulkas yang tidak dingin samasekali. So absolutely they are not big troubles at all.

Pihak villa menawarkan suatu tour khusus dengan mengendarai motor yang dibawa oleh penduduk lokal. Tujuannya melihat-lihat pantai, lalu aquarium laut, menyusuri jalan berpasir batu, melewati pondok-pondok dan rumah penduduk , hingga tiba di pantai penangkaran penyu. Disana kita bisa ngelepasin anak-anak penyu di sore hari dan malam hari melihat induk penyu bertelur.
Setelah nego harga (Barney jagonya) , kita deal untuk menyewa 4 motor + ojeknya dgn hanya RP 300,000 , inclusive tour package di atas.

Karena sudah waktunya lunch, kita putusin utk makan di kafe villa dulu. Menunya ga banyak dan sialnya pada saat kita pesen , sudah banyak yg ‘sold out’. Akhirnya pilihan jatuh ke 2 porsi nasi goreng (dibagi utk 4 org krn porsinya gede), 2 es milo, 2 es teh dan Cumi Goreng Tepung. Total semua abis RP 83,000. Rasanya biasa, tidak terlalu enak, tapi juga tidak hambar. I gave rate 6 out of 10.

Akhirnya pukul 16.00 sore tibalah 4 orang pasukan ojek ngejemput kita di villa. Merasakan naik ojek di tengah jalan yg bener-bener masih jelek , berpasir, dengan bungkahan batu dan kerikil, Gosh..rasanya like riding a horse . But I like it so much. Kita berhenti sebentar di pantai Cibuaya, pantai yg biasanya untuk orang-orang yg hobby memancing. Perairannya tenang, pantai bersih dan airnya biru. Hanya ada 2 pemancing waktu kita datang kesana.
Puas foto-foto di sana, kita melanjutkan lagi ke pantai Aquarium Laut. Kenapa disebut Aquarium Laut? Karena pada saat air surut , kita bisa naik ke batu-batu karang yang mengarah ke tengah laut, dan melihat ikan-ikan di bawahnya berenang, saking jernihnya laut di sana. Moga-moga ga akan tercemar sampai 20 tahun ke depan ya.. Sayangnya…pas kita datang kesana, air laut sedang pasang , so.. ga bisa de naik ke batu karangnya untuk ngeliat ikan-ikan berenang..

Puas dari sana, kita lanjut, masih dgn motor dan pasukan ojeknya, ke tempat penangkaran penyu. Entrance fee nya RP 5,000 per orang , dan kita bebas melihat pantai dan ikut acara pelepasan anak-anak penyu ke laut. Kebetulan banget pas kita di sana ada anak-anak SMP Bandung yang sedang outing dan mereka sedang dikasih penjelasan tentang kehidupan penyu laut dan faktor-faktor yang mengancam keberlangsungan hidup penyu. Jadi deh kita ikut curi-curi denger ilmu dari mereka.

Ternyata jaman sekarang ini penyu termasuk hewan yang terancam punah. Telur-telurnya yang dulu banyak dijual bebas di pinggir jalan, sekarang dilarang keras. So kalo ketemu ada penjual telur penyu di jalan-jalan, tegur aja ya. Kasian ntar anak cucu kita cuma bisa ngedenger tentang penyu dari kakek neneknya tanpa bisa ngeliat langsung..
Saat acara pelepasan anak penyu, kita masing-masing dikasih 1 ekor anak penyu, utk nantinya bareng-bareng ngelepasin mereka ke pantai. Lucuuu banget ngeliat penyu-penyu mungil itu berlarian ke arah laut lepas. Ternyata biar kecil begitu, anak-anak penyu sudah punya insting utk menuju ke laut pada saat dilepaskan.
Acara selanjutnya, melihat ibu penyu bertelur, selalu diadakan malam hari, therefore kita balik dulu ke villa, sekalian makam malam.

Karena Ujung Genteng daerah laut, pastilah kita pengen bgt nyobain seafoodnya yang seger-seger itu… Pilihan jatuh ke warung Seafood ANUGRAH yang sempet kita liat pas balik ke villa. Tempatnya kecil, terpencil, tapiiii….gilaaaa rasanya uenaakkk buangettt..So delicious, very tasty…Kita mesen nasi putih 4, tumis kangkung, 2 ikan bakar, dan seporsi besar udang saus padang. Untuk minum nya 1 es teh tarik, dan 3 es teh. Total harga utk semua makanan itu hanya RP 200,000 Hiks… rusaklah dietku kalo begini.. Sayur kangkungnya dimasak sempurna. Tidak terlalu lama, sehingga warnanya tetep hijau seger dan batang kangkungnya tetep kries dan crunchy waktu digigit.. Udangnya besar-besar dengan daging yang tebel. Ikan bakarnya , daging yg putih lembut, dan kulit ikannya yang gurih bgt. Bikin kita nagih dan trus makan sampe cuma nyisain kepala dan tulang Overall, I’ll give 9.5 out of 10
Lanjut lagi, pukul 20.30 kita dijemput dengan mas-mas ojek yg sekarang udah kita kenal baik. Tapi kali ini minus mama yg ga bisa ikut karena a bit tired. Again di tempat penangkaran penyu kita harus nunggu sampai si ibu penyu ini naik ke darat, membuat lubang dan mulai bertelur. Kalo engga begitu, jangan harap kita bisa ngeliat dia bertelur, karena sekali aja ibu penyu merasa tidak nyaman, dia langsung batal untuk menggali tanah dan lebih memilih balik ke laut. Penyu yang kita liat punya ukuran badan yang besar banget. Kalah de penyu Bali yg waktu itu aku liat.Setiap kali bertelur penyu bisa sampai 130an butir. Telur-telur yg jatuh ke lubang, lgs dipungut oleh bpk penjaga, sambil dihitung dan dimasukkan ke ember. Telur-telur itu nantinya akan dierami dulu dalam tanah kurang lebih selama 49 hari, atau bisa 2 bulan kalo lagi musim hujan. Dan anak-anak penyu mungil itu yg nantinya akan dilepas lagi ke laut. Salut luar biasa untuk para penjaga penangkaran penyu Ujung Genteng. Mrk berdedikasi tinggi melindungi penyu-penyu itu dari gangguan-gangguan termasuk gerombolan pencuri telur penyu yang sering datang saat malam. Bayaran yang mereka dapat sangat kecil, tapi itu tidak mengurangi semangat mereka untuk trus menjaga satwa penyu kita.

(TO BE CONTINUED……)

9 tanggapan untuk “WISATA ALAM UJUNG GENTENG, 8 – 9 DESEMBER 2011 (PART 1)”

  1. rakita@radio.fm berkata:

    Dulu waktu saya masih kecil, saya sering ke Ujung Genteng (hampir tiap minggu), karena kebetulan ibu dan Bapak saya tugas di Jampang Kulon (termasuk saya lahir di Jampang Kulon). Untuk Sampai ke Ujung Genteng di sungai yang disebrangi dulu belum ada jembatannya, sehingga nyebrangnya menggunakan bantuan Ponton (model rakita besar). Ujung Genteng memang pantai yang indah, dan situasinya sampai saat ini masih sangat natural……sayangnya akses jalan dari Sukabumi ke lokasi kurang baik (ini juga yang selalu jadi permasalahan di hampir semua tempat wisata di berbagai daerah). Kangen juga rasanya ingin ke Ujung Genteng karena saya sekarang tinggal di Bandung…. Untuk nyang punya Blog selamat kenal ya… (Haris – Bandung)

  2. Ini nih, impian saya. Mau ke Ujung Genteng, tapi masih terbentang jarak dan dana. Hehe.. Laut biru, curugnya, hmmmmm… Mantap.

  3. cumilebay.com berkata:

    Aku kalo perjalanan jauh, demen nya berangkat malam. Nyetir di malam hari itu nikmat banget trus ngak rugi waktu ditempat tujuan.

    Seru juga yaa liat penyu nya segede gitu 🙂 jadi kangen ke curug cikaso

  4. mawardi berkata:

    Sungguh tempat yang eksotis

  5. vanisa berkata:

    ngebayangin sungainya kayak gitu, sepertinya ada buaya 😀

    penyu nya gede banget yaaa, telur2nya segede gimana mbak?

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      uwaaaah ini cerita lama ;p… telurnya malah kecil2 mba… dan lembek kulitnya.. telur penyu memang seperti itu 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.