D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Agu 2013

21

SORKAM, DESA CANTIK YANG GA PERNAH BANGKIT…

Perjalanan dari Sibolga ke desa Sorkam memakan waktu sekitar 1.5 jam dengan mobil. Sebenernya bisa lebih cepet, seandainya jalan tidak jelek dan berlubang-lubang. Di sepanjang perjalanan, kita akan dimanjakan oleh pemandangan laut yang memperlihatkan pulau Poncan dan Setungkus. Tapi semakin naik, hutan dan lembah bergantian menyejukkan mata yang lelah.
Bayangan pulau kecil berbentuk segitiga, itulah Pulau Setungkus
Pulau Poncan

Kalo jeli memperhatikan, orang-orang di sini lumayan kreatif mengekspresikan grafiti-grafiti mereka tentang Tapanuli Tengah. Hampir sepanjang jalan yang bertebing, dihiasi tulisan warna-warni seperti ini:
Grafiti sepanjang tebing menuju Sorkam
Sepanjang perjalanan menuju Sorkam, grafiti seperti ini banyak terlihat

Oke, tujuan kita kali ini, ingin mengunjungi Pantai Binasi. Ada yang bilang pantai ini bagus banget dan sepi. Kenyataannya saat aku kesana, itu pantai udah kayak pasar pagi dengan sampah yang nauzubillah min zalik banyaknya 🙁 Dikasih tau oleh saudara yang kebetulan asli sana, pantai ini sehari-harinya emang sepi. Tapi kali ini exception, karena ini hari pertama lebaran. Wajarlah kalo semua orang rata-rata keluar berekreasi  bareng keluarga. Oke, accepted. Tapi sampah yang menimbun gitu, apa jadi pengecualian juga? Karena hari ini lebaran, jadi dimaafin deh buang sampah sembarangan, gitu??!
Pantai Binasi
Pulau yang di tengah adalah pulau Poncan, dan di belakangnya Pulau Mursala

Lepas dari pantainya yang kotor, tapi sebenernya tempat wisata satu ini lumayan asik. Ada banyak sekali pondokan yang bisa kita tempati sambil melihat pemandangan laut. Dan gratis pula. Trus, banyak banget penjual makanan, mulai dari  ikan bakar, jagung, dan minuman ringan serta snack.

Menakjubkannya lagi, dari pinggir pantai, kita bisa melihat 2 pulau indah, yang salah 1 nya sering dijadikan tempat piknik membakar ikan (Pulau Poncan), dan 1nya lagi udah 2x digunakan untuk shooting film Kingkong1 dan Mursala, yang dibintangi Titi Sjuman dan Rio Dewanto (Pulau Mursala)

Pulau Poncan bisa ditempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan boat. Tapi Pulau Mursala masih lebih jauh, sekitar 3-4 jam. Yang mengagumkan, dari tepi pantai Binasi, kita bisa melihat samar-samar air terjun di Pulau Mursala yang mengalir langsung ke laut. Aku bener-bener penasaran, sebesar apa air terjunnya sampai bisa terlihat dari tepi pantai yang berjarak 3-4 jam.
Buletan merah itu, adalah air terjun Mursala yang masih terlihat dari pantai Binasi
Foto air terjun Mursala sedikit lebih dekat. Foto diambil dari Koleksi Detik Travel
Penampakan Air terjun Mursala dari dekat. Foto diambil dari Antaranews.com

Tapi ga lengkap rasanya hanya duduk di pinggir pantai tanpa menikmati ikan bakarnya. Kitapun memesan  dari salah satu warung, 1 kg ikan bakar lengkap dengan nasi panas, dan sambelnya. Minumnya, apalagi kalo bukan kelapa muda, yang cocok untuk di pantai 😉
Ikan Bakarnya sumpahh enakkk bangeetttt!!!
Marii makannnn ^o^

Begitu ikannya mateng, whoooaaaa…bener-bener ga sabar untuk disantap. Ikan yang masih hidup , baru akan dimasak setelah ada pesanan, rasanya itu bener-bener beda. Ajibnya nih, ikan ini dibakar tanpa ada bumbu apapun kecuali garam only. Dan rasanya?? Anjiiissss manis banget tuh daging ikan ^o^ !! Ga amis, seger, dan sambelnya yaaaa,    yahuuudddd… Perpaduan rasa asem segar, manis dan pedas. Dituang gitu aja ke nasi, walo ikan udah abis, tetep enakkk. Pengeenn lagiii 🙁
Sambelnya, JUARAAAA!!! ^O^

Keluar dari pantai Binasi  , jalan yang kita lalui lumayan jelek. Desa Sorkam ini sepertinya luput dari perhatian pemerintah. Even saat aku masih kecil dulu, tiap kali berkunjung ke Sorkam jalanannyapun sangat jelek. Ga ada perubahan sampai saat ini 🙁 Tapi tetep, pemandangan yang kita lewati, bener-bener khas pedesaan, sawah, gunung, rumah gubug, hutan dan sungai pastinya. Adeeemmm banget.
Pemandangan sehari-hari di Sorkam.Di belakangnya pegunungan Bukit Barisan
Jalanan di desa ini masih jelek, dari dulu 🙁
Kehidupan masyarakatnya masih jauh dari kata ‘mapan’
Lembahnya hijau membentang
Alun-alun desa Sorkam

Dan kemarin itu, aku jadi tau salah satu objek wisata lain yang ada di desa Sorkam ini ;p. Pas lagi duduk-duduk di teras rumah Uci (Panggilan yang berarti ‘NENEK’), sebuah mobil Avanza mendekati kami dan bertanya yang mana rumah tempat Akbar Tanjung dibesarkan ;p Hahahaha, sampe ada orang luar daerah yang mau melihat-lihat rumah bapak Akbar segala. Dan kebetulan, karena rumah beliau, persis ada di depan, agak nyerong dikit dari rumah Uci ku, jadi tinggal kita tunjuk aja. Orangnya sampe foto-foto segala ;p
Rumah Pak Akbar Tanjung dari depan rumah nenek

Objek wisata sejarah lain yang ada di desa ini, bagi yang tertarik bisa mengunjungi makam pahlawan nasional Dr Ferdinand Lumbantobing,  berada di desa Kolang, sekitar 15 menit dari Sorkam. Walo jujur aja ya, aku ga pernah kenal nama ini sebelumnya, boro-boro tau dia pahlawan nasional. Tapi namanya banyak banget dipakai sebagai nama rumahsakit, dan bandara :). Sangat dihormati, karena dia juga  dokter pertama dari desa Kolang. 4x menjabat sebagai menteri, antara lain, menteri kesehatan, penerangan, urusan daerah, dan terakhir menteri negara transmigrasi. Juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara (1948 – 1951). Kuburannya besar, dan megah. Disandingkan berdua dengan istri tercinta. Ada tulisan di atas atap yang menaungi kuburan mereka, Tjinta Jang Ta’ Terbatas. So sweet banget sih 😉
Pintu gerbang menuju makam
Makam Dr Ferdinand dan Istri

Bagi yang suka bermain di sungai, coba deh ke sungai Aek Sibundong, yang memisahkan antara Sorkam Kiri dan Sorkam Kanan. Air di sungai ini masih banyak dimanfaatkan warga untuk mencuci pakaian, atopun mandi. Buat orang Sorkam yang merantau, saat mudik ke kampung, ga sah rasanya kalo belum merasakan airnya yang dingin dan deras, walopun berwarna coklat ;p Sayang aku ga sempet merendam anakku di sungai ini, karena keterbatasan waktu..
Jembatan yang menghubungkan Sorkam kiri dan Sorkam kanan
Sungai Aek Sibundong yang membelah desa Sorkam

5 tanggapan untuk “SORKAM, DESA CANTIK YANG GA PERNAH BANGKIT…”

  1. Yetti Muryati berkata:

    waah mbak Fanny, terima kasih ya atas tulisannya.tulisan mbak dapat mengobati rindu sy akan kampung halaman tercinta. Ngga jauh dari rumah Akbar Tandjung, ada rumah uci saya loh mbak. Btw, ikan bakar yang mbak santap itu dikenal dengan ikan sombom. Emaang bner loh mbak ikan sombom itu lomak bana (enak sekali).hmm..saya nulis sambil menelan air liur nih (membayangkan rasanya yang menggugah selera makan)hehehe. Salam kenal ya mbak Fanny: Yetti Tanjung

    • Hi mbaaa…kamu org sana jg ya 😉 … Bisa dibilang kmrn itu aku balik k sorkam setelah lbh dr 10 thn ga balik :p trnyata ga banyak brubah ya.. .jgn2 uci mba kenal ama uciku :p org sana kan sling kenal smua kyknya

  2. Yetti Muryati berkata:

    waah mbak Fanny, terima kasih ya atas tulisannya.tulisan mbak dapat mengobati rindu sy akan kampung halaman tercinta. Ngga jauh dari rumah Akbar Tandjung, ada rumah uci saya loh mbak. Btw, ikan bakar yang mbak santap itu dikenal dengan ikan sombom. Emaang bner loh mbak ikan sombom itu lomak bana (enak sekali).hmm..saya nulis sambil menelan air liur nih (membayangkan rasanya yang menggugah selera makan)hehehe. Salam kenal ya mbak Fanny: Yetti Tanjung

  3. junaidi akbar berkata:

    jadi teringat kampong.ga ada perubahan di kampong asli.insyaallah tahun depan pulang.rindu mandi ditapian aek sibundong dan mkn ikan sombom ditapian.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Aiiih, satu kampung kita :D. Jgn2pun sling kenal orang tua kita mas.. Di sanakan kampung kecil. Semua org biasanya kenal 1 sama lain 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.