D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2013

13

SERUNYA BANGKOK -SIAM REP VIA KERETA API

Seumur-umur aku belum pernah naik kereta api kelas ekonomi. Apalagi di Indonesia. Ga tertarik samasekali. Melihat orang-orang berdesakan kayak sarden dalam kaleng, bahkan sebagian harus bergelantungan di pintu dan naik ke atap, udah cukup bikin aku ga akan mau naik KA tipe ini.

Tapi orang bisa aja berubah pikiran ;p. Kali ini aku putusin untuk naik KA ekonomi dari Bangkok ke Siam Rep. Alasannya ada dua. Pertama, karena aku tertarik membaca review bahwa KA ekonomi di Bangkok, bersih, spacious dan cukup nyaman. Kedua, ini 1-1 nya jenis KA yang tersedia untuk perjalanan Bangkok -Siam Rep ;p . So mau ga mau, aku memang ga ada pilihan lain. Itung-itung jadi pengalaman pertamalah naik yang ekonomi ;p
KA Kelas 3
Bagian dalam KA
Stasiun Hualamphong

Ini step by step bagi yang pengen ngerasain nyebrang dari Bangkok ke Siam Rep via KA. 😉

Dari hotel tempat kita menginap, kita menuju ke stasiun Hualamphong. Karena ga terlalu jauh, biaya taxi hanya Bath 100. Di stasiun ini, langsung aja masuk untuk membeli tiket di kounter-kounter yang sudah buka. Tiket Bangkok-Siam Rep hanya Bath 48 + donasi Bath 2 per orang. Tapi ga disebut donasi apaan ;p. Ya udah lah ya.. Ga usah diributin Bath 2 doang ..

Setelah beli tiket, si penjual akan memberitahu KA kita ada di platform berapa. Ga begitu jauh jarak kaunter dengan platform KA nya. Kebetulan karena KA kita udah menunggu dengan manisnya, naik deh langsung ke dalam dan memilih tempat duduk. Untuk info aja, di tiketnya ga ada nomor kursi, jadi kita bebas milih mau duduk di mana. Di dalam udah ada beberapa penumpang yang kebanyakan sih foreigners. Beberapa dari mereka malah melanjutkan tidur sambil berbaring di kursi yang keras, tapi kakinya digantung keluar jendela. KA di sini tepat waktu sesuai jadwal. Kita bener-bener berangkat jam 5.55 pagi. Tapi yang namanya KA ekonomi kelas tiga , ya pastinya bakal banyak berhenti di setiap stasiun yang dia lewatin ;p Dan itu ada banyak guys 😉 Tapi untungnya nih, penumpangnya ga pernah sampe berdesakan kayak KA  Indonesia . Semua dapat tempat duduk.
Foto Sebelum Berangkat

Sedikit lucu ketika kita berhenti di stasiun kedua, matahari udah mulai terbit saat itu. Ada beberapa ekor ayam jantan berkokok di luar sana. Tapi tiba-tiba ada balasan yang ga kalah nyaringnya, melengking dari dalam KA ;p. Resiko naik kereta api murah, beberapa penduduk lokal kadang-kadang ikut  membawa serta ternak-ternak mereka. Untung aja kali ini cuma ayam ;p Tapi aku bersyukur ga duduk deket orang yang membawa ternak itu. Ngebayangin bau kandang ayam yang menyengat  dan kotorannya, I tingle all over.

Di dalam KA juga banyak penjual makanan dan minuman  berlalu-lalang. Harga makanannya dijual sekitar  Bath 10- Bath 20. Sepanjang jalan yang dilalui, kita bisa melihat suasana pedesaan Thailand. Hawanya lumayan panas, tapi anginnya juga terasa kencang. Belum lagi kipas angin yang dipasang di langit-langit KA. Honestly, 6 jam perjalanan sambil terus terkena angin begini, bisa dipastikan aku bakal sakit pasti ;p. Dan terbukti benar.

Perhentian terakhir adalah Aranyaprathet Station. Kita turun di sini. Dan akan langsung disambut oleh banyak pengemudi tuktuk yang menawarkan jasa membawa kita  ke POIPET (perbatasan antara Thailand dan Kamboja). Biayanya sekitar Bath 80 – Bath 100. Jangan mau kalo ditawarin oleh pengemudi tuktuk yang ingin membawa kita ke ‘official Visa office’. Indonesian passport holders don’t need VISA to enter Cambodia. Cukup bilang ke mereka kalo kita tetep mau ke kantor perbatasan.
Stasiun Aranyaphrathet

Sesampai di Poipet, kita masih harus berjalan sedikit menuju kantor imigrasi Thailand. Dan begitu sampai, ternyata antriannya udah bagai ular naga yang meliuk panjang ;p . Mau ga mau kita terpaksa antri sambil menahan hawa panas menyengat. Ga ada AC, karena antrian untuk semua orang ada di bagian luar kantor. Jadi petugas akan mengizinkan beberapa orang untuk masuk, sambil menunggu antrian di dalam ruangan kantor berkurang. Begitu seterusnya.
Antrian di luar ruangan Imigrasi Thailand
Dibagi 2 bagian saja

Untuk antrian di luar ruangan, kita harus menunggu selama kurang lebih 40 menit sebelum akhirnya bisa masuk ke dalam. Tapi di dalampun, bukan berarti kita bisa langsung men-chop passport dengan stempel Thailand. Antri lagi selama kurang lebih 35 menit. Huuufftt…

Keluar dari imigrasi Thailand, kita masih harus jalan beberapa ratus meter ke depan (cuacanya bener-bener terik saat itu). Bener-bener berharap banget aku bisa ngadem di kantor imigrasi Kamboja.Ternyata ohh ternyata……kantor imigrasi Siam Rep ini kecil, cuma ada 4counter sempit, dan tidak ber AC 🙁 .Okay, kalo seandainya antriannya tidak ada samasekali, mungkin aku bakal cuek aja. Tapi ini antriannya sama panjang kayak waktu kita antri di Imigrasi Thailand boooo…. Bedanya, ruangan jauh lebih sempit, dan lebih panas ;p
Keringetan, gerah,dekil, tapi masih harus antri di imigrasi ;p

Entah apa yang diperiksa oleh petugas imigrasi di sini. Tapi aku perhatiin, 1 orang diperiksa lumayan lama. Please God, make this queueing shorter. It’s getting hotter and hotter here 🙁

Dan akhirnya, setelah 50 menit mengantri (aku bener-bener menghitung waktunya), giliran kita berdua sampai juga. Petugas mencek paspor, mencek form departure/arrival yang harus diisi (dibagikan saat kita mulai mengantri), lalu mereka juga mengambil foto kita, dan menscan semua jari, dan urusan imigrasipun selesaiiiii ^o^

Tapi perjalanan masih panjang kawan ;p Keluar dari kantor imigrasi Kamboja, kita disambut ama petugas yang mengarahkan kita ke bus dengan tulisan ‘Poipet Tourist Passanger International Terminal’. Naik aja, dan ini free untuk semua. Shuttle bus ini yang akan membawa kita ke terminal yang satunya lagi. Nah di sana bisa dipilih mau naik Minivan (USD 10 per orang), Bus (USD 9), Shared Taxi (USD 12 per orang) ato mau sewa 1 taxi untuk sendiri (USD 48).

Aku lebih memilih minivan. Supaya ga begitu rame, tapi harga tetap terjangkau. Tapi apa dayaa……Minivannya tidak dingin samasekali ;p 🙁 . AC nya hanya mengeluarkan angin panas yang ga ada dingin-dinginnya. Untuk info aja, Poipet – Siam Rep bisa ditempuh 2.5 jam – 3 jam. Sepanjang jalan kita bisa ngeliat rumah-rumah kayu dan tanah yang masih kosong. Tapi yang bikin takjub guys, jalanannya lurruuuuusssss kayak penggaris dan sepiii ^o^. Ngingetin aku ama suasana jalan dari/ke Aceh – Medan. Bedanya yang ini lebih sepi. Tapiiiii…. ntah si supir amat sangat berhati-hati, ato dia memang ga buru-buru, ato dia baru belajar nyupir, minivan kita hanya digas ga lebih dari 80km/jam. Gosshhhh…….Jalanan gede, lurus, sepi begini, cuma dibawa 80km/jam, kapan nyampe nyaaaa 🙁

Beberapa jam kemudian, minivan kita berhenti di salah satu pemberhentian, supaya kita bisa ke toilet dan minum sesuatu. Tapi WARNING untuk semua, tempat pemberhentian ini bisa dibilang JAHAT dan LICIK. Salah satu penjualnya, dengan suara cempreng dan muka judes, langsung bilang, kalo kita bisa free make toiletnya tapi harus belanja di toko dia. Dan tau berapa harga sebotol mineral water kecil, ato cocacola ato 2 iris buah-buahan dalam plastik? Masing-masing pukul rata Bath 40. What the hellll!!!!!!! Yang bikin marah, suamiku sempet deal harga sebotol minuman  + buah nenas, hanya total Bath 40 dengan penjual yang 1 nya. Lalu dia menambah 1 botol cocacola lagi, jadi harusnya Bath 80 dong. Tapi begitu uangnya dikasih ke si penjual cewek judes ini, dia langsung bilang kalo total semuanya Bath 100 !! Kita protes dong. Tapi again, dengan kurang ajar, dia langsung bilang bahwa si penjual cowok itu tidak mengerti harga, jadi harga yang berlaku adalah harga dia!! Akhirnya suamiku mutusin untuk batal beli cocacola, dan hanya mengambil mineral water dan nenas. And you know what that black nasty witch told us? She said, “Ok, you cancel the cocacola, but I’ve to charge you Bath 40. So the price is still Bath 80.” Seriously, kalo ada sumur, pengen aku tabokin trus aku cemplungin ke sumur ni pemakan riba!!! Emosiiii bangetttt….Inget ya, JANGAN PERNAH beli sesuatu di tempat pemberhentian licik ini kalo pergi ke Siam Rep lewat darat dari Bangkok.

But finally, we arrived at Siam Rep ^o^. Di tempat pemberhentian minivan, kita langsung disambut dengan banyak pengemudi tuktuk yang nawarin jasanya.Dan kali ini kita beruntung banget ketemu Kauk (tuktuk driver), yang pada awalnya aku langsung curiga karena dia terlalu ramah dan amat sangat perhatian. You know lah… orang yang terlalu ramah kadang-kadang punya maksud tertentu. Kita putusin untuk menyewa dia selama di Siam Rep ini.
Kauk, supir Tuktuk yang super duper baik hati

Tempat wisata apa yang kita kunjungi dalam waktu yang singkat di Siam Rep? Itu ada di tulisan selanjutnya 😉

15 tanggapan untuk “SERUNYA BANGKOK -SIAM REP VIA KERETA API”

  1. Cumi MzToro berkata:

    Perjalanan yg panjang, padahal ada rencana mau lewat sana tapi setelah baca tulisan ini, akhir nya aku memutuskan JANGAN DARI BANGKOK 🙁

  2. hihihihi….jujur ya mas, kalo ditanya skr, aku msh mw ga naik KA dr Bangkok ke Siamrep, jawabannya, TIDAK ;p Duhh, ga kuat mas, panas, dan debunya.. Aku ampe tepar balik dari sana.. Mungkin bakal mau, kalo, kantor imigrasinya udh mendingan, dan KA nya jgn yg terbuka gitu deh jndelanya ;p

  3. fahmianhar berkata:

    keren ini ceritanya!! secara cross border poipet ini legend abis!! legend ribetnya hahaha. jadi pengen ngerasain juga

  4. BACKPACKTOR.COM berkata:

    kak, jadwal keretanya itu cuma sekali aja?
    trus beli tiketnya harus pada hari H ?
    Ke stasiun jam brp ya kalo pagi gitu udah berangkat keretanya :S

    • win, maaf baru baca… baru buka blog skr aku… itu jdwalnya 2x. jam 5.50 ama 13.05. belinya pas hari H..krn ga mungkin keabisan ;p ekonomi bok. kmrn itu aku brangkatnya jam 5 win dr hotel… ga jauh dan ga macet kok… trpkasa taxi krn mrt baru buka jam 6…

  5. aku niat ke sana tgl 18 ini

  6. oh andrian berkata:

    wuih kapan ya bisa liburan seperti mbak.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      bisa pasti mas 😉 Yg ptg itu niat ama rajin nabung :D.. Aku selalu gitu kok..kan prinsipku, 11 bulan nabung, 3 minggu ngabisin utk liburan ;p

  7. Vika berkata:

    Walah enak bener.. kapan aku bisa pergi kesana yaa… hehehhee mantap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.