D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2012

16

MY SECOND HONEYMOON TO BEIJING 13 – 18 FEB 2012

Di antara semua pengalaman travelling ku, berangkat ke Beijing ini yang paling meragukan sebenarnya. Gimana enga, kalo 4 hari sebelum berangkat dokter menyatakan kalo aku Pregnant! Whooaaa…gimana ini ??? Mana asik travelling kalo diganggu ma yang namanya mual, capek, pusing dan berbagai macam keluhan hamil lainnya..

But after discussion with my Hubby, We decided, the show had to go on. Malah inilah saatnya aku ngajarin si baby sejak dari kandungan asiknya travelling…Jadi dia bisa join ama emaknya setelah gede nanti

Day 1.
Kita berangkat menggunakan AIRASIA. Transit 1 hari di KualaLumpur sebelum besoknya lanjut ke Tianjin. Selama di KL, we stayed in Langit Langi Hotel. Lokasinya deket dengan LCCT, tapi transportasi kesana rada sulit. Hanya ada Taxi.. Imbasnya apa kalo udah begini? Of course, the driver could set up high price And they charged us MYR 80 just from LCCT Airport to the hotel within 16 KM only… Jujur aja, lebih mahal taxi nya dari Hotel tempat kita nginep… 🙁

Tapi sudahlah..hotel udah telanjur dibooked juga. Via Agoda.com. Salah 1 website yang aku percaya dalam hal booking membooking hotel. And by the way, I got a very cheap offer for Traders Hotel in Penang (also known as Shanggrila) for this coming June 2012. Kamar Deluxe nya di diskon dari Rp 2 Jt per malam, menjadi Rp 500rb only. Langsung dunk aku book ^o^

Back to story ;p…

Intinya, kita hanya numpang tidur doang di KL ini.. dan besok pagi-pagi, langsung berangkat ke LCCT lagi, karena pesawat kita jam 8.30 am.

Day 2
Suasana LCCT bener-bener crowded. Dan honestly ya, agak mirip terminal ;p Beda ama terminal 3 Soetta yg khusus Airasia. Jauh lebih elite -an di Soetta. Ga nyangka ada juga yg bisa dibanggain dari airport Indonesia ;p

Untung penerbangannya ga delay. Kita boarding ke Pesawat tepat waktu, dan duduk manis slama penerbangan.. Untuk penerbangan yang di atas 6 jam, Airasia menggunakan pesawat X Series mereka dengan size yg lebih besar dan luas. Overall samaskali ga mengecewakan. Sialnya, karena aku udah telanjur dari jauh-jauh hari memesan tiket including Pre book Meals -nya, dan ternyata aku hamil muda saat berangkat, so makanan yang ku pesen, samaskali engga membangkitkan selera. Huufftt.. Masih untung baby ku cuma bikin emaknya mual doang, ga sampe muntah-muntah.. 😉

Akhirnya 6 jam yang a bit boring, berakhir.. Kita sampai di Tianjin ^o^. Suhu saat kita datang 6 derajat Celcius. Perbedaan waktu antara Tianjin dan Jakarta hanya 1 jam, lebih cepet di Tianjin. Kita langsung menyelesaikan urusan imigrasi dan bagasi tanpa ada masalah. Beda ama yang ku baca dari blog kawan-kawan yang pernah ke sana. Banyak yang bilang imigrasi China itu galak-galak dan mereka ga bisa berbahasa inggris. Kenyataannya, mereka ramah, samaskali tidak mempersulit dan englishnya not bad kok. Mungkin wajah juga memainkan peranan penting di sini ;p

Tianjin dan Beijing akan ditempuh dengan Bullet train. Tiket nya bisa dibeli dari bandara. Harga hanya RMB 60 per orang (RMB1 = Rp 1450). Kita naik melalui Tianjin Railway Station. Ga usah pusing mikirin ke Stasiunnya..Dari bandara mereka menyediakan Shuttle bus yang langsung menuju ke sana. Cukup dengan membayar RMB 15 per orang . Tianjin Beihai International Airport (TBIA) menuju ke stasiun ditempuh dalam 20 menitan. Jalan-jalan di Tianjin besar, bersih, dan tidak macet. Menandakan kalo public transportation di sini bekerja dengan baik. Bangunan-bangunan di sini sepertinya sangat berbau Eropa. Kalo aja tulisan-tulisan China tidak banyak tersebar di bangunannya, aku mungkin bakal mengira, kita berdua nyasar ke Eropa

Sesampai di Stasiun, kita langsung masuk ke ruang tunggu. Setelah tanya sana sini dengan penduduk lokal, kita jadi tau di mana harus menunggu kereta nya. Untungnya sih, di sini ga semuanya bertuliskan tulisan China. Untuk mempermudah para turis, tulisan-tulisan berbahasa Inggris dan Tourist Service Counter ada tersedia di sini. Jadi jangan ragu untuk nanya daripada kita nyasar atau ketinggalan kereta ;p
Bullet Train nya lumayan bagus. Kecepatannya bisa sampai 350 KM/Jam. Ga heran kalo Tianjin ke Beijing bisa ditempuh dengan hanya 30 Menit. Kita turun di Beijing South Railway Station. Cuaca dingin langsung menyambut.. Beijing sedikit lebih dingin daripada Tianjin. Aku berharap bisa menghangatkan badan di dalam Stasiun. Tapi ternyata, Chinese Goverment sedang giat-giatnya campaign tentang hemat energy. Hufttt, tidak ada pemanas di dalam public place seperti ini.. Beda sekali dengan Eropa. Tapi ya sudahlah..artinya kita harus bener-bener menggunakan pakaian yang cukup tebal selama di sini.

Karena kita masih belum begitu tahu tentang jalur bus dan subway di sini, so, aku ga berani berspekulasi mencari Hostel tempat kita tinggal dengan menggunakan bus ato subway. Ditambah 2 koper besar yang lumayan berat, bagusan naik Taxi de. Pihak Hostel sudah mengirimkan alamat mereka dalam tulisan China, lengkap dengan petanya. So kita hanya menunjukkan kertas alamat itu ke supir Taxi, dan dia langsung mengerti ^o^ . Butuh 20 menitan untuk sampai ke sana. Tapi bisa jadi itu karna sedikit macet. Harga argo hanya RMB 40. Ga begitu mahal lah..

Nama Hostel tempat kita tinggal Peking Downtown Backpackers Accomodation. Karna tempatnya sedikit tersembunyi, di dalam Alley, kita masih harus jalan sedikit ke dalam. Tapi sepanjang jalan, banyak sekali foreigners , para bule-bule yang sepertinya sama seperti kita .

Setelah check-in dan beristirahat sebentar, malamnya kita keluar cari golden roasted duck. Peta yang dikasih pihak Hostel nunjukin kalo tu bebek panggang ga jauh-jauh amat dari hostel..Tapiiii…ini skala nya yang kegedean atau emang kita yang ga bisa baca peta ya ;p Nanya sama orang-orang lokal, tetep ga ada yang tau. Cumaa ternyata nih, mitos yang bilang Chinese people tidak ramah, SALAH BESAR!! Mereka semua ramah..Walopun sulit explain in English, tapi mereka keliatan berusaha untuk membantu kita. Even ada beberapa yang inisiatif untuk nanya dari orang-orang sekitar.. Wahhh, bener-bener ga enak ati jadinya. Big Thank for them.
Finally, kita gave up nyari tuh bebek. Untungnya nemu penjual sate ayam dan kambing deket Hostel. Itu juga ga sengaja..Gara-gara si Barney ngeliat warung yang ada gambar org Arab segede gaban di dindingnya. Jadi deh kita assumed kalo ni warung kepunyaan China muslim ;p Dan bener loh… walopun it took soooooo long just to ask what kinda meet that were sold.. Harganya lumayan murah.. RMB 10 per 3 tusuk.. tapi tusukannya gede dan panjang…jadi ngenyangin banget de 😉

Tapi si baby dalam perut kayaknya ga puas dengan 3 tusuk sate only ;p Jadiiii, mengikuti kata si baby, kita lanjut makan di Cafe HostelMushroom soup, pizza, Wudon beef noodle and Hot Choco jadi pilihan bersama.. Rada mahal sih, tapiiii kan untuk si baby 😉

DAY 3
Kita dapat free breakfast di sini. Dan jam 8.30 we would be picked up by Mr Ping, a tour guide from ChinaTour.com. Ga sengaja aja nemuin tuh website. Lagi iseng nyari-nyari rekomendasi tempat wisata di Beijing, kita malah nemu website yang nawarin tour harian selama di China. Dan kalo dibaca reviews dari turis-turis yang pernah memakai jasa mereka, sepertinya tidak mengecewakan. Kita booking dari jauh-jauh hari tour ke Lama temple, Panda House and Hutong area. Biayanya hanya RMB 250 per person include with lunch.

Tujuan pertama: HUTONG AREA. Ini merupakan daerah asli masyarakat China. Kita diajak keliling naik Rickshaw (becak) mengelilingi daerahnya. Sementara tour guide menjelaskan sejarah-sejarah rumah di sana termasuk kehidupan masyarakatnya. Segala sesuatu yang ada di sana memiliki arti. Kita bisa tau apakah rumah ini milik seorang kaisar, pejabat tinggi negara, staff biasa ataupun just common people, hanya dari jumlah bintang yang ada di atas pintu rumah mereka. 12 bintang menunjukkan si pemilik rumah adalah Kaisar, 4 bintang melambangkan pejabat tinggi negara, 2 bintang berarti staff biasa, dan tidak ada bintang artinya common people.
Rumah asli masyarakat China tidak memiliki toilet di dalam. Karena secara fengshui itu tidak baik. Mereka lebih memilih keluar, ke toilet umum daripada membangun toilet dalam rumah ;p. Tour nya sangat menarik.. Yang menjadi masalah hanya, suhunya dropped menjadi minus (-) 3 pagi itu . di tambah angin yang kencang, whooohoo..but I love it ;p

Dari Hutong area, kita ke PANDA HOUSE. This is my favourite place ever. Berharap bisa meluk si Panda.. Tapi ternyata ga bisa.. mereka semua dilindungi kaca. Tingkahnya lucu-lucu banget. Ada yang lagi main basket, perosotan, makan bamboo, ada yang tidur, ato cuma sekedar mondar mandir ^o^ Gemesinnnnn…
Katanya ada 1 tempat di Chengdu, di mana kita bisa bener-bener memeluk si Panda..Tapi bayarannya ga murah 🙁 Harus bayar USD 150… Mahal amatt…

Di LAMA TEMPLE, kita hanya melihat kuil Budha yang sangat besar dan luas, terbagi atas beberapa kuil, dengan patung-patung Budha raksasa di dalam. Bukan hanya Patung Budha China, tapi juga Budha Tibet, yang bisa dibedakan dari penutup kepalanya. Sayangnya kita ga diizinkan untuk memotret bagian kuil di dalam. Hanya terbatas dari luar nya.
Selanjutnya kita ke SILK MARKET . Hmm..jujur nih, aku bener-bener ga tau kalo tournya bakal kesini. Karena di jadwal tour nya ga tertulis samaskali. Sementara aku tau banget tour-tour ke tempat belanja begini, pasti bakal ended up with buying something, karna ga tau gimana nolak si penjualnya.. Kalo murah sih ga papa…Lah ini harganya pas, ga bisa ditawar, dan mahal.. Untuk 1 bedcover sutra aja, yang paling murah udah RMB 380. Akhirnya terpaksa de beli 1 bantal sutra dengan harga RMB 280. Tapi sebelum si mas-mas dan mbak-mbak penjualnya persuaded us to buy, mereka ngejelasin dulu si, asal mula Sutra diproduksi. Mulai dari masih jd ulat, kepompong ampe saat benangnya ditarik.. Very interesting and useful knowledge I got there 😉 Aku jadi tau kalo benang sutra berasal dari kepompong ulat sutra nya. Dan kepompong itu dibagi 2 jenis; single cocoon and the twins. Kepompong yang kembar akan menghasilkan benang sutra yang kuat, yang bahkan tidak akan putus kalo ditarik. Biasanya dibuat menjadi bantal atau quilt (bedcover).
Salah 1 temen tour kita, Kurt dari Amerika, yang malah akhirnya tergoda membeli banyak barang di Silk Market ini.
Lunch with Kurt and Barney
Pulang dari sana, kita having lunch.. Dan akhirnya bisa ngerasain juga Peking Roasted Duck .. Hmmmm ..tapi rasanya kok lebih enak yang dijual Duck King ya??

Kenyang makan, kita lanjut lagi ke PEARL SHOP yang juga punya usaha sampingan mengembangbiakkan tiram mutiara. Gosh…kali ini aku bertekad ga akan membeli apapun juga di sini.. Gila aja belanja mutiara.. Di kira murah apa.. Ga tau ya ni orang, kalo kita cuma turis backpacker ;p Walopun jujur aja, semua mutiara-mutiara yang ditawarkan bener-bener mengundang napsu belanja.
Bird Nest Stadium
Then we went to OLYMPIC SPORT CENTRE.Di mana kita bisa melihat Bird Nest Stadium yang dipakai pada saat Olympiade Beijing 2008. Lalu ada Water Cube tempat semua olahraga air diadakan. Tapi kita ga masuk ke dalam. Hanya berfoto dari luar . Water cube di saat malam bener-bener bagus. Lampu berwarna biru air menerangi semua gedung.. Sesuai dengan namanya WATER CUBE
Water Cube

 

Terakhir kita ke DR TEA..My God… kapan semua shopping-shopping mahal ini berakhir 🙁

Dr Tea
Di DR TEA kita diajak untuk melihat cara tradisional masyarakat China menghidangkan Teh. Mulai dari White Tea, Oolong Tea, Jasmine Tea, Fruit Tea and Puer Tea yang usianya udah puluhan tahun. Semuanya enak, semuanya ada khasiat masing-masing, dan yang pasti semuanya MAHAL.. Tapi at least aku jadi tau kalo Teh punya banyak khasiat yang bisa membuat kita keep healthy , tapi of course harus teh yang masih murni, tanpa tambahan susu atau gula. Dari semua jenis teh yang aku coba, paling suka dengan yang Oolong Tea dan Fruit Tea. Oolong Tea berwarna agak pekat, tapi begitu diminum ada`rasa manis di tenggorokan. Lalu Fruit Tea yang rasanya seperti lemon tea saat diseduh.. Enakkkk.. Dan gara-gara penjelasan si Mba cantik yang udah susah payah menjelaskan dan membuat teh untuk kita ber3, mau ga mau aku jadi ga enak untuk ga membeli. Jadilah kita beli yang harganya paling murah RMB 50, untuk ukuran yang paling kecil. Again temen kita si Kurt ended up by buying 2 big boxes of tea which cost RMB 200 each.. Hahahaha..

Berakhir sudah tour hari ini. Tapi aku dan Barney berniat meneruskan tour untuk menonton KUNGFU SHOW seharga RMB 180 per orang. Jujurnya nih, acaranya lumayan entertaining, but it was below my expectation. Semua peserta adalah anak-anak dan remaja. Mereka lumayan jago da terlatih, tapi kita mengharapkan para Shaolin yang melakukan performance.. but anyway… ini juga udah bagus. Dan lumayan lucu sebenernya. Terutama si Panda…
Pelajaran yang aku ambil hari ini, booking tour melalui ChinaTour.com, samaskali tidak mengecewakan sebenarnya..Tapi acara belanja yang banyak mereka selipkan di antara tour utama, membuat kita harus tegas untuk tidak membeli, atau… siapkan Yuan lebih banyak kalo datang ksana lagi 😉
(TO BE CONTINUED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.