D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Agu 2013

14

HURU HARA DI KUALA NAMU AIRPORT

Akhirnya, kesampaian juga melihat dan merasakan bandara baru di Medan, Kuala Namu International Airport, yang baru dibuka 25 Juli kemarin, walopun pembangunannya belum 100% jadi. Dari segi jarak, bandara ini memang terletak lebih jauh dari bandara sebelumnya, Polonia Medan, tapi luas dan kemegahannya, bolehlah untuk dibanggakan 😉

Dari awal, review yang kubaca tentang bandara ini, kebanyakan bagus. Sistemnya bakal yang tercanggih, ga ada calo lagi yang bisa masuk kedalam, fasilitas lebih lengkap, nyaman dan bersih, dan seterusnya, dan seterusnya… Seneng dong pastinya pas baca begitu. Mengingat kebanyakan bandara di Indonesia ini masih jauh dari kata canggih dan bagus, apalagi bersih.

Pengalaman pertama mendarat di bandara ini, masih nyenengin. Kita keluar di bagian KEDATANGAN, langsung disambut dengan ruangan yang luas, dingin dan bersih. Walopun ga bisa dipungkiri ada banyak bagian-bagian yang masih dalam proses pembangunan. Lantainya juga masih belum dipoles. Tapi ga begitu mengganggu sebenernya. Masih dalam tahap yang bisa ditolerir. Berhubung saat itu aku membawa bayi, jadi diputuskan, suamiku aja yang antri untuk ambil bagasi, sedangkan aku langsung keluar menemui papa mama yang udah datang menjemput.
Bagian Kedatangan KNO
Menuju Pintu Keluar di Bagian Kedatangan

Bagian luar bandara yang paling terlihat semrawut sebenarnya. Peralatan pertukangan masih terserak di mana-mana. Dan ada banyak sekali orang yang sebenernya aku ragu apa tujuannya bener datang menjemput sanak saudara, ato hanya mau rekreasi melihat bandara baru ;p. Secara yaaa… dari jaman bandara masih di Polonia, orang-orang di Medan ini memang suka sekali piknik melihat pesawat ;p Ga masalah sih sebenernya, asal mereka bener-bener menjaga kebersihan dan ga membuang sampah bekas piknik mereka sembarangan.

Aku cukup lama menunggu suami mengambil semua barang-barang dan koper kita. Dan ketika akhirnya datang, dia cerita kalo sistem pengambilan bagasinya masih belum jelas. Ga ada pemberitahuan di mana bagasi-bagasi dari pesawat Citilink Jakarta akan keluar. Jadi banyak sekali penumpang yang menunggu di sekitaran conveyor belt, berharap bagasi-bagasi mereka akan keluar dari situ. Tapi setelah menunggu beberapa menit, ternyata itu bagasi-bagasi pesawat yang dari Batam. Lalu mereka pindah lagi menunggu di conveyor belt yang lain. Jadi kesannya ribet dan membingungkan. Entahlah, mungkin saat aku datang, papan tanda yang memberitahukan conveyor mana akan mengeluarkan bagasi dari mana, sedang belum diaktifkan ;p

Sementara menunggu suami tadi, aku juga sempet keliling-keliling melihat sekitaran bandara. Tempat kedatangan dan keberangkatan para penumpang KA yang menuju bandara masih under progress. Ruangannya cukup luas, dan sepertinya bakal lumayan rapi dan tertib kalo udah jadi nanti. Semoga, supaya ga sia-sia tiket mahal Rp 80,000 per orang untuk menuju ke dan dari bandara. Penumpang-penumpang KA nantinya akan keluar dari pintu exit, berjalan sedikit ke depan dan bisa langsung naik ke lantai atas melalui escalator, bagi yang ingin segera check-in untuk penerbangan mereka. Ato hanya tinggal berjalan lurus dari pintu keluar stasiun untuk tiba di bagian kedatangan bandara. Sangat praktis dan simple sebenernya.
Stasiun KA Yang Berada Persis Depan Bandara
Naik Escalator, Akan Langsung Menuju Bagian Keberangkatan

Tapi pengalaman keduaku, berada di KNO ini, lumayan cukup mengecewakan. Beberapa hari setelah itu, kita sekeluarga akan melanjutkan perjalanan ke Sibolga, sekalian untuk merayakan lebaran di sana. Udah ditentuin dari awal, karena aku dan adekku membawa bayi, dan ini perjalanan yang cukup panjang dan jelas bikin capek, maka kita berdua plus mama dan bayi, akan ke Sibolga menggunakan pesawat. Sementara para suami, adek laki-laki dan papa, akan naik mobil.

Pesawat kita berangkat jam 14.25 menurut schedule. Untuk mengantisipasi macet, jam 9 pagi kita udah berangkat ke bandara naik mobil. Pesawat yang kita naiki saat itu, WINGS AIR, salah satu anak perusahaan dari penerbangan LION AIR. Jujurnya, udah mulai ga suka waktu tau kita harus berangkat naik pesawat satu itu.

Secara aku udah bertekad, GA AKAN MAU NAIK LAGI LION AIR & ANAK PERUSAHAANNYA APAPUN, UNTUK PENERBANGAN KEMANAPUN !! Kecuali ini satu-satunya pesawat yang terbang ke tujuan itu, dan hanya untuk emergency!. Kenapa?? Karena aku benci ama servis perusahaan ini yang songong, suka delay, seenak jidat aja mencancel schedule, sering accident,  dan ditambah lagi berita-berita pilotnya yang sering terkena skandal narkoba. Tapi apa daya, karena tiket Medan-Sibolga ini dibelikan papa, aku pun cuma bisa pasrah untuk kembali naik pesawat sialan menyebalkan ini.

 Karena kita naik mobil, jadi si pengantarpun bisa menurunkan  kita semua langsung ke lantai atas bagian KEBERANGKATAN. Bawaan koper kita lumayan banyak saat itu. Jadilah, salah satu harus mencari trolley dan dua orang menjaga si bayi-bayi mungil ini. Mama yang akhirnya mencari trolley untuk barang-barang kita. Tapi sumpah, di bagian luar KEBERANGKATAN ini, samasekali ga ditemukan trolley kosong yang bisa dipakai. Porterpun ga ada. Akhirnya mama nekat nanya ke salah satu penumpang yang bawa trolley di mana dia mendapatkannya. Ternyata sodara-sodara…. kita harus menunggu ada penumpang yang udah ga make trolleynya lagi, ato, langsung masuk ke dalam tempat check in, dengan menunjukkan tiket pesawat kita supaya diizinkan masuk, lalu cari deh trolley kosong di dalam. Bener-bener ngerepotin.

Setelah menunggu 30 menitan lebih, barulah mama keluar sambil membawa trolley. Kitapun akhirnya bisa mendorong semua barang-barang ini ke dalam untuk proses check-in dan bagasi. Tapiiiiiiii….antrian penumpang pesawat songong ini udah bagai ular naga guys ;p. Dan ga jelas lagi saat itu mana bagian ekor tempat kita bisa antri berikutnya. Ga mau dong aku dibilang nyerobot antrian orang gara-gara salah berdiri untuk antre.
Antrian Lion Yang Ga Bergerak

Supaya ga ribet dan menuh-menuhin tempat, cukup aku dan adikku yang antre, sementara mama dan si krucil-krucil ini mencari tempat duduk. Asiknya sih, ada banyak counter LION untuk check-in, dan ga peduli tujuannya kemana, kita bisa check-in di semua counter, asalkan itu LION. Walo tetep aja antrian masih mengular panjang.

15 mnit, antrian kita hanya bergerak sedikit. Udah mulai gelisah sebenernya. 30 menit berikutnya, kok ya penumpang di depan ga berubah-rubah ya. Ada masalahkan? 45 menit, akhirnya kita tau penyebab semua ini gara-gara calo yang seenak udel aja menerobos antrian. Bahkan mereka PD teriak-teriak manggilin  penumpang yang dibantuin check-in di depan kita semua yang udah capek banget ngantri ga jelas gini. Rasanya pengen aku bekep dan ceburin ke sumur ni orang-orang ga tau diri !!!Dan kenapa pula itu petugas Lion di depan nerimain mereka sih??! Sama aja nyebelinnya. Sementara aku perhatiin counter Garuda  dan pesawat lain antriannya cukup rapi, dan cepet bergerak. Agghhhhh Papaaaaa….kenapa tiket yang dibeli harus LION SIALAN ini sihh??!!!!

Dan 1 jam lebih, aku ulangi, 1 jam lebihhh aku harus antri sebelum akhirnya dapet giliran check-in. Itupun berantem dulu ama calo gila yang dengan santai mau menerobos aku. Belum tau siapa Fanny ni orang ;p. Mau ngajakin berantem kayaknya.. Dengan tegas aku bilang dia harus antri, karena ini giliranku untuk check-in. Dan ke si mba petugasnya, aku jelas-jelas nekanin, udah capek antri 1 jam, dan aku ga mau calo yang ga ngerti arti kata antri bisa seenaknya nyerobot aku. Dan si mba pun akhirnya memproses tiket-tiket kita. Huuuffttt, mana yang katanya calo bakal dilarang di KNO. Malah gila parahnya..

Selesai check-in, yang bener-bener bikin kaki gempor, kitapun mencari mama dan langsung jalan ke arah waiting room. Oh iya, airport tax KNO untuk tujuan domestik saat itu masih Rp 35,000, walopun kabar-kabarnya akan dinaikin Rp 100,000. Buatku ya, ga masalah mau airport tax berapa, asaaallll… sesuai dong ama yang kita dapet. Ga ikhlas aja bayar tax mahal tapi servis di bandaranya masih kacau balau gitu.

Untuk masuk ke ruangan tnggu (waiting room), kita cukup menempelkan barcode di boarding pass ke alat pembacanya, supaya palang kaca otomatis membuka. Tapi kalopun ada masalah, jangan kuatir, para petugas yang siap sedia selalu ada untuk membantu penumpang yang masih bingung bagaimana membuka palang kacanya.

Masuk ke dalam, jejeran waiting room dengan berbagai nomor gate terpampang di depan . Di situ baru sadar, boarding pass kita ga menuliskan apa-apa di gate mana kita harus menunggu. Nanya dengan petugas yang berjaga, dia bilang LION ada di gate 11. Oke, kitapun mengarah kesana. Tapi ditunggu-tunggu, even sampai jam 14.05, kenapa ga ada panggilan untuk boarding ya. Sekali lagi, mamapun bertanya ke petugasnya, di mana sebenernya pesawat WINGS AIR dengan tujuan Sibolga akan berangkat. Ternyata dari gate 12. Huhh.. udah sebel banget ama petugas yang sok tau  bilang gate 11 tadi. Dan gate 12 ini terletak di bawah, terpisah dari gate-gate lainnya. Aku rasa sih, itu memang tempat khusus untuk semua penerbangan menggunakan pesawat  kecil ke daerah-daerah khusus ini 😉
Waiting Room yang Lumayan Nyaman

Begitu turun ke bawah, mmm… tempatnya lebih kecil, dan lebih kotor :(. Banyak sekali remah-remah makanan di atas karpetnya, yang bikin aku ga mau membiarkan bayiku merangkak di bawah. Sampai jam 14.25pun, belum ada juga panggilan ato notification APAPUN dari pihak LION atau WINGS tentang penerbangan kita. Penumpang-penumpang lain udah pada emosi sebenernya. At least kasih tau kek, apa delay ato gimana. Jadi kita ga nunggu-nunggu sambil bingung begini. Mana petugasnya ga ada yang keliatan.

Lucunya nih, penumpang WINGS air tujuan Gunung Sitoli, juga sempet bermasalah. Jadi ceritanya, mereka  udah dipanggil untuk masuk ke dalam pesawat pada saat itu. 30 menit kemudian, datang lagi gerombolan penumpang dari atas, yang ternyata juga akan ke Gunung Sitoli menggunakan WINGS AIR, tanpa tau kalo pesawat itu udah berangkat beberapa saat lalu ;p. Ga tanggung-tanggung, jumlah orangnya ada lebih dari 20an. Gosh…itu sistem WINGS AIR gimana toh yooo… Masa penumpang belum naik 20-an orang begini bisa ga sadar?? Jelas aja mereka semua ngamuk  dan keukeuh bilang kalo ga ada panggilan terdengar untuk tujuan Gunung Sitoli di atas. Para penumpang juga protes kenapa mereka ga dikasih tau kalo harus menunggu di gate 12, karena boarding pass mereka, sama sepertiku, ga tertulis nomor gate apapun. Ntah gimana ceritanya, pesawat WINGS AIR yang udah berangkat tadi, sepertinya turun lagi, karena beberapa menit kemudian aku melihat WINGS AIR dengan tujuan sama kembali ada di bandara. Para penumpang yang tadi marah-marah itupun, naik ke bus yang akan membawa ke pesawat.

Kejadian lucu yang lain, petugas  yang menghitung dan mengecek penumpang kemudian bingung, dan bilang kalo seat di pesawat udah full. Hahahaha, duhh nasib naik pesawat geje begini nih. Bisa-bisanya seat udah full. Emangnya pas check-in gimana?? Ga ke detect apa. Udahlah…itu urusan mereka, karena aku masih pusing mikirin WINGS AIR tujuan Sibolga yang ga datang-datang.

Ketika akhirnya, kembali pesawat WINGS AIR tiba, tapi diberitahu itu akan berangkat lagi ke Gunung Sitoli, meledaklah kemarahan para penumpang yang telantar ini ;p 1 orang petugas cowo, langsung jadi sasaran kemarahan. Penumpang nuntut bertanya kenapa pesawat tujuan Sibolga belum datang-datang, dan selalu aja didahulukan penumpang yang ke Gunung Sitoli, even kabarnya aja ga ada sampe pukul 4 siang, dan petugas itu hanya menjawab tidak tahu, yang pastinya menambah kemarahan penumpang. Bukan ribut lagi, banyak dari mereka yang mengucapkan sumpah serapah sampai ancaman untuk menyetop pesawat WINGS AIR yang berangkat ke Gunung Sitoli ,sampai mengancam akan menyandera si pilot. Bahasa aneka satwa pun dilontarkan ke si petugas malang ;p Sumpah ya, aku ga ngerasa kayak di bandara saat itu, melainkan di terminal Senen dengan kumpulan preman lagi perang mulut ;p Kacauuuu…

Kompensasi   dari WINGS AIR karena delay inipun akhirnya datang, berupa makan siang yang sebenernya percuma, karena aku lagi puasa ;p Tapi at least bisa dibawa pulang untuk bukaan nanti. Jam 17.00 akhirnya pesawat kitapun datang. Karena udah ada nomor seat, aku pikir, ga perlu buru-burulah. Toh pasti ada tempat duduk. Tapi kenyataan yang didapet, seat ku nomor 10A, udah diambil penumpang lain, yang ternyata boarding passnya juga bernomor 10A. Oke siipp. ‘Makin cinta mati’ deh aku ama perusahaan amit-amit ini. Tapi si mba pramugari yang baik langsung ngarahin aku untuk duduk di barisan depan yang kebetulan kosong.

Jadi intinya nih, KualaNamu nya sendiri memang belum sempurna. Tapi aku bener-bener berharap bandara ini bisa menjadi salah satu icon Sumatra Utara yang bisa dibanggakan. Berharaaaappp banget, orang-orangnya, para penumpang dan pekerja di sana bisa sadar diri dan mau menjaga kebersihan dan segala fasilitas agar tidak cepet rusak. Kapan lagi sih kita semua mau sadar untuk ikut menjaga dan memelihara semua public facilities yang ada di negara tercinta ini 😉 Masa ga malu ketinggalan terus dari negara tetangga.

Terakhir, opini pribadi untuk pesawat WINGS AIRnya, cukup sudah aku berhubungan dan naik segala macam pesawat yang berasal dari LION AIR ini. KAPOKKK!!! Hiihhhh, udah ga tau lagi apa yang positif dari maskapai itu. Kalo memang ga ada maskapai lain terbang ke tujuan yang di maksud, mending aku lewat jalan darat aja. Daripada harus berurusan ama servis songong, super duper jelek, dan ga profesional dari mereka.

8 tanggapan untuk “HURU HARA DI KUALA NAMU AIRPORT”

  1. Meidiana Kusuma berkata:

    well penampilan si bandar udah OKEH banget sih yang kak sebenernya, sayang banget koordinasi sana sini masih kurang, pasti karena baru :((

    huwaaaah kalo LION sih udahh ga anehh :)) waktu ke dari padang juga gitu, gatenya ditulis nomor berapa, boardingnya beda lagi, jadi kasihan sama turis asing yg kebingungan.

    Kadang kalo ga butuh2 amat, barang bawaan aku malah sebisa mungkin masuk cabin, soaaaaalnya takut banget ada masalah bagasi, tapi kalo AA domestik malah sebisa mungkin taruh di bagasi :)) *kan udah bayaarrr* *ga mau rugiii*

    • iya mba…moga2 ni bandara bisa sebagus Changi ya kalo udh jd.. maintenance nya dijaga…Indonesia ini kalo ngebangun jago bgt..tp giliran merawat, aduhhhh perlu bljar bnyk kayanya 🙁

      Oh iya, kalo AA aku jg mles kalo smpe hrs bawa2 k kabin ;p lagian mrk jauh lbh bisa dipercaya 😉 drpd singa dodol ini hufft…

  2. cumilebay.com berkata:

    Bandara udah OK tapi kondisi nya masih banyak calo, kata nya nich hampir sama kayak di polonia. Itu nama nya tragissss

    Baca cerita ttg lion dan antek2 nya ini miris banget, udah sering kejadian kayak gini. Mereka mungkin bayar pegawai terlalu murah dan kurang di beri training bagaimana menghadapi penumpang.

    Terlihat jelas kok kelas nya, liat aja pegawai lapangan lion, terlihat acak2an asal comot. Beda ama maskapai semisal AA yg terlihat lebih elegan dan educated # halah

    • benerrrr,Walo prnh kecewa ama AA, tp ttp aja, mereka jauhhh lbh profesional dari yg 1 ini ;p ..

      kemerin itu mas, pas penumpang ke Sibolga ngamuk2 ama petugas yg cowo, aku ngeliat ada petugas lion yg cewe, bajunya sama kayak seragam pramugari, tp aku ga tau apa dia pramugari ato bukan ya, dgn santainya, pasang tampang meremehkan, dan ngucapin sesuatu (yg sayangnya aku ga dnger) ke ibu2 yg lagi marah. hahaha..

      si ibu jls aja g trima…kalo ga dipisahin udh pukul2an mungkin ;p hihihih..ampun de ah…

  3. jalan2liburan berkata:

    sama banget mengenai pendapatmu tentang Lion, no way joseee to take my self for that airlines..
    staff nya emang kebanyakkan di hire dari agency, mulai dari pramugari2 yg kl pake bedak 5 centi sampe dgn pegawai lapangannya, no wonder mereka ga punya esprit de corps…

    • yg aku kasian ya mba, pas lg check in itu, banyak bgt turis bule yg yg ikutan lama antri…bhkn ada 2 org, pas udh giliran check in, nth krn masalah apa, tp mrk stuck di dpn.. ada kali 20 mnit.. trs bule2 lain, ada yg dipotong antriannya ama si calo dodol itu. tumben2an g protes…

      aku yg ngeliat maluuuu bgt.. apa coba pikiran tuh bule2 ya… Makin jelek deh Indonesia cuma gara2 ulah calo sialan bgini 🙁

  4. alfi kamal fikri berkata:

    Saya sendiri juga jujur gak suka dengan Lion air dan wing air punya pengalaman buruk dengan kedua penerbangan itu….
    Lion air : di cancel sampai 3 jam padahal kondisi udah jam 12 malam….
    Wings air : nih yang satu ini yang paling parah… saya udah solo traveling sejak kelas 5 sd.. dan waktu itu di ternate hanya ada maskapai ini…saya sendiri waktu itu yang masih kelas 5 sd ber solo traveling ke manado… saat check in selesai dan nunggu sekitar 1 jam pesawat belum datang dan tak ada pemberitahuan pesawat telah tiba… satu jam kemudian pemberitahuan muncul bahwa pesawat wings air ditunda sampai 2 jam… saat waktu itu saya yang masih sd tak diberi pegangan uang yang cukup untuk mengisi perut di bandara setelah capek nunghu 3-4 jam… akhirnya pesawat jurusan ternate muncul juga namun ternyata seatnya full… melihat saya adalah penumpang paling kecil dan cuma sendiri mereka bilang bahwa saya akan dipindahkan ke pesawat selanjutnya jadi harus nunggu 30menit – 1 jam…

    • Hihihihii…kasian amat nasibmu 😀 ?? Emg pgn ngeboikot ni maskapai tiap kali dinaikin.. Huufftt… yang punya ama para petinggi2nya, mungkin dulu bekas supir bis kota yang suka seenak jidat aja bawa kendaraannya ;p

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.