D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Nov 2012

09

AKU, BAYIKU DAN TRAVELLING

Ga terasa udah ampir 4 bulan sejak terakhir posting blog tentang Penang.. Reasonnya sih, karena kemarin aku masih hamil tua, so boro-boro mau traveling, keluar rumah aja jarang, kecuali untuk kerja 😉 Jadi deh, ga ada bahan yang bisa ditulis untuk travelling blog ku ini..

Tapiiii, karena September kemarin si baby udah lahir dengan selamat, jadinya, aku siap untuk travelling lagi next year ^o^

Awalnya nih, aku planning untuk traveling menjelajah negara-negara Asia Tenggara yang belum pernah aku datengin. Diitung-itung masih ada 7 negara Asteng yang aku belum visit. So semuanya itu pengen aku explore dalam 1 waktu sekalian ngabisin jatah cuti tahunanku tahun depan. Aku pilih November 2013 untuk travelling kesana. Tapiiiii, suami a.k.a partner jalan-jalanku, nolak mentah-mentah. Alasannya, dia ga mau ninggalin si Baby terlalu lama di rumah mertua (sekitar 3 mingguan lebih) hanya karena emak bapaknya mau senang-senang sambil honeymoon ;p. Suami keukeuh mau ngajak si Baby, yang langsung dengan keras aku reject usulnya..

Bukan kenapa-kenapa ya… Tapi ngajak anak umur 1 thn 2 bulan (umurnya bakal segitu Nov tahun depan), untuk travelling 7 negara ala backpacker, sama aja BUNUH DIRI. Belum rewelnya, belum kopernya yang penuh dengan susu kaleng, popok, baju, dan peralatan perang lain, yang itu aja udah ngabisin 20 kg sendiri. Mana kita bakal nyebrangin 1 negara ke negara lain dengan transportasi yang murah meriah alias by train or bus. Kebayang ga sih backpacker sambil bawa bayi begitu? Huuffttt..

Akhirnya, setelah berdebat panjang lebar, ngotot-ngototan, ngambek, dan ngalah, aku tawarin (jujurnya sih maksa suami) untuk terima win-win solution yang aku  bikin. 😉

Travelling yang tadinya dipool-in ke November semua, akhirnya dibagi 3:
* Maret untuk visit Bangkok , Siam Rep dan Phnom Penh.
* Juni will visit Manila and Clark, dan
* November kita akan mengunjungi Vientiane (Laos), Hanoi, Bandar Seri Begawan, dan Dili di Timor Leste.

Untuk sekarang ini tiket dan hotel ke Thailand, Kamboja, dan Philippine udah beres. Dapet promo murah dari Airasia dan Tigerairways. Cuma yang November nih masih belum dapet. Karena belum ada maskapai yang buka penerbangan untuk November tahun depan ;p

Dan si baby, akhirnya diajak serta untuk traveling ke Laos, Hanoi dan Brunei only ;p Dengan pertimbangan, 3 negara itu cukup nyaman didatangin sambil membawa bayi, walopun itu artinya, kita ga akan bisa backpacking..

Sebenernya ada beberapa alasan kenapa aku ga pengen samasekali bawa bayiku untuk travelling. Pertama, jelas banget dia masih terlalu kecil untuk ngerti apa itu TRAVELLING. Dia ga akan inget apa bagusnya negara-negara yang pernah dia datengin. Dan itu sama aja dengan PEMBOROSAN. Karena walopun aku rutin travelling setiap tahun, bukan berarti itu karena aku kebanyakan duit. Tapi hasil dari menabung setahun yang akan dihabiskan dalam 3 minggu travelling (kurang lebih).    So, membawa bayi, aku harus mikirin tambahan budget yang  nantinya toh useless karena si baby belum tau apa-apa.

Mungkin beberapa orang akan heran, kenapa kesannya aku lebih suka traveling daripada bersama dengan bayiku. Kalo dipikir-pikir, hey, it’s actually true 😉 Basically, aku bukan pecinta anak-anak. Karena itu, aku hanya mau punya 1 anak (itu juga demi suamiku). I love traveling. I love to see new places in the world..Feeling the cold of winter, the breeze of spring, seeing new faces, hearing uncanny language, visiting historical sites…Dan aku, ga akan mau mengorbankan itu semua hanya karena aku udah punya anak. Si baby pasti akan kuajari hal-hal yang berkaitan tentang JALAN-JALAN. Tapi itu nanti setelah dia minimal berumur 6 tahun. Sayangnya suami ga sependapat dalam hal ini. Dia mau kemanapun kita berdua pergi, Baby juga harus ikut 🙁 Huhh, kadang-kadang aku heran, dia ngerti ga kalo sesekali aku mau ngerasain honeymoon yang kesekian kali dengan dia tanpa terganggu oleh ANAK.

Aku cinta traveling lebih dari apapun. Even aku rela banget nabung mati-matian setahun, ga ngerasain having fun, demi aku bisa mengunjungi negara-negara baru yang belum pernah aku liat. Impianku? Simple. Sudah keliling dunia sebelum aku pensiun dari kerjaan yang sekarang 🙂 Dan aku yakin, amat sangat yakin, I can achieve it, and make it true. Caranya, ya itu tadi.. nabung, bikin list negara-negara apa yang mau dikunjungi, dan kemauan yang sangat keras.

Salah satu idolaku, Trinity Traveler, pernah menulis di blognya, bahwa dia lebih suka spend uangnya untuk pengalaman, daripada menghabiskannya untuk hal-hal yang bersifat materi. Agree banget-banget untuk statementnya itu.. ^o^  Buatku, travelling mencari pengalaman jauuuhhhhh lebih berharga daripada membeli gadget terbaru, rumah ato mobil misalnya. Ga dibawa mati juga kan ;p

Karena setiap tahun aku bertekad untuk mengunjungi at least 1 negara baru, so, pertama-tama yang aku lakuin adalah, mencari tau berapa budget ke negara tersebut. Bisa lewat internet, tanya orang-orang yang sudah pernah pergi kesana, ato banyak membaca buku wisata.  Kalo ternyata budgetnya ga akan bisa terkumpul dalam 1 tahun, bukan berarti aku akan membatalkan pergi kesana. Tapi yang aku lakuin, tetap menabung untuk pergi ke negara itu, plus, mencari tau negara lain yang lebih murah biayanya. Sehingga setiap tahun  paspor ku ga pernah absen untuk dichop di imigrasi ;p

Travelling satu-satunya obat ampuh yang bisa ngilangin stress akibat kerjaan. Tanpa itu, aku mungkin bisa moody sepanjang  tahun, ga fokus di kerjaan, dan gila ;p Karena itu, aku bakal ngelakuin  apa aja asal bisa tetap travelling setiap tahun. Prinsipku, travelling, travelling and keep travelling until I die 🙂

4 tanggapan untuk “AKU, BAYIKU DAN TRAVELLING”

  1. M Helvi Sukadis berkata:

    Sependapat dgn Raka: ngga bisa ninggalin anak lama2x hehe..

  2. Hamid Anwar berkata:

    Sama kayak yang saya rasa sekarang 🙁 Istri hamil, nggak bisa jalan-jalan. (yah meski jalan2nya saya masih lokalan :D) aku bilang setelah ngelahirin, sehat langsung traveling. Eh istri langsung reject 🙁

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      agak susah memang kalo pasangan ga 1 hobi ama kita ya 🙂 Akupun srg gitu ama suami…walopun untungnya, dia msh berbaik hati ngasih izin aku prgi ama temen2… tapi ttp sih mas, lbh enak ama dia lah..makanya aku jg srg ngalah jdnya…kalo suami mwnya traveling bertiga ama si baby, yo wiis, aku ajakin si baby jg, walopun itu artinya budget jd bengkak 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.