D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2021

06

REVIEW KAFE: A LISTENING BAR, SUBO JKT

A LISTENING BAR SUBO JKT

REVIEW KAFE: A LISTENING BAR, SUBO JKT ~ Aku tuh sebenernya bukan penyuka kafe hopping. Lebih memilih restoran dibanding kafe, yang mana menu lebih banyak pilihan. Tapiiiiiii, aku suka dengan segala sesuatu yang unik :D. Bikin penasaran ga sih kalo melihat yang uncommon alias anti mainstream gitu. Ntah dari segi design, menu yang dijual ato cara reservasi.

 

So far, memang belum banyak kafe/resto unik yang pernah aku dan suami coba. Tapi adalaaaah beberapa yang sangat unik dan berkesan sampai sekarang. Dua di antaranya:

 

Namaz Dining di Senopati yang mengusung konsep gastronomi, apa yang dilihat, tidak sama dengan yang dirasa.

 

Baca: Sensasi Makan Tidak Biasa di Namaz Dining

 

Telur dan daging mentah? Nope, ini semangka dan markisa 😀

 

Makan buku, rautan dan kertas? Ini opor ayam beb ;p

 

Resto unik kedua, aku bela-belain terbang ke Malaysia demi ngerasain makan di ketinggian 50 meter!! SKY DINING, hanya untuk pecinta ketinggian yang tidak ngerasa gamang makan dengan kaki tergantung, memakai seatbelt, diangkat menggunakan crane dan melihat kendaraan lalu lalang di bawah. Sambil menikmati alunan musik, koki menyiapkan menu mulai dari appetizer hingga dessert, rasanya ini layak jadi pengalaman kulinerku yang amat sangat berkesan.

 

Baca: SKY DINING, Karena Candle Light Dinner Sudah Terlalu Biasa

 

Berani makan dengan diangkat crane setinggi 50 meter ;)?

 

 

Kali ini, kafe ketiga yang lumayan menarik perhatian, dikasih nama SUBO.JKT, hasil rekomendasi seorang temen, mba Ria yang memang hobinya nyobain berbagai macam kafe di seputaran Jakarta.

 

 

APA NIH KEUNIKANNYA?
Cara reservasi yang beda dari kafe lain :D. Walopun menurut sebagian orang menyusahkan, buatku segala bentuk cara booking yang membutuhkan effort, wajib untuk dicoba 😉

 

Jadi ginii geees, kalo mau kesini itu, ga bisa kucuk-kucuk langsung datang. Laah alamatnya aja dirahasiakan wkwkwkwkwk. Bingung kan situ :p…

 

Iyeeees, SUBO.JKT mewajibkan semua tamu yang berniat mampir, wajib reservasi melalui WA ato DM di Instagram mereka. Nanti akan direply dengan mengisi Google Form, pilih jam yang dimau, bayar DP per orang Rp150,000, baruuuuuu ALAMATNYA AKAN DIKASIH TAU :D.

 

Untuk semua yang booking, pas mengisi Google Form bakal diwajibkan untuk MERAHASIAKAN alamat mereka yaa. Jadi kalo mau menulis review ato apapun, jangan tampilkan lokasinya ada di mana. Ga pengen dituntut kaaan :D.

 

 

JAM BUKA YANG BERBEDA & MINIMUM ORDER
SUBO memang ga buka setiap hari. Hanya dari Kamis – Senin. Yang berarti Selasa dan Rabu mereka tutup. Dan jam visitnya dibagi 3 shift dengan durasi hanya 2 jam.

 

Jam Buka pertama: 13.00 – 15.00
Jam buka kedua: 16.00 – 18.00
Jam buka trakhir: 19.00 – 21.00

 

Minimum order harus Rp150,000 per orang yang artinya, DP di awal yang dibayar, tidak bisa dikembalikan. Itu sudah include menu makanan, minuman ato snacks.

 

Jadi kalo nanti pesanan kalian lebih dari Rp150,000, ya tinggal bayar sisanya.

 

 

A LISTENING BAR
Kafe ini mungil, terletak di basement rumah utama. Tapi designnya teramat sangat comfy dan cozy. Pengunjung bener-bener dibatasi karena limited space tadi. Tidak bisa lebih dari 10 orang.

 

a listening bar subo jkt

 

Begitu masuk, deretan Vinyl (piringan hitam), gramophone dan speaker JBL langsung bikin kukaguuum :D. Belum lagi interior vintage yang mendominasi. Ini seperti pulang ke rumah ortu tau ga… Itu yang aku rasain 🙂

 

a listening bar subo jkt

a listening bar subo jkt

 

 

Kenapa disebut A listening Bar? Karena kalo ke sini, lupakan gadget kalian. Nikmati chit chat bersama kawan, sambil menyesap kopi, pastry, atopun menu rumahan SUBO, dan dengarkan musik dari vinyl berkualitas. Boleh pilih mau lagu apa, kasih tahu ke staff, nanti mereka yang bakal memutarkan vinyl yang dimau.

 

Ini semacam tempat yang langsung bikin betah, dan ga pengen terlalu cepet pulang. Saat aku datang, vinyl yang diputer lagu-lagunya Glen Fredly. Gosh, rasanya campur aduk, kangen ama suara Glen dan lagu-lagu melankolisnya.

 

Lumayan lengkap koleksi piringan hitam di sini. Bahkan kalo ada yang tertarik membeli, bisa loooh. Karena sebagian memang untuk dijual 😉

 

a listening bar subo jkt

 

 

ADA SEORANG BARISTA HEBAT DIBALIK SECANGKIR KOPI NIKMAT
Ini yang paliiing ga bisa dilupain! Rasa kopinya Uenaaaak bangettt! Seriuuus!!

 

Ini kopi TERENAK yang pernah aku icip. Dibilang pecinta kopi, aku jelas bukan. Tapi aku menyukai kopi yang bisa sesuai lidahku. Ga terlalu pahit menggigit.

 

Ada banyak pilihan kopi di sini. Channel of Mating, keeper of the Key, stubborness, dll.

 

a listening bar subo jkt

 

Pilihanku jatuh ke Channel of Mating, dan Raka tumben-tumbenan memilih kopi instead of coklat ato teh :p. Dia bilang, penasaran karena namanya ga biasa :p.

 

Channel of Mating, da best!!

a listening bar subo jkt

 

Pilihan pak suami Keeper of the Key.

 

Channel of Mating, itu base cold brew, ada rasa fruit tea dan atasnya dikasih vanilla cream with cinnamon powder. My goodness ini segeeeer bangeeet cuy! Rasa kopinya tetep ada, tapi rasa buah manis mengiringi, juga rempah wangi dari cinnamon. Mana tampilannya cantik giniiii :D. Ga tega mau disesap :p.

 

Seriously, kalo kalian bukan pecinta kopi pahit, cobaaaain CHANNEL OF MATING!

 

Punya Raka juga unik penyajian dan rasanya. Keeper Of The Key (Vegan) merupakan cold brew with almond milk infused Lavender. Saat disajikan, bunga lavender nya ada yang diletakkan di atas gelas, sambil terbakar perlahan. Rasa kopi ini lebih kuat. Pahitnya masih terasa walo mild, gurih dari almond milk, dan sedikit tercium aroma smokey saat dihirup.

 

a listening bar subo jkt

 

Membuat kopi-kopi ini sedikit butuh waktu, karena barista meraciknya dengan hati-hati. Tapi ga masalah, karena rasanya layak untuk ditunggu :D. Untuk barista Subo, kopi racikan anda LUAR BIASA!

 

 

GIMANA RASA MAKANANNYA?
Keunikan lain dari SUBO.JKT, karena menu makanan yang berbeda-beda setiap hari :). Jadi ga ada patokan menu hari itu apa :). Yang pasti, semuanya rumahan dan dimasak fresh saat dipesan. Laaaaaaaf sekali!

 

Pas giliran kami datang, menu Nasi salmon jadi pilihan Raka, dan Saikoro beef dengan kentang buatku. Selain 2 menu tadi, ada juga nasi lidah dan mie ayam. Kapan-kapanlah dicoba kalo kesana lagi 😉

 

Menu makanan di sini itu enak, khasnya masakan rumah. Jadi yang mengharapkan rasa superb, seperti hidangan hotel berbintang yang mendapat Michelin star, ya bukan di sini tempatnya.

 

Ini tuh seperti masakan ibu yang dikangeni tiap kali pulang, walopun hanya sederhana. Nangkep ga ya maksudku ;p ?

 

Salmonnya lumayan banget, fresh, rasa dagingnya gurih, lembut, dan dimasak dengan kematangan pas. Kalo kata Raka, ini ingetin dia pas masih tinggal di Finland dulu, yang mana nasi salmon udah kayak menu sarapan pagi favorit :).

 

bringing back the memories when  was in Finland

a listening bar subo jkt

 

 

Kalo Saikoro beef, dimasak bumbu lada hitam. Sukaaa dengan rasanya, cuma masalah di porsi aja nih, dikiiit cyiiinnn hahahahaha. French fries sebagai side dish ga berminyak, which was very goooood! Trus salad dengan dressing a little bit mayo, juga masih segar. Overall ini cocok banget buat menu simple sehari-hari. Beneran kayak di rumah!

 

a listening bar subo jkt

 

Di waktu-waktu lain, Subo pernah  menghidangkan menu-menu seperti: nasi singkong jagung campur ramai, shirataki soup Vietnamese prawn,  roasted chicken wings, prawn mee dan ntah apa lagi. Seperti yang kubilang, menunya selalu berbeda, tergantung chefnya ingin memasak apa hari itu 😉 .

 

 

METODE PEMBAYARAN
Cashless, tidak terima CC dan hanya transfer :D. Hahahaha another uniqueness dari SUBO.JKT. Jadi pas bayar ntar, ya tinggal langsung transfer ke rekening yang dipakai untuk bayar DP di awal.

 

Artinya kalo mau kesini, cukup bawa HP. Toh segala macam transfer ke bank manapun, bisa dilakukan online sekarang ini 😉

 

 

HARGA MAKANAN MINUMAN
Mahal murah relatif sih yaaa. Intinya, minimal order per orang WAJIB Rp150,000. Ini ga bisa dikembalikan.

 

a listening bar subo jkt

 

Tapi sesampai di kafe, mau pesen makanan minuman ato snack apapun, itu dikurangi dari DP awal barusan. Jadi tamu hanya tinggal membayar selisih harga.

 

Pesananku dan Raka, awalnya hanya menghabiskan Rp285,000. Yang mana sebenernya masih kurang dari minimal order berdua. Makanya aku nambah beli Pastry untuk takeaway. . Jadi total harga untuk pesanan kami Rp330,000, dan Raka hanya mentransfer Rp30,000 lagi ke rekening ownernya. Gampaaaang kan :D. Justru aku lebih suka begini. Lebih aman dan ga perlu cash.

 

Tambahan pastry yang di takeaway

a listening bar subo jkt

 

 

CARA RESERVASI SUBO.JKT
Kayak yang aku tulis di atas, mau kesini wajib booking dulu. Bisa melalui IG mereka ato wa di nomor: +62 812-6218-1947.

 

Disarankan reservasi H-3 hari untuk weekdays, dan H-7 untuk weekend. Karena memang sering fullbooked!

 

Tadinya aku kepengen malam, apa daya, udah penuh slotnya. Jadi terpaksa ambil yang jam pertama.

 

Lokasinya agak susah ditemuin karena masuk-masuk ke dalam. Tapi Gmapsnya lumayan akurat loh. Walopun sempet rerouting mulu, tapi toh sampe juga ke lokasi :D. Parkiran sangat dibatasi, karena inget cuy, ini rumah pribadi. Makanya tamu yang membawa mobil juga terbatas lah. Kurang dari 4 orang, parkiran hanya disediakan 1 slot.

 

 

KEUNIKAN LAIN SUBO.JKT
Kalo baca-baca highlight di IG nya SUBO.JKT, Subo sangat mensupport sustainable clothes, jadi buat tamu yang mungkin ingin mengubah tampilan baju kesayangan, bisa datang dan minta pendapat dari Vermak Man nya, untuk saran bagaimana mengubah tampilan lama pakaian, menjadi lebih fresh dan trendy  :D.

support sutainable clothes

a listening bar subo jkt

 

 

SUMMARY
Aku ga akan keberatan untuk datang lagi kesini kapan-kapan. Hanya karena jarak yang lumayan jauh dari rumahku di Rawamangun, bikin ga bisa sering-sering :D.

 

Intinya, buat kalian yang  hanya berniat untuk makan santai, ga terlalu laper dan berharap makanan berat, penyuka kopi enak, lokal wine ato beer, mendengarkan musik bagus, ngobrol santai Ama temen, SUBO.JKT cocok banget buat didatangin.

 

a listening bar subo jkt

 

Apalagi yang suka foto-foto, karena setiap sudut kecilnya, cantik dan photogenic buat memperbanyak stok foto medsos :D. Walo dari luar ga terlihat ada kafe, karena lokasinya di basement, tapiiiii bagian dalamnya warm dan tertata apik banget.

 

a listening bar subo jkt

a listening bar subo jkt

 

Kalo ntar visit tempat ini  lagi, aku pengen nyobain  malam sih. Karena  diliat dari IG highlight nya, suasana lebih asik, dan musiknya juga lebih groovy 🙂

 

Mau kesini lagi? pasti mauuuuu

a listening bar subo jkt

 

 

 

 

IG : SUBO.JKT

88 tanggapan untuk “REVIEW KAFE: A LISTENING BAR, SUBO JKT”

  1. Bayu Kurniawan berkata:

    Wahhh ini sih udah kelewatan unik.. udah bukanya ada sistem shift, udah kaya kerja shift aja.. 😄😄

    keren yah, I mean dengan sistem kaya gtu mereka bisa ngasih kualitas yang oke padahal jam buka dan orangnya dibatasin. Pastinya kan perputaran uangnya nggk secepat kaya resto atau kafe lain..

    Ahhh jadi pngen kesana. Ntar deh ajak teman2 kampus.. hihi.

    Makasihh loh Mba Fanny buat infonya.. haha😆

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naaah itu dia bay. Aku sukaa sih Ama konsep kafe yg beginj. Bbrp temenku bilang, sombong amat, bukanya aja dibatasin, hrs reserve, paling parah alamat disembunyikan hahahaha.

      Tp buatku, kalo suatu kafe berani ngelakuin begini, artinya dia confident Ama rasa makanan minuman yg dijual. Dan buatku itu penting. Makanya aku selalu Buru kafe ato resto yg unik2, berani ksh hrg mahal dan effort LBH utk bisa nyobain menu mereka. So far, slalu puas nyobain kafe2 yg begitu. Drpd yg terlalu gampang didatangin :p

      • Thessa berkata:

        Setuju sama Mba Fanny, walaupun dibatasin, mereka brarti yakin ya dengan kualitasnya. karena dg begitu pun orang2 bakal tetep dateng ke sana yaa.. keren!

        • Fanny Fristhika Nila berkata:

          Iyaa Mba. Aku termasuk org yg bakal mau bgt DTG lagi kesana :D. Krn memang kopinya enaaak bgt sih :D. Ga bisa lupain rasanyaaa

      • Eryvia Maronie berkata:

        Konsep unik yang disajikan jadi daya tarik yang bikin orang penasaran pengen ke sana.

        Nanti kalo ke Jakarta, saya harus ke Subo juga!
        Relatif mahal sih tapi demi menghilangkan rasa penasaran akan lokasinya, jadi dibela2in juga gak apa deh….

        • Fanny Fristhika Nila berkata:

          Hahahahah HARUS mba Ery ;). Anakmu pasti seneeeng deh. Apalagi kalo suka kopi. Aku hrs akuin, kopi2 mereka enaaaak! Itu bikin kangen

          Dan konsep marketing begini, malah bikin kesan ekslusif dan penasaran org2 jd muncak 😉

    • Eka Murti berkata:

      Seru banget ya pengalaman kek gini asyiiik. Jadi pingin deh kesitu

      • Fanny Fristhika Nila berkata:

        Monggo booking mas. Aku jamin, kalo suka kopi, pasti sukaaa kopi2 racikan subo 😉

  2. Ria berkata:

    Kyaaaaa, setujuuuuh; kepingin sih cobain yg malam; vibes-nya lbh berasa. Kebayang gak seh; menikmati minum brg temen, sambil dengerin lagu dr piringan hitam. Aku jg kepikiran kepingin ke sini lagi bawa temen yg lain

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Aku lagi bujukin suami nih utk ksana lagi. Dia sih suka, tapiii ga suka jauhnyaaa wkwkwkwkwkw. Paling males memang pak su kalo diajakin ke tempat yg terlalu jauh :p . Mana macet hahahaha

  3. Satria Mwb berkata:

    Nggak asing tempatnya sepertinya..😳😳😳

    Enaknya mungkin suasana seperti gambar diatas itu kalau kita cuma berdua sama pasangan. Jadi kesan romantisnya dapat sambil dengerin musik lawas atau jazz…Nggak tahu kalau lagu Dangdut ada apa nggak.🤣🤣🤣🤣🤣

    Untuk ngungkapin perasaan hati juga sepertinya enak diCafe tersebut yee mbak Fans.😁😁😁 Iyalah ketimbang diKafe MM yang ada bisa digosipin.🤣🤣🤣

    Murah sih untuk DP tanda jadinya cuma sayang tempatnya terbatas yee..Tapi kalau suasananya syahdu dan sunyi Siang Malam atau pagi juga enak menurut gw.😊😊

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Makanya aku kesini ga bawa anak mas :p. Pasti ganggu mereka hahahaha. Mendingan berdua Ama suami aja.

      Wkwkwkwk udh ada belum yg nyatain cinta di kafe mm hahahaha. Kali kaaan mas Anton ato kang Sat diminta jd makcomblangnya :D. Member lain jd saksi :p.

      Terbatas Krn memang kecil bgt. Makanya dibuka shift, dan dibatasin. Supaya yg DTG nyaman juga 😀 asiiik kok. Malah jd ga terganggu, Krn ga terlalu crowded.

      Sukaaa aku Ama konsepnya. Banyak temen yg bilang kok sombong banget. Tapi menurutku mereka layak utk sombong :D.

  4. Peri Kecil Lia berkata:

    Kak Fanny, aku juga jadi pengin ke sana!! Konsepnya menarik banget, tapi jujur aku lebih tertarik karena kopi Channel of Mating-nya dong 🥺 soalnya aku tuh nggak suka kopi karena pahit after-tastenya, jadi begitu dengar kata Kakak bahwa ini nggak pahit, aku jadi kepo kan 🤣
    Tapi jam bukanya agak sulit buat nyesuain jadwal #SokSibuk

    Tempatnya kelihatan cozy banget sih! Aku ngebayanginnya enak banget makan di sana sambil ditemenin alunan lagu dari Vinylnya 😍

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Liaaa, kamu hrs coba channel of Mating, sumpaaaah aku ga bisa lupaiiin rasanyaaaa :). Ya ampuuun laaaaaaaf banget.

      Kalo kesana lagi aku aja mau cobain 2 minuman, channel of Mating lagi, dan minjman baru yg lain :D.

      Ama menu2nya. Kemarin aku beli pastrynya itupun enaaaaak !! :D.

      Konsepnya juga Kusuka. Krn kliatan mereka confident Ama menu yg mereka jual. Jd berani pake Rahasiain alamat segala, Batasin pengunjung dll. Makanya aku ga segan2 booking tempat Krn aku yakin yg model2 begini, biasanya beneran enak 😉

  5. Nursini Rais berkata:

    Wah, enak punya banyak duit, bisa ke luar negeri sekadar pengen kulineran. Terima kasih telah berbagi.

  6. Edot berkata:

    Kadang sempet mikir, orang ketika mau buka tempat usaha dengan konsep yang nggak biasa ini mereka ngerasain ragu nggak ya? konsepnya bakal sesuai sama apa yang dicari sama orang. hehe

    Kayak tempat ini nih, keren banget bisa-bisanya kepikiran bikin kafe tapi nggak ngasih tahu alamatnya, kalau mau dateng mesti pesen dulu, menu makan juga tiap hari nggak sama. Padahal biasanya orang bikin tempat usaha malah nyarinya lokasi yang strategis ya. Ini out of the box banget, dan hebatnya lagi bisa full terus pemesanannya, kayak Mbak Fanny ini pengen kesitu malem aja nggak bisa 😀

    Kalau dilihat dari foto-fotonya di postingan, kayaknya sih tempatnya udah jaminan nyaman banget yaa ~

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Nah itu diaaa mas. Aku kagum sih Ama konsepnya. Beberapa temenku pas diceritain lgs pada bilang, sombong amat hahahaha

      Tapi aku ngeliatnya dr sisi, mereka confident Ama menu dan konsep yg dijual. Apalagi setelah aku coba, ya EMG layak buat sombong hahahahha

      Aku bbrp kali DTG ke tempat yg butuh effort utk DTG, dan so far selalu puas. Tipe2 tempat yg begini, biasanya memang enak menu yg dijual, makanya mereka berani utk ngebatasin :p

  7. Ayu berkata:

    Mba fani apa kabar? Terima kasih sekali untuk postingannya karena pas banget besok mau anniversary 😍
    Tadinya nanya suami mau dimasakin apa, terus dia bilang “aduh tahun ini mau duduk manis aja nggak mau masak – masak” dan akupun bingung mau makan dimana hahaha. Eehh main kesini malah dapet ide! Hahaha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Hi mba ayuuuu 😉

      Iyaaaa, cobain deh mba. Tempatnya asiiik banget. Makanya juga yummy. Cocoklaah kalo utk berduaan Ama suami :D. Menu minuman sih yg memang susaaaah dilupakn 😀

  8. Eri Udiyawati berkata:

    Waah.. ini mah unik dan asyik banget. Makan di cafe tapi kayak private gitu, karena yang datang dibatasi. Jadi penasaran nih, kapan ya main ke Jakarta, terus booking SUBO Jkt.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Kalo DTG ke Jakarta, cobaaaain mba. Booking deh ke sini. Seriuuus suasananya senyaman itu, dan kopinya beneraaan uenaaaak 😉

  9. Agustina Purwantini berkata:

    Uapikkk tenan, Mbaaak. Aku akuiii.

  10. lianny berkata:

    Iih bikin penasaran aja, alamat dirahasiakan haha. Langsung deh kepoin IG nya subo.jkt. Aku suka model2 makanan rumahan, sederhana tapi ngangenin. Tapi pengin juga sih nyobain menu2 unik konsep gastronomi, gara2 baca postinganmu dulu itu dan nonton youtubenya Raditya Dika hahaha.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Hahahahah berarti mba cooooocooook ke subo. Makanannya rumah bangettt mba. Porsi pas, cendrung kecil. Jd ga begah. Krn memang ini bukan utk org2 yg laper berat. Tp hanya mau ngisi perut dikit, sambil ngobrol :D. Di IG nya dia pernah tulis gitu

  11. Ulfah Aulia berkata:

    Mba fan, ini cafenya benaran unik loh. Ternyata mulai dari konsep sampai lokasinya pun juga beda gituuu, hehehe. Keren nih, konsepnya out of the box gituu.. Apalagi cafenya tuh kek dibatasin tiap jadwalnya, pasti berasa ekslusif kitanya .. Andaikan aja dekat sini😅

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naah iyaaa unik bangetttt memang mba :p. Makanya aku datangin pas tahu. Aku selalu sukaaa Ama kafe2 yg ga biasa gini. Bikin penasaran Krn kesan ekslusif nya 😉

  12. Ike Lawbers berkata:

    Mba Fanny, aku emejing banget dengan resto unik yang menyediakan makanan di ketinggian 50 mtr…
    mba, ya ampun, aku gemeteran loh liatnyaaaaa meskipun gak di tempat itu.
    Bisa2nya ya mba, mereka punya ide begitu..

    Aku pilih resto SUBO JKT yang merahasiakan alamatnya aja deh, hehe…
    yang ini juga unik y.. aku jadi penasaran nih.. semoga bisa terwujut ke situ. Menu2nya mantep. Porsi kecil..

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Hahahahaha seruuuu banget mbaaa. Aku kalo ke KL lagi mau sih kesana. Sensasinya ga terlupakan :D. Liat mobil2 di bawah trus berputar pula cranenya. Asik bangettttt

  13. Meriska Putri berkata:

    Asyik banget konsepnya berasa kayak bertamu ke rumah temen terus emaknya lagi masak apa, itu yang ditawarkan 😀

    Lagi pandemi gini juga tempat-tempat yang private gini juga jadi banyak peminatnya. Keren sih konsepnya.

    Aku gak tau ini termasuk unik apa gak menurut mbak fany, kalau di Malang ada tempat makan menunya tradisional non hewani yang berlokasi di Pertirtaan, namanya Tomboan Ngawonggo. Dilarang bawa makanan kemasan n produk hewani, terus dilarang tanya harga menu. Jadi kalau bayar ya masukkin aja ke kotak menurut kita berapa, mereka juga gak mau disebut bayar seihklasnya 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Eh uniiik sih ituuuu :D. Aku penasaran Ama makanan non hewani nya mba. Tapi dilarang tanya harga menu yaaa? Itu yg sbnrnya beda hahahah. Jd orang2 masukin menurut perkiraan mereka aja, berapa hrg dr makanannya yaaa. Cm kalo aku pikir, takutnya ada yg ga jujur dan seenaknya ksh hrg kecil gimana yaaa.

      Tp bisanya resto yg berani nerapin bayar sesukanya, malah ttp berkembang, mungkin Krn cara begitu lebih ke arah membantu orang2 sih, bukan mencari keuntungan 🙂

  14. Ulfah Aulia berkata:

    Mba fan, ini cafenya benaran unik loh. Ternyata mulai dari konsep sampai syarat2 masuknya juga beda gituuu, hehe. Keren nih mba, pemilik bisnisnya bisa2nya mikirin konsep seunik itu ya, terus pengunjungny juga dibatasi kurasa kita berasa ekslusif jadinya… Andaikan ad disini😅

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naah iyaaa. Aku ngerasa ini ekslusif, makanya jd penasaran bangetttt. Kan pasti pengen tahu apa keistimewaannya sampe berani membatasi tamu :D. Terbukti memang baguuus

  15. Furisukabo berkata:

    Subi berani juga ya ngusung konsep kaya gini. Biasanya resto ato cafe gitu kan pgn banget orang2 tau jadi pengunjung banyak dateng. Lah dia malah rahasiain alamatnya hahaha Btw kak itu kalo nyebar2 alamatnya emg kena denda apa kak?
    Tempatnya cozy dan banyak spot foto bagus ya. Menu makannya berarti bener2 random banget ya. Biasa satu hari menunya ada berapa tuh kak yang ditawarin?
    Eh terus ada segala vermakman segala lucu ugaaa ni cafe haha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naah makanyaaa aku mau bangetttt DTG lagi kesana, cobain menu makanan yg lain :D. Kayaknya enak2 gitu… Kemarin pas aku DTG, ada 4 menu makanan mba. Intinya suka2 si chef laah :p

  16. Furisukabo berkata:

    Subo berani juga ya ngusung konsep kaya gini. Biasanya resto ato cafe gitu kan pgn banget orang2 tau jadi pengunjung banyak dateng. Lah dia malah rahasiain alamatnya hahaha Btw kak itu kalo nyebar2 alamatnya emg kena denda apa kak? Tempatnya cozy dan banyak spot foto bagus ya. Menu makannya berarti bener2 random banget ya. Biasa satu hari menunya ada berapa tuh kak yang ditawarin? Eh terus ada segala vermakman segala lucu ugaaa ni cafe haha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Dia ga sebutin apa bakal ada pinalti ato gimana. Tp pas di google form itu ada semacam agreement memang mba. Yg pasti kalo sampe nyebarin di medsos misalnya, di blacklist pastinyaa hahahha. Tp dendanya apa aku ga tahu :D.

  17. Hastira berkata:

    suasananya enak , makanannya juga tampak enak dan penyajian kopinya keren. tapi karena aku memang gak suka kopi, pasti mencari pilihan lain untuk minumnya

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Ada kok mba pilihan non coffee. Tp aku ga nyobain Krn buatku terlalu biasa. Lebih menarik kopinya 😀

  18. Nasirullah Sitam berkata:

    Bagi sebagian orang, ini memang menyenangkan. Hanya saja bagi sebagian lagi ribet dan jelimet. Memang sih, dengan seperti ini, malah tidak banyak orang yang datang jika memang mereka tidak berkepentingan hahahahha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Betuuuuul, tamu2nya beneran disaring Ama mereka mas hahahahah. Jd dipastikan yg DTG itu memang suka segala yg unik 😀

  19. Bang Day berkata:

    yang Subo hebat ya, bisa eksklusif gitu gak buka tiap hari.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Marketingnya sukses bikin penasaran, dan malah banyak menarik perhatian orang utk datang dan booking :p

  20. ariefpokto berkata:

    Saya suka deh baca review resto unik-unik gini, berasa ikut pengalaman dining di restoran yang tidak biasa. Yang seru banyak vinyl (bukan buku seperti yang saya sangka di feed IG, wakwak) , asik sekali bagi pecinta musik. Terus bayarnya via transfer, OK banget di jaman pandemi seperti sekarang

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Aku memang dr dulu slalu suka Ama konsep yg ga biasa. Buat ditulispun jd seru, Krn beda dr kafe2 lain, yg bikin traffic pembaca jd rame 😀 makanya begitu tahu ada konsep kafe unik, pasti aku dtgin mas 😀

  21. Gita Sarrah berkata:

    Wahh seru banget ini konsep kafenya mba Fanny. Saya baru tau ada kafe yg ‘maen rahasia2an’ gini hehe. Tapi jadi seru2 gimana gitu yaa😍. Jadi pengen kencan disana deh bareng paksu. Makasi sharingnya mba Fanny

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Iyaa, utk kencan Ama suami seruuu ini mba. Apalagi kalo kalian penyuka musik dan kopi 😀

  22. Reyne Raea berkata:

    Bukan Ratu Meong dah kalau nggak unik😅

    Masih kebayang gimana gemetarannya saya, padahal cuman baca aja, waktu makan di atas langit itu😅

    Btw, yang ini benar-benar menjual konsep ya, kayaknya nih, cuman passion aja deh bikin usaha gini, orang semuanya bertolak belakang dari yang namanya marketing biasanya😅

    Cuman kalau dipikir, memang paling asyik bikin usaha gini, yang penting konsep nya matang aja dulu, pakai medsos buat marketingnya, jadi orang bakal datang karena kepo dan unik tadi itu.

    Kereenn, Mba Fanny mah, semua yang unik-unik didatangi 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Setujuuuu, ini ownernya cendrung Krn passion sih. Bukan cari keuntungan gede. Kalo dibaca dr Ig storynya. Mereka itu punya rumah tinggal, yg kebetulan rooftop dan basementnya bisa dimanfaatin. Makanya jadilah subo. Tp Krn ini pada dasarnya tempat tinggal , jd tamu2nya mereka saring 😀

      Tapi malah cara ga bisa gini, justru menarik banyak org penasaran :p

  23. Tanza Erlambang berkata:

    kelihatan asik suasananya…. dan menupun menggoda.

    thank you for sharing ….

  24. Farah Salsabila berkata:

    woow baru kali ini tau ada resto yang cara reservasinya harus ‘lapor’ dulu, jadi kayak bukan mau ke resto tapi mau ke tempat persembunyian rahasia yang kudu kode kodean dulu baru diizinin masuk 😀 nice nice nice 😀

    btw tempatnya cantik nih, memang sangat bloger-able, cucok buat di post di blog, soalnya uniiik 😀

    tapi lucu juga yah, jadi sesuai mood chef mau masak apa, jadi kayak di rumah, tergantung emak mood nya mau masak apa hehehe 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Eh, ini chef nya memang cewe mba hahahahh.

      Itulah keunikannya ini yg bikin aku tertarik DTG. Mana ada coba resto yg ga pgn alamatnya diketahui, selain subo :D. Yg ada malah makin banyak org yg pgn DTG saking penasaran 😀

  25. ainun berkata:

    ini beneran unik dan baru tau kalau ada cafe yang minta alamatnya jangan dipublish
    suasananya beneran homey ya mbak fan, tenang banget keliatannya
    mau lah kalau kesini apalagi konsepnya juga ga biasa dari cafe kebanyakan
    Saikoro beefnya bikin penasaran,bumbu lada hitam, omaigodddddd

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Pokoknya kalo kesini itu, jgn terlalu laper, dan niatin utk ngopi2 mbaa hahahah. Krn memang yg paling juara itu kopinyaaa :D. Sukaaa banget akuuu. Kangen Ama kopinya beneraaan.

      Marketing mereka sukses sih, malah bikin banyak org jd penasaran 🙂

  26. Astriatrianjani berkata:

    Wah… Unik banget sih mbak, alamatnya pakai dirahasiakan😁 tapi justru bikin penasaran ya. Apalagi tempatnya ternyata juga bagus beneran. Kalau saya kesana kayaknya selain kenyang makan bakal mengenyangkan diri buat foto-foto juga. Buat stok foto yang banyak😁

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naah iyaaa, ini utk penyuka selfie dan foto2, bakal betaaaaah mba :D. Bagi yg ga suka, pasti terhibur Ama lagu2 dari vinyl nya dan kopi plus makanan yg dijual. Seriuuus enaaak sih itu

  27. renov berkata:

    Prinsip cashless ini bagus juga ya, selain juga efisiensi pekerjaan juga meminimalisasi terjadi error saat transaksi. Bagus nih buat dicontoh.

    Kalau tema cafe yang homey gini, aku suka banget. Jadi membuat pengunjung betah berlama lama dan yang pasti bakal nambah lagi orderan makan atau minum.. hihi.

    Pokoknya masuk wishlist nih

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Haruuuus sih mba. Kereeeen tempatnya. Daaan kalo cek IG nya, bagian rooftop udh mulai dibuka tp hanya utk private grup booking. Jd ga bisa personal. Enak utk bbq an

      Coba reservasi aja kalo sdg di JKT mba.. yg pasti kopinyaaaa yahuuuud aku Sukaaaaaa 😀

  28. Dedew berkata:

    Asli unik banget ini yaa, jam buka saja ada shift terus sistem bayarnya juga berbeda, semua keribetan itu terbayar karena hidangan makanan dan minuman yang memuaskan dan unik..

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Beneer mba. Ga rugi DTG kesini, seriuusss. Minumannya enaaaak, makanan lumayan walo ga banyak porsinya. Tp suasananya bener2 bikin betaaah banget 😉

  29. Nurul Sufitri berkata:

    Buat penggila baneda antik dan serba unik n jadoel, wajib dateng ke Subo Jkt nih. Iya sih memang kesannya eksklusif ya mbak, serba dibatasi pengunjungnya. Mungkin maksudnya supaya makanan dan suasana bisa dinikmati optimal. Kesempurnaan makan tercipta di tempat ini hehehe. Mahal murah itu bener banget relatif. Kelihatan sedikit sih emang makanannya di foto, hihihi buat yang ga niat makan besar kayaknya ya mb Fanny. Nyalurin hobi, asyik nih santai2 di sini 2 jam 🙂

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Sbnrnya di Ig story’ mereka udh ditulis mba, tempat ini cocok utk yg suka musik, kopi, dan tidak sedang laper berat pas DTG hahahahahha

      Jd memang hanya utk ngemil2 cantik, bukan muasin laper :p

      Tp kopi dan suasana tempatnya memang yahuuud sih . Betah bangettt

  30. Sandra Hamidah berkata:

    Unik ya mba rahasiaaa banget hihi

  31. lendyagasshi berkata:

    Tapi kalau uda pernah sekali ke sini, masih kudu reservasi juga…?
    Aiih…seru pissan sih yaa…nongki di cafe yang vintage gini.. Menunya yummyy…

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Tetep wajib. Siapapun yg mau DTG, hrs reservasi mba :). Krn memang tempatnya kecil. Jd ga bisa lgs kesana.

  32. Desi berkata:

    Menarik banget konsepnya ya, mbak. Tapi jauh ya aku di Lampung. Di sini jarang ada kafe yang punya konsep unik gitu. Semoga bisa ke jeketi kapan-kapan buat cobain kafe ini

  33. Rivai Hidayat berkata:

    Baru tahu ada cafe dengan konsep seperti ini. Alamatnya tidak diketahui. Berasa seperti janjian para agen rahasia di film-film..wkwkwkkwk
    Kalau sistem booking, dan minimal order mungkin udah biasa dengar, tapi kalau alamat tidak diketahui secara umum baru unik dan ga biasa. Strategi pemasaran dan pelayanan yang menarik..hahhaa

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Setujuuuu, marketingnya keren :D. Dan dengan rahasia gini, kesannya jd ekslusif, dan malah bikin org lain penasaran. Ditambah minumannya enaaaaak, aku aja pgn bgt DTG lagi kesana mas 😀

  34. Justin Larissa berkata:

    Wah, menarik tapi takut juga kalau pas hari itu masakannya gak ada yang bisa tak makan wakakakak. Eh tapi bisa makan yang on the spot kayak roti pastry itu sih ya, mayan buat back up. Btw Mba aku penasaran, sepatu roda di sana bisa dipinjem pakai gitu gak? Iseng aja buat pake-pake wkwk.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Iya mba, pastrynya selalu ada. Cuma yg makanan berat yg tergantung si chef hahahaha . Dan kopinya unik plus enaaak. Itu sih yg bikin kangen sbnrnyaaa mau DTG lagi :p

      Semua benda2 pandangannya, hrs tanya ke staff kalo memang mau dipinjam :D. Khusus vinyl , kalo ada yg pgn diputer, malah wajib ksh tau, ga boleh pasang sendiri.

  35. Ursula Meta Rosarini berkata:

    Mbak Fanny, kayaknya belum lama aku baca komen mbak di postingannya kak Ria, eh mbak Fanny udah langsung kesini aja, gercep ya hihihi.

    Aku masih bingung sama konsef kafe kaya gini, buka ga tiap hari, reservasi ribet (butuh effort), ada minimal pembelian, pengunjung dan jam buka dibatasi, udah gitu ga boleh share alamat hihihi, maksudnya apa ya mba? mereka bener2 pengen bikin orang penasaran gitu apa gimana.

    Bukanya kafe yg buka tiap hari dan banyak pengunjung itu malah lebih menguntungkan buat mereka? wkwkkwk

    Karena menunya ga ketebak alias untung2an, kayaknya wajib kesini berkali2 biar bisa cobain semua menunya deh ya mbak hihihi

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Kalo baca dr Ig nya, ini tuh sbnrnya rumah tinggal mba. Cm mereka ada basement dan rooftop yg nganggur. Jd mereka pikir mending dikelola, bikin tempat ngumpul kecil.

      Dan Krn ini sbnrnya rumah tinggal, mereka ga mau kenyamanan orang di rumah terganggu. Makany dibuat sistem reservasi dan rahasia. Itu juga taktik marketing sih, toh dgn begitu, jelas2 yg DTG malah makin banyak :p. Krn orang2 sini masih suka Ama sistem yg terkesan ekslusif :).

      Makanya aku rela datangin temapt dgn konsep begini.

  36. Akbar S. Yoga berkata:

    Yang misterius-misterius dan unik begini memang mengundang orang untuk mencoba. Haha. Ketika mayoritas restoran atau kafe berusaha buka setiap hari demi memenuhi target penjualan atau apalah itu, ini mereka justru mengambil libur hari Selasa-Rabu dan pengunjung pun dibatasi, yang mana memang punya prinsip sendiri.

    Dari foto-fotonya memang terlihat asyik dan nyaman. Khususnya ada vinyl, yang terasa otentik banget. Tapi yang disayangkan itu sewaktu lihat porsi beef, ya ampun mana kenyang saya. Wahaha. Jika pengin seru-seruan aja kali ya ke tempat ini. Kalau betulan pengin makan mah kurang cocok.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naaah iyaaa Yog :D. Aku tuh tipe yg bakaaal makin penasaran Ama segala sesuatu yg misterius dan ga biasa :D. Makin aneh suatu tempat, makin tertarik aku cobain :p. Kalo ke tempat wisata aja aku males yg udh terlalu banyak didatangin orang .

      Ntahlaaah, dr dulu aku memang suka yg antimainstream gitu 😀

      Makanan di sana memang ga besar porsinya. Dr awal udh disebut di IG nya, kalo mereka nyediain makanan hanya utk ganjel perut, buat orang2 yg ga terlalu laper :p. Jd bagi yg laper berat, ya ga cocok ke sini :D.

      Buatku pribadi, kopi2 mereka yg susah banget dilupain.

  37. Roosvansia berkata:

    Aku kok jd pengen rasain makan pensilnya ya. Kok gemesss gitu rasanya. Gimana cara bkn bentukan pensil jd seperti krupuk hihi.

    Btw makin banyak yg unik n seru ya. Cuma di Subo kenapa harus order minimal 150k ya. Berarti hrs prepare banget kalau kesana. Klo b3 udh hampir 1/5 juta hihihihi.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Aku ajaaa penasaran Ama namaaz ini, gimana caranya coba bikin pensil, bisa rasa opor wkwkwkwkwk. Gila sih skill chef nya :). Ga sia2 bayar mahal hahahah .

      Itulah uniknya subo mba :D. Jd kalo makan di sini memang hrs niat. Niat reservasi, niat bayar DP dulu, niat mau duduk2 sambil ngopi2 enak :D.

  38. Matius Teguh Nugroho berkata:

    Cafe yang penuh kejutan! Menarik, mbak. Menunya bisa beda-beda tiap hari. Unik banget ya cara datengnya. Udah harus reservasi dulu, harus DP dulu, alamatnya nggak boleh dibocorin, dan ada slot kunjungan. Mungkin untuk menjaga privasi, sang pemilik merahasiakan alamatnya. Kalo aku di Jakarta, akan aku cobain juga cafe ini.

    Interiornya memang homy dan comfy banget! Rasanya 2 jam bakal kurang deh. Paling suka sama koleksi vinyl dan gramofonnya. Sang owner kayaknya orang yang penuh dedikasi dan enak diajak ngobrol 🙂
    Buatku, waktu pagi atau sore malah paling enak kayaknya.

    Aku lebih suka cafe daripada restoran mbak, karena memang aku lebih mencari suasana. Standar rasaku memang nggak tinggi sih hehe. Porsi makanku juga nggak banyak, porsi cafe gitu paslah buatku.

    Sky Dining di KL itu, aduh, aku nggak akan kelu makan kayaknya hahahaha.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Naaah ini coooooocok banget berarti buatmu mas. Krn memang porsinya ga banyak. Dr awalpun, aku sempet baca di IG story’ nya, kalo mau makan di sini, jgn saat perut laper. Krn memang mereka LBH ke makanan ringan yg hanya utk ganjel perut :D. Jd porsi ga banyak.

      Dan lebih ke kopi sih juara2 nya, kalo aku yaaa. Krn kopinya yg aku susah lupakan hhahaha

      Sbnrnya aku jg LBH ke cafe drpd restoran. Apalagi yg unik begini. LBH nyaman Ama suasana yg ga begitu rame :D.

      Ajakin Ara kalo ntr ke JKT. Kalian pasti betaaah 😉

  39. Dinilint berkata:

    Yeay,, makasih mbak Fanny udah review lengkap di blog.
    Aku beberapa kali lihat gambarnya Subo sliweran di ig. Tapi kalo baca review di Ig kan terbatas yak. Ternyata emang asik banget ya tempatnya. Suasananya beda, dan datangnya mesti niat. Niat dong, kan udah reservasi dari jauh-jauh hari dan bayar DP.
    Subo masuk ke wishlist kalo ke Jakarta ah. Ke Jakartanya entah kapan tapi. Wkwkwkwk.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Haruuuuuus cobain kalo ke JKT mba :D. Aku aja pgn DTG lagi. Itu kopinya beneraaan uenaaaak hahahaha. Jarang2 aku nemuin kopi yg bisa bikin keinget Mulu ;D.

  40. Ria Kurniasih berkata:

    Mbaak, aku selalu suka tulisannya. Selain reviewnya enak dibaca dilengkapi dengan foto-foto ciamik dan bagus. Jadi manjain mata bangett. Baca reviewnya seolah-olah aku ada disana

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Syukurlaaah, kalo pembaca bisa imaginasiin apa yg aku tulis mba :D. Krn memang tujuannya itu. Supaya temen2 bisa bayangin tempatnya, dan syukur2 tertarik juga utk nyobain 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.