D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Jun 2020

28

REVIEW HOTEL DES INDES: MERASAKAN STAYCATION DI SAAT PANDEMI

hotel des indes

Berawal dari percakapan krucils dengan temen mereka yang kebetulan juga anak dari asisten baruku,

 

“Dek Vrstan udah sering nginep di hotel ya? Bagus ga dalamnya hotel? Haikal belum pernah bobok di hotel. Kata ibu mahal. Dalam mimpi aja Haikal pernah ke sana”

 

Dan kedua krucils, Fylly & Vrstan langsung semangat cerita seperti apa dalamnya hotel yang pernah mereka inapin.

 

Aku sendiri, langsung ngenes dan ga tega pas denger percakapan ala anak-anak kecil begini. Jadi inget Ama almarhum babysitter yang dulu sering kami ajakin ikut tiap jalan-jalan.

 

Selama masa pandemi, jujur aku ga terlalu pengen ngetrip ato traveling kemanapun dulu. Apalagi yang harus menggunakan transportasi umum. Mungin sampe level wabah ini menurun di seluruh dunia, ato vaksin dan obatnya udah ketemu, barulah jalan-jalan dilakuin lagi.

 

Apa ga stress?? Ya bangett lah. Ngebayangin banyak trip yang harus aku cancel, dan ntah kapan bisa nambahin chop negara baru di pasport, bener-bener bikin makin sakaw sebenernya.

 

Tapi kebawa dari percakapan anak-anak dengan temennya, supaya ga terlalu makin gila, diputuskan untuk staycation 1 malam aja di salah satu hotel Jakarta yang lokasinya ga jauh-jauh amat dari rumah.

 

Karena ini bukan situasi biasa, jelas aku membuat kriteria lebih spesifik hotel apa yang bakal diinapi. Pertama, hotelnya harus yang mempunyai protocol jelas dan tegas selama masa covid masih berlangsung.

 

Kedua, anak-anaka ga kuizinkan untuk main dan lari-lari di luar kamar. Jadi mereka hanya bisa main-main di kamar thok dan ga kemana-mana.

 

Ketiga, prosedur sarapan juga harus jelas dan terarah. Malah kalo bisa sarapan di kamar, supaya ga usah ketemu dengan tamu-tamu yang lain, dan jujurnya aku prefer begitu dari awal.

 

Keempat, secara aku memang ga niat untuk kluar kamar, jadi aku pastiin kamar dan semua fasilitasnya harus lengkap biar ga bosen selama staycation 😀

 

Daaaaan, setelah membuat serta menyaring semua point-point di atas, terpilihlah Hotel Des Indes yang terletak di jl HOS Cokroaminoto, Menteng, untuk tempat stay semalam bareng keluarga dan para asisten 🙂

 

Tertarik dengan hotel ini, jujurnya karena membaca tulisan mas Nugie dari The Travelearn, yang waktu itu pernah diundang pas acara soft opening Des Indes November tahun lalu. Dari yang aku baca, hotel ini ingin menghidupkan kembali kejayaan Hotel Des Indes yang pernah berdiri di tahun 1829 di Harmoni.

 

Dari bentuk bangunan yang megah tapi vintage , aku rasa usaha awal mereka cukup berhasil jika ingin mengembalikan masa-masa jaya Hotel Des Indes zaman dahulu.

 

 

Bagian Depan Hotel

Ga susah menemukan hotel ini, yang terletak persiiis di pinggir jalan raya Menteng, sederetan dengan Quiznos dan Dunkin’ Donuts. Bangunannya yang putih dan besar sendiri langsung terlihat dan mendominasi .

 

review hotel des indes menteng

 

Turun dari mobil, petugas security langsung mencek suhu tubuh kami semua, dan diminta untuk memakai hand sanitizer yang mereka sediakan. Baru setelah itu semua tamu boleh masuk ke lobby.

 

Piano vintage di area lobby

des indes

 

 

Saat Check In

Area lobbinya tidak terlalu besar, tapi didesign dengan suasana tradisional yang berasa homey. Hanya ada 2 meja resepsionis dan saat kami datang, staff nya langsung sigap mencari kamar yg sudah aku booking di sistem mereka, memfotocopy ktp ku, dan menyerahkan 2 access card untuk 2 kamar yang sudah dipesan.

 

hotel des indes

 

Oh ya, sukaaaa Ama staff yang menserved saat itu, karena bener-bener ramah dan mau menjawab pertanyaan para krucils yang sedang hiperaktif karena bisa ngerasain stay di hotel lagi.

 

Kamar Tidur

Kami ditempatin di lantai 2, yang mana kamarnya dekeeet banget Ama lift :p. Aku curiga ini kamar yang sama dengan yang mas Nugie pernah tempatin , karena mirip dari fotonya :D.

 

hotel des indes

 

Begitu pintu dibuka, yang pertama terlihat, luas kamar yang cukup spacious dengan karpet tebal berwarna cerah menutupi lantai. Kamar asisten sengaja aku minta ditambah extra bed , secara anak si asisten ada 2, dan yang gede badannya rada bongsor. Jadi supaya bisa mengakomodir 2 dewasa dan 2 anak-anak di dalam, aku tambahin extra bed seharga Rp 200,000 supaya tidurnya ga sempit. Even dengan tambahan bed begini, tetep aja kamarnya masih berasa luas untuk anak-anak bermain.

 

hotel des indes

 

View kamarku menghadap ke jalanan depan. Salah satu kantor cabang pak suami terlihat jelas, sampe aku becandain kalo dia sedang ngaudit di cabang itu sampe malam, bisa nih staynya di Des Indes aja. Tinggal nyebrang :p.

 

hotel des indes

 

Kelebihan kamar ini selain luas, jendelanya hampir sepanjang dinding yang membuat kamar berlimpah cahaya dan ga suram.

 

 

Kamar Mandi

Tadinya kepikiran pengen cari hotel yang kamarnya ada bath tub, supaya anak-anak bisa berendam sebagai ganti berenang yang aku larang selama covid. Tapi dipikir-pikir daripada mereka masuk angin, mending ga usah sekalian. Bagusan main yang lain deh , karena dipastikan kalo udah berendam, bakal susah ngeluarin dari air :p.

 

des indes hotel

 

 

Toiletries dan handuk semuanya ga bercela. Handuk tebal, bersih dan wangi. Sabun yang mereka sediakan untuk tamu dari sensatia Botanica. Dengan wangi aneka essential oil seperti cedarwood, ylang ylang, citrus, bergamot dan patchouli. Enaaaak bangettttt. Bikin mandi jadi berasa segar dan rileks.

 

des indes hotel

 

Masalahnya palingan shower room yang tidak dipasangi pintu, sehingga pas mandiin anak-anak, airnya jadi membasahi area kering WC dan wastafel. Percayalah mandiin 2 bocah lincah yang ga bisa diem, bakal susah di shower room seperti itu. Jangan harap kamar mandi bisa kering.

 

kamar mandi des indes

 

 

Fasilitas Lain Dalam Kamar

Bagiku yang ga bisa kepanasan, AC di hotel ini bekerja sempurna. Dingiiin , lalu ada juga tv dengan puluhan channel dalam dan luar negri komplit. So, ga bakal bosen nontonin film sebanyak mungkin slama di sana :D.

 

Juga disediakan:

 

• Lemari dengan gantungan,

• Safe deposit box

• Mini fridge

• Hair dryer

• Sendal Kamar

• Room Service

• Mineral Water

• Pemanas air dan aneka kopi (Nescafe), teh (tong tji) dan gula. Lumayan untuk nemenin malam-malam sambil bikin draft tulisan 😀

 

des indes

 

 

Menu Sarapan

Seperti yang aku tulis di atas, staycation kali ini memang ga kepengin mengajak anak-anak dan para asisten untuk sarapan di restorannya. Karena itu dari awal aku meminta sarapan 2 asisten dan anak-anaknya diantarkan ke kamar.

 

Menu sarapan terdiri dari western style, Asian style, atau Indonesian breakfast, yang bisa dipilih antara nasi goreng, bihun goreng, mie godog atau mie goreng. Semuanya sepakat pada mau nasi goreng aja.

 

Cuma pak suami yang pengen ngerasain makan di restoran karena penasaran menu yang disediakan terdiri dari apa. Sengaja datang jam 7 pagi, sebelum restoran ramai, dan ternyata menu untuk makan di restoran juga dibatasi 3 menu yang tadi. Western, Asian dan Indonesia breakfast.

 

menu sarapan des indes

 

Raka memilih western yang terdiri dari telur, sosis dan roti panggang. Plus teh manis untuk pelengkap. Aku memilih Asian style yang ternyata pancake, omellete dan jus. Jujur untuk menu sarapan, ntah karena cut cost disebabkan covid, ini terlalu amat sangat ga variatif untuk hotel berbintang 4.

 

western style

sarapan des indes

 

menu sarapanku

sarapan des indes

sarapan des indes

 

 

Tapi untungnya aturan makan di restoran sangat mengikuti prosedur yang mana meja-meja di atur jaraknya lumayan jauh. Hanya saja ruangan makan ternyata ga bebas asap rokok. Karena 1 tamu yang udah duluan di sana, bisa seenaknya merokok. Agak disayangkan mereka belum menerapkan larangan merokok sampai ke semua ruangan.

 

restoran di des indes

des indes hotel

 

 

Lokasi Des Indes

Ga usah diragukan kalo bicara soal lokasi. Ada banyak transportasi umum seperti busway yang melewati tempat ini, juga gampang dicari karena persis di pinggir jalan besar.

 

Sekitarnya juga ada banyak tempat makan seperti bebek Kaleyo, quiznos, Dunkin’ donuts, Wendy’s, Brown Bag yang menjual aneka sandwich dan Ya Kun kaya toast. Untuk makan malam, aku cukup memesan online supaya ga perlu kluar dari hotel.

 

Menurut info, tempat makan di sekitar hotel juga tutup lebih cepat sejak pandemi ini.

 

salah satu spot foto di area lobby

des indes

des indes

 

 

Summary

Terlepas dari menu sarapan yang tidak variatif, aku lumayan suka dengan hotel Des Indes. Protocol mereka selama pandemi rapi, staffnya ramah-ramah, kebersihan kamar patut diacungi jempol, king bed nya sendiri sangat nyaman dengan 4 bantal besar yang bikin tidur pasti lelap.

 

2 tangan kananku, tanpa mereka kacaaau hidup mamak di rumah ;p

des indes review

des indes

 

Sayang aku ga nyobain kecepatan WiFi, karena memang kamar yang dipesan saat itu belum include biaya WiFi. Tapi ga terlalu masalah, toh kalo sedang staycation gini, jujurnya ga terlalu peduli ama jaringan sih. Selama provider yang dipakai lancar jaya, tetep lebih ngandelin itu :D.

 

Pas pulang, Haikal dan Ilham, anak dari asisten baruku, sempet ngomong, “makasih banyak mami Vrstan. Seneng banget bisa nginep di hotel. Udah ga kebawa mimpi “. Hanya 3 kalimat, tapi cukup bikin aku bertekad untuk mengajak mereka staycation lagi next time .. 🙂

 

ki-ka: ilham, vrstan, haikal & fylly

des indes

 

my babies 😀

des indes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.