D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Nov 2014

01

WISATA YOGYAKARTA: GA PERNAH ADA KATA BOSAN UNTUK YOGYAKARTA

WISATA YOGYAKARTA: GA PERNAH ADA KATA BOSAN UNTUK YOGYAKARTA ~ Sempat  awalnya aku  misuh-misuh pas tahu outing tahun ini batal ke Belitung, dan malah diganti destinasi Jogya, tapi sesampai di sana, justru kami semua malah merasa puas dan ga nyesel ikutan ke sini.

 

Bukan pertamakalinya kota ini aku datangi. Secara yaaa, letaknya yang cuma 2 jam-an dari Solo, membuat aku dan suami selalu nyempetin diri singgah Yogya tiap kali mudik. Biasanya sih cuma untuk kulineran. Tapi perjalanan outing kantor tahun ini, masih dengan tur & travel OBAJA sebagai travel resmi yang menyusun acara kami, dibuat semeriah dan seseru mungkin.

 

Sesuai permintaan mayoritas dari staff yang GA PENGEN SAMASEKALI melihat candi dan keraton, acara kami lebih terfokus dengan mengunjungi  pantai dan cave tubing di Goa Pindul. Ditambah acara makan di tempat-tempat unik dan yang pasti enak, hotel bintang 4 Santika Premiere yang super nyaman, transportasi bus luxury, dan tambahan vocer belanja serta goodie bag dari budget  kantor untuk semua peserta, membuat perjalanan  jauh lebih seru daripada outing previous year which were going to Padang dan Bukittinggi. (Link: Ga cukup semalam di Bukittinggi-Padang Lobang Jepang & Ngarai Sianok, Cantiknya Lembah Anai,  Pesona rumah gadang )

 

Menginjakkan kaki pertamakali di bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, aku lumayan takjub dan miris melihat kondisi airportnya. Yogya yang juga merupakan kota wisata, seharusnya memiliki bandara yang jauh lebih bagus dan teratur, untuk bisa menampung kedatangan ribuan wisman dan wisnu setiap tahun.

 

Sayangnya,  bandara yang terlihat saat ini, terkesan sangat kecil, oldies dan messy sana sini. Pengunjung yang tumpah ruah datang, jumlahnya ga sebanding ama kondisi bandara yang sempit, membuatku merasa sumpek di dalam. Sayang banget 🙁

 

 

Bandaranya ngingetin ama Polonia jaman dulu 😀

DSC06007 bandara adi sutjipto

 

Padahal ada banyak wisatawan bule yang berkunjung ke Yogyakarta. Ntah apa tanggapan mereka kalau melihat bandara sesemrawut ini. Semoga  ga bikin penilaian mereka terhadap kota Yogya yang berbudaya, ramah, murah dan indah jadi berubah 🙁

 

Yogya kota wisata yang sangat murah, ini bener adanya. Walau pun sedikit kalah murah dengan  tetangganya, Solo :D. Tapi tetep kok, kota ini samasekali ga menguras isi kantong terlalu banyak. Pinter-pinternya  menawarlah ;). Hanya  saja ga bisa dipungkiri ada beberapa scam yang dilakukan beberapa oknum tukang becak di sana. Pura-pura deal dengan harga sekian, tapi kemudian memaksa  bayar lebih mahal ketika sampai di tujuan. Jadi yang terpenting, pastikan dengan sejelas-jelasnya, tarif yang harus dibayar sebelum deal ama mereka.

 

 

DSC05974 DSC05977

 

Jalan-jalan di seputaran Malioboro saja pun, udah banyak banget yang bisa dilihat. Melewati berbagai macam hotel dari yang mahal sampe yang biasa, jajaran toko-toko penjual  makanan, dan  juga angkringan murah meriah, toko-toko aksesoris dan souvenirs, ratusan orang berlalulalang, dan bahkan malam minggu kemarin, ada pagelaran wayang yang membuat jalanan ramai luar biasa.

 

Menikmati keramaian dalam dinginnya udara malam Yogya, selalu mengundang  untuk membeli segelas wedang ronde hangat yang banyak dijual di pinggiran jalan. Hanya duduk sambil memandangi sekumpulan orang banyak, turis maupun lokal, samasekali ga membosankan. Selalu ada  hal-hal menarik yang bisa dilihat dari Yogya di waktu malam.

 

Berjalan ke arah alun-alun selatan, sambil mencoba mobil/sepeda neon hias yang bisa disewa dengan hanya Rp 30,000 per putaran, juga lumayan mengasyikkan.  Ramai  penjual angkringan dengan harga yang amat sangat bersahabat. Ga heran tempat ini selalu penuh trutama malam Minggu dengan pasangan muda mudi yang sedang pacaran. Atau kalo mau sesuatu yang mistik, cobalah berjalan melewati sepasang pohon  Beringin besar sambil menutup mata. Bagi yang bisa melewatinya tanpa menyimpang, katanya sih  keinginan bakal terwujud. Tapi sekali lagi, itu hanya mitos. Silahkan bagi yang mau percaya hal-hal klenik begitu 🙂

 

 

Sepeda Neon(pic taken from www.djogjahotel.com)

djogjahotel

 

1 hal yang selalu bikin betah untuk kembali ke Yogya, keramahtamahan orang-orangnya yang selalu menjawab sapaan turis, walau pun hanya sekedar kata “Permisi”. Mereka pasti langsung menepi sambil tersenyum dan mengucapkan , “Monggo mba, lewat sini” . Di Jakarta masih ada yang begitu? Ga pernah nemuin kalo aku ;p

 

Bicara tentang kuliner, Yogya bukan hanya terkenal dengan Gudegnya. Beberapa orang aku yakin kurang menyukai Gudeg yang cendrung manis. Especially for SAMBAL LOVER like me ;p.

 

Tapi tiap ke Yogya, aku ga perlu kuatir harus makan Gudeg setiap saat. Karena kota ini, bisa dibilang sarangnya kuliner murah dan enak. Ga selalu manis,  juga ada yang pedes bahkan super pedes, yang nantinya bakal aku ceritain detil di postingan terpisah. Harga murah yang bahkan masih bisa Rp 1,000 bikin aku sering takjub saat membayar makanan.

 

Bosku sendiri pernah cerita, kalo suaminya sampe melongo saat harus membayar makanan di Yogya yang mungkin hanya sepertiganya harga makanan di Jakarta. Dia sampe berkali-kali nanya, “Itu harga udah semua? Saya mesen Es Jeruk loh tadi itu. Yakin udah semua?” Hahahahaha, sampe kelepasan kata-kata, “Murah banget sih.”

 

Berkunjung ke Yogya, ga lengkap kalo sampe skip belanja oleh-oleh untuk orang rumah atau sahabat, temen kantor, dan sodara. Ada banyak toko oleh-oleh tersebar di seluruh kota Yogya. Mulai dari yang menjual batik Yogya, makanan serta cemilan-cemilan enak dan unik, sampai aksesoris lucu-lucu yang murah meriah. Favoritku selama ini selalu membeli bakpia, kue mirip pie yang sepertinya udah jadi  cirikhas Yogyakarta.

 

Ada banyak penjual/toko yang menjual bakpia. Pusatnya sih ada di daerah Pathok. Makanya toko-toko bakpia di sana selalu dibikin berdasarkan nomor rumah. Bakpia Pathok 25, bakpia Pathok 75, bakpia Pathok 999 dan masih banyak banget. Cuma setelah nyobain beberapa merk, tetep yang paling enak itu BAKPIA KURNIA SARI, terletak di jalan Glagahsari 91C dan 112. Ada juga yang di Ruko permai, Pogung Lor no 6 Jalan ringroad Utara Yogya. Beda rasanya ;). Kulit bakpianya ga mudah pecah, lembut banget dan yang rasa keju beneran berasa keju! Bukan cuma keju manis seperti bakpia lain.

 

Tapi again, itu selera loh yaaaa. 1 lagi , di Kurnia Sari harga snack lainnya jauh lebih murah. Mungkin karena lokasinya bukan di pusat oleh-oleh seperti bakpia Pathok tadi. Bayangin, harganya bisa beda Rp 5,000 – Rp 10,000!! Ya mendingan aku beli di Kurnia Sari kaaan 😉

 

 

Bakpia-Kurniasari-Rasa-Keju-Isi-15-Biji_2 toko bakpia kurnia sari toko bakpia kurnia sari

Toko bakpia pathok 25

bakpia pathok 25

 

Toko Bakpia Pathok 75

DSC05839 DSC05840

 

 

Ah, Yogya… pesonamu seolah ga pernah ada habisnya ^o^

 

 

Pulang ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu tiap sudut menyapaku
Bersahabat penuh selaksa makna

 

Terhanyut aku akan nostalgia
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana jogja

 

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila

Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri ditelan deru kotamu

 

Walau kini kau tlah tiada, tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati

Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri ditelan deru kota

 

Walau kini kau tlah tiada, tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Izinkanlah aku untuk selalu pulang lagi (untuk selalu pulang lagi)
Bila hati mulai sepi tanpa terobati (bila hati mulai sepi tanpa terobati)

 

(Yogyakarta – Kla Project)

45 tanggapan untuk “WISATA YOGYAKARTA: GA PERNAH ADA KATA BOSAN UNTUK YOGYAKARTA”

  1. mawi wijna berkata:

    Semoga besok-besok nggak kapok ke Jogja lagi ya mbak. Mumpung deket, hehehe.

    Itu bandara kan memang mau dibangun yang lebih besar mbak di Kulon Progo. Tapi masih terkendala permasalahan tanah.

    Saya setuju Jogja itu gudangnya makanan murah… kecuali bakpia, hahaha. Kalau misalnya sekotak Bakpia dijual Rp 15.000 itu barulah saya bilang murah, hehehe.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Kalo kapok enggalah :D.. Jogja gituloh…justru dikangenin 😉

      Iya sih bakpianya rada mahal yaaa ;p.. Tapi yg ptg enak 🙂

  2. Khoirina berkata:

    Ah Jogja…
    Penduduknya itu loh ramah banget 🙂
    Aku pernah liburan ke jogja seminggu, gak pengen balik ke jakarta lagi rasanya, sukaaaaa! 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Samaaa… apa daya yaa kerjaan msh di JKT 🙁 Tapi prnh ngayal sih, kalo resign ntr pgn netap di Solo/Jogja aja ah 🙂

  3. Beby berkata:

    In Shaa Allah aku Februari 2015 ke sana, Kak Faaaan.. Pengen jugak ngerasain semuanya.. Hihihi.. 😛

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      iiihhh enaaakk bgt.. Jgn lupa kuliner2nya Beb.. naik timbangan deh pulang dr sana 😀

      • Beby berkata:

        Aku ke mana-mana banyakin jalan kaki ah, biar ngga makin gembul. Hihihi.. 😛

        • Fanny Fristhika Nila berkata:

          aku jg tiap traveling sebanyak mngkin jln kaki Beb ;p…kalo udh traveling, kuliner psti bablas deh…diselangi jalan kaki supaya lemaknya kebakar 😀

  4. alvi kamal berkata:

    Pilihan objek wisata disana banyak ya… udah 12 tahun gak kesana *_* seperti apa jogja sekarang ya… 😀 😀

  5. alfa berkata:

    Lucu ya baca cerita orang luar kota yg main ke Jogja *berhubung aku org Jogja asli*
    Ke Jogja liat candi & kraton itu udah mainstream banget emang. Haha
    Aku juga ga suka gudeg lho *meski juga bukan penggemar sambal* soalnya manisnya gudeg itu keterlaluan, ga cocok di lidahku.
    And yes! Kurnia Sari is the best…menurut kebanyakan orang.

    Makasih udah main ke Jogja! 🙂

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      sama2 ;).. Yogya emg ngangenin bgt kok 😉

      eh tp ada gudeg yg aku suka di Yogya..soalnya ga gitu manis… gudeg bu hj amad..pernah aku reviw jg di blog ini ..itu enak 😀

  6. tesyasblog berkata:

    Aaah itu Bakpia Kurnia nya bagi dooonk Kak 🙂

  7. Vari Sapilucu berkata:

    ke wisata merapi gak fan? seru loh ternyata…
    eh gw blm pernah ke gua pindul, bole jg kapan2 dah…

    bapia kurniasari itu hits bgt yak kudu pesen gitu emang…tapi gw lebih suka bapia Java loh..

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      ga var… krn arahnya beda ama pindul… ga kekejar waktunya… lagian anak2 bnyk yg ga mw k merapi… 🙁 pdhl aku pgn bgtttt…cuma dulu jug udh pernah sih 😀

      bakpia skr udh banyak macam ya…. blm cobain tuh bakpia java.. ntr deh pas balik mudik k solo, nyempetin mampir k jogja lg 😉

  8. Meidi berkata:

    bener yaahh, aku juga dulu pernah posting ttg Jogja dan yang aku highlight juga keramahan penduduknya, berasa jadi kayak di rumah sendiri yah, mereka welcome banget.

    Aku pikir mahal itu si becak warna warni, hahahah lain kali boleh deh naik itu :3
    Btw kak aku juga dikasih tau temen aku kalo mau bakpia yg rasanya unik2 kayak kopi atau tiramisu atau duren ada namanya bakpia Olino *kalo ga salah inget* hihih rasanya juga enak

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      kalo becak neon itu ga mahal2 amat lah mei… yg suka ngetok harga malah becak biasa… diliat kita turis, lgs deh, main seenaknya 🙁 untung kmrn aku dpt yg abang becaknya baik..

      aagghhhh ada lg ya bakpia rasa macem2 gitu…untung kmrn ga tau ..bisa bablas aku blnjanya 😀

  9. Dunia Ely berkata:

    Wuiii … itu lagu ttg Yogyakarta selalu bikin mbrebes mili jika mendengarnya 🙂

  10. Tuxlin berkata:

    Pesona pantai giningkidul & Bantul juga tak bisa dilupakan mbak 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      sayangnya pantai gunkid yg aku baru datangin 2 doang ma… indrayanti ama sepanjang 😉 yg lainnya blm semept.. pdhl di foto2nya cakep2 yaaa

      • Tuxlin berkata:

        Saya udah lumayan kalo pantai gunungkidul atau bantul, saya posting di blog kisah foto dot com mbak… Hihihihi… Kopi joss juga wajib dicoba di angkringan jogja 😀

        • Fanny Fristhika Nila berkata:

          kalo kopi, aku ga gitu suka mas… jd kemarin nyari tempat nongkrongnya yg bukan kopi :D. blm ditulis aja nih ceritanya…

          ntr aku mampir ah k blog yg 1 nya lg ya 😉

  11. Jalan2Liburan berkata:

    aku udah hampir 8 thn yg lalu terakhir ke Jogja, setuju dengan kesan kota ini yg selalu nganggenin.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      kamu harus balik lagi mba 😉 … tempat makan di sana makin banyak, dan harganya itu loohhhhh ^o^

  12. Rullah berkata:

    Setiap menginjakkan kaki di Jogja, pasti akan tetap merasa kangen dengan suasana Jogja mbak 🙂

  13. GIA berkata:

    Jogja memang top markotop mba! huaaah aku saja orang Jakarta, punya cita-cita untuk tinggalnya di Jogja ajaaaa. Seneng banget ngeliat attitude nya orang Jogja yang ramah dan sopan :))

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      benerkaaann ;)..aku jg pgn pensiun di kota2 kyk yogya ato solo gitu mba…udh nyaman, ramah, murah2 pulaaa ^o^

  14. Hendi berkata:

    wah tampilan blognya unik & penuh warna,kayaknya sering jalan2 nih hehe

  15. cumilebay.com berkata:

    aku uga selalu jatuh hati dengan jogja, selalu ada saja rindu untukkembali :-0

  16. Zizy Damanik berkata:

    Dua tahun lalu saya ke Jogja, tapi tidak puas yah karena tidak keliling2 kota, workshop di atas lalu besok turun dan langsung pulang :). Hanya singgah ke Malioboro sebentar.
    Semoga nextnya bisa lebih puas.

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      Harus nyempetin nginep bbrp hari memang mba kalo ksana…aku jrg nginep juga, secara kampung di solo ;p.. jd lbh suka pulang hari 😀

  17. Reza Fahlevi berkata:

    endingnya lagu kla project, emang bener kata orang kalau jogja itu ngangeni

  18. Yoga Akbar Sholihin berkata:

    Gue juga udah beberapa kali ke Yogya, Mbak. Emang nggak pernah bosen. Hehehehe. Lagian di Bantul kampung bokap gue. 😀

    Paling suka main tutup-tutupan mata di beringin kembar. :))

    Ngomong-ngomong soal bakpia, gue baru tau yang Kurnia Sari itu. Biasanya gue beli yang pathok 25. 😀

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      nah itu, di jogja aku justru ga prnh ke beringin kembar ;p lewatin doang, tp ga prnh turun dan main tutup mata ;p

  19. Reyne Raea (Rey) berkata:

    duuhhh kangeeennn hehehehe
    Kami dulu pernah naik sepeda neon itu dan bayarnya 25 atau 30 ribu gitu loh.
    Dan ternyata artis si Zaskia, sampai bayar hingga ratusan ribu loh.
    Beneran mereka milih2 banget kasih tarif

    Semoga bisa ke Jogja beneraaann, sampai saya search kata kunci Yogya di blog ini, saking mau liat postingan mba Fanny tentang Yogya hahaha

    • Fanny Fristhika Nila berkata:

      hahahahah, duuuh aku terharu loh ama mba rey ini, sampe baca postinganku yg lama2 :).. tx loh mbaa..

      jogja udh terlalu lama nih aku ga datangin.. udh banyak bgt kan objek wisata lainnya .. kangen banget kesana lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archives

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archives

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.