Throwback stories – November 2025. Malam terakhir di Ipoh, setelah seharian kami wisata kuliner menikmati aneka masakan Ipoh yang viral dan legend, malamnya jujur udah maleeeeees keluar 😄. Mungkin efek capek… Tapi ntah kenapa tiba-tiba pak suami kesayangan ngajakin makan malam. Mumpung masih di Ipoh, kali aja ada kuliner lain yang masih sempat dicoba.
Ubek-ubek melalui tiktok, google dan IG, banyaaak sih yang belum sempat didatangin. Masalahnya, di sini kami jadi tahu kalau Ipoh itu kebanyakan restoran sudah tutup menjelang magrib.. Terutama yang udah buka dari pagi. Beneran nih kota slow banget vibe nya, after magrib itu udah agak susah nyari tempat makan yang masih buka.
Hingga akhirnya, ketemu 1 tempat yang sesuai dengan selera kami , dan terpenting still open 😄. Restoran nasi kandar Bharkat. Cuma masalahnya 1 beib, jarak dari hotel tempat stay, AC By Marriott ke tempat ini, kurang lebih 6 km. Dengan kondisi kakiku masih kayak ubur-ubur efek jalan kaki dari pagi sampe siang, kali ini aku nolak kalau disuruh jalan kaki 😂😂😂😂
Jadi sepakat pakai Grab ajalah 😎
RESTORAN NASI KANDAR DI IPOH BUKA 24 JAM
Iyeeeees, nasi kandar Bharkat ini buka 24 jam 😍😍. Cocok banget kalau kelaperan tengah malam, bisalah lepak sini sambil ngemil roti canai 😄.
Tapi saat itu, aku lagi ga pengen snack ringan… Kebetulan udah lama ga makan nasi kandar, pastilah ituuu yang kami cariiii 😍😍😍
KONSEP NASI KANDAR YANG SELF SERVICE
Sayangnya, banyak lauk yang sudah kosong katika kami datang.. Ga ngerti deh, mereka buka 24 jam, tapi lauk yang kosong kayaknya udah stop dimasak.. Atau jelang tengah malam hanya menjual menu-menu ringan?
Aneka lauk di pajang atas rak .. Dan sejujurnya aku agak kecewa pas tahu konsepnya layan diri alias ambil sendiri nasi dan lauk yang dimau. Baru nanti ke kasir untuk bayar.
Bukan males atau gimana, tapi nasi kandar itu lebih enak kalau diambilin dan diracik ama mamak cuy 😄😄😄.
Untuk temen-temen Indonesiaku, istilah MAMAK di sini artinya bukan emak, ibu atau yang sebangsa dengannya yaa😅. Mamak itu sebutan untuk keturunan India Muslim yang menjalankan usaha nasi kandar. Eh, kalau ada teman Malaysia yang lebih bisa menjelaskan, dan mungkin definisiku kurang tepat, komen aja yaaa ;).
Walaupun dari yang aku baca, sekarang ini MAMAK sudah merujuk ke identitas kulinernya. Meski nasi kandar ada juga dijual oleh kaum Melayu.
Nah, aku tuh mulai sukaaaa banget nasi kandar saat kuliah di Penang… Kebetulan dekat kampus ada penjual nasi kandar yang enaaaak banget rasanya… Sayang udah ga jualan, karena terakhir ke Penang udah ga ada stall Mamak yang biasa aku beli dulu.
Biasanya kita tinggal pilih lauk yang dimau, dan seller akan mencampur nasi dengan aneka kuah kari yang sedap dan pekat 😍😍. Bisa sih request mau kuah banjir, atau secukupnya aja…
Zaman kuliah mah, aku selalu minta banjir.. Jadi si uncle yang menjual akan mencampur 2-3 jenis kuah ke atas nasi. Bagitu diaduk merata, beuuuugh sedaaaap niaaaan beib 😍😍😍😍👍👍👍
Makanyaaaaaaa, kalau disuruh nyampur kuahnya sendiri aku jadi bingung… Apalagi ga tahu yang ini kuah kari apa.. Karena kalau salah mencampur rasanya jadi B aja 😂😂
UNTUNG RASA NASI KANDAR BHARKAT INI MEMANG ENAK
Berhubung harus nuang kuah sendiri, aku pun ga berani asal ambil, jadi secukupnya aja asal nasi ga kering amat. Lauknya gulai telur ikan dan kari daging. Minum teh tarik panas. Ambil juga kerupuk papadom.
lupa foto menunya Raka… Cumi ini punya dia, minjem bentar buat foto hahahaha
Sementara Raka nasi dengan lauk cumi dan ayam goreng, plus minum Americano dingin.
Untuk rasa, ENAAAAAK😍😍. Aku sukaaaa. Cuminya empuk ga alot. Bumbu pun secukup rasa, sedikit pedas dan gurih. Kari daging kuahnya gelap, ga susah samasekali untuk dikunyah. Telur ikan pun sedap, yang penting ga terasa amis. Makan dengan kerupuk papadom , makiiin lah mantap 😍😍. Papadom ini favoritku bangettttt.
Ini tuh kerupuk dari India , tipiiiis yang terbuat dari tepung kacang-kacangan…. Sepintas miriiiip banget dengan opak ya geees, tapi bedaaaaa tepung pembuatnya… Kalau papadom dari tepung kacang-kacangan ntah itu tepung kacang hitam atau lentil, kalau OPAK terbuat dari tepung singkong.
papadom
Teh tarik panas, ga usah diragukan lagi… Kalau beli di kedai mamak, sudah pasti pekat kaw kaw😍😂. Kemarin ada temen blogger Indonesia, mas Didik nanya, kaw-kaw apaan sih 😄. Jadi, ini tuh istilah dalam hokkien , yang mendeskripsikan sesuatu yang kental dan pekat.. Jadi kalau untuk minuman, semisal kopinya kaw, maknanya, kopi cukup pekat, tidak terlalu encer.
teh tarik panas
Yang kami ga suka hanya es americano… Ternyata dipakein gula ama sellernya 😂😂😂😂. Aiiiih, kami berdua nih penikmat americano tanpa gula. Lupa pulaaa bilang jangan pakai gula… Sebab di Indonesia, Americano itu standard nya tidak pakai gula.. Kecualiiiii kalau request manis.
es kopi di Bharkat Ipoh
Tapi di Malaysia sudah 3x kali kami beli americano, dan semuanya ditambahkan gula.. Mungkin next kami akan request untuk jangan letak gula ke dalam . So, iced kopi hitam di sini, kami tak suka, sebab manis.
KENYANG, TAPI TERTARIK DENGAN NASI LEMAK BUNGKUS DAUN PISANG
Selesai makan, ntah kenapa mata tertarik dengan nasi lemak bungkus yang diletak atas meja. Secara aku fans berat nasi lemak garis keras 😁, jadi langsung ambil 1, buat coba di hotel. Lagian porsinya pun kecil , bisalah ngabisin sendiri😝
Karena dibungkus daun, aroma jadi wangiiii banget 😍. Seporsi kecil hanya ada seiris telur, sambal dan kacang. Nasi nya terasa gurih dari santan, dan kacang untunglah masih crispy. Tapi sayang sambal ga pedas . Aku penyuka sambal nasi lemak yang pedas soalnya 😍😄. Tapi okelaaaah rasa nasi lemak ini. Masih bisa dinikmati .
SUMMARY MALAM TERAKHIR DI IPOH
Jujur aku lupa total semua yang kami makan 😂😂😂. Yang pasti kami pulang ke hotel dengan hati senang, tapi juga sedikit menyesal. Kenapalah cuma 2 malam di Ipoh… Kota ini jadi kesukaanku, karena vibe nya yang tenang dan santai. Makanan sedap-sedap, tidak terlalu jammed, dan banyaaak sekali bangunan tua menarik.
Pastinya akan kembali ke Ipoh, merasakan aneka kuliner lain, dan wisata alam nya yang ga kalah cantik 💗💗. Suatu hari nanti….. InsyaAllah….
Besok pagi, kami akan melanjutkan perjalanan menuju Putrajaya…
Cerita-cerita Ipoh:
PS. Bagi siapa yang membaca pakai laptop atau PC, dan kolom komentar seolah tidak terlihat apa yang ditulis (karena sama-sama putih), bisa tekan:
Ctrl + Shift + R bersamaan, supaya komen box kembali normal.
Terimakasih 😘
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!