Throwback Story ~ November 2025. Hari pertama di Ipoh, kami berdua sudah mutusin hanya mau jalan, makan, jalan, makan lagi, shopping kalau ketemu yang menarik , repeat sampai malam 😂. Samasekali ga ada itin untuk visit tempat wisata, karena memang tujuan utama ke Ipoh hanya untuk WISKUL alias Wisata Kuliner.
Aku dan Raka bahkan rela skip sarapan hotel yang enak-enak dari AC hotel by Marriott, demi bisa puas-puasin eksplor kuliner Ipoh😁 .
BRISWALK PAGI DI KOTA IPOH
Sengaja keluar pagi-pagi supaya bisa jalan sambil menikmati kota Ipoh yang tenang.. Saking tenangnya, kota ini bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda kesesakan jalan 😍, ya ga heraaaan kan saat itu Minggu Fannyyyyy 😆. Eh tapi, pas hari kerjanya kami toh sempat di sana , dan kesesakan jalan juga ga parah ..
Sepanjang jalan, cuma menyusuri bangunan-bangunan klasik, yang biasanya menjadi tempat kerja para staff pemerintah. Raka apalagi, mana mau dia melewatkan kesempatan berfoto saat ketemu kantor cabang CIMB di Ipoh😆. Tempat kerja kecintaan 😂.
beberapa tempat yang kami lewati menuju Canning Dimsum
SARAPAN DIMSUM TERKENAL IPOH
Tempat yang mau kami tuju namanya Canning Dimsum… Dari hotel AC By Marriott, jika jalan kaki bisa ditempuh dalam waktu 40 menit. Bagi kami jarak yang masih walkable , apalagi cuaca pun mendukung.. Jalanan sepi, sehingga betul-betul nyaman untuk briskwalk pagi kesana.
Saking terkenalnya, saat kami tiba sudah ramaaaaaai yang makan. Ga heran Canning Dimsum memang spot kuliner viral di Ipoh… Macam ga lengkap kalau ga mampir dan singgah ke sini 😁.
beberapa spot foto di canning dimsum
Tempat makan bisa di dalam ataupun di luar dengan konsep semi outdoor. Untungnya masih dapat tempat untuk makan di dalam. Pastilah pilih yang pakai aircond beib… Kan abis jogging 😂. Panas badan.
tempat semi outdoor
KONSEP MEMESAN ANEKA DIMSUM DI CANNING
Seperti kebanyakan resto dimsum, cara pesan dimsum di sini ga susah.. Pembeli cukup duduk manis di meja masing-masing, nantinya para staff yang akan keliling menawarkan aneka dimsum dari yang steam sampai goreng. Kalau tertarik tinggal ambil, kalau tidak dia akan menawarkan ke meja lain. Mirip lah dengan konsep dimsum di Restoran Nelayan Medan.
bagian dalam the canning dimsum
MACAM-MACAM DIMSUM YANG DIPESAN
Seperti biasa kalau makan dimsum kami jarang memesan yang goreng. Sebab cepat membuat kenyang, memang kurang suka dengan dimsum goreng.. Lebih enak yang kukus.
Jadi bisa dibilang tiap kali staff menawarkan steamed dimsum, pasti kami ambil 😄. Mulai dari:
-
dimsum udang,
-
dimsum ayam,
-
ceker,
-
pau kepiting
-
mochi durian
Untuk minumnya kami pesan kopi tarik dan teh tarik.
RASA DIMSUM DI SINI TUH………
Enaaaaaaaak beiiiiib 😋😋😍. Aku dan Raka sih sukaaaaa yaaaa…. Walau ada beberapa yang komentar menunya biasa, ada tempat yang lebih enak, tapi buat kami berdua yang memang ga neko-neko kalau urusan dimsum, asalkan kulit dimsum tipis, dan isian dalamnya ga imut-imut banget, mantep lah dikunyah, udah masuk kategori enak sih 😄
Dan di Canning, kayak dimsum udangnya aja, manteeep… Potongan udang gede, puas untuk dikunyah…Dibungkus dengan kulit disum yang tipis. 👍👍.
Menu lainnya pun sama…
macam-macam dimsum yang kami coba
Untuk ceker, kami sampai pesan beberapa kali… Kaki ayamnya gedeeee😂😂. Dimasak lama sehingga bumbu rempah dengan style Hongkong meresap masuk hingga ke tulang… Dagingnya pun langsung lerai saat digigit… Samasekali ga susah untuk dikunyah..
aslinya, ceker ayam ini lebih besar daripada yang terlihat di foto
Yang jadi pertanyaanku dengan Raka, ini ayam segede apa, kalau kakinya aja gaban bener sizenya 😅😂. Pasti keker tuh badan kang Yayam😁
ada mochi durian juga
KEKURANGAN CANNING DIMSUM
Menurut kami, kurangnya di saus. Saus sambal yang dipakai hanya sambal botolan biasa.. Bukan saus yang diracik sendiri.. Dan itu mengurangi kenikmatan.. Untungnyaaaa, rasa dimsumnya udah juarak bangetttt, sehingga dimakan begitu saja tanpa saus, masih tertolong… Jadi kebanyakan dimsum di sini kami makan tanpa sausnya.
Beda dengan dimsum Nelayan di Medan juga beberapa dimsum di restoran Chinese halal Jakarta, saus dimsum biasanya diracik sendiri , tidak pakai saus botolan biasa . Bahkan yang di Nelayan Medan, sausnya itu yang selalu dicari juga oleh pembeli yang datang.
TOTAL HARGA SEMUA…..
Puas dengan aneka dimsum yang kami coba, waktunya membayar… Mereka terima pembayaran cash. Untuk semua dimsum enak yang nikmati, kerusakan dompet hanya sekitar RM97 😄. Okelaaah, harga sesuai, yang bikin kami tetap senyum keluar dari sana… Salah satu kuliner Ipoh yang menurutku sih wajib coba jika sedang berada di kota ini 😍
menu minuman kopi dan teh tarik
NEXT DESTINASI…..
Dari Canning dimsum, kami jalan kaki lagi sekitar 3 km, menuju tempat makan selanjutnya .. Agak jauh, tapi ga pa-pa… Itung-itung, menghadam dulu semua aneka dimsum yang kami makan barusan 😄😄.. Tunggu ceritanya minggu depan yaaa 😘
PS: Bagi siapa yang membaca pakai laptop atau PC, dan kolom komentar seolah tidak terlihat apa yang ditulis (karena sama-sama putih), bisa tekan:
Ctrl + Shift + R bersamaan, supaya komen box kembali normal.
Terimakasih 😘
Puan Hazel
Kamu lebih juara dari kakak ya Fanny. As a Malaysian I’ve never been to this place 🙈
25 September 2026 ● 07:29Tahu tempat ini viral tapi belum pernah sampai huhu… I thought the food are awesome tapi minuman itu lagi bikin kecurrrrrr
administrator
hahahahaha tak apaaa kak… sayapun kalau ditanya tempat2 di jakarta, banyaaaaaaak yg saya belum datang… krn terkadang orang lokal akan berpikir, “nanti sajalaaah.. kan dekat” hahahahahah tapi ntah kapan di datangi :D… makanya saya lebih banyak traveling tempat jauh daripada negara sendiri
25 September 2026 ● 13:38mamatisya
slalu tgk org share kalo ke ipoh pasti singgah canning dimsum….aritu pi ipoh tk kesempatan singgah…tp skarang dh ada cawangan dkt Bangi Selangor…kopi di sini ramai ckp sedap
25 September 2026 ● 07:49administrator
iyaaa saya baca juga dah ada cabang di bangi ya kak :D… dah lebih dekaat ;p
25 September 2026 ● 13:40Retna Yusof
Tidak dinafikan wajib ke situ kalau sudsh sampe ke Ipoh. Sekrang sudah ada di Bangi Selangor , dkt la dengan KL jadi tidak susah ke ipoh kalau teringin 😉
25 September 2026 ● 08:33administrator
hahahahah iyaaa, saya baca juga ada cabang di bangi skr yaaaa… tp tetaplah, yg belum pernah coba, better coba di tempat asal dulu 😀
25 September 2026 ● 13:44SHAIZHAR BIN ABU BAKAR
Saya pun baru ke temu Canning dimsum ini ada di Bandar Baru Bangi Selangor, belum kesempatan mahu cuba. Mungkin di lain masa
25 September 2026 ● 09:38administrator
iyaaaa abang, baru buka di sana yaaaa.. cobain nanti.. sedaaap 😀
25 September 2026 ● 13:55SR
Dimsum udang kulit nipis dengan isi besar tu paling menggoda.
25 September 2026 ● 10:47administrator
beeetuuuuul syaz…. ishh masih terbayang laaah sedapnyaaa ^o^
25 September 2026 ● 14:00Avi
Pagi-pagi sarapan dimsum hangat emang pas banget yaa Kak. Semuanya kelihatan enak, terutama dimsum udang. Tapi yang dikasih topping serutan wortel (eh bener wortel kah?) itu apa ya?
Gak heran rame banget karena memang dimsumnya enak. Apalagi ceker juga guedee, puas makannya.
25 September 2026 ● 13:19Eh dimsum yang digoreng apa saja ya?
administrator
tuhlaaah, akupun agak lupa itu dimsum apa hahahahaha… kayaknya ayam deh mba.. pas makan di sini kami ga terlalu fokus nulis.. jadi beneran makan aja ;p.. makanya aku ga nulis detilnya
dimsum yg digoreng macem2… cuma ya itu, pertama aku menghindari gorengan, kedua yg gorengan begini bikin cepet kenyang
25 September 2026 ● 14:00Ezna
Kaki ayam tu pun nampak sedap. Banyak kolagen tu. Selamat datang ke negeri kakak lahir. Masa kecil kakak banyak habiskan masa di Ipoh. Nenek dan datuk iaitu ibu/ayah belah papa dan mama pun Ipoh. Bila kakak 6 tahun rasanya baru pindah Selangor.
25 September 2026 ● 13:24administrator
memang sedaaap cekernyaaa, sampai tambah2 kami hahahahaha… apalagi ada collagen kan 😉
cantiiiik ipoh ini kan… saya suka krn tenang kotanya
25 September 2026 ● 13:58Ezna
Tempat makan nampak segar mata sebab pokok yang banyak.
25 September 2026 ● 13:25administrator
betuuuul kak… memang tak panas lah… banyak spot cantik di sini
25 September 2026 ● 13:57Roziah @ Cie
Sedapnya dimsum. Terliur terus ni.
25 September 2026 ● 13:31administrator
ada cabang juga di bangi kak… nanti bisa coba kalau sedang ke area KL 🙂
25 September 2026 ● 13:57Azian Elias
Wah..akak blh tambah isi itinerary nnt. mau makan di sini. plan2 akhir thn mau ke Ipoh. mau visit cafe teman di Hotel TDoz. (simple hotel). ceker nya. waduhhh.. mengancam la fanny. tq for sharing ye.
25 September 2026 ● 14:07administrator
waah akhir tahun kakak ke ipoh, saya pula ke KL hahahah…
nanti coba makan sini ya kak 😉
28 September 2026 ● 22:19MZ
ok sgt harganya tu. best dapat mkn dimsum tu. saya pun sgt jrg ke ipoh..last was few years back, may be tahun 2021 rasanya
25 September 2026 ● 14:26administrator
waaaaah dah lamaaa sangat kak.. tak jauh nih kl ke ipoh 😉
28 September 2026 ● 22:20bidasari
Canning Dimsum memang antara kedai makan dimsum yang terkenal di Ipoh. KSarie suka banget semua dimsum yang KSarie pernah makan di sini. KSarie sudah ke sini 4 kali. 1 kali sama family. 1 kali bersama sepupu. 2 kali bersama teman. Cumanya kalau datang di sini naik kereta susah untuk parking. Membaca post ini membuatkan KSarie rasa macam kena ulang datang makan ke sini nanti. Harganya agak keras dan hipster tapi setanding dengan kualiti dan rasa makanannya
25 September 2026 ● 15:50administrator
uwaaaah sering kak sarie kesana yaaa… tapi memang sedaaap .. iyaaa parkir tak banyak memang. apalagi ini macam daerah perumahan kan
28 September 2026 ● 22:23Nabihah Azman
Wahh Fanny, awak dah sampai Canning Dimsum ni. Saya peminat tegar dimsum, tapi tak pernah lagi merasa Dimsum dekat Ipoh ni. Ramai cakap sedap, enak…
Thank you singgah blog Beeha. Seronoknya baca kamu punya blog, masih aktif! Please help me macam mana saya nak follow blog kamu? Tak jumpa button follow. Hihii
25 September 2026 ● 18:48administrator
blog saya memang tak ada button follow kak :D.. tp ada button suscribe saja :D.. tapi tak subscribe pun tak apa… karena saya biasa rutin post selasa dan jumat 😉
28 September 2026 ● 22:24~uncle gedek!
Ya… Ipoh ni bandar warisan kolonial, dikelilingi oleh bukit batu kapur. Dulu Ipoh ialah bandar utama pada zaman penjajahan British datang untuk mengambil hasil bumi bijih timah. Sebab tu boleh nampak banyak seni bina zaman kolonial British.
25 September 2026 ● 20:30administrator
oh macam belitung yaaa, pusat biji timah… tapi skr dah banyak habis timahnya
28 September 2026 ● 22:25Khanif
penasaran sama makanan dimsum, beberapa kali sering lihat yg jual di pinggiran jalanan gitu, cuma mau beli kayak males, belom tau juga ini makanan apa :D.. dilihat dari foto kayaknya enakba
26 September 2026 ● 09:13administrator
kadang ada yg enak , tapi kadang nemu juga yg ga sedap nif…. kalau kulitnya itu terlalu tebal, memang failed lah sudah
28 September 2026 ● 22:26abuikhwan
tertarik dengan pau ketam dan mochi durian tu.. Sayang betul sosnya kurang spesial aka ummph.. jika di medan atau jakarta racikan sos dimsumnya memang penentu utama. terima kasih atas rekomendasi!
26 September 2026 ● 10:17administrator
sama2 ustad…. cobalah kalau nanti ke ipoh 😉
28 September 2026 ● 22:28NA
Uwaa Fanny dan Raka berjalan srlama 40 minit dengan perut kosong ke Canning. Hehe alhamdulillah makanannya mengikut selera.
26 September 2026 ● 13:26administrator
kami dah biasa workout kak hahahahah.. anggab aja olahraga pagi
28 September 2026 ● 22:28Ria
Betuuul sekali, kulit dimsum yang tiipis terus isinya tuebel, udahlah pasti enak itu. Kalau soal ceker yang gede, jangan2 ayamnya mantan pelari nasional. Hahahaha… eh, btw yg dipesan rebus semua kah? Sayang tidak ada chilli oil ya, walau kalau makanan udah enak sih, ada atau tidaknya sambal tidak akan menghambat laju makan.
26 September 2026 ● 19:12administrator
hahahahha untung ga alot yaaa dagingnya ;p.
iya mba, kami ga suka yg goreng ;p… jadi kalau pesen dimsum pasti semua yg kkus
28 September 2026 ● 22:29en. me
jujurnya wak gak bisa makan dimsum ., ora doyan., huhu
26 September 2026 ● 20:33administrator
aiiiih kenapa wak ;p.. enaak tahu hihihihi
28 September 2026 ● 22:18Rawiwa
Salah satu wisata kuliner yang wajib pergi kalau ke Ipoh. Kalau sudah ke Canning Dimsum, maka boleh lah cuba tempat makan yang lain. Tak dinafikan menu Canning Dimsum ni antara yang sedap. Masa akak pergi tak sempat makan ceker ayamnya. Kalau Fanny order beberapa kali, pasti sedap lah tu.
27 September 2026 ● 00:04administrator
iyaaa, yg viral ini wajib coba memang, walau dah buka cabang juga di bangi kan :D.. tp tetap harus coba yang di kota asal
28 September 2026 ● 22:14anies
ipoh ni pusing pusing kat situ akhirnya akan kembali ke tempat sama… bila jalan tak terasa jauh sebab dikelilingi bangunan… sy dulu pun datang ipoh dgn blogger salbiah jalan kaki je cari kedai makan
27 September 2026 ● 10:17administrator
betuuul… enaaak sangat jalan kaki di ipoh nih laah … tenang pula kotanya
28 September 2026 ● 22:03anies
CIMB juga yang tarik perhatian yaaa hahaha
27 September 2026 ● 10:28fahammmm
administrator
hahahahahah cimb segalanya ;p
28 September 2026 ● 22:03anies
bila makan dimsum ni ada satu masalah. rasa nak try semua tapi nanti terlalu banyak takut tak habis pula hahaha
27 September 2026 ● 11:10administrator
betuuuuul… sebenarnya lebih enak kalau makan kesana ramai2…. jadi memang bisa saling icip lah… kalau cuma berdua macam saya, tak bisa terlalu banyak
28 September 2026 ● 22:02anies
mantapppp betul kaki ayam tu
27 September 2026 ● 11:55dapat ke sy tu, sy makan sekali dgn nasi putih panas2
fuhhh confirm terangattttt
administrator
hahahahahha, sayang tak ada nasi putih yaaa ;p
28 September 2026 ● 22:01anies
teh tarik dia ok tak?
27 September 2026 ● 12:05pekat dan melikat?
ke so so je?
administrator
enak, tapi bukan yang buat saya teringat2 hahahahahaha… yang di bungkus kaw kaw masih lebih sedap ;p.. atau yang kakak buat dulu lebih sedap juga hahahahaha
28 September 2026 ● 22:01Tukang Jalan Jajan
Aku juga suka bangunan bangunan jadul di Malaysia, dan kalau dilihat sudut sudut bangunannya, rata rata bangunan di Eropa ini sama yah bentukannya. Walaupun Malaysia jajahan Inggris dan Indonesia jajahan Belanda, modelnya kurleb sama
27 September 2026 ● 12:29BTW dimsumnya banyak pilihan dan menggoda selera semuanya, apalagi hangat hangat dimakan. Pasti sedep mantep, sayang samel cocolannya ngga oke yah… ngga bisa melengkapi rasa deh jadinya
administrator
iyaaa, bangunan2 nya eropa banget memang .. sampe2 kalau kita lihat pun dah langsung tahu ini peninggalan eropa. kayaknya eropa ini, ga peduli negara mana, memang mirip2 yaa bangunannya 😀
nah iya mas… sayangnya sambal nya ga diracik khusus.. jadi kurang dari segi itu
28 September 2026 ● 22:00Rizky Kurnia Rahman
Sebenarnya menikmati kuliner di negara lain asalkan enak, biasanya mendatangkan kepuasan tersendiri. Masa sudah jauh-jauh ke negeri orang, dapatnya kuliner yang biasa-biasa saja? Tapi kok aku jarang banget makan dimsum ya? Itu makanan apa sih?
27 September 2026 ● 20:36administrator
betuuuul…. dimsum ini kuliner dari china asalnya… tapi sudah banyak dimodifk=ikasi.. di indonesia pun banyaaaak yg jual mas… trutama di restoran chinese.. cara yang halal aja… biasanya dimsum dibuat dengan isian macam2, bisa ayam, udang, daging, lalu dibungkus dengan kulit nya yang tipis.
28 September 2026 ● 21:49Suria Amanda
Kak SA suka Canning Dimsum ni…Bestnya jalan-jalan cari makan macam ni, memang puas hati dapat pusing Ipoh fokus pada kuliner je. Bagus juga gigih briskwalk pagi-pagi 40 minit dari hotel ke Canning Dimsum, sekurang-kurangnya ada ‘space’ perut nak bedal macam-macam dimsum nanti!
28 September 2026 ● 07:57administrator
sebisa mungkin kalau sedang traveling saya dan suami atau teman2 travel memang lebih suka jalan kak ;p.. jadi bisa sekalian bakar kalori, krn sudah dipastikan kami banyak makan tiap traveling 😀
28 September 2026 ● 21:48Fajarwalker
Cuma bisa geleng-geleng pas baca dirimu rela skip makan enak dari AC Hotel, demi eksplor kulineran. Daku mah mana maooooo wkwkwkw. Pokoknya sarapannya oke, kulineran mah beda lagi. Hahahaha
Suasana di Ipoh asyik juga ya mbak. Aku kalo diajak jalan di tempat seasyik itu, hayu banget si hihihi. Even si Putri naik di punggung pun, gaskeunn.
Dimsumnya kalo kulihat, memang unik-unik ya mbak. kebetulan sebagai org yang biasa nyomot dimsum di acara kawinan doang.. aku merasa banyak yang bentukannya cakep2 dan menggugah selera, hihihi. Di kawinan kan biasanya modelannya gitu2 doang mbak.
Ceker kalo gede, biasanya yang dipotong ayam parent mbak. Ukurannya kisaran 2-4 kg. Itu kalo dipotong, drumsticknya aja montok bener. Bisa ampe gumoh makannya wkwkwk
Sayang si saosnya ga racikan. Padahal, yang melengkapi rasa dimsum tuh ya saosnya kalo menurutku.
28 September 2026 ● 11:34administrator
karena aku pikir toh nginepnya 2 malam… masih bisa di hari terakhir aja :).. lagian seenak2nya makanan hotel, biasa begitu2 aja mas hahahahahha…. agak bosan jadinya… mendingan cari yg di luar 😀
yg canning ini memang bentuknya macem2, jadi menarik banget untuk nyoba… pengen coba sebanyak mungkin, apa daya cuma berdua hahahahha. aku tuh justru lebih suka kalau potongannya jangan terlalu besar… supaya ga cepet kenyang 😀 .. bisa pesen banyak varian.
nah iyaa, sayang banget saus nya ga diracik sendiri… jadi aku pun males pake sos sambal yg di mejanya
28 September 2026 ● 21:46Fenni Bungsu
Baru dari luarnya aja udah punya daya tarik tersendiri ini Canning Dimsum.
Karena daku belum pernah ke Medan maupun ke Ipoh, konsep menawarkan ke meja-meja asik juga ya. Jadinya pengunjung bisa langsung lihat penampakan dimsum nya, kalau tertarik ya ambil, apalgi bisa tanya-tanya rasanya dulu ya.
Semisal yang diinginkan habis kek mana kak? Apa si petugasnya ambil ke dapur dulu buat penuhin nampannya terus balik ke meja pengunjung?
Itu ceayam besarnya dari ayam kalkun mungkin eh hehe
28 September 2026 ● 12:43administrator
dia ngasih tahu kok kalau memang varian yg kita mau habis…. jadi ntr bisa pilih yg lain aja mba.. banyak bangetttt soalnya pilihan dimsum di sini
28 September 2026 ● 21:44Didik Purwanto
40 menit jalan kaki di Ipoh biasa aja ya kak Fan. Malah enjoy bgt krn di sana teduh. Mana fasilitas transum utk pejalan kaki msh memadai.
Meski gerah dikit, untungnya ktmu Canning Dimsum yang ada AC-nya. Gerah ilang, lapar pun datang. Wkwk. Pantesan pesen dimsumnya bejibun. Mana masih tambah ceker hingga mochi durian lagi. Auto kenyang ya kak Fan.
Syg bgt tuh sambalnya masih botolan. Btw itu botolan khas Malay atau ada sambal botol khas Indonesia kak Fan? Kalo ada sambal pedas, pasti nikmat bgt tuh.
Btw aku malah lbh suka Dimsum tanpa sambal. Rasanya otentik, lbh nikmat. Meski org Indo tuh ga nikmat kalo tanpa sambal. Wkwkwk.
28 September 2026 ● 14:08administrator
beneeeer, jalan kaki di jakarta kalau seandainya disediakan trotoar yang nyaman, pasti enak juga… sayangnya trotoar banyak dipake jualan hahahaha.
makanya aku lebih suka jalan kaki justru kalau sedang traveling ke negara lain . ga ada sambal botol yg khas indonesia di sini.. smentara aku kurang suka rasa sambal botol mereka… makanya akupun lebih suka makan dimsum nya tanpa sambal juga mas.. untungnya enak
28 September 2026 ● 21:43Tian lustiana
Kebayang gimana enaknya dimsum yang kulitnya tipis tapi isiannya gede, yang rasanya dimsum banget gitu ya.
28 September 2026 ● 20:12administrator
lebih mantap pas dikunyah isinya 😉
28 September 2026 ● 21:40Lala
Cakep banget sih tempatnya canning dimsum ini 🤩🤩🤩 kayaknya setiap sudut dibuat menarik dan estetik. Lumayan lho 40 menit dari hotel, alhmdulilah cuaca bersahabat yaa jadi itung-itung olahraga pagii. Sembari menikmati keindahan Ipoh yang punya banyak bangunan keren 🤩
Wahhh, aneka dimsum kukus emang paling menggugah selera sih. Apalagi pas diceritakan rasanya emang oke semua, makin ngilerlah lihatnya. Secara looks pun bagus semua tampilan dimsum. Oh iyaa, biasanya di Jabodetabek pun dimsum sambalnya racikan, jadi lebih jos mantul. Untunglah canning ini rasa dimsumnya juaraaa. Jadi kendala sambal non racikan alias saos botolan yaudah gapapa aman.
Lha iya, baru mau aku bilang itu ceker gede-gede penasaran sama Segede apa ayamnya hehehe.
Wah-wah, itu kopi dan teh tarik porsinya gede ya? Gelasnya nampak gede lho Mba Fanny. Takjub sih aku pas tau totalan harganya, masih terbilang bersahabat yaaa.
28 September 2026 ● 21:54administrator
sekalian olahraga mba :D…. kalau lagi traveling, makan mulu tapi ga banyak gerak, bisa2 balik jkt udah kesamping badanku nanti ;p
nah iyaaaa, dimsum di jakarta, medan, itu rata2 udah diracik , dan memang makin bikin dimsum jadi lebih enak.. sayang banget kalau pakai sos botolan biasa.
iya nih, minuman di sini gelasnya gede2 banget hahahahaha… kafe kedua yang kami datangin pun besar gelasnya
28 September 2026 ● 22:13Bambang Irwanto Soeripto
pas banget hari minggu ya Mbak. Jadi bisa jalan kaki dengan santai menikmati Ipoh yang tenang. Teerus wajar sih, skip sarapan di hotel demi sarapan di Canning Dimsum. karena kalau telat dikit, mungkin bisa habis hehehe. saya suka sistem pemesanannnya. Jadi mereka berkeliling menawarkan. Mana dimsum dimau, tinggal ambil. Ga harus nunggu lama. Untuk kalau kaki ayamnya saja gede, pasti ayamnya juga gede. Sengaja pakai ayam gede, biar banyak jadi dimsum
28 September 2026 ● 22:08administrator
iya juga ya mas ;p… pake ayam yang gemuk2, kakinya bisa dibikin ceker dimsum deh 😀
28 September 2026 ● 22:32Asri Lestari
Mantap betul dimsumnya. Tampilannya juga cantik. Pas buat sarapan pagi. Sayang aja sambalnya bukan sambal khusus ya. Biasanya dimsum emang ada saos sambal yang diracik sendiri. Pedas-pedas sama gitu sih yang sering aku makan.
Btw aku belum pernah makan ceker di tempat dimsum, ini tuh ceker tanpa tulang ya mbak?
29 September 2026 ● 05:04administrator
iyaaa,kekurangan cuma di saus nya aja… untung dimsumnya enak, jadi ga pakai saus pun okelaah..
kalau yg ini masih ada tulang mba… tp kulit ceker udah lembuuuut banget
29 September 2026 ● 06:48Sn Faaezahh
Rindunyaaa Ipoh.. 😍
Betul, Faa juga suka dimsum yang dikukus. Lebih sesuai masuk tekak, hiks.
Paling fav dengan prawn dimsum. Memang order lebih.
29 September 2026 ● 06:26administrator
yaa kaaan…. dimsum goreng enak, tp dia akan bikin cepet haus dan kenyang… makanya saya menghindari… apalagi ada banyak jenis dimsum untuk dicoba..
29 September 2026 ● 06:49Srie
Wah pagi-pagi baca tulisan mba Fanny langsung lapar eh, Dimsumnya menggoda lidah. Btw tempatnya unik ya mba, terutama bagian atap, seperti pakai jerami.
29 September 2026 ● 06:32administrator
iyaaa, tempatnya dibuat estetik di bagian luar.. kalau dalamnya sih biasa aja… yg penting dimsumnya enak2 😀
29 September 2026 ● 06:50hazin
hem kuliner ipoh dengan menu paling kusuka yaitu dimsum jelas membuat rasa penasaran, apalagi tempatnya banyak dipenuhi ornamen khas melayu. jadi pengen segera ke negeri jiran jadinya
29 September 2026 ● 06:33administrator
cuuuslah ke malaysia mas… memang ga akan bosan kotanya untuk di eksplor
29 September 2026 ● 07:37April Hamsa
Wew aneka perdimsuman nyam nyam.
29 September 2026 ● 07:51Wkwk iya ya cekernya gendut2, soalnya beberapa kali makam dimsum ceker mayan kurus kering, apa menyusut pas dimasak atau gimana, lha yang ini mengembang =))
Tooss mbak, aku juga suka dimsum yang kulit tipis tapi isian melimpah menul2 haha. Dimakan pas lagi hangat2nya manteebb 😀
Enak juga ya order dimsumnya, nggak usah kebingungan memandang etalase karena pelayannya yang keliling menawari dimsum.
Harganya juga nggak yang digetok gitu ya mbak.
Catet dulu Canning dimsum, walau nggak tahu kapan bisa ke Ipoh hehe 😀
administrator
ternyata cekernya bisa besar karena direndam dulu mba, jadi dia mengembang hahahahaha.. dijelasin ama temen malaysia tadi..
aku suka konsep begini yang ditawarin ke orang2… untungnya di jakarta sistem dimsum AYCE juga rata2 begitu… ditawarin ke orang2 mana yang mau..
03 Oktober 2026 ● 11:56Nona
Sedapnyaa dim Sum! Okay, nak Datang sini..Harap Harap time Datang tu, sosnya dah berubah la ye..hihi…
Aduh, kena cari dim suma la ni..Teringin pulak saya ye..Hahaa..
29 September 2026 ● 07:54administrator
harap2 begitu kak, sos nya jangan lagi sos botolan biasa ;p
03 Oktober 2026 ● 11:56antung apriana
Mbak aku pas baca nama tempatnya Canning Dimsum kukira dimsumnya dikemas dalam kaleng. Hehe. Lucu-lucu ya ini dimsumnya dan buat penggemar dimsum pastinya nggak bakal melewatkan kesempatan ke sini kalau ke Ipoh
29 September 2026 ● 08:30administrator
hahahahahahha iya yaaa, karena perkataan CAN nya ;p … untungnya canning dimsum ini udah buka cabang di Bangi mba… jadi yang hanya ke KL bisa lah coba juga
03 Oktober 2026 ● 11:57lendyagassi
Bhuahhaahhaa.. cekernya giant bangeett yaa, ka Fan..
Apakah itu ayam yang berasal dari jaman purbakalaa??
Aku pikir mungkin karena diongkep apa yaa.. jadi melembung kayak balon?
Hehehe… orang gabisa masak, tapi komentar masakan ini, aku suka diomelin suamik juga sii.. mending tinggal makan, katanyaa.. huhuhu..
Tapi iya iih.. kalo cocolan sambelnya ga autentik, jadiii.. ngerusak rasa asli dimsumnya yaa…
Lebih enak ga dicocol aja apa yaak?? walo terasa kurang greget juga siii yaa…
Dimsumnya warna-warni cantiik dengan anek bentuukk dan aneka isian.. anakku sukaa banget dimsum. Etapii, gak ada yang nolak dimsum, geuning yaa… makanan nikmat sekali hap!
29 September 2026 ● 08:31administrator
ternyata cekernya di rendam lagi mba, makanya dia bisa mengembang ;p.. tadi dijelasin ama temen malaysia..
naah sambal dimsum itu padahal penting untuk pelengkap rasa.. sayang banget mereka hanya pakai sambal botol biasa..
untungnya enak, jadi tanpa sambal pun dah sedap
03 Oktober 2026 ● 11:58Alienda Sophia
Semakin baca tulisan tentang Ipoh aku semakin mempengen ke sana.. bahasa apa itu mempengen >.< aku sukaaaaa banget Dimsum mbaaa.. takut banget kalap pasti sih.. cekernya pun menggoda iman.. itu tapi emang seneng jalan kaki jauh gitu ya Mba kalau lagi traveling? Keren lho
29 September 2026 ● 08:41administrator
aku rutin gym sebenarnya mba…. sementara kalau traveling agak susah ngegym kan… apalagi di negara2 yang aku ga familier… jadinya sebagai gym, aku akan banyakin jalan supaya kalori tetap terbakar… ;).
03 Oktober 2026 ● 11:54Nur
Kaki ayam jadi besar kerana kaki ayam direndam selepas digoreng dan dimasak lagi.
29 September 2026 ● 10:55administrator
oh ic….. saya pikir lah pula memang ayamnya besar hahahhah
03 Oktober 2026 ● 11:53ammi
ada bandar di Malaysia yg memang tenang2 aja walaupun dihari kerja. Contohnya Seremban. Ternyata orang di Seremban ni ga bisa hadap jam…jam sedikit aja udah bising hahahah. Memang tak bisa kerja di KL, Johor, Penang mereka2 ini.
29 September 2026 ● 15:07administrator
bagi orang jakarta macam saya, jammed di malaysia itu memang masih tolerable sangaaaat hahahahahahha… makanya saya bisa lebih sabar ;p
03 Oktober 2026 ● 11:50Mulan Ishak
Mau skip cepat-cepat sebab belum sampai ke Canning 😞😞😞
30 September 2026 ● 09:51Dulu sudah datang tapi full house. Memang viral dan sedap kata kawan-kawan
administrator
harus pagi nampaknya kalau kakak kesana hahahahahah.. sayapun datang pagi ;). itu saja dah ramaaaaai
03 Oktober 2026 ● 11:41ujie othman
Bagus Fanny, pilih berjalan kaki untuk acara jalan-jalan cari makan. Boleh cepat bakar kalori.
Tempat yang terkenal, tapi akak belum pernah mencuba.
30 September 2026 ● 13:47administrator
tiap traveling saya pasti begitu… kalau cuma jarak 2-3 km bagi saya masih dekat untuk jalan kaki ;p … so nak makan banyak pun tak terlalu guilty
03 Oktober 2026 ● 11:45Yuni Bint Saniro
Aku demen banget aneka dimsum udang begini. Yang kukus oke. Tapi, aku lebih suka yang goreng sih.
Menarik nih konsep pemesanannya.
Kalau Ipoh setenang itu pasti rasanya akan menyenangkan kalau buat healing ke sana ya, kak.
Kalau pas pingin menikmati situasi dan kondisi tempat yang tenang. Ditambah lagi kuliner dimsum di Canning Dimsum. Josh pasti.
01 Oktober 2026 ● 07:31administrator
yang goreng itu masalahnya bikin kenyang cepet ;p.. dan karena oily hahahahaha… mungkin krn aku menghindari gorengan kali yaa
ipoh itu kotanya tenaaaang banget… jadi kalau tujuan memang mau rileks,, cocok ke ipoh
03 Oktober 2026 ● 11:49Nadia
Saya kalau datang ipoh akan pergi canning dim sum juga. Suka dimsum nya dan jugaaa air kopi !
01 Oktober 2026 ● 09:15administrator
sekarang dah buka cabang di bangi kak… katanya sedaaap juga
03 Oktober 2026 ● 11:48Amie
Saya jadi rindu untuk mean di Canning Dimsum bersama keluarga. Dulu sampai kami bermalam di hotel yang dekat Canning Dimsum di Ipoh agar dapar tempat di awal pagi bersarapan di situ. Rasanya macam hendak cuba semua. Ada kesempatan ke Ipoh, hendak ke situ juga.
03 Oktober 2026 ● 07:11Ceker ayam yang gede itu bergantung cara penyediaannya. Kaki ayam digoreng sampai garing, sampai hilang bunyi minyak, sampai ada bau geseng. Kemudian direndam dalam air paling kurang 2 jam, atau semalaman. Itu yang jadi kembang, lembut terlerai dari tulang waktu dimakan. Apabila diolah dengan bumbunya, waduh! Lama saya tidak masak ceker begini.
administrator
oh ic….. jadi dia mengembang yaaa krn di rendam itu… saya pikir memang besar sangat kah ayamnya sampai kaki dia gede hahahahahahah
tapi sedaaaap memang kak…. tak sadar makan banyak juga ;p
03 Oktober 2026 ● 11:06Heni Hikmayani Fauzia
Dimsumnya terlihat enak enak semuanya. Saya suka menatapnya apalagi memakannya yaa ka Fanny…terus melihat ceker ayam nya itu bumbunya udha full terus katanya lembut yaa lumer dikunyahnya besar lagi size nya.. enak dimakan sebgaai pendamping dimaum. Ukurannya besar lagi. Ah sudahlaah dimsum di Canning Dimsum emang Juaraaa rasanya.
03 Oktober 2026 ● 08:57administrator
memang enak2 dimsumnya mbaaaa… kalau udh makan ebgini biasanya tak sadar dah habis banyak ;p
03 Oktober 2026 ● 11:03Linda
Dah dekat ni, boleh la plan ke canning dimsum juga nanti…
04 Oktober 2026 ● 06:32Ipoh, memang bagusnya kalau jalan kaki.. nak cari parking kereta pun satu hal nanti.. hihihi
administrator
betuuuul…. terbayang susah nak cari parkir… kalau kesana jalan kaki atau pesan grab saja
05 Oktober 2026 ● 13:47Carneyz
Canning Dim Sum sudah ada di Bangi sekarang, jadi lain kali ke KL boleh la lepak di sini pulak sama Sis Ezna dan Kak Mulan 😄
05 Oktober 2026 ● 14:46administrator
betuuuuul… kalau dah bingung makan apa di KL bolehlah mampir ;p
06 Oktober 2026 ● 06:16Shuhaida Saad
kali terakhir saya makan dimsum di Tenera Hotel, Bangi selain di Chabura, Thai. Kalau sarapan Teh Masala dia terpadu.
06 Oktober 2026 ● 08:00administrator
tenera hotel yaa…. kalau sempat nanti bolehlah saya singgah sana… tapi tiap ke KL jaraaaang ke bangi …
07 Oktober 2026 ● 05:49farhanna jafri
Fanyyyyyy! Masa pergi Ipoh tu lupa nak masukkan canning dimsum padahal antara tempat wajib pergi juga. tengok post fany rasa terliur pulak nak rasa. kena buat ipoh trip part 2 hahaha
07 Oktober 2026 ● 13:38administrator
tapi kan dah ada di bangi kaaaak ;p.. jadi kakak coba dulu di sana lah 😉
12 Oktober 2026 ● 22:52this ni3za
Sy pernah ke sini sekali.mmg sedap la dim sum tu semua =D
09 Oktober 2026 ● 08:11administrator
betuuul kak…. happy juga dia dah buka cabang di bangi 😉
13 Oktober 2026 ● 05:44Yoga Akbar S.
Wahaha. Bisa-bisanya foto di bank cabang sana ya.
Berhubung lagi bahas dimsum, jadi kangen beberapa dimsum di area Palmerah. Di area Matraman atau Utan Kayu sini, saya belum nemu yang harganya pas dan rasanya cocok. Haha.
Setahu saya, kalau dimsum terkenal memang punya saos racikan sendiri gitu ya. Sekiranya emang apes dapat tempat yang menyediakan saos botolan aja gitu, saya sendiri suka meracik dengan tambahin bumbu apa pun yang biasanya tersedia di meja. Seingat saya, ada juga restoran khusus dimsum yang menyediakan sejenis chili oil di setiap meja. Wkwkwk.
11 Oktober 2026 ● 22:19administrator
raka emang gitu, selalu suka foto depan cimb manapun hahahahaha… cinta mati dia ama perusahaan ini 😀
naah betul Yog.. aku aja belum nemu dimsum yang bener2 enak di rawamangun… kecuali yang restoran itu ada.. tp kalau yang frozen, atau yang dijual rumahan, belum nemu
12 Oktober 2026 ● 22:47