Minggu lalu aku kan sempat cerita yaaa, drama yang kami hadapi dalam perjalanan menuju Ipoh dari KLIA1. Maceeeeet geees… KL-Ipoh yang seharusnya hanya 3 jam, molor sampai 6.5 jam. Tak tahu karena apa 😂😂😂. Jadinya semua plan yang sudah dirancang dengan Nadia, kacaulah sudah … Awalnya kami mau meetup pas lunch, jadi mundur ke dinner time 😄
Untung saja Nadia dan Didi tak ada acara di malam harinya.. Tx Nad – Didi, dah jemput kami berdua , trus ajak makan jugaaa..
MAKAN MALAM DI JENDELA MIKAEL
Inilah tempat yang kami tuju untuk makan. Jendela Mikael, sukaaaa baca namanya… Restoran ini cantiiiik. Bangunan klasik, seolah rumah lama. Dan bagian dalam ruangan banyaaaak sekali bunga… Feelingku tempat ini pasti sering digunakan untuk acara, karena sesuai. Cozy sekali tempatnya.
Saat kami datang, masih sepi, mungkin baru buka.. Tapi setelah itu mulai berdatangan tamu-tamu yang lain.
MENU SET YANG DICOBA
Memang bingung pas baca buku menu, banyak sangat pilihan menu melayu… Pastinya langsung aku serahkan ke Nadia untuk memilih.. Yang penting ada lah kuliner khas juga untuk dicoba.
Bagusnya, tersedia menu SET. Lebih memudahkan karena menu biasanya sudah komplit dengan lauk, nasi dan sayuran.
Nadia pilih Set Chenang untuk 5 pax. Dalam 1 set terdiri:
Nasi
Daging salai masak lemak
Asam pedas ikan siakap
Masak sambal udang harimau
Ayam kampung goreng jendela
Kailan ikan masin
Telur dadar
Ulaman + sambal belacan + tempe
Tapi di luar set kami juga memilih minuman dan ikan patin masak tempoyak untuk aku coba.
kopi susu jendela mikael, ipoh
PUAS MAKAN MENU MELAYU DI JENDELA MIKAEL!
Butuh sedikit lama untuk semua makanan terhidang.. Tak apa, sebab kami punya banyaaaaaaak bahan pembicaraan😂😂. Memanglah kalau dah ketemu Didi dan Nadia nih, langsung panjaaaang cerita.. Ntah apa-apa yang kami obrolin, sampai politik Indonesia yang kacau balau pun kena bahas hahahahahahaha..
Tapi saat akhirnya makanan datang, langsung tercium aroma-aroma sedap 😍😍
Berhubung Nadia pesan untuk 5pax, sementara kami hanya ber4, jadi memang banyaaaak lah lauk yang terhidang. Sampai pulang pun masih ada juga lauk bersisa 😂.
Akhirnya bisa mencoba juga menu Ikan patin masak tempoyak khas Malaysia. Tempoyak sebenarnya di Indonesia pun ada, trutama daerah Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
ikan patin tempoyak
Menu ikan patin tempoyak saat ditaro atas meja, beuuugh langsung keciuuuum aroma wangi durian 😍. Pas dicicip, rasa gurih langsung menyambut.. Tapi diikuti hint manis setelahnya..Hanya saja, karena pada dasarnya tempoyak adalah durian yang difermentasikan, tentunya ada asam sedikit melengkapi keseluruhan rasa.
Tekstur ikan patin lembuuut, tidak berbau tanah. Biasanya kalau di kampungku, Sibolga, tempoyak ini dimasak dengan udang.. Jarang sekali dengan ikan..
Menu lain yang aku suka, daging salai masak lemak 😍. Memang favorit… Dalam bahasa Malaysia, salai maknanya diasap. Jadi ini daging yang diasap hingga empuk, lalu diolah dalam menu masak lemak khas Melayu. Aroma smokey terasa saat daging dikunyah. Empuuuk, samasekali tidak menyusahkan gigi ketika di gigit. Kuahnya pekat, gurih dan sedikit pedas.
daging salai masak lemak
Menu lain pun, ga ada komplain .. Cuma memang, saking kami banyaaaaaak bicara, akupun jadi ga ingat detil rasa dari setiap masakan 😂. Yang pasti untuk sambal udang harimau, ini juga favorit banget.. Kalau udang mah dimasak apapun bagiku tetep enak 👍.
sambal udang harimau
Ayam kampung goreng meresap hingga ke tulang bumbunya. Makan dengan sambal kecap, mantaaap!
Asam pedas ikan siakap, kuah pekat, asam dan pedasnya memang padu lah.. Daging ikan pun tebal.
asam pedas ikan siakap
Kalaupun ada menu yang sedikit kurang, jujurnya itu sayur kailan ikan asin.. Terlalu asin beib 😆😅. Ini seandainya ga pake ikan asin, perfect sih rasanya. Sayur kailannya masih crunchy, kuahnya enaaak gurih, hanya asinnya benar-benar mengganggu. Ini menu yang susah kami habiskan jadinya.
Sayang nasi juga terlalu banyak hahahaha… Jenis nasi yang aku suka, pulem lalu di atas ditaburi bawang goreng.. Menambah aroma 😍.
nasi dan aneka ulam (lalapan) + sambal belacan
SUMMARY MAKAN DI JENDELA MIKAEL , IPOH
Kenyang sampai begah, itu yang kami rasakan 😄. Thank youuuuu sangat Nadia, Didi… memang puas menikmati aneka kuliner Melayu ala kampung yang disajikan cantik dan menggugah selera. Rumah makan pun nyaman, estetik dengan aneka bunga-bunga.
Tahun depan ketemu lagi di Jakarta yaaa 😉
Lokasi tak jauh dari hotel AC By Marriott tempat kami stay. So, sesiapa yang mungkin ingin merasakan menu-menu Melayu kampung yang enak dan banyak macam, bolehlah mampir ke Jendela Mikael , Ipoh. Untuk harga, aku rasa masih worth it dan terjangkau.
Kalau ke Ipoh, pastinya wajib sih untuk wiskul (wisata kuliner), karena memang kota ini kayaaaa dengan aneka kuliner sedap-sedap belaka😍
Khanif
memang sih mba, makan sambil ngobrol yang serius itu kadang kita ga bisa fokus sama rasa masalanya, makanya gw kadang kalo makan males bgt kalo di ajal ngobrol, jadi ga bisa menikmati makan 100% :D, tapi kalo ngobrol tipis-tipis harusnya oke ajasi, iyakali temen di anvvurin ga di ajal ngobrol 😀
28 Agustus 2026 ● 08:06administrator
memang, tapi krn makan dengan teman dekat, agak susah lah kalau ga ngobrol :D.. malah awkward diem2an ;p
30 Agustus 2026 ● 07:22Teh Okti
Menu Melayu nya kenyal sekali ya. Dari gambar terlihat banget karena ciri khasnya rempah yang berlimpah… Khas banget pokoknya.
Pesan set Chenang gak usah nambah menu lain lagi kalau menurut saya. Udah lengkap ada nasi, daging masak lemak, ikan siakap, udang, ada juga goreng ayam kampung. Sayurnya juga khas banget kailan. Di kampung saya sini walau penghasil sayuran ga ada kailan.
28 Agustus 2026 ● 09:26Eh masih ada telur dadar plus lalapan dan sambal
Mantap banget beneran super lengkap lah ya semua menu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh itu mah
administrator
sebenernya iya mba, set chenang tuh dah cukup… masalahnya tak ada tempoyak, sementara aku pengen ngerasain tempoyak saat kesana 😀
30 Agustus 2026 ● 07:42MZ
unik lah nama restoran ni. saya pun sangat jarang ke ipoh…last ke sana, few yrs back wpun tak jauh mana dari KL.. fanny dtg KL lagi yer..happy holiday tau!! pergi cuti2 negeri mana kali ni? moga lancar semuanya!
28 Agustus 2026 ● 11:53administrator
taaaak kak… bukan saya yg ke KL, tapi karni yg ke jkt ;p
30 Agustus 2026 ● 07:24Tot
Wah… Telan air liur lihat lauk pauk seperti masak tempoyak dan asam pedas. 🤤 Akak tak pernah cuba makan di situ. Menarik tempatnya. Boleh dicuba, satu hari nanti.
28 Agustus 2026 ● 14:49administrator
iya kak, apalagi dari tempat kakak tak jauh juga ke ipoh kan
30 Agustus 2026 ● 07:10Avi
Jendela Mikael cakep beneer dan bentuk kursi juga artistik. Kalau ke sana daku jadi pengen foto-foto heheheh karena emang tempatnya instagrammable. Bahkan piring dan wadah makanannya juga cakep.
Hidangannya juga enak-enak ya, paling penasaran dengan ikan salai dan udang harimau. Kailan yang dimasak dengan ikan asin malah belum pernah coba euy.
28 Agustus 2026 ● 16:55administrator
alhamdulillah semua menu kebanyakna memang uenaaaak mba ^o^… sayang banget sayur keasinan… agak susah mau habiskan kalau terlalu asin ini… kalau hambar aku malah lebih bisa enjoy
30 Agustus 2026 ● 07:02Djangkaru Bumi
Kuahnya itu loh
28 Agustus 2026 ● 19:39Mantap sekali
Makan jadi pengen nambah
Plus ngobrol politik
Wow banget dah
administrator
hihihihihi semua pembahasan kami bahas pokoknya ;p
30 Agustus 2026 ● 07:00ujie othman
Daging, udang, ayam, ikan…lengkap ya semuanya ada 😀
Akak biasanya tak suka order kailan ikan masin sebab selalunya kedai masak sangat masin.
Menarik tempat makannya, insyaAllah ada kesempatan teringin juga cuba makan di sini. Selalu akak ke Ipoh cuma singgah bermalam sebelum teruskan perjalanan ke KL/Perlis, tak sempat nak jalan-jalan.
28 Agustus 2026 ● 21:02administrator
itulaaah, sebenarnya semua dah lengkap hahahahaha.. tp tetap saja nak tambah tempoyak krn di set menu tak ada hihihihihi
30 Agustus 2026 ● 07:00Retna
Semua menu nampak menarik… kecuali tempoyak hehe coz kakak tidak makan tempoyak …
Kalau ke Ipoh lagi, bole masuk list. Kakka pin blm coba lagi ke resto itu.
29 Agustus 2026 ● 08:36administrator
hahahaha, aiiih kalau saya memang sukaaa kak 😀
terlalu banyak kuliner enak2 di ipoh ini yaaa… memang hrs balik lagi saya
30 Agustus 2026 ● 06:59Roziah @ Cie
Boleh masuk list kalau ke Ipoh ni. Nampak menarik kedainya.
29 Agustus 2026 ● 10:23administrator
sayapun kalau ke ipoh algi akan balik makan sini kak ^o^
30 Agustus 2026 ● 06:58Rawiwa
Boleh masuk list ni kalau singgah Ipoh. Suka kalau menu² kampung begini.
29 Agustus 2026 ● 10:58administrator
samaaaa kak.. menu beginilah yg saya suka kalau sedang traveling
30 Agustus 2026 ● 06:56bidasari
Nampak semua makanannya sedap-sedap belaka lagi-lagi daging salai masak lemak favourite KSarie tu😅Kalau Fanny ke Pahang perlu cuba ikan patin tempoyak. Pahang adalah asal menu ini. Semua makanan yang dipilih ini adalah menu yang molek-molek belaka. Bisa mengundang menambah nasi lagi-lagi apabila makan sambil bersembang dengan kawan-kawan yang manis. KSarie akan masukkan restoran dalam bucketlist untuk KSarie pergi apabila ke Ipoh pada satu hari nanti.
29 Agustus 2026 ● 11:20administrator
itulaaah.. sebenarnya desember besok dah plan mau ke pahang.. cuma cuaca lagi ga bagus kalau desember kan… jadi lgs ubah destinasi.. cuma kalau nanti ada ketemu restoran yang menjual kuliner pahang, pasti saya akan coba
30 Agustus 2026 ● 06:55Yonal Regen
Walaupun bermacet-macet di perjalanan siang hari, tapi terbayarkan dengan pertemuan dan makan malam bersama di malam hari, ya.
Lihat gambar penampakan depannya memang unik Jendela Mikael ini. Seperti bangunan lama, tapi bagian dalamnya nampak nyaman.
Namanya pun tak kalah unik. Mengingatkan saya pada nama salah satu malaikat 🙂
Kalau saya segala sesuatu yang berhubungan dengan duren diskip dulu, karena termasuk yang tak bisa tahan dengan aromanya. Lucunya di rumah justru istri suka banget duren, makanya anak-anak genetiknya ada yang suka, ada yang tidak.
Nah, kalau udang nampak sangat menggugah selera sekali. Saya pun tipe kalau udang mah dimasak apapun.. syukaa
29 Agustus 2026 ● 13:27administrator
iyaaa, akupun pas lihat bagian depan jendela mikael, langsung sukaaa… krn designnya klasik.. apalagi pas masuk, banyak bunga dan tumbuhan… ini langsung bikin mata seger.
oalaaaah ga suka duren toh mas ;p… hihihihi aku mah memang penyuka duren garis keras ;p… mau diapain aja sukaaaa
30 Agustus 2026 ● 06:54Srie
Pas baru baca nama restonya sempat terlintas “Jendela Malaikat” (Mikail) he…he…, ini sih lihat foto dan baca ceritanya saja ikut kenyang, tampak mengoda lidah semua. Tapi untuk saat ini sepertinya saya harus puas hanya dengan menyimak kisah Kak Fanny, soalnya jauh kalau mau datang langsung. Ditunggu kisah selanjutnya ya Kak.
29 Agustus 2026 ● 14:48administrator
hahahah iyaaa namanya memang mengingatkan ke nama malaikat ya mba 😀 .. semoga nanti bisa datang juga ke Ipoh sini mba srie 😉
30 Agustus 2026 ● 06:52Ezna
Wahhhh orang jauh dah sampai sini. Kakak kadang balik Hari Raya ke Ipoh pun tak tahu nak makan kat mana. Boleh la nanti….tapi selalunya kalau Hari Raya….selalunya kedai banyak tutup. Tempatnya cantik la…..
29 Agustus 2026 ● 19:54administrator
iyaa kalau raya pasti banayk tutup kan kak… makanya kdg saya pun malas balik raya, krn pasti susah lah nak wisata kuliner hahahaha
30 Agustus 2026 ● 06:51~uncle gedek!
Sayang di backdrop bunga tu tak di letak nama / logo restoran… Sebab situlah tempat orang akan berfoto dan secara tak langsung akan promote restorannya… kan?
29 Agustus 2026 ● 22:13administrator
hahahah betul jugaaa ya ;)… atau mungkin krn tiap beberapa waktu akan selalu diganti uncle… makanya tak dibuat biar mudah untuk susun ulang dengan design lain 😀
30 Agustus 2026 ● 06:50Norzana Mohd Ali
Semua menu nampak menarik…
30 Agustus 2026 ● 14:24Boleh masuk list kalau ke Ipoh.
administrator
Cobalah nanti kak zana… memang sedap makanannya
31 Agustus 2026 ● 06:03Asri Lestari
Aku pernah dengar tempoyak tapi belum pernah makan. Nggak kebayang durian dijadikan bumbu masakan kayak apa 😅
Masalah khas melayu rata-rata emang bersantan gitu ya. Gurih dan sedap. Kalau yang dipesan di paket ini, selain sayur kailan apa semua ada hint pedasnya mbak? Ngiler banget nih lihatnya.
Tempatnya juga bagus dan rapi. Paling senang lihat bunga-bunganya… Cantik banget.
31 Agustus 2026 ● 06:46administrator
suamiku dulu juga begitu mba… dia kan orang solo yaaa… makanannya terbiasa yg ringan, tanpa santan, bening ;p.. nikah dengan orang batak kayak aku, langsung terkaget2 ama makanannya hahahahaha…
tapi lama2 dia bisa terima… cuma kalau kayak tempoyak atau makanan fermentasi lain, dia blm bisa… memang ga suka yg fermentasi gitu
iyaaa, rata2 masakan melayu danm sumatera itu pasti banyak rempah dan mostly santan.. trus pedas… menu2 ini ada yg pedas ada yg biasa aja… tapi pedasnya pun bukan yg menggigit.. masih ama kubilang utk yg ga tahan pedas
01 September 2026 ● 05:37Lala
Nah iya bener banget ke Ipoh mestinya tujuan utama wisata kuliner. Suka banget deh sama fasad bangunan Jendela Mikael ini 🤩 cakep banget, tempo dulu nya masih ke notice tapi megah dan indah. Pas area dalam nya pun estetik, terus banyak bunga-bunga.
Perfect banget kalau dapat ikan patin bebas bau tanah. Unik juga dimasak dengan tempoyak. Jujurly, aku penasaran banget sih pengen cicip ikan patin yang satu ini.
So far semua lauk pauk oke kecuali yang ada ikan asin, agak keasinan ya. Tampilan menu nya amat menggugah selera, makin tambah selera makan dibarengi sama nasi pulen ditaburi goreng bawang 🤩🤩🤩 aduhai. Untuk rasa minumannya gimana Mba? Oke kah? Porsi minumnya lumayan pas nih, nggak kekecilan gelasnya pun. Seneng ya, kalau meet up sambil kulineran sama teman blogger yang satu frekuensi, jadi banyak yang diobrolin.
31 Agustus 2026 ● 11:08administrator
oke semuaaa mba… kecuali memang yg kailan ikan asin…. biasanya aku memang ga pesen kalau menu yg ada ikan asin, krn kuatir asinnya over.. tapi yg ini udh include dalam 1 set, memang ga bisa pilih.
so far yaaa, aku itu lebih nyambung ketemuan dengan bloggers , ntah itu bloggers indonesia atau malaysia ;p… lebih klik memang, walaupun baru ketemu sekali . kalau temen yg bukan bloggers, even temen sekolah zaman dulu, ga se klik itu ngobrolnya hahahaha
01 September 2026 ● 05:25Fenni Bungsu
Alamak, ditowel pula bahasanya tentang politik dimarih. Kan jadi kepo daku, apa aja itu wkwkwk.
Eh, ada sambal tempoyak juga?
Ah jadi rindu, soalnya waktu sekolah mendiang tante daku pernah bikin dan rasanya enak bikin nagih buat nambah nasi huhu.
Kebayang dah, bakalan nikmatnya sambal tempoyak dengan ikan patin, gurihnya bisa memikat jiwa. Apalagi ada pula daging selai? Deuh tahunya daku mah selai pisang, lah ini daging dibuat di asap. Eh tapi ikan asap aja enak, gimana daging asap kan, hemmm. Bisa aja Kak Fan menampilkan kuliner Ipohnya yang cocok jadi rekomen
31 Agustus 2026 ● 11:18administrator
hahahahahahkalau dah ketemu nadia dan suaminya nih, memang lah macam2 kami bahas mba ;p
adaaaaa, malaysia ada sambal tempoyak… di jkt susah kan nemuinnya, krn memang rata2 di sumatera … enaaaak mba daging di asap… aroma smokeynya dapat bangetttt
01 September 2026 ● 05:22Miss Mirror
Daging salai masak lemak.. sedapnyaa. Nasib baik baru je lunch ayam ungkep, kalau tak menangis I nampak menu2 sedap ni. Lagi2 di perantauan orang.
31 Agustus 2026 ● 12:56administrator
paham rasanya, lagi jauh dari negara, makanan pun berbeda sangat yaa :D.. pasti rindu lihat yg begini 😀
01 September 2026 ● 05:21RULI RETNO MAWARNI
Ikan asam pedas itu megingatkan aku sama kuliner di belitong namanya asam pedas juga dan daging ikannya jg tebel. Mungkin khas melayu emang mirp gitu ya mbak. Btw, galfok sama set makanan itu, ada ayam kampung. Apa disana juga ada istilah ayam kampung dan ayam kota?
31 Agustus 2026 ● 19:43administrator
naaah iyaaaaa… mirip2 lah mba… krn memang ga jauh beda kuliner di malaysia dengan belitung yg masih melayu kan..
yg ayam kampung mereka sebutnya ayam kampung juga… tapi aku lupa yg ayam broiler mereka sebut apa.. kalau aku ga salah ingat ayam pedaging mereka sebutnya
01 September 2026 ● 05:33andrian
Tempatnya kelihatan cantik dan cozy banget, apalagi bangunan klasiknya dipadukan dengan interior yang penuh tanaman hijau. Menu Melayu yang disajikan juga bikin penasaran, terutama daging salai masak lemak dan ikan patin tempoyaknya. Kalau kuahnya gurih, sedikit pedas, ditambah aroma smoky dari daging salai, ini sih cocok banget buat makan rame rame. Jadi pengen ikut kulineran ke Jendela Mikael kalau suatu saat ke Ipoh
31 Agustus 2026 ● 20:44administrator
kalau ke malaysia coba mampir ipoh mas.. krn memang kota ini masih underrated di kalangan turis indonesia… rata2 kita pasti perginya KL, Penang, Johor.. lain2nya masih jarang didatangi ..
dan yg biasa dengan masakan melayu, kaya rempah, pedas , pasti cocok dengan kuliner sini
01 September 2026 ● 05:34Didik Purwanto
Namanya unik2 ya kak Fanny. Mulai dari restonya, Jendela Mikael. Mirip acara2 FTV. Hehe.
Nama masakannya jg mengundang penasaran orang. Ada sambal udang harimau. Ayam kampung goreng jendela. Sampe tempoyak khas Malaysia. Meski udh ada di Sumatera, kyknya blm afdhol yak kalo blm nyobain versi Melayunya.
Krn masakan Melayu Malaysia ga beda jauh dgn khas Melayu Indonesia, makanya enak2 aja di lidah kita ya kak. Apalagi ditemani teman serumpun. Ngobrol ngalor ngidul sampe lupa masakannya udh dtg. Tinggal abisin deh. Macet2an ke Ipoh ini bs diobati dgn makan lahap di Jendela Mikael.
31 Agustus 2026 ● 21:52administrator
betuuul mas… apalagi aku lama di sumatera kan… jadi lidahku terbiasa dengan masakan yg begini, kayak rempah, pedas dan biasa santan. itu kenapa paling sering balik malaysia sebab kuliner juga alasannya.. blm lagi tiket ke KL lebih murah drpd tiket ke medan ;p
pokoknya tiap balik ke malaysia, dijamin aku melebar hahahahaha
01 September 2026 ● 05:29Ejulz
lama dah x ke perak ni..
31 Agustus 2026 ● 22:18administrator
datang lah bang, tak jauh kan ipoh dari KL 😀
01 September 2026 ● 05:26Nona Sani
Whoaaa…Tak Pernah sampai sana. Sedapnya masak salai…My favourite too! Hehe…
Oh ya..di sini kalau tempoyak selalu dimakan bersama Ikan Patin tuh 😍😍
01 September 2026 ● 03:17administrator
samaaaaa, saya kalau ke restoran melayu di malaysia, pasti pesan masak lemak daging salai… sukaaaaaa sangat ^o^
01 September 2026 ● 05:26Heni Hikmayani Fauzia
Jendela Mikael,,,namanya pas banget yaa dengan bangunannya yang banyak jendela. Mungkin karena ini juga jadi namanya Jendela Mikael coz ada banyak jendela. Pilihan set menunya gak kaleng0kaleng yaa dalam satu set menu ada banyaak makanannya, pantesan ka Fanny kekenyahan hehe,,,mana enak-enak lagi makanannya. Di Ipoh juga ternyata ada menu makanan yang mengandung tempoyak yaa sama seperti di Sumatera. Ada satu nama menu yang bikin saya penasaran kak Fan,,,,yaitu Sambal udang harimau,,,kenapa yaa ada kata harimaunya tapi jai unik aja yaa namanya. Ikut kenyaang saya kak Faan lihat kak Fanny makan di jendela Mikael ini. Senang rasanya
01 September 2026 ● 06:47administrator
namanya udang harimau krn besar mba ;p… memang gede2 potongannya…
bisa jadii, krn pakai rumah lama yg jendelanya banyak begini yaaaa.. aku suka namanya juga krn mengingatkan ke nama malaikat 😀
tempoyak mereka agak beda dengan sumatera, sumatera lebih manis… tp aku suka 2-2 nya tergantung racikan yg buat sebenarnya
01 September 2026 ● 08:20lendyagassi
Btw, akutu penasaran ka Fann..
Karena ka FAnn pan jarang yaa.. nongol difoto kalo pas travelling, apa suami juga gitu??
Hehhehe.. tapi ini sangat tumben sekaliii bergaya di depan Jendela Mikael…
Seneng ngliat persahabatan ka Fann yang awet, langgeng dan hangat.
Jendela Mikael menunya luar biasa yaa.. merah semua gituu… tapi bikin happy~
Kalo kaya gitu termasuk makanan khas Melayu yaa, ka Fann?
Penasaran sama daging salai masak lemak.. dan ikan patin iniii uda ciri khas banget yaa..
Semua menu enaakk~
01 September 2026 ● 07:21administrator
oh kalau suami seriiiiiing mba foto.. dia kan narsis hahahahahahah… cuma aku aja yg males pajang mukanya, ntr kena ain wkwkwkwkwkwk.. kalau aku memang jarang, sesekali aja ;p
iyaaaaa ini semua makanan khas melayu… ga jauh beda sih ama melayu indonesia kulinernya… palingan beda di nama terkadang
01 September 2026 ● 08:23Dawiah
Nama restorannya keren yah. Jendela Mikael, kayak tuh mengajak orang untuk singgah dan “mengintip” lewat jendela, bahwa di dalam restoran itu ada makanan yang enak. Singgah dong!
Dan betul. Makanan-makanannya hampir 100% enak. Seandainya tidak ketemu yg keasinan itu bisa full enaknya.
01 September 2026 ● 07:26Lihat foto ikan patin tempoyak langsung ngiler. Sekental itu bumbunya.
administrator
iyaaa, namanya unik ya mba…. dan cantik ntah kenapa… mungkin aku lgs inget nama malaikat :D..
kalau makanan melayu begini aku memang sukaaaa … justru menu2 melayu gini yg aku cari tiap ke malaysia.. apalagi kalau udah daging salai masak lemak, itu memang manteeep
02 September 2026 ● 05:00Rahmah
Namanya lucu mbak Jendela Mikael
01 September 2026 ● 07:44Untung bukan salah satu nama malaikat yang ditakutin, haha
Lihat desain interiornya lumayan juga bikin betah
Kursinya juga gak pasaran
Hmm… soal makanan kayaknya aku kepincut sama yang Sambal Udang Harimau. Sepertinya dagingnya tebel dan bikin saya bakal nambah lagi, hehe
administrator
kalau udang memang enaaaak bgt diapain aja mba… akupun sukaaaa udangnya :D… kalau makan sendiri pun rasanya bisa habis kalau ga inget umur hahahaha
02 September 2026 ● 05:01Alienda Sophia
Seperti biasa gak pernah gagal bikin ngiler Mbaaa.. kailannya keliatan seger banget tapi ternyata keasinan ya…suka banget kailan soalnya akutuh.. kalau ikan pedas aku cuma liat foto aja udah kek auto inget rasa rasanya.. tapi ini kedai nuansanya asik ya.. apalagi dia aware nyediain backdrop bunga yang cute buat spot foto..
01 September 2026 ● 07:59administrator
samaaaaa, aku tuh kalau sayur, apapun pasti sukaaa mba… makannya langsung ngerasa sayang banget kailan ini keasinan… padahal teksturnya udah enaaak bangettt, memang hrsnya jangan pakai ikan asin
02 September 2026 ● 05:02Dailyrella
Wah aku penasaran banget sama aroma dan perpaduan rasa ikan patin masak tempoyak-nya.
Sering disebut-sebut tapi sampe saat ini belum nyobain karena tidak suka durian jadi raguu..
Tapi menarik ya bumbu fermentasi durian ketemu ikan patin yang enggak bau tanah itu rasanya pasti unik dan kaya banget.
Kalau vibes restonya sih oke banget serba klasik dan cozy buat sambil ngobrol-ngobrol. Menu lainnya kalau ada yang rekomen boleh juga niiih…
01 September 2026 ● 08:17administrator
harus coba kalau ketemu menu tempoyak mba… walaupun dari sekian banyak yg aku icip ada aja sih yg rasanya ga terlalu enak… kayak di palembang aku nemuin rasanya maniis bangetttt. ga doyan yg begitu… sebenernya durian nya nanti tercium di aroma aja sih, kalau rasanya sendiri udah ga kuat , krn udah bercampur bumbu kan
02 September 2026 ● 05:04Dian Kusumawardani
Ah nampak lezat semua kuliner Ipoh di Jendela Mikael ini ya mbak. Tersedia berbagai makanan khas Melayu. Aku pengen banget coba patin tempoyak nya
01 September 2026 ● 08:33Belum pernah soalnya, di sini belum ada yg jual, belum ketemu
administrator
kalau diindonesia mau cari tempoyak pasti ke sumatera, atau restoran palembang terkadang ada yg jual … krn kebanyakan memang dari sumatera selatan..
02 September 2026 ● 05:05Yuni Bint Saniro
O mak. Udang sambal harimau pula ya nama makanannya, Kak. Dalam bayanganku pas baca menu ini, pasti pedas.
Aku setuju sama Kak Fanny. Yang namanya udang, mau dimasak apa saja pasti enak. Event cuma digoreng doang juga udah mantul abis.
01 September 2026 ● 08:35administrator
bukan pedas, tapip sizenya agak besar mba… kita pun ada udang tiger sebutnya hahahahahahha… beneeeeer udang itu mah enaaaak aja mau direbus doang pun ;p
02 September 2026 ● 05:06April Hamsa
Aku pertama kali kenal tampoyak tu dari mertuaku juga haha. Awalnya agak ragu makanan apa ini, ternyata nagih juga dimakan sama perdagingan dan perikanan 😀
Wah pesanan makanannya banyak sekali. Trus sianya dibawa pulang mbak? *malah kepoh haha.
Eh daging salai kirain dibikin kek apa sih itu makanan Indonesia yang dagingnya kek lembaran apa deh ya. Ternyata karena diasap, plus dimasak dengan kuah2 ya mbak?
Sambal udang harimaunya menarik. Trus ayam gorengnya tu, aku heran porsi di Malaysia selalu gede2 bener 😀
Haha iya sih keknya kalau sayuran kailan gitu aku suka sayurnya aja atau kalau nggak kasi udang aja daripada ikan asin yaa.
Restonya cakep banget, tapi agak kontras dengan luarnya yg aku kirain bakalan berkiblat ke resto cina, ternyata malah kek resto fine dining yang elegan sekali hehe 😀
01 September 2026 ● 08:37administrator
iyaaa kaaan… enaaak memang mbaaa… tp pernah juga ngerasain tempoyak yg aku ga cocok, pas di palembang, maniiiiis rasanya… nah yg itu aku ga doyan…
lupa deh diapain temenku hahahahah… yg paling banyak itu sisa nasi sebenarnya .. kalau di indo daging asap itu yg kayak makanan khas NTT kan… jadi tipe kering… di sini tipe basah
sayang bangetttt kailannya asin begitu… memang bagusnya jgn kasih ikan asin sih…
tempatnya kayak resto peranakan yaaa :D.. tapi ternyata lebih ke melayu
01 September 2026 ● 09:40Avi
Nah daku penasaran dengan tempoyak (di Jatim kayake ga ada, kecuali bikin sendiri). Memang biasanya kami jarang makan duren, paling banter makan eskrim duren. Tapi pengen tahu, duren kalau dibikin tempoyak dan dipadukan dengan lauk, jadi kayak apaa rasanya?
07 September 2026 ● 14:07administrator
inikan durennya udah di fermentasi ya mba… jadi pasti ada rasa asam nya, khas makanan yg difermentasi.. so rasa durian yg manis udah hilang… saat di masak dengan bumbu yg paket begini, bumbunya sendiri udah banyak bahan dan rempah, sehingga tetep akan lebih kuat… naah durian fermentasi tadi hanya menambah sedikiit rasa asam dan kuat di aroma 😉
08 September 2026 ● 07:45antung apriana
wah itu kenapa ya udangnya dinamai udang harimau? Apakah karena pedas, mbak? kalau aku sendiri kurang suka durian nih jadi kayaknya kalau ke sana aku nggak pesan menu tempoyak itu tapi menu lainnya bikin penasaran juga nih
01 September 2026 ● 08:47administrator
krn besar mba… udang harimau itu memang jenis udang di sini… biasanya size agak besar
sebenarnya tempoyak ini rasa duriannya udh ga ada sih… palingan aroma yg masih ada
01 September 2026 ● 09:37ainun
makin penasaran sama Ipoh 😀
wajib banget pokoknya kalau kita pergi-pergi apalagi ke kota baru, buat cobain wiskul lokalnya.
Aku penasaran sama Kailan, asiinn bued yak :D, kalau di Jawa, orang yang masak keasinan katanya ngebet nikah artinya hahahaha, entah itu mitos darimana.
suka sama model bangunan Jendela Mikael, kayak mirip rumah-rumah panggung Sumatra gitu, bagus juga.
nama menu ikan Siakap, baru denger ada nama ikan ini, boleh lah kapan-kapan dicoba kalau ke Ipoh
02 September 2026 ● 19:57administrator
iyaaa, ipoh itu seruuuuu mba… hrs datangin deh… apalagi kalau pengen liburan ke tempat yg sepi dan tenang.
asin bangetttt hahahahaha, ga sanggub aku kalau asin begitu… mending ga usah pake ikan asin dah.
ikan siakap ini namanya juga itu kalau di indonesia… mama ku sering pakai ikan ini juga kalau masak asam pedas sumatera
02 September 2026 ● 22:30Mulan Ishak
Cantik kedainya. Menu pun banyak yang menarik, boleh cuba nanti kalau on the way balik ke Taiping rumah family sebelah suami.
03 September 2026 ● 11:13administrator
iya, singgahlah kak… saya sukaaa sangat menunya di jendela mikael ini
04 September 2026 ● 10:35Katalora
macam mana ni, orang malaysia sendiri belum sampai jelajah Ipoh. hahahahaha
05 September 2026 ● 18:45administrator
tak apa kak…. krn saya pun banyaaaak tempat2 di indonesia yg belum pergi lagi 😀 . terkadang yg dekat memang sering kita lupa ;p
06 September 2026 ● 21:14anies
wahhhhh dahsyat bangunannya
dah macam istana lama kekdah nyer
tapi memang cantik
06 September 2026 ● 20:15sy pun suka
sy syak keluarga diraja perak mesti pernah singgah makan kat sini
administrator
bisa jadi kak :D.. memang cantiiik juga tempatnya… ini kalau saya ke ipoh lagi, memang nak lah makan sini lagi
06 September 2026 ● 20:57anies
ada juga masak tempoyak udang
06 September 2026 ● 20:26tapi kena pakai udang harimau atau udang saiz besar
baru laa puas makan
but kalau dengan ikan patin rasa tempoyak tu lebih menyerlah
administrator
oh ic… iyalaah biar puas yaa kalau pakai udang besar 😀
06 September 2026 ● 20:56anies
kuah daging masak salai tu memang betul2 pekat walaupun tgk dalam foto je
kalau tak liat tu maknanya tukang masak memang pro masakan negri sembilan ni..
udang tu betul2 menggoda
06 September 2026 ● 20:40pekat sambalnya
saya pun suka 😉
administrator
isssh saya pun jadi terliur lagiiiiii nak makan sana 😀 .. memang sukaaaa dengan masak salai dia
06 September 2026 ● 20:56shirven
wah sedap2 menu nya. semua mmg masakan melayu. i love it!
06 September 2026 ● 21:02administrator
samaaa kak.. makanya kalau ke malaysia saya lebih suka makan di restoran melayu
06 September 2026 ● 21:20Tuxlin
Nama restonya lucu, kayak nama malaikat hehe
06 September 2026 ● 23:55Penampilannya menggoda sekali, kuah-kuahnya kelihatan kental dan kayak rempah nih 🤔
Nah ikan yang pakai tempoyak itu aku penasaran. Sebenarnya penasaran sama tempoyak dan pengen merasakan langsung hehehe… Aku tahu tempoyak dari postingan Koh Deddy huang, katanya itu dibuat dari fermentasi durian 🤔
administrator
nah iyaaa aku juga pas liat pertama langsung keingat malaikat hahahaha
memang kaya renpah mas, khas nya makanan sana… dan ga jauh beda lah dengan kuliner sumatera yg juga kaya rempah… makananya aku langsung suka pas nyobain makanana2 di sana .
08 September 2026 ● 07:48Mamatisya
Macet tu kl ke Ipoh smp 6 jam lebih.. Meriah menu nya.. Tp kailan tu masin sgt ye
07 September 2026 ● 08:40administrator
itulaaah… tapi saya tak tahu ada masalah apa yg buat jammed parah 😀
08 September 2026 ● 07:54hazin
kuliner ipoh jelas sangat kental dengan menu adat melayu sekental daging selai kuah masak jelas menggugah selera. tapi soal rasa kira-kira sama ya mbak dengan masakan indo?
07 September 2026 ● 09:25administrator
mirip dengan kuliner sumatera yg juga banyak pakai rempah dan sntan
08 September 2026 ● 07:55mrhanafi
Daging salai memang ingin sangat nak makan
memang antara menu yang sedap tu
08 September 2026 ● 07:06administrator
betuuuul bang… makanya tiap ke malaysia , dan makan di resto melayu, saya pastiiiii pesan salai masak lemak 😀
08 September 2026 ● 07:35NA
Hehe banyak nasi dan lauk.
08 September 2026 ● 13:53Alhamdulillah dapat rasa ya masakan kampung. Bagus semua sedap.
administrator
alhamdulillah memang sedap2 semuanya kak
09 September 2026 ● 05:44Nurul Rahmawati
aku makan sambel tempoyak pas main ke rumah sodara di Palembang .
agak lupa gimana deskripsi rasanya, tapi yg kuinget aku nambah nasi muluuu gegara tuh sambal lezaaatt 😅 kebayang nih tempoyak gabung ama patin, beughhh menikah banget dah merrkaaaa.
secaraaa aku juga penggemar olahan patin..aku doyan duren jugaaaa.cuma blum pernah makan patin masak tempoyak kek gini
duh pagi pagi ngilerrrr, moga² ada rezeki bisa ke Ipoh…mau wiskul sepuasnyaaaa
09 September 2026 ● 06:56administrator
memang enaaaak kan mba… rasanya tuh manis asam pedas.. ga terlalu pedas biasanya, tp memang aroma duriannya kuat .. aku pun kalau disuruh masak begini nyerah mbaaa ;p
10 September 2026 ● 09:48Pizzah
Cantiknya Rumah Makan ni. Dia macam tradisional tapi moden. Kalau dah kenal lama tu memang macam-macam topik keluar.
09 September 2026 ● 12:58Pekat kuah patin tempoyak tu.Ikan patin memang lembut isinya. Bagus tak hanyir, sedap makan.
Daging salai masak lemak cili api dan asam pedas tu juga favourite. Tapi saya suka ikan kembung. Ikan siakap ni kalau bakar, goreng atau masak tiga rasa sedap lagi berbanding asam pedas.
Mungkin terlebih ikan masin jadi masin.
administrator
yaaa kaaan, memang cantiiiik kak.. saya pun suka pas awal lihat . patin tempoyak dia memang sedaaap.. saya jadi suka menu ini setelah coba… nah iyaaa siakap seringnya dimasak 3 rasa atau goreng atau bakar..memang lebih sedap… tapi dimasak asam pedas begni saya cukup puas juga ^o^
10 September 2026 ● 09:59Faizal R
Pertamanya, laluan KL ke Ipoh tu sukar dijangka. Dulu setiap minggu menjadi laluan. Selalunya macet kerana berlaku kemalangan di hadapan. Waduh, restoran ini sangat cantik bangunannya. Memang high class suasananya dan juga menunya pasti dijaga kualitasnya.
09 September 2026 ● 14:12administrator
memang yaaaa, tak bisa ditebak ipoh :D.. tapi saya tak serik lah kesana lagi… malah teringin revisit dan ingin lebih lama
10 September 2026 ● 09:47Warisan Petani
Alhamdulillah
09 September 2026 ● 21:31Kelihatan lazat2 semua menunya
administrator
alhamdulillah memang sukaaaa wak
10 September 2026 ● 09:45Tukang Jalan Jajan
langsung auto pokus ama asam pedas siakap itu. Terlihat sangat lekoh dan padu banget disajikan dengan nasi putih… sluruuups yummy
10 September 2026 ● 00:28ditambah lagi Daging Salai Masak Lemak sama Ikan Patin Tempoyak yang wangi durian itu. Porsinya juga kelihatan melimpah banget buat makan bareng Nadia dan Didi.
Catat ah, kalau main ke Ipoh wajib mampir ke sini biar bisa ngerasain masakan Melayu yang authentic.
administrator
asam pedas memang nikmaat bangettttt… asam dan pedas yang menyatu, bikin nasi ga mungkin cukup seporsi hahahahah
tapi fav ku dari semua tetep daging salai mas… aroma smokeynya itu loh ^o^…
10 September 2026 ● 09:44