Awalnya, saat tahu kak Retna , Karni dan Sislin akan berlibur ke Jakarta dan Bandung, dalam pikiran dah kebayang mau ngajakin mereka wisata seharian di Bogor. Apalagi ada banyak tempat wisata keluarga, juga ga dilupakan kuliner Bogor yang enak-enak 😍.
Cuma setelah dipikir-pikir, daripada Bogor, kenapa ga tempat lain, yang mana orang-orang Malaysia masih jarang kesana, sehingga terpilihlah , Situ Gunung Sukabumi.
BERANGKAT PAGI-PAGI DEMI BISA LANCAR DI JALANAN
Jarak Jakarta-Sukabumi, normalnya naik mobil, hanya 2.5 jam.. Itu normal. Tapi kayaknya fortuna sedang ngetes kesabaran kami semua di tanggal itu 😂. Mana aku tahu kalau sedang ada perbaikan jembatan di dekat Situ Gunung, sehingga waktu tempuh langsung molor menjadi 4 jam!
Untungnya, cuaca bersahabat banget, sejuuuuk, agak mendung, tapi ga hujan.
HARGA TIKET VIP SITU GUNUNG, SUKABUMI
Sampai di lokasi, setelah parkir mobil, pastinya kami menuju ticket counter. Ada beberapa pilihan paket, tapi karena waktu yang sudah menjelang siang, ga mungkin untuk mencoba paket Adventure seharga Rp300,000, karena harus pagi-pagi. Rute trekkingnya berat, dan makan waktu 3 jam lebih.
Akhirnya pilih track trekking yang beginner friendly, seharga Rp150,000. Bisa mencoba 4 wahana,
-
Keranjang Langit
-
Suspension Bridge terpanjang se-Asia Tenggara
-
Keranjang Sultan
-
Jembatan gantung merah
Oh ya, kami juga pakai jasa guide dengan tambahan biaya Rp150,000 . Lebih enak pakai guide, sehingga dia bisa nunjukin rute yang efisien, dan juga bisa naik wahana keranjang sultan tanpa antri panjang
Pasang gelang tiket dulu. Ini tur guide yang kami pakai selama di sana
KERANJANG LANGIT YANG BIKIN KAKI LEMAS
Setelah beli tiket, tersedia shuttle buggy yang akan membawa tamu ke atas. Dari sini, kami jalan kaki sedikit menujuuuuuu…..
Keranjang Langiiiit 😄😄
Ini wahana baru di Situ Gunung. Aku sendiri aja belum cobain naik keranjang langit. Untung saat itu antrian ga terlalu panjang. Jadi ga terlalu lama nunggu giliran. Ga kebayang kalau lagi antrian mengular, soalnya wahana ini berjalan pelan, dan rutenya panjaaaaang. Mana sekali melintas ga bisa sekaligus banyak. Nunggu 1 keranjang sampai di pos, baru keranjang berikutnya bisa jalan.
antrian keranjang langit sukabumi
Panjang rute keranjang langit untuk one way 523 meter. Artinya bolak-balik bisa 1 km lebih. Trus ketinggiannya 160 meter… Tinggi Monas kalah cuy 😂😂. Posisi kita tuh lebih tinggi dari pohon-pohon besar di bawah.
Setelah pasang harness dan safety gear, tunggu giliran untuk naik. Maksimal bisa naik berdua. Karena kami ber5, jadi Raka naik sendiri.. Karni berdua aku, sementara Sislin dan kak Retna pasangan.
muka-muka happy sebelum kaki lemas ;p
Pas meluncur, beuuuugh, memang lah thrilling 😂😂. Walaupun suka menjajal ketinggian dan wahana ekstreme, tapi aku selalu cari yang cepat. Bukan yang slow motion macam wahana ini hahahahahha. Lebih ngeri weeey 😂.
tingginya lebih dari pohon
Kalau bungee jumping, reverse bungy, rollercoaster, itukan semuanya cepat. Ga sampe 1 menit selesai. Kalau ini, kayak ga nyampe-nyampe ke sebrang 😂😂😂. Kakiku langsung tremor pas liat bawahnya setinggi apa.. Trus mau selfie pun pake kamera Karni, ngeriiiii jatuh hp ke bawah, tanganku udah begetar soalnya 😄😄
Ternyata sampai di Pos 1, wahana ini ga langsung muter balik. Tapi berhenti dulu.. Jadi di sini kami antri lagi, untuk balik ke tempat awal.
menunggu antrian balik
Okelaaaah, seruuu sih 😁. Walaupun kak Retna dah bilang, cukup sekali naik ini hahahahahahahahha. Jangan gitu lah kak, Uyum nak juga coba wahana iniiii nanti 😄
ICIP-ICIP WELCOMING SNACK
Tiket yang kami beli udah include welcoming snack. Jadi selesai keranjang langit, trekking sedikit menuju tempat makan. Pilihan snacknya simple, hanya singkong rebus, pisang rebus, kopi dan teh tawar.
Kalau merasa masih lapar, boleh beli menu berat atau cemilan yang lain. Berhubung niatnya kami mau makan di tempat lain, jadi hanya beli pisang goreng, tempe mendoan dan bakwan di sini.
Surprisingly, enaaaaaak semua!😍😍. Even pisang rebus pun sedaaaap.
gorengan yang kami beli. Dari atas kiri-kanan dan bawah: bakwan, pisang goreng, tempe mendoan
Karni sukaaa dengan pisang goreng yang dijual.. Jadi tiap melihat ada menu pisang goreng di tempat-tempat makan yang aku ajak, dia pasti pesan pisang goreng 😄
Yang sukanya lagi, harga makanan di sini masih masuk akal, ga overpriced seperti kebanyakan tempat wisata 👍
JEMBATAN GANTUNG TERPANJANG ASIA TENGGARA
Baru setelahnya kami menuju suspension bridge. Di sini tas Karni sempat tertinggal di tempat makan 😅. Salut dengan guide, dia langsung lari ke tempat makan barusan, dan ambil bag Karni balik.
Kami beruntung ga terlalu ramai orang yang menyebrang.. Jadi foto-foto kebanyakan bersih. Ditambah guidenya memang supporting lah, dia layan saja kami nak foto macam mana… Even dia pun jadi pengarah gaya untuk pose terbaik seperti apa 😂. Best memang pakai jasa dia… Sayangnya lupaaaa pula catat nomor hp dan nama.. Selama di sana kami hanya panggil sebutan “Mas” 😅😅
Jembatan gantung Lembah Purba Situ Gunung ini masih jadi yang terpanjang di Asia Tenggara (Panjang 535 meter). Pas naik view memang superb 😍. Udara pun sejuuuuuk sangat. Tapi paling seru kalau ada yang berjalan cepat. Jembatan dah langsung bergoyang 😂😂😂. Pening kepala dibuat.
TREKKING MENUJU CURUG SAWER
Lepas jembatan, next nya memang harus trekking lah untuk menuju curug (air terjun) Sawer. Jalanannya tuh kombinasi tanah, dan tangga batu.. Udara tak jadi masalah, sebab banyak pohon besar sepanjang jalan, dan dingiiiin. Tapi rutenya tuh turun ke bawah, dan mungkin untuk beberapa orang yang ada masalah lutut, harus berhati-hati.. Say sorry sangaaaat pada kak Retna, sebab baru tahu. Tapi salut, kak Retna tetap gigih selesaikan trekking ke bawah.
Sepanjang jalan ada banyak kumpulan orang bermain musik. Malah pas tahu rombongan kami dari Malaysia, langsung switch lagu ke Mencari Alasan nya Exist band 😄👍👍. Bayar seikhlasnya saja . Tapi suara vokalisnya memang baguuus lah.
Curug Sawer salah satu air terjun yang tidak terlalu tinggi, tapi deraaaas debit airnya. Di sini kami ga lama, hanya foto-foto,lalu jalan lagi , trekking again ke wahana berikutnya
KERANJANG SULTAN
Ini wahana yang lebih dulu ada dibanding keranjang langit. Bedanya, kalau Keranjang Langit versi extreme untuk dewasa, Keranjang Sultan ini versi babies 😂😂. Jadi kalau kalian dah coba yang Langit, feel saat naik Keranjang Sultan tak dalah excited sangat. Sebab memang untuk bersantai.
Melewati sungai kecil di bawah, tingginya pun hanya pendek saja.
MAU LANJUT KE JEMBATAN MERAH, ATAU BALIK DENGAN OJEK
Selepas Keranjang Sultan, di sini guide kami menawarkan, mau lanjut trekking ke wahana terakhir, atau balik ke parkiran mobil dengan ojek. Berbayar pastinya, per orang Rp50,000
Mengingat kami sudah di bawah, artinya trekking menuju Jembatan Merah pastilah naik ke atas. Rasa-rasanya dah tak sanggub 😂😂. Jadi kami terima tawaran untuk balik saja naik ojek.
kalau tidak naik ojek, kami akan melewati jembatan merah ini
muka-muka masih gembira karena memilih ojek ;p
Di sinilah miss-communication itu terjadi 😆.
Aku pikir temen-temen Malaysia dah tahu ojek itu apa, karena aku pernah singgung soal ini sebelum kami berangkat. Ternyata dalam pikiran mereka ojek itu shuttle buggy yang kami naik pas awal-awal sampai di Situ gunung 😂😂 . Tak terbayang kalau ojek itu MOTOR 😂.
***ps: Tapi setelah ngobrol lagi, ternyata Kak Ret dan Sislin tahu ojek itu apa, cuma tak tahu skill drivernya 😂😂😂
But, no turning back honey… 😂😂😂
Begitu tahu ojek is motorcycle, temen-temenku masih positive thinking… Sampai mereka merasakan sendiri, kalau driver motor di Indonesia memang punya skill dah macam Valentino Rossi 😂😂. Track yang kami lalui, sebagian itu berbatu, tanah, dan tanjakan tinggi. Itu semua dilibas dengan speed yang macam dikejar T-rex 😆😂.
Karni, dan Sislin pun dah tak ragu pegang bahu si abang gojek selama naik ke atas hahahahahahaha . Daripada jatuuuh tejelepuk ke belakang yaaaa cyiiiin 😂.
Nak buat video dah tak mungkin… Aku lebih kuatir hp ku jatuh kalau nekad nak buat video keseraman naik ojek hahahaha.
PENUTUP WISATA SITU GUNUNG BARENG TEMAN BLOGGER MALAYSIA
Sampainya di atas, kaki kami semua dah seperti ubur-ubur terdampar, lemaaaas beib 😂
Sampai-sampai nih 3 temanku langsung mengucap, “Saya pikir Keranjang Langit tuh dah paling seram. Ternyataaaa, naik ojek ini yang terpaling seraaaaam” 😆😄😄
Tak apalaaah, at least pengalaman kita mengunjungi Jembatan Gantung Situ Gunung, berakhir dengan klimaks kaaan 😄😄. Kalau pulang trekking naik Jembatan merah mungkin tak akan berkesan macam nih hahahahahahaah
Next Post, aku bakal tulis tempat makan di Sukabumi yang kami coba, sebelum balik Jakarta 😘
ariefpokto
Paling penasaran sama keranjang langit karena terakhir kali sayasanasana belum berani untuk naik dan meninggalkan rasa penasaran yang mungkin suatu saat akan dilanjutkan. tapi over all kunjungan ke situ gunung saya sangat menyenangkan karena buat saya ya itu adalah liburan ke alam yang sangat maksimal dan fasilitas wisata di sana cukup
16 Juni 2026 ● 10:09administrator
hayuuuuk mas, kesana lagi.. seruuu kok keranjang langit 😀 .. tp jgn pas lagi rame… beuuugh antriannya bisa panjaaaang bangetttt
16 Juni 2026 ● 14:57Carneyz
Andai diulang balik pengalaman ke sini, saya lebih rela hiking balik ke tempat parkir dari naik ojek ya Fanny 😂 nyawa rasa macam telur di hujung tanduk, ketakutan extreme dari naik sampai la turun ojek! 🤣🤣
16 Juni 2026 ● 10:30administrator
kalau saya tanya ke retna, jawaban dia tetap naik ojek karni, drpd balik trekking hahahahahahah
16 Juni 2026 ● 14:58Afzan
aduhai tersenyum baca gelagat mereka semua…dapat bayang macam mana mereka naik ojek tu hahaha
16 Juni 2026 ● 10:35administrator
itulaah kak, gelak trus kami sampai parkiran mobil… memang pengalaman yg langsung menancap di core memory lah hahahahaha
16 Juni 2026 ● 14:58nadia roslan
hahaha kelakarnya gelagat mak-mak bila beraktiviti begini yaa? Harap 1 hari nanti kami juga berpeluang wisata ke sana, tempatnya nampak begitu aman sekali. Sudah bosan ke Indonesia hanya untuk shopping hahaha.
Makanan pun nampak sedap tambahan pisang goreng rangup2 memang kegemaran sayaa.
Saya pernah naik ojek waktu nak ke Pantai Timang di Jogja, ya betul, naik ojek lagi seram dari naik gondola hahaha
16 Juni 2026 ● 10:53administrator
saya dah terbayang, nadia dan didi mungkin cocok wisata di sukabumi ini :D… krn kalian pun sesekali trekking juga kan… pas lah main ke sini nad… kalau bisa stay semalam kita.. menikmati sukabumi juga ;)..
ojek pantai timang memang seraaam juga hahahahaha.. tp waktu itu saya tak pakai ojek, tapi pakai jeep… samoooooo sajooooo seramnya hahahahaha .. semua jalanan dilibas sama dia ;p
16 Juni 2026 ● 14:56MZ
best betul wisata gegirls niii…i dh baca entries kat blog carneyz dan akoretna jugak. bertuah theyoll sbb fanny sudi jadi tour guide tu!!! saya memang nak gi cuti2 jakarta cuma tak tahu lagi bila sbb my son exam SPM tahun ni…mcm tak sempat selit cari masa if nak bwk family..if dapat pergi trip gegirl mcm ni memang besttt laaa (tak sabar nak jumpa fanny next week!)
16 Juni 2026 ● 10:54administrator
tak apaaa kak.. nanti adalaah waktu kita ketemu di jkt yaaa ;).. untuk saat ini, kita ketemu di KL lagi dulu hahahaha
16 Juni 2026 ● 14:54bidasari
Hahahahaha saya tergelak bila membaca pengalaman teman bloggers Malaysia naik ojek. Mereka pegang bahu pemandu ojek sahaja. Kalau KSarie harus peluk terus pinggang pemandu ojek itu bagai memeluk pacar kerana KSarie gayat dan penakut amat orangnya😅Rezeki semuanya dapat mencuba naik kerajang, tengok air terjun, dsb. Saya boleh terbayang kemeriahan setiap aktiviti. Fanny memang adventurous orangnya jadi aktiviti di sini memang your cup of tea yar. Untung sekali semua bloggers yang dapat wisata di Sukabumi.
16 Juni 2026 ● 11:11administrator
kaaaaaak, sampai tergelak saya bayangin kak sarie peluk si ojek wkwkwkwkwkwkwkwk … tak pernah saya hahahahahahha…
makanya kakak ke sinilah liburan… nanti kita ke tempat2 seru yg lian 😉 tak pun ke sukabumi, ke bogor lah 😀
16 Juni 2026 ● 14:51Roziah @ Cie
rasa seram juga kaki tergantung macam tu. nampak gayat jugak. memang kalau kakcie tu fikir banyak kali jugak nak naik tapi demi pengalaman kena la beranikan diri.
16 Juni 2026 ● 12:36administrator
sesekaliii kak ;p… kapan lagiii kan.. dah jauh2 ke sukabumi, naik jugalah akhirnya mereka2 iniiii ;p
16 Juni 2026 ● 14:50Avi
Harga tiket segitu tapi sudah include welcome snack yaaa tergolong murah. Yang seru experience-nya ya Kak.
Daku sampai pelototin fotonya, dan alhamdulillah ada pengaman (seatbelt) di kursi. Tapi ada asuransinya gak sih?
Jadi pengen main juga ke Sukabumi.
16 Juni 2026 ● 14:42administrator
ga merhatiin asuransi mba hahahahaha… pokoknya memang kalau safety gearnya ada kok… dan aku perhatiin relnya juga double… jadi amit2 lepas, masih ada rel penahan.
dan beneeeer ini yg seru experiencenya ;p… pengalaman pertama untuk temen2ku hahahaha
16 Juni 2026 ● 14:49Mazni
tadi baru baca blog kak mulan yg ke rengganis itu. katanya disitu pun jambatan gantung terpanjang di asia tenggara hahaha mana satu yg paling panjang ni?
16 Juni 2026 ● 16:54pengalaman la kakak2 merasa naik ojek. kesian pun ada jugak dengan jalan yg semestinya berbatu-batu dan tak rata tu. rasa nak patah pinggang xD
administrator
sebelum jembatan gantung lembah purba dibangun, rengganis memang nomor 1 mazni… tapi setelah ini dibangun, lembah purba jadi njomor 1… krn yg rengganis panjangnya 300an meter something.
sementara lembah purba 500an meter something panjangnya 🙂
16 Juni 2026 ● 17:10Retna
Hahaha kelakar jgk kan klu di ingat² blk xtvt di situbgunung. Tapi mmg terima kasihbsgt sama kamu, kalau fanny x suggest mmg tak terpk nak jejak situ
16 Juni 2026 ● 17:46administrator
at least dah coba sekali ya kak hahahahahha.. next kita cari yg santai2 lah ;p
25 Juni 2026 ● 23:10hazin
wah… jadi penasaran dan ingin mencoba ke sana, ditambah suguhan panorama alam yang memanjakan mata. sayangnya padatnya rutinitas kerja di bali manjadikan saya sulit untuk memutuskan jalan-jalan ke sana
16 Juni 2026 ● 19:22administrator
oh mas di bali yaaaa… waaah dah lama aku ga kesana… selalu kangen ama bali 🙂
25 Juni 2026 ● 23:10~uncle gedek!
Kalau Raka naik keranjang bersendirian… dapat setengah harga tak?
16 Juni 2026 ● 20:00administrator
taaaaak, sama saja hahahahahhaha
25 Juni 2026 ● 23:09Tot
Seronok baca cerita Fanny dengan teman-teman dari Malaysia ni. Menarik sungguh tempatnya. View sangat awesome, penuh kehijauan. Hehe.. pengalaman mahal tu, naik ojek laju. 😀
16 Juni 2026 ● 22:20administrator
first time untuk teman2 malaysia ini… nasib baik semua aman… takut juga saya kalau ada yg jatuh
25 Juni 2026 ● 22:54Michael David
waduh kak, keknya aku ga cocok deh naik keranjang langit itu wkwkwkwk. wong kapan hari mutusin buat naik flying fox yang ketinggiannya cuma beberapa meter aja pas nyampe ujung udah ga sanggup berdiri apalagi yg macam kek gini. nyampe ujung udah pingsan keknya wkwkwkwk.
16 Juni 2026 ● 23:18administrator
hahahahahahahhah mike, jangan pingsan dong ;p tapi seruuu loh mike… apalagi 1 seat kan bisa berdua… temen yg naik hrs yg bisa nenangin… jangan yg sama2 takut wkwkwkwkwk
25 Juni 2026 ● 22:55Lala
Amazing sih momen explore Situ Gunung Sukabumi ini. Dan perjalanan normal sebenernya cepet ya, cuma ada kendala jadi lumayan lama. Untungnya pas tiba beli tiket wahhh harganya masuk akal sih buat banyak wahana yang bisa dicoba.
Aku sama temen blogger sempat ngobrol pengen explore Sukabumi dan salah satu wishlist ya naik keranjang langit dan melewati jembatan gantung terpanjang. Tapi kok pas baca keranjang langit, ikut merinding. Kaki ku bakalan lemes banget yak.
Slow motion itu bikin kita jadi banyak ngelirik ke bawah yang rupanya sangat keliatan tinggi makinlah seram hahhaa. Untung satu keranjang bisa berdua ya.
Jembatannya udah aku tandai pengen banget lewatin 🤩 estetik dan view nya juara walau goyang-goyang. Enakeun kesana kayaknya pas weekday ya biar nggak padat wisatawan.
Bersyukur dapat tour guide yang the best. Perjalanan jadi tambah berkesan. Duhhh pisang goreng tampak menggugah selera sekali.
Nah, luar biasanya di Indonesia ini skill ojek di tempat wisata luar biasa banget. Ku jadi berasa nostalgia pas pulang dari Cisadon karena udah mendung jadinya naik ojek dan yaampun berasa trauma 😂😭 serem banget. Bener jalanan berbatuan, itu paling nggak enak dilewati pake motor.
Overall seru pake banget yaaa perjalanan kali ini. Nggak salah ajakin temen-temen blogger Malaysia kes Sukabumi. Ditunggu cerita kulineran ya Mba Fanny.
17 Juni 2026 ● 06:19administrator
isssh dicoba duluuuu mba ;p… awal2 temenku juga ragu.. tp krn 1 seat bisa berdua, jd sebenarnya kami bisa saling menenangkan hahahahahah
tapi kalau jembatan gantung nya ga mungkin skip… dia objek utama kaaaan ;D
tapi rata2 guide di sana memang ramaaaah banget.. ga rugi bayar lebih untuk pakai guide.. krn mereka juga bisa bantu utk dpt antrian lebih cepet pas naik yg keranjang sultan.
itu diaaaa…. yg di sukabumi ini skill ojeknya masih normal looh… krn aku pernah naik ojek di tempat yg medannya lebih ekstreme.. itu memang dah siap2 jatuh hahahahahahaha.. kurasa temen malaysia ku kalau naik yg itu langsung trauma bisa2
25 Juni 2026 ● 22:48Puan Hazel
Iye benar, kalau extreme sport tu laju ya, tak sempat takut. Tapi bila naik keranjang itu, slow gerakannya ya. Lagi lama di atas lagi nervous ya. Rasanya Kakak ngak berani cobain 😀
Kakak tahu ojek kerna pernah diberitahu dan nampak sendiri di bandara saat di Jakarta.
Apapun seronok tengok wisata kalian. Semua sporting bergambar dan beraksi depan camera.
17 Juni 2026 ● 09:11administrator
hahahahaha iya kak… kalau takut naik yg keranjang langit, bisa coba wahana lain yg tak terlalu seram ;D . untungnya di sini macam2 wahana nya
25 Juni 2026 ● 22:49Zana
Okay tak naik wahana (macam buaian tu) kukuh tak. Sbb kat Batam pun ada macam ni… InsyaAllah next trip kami ke Batam.
17 Juni 2026 ● 14:47administrator
kukuh kaaaak ;p… seru kok untuk dicoba 😉
25 Juni 2026 ● 22:56Fajarwalker
Aku masih ngikik aja pas tau cerita ojek ituuu. Dikirain yang paling serem tuh keranjang langit itu yaaak, eeeh.. yang masuk core memory-nya malah pengalaman naik ojek, wkwkwkwk. Itu ojeknya udah cocok jadi iklan yamaha si. yang pas sampe di tujuan, bajunya langsung sobek-sobek semua, hahahaha.
Harusnya uncle Gedek nih yang coba naik keranjang langitnya mbaak. Dia pasti senang, sebab objek selfienya jadi lain daripada yang lain, hihihi
17 Juni 2026 ● 15:57administrator
itulaaah langsung tertancap dalam ingatan yaaa ;p.
next memang aku ajak ke tempat2 yg santai ajalah mereka ini hahahahah
uncle ga mau.. udah bilang, kalau ketinggian dia menolak hahahahahah
25 Juni 2026 ● 22:57abuikhwan
Saya belum pernah sampai ke jakarta.. ada keinginan untuk ke sana tapi masih belum termakbul. Saya sukakan tempat tinggi, jadi keranjang langit, jambatan gantung adalah sesuatu yang perlu dicuba sekiranya ke sana..insyaAllah..
17 Juni 2026 ● 16:24administrator
uwaaaah ustad harus cobaaaaa ^o^.. mampir nanti ke sukabumi yaaa.. apalagi dah ada train kalau kesana.. lebih cepat drpd naik mobil kalau kena jammed
25 Juni 2026 ● 22:57Sis Lin
Kalau ada peluang lagi ke sini, Kak Lin mau coba trekking dan hiking, sebab di Johor selalu hiking, tempatnya tidak begini. Walu takut berdebar keranjang langit tu, tapi sebab fikir bila mai datang lagi, beranikan juga pegang kamera Kak Retna amik video dan gambar hahahahaha
17 Juni 2026 ● 17:16administrator
oh kalau mau trekking, nanti bisa ke bogor kak.. lebih bgs tempat hikingnya… saya nak ajak kesana, tp saya pikir kalian lebih suka yg santai 😀
25 Juni 2026 ● 22:59Tukang Jalan Jajan
Beneran membangkitkan adrenalin yessss… Temen temen dari Malaysia aman yaaa abis spot jantung hehehe
17 Juni 2026 ● 19:48Situ Gunung memang nggak pernah gagal bikin takjub. Jembatan gantungnya yang sepanjang 535 meter itu emang juara banget pemandangannya, bikin betah sekaligus deg-degan kalau bergoyang.
Tapi yang paling kocak pas bagian wahana Keranjang Langit dan ojek motornya, sih. Kebayang gimana paniknya teman-teman dari Malaysia yang awalnya mengira ojek itu mobil shuttle, eh ternyata malah diajak ngebut ala Valentino Rossi di jalur batu dan tanjakan ekstrem!
administrator
hahahahahhaah akupun masih ngakak kalau inget part yg itu ;p.. next nya memang cari yg santai2 ajalah untuk mereka ini… hrs yg fokus ke kuliner dan shopping hahahahah
25 Juni 2026 ● 22:59aizamia3
Ada nama ‘Purba’ di Jembatan Gantung Lembah Purba itu.
17 Juni 2026 ● 21:54Pemandangan yang indah.. cantik sangat. Suka tengok..
administrator
hahahahah mirip tagline di blok akak yaa ;p .. nanti dtglah kesini kak 😉
25 Juni 2026 ● 23:00en.me
ooh, wak kira jembatan gantung Rengganis kat Bandung itu., hehe
18 Juni 2026 ● 06:47administrator
bukan wak, sekarang yg terbaru yg lembah purba ini 😉
25 Juni 2026 ● 23:01Okti
Keranjang langit dan atau keranjang sultan nya itu sekarang lagi viral ya gegara ada sesama penumpang keranjang yg tabrakan di atas.
18 Juni 2026 ● 08:09Ulah penumpang juga sih yg memainkan tombol kecepatan keranjang sehingga terjadi benturan.
Pelajaran buat pengelola dan kita juga sebagai penikmat wisatanya. Keselamatan lebih utama…
administrator
iyaa mba… harusnya pihak sana harus lebih jaga safetynya tuh.. jangan sampe kotak tombol kecepatan bisa diutak atik.. kan bahaya…
25 Juni 2026 ● 23:01Fenni Bungsu
Syukurlah di keranjang langit duduk berdua. Kalau sendirian mah, bakalan terasa makin jiper… daku sih kak wkwkwk. Maklum daku pemberani urusan goyang kaki dari ketinggian huhu.
Kalau dari segi harga paketnya boleh juga sih itu. Apalagi asiknya malah dapat jalur khusus dengan pakai tour guide. Ini privilege yang bisa dipertimbangkan kalau jalan-jalannya itu rombongan.
18 Juni 2026 ● 10:22administrator
iyaaa, syukurnya bisa berdua… jd seruuu sih ;p… kebayang mati gaya kalau sendiri hahahahha
nah bener mba… pakai tur guide malah untung.. ada yg bantuin foto juga, dan tahu rute
25 Juni 2026 ● 23:06Sha Mohamed
Aduh!! Sha yang tengok gambar pun terasa gayatnya.. Kalau Sha ni memang tak naiklah.. Seram ya amat.. Gayat pada ketinggian.. Ini pun dah berdebar-debar.. Kalau suka aktiviti macam ini, memang berbaloilah..
18 Juni 2026 ● 11:28administrator
intinya, jangan lihat bawah kak ;p.. lihat depaaaan saja, biar tak gayat 😀
25 Juni 2026 ● 22:32Sha Mohamed
Wah.. Siap pekej makan.. Best ini..
Kalau tak cukup boleh beli lain dan harga berbaloi memang menyenangkanlah.. Selalu tempat-tempat macam ni, makanannya mahal.. Baguslah dia jual dengan harga berbaloi..
18 Juni 2026 ● 11:30administrator
yaaaa betuuul… yg saya suka di sini harganya masih reasonable dan rasa nya pun sedaap.. biasa ada yg rasanya so so kan.
25 Juni 2026 ● 22:33Sha Mohamed
Part ojek tu memang agak menggelikan hati Sha.. Sebab pernah baca skill ojek di Indonesia lain macam.. Tapi dekat tempat yang macam ni pun mereka tak ragu-ragu ya memandu.. Tak terbayang..
18 Juni 2026 ● 11:35administrator
uiiissshhhh justru di tempat ekstreme begini mereka langsung adu skill kak hahahahahahaha… tapi kalau ojek yg di jalan raya, tak laaaah ;p.. bisa kena bintang 1 di aplikasi kalau berani bawa macam racing hahahaha
25 Juni 2026 ● 22:34Sha Mohamed
Terima kasih Fanny sebab berkongsi pengalaman yang entah bilalah boleh Sha cuba.. seronok betul tengok kawan-kawan blogger berjalan seperti ini.. Tak sabar tunggu entry seterusnya..
18 Juni 2026 ● 11:37administrator
doakan mood saya menulis nih tak meredup yaaa hahahahah
25 Juni 2026 ● 22:35Khanif
ngeri sih yang keranjang langit, gw ga sanggup kayaknya :D, malah penasaran sama jembatan yang terpanjang itu, viewnya cakep, terus juga curugnya lumayan bagus buat foto-foto
kalo di jepara itu ada tempat wisata religi sunan muria, kalo ke atas pilihan jalannya ada dua, jalan naik tangga atau naik ojek, kalo naik tangga jelas capek karna ada seribu anak tangga lebih sepertinya, nah kalo naik ojek ini yang bikin ngeri, kanan kiri tebing jurang, dengan skill kang ojek yang pastinya ga kalah juga dari valentino rossi 😀
18 Juni 2026 ● 12:16administrator
cobaiiiiin dulu nif ;p.. bisa naik berdua hahahahahah
tp yg jembatan memang wajiiiib sih… yg ini seru untuk dilewati dan foto2 pastinya
nah aku baca tuh yg sunan muria…. kayaknya aku lebih milih jalan kaki sih wkwkwkwkwkw
25 Juni 2026 ● 22:45Yonal Regen
Wilujeng Sumping di Situ Gunung Kadudampit, kakak-kakak 🙂
Paling bikin ketawa pas baca naik ojeg motor :). Saya saja yang asli Sukabumi lebih milih jalan kaki dari Curug Sawer ke atas, karena bawa sendiri pun tak terlalu berani dengan medan yang sangat aduhai..
Tapi mudah-mudahan ga menyesal ya main ke Situ Gunung, karena masih banyak yang bisa dijelajah, termasuk ke danau Situ Gunung dan ke air terjun Lembah Purba. Tapi memang harus dari pagi sih kalau mau semuanya ke eksplor, atau mungkin bisa sambil nginap di glamping nya.
18 Juni 2026 ● 16:08administrator
itu dia mas… mungkin nanti kalau ada teman yg suka trekking, baru aku ajak lagi ke sini 😉
temen2ku yg kemarin sebenernya lebih suka makan2 dan shopping hahahahah
25 Juni 2026 ● 22:44Dinda
Duh Gusti… Sampai nyebut aku mbakkkk… Wkwkkw..
Keranjang langit ini bikin tremor kaki sama lambungku. Kebanyang udah lama, kaki gremet-gremet, pasti aku udah tremor meski udah pake safety segala. Wkwkw…
Aku baru aja lihat berita wahana keranjang sultan ini ada yang tabrakan. Syukurnya selamat dan g kenapa². Terus mampir ke blogmu habis lihat itu. Antara ngeri tapi pengen.. 😂
18 Juni 2026 ● 16:25administrator
iyaaaa selang beberapa hari ada yg tabrakan… untungnya ga kenapa2 yaaa.. jd pelajaran untuk pihak sana, supaya safetynya diketatin lagi.
seruuu kok mba.. at least sekali harus coba lah ;p
25 Juni 2026 ● 22:43Sn Faaezahh
Aaaaa mau try jugaaaa datang ke sini. Bertuah bloggers MY dibawa jalan sama Fanny.
Lucu la tang ojek itu. Dapat Faa bayangkan gaya Velentino Rossi 🤭
Pasti terpahat dalam memori masing2 kerana trip ni lain daripada yg lain..
18 Juni 2026 ● 22:21administrator
hahahahahahhaah semoga lah yaaaa mereka tak serik datang ke sini ;p…
kapan lah faa datang.. saya ajak tempat lain nanti 😉
25 Juni 2026 ● 22:42Didik Purwanto
Baru tahu itu namanya keranjang langit. Aku kira jalan kaki pake jaring gt di atas ketinggian. Tapi ya seren juga ya kak Fanny. Mana lebih tinggi dari Monas pula. Yg lebih serem kalo jalannya pelan dan ada angin. Berasa ayun2 deh di ketinggian. Wkwk
Aku bs merasakan kekhawatiran kak Fanny dan teman2 blogger Malaysia soal naik ojek motor. Baru tahu jg kl mereka blm mengenal ojek. Smg mereka ga kapok ya diajak ngebut di jalanan terjal yg bikin perut seakan dikocok. Untung mau berpegangan ama abang ojek deh biar ga jatuh hehe.
19 Juni 2026 ● 02:56administrator
hahahahaha itu diaaaa, jalannya pelan itu yg bikin serem ;p.
dah tahu sekarang rasanya naik ojek ;p.. jd mereka bisa prepare mental kalau nanti harus naik lagi hahahahahah
25 Juni 2026 ● 22:41Asri Lestari
Kayanya wisata Situ Gunung ini nggak cocok buat aku yang takut ketinggian. Semua wahananya serem euy 😅
Suspension bridenya aja udah pasti nggak berani apalagi keranjang langit. Ampuuuun…
Bahkan ojeknya juga serem ya hahahaha…
Tapi pemandangannya keren sih. Aku suka. Curugnya walaupun nggak begitu gede juga asyik.
19 Juni 2026 ● 05:34administrator
kebanyakan memang ekstreme sih mba.. walaupun sebenarnya adaaaa yg santai2 ;p.. tp ya ga banyak… palingan meniknmati view ajalah dan makanannya enak2 kok
25 Juni 2026 ● 22:40April Hamsa
Mbaaakk aku ikut ngeri2 sedap haha. Apalagi kalau jalan keranjang langitnya lambat. Kalau cuma 500 meter aja, bisa jalan sebenarnya kalau ada jalur daratnya yak wkwk.
Welcome snack-nya melokal sekali yaa, tapi lumayan sehat makanannya 😀
Tapi tetep ya akhirnya beli gorengan xixixi 😀
Asyik banget bisa trekking, tapi karena paketnya tadi pilih yang beginner, insyaAllah bisa semua sih ya walau pertama kali juga ke sana 😀
Eh di Malaysia kan ada ojol juga ya, grab keknya. Jadi motor online di sana tu sebutannya apa? Eh atau di sana khusus mobil online aja ya?
Hihihi walau ngeri2 sedap tetap ya dapat pengalaman seruuu 😀
19 Juni 2026 ● 06:52administrator
itulaaah, mana jalannya lamaaa, jadi berasa jauuuuh banget hahahahaha
iya mba, ga mungkin kami makan rebus2an doang wkwkwkwkwkwwk.. ada gorengan apalagiii kan ;p
di malaysia ga ada grab motor.. yg ada mobil doang… kalaupun ada motor grab lewat, itu anterin makanan dan barang mba… bukan orang
25 Juni 2026 ● 22:39Alienda Sophia
Mbak aku bacanya ikutan lemes deh kebayang banget itu jembatan gantung sama keranjang langit setinggi apa… aku belum bisa berani sih naik itu
Oh iya tapi yang bikin salah fokus ini semuanya keliatan cukup rapi ya.. tempat wisatanya bersih sepertinya dijaga dengan baik ya.. soal naik ojek yang racing aku udah pernah coba lewat sawah ngebut gitu horor sih emang kebayang.. apalagi ini kan seperti konturnya pegunungan bakalan lebih horor
19 Juni 2026 ● 07:21administrator
yg salutnya memang rapiiii dan bersih mba… berart bener2 dijaga… gpp deh tiket mahal, yg penting rapi dan bersih kan
25 Juni 2026 ● 22:38Srie
Wah keren ya dapat welcoming snack juga he..he.., kalau lihat foto-fotonya view tempat ini memang indah, tapi seindah apapun itu mencoba “keranjang langit” sepertinya tidak menjadi menjadi opsi saya, takiut pingsan di atas he..he.., BTW boleh terbangkan drone nggak mba di sini? hitung-hitung mengabadikan moment dari atas tanpa perlu naik keranjang langit.
19 Juni 2026 ● 07:54administrator
kayaknya sih boleh ya mba…. walaupun aku ga ada lihat.. cuma larangan untuk drone pun ga ada.. jadi asumsi saja, boleh 😀
keranjang langit nih tapi seruuuuu… bisa duduk berdua kalau takut 😀
25 Juni 2026 ● 22:37antung apriana
Ya Allah ngakak banget ternyata dari semua wahana yang paling serem malah pas naik ojek, mbak. Btw di Malaysia apakah tidak ada ojek ya? hehe. tapi jujur kalau saya kayaknya nggak berani itu nyobain wahananya ngeri banget uey 500 meter gitu mana tinggi lagi. kayaknya bakal gemeteran sepanjang jalan kalau beneran berani nyobain
19 Juni 2026 ● 08:07administrator
ga adaaaaa ojek di sana mbaaa hahahahahah… yg ada grab car. makanya mereka ngeri naik ini , ditambah skillnya langsung yg racing hahahaha
25 Juni 2026 ● 22:30Adriana Dian
Selalu pengen banget mampir ke situgunung iniiii, tp dari kemarin masih jadi wacana ajaaa.. mumpung sekarang dah kemarau, kayanya bakal jadi waktu yang tepat buat mampir kesini yaaa
19 Juni 2026 ● 08:36administrator
naah iya mba… sekarang ini pas.. tp lagi liburan sekolah yaa ;p.. rame juga kayanya hahahaha
25 Juni 2026 ● 22:30lendyagassi
Lucunyaa… ada Keranjang Lagit versi babieess..
Suamiku tuu gengsi bilang takut kalo ada wahana menguji adrenalin beginii.. ketinggian, dia maah SKIP…
Padahal aku syukkaa sekaliiih.. dan alhamdulillah, kedua anakku juga syukkaa.. hehehe..
Jadi pingin ikutan ke Situ Gunung Sukabumi.
19 Juni 2026 ● 08:41Ternyata kalo dari Jakarta lebih deket yaah??
Ari dari Bandung maah.. bisa 4-6 jam perjalanan, ka Fan..
administrator
yg versi babies itu namanya keranjang sultan mba ;p. issh naik sendiri aja mba lendy ;p… aku pun kdg gitu… suami kalau terlalu seram ga mau.. tp aku ga masalah naik sendiri.. cuma kalau sekarang ada si sulung yg lebih gila adrenalinnya drpd emaknya hahahahahhaa.. lebih ekstreme dia ;p
dari jkt iya ga jauuuuh kalau jalannya normal.. krn ada tol kan .. kemarin itu krn ada perbaikan jembatan aja
25 Juni 2026 ● 22:29ojolaly
Kalau Kak Ngh dah gayat dahhhh…Kalau masa muda2 dulu suka dgn yg extrem2 ni…ni dah nak masuk 50an…x sanggup dah..hehehe
19 Juni 2026 ● 11:48administrator
kami semua pun gayaaaat kak ngah 😀 cuma kaaan, dah terlanjur depan mata, beranikan diri je laah ;p
25 Juni 2026 ● 22:27mrhanafi
wah…best banget nie.
dapat meluncur laju atas udara untuk melihat pemandangan yang sangat indah..
nasib baik semua tak gayat
19 Juni 2026 ● 16:20administrator
sebenarnya semua gayat bang ;p.. tp dah terlanjur depan mata hahahahaha
25 Juni 2026 ● 22:27Mugniar
Mbak Faan, duh, membacanya saja rasanya ngeri hehehe. Tadinya mikir, kok yang lambat lebih seram ya … eh iya, Mbak menjelaskan kemudian bahwa ada rasa “kok gak sampe-sampe” huaaaa …..
19 Juni 2026 ● 19:02administrator
nah iyaaaa, kkalau lambat itu krn berasa panjaaaang bgt mba… beda ama yg speed kencang ;p
25 Juni 2026 ● 22:26ainun
naik keranjang langit seru-seru deg deg ser, tapi aku penasaran hahahaha. Ngeliat tingginya aja segitu, jangan-jangan pas di lokasi, aku bisa berubah pikiran buat nggak naik, tapi gimana ya, kan tanggung kalau udah jauh-jauh ke Sukabumi terus ga cobain wahana yang masuk dalam paket trip.
Ini nih kalau aku naik wahana yang cukup extrim, gak berani ngeluarin hape sendiri, takutnya jatuh, mungkin kalau ada tali pengaman di hape yang bisa dikalungkan atau dikaitkan ke lengan, masih oke buat ngeluarin hape
hiks aku punya masalah sama lutut, tapi kadang masih acuh sama kaki sendiri, apalagi kalau udah tracking begini, kalau ga dilanjutin naik buat tracking rasanya sayang juga ya
19 Juni 2026 ● 22:38administrator
setidaknya sekarang dah coba mba ;p… next nya cari wahana lain hahahahah
soalnya ada banyaaaak wahana baru di lembah purba itu… dan kebanyakan belum kami coba 😀
aku tuh biasanya kuat2 aja trekking begini.. tp mungkin krn udah beberapa kali yaaa ke lembah purba, jd kemarin itu agak malas juga naik ke atas… makanya memilih ojek… teman2 pula yg blm tahu ojek apa hihihihihi
25 Juni 2026 ● 22:25Djangkaru Bumi
Wah ini tempat yang lagi viral, keranjang gantung yang tabrakan kan ya
20 Juni 2026 ● 15:11Keren banget tempatnya ya, tapi lutut saya lemes dah.
Ojek di lawan hehehe
Betul, daripada hape jatuh, resiko lebih gede
administrator
iyaaaa, beberapa hari kemudian tabrakan hahahahaha… untung pas kami naik aman mas ;p
25 Juni 2026 ● 22:23idahishak
cantiknya view sukabumi seronok fanny wisata
20 Juni 2026 ● 15:45administrator
cantiiiik sukabumi ini kak.. kalau nanti kak PI ke sini, boleh lah mampir yaa 😉
25 Juni 2026 ● 22:22Warisan petani
Beruntung mereka dapat layanan istimewa di sana.
21 Juni 2026 ● 10:18administrator
itu krn mereka pun selalu layan saya baiiiik sangat tiap saya ke KL wak :)…
25 Juni 2026 ● 22:20Pujiaman Zulfikar
Keranjang langit, kalau pobia ketinggian kayak saya. Ya sudahlah kaki kaku, denyut jantung gak karuan.
22 Juni 2026 ● 00:30administrator
ini memang kurang sesuai untuk yg phobia ketinggian ;p
25 Juni 2026 ● 22:19Siti Faridah
Serunya liburan Mbak Fani di Sukabumi bersama blogger Malaysia. Baru tahu kalau ada tempat wisata yang seru di Sukabumi setelah baca postingan ini. Btw, keren ih Mbak Fani berani naik ojek di dataran tinggi. Aku nggak berani soalnya, Mbak. Aku lebih milih jalan kaki saat naik dan turun menuju makam Sunan Muria yang ada di lereng gunung Muria.
22 Juni 2026 ● 07:36administrator
isssh seruuuu mbaa ;p. aku udah beberapa kali naik ojek di tempat2 ekstreme begini… yg sukabumi ini masih tergolong ringan.. pernah lebih berat waktu itu medannya hahahahahaha.. memang macam nak terjatuh lah 😀
25 Juni 2026 ● 22:19duniamasak
makan gorengan with a view seru banget 😀
22 Juni 2026 ● 09:13administrator
betuuuul mbaa ;p… makanan simple langsung terasa nikmaaaat
25 Juni 2026 ● 22:18Ezna
Kalau naik macam tu kakak takut. Tak mungkin naik. Menyeberang titi gantung tu mungkin la untuk ambil gambar je. Cantik betul view kat situ.
23 Juni 2026 ● 17:58administrator
at least yg jembatan gantung lah kakak harus naik 😉 .. kalau keranjang langit tuh memang seram kalau untuk orang yg mudah gayat di ketinggian 😀
25 Juni 2026 ● 22:16Linda
Pernah nampak kawan pergi bercuti ke sini.. memang nampak extreme, jambatan gantung tu, memang teringin nak cuba.. keranjang sultan, harus juga dicoba kalau sampai..tapi, sebelum naik.. memang heartbeat tu macam orang baru lepas buat aktiviti fizikal lah.
24 Juni 2026 ● 04:59administrator
kalau ke sukabumi dah pasti ini main attraction nya kak… jembatan gantung lembah purba ini… awal2 agak seram, tapi sebenarnya seruuu 😉
25 Juni 2026 ● 22:15Dian
Wah, aku kok serem klo ada di ketinggian seperti itu
24 Juni 2026 ● 20:57Walaupun aslinya pasti seru rasanya ya mbak
Baru tahu aku klo jembatan ini jadi jembatan yang terpanjang di asia Tenggara
Keren
administrator
iya mba, ini suspension bridge yg terpanjang di asia tenggara ;)..
seruuuuu naiknya :D.. cobain kalau nanti ke sukabumi yaaa
25 Juni 2026 ● 22:14Ujie Othman
Aduuh…lucu baca statement naik ojek yang terpaling seram berbanding Keranjang Langit 🤣
Nampaknya semuanya seram buat akak, jauh sangat lebih 500 meter naik Keranjang Langit tuh.
25 Juni 2026 ● 12:13administrator
seram tapi seruuuu kak :D… sekali seumur hidup, coba lah kalau ke sini 😀
25 Juni 2026 ● 22:13Rawiwa
Ojek tu grab motobike kan…
25 Juni 2026 ● 19:07Kalau bawak jalan berbatu² dan jalannya belok² boleh dibayangkan.. Mujur tak peluk pinggang pemandu ojek😆
administrator
itulaaaah, kalau saya dah biasa, dan tahu di mana harus berpegang yg aman hahahahahha… kasian memang 3 orang ini, ngeri liat skill ojek ;p
25 Juni 2026 ● 22:13Mulan Ishak
Jambatan Tergantung di Rengganis memang bukan yang terpanjang. Mesti tak perasan sebab sudah di copy paste (mengikut sumber AI bila di-search google) ianya ANTARA yang terpanjang, bukan yang terpanjang.
Wahh Sukabumi, cantik dan menarik. Next trip ke Jakarta Insyaa Allah.
25 Juni 2026 ● 21:34administrator
nanti memang kalau ke indonesia lagi, mampir sukabumi kak… yg bagusnya dah ada train ke sana.. kalau naik mobil ini kadang kala suka jammed teruk…
25 Juni 2026 ● 22:12mamatisya
adventure juga ativitinya….gayat tu..tp syok tgk …cantik air terjun tu
27 Juni 2026 ● 18:34administrator
tapi ini bukan yg ekstreme sangat lah kak :D.. masih okeeee untuk yg gayat2 hihihihhi
29 Juni 2026 ● 21:40Anie Mohamed
Seronok baca pengalaman mak-mak berlibur ni. Bukan sekadar cerita jalan-jalan, tapi penuh dengan pengalaman yang boleh dijadikan inspirasi..
27 Juni 2026 ● 19:28administrator
hihihihihi itulah kak.. kalau dah bergabung, apalagi semuanya suka makan, memang jadi banyak cerita 😀
29 Juni 2026 ● 18:52NA
Ini semua pengalaman menyeramkan dan bukannya bertenang. Haha. Tidak dapat bayang muka masing-masing naik ojek. Hmm tidak boleh ke suruh pemandu ojek pandu perlahan-lahan?
29 Juni 2026 ● 13:05administrator
tak bisa kak… sebab jalanannya itu banyak batu dan lumpur.. kalau jalanan begini, kakak bawa pelan, yg ada malah mudah tergelincir.. jd memang hrs bawa cepat dari awal..
29 Juni 2026 ● 18:46Fuzy Hamid
wah cantiknya view di Jambatan gantung tu…ahhh ni rasa nak segera ke BDO ni…
02 Juli 2026 ● 18:10administrator
kalau dari bandung agak jauh ke sini kak… lebih dekat dari jkt 😉
02 Juli 2026 ● 23:43Kakmim
betul tu fanny kalau sy lg rela naik flying fox yg laju tu dpd yg slow x sampai² ni… tp view sgt cantik… apatah lg bila bersama teman2 yg suka bergambar
alamak.. baca pn dh dpt imajin naik ojek tu.. hahaha
03 Juli 2026 ● 07:18administrator
kadang harus dicoba keseruan naik ojek di indonesia hahahahah
03 Juli 2026 ● 09:58Amie
Pengalaman indah untuk rakan-rakan blogger mengumpul kenangan manis bersama Fanny.
05 Juli 2026 ● 10:37Saya pernah naik ojek beberapa kali… kalau tak silap sewaktu di Jogjakarta tahun 2011 ketika mengunjungi gunung berapi yang baru lima bulan meletus, mungkin Gunung Merapi kalau saya tak silap. Keduanya naik ojek ke Penanjakan untuk menyaksikan pemandangan Gunung Bromo.
administrator
sebenarnya tak semua ojek seram :D.. yg di jalan raya dan harus pesan lewat aplikasi grab atai goride, itu pastilah bawa dengan hati2… sebab mereka bisa dpt rating 1 kalau bawa kencang sangat hahahaha.. tp yg di tempat wisata trutama daerah pegunungan, sebenarnya mereka memang hrs bawa speed yg agak kencang, tak bisa terlalu pelan.. krn kontur jalannya juga menanjak… kalao bawa pelan malah tak jalan ;p
05 Juli 2026 ● 13:25