Minggu lalu aku sudah mereview hotel Tranquil Nest di pulau Rakeedhoo, Maldives.. Plus dan minus dari hotel udah komplit deh dijabarin 😁. Kali ini mau cerita, kegiatan apa saja sih yang kami lakukan 2 malam tanpa bosan, bahkan kuraaaaang, di pulau yang lumayan cimit imut-imut begini 😄 . Soalnyaaaa, tamu-tamu lain yang kebanyakan bule, mereka tuh rata-rata nginep 2 mingguan di Rakeedhoo.
So, ini diaaaa, beberapa aktifitas dijamin ga bikin bosen, kalau kalian memilih Tranquil Nest Hotel , Rakeedhoo island, sebagai tempat menginap saat liburan ke Maldives 😎
MENUNGGU SUNSET DARI ROOFTOP HOTEL TRANQUIL NEST
Ini jangan sampe skip 😍😍, BEST! Rooftop hotel memang dibuka untuk tamu. Ada tangga melingkar jika ingin naik ke atas.. Dari sini, bisa memandang ke lautan lepas menanti matahari terbenam, sambil duduk santai di beanbags. Beberapa tamu malah rutin yoga tiap sore di rooftop.
kliatan ada tangga melingkar menuju rooftop
Kalau sunrise aku ga pernah liat dari rooftop. Karena dari balkon kamar kami udah keliatan jelas😄
sunrise dari balkon kamar kami
sunset dari rooftop
LANGSUNG PANTAI BEGITU KELUAR HOTEL
Enaknya menginap di pulau kecil seperti Rakeedhoo, ga susah kalau mau mantai. Keluar hotel, ya langsung berhadapan dengan samudra 😄. Mana airnya luar biasa biruuuuuu. 😍😍. Udah ga paham lagi aku, ga nemu sih pantai yang warnanya butek di sini .. Kalau ga Turqoise, ya biru langit.
Acho (Manager hotel), sempat bilang ke semua tamu, kalau memang ingin berenang pakai bikini, di pantai depan dan samping hotel boleh. Tapiiii kalau tamu pergi ke arah sisi lain yang sudah masuk kawasan warlok (warga lokal), itu ga boleh bikini yaaa. Makanya para bule wanita di sini termasuk Fara, pada puas bikinian, pantainya private beib 😄👍.
Ada ayunan juga terpasang di sisi samping , yang kelihatan dari jendela kamar kami. Enaaaak banget berayun-ayun di situ sambil menunggu disiram ombak yang datang 😍😍
ga bosan-bosan main ayunan di sini tiap main ke pantainya ^o^
MELIHAT ANEKA SATWA UNGGAS YANG MAMPIR KE PULAU
Kalian suka melihat aneka burung, yang cantik dan unik? Aku sih pastinya bukan penyuka unggas yaaa, apalagi burung. Tapi di sini, adaaaaa aja burung-burung ntah dari mana, yang mampir dan ‘me-time’ di Rakeedhoo. Aku sebut me-time karena mereka bisa dibilang jinaaaak, trus santai aja, walau tahu ada orang-orang sedang ngeliatin sampe videoin segala😁 *TunjukDiriSendiri
beberapa burung yang sempat kami jumpa di Rakeedhoo
KASIH MAKAN IKAN HIU DAN MANTA RAY DI MALAM HARI
Iniiiii nih, aktifitas terbaik, gratis, bikin amazed saat kami di Tranquil Nest. Hiu dan Manta Ray, udah seperti tamu rutiiiiin , selalu datang jelang malam ke perairan dangkal kawasan pantai hotel 😍😍. Ga tanggung-tanggung, tuh hiu awalnya datang sendiri, trus ntar bisa jadi 3-4 ekor. Pada kirim sinyal ke temen-temennya kali yaaaa, tau aja ada makanan gratis di Tranquil Nest😂
kasih makan hiu dan manta ray tiap malam di tranquil nest
Karena memang, staff hotel udah prepare potongan ikan segar 4-5kg per hari untuk hiu dan manta ini. Tamu hotel boleh bangetttt kalau mau ikutan kasih makan.
duduk sore di dermaga menanti hiu datang
2 malam di Tranquil nest, selalu ada hiu dan manta yang masuk ke pantai
Hiu dan manta pada jinaaaak.. Ntah karena dikasih makan, atau memang tidak ada predator mereka di kepulauan negara ini, jadi banyaaaak banget atraksi kasih makan hiu di pulau manapun di Maldives. Bahkan foto dengan hiu secara langsung. Khusus aktifitas ini aku lakuin pas di pulau lain, bukan di Rakeedhoo.
Acho (Manager hotel) sempet bilang, “kalau nanti pas berenang di pantai ada hiu lewat, kalian santai aja… Jinak kok, ga usah takut, ga usah bikin gerakan panik, karena mereka ntar jadi ikutan panik” 😂😂😂
Aku ma Fara, iya-iyain aja… Gini ya broh, berhubung di negara sendiri yang sama-sama kepulauan, hiu itu malah diburu, jadi ga heran ketemu begini di tengah laut, yang ada di pikiran kami udah pasti “matilaaah aku hari ini”, auto masuk mode menyelamatkan diri gituuu.. Udah reflek… Jadi ga yakin sih, kalau ketemu hiu segede gaban begitu, kami bisa tenang dan menganggab ini hanya ikan mas koki😂😂.
Untungnya selama mandi-manda di pantai, yang kebanyakan siang hari bolong, kami ga ketemu hiu sekalipun. Kayaknya memang mereka datang malam doang sih.
Satu lagi yang aku serem dengan hiu, mereka jenis silent kalau lewat.. Tahu-tahu nongol aja di belakang, kayak main ciluk baaaa 😂😂. Kan ngagetin… Salah turis di Tranquil Nest cerita pas sedang berenang di Blue Holes , dari belakang dia seekor hiu 1 meteran, lewat santai 😁. Dia sampe ga berani gerak hahahaha
SNORKELING KE BLUE HOLES, MALDIVES
Selain aktifitas gratisan, Tranquil Nest menyediakan paket tur berbayar yang menurutku masih worth it bangetttt diambil. Banyaaaak jenisnya. Ini pricelist mereka.
harga macam-macam tur yang disediakan oleh tranquilnest.
Awalnya kami mau ambil paket ke White Sand Bank trus piknik. Harga cuma USD130 untuk 2 orang. Tapi apa dayaaaa, ga rezeki, selama kami di Rakeedhoo cuaca ga begitu bagus. Keseringan hujan.
Akhirnya oleh Acho, Sand Bank dicancel, tapi gantinya dia ngajakin kami snorkeling ke Blue Holes 😍😍😍.
Wiiiih tumben si Fanny mau masuk aer😂? Tenaaaang geeees, aku tetap belum bisa berenang, snorkeling atau apalah sebutannya untuk semua aktifitas air. Cuma, kalau di Maldives ga ada ambil tur begini, gilaaaa sih, rugiiiii cuy 😂😂😂.
Blue holes… memang biru bangetttt airnya
Lucunyaaa, Acho langsung shock pas tahu aku ga bisa berenang.. Dia sampe MASTIIN 2X kalau aku benar-benar ga bisa renang 😂😂. Dan akhirnya diputuskan khusus TAMU BERNAMA FANNY, WAJIIIIB pake pelampung dari awal berangkat hingga sampe hotel lagi 😂😂😂
Yaaa maaaaf… mentang-mentang saya berasal dari negara yang juga punya banyak pantai, trus anda pikir semua orang di sana langsung jago berenang bak ikan dugong begitu lahiiir 😜???
Ada yang kocak pas kami sampai di Blue Holes… Yang ikutan cewe semua, 3 bule langsung nyebur pas boat sudah dipasang jangkar. Gilaaaaa, mereka berenang udah kayak ikan, cepeeeeet banget beb 😄😄. Trus giliran Fara yang nyebur… Fara pun jago berenang.. Aku sempet tanya, “Mbaaaa, ini dalam ga airnyaaa??? “
Secara warna air laut Turqooise, itu kan biasanya ga dalam. Fara berhubung udah pakai peralatan snorkeling, jawabnya pake isyarat, cuma nunjuk bahu dia. Wajar dong aku pikir ketinggian air sebahu 😂. Dengan confident aku lompat.
Ternyataaa, pas kaki ga bisa ngerasain dasar pasir, langsung panik hahahahaha…. Apaan, lah wong 4-5 meter dalamnya 😂😂😂. Si Fara udah jauh aja berenang nyusul para bule. Untung pake pelampung… Lama-lama setelah biasa, aku bisa menikmati.. Cuma arus airnya lumayan juga, jadi walau aku pake pelampung, tiba-tiba ngeri karena udah jauh dari boat 😄😅.
Untungnya Acho yang bertugas jagain aku dari atas boat, punya ide, mengikat 1 pelampung lain pakai tali panjang, lalu talinya diikat ke boat. Pelampungnya dilempar ke aku.. Pegangan deh pake itu.
Kali ini, aku ga bakal keseret arus laut sampai tengah . Baiiiik banget nih staff satu 😄👍👍. Gapapa jadi 1-1nya peserta yang pake dobel pelampung.. Sadar diri beib, ga bisa berenang. Daripada maksain, trus ga balik ngambang kaaan 😂😂😂. Amit-amit jabang bayiiiik 😆
saat bersiap menuju Blue holes
acho and team memuat handuk untuk dipakai tamu setelah snorkeling
KELILING PULAU RAKEEDHOO, BENERAN CUMA 10 MENIT BISA LIHAT SEMUA???
Aku ma Fara coba untuk keliling sekembalinya dari Blue Holes. Start dari dermaga tempat kami turun dari boat pertama kali, muterin rumah warga, trus melewati hotel kedua Rattehi Inn yang ga jauh dari Tranquil Nest, trus kami melewati Waste Management Centre, untuk mengatasi sampah-sampah yang ada di pulau ini. Pantesan bersiiiih. Dan yang dipekerjakan itu warga lokal.
waste managemant centre di Rakeedhoo
Tanpa sadar kami berdua udah nyampe lagi di dermaga. Melirik jam, dan bahkan hanya taking time 8 menit saaaay 😂😂😂😂😂. So terbukti, keliling pulau ini memang less than 10 mins.
dah sampe sini lagi ajaaaa ;p
MENIKMATI MALAM TERAKHIR DI TRANQUIL NEST RAKEEDHOO
Ini sediiih sih, kayak nyeseeeeeel banget kenapalah cuma 2 malam… Kalau tahu pulau ini benar-benar bikin betah, kami bakal perpanjang stay di sini daripada pindah ke Maafushi Island.
Saat itu Acho udah kirim online ticket speed boat yang menjemput kami besok jam 9 pagi . Kami yang tadinya sedih, langsung ngakak pas baca nama speedboatnya, kali ini bukan Projets, melainkan MALAS SPEED BOAT 😂😂. Apakah besok kami bakal ngerasain boat yang malas-malasan bergerak 😜?
Ternyata, malah lebih seruuu daripada Projets. Udah kayak naik rollercoaster beib, lebih ngebuuut drivernya hahahahaha.
Malam itu kami selesaikan semua pembayaran , kasih tips untuk staffs karena service mereka yang luar biasa baik 😍😍.
hari terakhir bareng bule-bule seru ii ^o^
saat menunggu Malas speed boat menjemput
Acho sendiri ikut mengantarkan kami ke dermaga sampai boat si MALAS itu datang 😍. Thank you Acho and team… Sudah membuat 2 malam yang sangaaaaaat berkesan di Tranquil Nest dan meyakinkan kami untuk balik lagi tahun depan bersama keluarga 😍
Nice to see you Acho… See you next year ^o^
Untuk siapapun yang ingin ke Maldives, sedang mencari penginapan di pulau lokal agar bisa berbaur dengan warga, harga penginapan yang masih terjangkau, service memuaskan dari para staffs, ada banyak aktifitas tur yang bisa dilakukan, juga makanan enak dan fresh setiap saat, menginap di Tranquil Nest hotel Rakeedhoo island aku jamin akan sangaaaaaat recommended 👍👍👌. Jangan cuma 1-2 malam, rugiiiii, Minimal seminggulah untuk stay di sini.
menjelang sunset di Tranquil Nest Vaavu Rakeedhoo
Puan Hazel
Cantik sungguh di parrot itu!
24 Februari 2026 ● 09:22Memang menarik la staycation kamu di sini Fanny. Akk baca pun seronok dan teruja dgn segala macam aktiviti yg dibuat di situ.
Mau ke sana lagi ya nx year? Semoga berhasil 🙂
administrator
dan banyaaaak kak, parrot macam nih saya temui di pulau2 di maldives.. di male ada, rakeedhoo ada, di maafushi pun ada,.. kayaknya memang burung liar yg dijaga oleh penduduk yaaa.
iyaaa, insyaalah nak balik juni 2027.. sebab saya nak suami dan anak juga merasakan serunya maldives ^o^
25 Februari 2026 ● 05:10linda
linda pun tak pandai berenang juga…seronok lihat orang lain pandai berenang..
24 Februari 2026 ● 09:50tapi, bagus betul servis nya, Acho dna team memang terbaik.
pemandangan cantik, air laut 3 ton warnanya.
memang terbayang-bayang.
administrator
padahal kita tinggal di negara kepulauan yg banyak pantai ya kak ;p… tapi memang lah, orang2 indonesia pun masih ramaaaaai yg tak bisa berenang hahahaha… alasan utama kalau saya kenapa tak mau belajar, sebab panas , takut gosong kulit hahahahahhaha
25 Februari 2026 ● 05:08Yuni Bint Saniro
Kayaknya kalau aku main ke Maldives dan ke Rakheedo, bakalan kayak Kak Fanny dah. Nyebur buat snorkeling tapi pakai double pelampung. Sama kagak bisa berenang, Cyin.
Ah. Aku pingin ke Maldives.
24 Februari 2026 ● 11:33administrator
semoga bisa kesini juga mbaa ^o^ 🙂 … nah iyaaa, untuk yg ga bisa berenang kayak kita mah, cari aman ajalah ;p
25 Februari 2026 ● 05:07Fajarwalker
Whahaha, untung itu bang Acho bisa diandalkan banget ya. Inisiatif naliin mbak fan biar gak kebawa arus.
Kalo nggak, bisa kayak kakakku pas dulu snorkling di Geopark Ciletuh. Tiba-tiba aja ngilang jauuuh banget, sampe keliatan cuma cem titik doang.
Trus lagi pas gitu, ketemu hiu semliwir pulak. Makin panik lah udah hahahahahaha.
Asyik ya mbak fan, pulau segede gini emang cocok buat menenangkan diri. Aku malah ngebayangin kalo bisa shalat subuh di rooftop, kayaknya mantep banget ya. Sembahyang with a view, ashoyyy
24 Februari 2026 ● 12:47administrator
hahahahahahaha, itu ngeri sih… apalagi perairan indonesia lebih seram arusnya 😀 .. jangan sampe lah aku ketemu hiu, mana gede2 banget hiu di sana ;p. walau dikata jinak juga…
eh , aku malah ga kepikir sholat subuh di rooftop…. kebayang sih mas, syahdu bangetttt ^o^.. apa thn depan nih, pas kesana lagi hahahahha
25 Februari 2026 ● 05:07norhidana
Maldives kan negara islam mungkin sebab tu pantai di hotelnya boleh pakai bikini kalau bukan pantai hotel tak boleh. Cantik betul gambar sunset tu, mesti ralit tengoknya kan. Mesti la Acho risau dahla tak boleh berenang kalau jd apa-apa mereka yg susah fanny oi hahahah.
24 Februari 2026 ● 13:39administrator
betuuul kak.. makanya di pantai2 umum memang tak ada yg boleh pakai bikini.. kecuali private beach kepunyaan hotel atau resort
hahahahahaha, iya nih, daripada ada turis indonesia tenggelam dalam pengawasan dia, mending dikasih dobel pelampung saya kan, hahahahaha . viral pula kalau kenapa2 ;p
25 Februari 2026 ● 05:05Zam
hiu di perairan tropis memang chill. karena mereka makan ikan yang banyak banget. mereka justru takut sama manusia. yang digambarkan bahwa hiu ganas suka nyerang manusia tuh adanya di laut subtropis yang dingin, yang jarang ikan. itu pun hiu jenis tertentu, macam white shark, yang biasanya nyerang peselancar karena dari bawah mirip gerakan seal. hiu juga nyerang hanya kalo di-provokasi. selebihnya, hiu akan menyingkir dari manusia. jadi kalo ketemu hiu langsung di laut, justru malah istimewa..
24 Februari 2026 ● 14:34administrator
oh ic…… jadi tahu deh …. tapi masuk akal memang…. perairan tropis kan hangat yaaa, jd ikan2 ikan kecil pun banyak… wajar aja hiu2 di sini pada kenyang hahahahhaa… apalagi dengan banyaknya wisata hiu di maldives, semua pada kasih makan :D.
ntr aku mau googling shita shark itu yg kayak apa… dalam kepala lgs kebayang hiu2 di film hollywood hahahahahaha…
nah iya, pernah baca hiu itu sebenernya juga lebih suka menghindar kalau ketemu manusia… tau ga mas, di sibolga kampungku, hiu masih dimakan, biasanya di gulai..
balik dari maldives, melihat aneka hiu sejinak ini, seriuuus, aku ga akan mau lagi makan masakan hiu… ga tega
25 Februari 2026 ● 05:03Hermansyah
Pantai bersih banget dan warnanya itu loh memang bikin betah. Kalau saya yang ke situ mungkin lupa pulang, tau tau dideportasi.. wkwkwk.
Ngomong-ngomong foto turis yang pakai bikini kok ngga ada, tapi foto burung ada. Jangan-jangan turisnya pada ngumpet kali ya..hihihi
24 Februari 2026 ● 21:29administrator
hahahahhaa, ga mau di blacklist, aku masih mau baliiiiik ;p
aku private dong foto2 bikininyaaaa :D….
25 Februari 2026 ● 05:00Yonal Regen
Keren lah Bang Acho pelayanannya yang super sekali. Eh, pas lihat gambar orang nya seperti sangar, tapi ternyata act of service nya luar biasa, ya.
24 Februari 2026 ● 23:28Baca tulisan ini sambil senyum-senyum di bagian ga bisa berenangnya sampe di kasih pelampung double sama Acho. Sebagai sesama yang cuma bisa renang seadanya ngambang doang, I fell you Mbak Fan.. hehehe
administrator
muka saja sangar mas, hati hello kitty diaaa hahahahahhh… baiiiik banget orangnyaaa… dan kocak juga
25 Februari 2026 ● 04:57opzzpinky
cantiknya pantai maldives..teringin nak ke sana..
25 Februari 2026 ● 05:41administrator
kesinilah kak…. apalagi dari malaysia lebih murah tiketnya
28 Februari 2026 ● 06:27Roziah @ Cie
cantiknya view. tenang je rasa bila duduk kat situ. fresh otak.
25 Februari 2026 ● 06:53administrator
betuuuul kak… kalau tujuan nak refreshing, rakeedhoo ini sesuai sangaaaaat ^o^
28 Februari 2026 ● 06:28Nik Sukacita
Aaaah aku rinduuu lauutt. Langsung keinget dengan Takabonerate kalau soal hiu. Saat itu bangun tidur di depan penginapan langsung main dan berenang dengan hiu-hiu. Ha ha ha pas orang heran ga kau ga bisa berenang, langsung ke inget sama teman yang aseli Bali ga bisa renang. Apaaah lahir di kelilingi laut dan sungat kagak bisa berenang? Iya tapi kan ga semua orang seneng air yak.
Mantap betul penginapan ini ya, bisa lihat sunset dan sunrise, langung ke inget dengan penginapan di pantai pink Lombok.
Menikmati pulau itu memang surga banget buatku. Apalagi kalau bisa ngobrol-ngobrol dengan orang lokal. Sangat menarik.
25 Februari 2026 ● 07:15administrator
iya mba… setelah nemu yg cocok, aku jd langsung sukaaaaa banget dengan kehidupan pantai yg begini… tenang, bersih, cantik…. mungkin selama ini yg aku ga suka yg terlalu crowded yaaa… tp kalau sepi, memang betah lah
28 Februari 2026 ● 06:30MZ
beach and sea view is always awesome!! cantik banget!! saya teringin cuba snorkelling tapi tak tahan kalau muka jd sunburnt pulak!!
25 Februari 2026 ● 07:56administrator
pake sunscreen yg waterproof kak ;).. saya selama di sini selaluuu pakai sunscreen yg waterproof.. dan kulit tak sunburnt 😉
28 Februari 2026 ● 06:31Bidasari
Kalau macam ni best nya Fanny harus melepak di sini paling kurang 4 hari ya baru puas hati begitu. Bisa snorkeling, berenang sama hiu dan manta ray, tengok sunset, lepak membaca buku, sunbathing, tengok air warna turquoise dan bermalas-malasan sepuas hati kan. Rasa mau joint trip Fanny ke Maldives 2027 nanti😅Fanny itu sihat kan? Bagaimana Ramadannya? Semoga yang baik-baik untuk Fanny sekeluarga ya
25 Februari 2026 ● 08:27administrator
seminggu kak, 4 hari kurang hahahahaha… makanya thn depan saya plan 2 minggu ke maldives… seminggu stay di rakeedhoo, seminggu lagi di pulau lain yg kecil juga
ayolah ikut saya thn depan 😉
28 Februari 2026 ● 06:35Heni Rosnita
Nah sama mbk yang aku kuatirin itu karena aku enggak bisa berenang sama sekali 😁, boro boro mau nyelem, yang ada nyelem gak nongol-nongol lagi kali wkwkkk, tapi pan cukup puas di sana ya mbak walo cuman berapa haripun, udah sangat berkesan banget
25 Februari 2026 ● 11:39administrator
pakai pelampung amaaaan mba…. aku yg penting pelampung ada aja… kalau hrs nyebur langsung ga deh… 😀
belum puaaaaas hahahaha… pgn lagiiii
28 Februari 2026 ● 06:09Didik Purwanto
Kyknya kita memandang matahari yg sama deh kak. Bedanya, view dan vibe-nya yg kontras. Di sini view pantai yg butek, penuh sampah. Di sana udh ga bs bilang apa2 lagi selain subhanallahu.
Dan bs-bsnya staf bilang kalo lagi berenang malah disuruh santai lihat ikan hiu. Kita aja yg udh parno duluan deh. Jadi ingat film Shark deh wkwk. Takut dimangsa. Haha.
Dan bener sih kalo Maldives tuh mayoritas penduduknya Muslim. Jd menghormati bgt kalo berenang di sono ya hrs syar’i. Kecuali hotel2 yg private, bebas deh bule berenang pake bikini.
Smg aku bs menikmati senja yg sama di Maldives ya kak.
25 Februari 2026 ● 13:03administrator
sedih yaaa.. kalau pantai di indonesia dijaga bangettt, sampah ga ada, aku yakin sbnrnya bakal lebih bagus…. tapi ntahlah , susah banget orang2 indonesia ini diajarin ttg sampah… 🙁
naah itu, dlm pikiran kita hiu itu ganas… padahal sbnrnya kalau area tropis begini, hiu cendrung kalem, krn makanan mereka ikan2 kecil banyaaaak…. beda ama hiu di perairan dingin
28 Februari 2026 ● 06:11Nurul Rahmawati
Masya Allaahhh…indah nian ciptaan Yang Maha Kuasa
Alamnya cantik . Orang2 di sana (mayoritas) pada baiik.
ga heran banyak artis/influencer yg kalo trip tujuannya ke Maldives ya
17 Maret 2026 ● 05:17karena memang luarrr biasaa…duh renang ama hiu…kasih makan ikan manta gokilll siyy
administrator
bener mba… baik2 bangetttt orang di maldives ini… seminggu di sana, kami ga ada ketemu yg jahat atau licik..
17 Maret 2026 ● 06:13deq su
wahhh.. cantiknya air dia. Sungguh tenang suasana kat situ. Bersahabatlah kamu dengan pelampung ya. Saya juga tidak pandai berenang. kita mampu main air di tepi-tepi aje
25 Februari 2026 ● 13:29administrator
hahahaha iyaaa, yg penting pakai pelampung kak.. baru saya berani 😉
28 Februari 2026 ● 06:12Carneyz
Mesti tenang je suasana di pulau tu kan. Bagusnya hospitality di Maldives, lagi2 pengurus hotel Acho tu. Pasti ramai repeat customers 🤩
Burung kakak tua tu jinak ke Fanny? Cantik betul warna bulunya, merah terang ye.
Makanan di sana ok tak? Sesuai ke dengan tekak Nusa Tenggara kita ni? 😅
25 Februari 2026 ● 14:29administrator
iyaaaa… parrot di sini jinak2 loh… padahal tak ada yg punya… memang bebas… sukaaaanya….. di semua pulau yg kami visit, pasti ada parrot…
makanan saya tulis selasa esok… emmang best!!! 😉
28 Februari 2026 ● 06:13Mulan
Subhanallah cantik sangat semuanya especially warna air laut nya. Maldives memang terkenal satu dunia dengan keindahan pulak dan lautnya. Bagus sangat servisnya ya Fanny. Mesti ke sana lagi, mungkin perlu tengok musim paling baik yang tidak hujan. Kami jugak dulu, ke sana sesudah taufan dan ribut, cuaca agak kelam.
25 Februari 2026 ● 15:00administrator
kata acho yg paling best itu juni kak… makanya saya nak ke sana juni 2027… apalagi bertepatan dengan libur anak sekolah
28 Februari 2026 ● 06:17Lala
The best banget sih mbak sunset nya 🤩🫶 Sukak sekali ngeliat view nya. Manalah depan penginapan langsung pantai, warna air nya pun aduhai. Biasanya kalau di kita, masih area pinggiran jarang yang biru cerah atau toska. Harus laut dalam baru cakep warna nya. Disana bahkan depan penginapan pun sudah bikin betah view-nya.
Maka tak heran kalau banyak bule stay lama disana. Memang nyaman banget buat nyantai with view. Manalah Acho nya Baek banget.
Banyak burung cakep pula 🤩 betahlah nggak banyak aktivitas sekalipun. Tapiii, kalau ada snorkeling rasanya nggak boleh di skip sih mbak. Secara view-nya pasti the best.
Nah, part kalau ketemu hiu santai aja kayaknya agak sulit. Secara yaaa pasti kaget huhu apalagi kalau ukuran mereka gedeee.
Aku sempat lihat video di IGS mbak banyak hiu yang lagi gerak bebas di sekitaran pantai. Ciamik bener yaaa.
Mestilah nginap lagi kesana, kalau sudah ketemu hotel sejuara ini nggak boleh skip, teruji nyamannya.
25 Februari 2026 ● 15:04administrator
nah makanya, aku tuh amazed krn semua air di maldives in, mulai dari male, sampai rakeedhoo, semua ga ada yg butek mbaaa hahahahahaha… kok bisaaa… semua warna biru yg cantik2.. di bali ga begitu warna airnya ;p. coba liat kuta dan sanur… lah di sini dari pinggiraan aja udah biru.
aku ga bisa nikmati view bawah laut, secara memang fokus supaya badan stabil hahahahahah…
kalau hiu yg banyak dan berenaang bebas di story ku, itu beda lokasi… bukan di rakeedhoo ini…. tapi yg ambil video juga bukan aku… tp guidenya hahahaha
28 Februari 2026 ● 06:37Dinda
Mbakkk Fannn, kita samaan nggak bisa berenang. Dan gilak banget itu hiu salah satu yg bikin aku takut nyebur air laut meski snorkling. Wkwkkw.. padahal seumur² belum pernah lihat hiu di laut selain di aquamarine.. 😅
Maaf saya kebanyakan nonton film.hiu, jadi rada parno sama berenang di laut.. 🤣
Tapi kalau mantai, ayuk lah.. suka lihat sunset atau sekedar main air di boatnya masih suka. Aplagi pantai secantik rakedhoo ini. Ulala.. bikin elus² celengan. 😅
25 Februari 2026 ● 22:01administrator
hahahahahha kalau di maldives percaya deh mba, memang jinaaaak…. saking banyak makanan di perairan mereka, ikan2 kecil… jd hiu nya pada kalem ;p..
tapi kalau kesana lagi, serius aku bakal fokus kuliner… kuliner maldives ga kalah enak 😉
28 Februari 2026 ● 06:39Asri Lestari
Asyik banget ya di sana. Sunrise dan sunsetnya masyaallah cantik. Pantainya juga biru bersih. Kayanya mager di sana seminggu juga aku kuat. Tiap pagi dan sore jalan keliling pulau, terus duduk santai baca buku sambil menikmati pemandangan, habis gitu makan enak, malam-malam kasih makan hiu dan manta ray. Nikmat mana yang kau dustakan? Hehehe…
Di laut walaupun pakai pelampung tetep ngeri sih karena arusnya gede. Inget dulu pernah naik banana boat di Bali, waktu banana boatnya dibalik, aku tetap sempat tenggelam karena kaget. Padahal udah pake pelampung. Untung habis itu ada yang narik entah siapa.
Kalau di kasus mbak Fanny untung ada Acco yang peka ngasih pelampung dobel. Pengalaman tak terlupakan pasti.
26 Februari 2026 ● 03:50administrator
nah iyaaaa, mager doang pun di sini bikin betaaah mba… ga tau bilang lagi lah.. mana cuacanya enaaak… panasnya maldives beda ya ama indonesia yg lembab.. maldives itu kering, dan sejuk berangin
aku pun pernah pakai pelampung tp tetep tenggelam krn panik hahahahah.. pas naik banana boat juga, waktu ditebalikin… mungkin krn kaget yaaa
28 Februari 2026 ● 06:40Bambang Irwanto
Pertama-tama maafkan saya yang ngakaknpas baca manager hotel namanya Acho. Srius dia bukan dari Makassar Mbak. Karena nama Achi iye buat anak laki-laki di Makassar. Kalau anak cewek Becce. Sama kalau di Jawa panggilan Le Hehehe.
26 Februari 2026 ● 11:50Dan walau pulaunya tidak terlalu besar, tapi beragam aktivitas bisa kita lakukan di sana ya, mbak. Termasuk melihat matahari terbenam langsung dari balkon kamar hotel. Yang saya suka juga aktivitas melihat burung-burung di alam bebas. Tempat ini memang cocok untuk healing atau Me time. Benar-benar sangat menikmati hidup. Wajar saja para bule ada yang menginap sampai 2 bulan. Cocok nih kalau ada proyek menulis. Bisa menulis dengan tenang di tempat ini.
administrator
oh aku baru tahu panggilan di makasar begitu 😀
iya mas… makanya walau ni pulau seuprit, tapi ga bakal bosaaaaan… banyak banget kegiatannya … memang cocok utk stay lama.. bule2 itu sukaa yg begini… dan lagi mereka itu liburan sambil kerja remote…
28 Februari 2026 ● 06:27antung apriana
wah beneran cantik banget ya, mbak ini pulaunya dan banyak hal yang bisa dilakukan juga. aku penasaran burungnya itu memang tinggal di pulau itu ya? trus kalau soal hiu aku juga pasti panik banget kalau berenang tahu-tahu ada hiu soalnya kan kita tahunya hiu itu hewan pemangsa gitu
26 Februari 2026 ● 14:14administrator
naaah iyaaaa…. krn kita kan jarang ke laut apalagi sampe nyelam2 ya mba …. jd wajar sih kalau ngeri dengan hiu…. toh air itu bukan tempat hidup kita.. kalau harus berantem dengan hiu, dan pasti KO hahahahahah
28 Februari 2026 ● 06:25Mazni
Saya faham perasaan tak reti berenang tu. Masa pergi boracay dulu, guide pun terkejut bila kami tak boleh berenang. Sudahlah masatu mahu buat helmet diving 🤣 rasa malu pulak tgok orang lain semua pandai berenang. Kita je buat aktiviti air, tpi tak pandaiii haha
saya jadi panik bila tak cecah dasar, walaupun pakai baju pelampung. Lepastu terbayang ikan ngapp kaki dari bawah
26 Februari 2026 ● 15:35administrator
eh helmet diving itu yg jalan di air pakai helmet kan? itu perlu bisa berenang juga?
itulaaah krn tak bisa cecah dasar, jd panik… dan lagi satu, saya tetap susah napas pakai alat snorkeling itu…. macam mana lah nak bernapas pakai itu hahahahah
28 Februari 2026 ● 06:24Mazni
takde syarat perlu pandai berenang pun. cuma bila kami tak reti berenang, abang bot tu kena ulang alik turun ke laut utk turunkan dan angkat kami naik ke atas bot hahaha
01 Maret 2026 ● 18:13administrator
oh ic ;p…. penasaran pula saya nak merasa juga wisata itu … ini kayak yg di bali saya rasa.. pakai helmet trus tinggal jalan… tp ntahlah macam apa rasanya ;p. blm coba juga yg di bali
02 Maret 2026 ● 09:49~uncle gedek!
Untungnya Fann dapat jumpa manta. Manta tu dalam bucket list uncle tapi tak pernah jumpa… Walau pun tempat yang uncle turun tu memang laluan manta… mungkin belum rezeki…
26 Februari 2026 ● 17:58Hiu 1 meter tu memang bonus lah! Best-best!
administrator
waaaah uncle ke maldives lah… memang tak payah cari, dia datang sendiri ke kita hahahaha
28 Februari 2026 ● 06:22Fenni bungsu
Cam mana pula Kak Fan si Hiu kok malah dianggap ikan mas koki huhu. Daku mah yang ada langsung mules dah tuh huhu.
Terus itu ayunan, kuat ya kak? Kok ya pikiran daku malah jalan² sangking asiknya berayun eh malah pindah alam alias nyemplung dan patah dahannya.
Ah tak lagi kuingin mengingat hiu dan si ayunan hehe, ingin yang melihat sunset saja haha. Soalnya beruntung banget itu kamarnya langsung sat set melihat sunset, jadi nggak pake acara ke rooftop.
26 Februari 2026 ● 19:10administrator
eh tapi beneeeeer, di sini hiu nya jinaaaak mbaaa hahahahah… srius deh.. kalau kata temenku, krn perairan di maldive situ hangat, kan tropis yaa.. jd ikan kecil sebagai makanan hiu banyaaaaaak.. makanya hiu sini cendrung kalem, krn kenyang perutnya
liat sunset nya memang best lah…. ga boleh skip itu… aku betah di atas lama2 hanya utk nungguin sunset
28 Februari 2026 ● 06:22Ariefpokto
Semenyenangkan itu resortnya sampai ga mau pulang. Emang beneran staycation idaman ya Mbak. Seneng dan bahagia bener pengalaman di salah satu destinasi terindah di dunia ini
26 Februari 2026 ● 21:22administrator
aku krn pengen kasih lihat suami secantik apa maldives, makanya hrs balik lagi…. selama ini dia kira maldives biasa aja
28 Februari 2026 ● 06:20ainun
kalau ketemu staf kayak Acho gini, udah pasti bikin betah dan nyaman buat menginap disana. Ditambah pelayanannnya juga okee
hehehe bener mbak mending pake pelampung dan pegangan sama tali, kalau kita udah nyemplung ke laut, kadang arus bawahnya kenceng, padahal kalau diliat dari atas kayak tenang gitu airnya
kalau penginapan punya private beach gini, serasa pulau pribadi ini 😀
26 Februari 2026 ● 22:43apalagi kalau yang main di sekitaran pantai cuman tamu hotel yang nggak terlalu banyak juga, seruu pastinya
administrator
iyaaaa…. perenang pro aja masih bisa ketarik arus, apalagi kita yg baru netes begini wkwkwkwkwk….
kalau ke maldives mending pilih pulau kecil mba…. yg ga ramai orang… jd memang tenaaaang banget…
28 Februari 2026 ● 06:19Rahmah
Sungguh pengalaman yang membuat saya iri karena pengen tapi tak mampu, haha
26 Februari 2026 ● 23:48Saya paling terkesima ketika melihat foto-foto sunset, sungguh indah pemandangannya
Saya paling suka sunset karena ingat pengalaman pertama kali belajar motret langsung diminta menangkap matahari terbenam ini di Pantai Losari
Senang ya mbak dan semoga bisa ke sana sekeluarga lagi
administrator
kalau bawa kamera yg proper pasti lebiiiih baguuuus lagi hasilnya mba… aku cuma bisa pake hp.. sayangnya pas kami kesana memang cuaca agak mendung.. jd ga berharap bisa dpt sunset dan sunrise yg bagus banget.
28 Februari 2026 ● 06:18Lia Yuliani
Wah, ternyata hanya butuh 10 menit bahkan 8 menit saja buat mengelilingi pulau ini ya, Mba. Nggak nyangka bisa kasih makan hiu langsung di pulau ini dan hiunya pun jinak pula. Bisa lihat aneka burung, liat panorama sunset or sunrise. Pasti nggak terlupakan dan bakalan balik lagi nanti ya, Mba ke sini. Aku kalau jadi Mba Fanny auto pengen lagi nginep dan stay di sini.
27 Februari 2026 ● 00:03administrator
makanya aku confirm hrs balik thn depan ;p.. sekalian mau kasih lihat suami dan anak2, secantik apa maldives… krn dalam pikiran mereka maldives itu biasa aja… sama kayak yg aku pikir sebelum pergi… jadi nyesel cuma bentar ;p
28 Februari 2026 ● 06:06Dian
Ah seru banget baca cerita mbak Fanny nginep di pulau terkecil ini
27 Februari 2026 ● 06:17Benar benar menikmati ya mbak
Pulau yang tenang dengan pemandangan yang sangat cantik
Soal hiu, meski dibilang jinak, ya tetap merinding ya klo ketemu
administrator
ternyata kalau kata temenku, hiu di perairan tropis itu memang kalem mba… krn makanan mereka banyak ikan kecil… kan airnya hangat… beda dengan hiu di perairan dingin. di sana ikan kecil ga sebanyak di perairan hangat… makanya ikan predator lebih ganas.
28 Februari 2026 ● 06:03Heni Hikmayani F
Kak Fanny kereeen meski gak bisa berenang tapi berani nyemplung ke laut ikut snorkelling..meskioun ada tali pengikat pelampung ke boat buat jaga jaga tapi kan jadi tenang yaa..hehehe.
Saya suka liat burungnya bagus banget warna warni begitu, itu asli yaa jaya di cat. Penasaran juga pengen rasain kasih makan ikan hiu. Koq bisa yaa hiunya jinak² begitu, gak galak sama sekali apalagi gigit² orang. Benar benar nyaman jadinya kalau mau berenang juva.
27 Februari 2026 ● 06:53Nginap cuma 2 malam tapi pengalamannya banyaaaak banget ya nginap disitu. Asli kak Fan ini mah ouasss bangeeet
administrator
rugiii soalnya mba kalau ga ikutan nyemplung hahahahha… aku selagi pake pelampung berani.. krn memang enak bangettt airnyaaaa
ga di car kalau parrot di sini… warnanya semua gonjreng.. ada yg merah, kuning, biru…. ga cuma di rakeedhoo akau ketemu parrot. tapi di maafushi dan male juga
hiu di maldives ini makanannya banyak mba.. makanya mereka jinak… krn kenyang
28 Februari 2026 ● 06:05Dedew
Nggak nyangka yaa kalau liburan di sana ternyata menyenangkan dan bikin betah, dua hari jadinya tak cukup untuk menikmati semuanya.. takjub banget lihat warna lautnya dan ada hiu serta manta… masya Allah…
27 Februari 2026 ● 07:22administrator
memang ga cukup… minimal aja harus seminggu mba
28 Februari 2026 ● 06:05Alienda
Mbaa ini beneran ya definisi liburan indah tuh ya kaya gini. Bisa liat sunset di laut lepas yang indah. Main di pantai yang indah. Sampai satwa di situ juga gak kalah indah >.<
27 Februari 2026 ● 08:08Burungnya cakeuuuppp
Tapi yang menurutku unik banget ya kasih makan hiu. Langsung berasa gak level lah itu ngasih makan ikan koi 😀
administrator
kasih makan hiu dan berfoto dengan hiu, ini udah kayak wisata wajib di semua pulau maldives mba… saking banyak dan jinaknya…. jd memang seru… dan wajib ambil sih wisata hiu nya…. nanti yg aku foto2 dengan hiu ada pas di pulau yg lain
28 Februari 2026 ● 06:02April Hamsa
BTW pakai bikini bebas berenang di pantai yang ditentukan, tetapi kalau pakai baju renang muslimah juga gpp kan ya mbak?
Soalnya ada beberapa lokasi kolam/ pantai di LN yang kyk gimana gitu sama baju renang muslimah yang lebih tertutup.
Eh tapi kalau mai ke pantai yang ada warlok boleh juga asal gak berbikini? Berarti bisa pakai baju renang muslimah aman?
Asyik banyak burung, nggak perlu bayar masuk dunia burung udah dilepas liarkan aja ya. Asal gak ganggu.
Wow ada hiu. Aku sampai gogling manta apaan ternyata sejenis pari ya?
tapi iay seeeh sejinak2nya mereka, nggak dulu deket2 aku mbak hahaha 😀
Eh di sana snorkeling kudu bisa renang ya, soalnya setauku di sini tanpa gape renang pun gpp. Tapi mungkin daripada berisiko ya mbak.
Weh aku pun nggak jago renang jadi kalau udah masuk di kedalaman lebih dari 1,5 m keknya aku atut hihihi untung dijagain yaa. Dikasi pelampung yang ditali juga xixixi.
Ya ampun liat pricelistnya kyk gak digetok, kek wisata lokal, makanya mereka maju banget urusan pariwisatanya. Nggak aji mumpung ya.
Wow pulaunya emang beneran kecil dan bisa dikelilingi kurang dari 10 menit yaa.
Manajer hotelnya juga servicenya manteb, bisa jadi pemandu juga hehe.
27 Februari 2026 ● 08:35administrator
sebenernya memang yg disarankan itu baju renang one piece mba… mau muslimah atau bukan, yg penting one piece, buka 2-piece kayak bikini…
tapi exception di pulau2 yg memang hotelnya ada private beach, boleeeeh saja pakai bikini.. tp jgn kluar dari batas private… kalau dah masuk area warga, tak boleh..
warlok biasanya ga akan masuk ke area private beach punya hotel….
private beach hanya untuk tamu hotel
iyaaa manta itu mirip pari… yg ini aku berani pegang2, krn memang jinak… mereka banyak makanan mba.. makanya ga agresif… beda dengan ikan2 di lautan yg bukan tropis, di mana ikannya ga terlalu banyak, jd ikan2 predator lebih ganas mencari mangsa
naah itu…. harga turnya masih masuk akal… ga gila2an… makanya aku sukaaaa di maldives ini…. harga masih bersaing semua
28 Februari 2026 ● 06:00NA
Samalah saya tidak pandai berenang. Tidak berani langsung masuk dalam laut kalau tidak dapat jejak pasir!
27 Februari 2026 ● 08:55Hehe bot nama MALAS.
administrator
saya yg penting pakai pelampung…. kalau tak, memang confirm tak nak… tapi lihat lautnya juga… kalau maldives nih cendrung tenang kak… kalau di perairan indonesia, saya tak berani.. arusnya lebih kuat
28 Februari 2026 ● 05:56Ujie Othman
MasyaAllah cantikkk sangat warna laut dan pantainya. Seronok percutian dengan alam semula jadi begini.
Alamak…akak pun tak pandai berenang 🤭😆
Walaupun pulau kecil, tapi ada juga penempatan penduduk rupanya ya.
27 Februari 2026 ● 09:35administrator
ada kak… ini memang masuk dalam pulau lokal. jd ada warga lokalnya…
kita tak pandai berenang, jd pakai pelampung sajalah ;p
28 Februari 2026 ● 05:56Tot
Samalah kita, Fanny. Akak pun tak pandai berenang. 😀
27 Februari 2026 ● 13:14Susah juga mahu remain calm kalau ikan yu atau pari datang dekat. Seram.. hehe..
Seronok baca pengalaman Fanny di pulau Rakeedhoo. Cantik betul lautnya.
administrator
sangaaat cantik kak ^o^.. memang teringin balik lah…
itulaah… kita pun jarang2 kan berenang di laut… jd kalau dah dengar hiu, pasti dalam pikiran hewan buas.. tapi sebenarnya hiu pun akan menghindar jika ketemu manusia… yg di sini mungkin krn memang sering dibagi makan . jd jinak sikit
28 Februari 2026 ● 05:55anies
diorang boleh laa duduk situ lama2 sebab currency diorang tinggiiiiii waaaarghhhh…
27 Februari 2026 ● 13:33administrator
betuuuuul… dan mereka pun smabil remote working… kita mana bisa hahahha
28 Februari 2026 ● 05:54anies
arghhh rugi tak bawa bikini…. pantai private kannn hahahahaha
27 Februari 2026 ● 13:45administrator
ahahahhahaha, tak confident saya hahahahah… pakai baju renang biasa je ;p
28 Februari 2026 ● 05:53anies
oooo ya ke? baru tahu… maknanya ikan hiu aktif pada sebelah malam sahaja (di kawasan terbabit)…
27 Februari 2026 ● 13:55administrator
bisa jadi… tp salah satu tamu bule di sini, dia jumpa hiu ketika berenang di blue holes.. padahal itu siang
28 Februari 2026 ● 05:53anies
so moral of the story. nanti datang ke sini thn dpn mesti dah pantai berenang yaaaa hehehe
27 Februari 2026 ● 14:05administrator
hahahahaha, tak laaaah… saya nak puas2 kuliner kalau thn depan .. biar suami saja yg berenang ;p
28 Februari 2026 ● 05:52anies
ada tanya acho tak… apa maksud malas? hehehehe
27 Februari 2026 ● 14:10administrator
adaaaa. tapi saya lupa jawaban dia hahahaha.. dia ketawa saat kami bagi tahu malas means lazy
28 Februari 2026 ● 05:52Fuzy Hamid
wahhh cantiknya hotel tepi pantai…
27 Februari 2026 ● 14:42administrator
tak payah pesan resort yg semalanya bisa puluhan juta hahahahaha… di sinipun baguuuus juga
28 Februari 2026 ● 05:52Ezna
Cantik betul semua gambar-gambar Fanny di sana…Kalau Hiu…kakak pun panik. Walau sebaik mana pun dia…hehehe…memang penakut dengan Hiu. Gigi Hiu aja bikin takut. Tapi, pengalaman manis juga boleh bagi makan Hiu dan Mantra. Bukan senang juga nak jumpa depan mata kan.
27 Februari 2026 ● 18:03administrator
betuuul kak.. sebenarnya di indonesia ada juga tempat di mana bisa berenang dengan hiu… tp jauuuh lah.. daerah sulawesi sana… baguuuus sangat, tp tiketnya mahal hahahaha.. makanya saya jrang eksplor indonesia, trutama indonesia timur.. padahal di sanalah yg lautnyua bagus2
28 Februari 2026 ● 05:49Rawiwa
Tak share gambar atas pelampung kat sini😅😅
27 Februari 2026 ● 21:51Mujur dapat tengok kat story..
Auchhhhhh cute🫣🫣🫣
administrator
eh memang tak ada foto pakai pelampung kak… sebab saya tak berani pegang hp selama di laut ;p
28 Februari 2026 ● 05:47mamatisya
teringin juga nak pegi maldives..cantik tgk airnya yg membiru
28 Februari 2026 ● 10:22administrator
pergilah kak… seriuuuus cantiiiik maldives ini… tp kalau bisa ke pulau2 yg kecil, jangan yg terlalu ramai turis
02 Maret 2026 ● 09:38en.me
ooh maldives yg cantik banget., disitu gak ada jellyfeish (obor2) ya?
28 Februari 2026 ● 13:20administrator
ga ada wak… at least di semua tempat yg kami datangi ga ada ubur2. hanya ada hiu , lumba-lumba dan manta
02 Maret 2026 ● 09:43Agus Warteg
Mungkin karena para tamu di hotel suka kasih makan hiu jadinya hiu nya tahu kalo malam datang ke situ biar dapat dapat makanan kali ya mbak.
Wah, burung nya cakep cakep mana jinak lagi. Disini kalo ada burung di pohon, baru aku mau mendekat mau foto saja sudah kabur jauh, takut ditangkap manusia.😂
01 Maret 2026 ● 04:51administrator
kalau yg parrot ini jinak…. tapi burung yg lain, aku hrs pake zoom fotonya ;p
02 Maret 2026 ● 09:45Etuza
Wow!..sangat best di pantai indah..banyak liburan ya Fenny, mesti bersyukur sering ke tempat menarik..alhamdulillah
01 Maret 2026 ● 13:02administrator
alhamdullillah dikasih kesempatan dan rezeki untuk bisa melihat negara2 lain bang 🙂
02 Maret 2026 ● 09:48Miss Mirror
Ya Allah Fanny, I dah tertinggal train begitu jauh sekali. Baru dapat membalas kunjungan. Maaf ya. Moga kita semua selalu di dalam rahmat-Nya. Aamiin.
01 Maret 2026 ● 20:13administrator
kakak dah sehat??
02 Maret 2026 ● 09:49Warisan Petani
Indahnya pemandangan daripada gambar2 yang diambil. Kalau dapat stay semingguan baru puas melancong ke sini.
01 Maret 2026 ● 22:41administrator
memang wak… minimal harus seminggu lah
02 Maret 2026 ● 09:37Satria Mwb
Ooh Tranquil Nest itu nama pulau, Saya pikir nama pantainya, sepintas mirip pulau Bali, eehh tapi kayanya lebih bersih dan nyaman di Tranquil sih, dari tampilan gambarnya saja sudah bikin kita berkhayal ingin kesana.😁😊
02 Maret 2026 ● 09:27administrator
bukaaaaan.
nama pulanya Rakeedhoo
02 Maret 2026 ● 09:37nama hotelnya Tranquil Nest
nama atol nya Vaavu.
Suria Amanda
Kak SA x pandai berenang, snorkel ok la….best ye healing betul…entha bila la Kak SA dapat ke sini healing…dalam mimpi dulu la kan…scenery cantik, boleh nampak ikan -ikan dan yang penting Sunset yer cantik betul
02 Maret 2026 ● 11:00administrator
nanti kesinilah kak…. memang best maldives ini… saya snorkel pun tak bisa hahahahaha… jd kemarin cuma main air pakai pelampung saja ;p
03 Maret 2026 ● 05:01Khanif
wkwkwk memang ga semua orang yang lahir di daerah deket pantai bisa renang ya mba, contohnya juga gw, sama sekali gabisa renang, bahkan di kolam renang yang gak dalem pun gabisa 🤣… memang kalo lautnya se indah itu harus nyobain renang sih, daripada nyesel udah jauh-jauh disana, gpp pake pelampung yang penting keselamatan dan masih bisa menikamtinya 🙂
02 Maret 2026 ● 12:02administrator
betuuuuuul…. dulu sempet les renang, tapi cuma sampe 5 sd… lupalah jadinyaaaa hahahahha… lagian panasnya ga kuat, mana kulitku kalau dah gosong lama bangetttt balik ke normal hahahaha
03 Maret 2026 ● 04:59Djangkaru Bumi
Tempatnya super keren
02 Maret 2026 ● 19:14masih alami, burung-burung pun tidak merasa terganggu
Eh kasih makan ikan hiu, jinak pula
Tidak bisa berenang? Wah wah wah
administrator
iya mas… saking kecilnya, jadi masih terjaga alamnya… saya tak suka berenang, takut hitam hahahah
03 Maret 2026 ● 04:58Martin
Hai mbak Fany, blogger keren yang konsisten dengan menulis dan satu tema traveling. Apa kabarmu saudariku?
2026 masih jalan kah hehee, sukses selalu mpo..
05 Maret 2026 ● 19:14administrator
haaai mas…. duuuh udah lama banget ga kesini :D…. kalau jalan masiiih dong ;).
05 Maret 2026 ● 20:59Andri Marza Akhda
Asli, pantai di Maldives itu putih bersih banget. Hotel menghadap langsung ke pantai indah gini, jadi bikin pagi jadi lebih semangat ya. Lautnya juga jernih banget, pasti pengalaman snorkelling di sana menyenangkan ya.
07 Maret 2026 ● 15:00administrator
sayangnya aku memang ga snorkeling, krn ga bisa berenang hahahahaha. tapi bisa main air di pantainya yg biru banget begitu, udh seneng maaas
09 Maret 2026 ● 23:12Nadia
Fanny buat saya rindu sangta nak bercuti ke pulau, lama betul saya tak bercuti ke pulau. Harus hasut Didi ni tapi bukan maldives la walaupun ingin bangatt. Mungkin nanti hehe.
Kalau burung banyak bertandang itu maksudnya pulau tu bersihhh.
Memang takkan risau ke Maldives sebab majoriti Islam yang risau hanyalah ongkosnya haha
09 Maret 2026 ● 07:45administrator
ditunggu ceritanya nak berlibur ke pulau apaaaa 😀 memang seru kalau island hopping begini… tapi liat juga musim, kalau sedang musim hujan memang tak best. ombaknya besar
09 Maret 2026 ● 23:05Amie
Subhanallah!
09 Maret 2026 ● 11:00Indah nian alam ciptaan Allah. Membaca entri ini Kak Amie terbayang cerita-cerita arwah MIL & FIL tentang tanah kelahirannya di Pulau Cocos-Keeling, pulau atoll di tengah Lautan Hindi.
Masya Allah!
administrator
saya jadi tertarik nak cari tahu ttg sejarah pulau cocos – keeling kak amie… ok nanti nak brwosing… apalagi ini juga pulau atoll yaaa
09 Maret 2026 ● 23:02Yoga Akbar S.
Eh, jujur aja, saya baru tahu Mbak Fanny gak bisa berenang. Hahaha. Sama, saya juga gak bisa. XD
Waktu itu mengikuti ceritanya lewat Story dan potongan caption, dan kini baca ulang lagi di blog ternyata tetep seru. Rasanya jadi pengin traveling. Ah, apa daya saat ini belum sanggup kalau keluar negeri. Haha.
Biar bagaimanapun, hiu tetaplah hiu. Mau dibilang jinak pun saya jelas panik. Apalagi zaman bocah nontonin film macam Jaws dan sejenisnya, sampai sekarang alam bawah sadar jelas masih ngeri sekaligus takut.
10 Maret 2026 ● 23:55administrator
waktu sd aku bisa, krn sempat les renang lama… tp kls 5 sd disuruh stop ama papa, krn udah gede kan… aurat.. jd ga pernah lagi tuh mas, sampai skr… so, pas nyebur aku udh lupa cara2nya hahahahahaha.. lgs tenggelam aja masuk air hihihih
itulaah, bagi kita mah, hiu itu seraam ;p… tp memang kata temenku, hiu di lautan tropis cendrung kalem, krn makanan dia banyaaak di perairan hangat… sementara di laut yg negara dingin, hiu cendrung agresif krn makanannya ga sebanyak di lautan tropis
13 Maret 2026 ● 10:07Rawiwa
View sunset dari balkoni tu cantik sangat.
16 Maret 2026 ● 08:55Tu kalau dapat lepak-lepak mesti syahdu.. dapat menikmati keindahan alam yang Allah berikan.
administrator
saya tinggal di sini seminggu pun, memang tak akan bosan rasanya kak… terlalu cantik dan buat tenang 😀
17 Maret 2026 ● 06:17Nuylentik
Seseru itu holeday nya ka,dari tulisan kaka emnga maze bangeut ini tempat apalgi rakeedhoo ampe ka fanny nyesel kenapa cuma 2 malam hehe
17 Maret 2026 ● 04:05Liat sunset liat sunrise love banngeut ya, ditambah air laut yg biru atau tourquis masya Allah
administrator
warna air di maldives itu ntah kenapa semua tempat biruuuuu banget… itu sih yg bikin kami kangen untuk balik lagi kesana …
17 Maret 2026 ● 06:25SN Faaezahh
Terkesima dengan Blue holes, cantik betul airnya dari gambar. Dapat bayangkan lagi cantik jika melihat dengan mata kepala sendiri..
17 Maret 2026 ● 05:22administrator
saya tak habis pikir, selama saya di sana, 3 pulau saya datangi, dan tak ada 1 pun warna air laut yg grey, kotor.. semuanya biru, turkois atau navy, itu saja…. macam mana bisa begitu kan :D.. sementara laut di indonesia aja, rata2 bukan biru.
17 Maret 2026 ● 06:12Sha Mohamed
Wah!! Bestnya layan sunset.. Cantik betul pemandangan tepi laut macam ini.. Private pula tu.. Memang layan feeling ini..
19 Maret 2026 ● 13:58administrator
memang lah saya sarankan utk stay di pulau ini kalau ke maldives… sepi, harga tak mahal sangat, dan betul2 bisa rileks
20 Maret 2026 ● 12:19Sha Mohamed
syoklah bagi makan ikan.. Tengok ja atau bagi makan okaylah tapi ini kalau suruh berenang dalam tu memang tak lah walaupun katanya jinak.. Menyeramkan.. hahaha..
Pelbagai jenis burung ya.. mungkin sekadar bersinggah sebelum berhijrah ke tempat lain kot..
19 Maret 2026 ● 14:00administrator
awalnya juga saya takut kak… tapi ternyata memang jinak2 sangaaaat hahahahaha… dan badan mereka liciiin dan ototnya kuat hahahah
20 Maret 2026 ● 12:04Sha Mohamed
Cantik betul kawasan pantai dia.. teruja betul menengoknya.. entah bilalah berpeluang nak ke sini.. Terima kasih berkongsi cerita.. Dapat jamu mata pun dah puas hati..
19 Maret 2026 ● 14:02administrator
semoga kakak bisa kesini suatu saat yaa ;)… apalagi banyak tiket murah kalau dari KL ini… saya sering envy krn tiket dari KL selalunya murah2
20 Maret 2026 ● 11:53