Awalnya, saat tahu kak Retna , Karni dan Sislin akan berlibur ke Jakarta dan Bandung, dalam pikiran dah kebayang mau ngajakin mereka wisata seharian di Bogor. Apalagi ada banyak tempat wisata keluarga, juga ga dilupakan kuliner Bogor yang enak-enak 😍.
Cuma setelah dipikir-pikir, daripada Bogor, kenapa ga tempat lain, yang mana orang-orang Malaysia masih jarang kesana, sehingga terpilihlah , Situ Gunung Sukabumi.
BERANGKAT PAGI-PAGI DEMI BISA LANCAR DI JALANAN
Jarak Jakarta-Sukabumi, normalnya naik mobil, hanya 2.5 jam.. Itu normal. Tapi kayaknya fortuna sedang ngetes kesabaran kami semua di tanggal itu 😂. Mana aku tahu kalau sedang ada perbaikan jembatan di dekat Situ Gunung, sehingga waktu tempuh langsung molor menjadi 4 jam!
Untungnya, cuaca bersahabat banget, sejuuuuk, agak mendung, tapi ga hujan.
HARGA TIKET VIP SITU GUNUNG, SUKABUMI
Sampai di lokasi, setelah parkir mobil, pastinya kami menuju ticket counter. Ada beberapa pilihan paket, tapi karena waktu yang sudah menjelang siang, ga mungkin untuk mencoba paket Adventure seharga Rp300,000, karena harus pagi-pagi. Rute trekkingnya berat, dan makan waktu 3 jam lebih.
Akhirnya pilih track trekking yang beginner friendly, seharga Rp150,000. Bisa mencoba 4 wahana,
-
Keranjang Langit
-
Suspension Bridge terpanjang se-Asia Tenggara
-
Keranjang Sultan
-
Jembatan gantung merah
Oh ya, kami juga pakai jasa guide dengan tambahan biaya Rp150,000 . Lebih enak pakai guide, sehingga dia bisa nunjukin rute yang efisien, dan juga bisa naik wahana keranjang sultan tanpa antri panjang
Pasang gelang tiket dulu. Ini tur guide yang kami pakai selama di sana
KERANJANG LANGIT YANG BIKIN KAKI LEMAS
Setelah beli tiket, tersedia shuttle buggy yang akan membawa tamu ke atas. Dari sini, kami jalan kaki sedikit menujuuuuuu…..
Keranjang Langiiiit 😄😄
Ini wahana baru di Situ Gunung. Aku sendiri aja belum cobain naik keranjang langit. Untung saat itu antrian ga terlalu panjang. Jadi ga terlalu lama nunggu giliran. Ga kebayang kalau lagi antrian mengular, soalnya wahana ini berjalan pelan, dan rutenya panjaaaaang. Mana sekali melintas ga bisa sekaligus banyak. Nunggu 1 keranjang sampai di pos, baru keranjang berikutnya bisa jalan.
antrian keranjang langit sukabumi
Panjang rute keranjang langit untuk one way 523 meter. Artinya bolak-balik bisa 1 km lebih. Trus ketinggiannya 160 meter… Tinggi Monas kalah cuy 😂😂. Posisi kita tuh lebih tinggi dari pohon-pohon besar di bawah.
Setelah pasang harness dan safety gear, tunggu giliran untuk naik. Maksimal bisa naik berdua. Karena kami ber5, jadi Raka naik sendiri.. Karni berdua aku, sementara Sislin dan kak Retna pasangan.
muka-muka happy sebelum kaki lemas ;p
Pas meluncur, beuuuugh, memang lah thrilling 😂😂. Walaupun suka menjajal ketinggian dan wahana ekstreme, tapi aku selalu cari yang cepat. Bukan yang slow motion macam wahana ini hahahahahha. Lebih ngeri weeey 😂.
tingginya lebih dari pohon
Kalau bungee jumping, reverse bungy, rollercoaster, itukan semuanya cepat. Ga sampe 1 menit selesai. Kalau ini, kayak ga nyampe-nyampe ke sebrang 😂😂😂. Kakiku langsung tremor pas liat bawahnya setinggi apa.. Trus mau selfie pun pake kamera Karni, ngeriiiii jatuh hp ke bawah, tanganku udah begetar soalnya 😄😄
Ternyata sampai di Pos 1, wahana ini ga langsung muter balik. Tapi berhenti dulu.. Jadi di sini kami antri lagi, untuk balik ke tempat awal.
menunggu antrian balik
Okelaaaah, seruuu sih 😁. Walaupun kak Retna dah bilang, cukup sekali naik ini hahahahahahahahha. Jangan gitu lah kak, Uyum nak juga coba wahana iniiii nanti 😄
ICIP-ICIP WELCOMING SNACK
Tiket yang kami beli udah include welcoming snack. Jadi selesai keranjang langit, trekking sedikit menuju tempat makan. Pilihan snacknya simple, hanya singkong rebus, pisang rebus, kopi dan teh tawar.
Kalau merasa masih lapar, boleh beli menu berat atau cemilan yang lain. Berhubung niatnya kami mau makan di tempat lain, jadi hanya beli pisang goreng, tempe mendoan dan bakwan di sini.
Surprisingly, enaaaaaak semua!😍😍. Even pisang rebus pun sedaaaap.
gorengan yang kami beli. Dari atas kiri-kanan dan bawah: bakwan, pisang goreng, tempe mendoan
Karni sukaaa dengan pisang goreng yang dijual.. Jadi tiap melihat ada menu pisang goreng di tempat-tempat makan yang aku ajak, dia pasti pesan pisang goreng 😄
Yang sukanya lagi, harga makanan di sini masih masuk akal, ga overpriced seperti kebanyakan tempat wisata 👍
JEMBATAN GANTUNG TERPANJANG ASIA TENGGARA
Baru setelahnya kami menuju suspension bridge. Di sini tas Karni sempat tertinggal di tempat makan 😅. Salut dengan guide, dia langsung lari ke tempat makan barusan, dan ambil bag Karni balik.
Kami beruntung ga terlalu ramai orang yang menyebrang.. Jadi foto-foto kebanyakan bersih. Ditambah guidenya memang supporting lah, dia layan saja kami nak foto macam mana… Even dia pun jadi pengarah gaya untuk pose terbaik seperti apa 😂. Best memang pakai jasa dia… Sayangnya lupaaaa pula catat nomor hp dan nama.. Selama di sana kami hanya panggil sebutan “Mas” 😅😅
Jembatan gantung Lembah Purba Situ Gunung ini masih jadi yang terpanjang di Asia Tenggara (Panjang 535 meter). Pas naik view memang superb 😍. Udara pun sejuuuuuk sangat. Tapi paling seru kalau ada yang berjalan cepat. Jembatan dah langsung bergoyang 😂😂😂. Pening kepala dibuat.
TREKKING MENUJU CURUG SAWER
Lepas jembatan, next nya memang harus trekking lah untuk menuju curug (air terjun) Sawer. Jalanannya tuh kombinasi tanah, dan tangga batu.. Udara tak jadi masalah, sebab banyak pohon besar sepanjang jalan, dan dingiiiin. Tapi rutenya tuh turun ke bawah, dan mungkin untuk beberapa orang yang ada masalah lutut, harus berhati-hati.. Say sorry sangaaaat pada kak Retna, sebab baru tahu. Tapi salut, kak Retna tetap gigih selesaikan trekking ke bawah.
Sepanjang jalan ada banyak kumpulan orang bermain musik. Malah pas tahu rombongan kami dari Malaysia, langsung switch lagu ke Mencari Alasan nya Exist band 😄👍👍. Bayar seikhlasnya saja . Tapi suara vokalisnya memang baguuus lah.
Curug Sawer salah satu air terjun yang tidak terlalu tinggi, tapi deraaaas debit airnya. Di sini kami ga lama, hanya foto-foto,lalu jalan lagi , trekking again ke wahana berikutnya
KERANJANG SULTAN
Ini wahana yang lebih dulu ada dibanding keranjang langit. Bedanya, kalau Keranjang Langit versi extreme untuk dewasa, Keranjang Sultan ini versi babies 😂😂. Jadi kalau kalian dah coba yang Langit, feel saat naik Keranjang Sultan tak dalah excited sangat. Sebab memang untuk bersantai.
Melewati sungai kecil di bawah, tingginya pun hanya pendek saja.
MAU LANJUT KE JEMBATAN MERAH, ATAU BALIK DENGAN OJEK
Selepas Keranjang Sultan, di sini guide kami menawarkan, mau lanjut trekking ke wahana terakhir, atau balik ke parkiran mobil dengan ojek. Berbayar pastinya, per orang Rp50,000
Mengingat kami sudah di bawah, artinya trekking menuju Jembatan Merah pastilah naik ke atas. Rasa-rasanya dah tak sanggub 😂😂. Jadi kami terima tawaran untuk balik saja naik ojek.
kalau tidak naik ojek, kami akan melewati jembatan merah ini
muka-muka masih gembira karena memilih ojek ;p
Di sinilah miss-communication itu terjadi 😆.
Aku pikir temen-temen Malaysia dah tahu ojek itu apa, karena aku pernah singgung soal ini sebelum kami berangkat. Ternyata dalam pikiran mereka ojek itu shuttle buggy yang kami naik pas awal-awal sampai di Situ gunung 😂😂 . Tak terbayang kalau ojek itu MOTOR 😂.
***ps: Tapi setelah ngobrol lagi, ternyata Kak Ret dan Sislin tahu ojek itu apa, cuma tak tahu skill drivernya 😂😂😂
But, no turning back honey… 😂😂😂
Begitu tahu ojek is motorcycle, temen-temenku masih positive thinking… Sampai mereka merasakan sendiri, kalau driver motor di Indonesia memang punya skill dah macam Valentino Rossi 😂😂. Track yang kami lalui, sebagian itu berbatu, tanah, dan tanjakan tinggi. Itu semua dilibas dengan speed yang macam dikejar T-rex 😆😂.
Karni, dan Sislin pun dah tak ragu pegang bahu si abang gojek selama naik ke atas hahahahahahaha . Daripada jatuuuh tejelepuk ke belakang yaaaa cyiiiin 😂.
Nak buat video dah tak mungkin… Aku lebih kuatir hp ku jatuh kalau nekad nak buat video keseraman naik ojek hahahaha.
PENUTUP WISATA SITU GUNUNG BARENG TEMAN BLOGGER MALAYSIA
Sampainya di atas, kaki kami semua dah seperti ubur-ubur terdampar, lemaaaas beib 😂
Sampai-sampai nih 3 temanku langsung mengucap, “Saya pikir Keranjang Langit tuh dah paling seram. Ternyataaaa, naik ojek ini yang terpaling seraaaaam” 😆😄😄
Tak apalaaah, at least pengalaman kita mengunjungi Jembatan Gantung Situ Gunung, berakhir dengan klimaks kaaan 😄😄. Kalau pulang trekking naik Jembatan merah mungkin tak akan berkesan macam nih hahahahahahaah
Next Post, aku bakal tulis tempat makan di Sukabumi yang kami coba, sebelum balik Jakarta 😘
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!