WISATA BUKITTINGGI: LOBANG JEPANG, SAKSI SUNYI PENJAJAHAN JEPANG DI INDONESIA ~ Ini bukan kali pertama aku datang ke Lobang Jepang. Ketiga kalinya kalo ga salah inget. Datang lagi, hanya karena mau nunjukin ke anak-anak, salah satu peninggalan terkelam dari Jepang saat masa penjajahan.
Sebuah Lobang besar dan panjang, yang dibangun dari darah dan airmata bangsa kita sebagai romusha, alias tenaga kerja paksa.
SEJARAH LOBANG JEPANG BUKITTINGGI
Dari informasi yang terpajang di tempat bersejarah ini, Lobang Jepang dibuat untuk keperluan Jepang di masa penjajahan. Tidak cuma 1 yang dibuat, melainkan di beberapa tempat di Indonesia pun ada Lobang Jepang dengan tujuan pengintaian dan sebagai bunker. Selain di Bukittinggi, ada juga di Bumiayu (Jawa Tengah), Bandung dan Pulau Biak.
Tapi memang yang paling terkenal dan bahkan menjadi tempat wisata, ya versi yang Bukittinggi ini.
Diperkirakan Lobang Jepang dibuat tahun 1942, hingga 1944. Hanya 2 tahun untuk pembangunan terowongan sepanjang 1400 meter, lebar 2 meter dan kedalaman kurang lebih 40 meter di bawah tanah. Tapi memakan korban jiwa manusia yang cukup banyak. Mereka semua dipekerjakan secara tidak manusiawi demi membangun tempat perlindungan yang aman bagi Jepang.
Saat itu tenaga kerja yang dipakai kebanyakan dari pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Kenapa dari luar Sumatera, dan bukan warga Sumatera Barat sendiri? Iniiii salah satu strategi Jepang untuk menjaga kerahasiaan proyek supaya tidak banyak orang yang tahu. Tapi jangan lega duluuuu, orang-orang Sumatera-nya bukan ga disuruh kerja, mereka pun dikirim ke luar daerah untuk membangun Lobang Jepang di tempat yang lain.
BAGIAN DALAM LOBANG JEPANG
Saat terakhir aku datang, sudah banyaaaak sekali perbaikan dan beberapa perubahan di dalam.. Pertama kali datang, saat itu aku dan adik masih sekolah SD. Saking terkesannya dengan terowongan ini, masih tertancap jelas lubang yang dipakai untuk membuang mayat para pekerja ke dalam Ngarai Sianok. Ngeriiii. Tapi Kedua kali datang dengan teman-teman HSBC 2016, lubang pembuangan itu sudah ditutup, demi alasan keamanan.
Tapi aura kesedihan, suram dan kekejaman, masih terasa saat kami menyusuri lorong-lorongnya.
Apa yang menarik, adalah bagian dinding terowongan, dibuat dari tanah khusus yang dicampur air. Sangat kuat, dan bisa menahan serangan bom berkekuatan besar. Bahkan yaaa, gempa yang terjadi 2009 dan menghancurkan banyak bangunan di Padang, hanya menyisakan sedikit kerusakan saja di Lobang Jepang ini. Terbukti Jepang tidak main-main dalam merancang pembangunannya saat itu.
Di dalam sini, kita bakal melihat banyak ruangan yang dijadikan:
Gudang penyimpanan senjata
Ruang Sidang
Ruang Makan
Dapur
Penjara
Pintu Penyergapan
Pintu Keluar
Pintu Penghubung
Dinding dalam terowongan dibuat tidak merata, agar mengurangi gema, sehingga menutupi suara-suara penyiksaan yang terjadi di dalam.
KESAN SAAT MASUK
Merinding…… Di dalam sudah dibuat jalur bertangga untuk memudahkan para visitors. Lampu penerangan remang juga dibuat agar tidak terlalu gelap.. Namun tetap saja, tidak seterang itu.. Terkadang aku harus menyalakan senter di HP demi bisa melihat jalan lebih jelas. Yang mungkin phobia dengan ruangan sempit tertutup, disarankan untuk tidak masuk.
Ga kebayang, orang-orang yang disiksa demi membangun lubang ini. Saat melihat penjara yang dipakai mengurung, aura seram dan suram dengan penyiksaan yang terjadi seolah masih kuat berasa.
Tapi walaupun di bawah tanah, hebatnya, kami samasekali tidak merasa panas atau gerah, menandakan ventilasi di dalam memang bagus dan terjaga. Harus diakui, Jepang hebat dalam merancang pembangunannya. 👍👍
SATU SPOT YANG BIKIN GALAU ….😁
Iyeeeees, ada 1 bagian dari terowongan ini yang sempat bikin aku dan Fylly saling menebak, ini seriuuuuus ada tempat begini ditambahkan bagi visitors?
Yang dimaksud, adalah musholla wanita. Kecil, gelap dan jujur seram..
Beib, aku lebih rela keluar dari Lobang Jepang, dan mencari mesjid di luar, daripada sholat di dalam 😂😂😂😂. Ga maoooooo hahahahahahha. Ini keliatan terang karena aku pake flash yaaa. tanpa itu, ga kliatan apa-apa say . 😅
SUMMARY MENGUNJUNGI SPOT WISATA SEJARAH, LOBANG JEPANG BUKITTINGGI
Aku jujur ga terlalu ingat harga tiket masuk ke dalam, karena yang beli Raka. Tapi pastinya per orang ga lebih dari dari Rp20,000. So dengan harga segitu, ditambah fasilitas lengkap di dalam kawasan Lobang Jepang, masih worth it sangat. Anak-anak bisa belajar sejarah kelam yang dialami bangsanya zaman dulu saat penjajahan Jepang.
Bagian dalam terowongan masih sangat terawat, aman dan menarik. Aku saranin, untuk memakai jasa guide, supaya kalian bisa mendapat lebih deep informasi tentang sejarah bangunan bawah tanah ini. Kami tidak memakai guide samasekali, karena ngejar waktu jujurnya. Kuatir jadi kelamaan di dalam, dan makin telat untuk ke tempat lainnya.
Gara-gara inii, apa yang aku tulis juga terbatas, hanya berdasarkan dari plang-plang informasi yang terpajang di kawasan Lobang Jepang.
Kalau bisa jangan masuk sendirian yaaa. Takut nyasar, secara di dalam agak simpang siur sih, walaupun tanda exit ada terpasang.
Kami keluar dari pintu berbeda saat masuk . Jadi harus melewati banyaaaaaak tangga yang kiri kananya ramai monyet 😂😂. Untung jinak, ga nakal kayak monyet di Ubud. Sayang kami ga bawa buah-buahan karena ga tahu bakal keluar dari pintu berbeda gini.
Jadiiiii, jika kalian ke Bukittinggi, ayo datang dan belajar sejarah di Lobang Jepang ini. Recommended 👍👍, dan samasekali tidak membosankan di dalam.
Tinggalkan Komentar
126 Tanggapan
Carneyz
Saya masih keliru nak tekan di mana untuk tinggalkan komentar 😅 baru perasan butangnya di bawah.
Serius saya baru tau yang Jepun jugak menawan Bukittinggi Indonesia. Saya ingatkan Jepun cuma sampai di Tanah Melayu dan Borneo, mereka tiba dari Siam dan Singapura dan menakluk Tanah Melayu dan Kepulauan Borneo. Nampaknya kena baca balik sejarah penjajahan Jepun. Tapi askar Jepun dulu memang kejam, masih teringat cerita nenek saya kalau askar Jepun datang ke kampung, anak2 perempuan disorokkan dalam gulungan tilam dan tikar supaya mereka tak culik. Tapi biasanya mereka mintak makanan dari orang kampung. Nak tak nak, terpaksa bagi jugak kerana takut dibunuh.
18 November 2025●10:25
administrator
Indonesia itu di jajah oleh Inggris, belanda, portugis (sebentar sangat) dan jepang. Yg paling lama ofkors lah belanda 😄. Makanya tetap ada peninggalan jepang di sini.
Saya pernah baca juga, jepang suka menculik wanita utk dijadikan budak seks. Memang terlebih kejam saat mereka berkuasa dulu
18 November 2025●13:05
MZ
bagus banget bila dpt visit historical sites like this..so that we can more appreciate our country’s independence! nama bukit tinggi tu….di malaysia juga ada tempat nama bukit tinggi, tourism spot ie colmar tropicale
18 November 2025●10:58
administrator
Oh Colmar itu daerahnya di Bukit Tinggi yaaaa. Mungkin bedanya penuliaan Bukit tinggi di sana, dipisah, Bukit Tinggi.
Kalo di sini digabung kak, Bukittinggi 😄
18 November 2025●12:59
mamatisya
nasibaik masuk bawah tanah tk panas….yela dh masuk dlm lubang tu kan
19 November 2025●07:10
administrator
Itu pandai nya jepang . Bisa mereka mendesign lobang bawa tanah begini dengan ventilasi udara yg bagus, sehingga tidak panas
22 November 2025●19:16
Istiana
Mbaak, apakah yang di Bandung letaknya ada di Tahura? Alias Taman Hutan Raya Juanda. Soalnya aku pernah ke sana tapi memang bentuknya lebih kecil dari ini siih. Judulnya goa Jepang aja. Dan di sana ada 2 goa, goa Jepang dan goa Belanda.
Nah, aku sok-sok berani gitu waktu ke sana ngajak suami masuk. Padahal pas di dalem pegangan mulu ama suami, wahaha. Gelap buanget buanget.
Di sini namanya Lubang Jepang dan di dalam beneran dibikin kayak bangunan yang banyak ruangan gituu yaa. Itu penjaranya kecil banget deh, gak kebayang gimana tersiksanya pekerja yang membangun ini, huhuhu.
Anw, akuuu juga mending milih cari masjid atau mushola lain deehh di luar dibanding sholat di dalem situ, udah kecil, mana gelaapp pula, hya.
Noted buat pakai guide kalau ke sini. Aku juga kayanya milih pakai guide kalau ke sini, karena aku mesti bakal lebih sibuk pegangan dan nenangin anak-anak dan belum tentu bisa fokus cari jalan, ahaha.
18 November 2025●11:48
administrator
Nah bisa jadi mbaaaa. Ga disebutin di bandung itu lokasinya di mana. Tp kayaknya memang ga sebesar yg ini yaaa. Yg di bumiayu aku ga bisa masuk, krn tutup pas kesana.
Aku kalau ada kesempatan dtg lagi, mau sih pakai guide. Biar jelas. Krn beberapa kali kesini, cuma denger2 dr guide orang lain yg kebetulan kedengeran ceritanya 🤣🤣.
Padahal menarik sih.
Yaaa kaaan, ga bakal khusyuk sholat di musola segelap itu hahahahahah
18 November 2025●12:46
Ezna
Masa kakak ke sini tidak ada signboard dapur etc tu. Kakak masuk (masa tu tak tahu) ada seorang yang melantik dirinya menjadi turis guide. Bila guna jasanya kena bayar. Kakak bayar RM25. Lubang untuk menghumban mayat ke lembah juga tidak ditutup masa tu. Saat masuk ke dalam Lobang Jepang tu agak seram juga sebenarnya tapi kakak musykil juga sebab pengudaraan di dalamnya juga bagus. tERASA dingin tetapi tidak ada AC. Memang ada kisah menyedihkan di sini. Pekerja yang sakit dan tua….tidak diberikan makanan malah dihumban ke lembah. Sangat zalim.
Ada satu sudut lubangnya rendah. Ini kerana jika ada yang lari pasti berlari secara perlahan jadinya dia akan tertangkap.
18 November 2025●11:58
administrator
Itulah kak… Jepang saat itu terkenal kejam sangat kan. Tak segan untuk membunuh even orangtua sekalipun.
Sayapun tiap kali masuk ke sini, masih terasa sedih dan brutalnya kejadian di masa itu 😞
Memang beberapa tempat sudah ditutup dan diamankan, supaya tidak ada pengunjung yg terluka saat masuk
18 November 2025●12:44
Cikk Mira
Menarik ya. Terasa seperti ada disana lewat blog ini. Saya datang dari blog Mazni Munawar. Salam perkenalan.
18 November 2025●12:06
administrator
Hai kak miraaaaa. Terimakasih sudi singgah 😊. Nanti saya mampir ke blog kakak juga yaaa
18 November 2025●12:42
Rudi Chandra
Dulu pernah ke sini juga dan saat itu yang kebayang pas lagi jelajah bagian dalamnya, ada tangan yang menarik dari sisi dinding yang gelap, syerem….
18 November 2025●12:40
administrator
Ga berani sih aku kalau masuk ke dalam sendirian 🤣. Memamg berasa ngerinya
18 November 2025●12:41
Aphizha
Sedihnya bila kenangkan kembali zaman dijajah tu. Pergi banyak kali pun tetap terasa aura tu. Tak dapat bayangkan keadaan pada zaman dulu. Gigih orang dulu buat tempat sebagai tempat perlindungan. Kebal betul lobang Jepang ni.
Tempat tinggalan sejarah ni kalau kita masuk auto seram. Macam penjara atau makam.
Rasa tak berani juga nak solat di situ. Seram lain macam tempat gelap ni. Datang sini kena simpan tenaga juga kan, jalan-jalan dan perlu naik tangga.
18 November 2025●12:48
administrator
Issh memang auranya seram kak. Makanya saya tak teringin lah sholat di musolla situ, confirm tak khusyuk 🤣🤣.
Di malaysia ada juga kah jepang buat lobang perlindungan?
18 November 2025●13:11
Aphizha
Kalau disini dipanggil kubu bawah tanah kot. Tak silap saya ada, tapi tak dijadikan tempat pameran. Kalau ada mungkin saya tak tahu.
25 November 2025●06:44
administrator
Seharusnya ada kan. Apalagi jepang pernah di Malaysia juga. Mereka nih sukaa membangun bunker begini 😄
26 November 2025●06:30
Nik Sukacita
Kita sama nih Fan, Fhobia tempat sempit. Sampai waktu pertama-tama naik lift aku sempat sesak. Asmaku kambuh hihi.
Aku tuh bersyukur karena Jepang menjajah kita tidak lama, kalau ga “kepahitan” yang kita terima tuh akan berlipat-lipat. Secara kejamnya minta ampun. Strategi dia soal tenaga kerja antara daerah itu pun termasuk kejam.
Kalau goa, karean punya phobia tempat sempit, walau sekarang sudah tidak terlalu kayak dulu, tetapi tetap saja aku kurang nyaman berwisata goa. Apalagi tuh kalau peninggalan Jepang. Maaf dulu dah. Lihat foto dikau aja aku udah terasa merinding, terbayang orang-orang berkorban saat itu.
Cukup membaca tulisanmu aku udah sangat puas. Karena itu terima kasih banyak yaa, jadi aku dan mungkin orang-orang seperti aku jadi bisa menikmati wisata goa sejarah seperti ini.
18 November 2025●19:39
administrator
Memang yg paling diingat dengan penjajahan jepang, Krn kekejaman nya yaa. Perasaan yg Belanda , inggris dan Portugis ga sekejam itu hahahahah. Atau karena kita tau nya dari buku aja sih.
Beberapa orang memang ga bisa masuk ke tempat begini mba. Apalagi yg punya indera keenam. Katanya berasal dan spooky nya terasa banget. Aku bersyukur ga ada kemampuan itu sih. JD pas masuk, masih aman, ga ngerasain aneh2
22 November 2025●19:13
Rawiwa
Memang bagus bawa anak² ke sini agar mereka tahu tentang apa yang berlaku dahulu. Walau mungkin ada belajar di sekolah atau dibuku tapi bila datang sendiri ke tempat ini pasti akan rasa pengalaman yang berbeza.
Sayang masa akak ke Bukittinggi tak masuk sini cuma lalu sahaja.
18 November 2025●20:05
administrator
Setujuuuu. Belajar dengan DTG langsung ke tempat sejarah begini, akan buat mereka lebih mudah paham dengan cerita sejarah nya
22 November 2025●19:14
Peri Kecil Lia 🧚🏻♀️
Kak Fanny, terima kasih udah menulis ini! aku selalu suka kalau pergi-pergi ke tempat bersejarah gitu. Memang kalau ke tempat-tempat begini perasaan campur aduk banget. Di satu sisi kagum dengan desain bangunan, di satu sisi miris dan sedih memikirkan banyak yang jadi korban selama proses pembangunan 🙁
Kadang aku sampai kebawa mimpi kalau habis ke tempat-tempat seperti ini :’)
18 November 2025●21:14
administrator
Kdg memang tempat yg bloody history begini serem sih li . Kalau ga kuat, bisa terbawa mimpi. Kayak pas aku DTG ke tempat pembantaian di Kamboja, itu juga merinding banget. Untungnya ga lama kebayang2nya
22 November 2025●19:15
Lala
Nah iya, sisi positif dari Jepang kalau bangun satu tempat pasti beneran niat dan maksimal banget. Lobang Jepang ini salah satunya, meski ada gempa sekalipun masih terbilang sangat aman.
Bagus ya buat wisata sejarah setidaknya anak-anak jadi tahu terkait masa lalu negeri nya saat di jajah negara lain.
Mistis dan serem sih, apalagi banyak ruangan sempit gitu kalau masuk sendirian serasa uji nyali banget. Intinya nggak bakalan berani masuk sendirian dan Yap kalau datang ke tempat bersejarah gini lebih mantul pake tour guide, banyak hidden info yang biasanya akan mereka share juga.
Mba Fann dulu masih SD masuk sana? Mantul kali, saluttt. Aku kayaknya akan berpikir berkali-kali soalnya penakut 😆 ngeri kebayang-bayang juga.
Nah, part mushola wanita. Aku juga mikirnya better cari di luar aja deh hehe. Salutnya lobang ini masih sangat terawat sekali ya. Jadi kalau harga tiket masuknya sekitaran maksimal Rp20.000,00. Masih oke bangetlah.
19 November 2025●05:40
administrator
Kalo tiket memang masih oke banget mba. Murah …. Dan bagian dlm juga terawat rapi. Udh ga spooky. Pas SD dulu, aku ga diceritain itu tempat apa hahahahah. Jadi masuk aja. Baru tahu kalah itu lubang jepang pas udh di dalam hahahahaha. Liat lubang pembuangan mayat, serem juga sih. Dulu masih ada bekas2 coklat yg katanya darah..
Kalau skr udh rapi banget mab, ga serem lagi 🤣
22 November 2025●19:18
Sha Mohamed
Jepun tu memang kejam bila menjajah.. Harapnya generasi muda lebih rajin belajar tentang sejarah dan menghargai pengorbanan mereka yang terkorban membebaskan negara kan..
19 November 2025●09:36
administrator
Memang terkenal kejam sangat mereka. Sampai2 banyak orang korsel dan China yg masih belum mau memaafkan jepang
22 November 2025●19:09
Afzan
Tempatnya penuh sejarah dan suasananya terasa lain.Banyak nilai sejarah yang mungkin tak ramai yang tahu termasuklah saya
19 November 2025●14:12
administrator
Betuuul kak. Bersyukur juga pemerintah kota nya mau menjaga peninggalan sejarah begini. Utk pembelajaran generasi muda dan turis yg DTG
22 November 2025●19:08
Didik
Aku kira cuman di Bandung doank. Ternyata ada juga di Bukittinggi hingga Biak. Ga main2 nih Jepang bikin tempat persembunyian. Hingga mempekerjakan org lokal, termasuk dari Jawa.
Smg arwah pejuang kita di masa lalu tenang ya di sana dan mendapat ampunan Tuhan.
Btw itu musholanya beneran gelap banget mbak? Jadi buat apa dong dibangun di situ kalo ga digunain? Pdhl kan bs buat ibadah sehingga lokasinya jadi lebih adem.
19 November 2025●15:23
administrator
Akupun masih berpikir keras, apa tujuan dibangun musholla gelap begitu hahahahahahaha. Krn menurutku ga ada guna. Emang siapa yg berani sholat situ kaaan 🤣🤣. Atau untuk uji nyali, sholat dulu gitu 🤭
22 November 2025●18:59
anies
masa ke bukittinggi ada plan juga nak ke sini. sudahnya kami lalu je depan jalan… sayang betul tak singgah sini…
19 November 2025●16:05
administrator
Harus DTG lagi nanti kak ☺️🤭. Kalau bisa pakai guide , supaya paham penjelasan tempat2 di dalam
22 November 2025●19:00
anies
2 tahun boleh gali 1.4KM. bayangkan kalau lebih dari 2 thn? entah berapa panjang agaknya mereka akan korek lubang ni….
19 November 2025●16:10
administrator
Itulaah. Bisa2 nembus ke laut 😁. Jepang ini ga main2 kalau membangun
22 November 2025●19:00
anies
pandai betul diorang ambil orang luar supaya rahsia tidak terbongkar…
tapi kasihan orang luar yang terpaksa jadi buruh paksa mereka
19 November 2025●16:50
administrator
Metode khas jepang sangat kan. Dimalaysia ada tak peninggalan lobang jepang juga?
22 November 2025●19:01
Ire Rosana Ullail
Aku lumayan phobia dengan ruang sempit, tapi dari cerita Mbak, penasaran juga pengen masuk ke sana. Baru ini aku mendengar kalau Jepang ternyata pernah bangun lobang bawah tanah yang sekaligus jadi bunker. Kalau melihat dari sejarah Jepang yang sangat kejam, aku percaya sekali ini lobang dibangun dengan banyak nyawa orang Indo.
He aku kalau di sana juga mending keluar jalan sekian puluh kilometer buat nyari mesjid Mbak, keknya kalau solat di situ bisa nggak konsen karena merinding sekujur tubuh :”( Di luar itu kita harus akui memang ya Mbak, desain Jepang itu luar biasa, bisa bikin bunker tahan guncangan dan ledakan tapi juga tidak pengap maupun panas.
19 November 2025●19:53
administrator
Jepang ini memang terkenal banget kejamnya yaa. Ga cuma di Indonesia, tp juga di Korea, China dan negara2 asia tenggara yg pernah dijajah . Cuma mungkin Krn kita bangsa pemaaf, jadi kayak lupa aja. Sementara korsel masih benci banget dengan jepang. ga semua sih, tp kebanyakan begitu.
22 November 2025●19:07
Satria Mwb
Pemandangan dari luar sih bagus yaa mbak, Cuma pas masuk kedalam dan tahu kisah kelamnya yaa bikin takut memang. Terlebih kalau malam hari nggak kebayang kaya apa seramnya. ditambah ada binatang liar,🐒🐒 untung jinak yaa.😁😁
19 November 2025●22:06
administrator
Hahahaha untungnya malam dia tutup. Aku pun ogah malam2 masuk situ mas 🤣🤣🤣
22 November 2025●19:03
Bambang Irwanto
Lobang Jepang ini salah satu kisah pilu di zaman penjajahan jepang. Lobang yang dibangun dengan darah dan air mata demi kepentingan mereka. Lobang ini jadi saksi bisu kekejaman jepang juga. Hanya soal bangunan Jepang Memang hebat ya, Mbak. Buktinya di dalam tidak panas. Karena ventilasi sangat bagus. Terus dinding sengaja dibuat tidak rata untuk mengurangi gema. Soal ada musala di dalam lobang Jepang sebaiknya tidak usah saja. Sebab Aura penyiksaan dan kelam masih terasa di sana. Jadi tidak khusuk salatnya.
20 November 2025●05:40
administrator
Memang mas, aku yakin ga bakal khusyuk sih sholat situ. Aneh2 aja, dibangun musholla di dalam lobang begini.
Tapi memang jepang hebat. Bisa gitu bagian dalamnya ga panas samasekali 👍👍👍👍
22 November 2025●19:02
Nadia
bagus ya Indonesia, tinggalan sejarah dipelihara sebgini rupa supaya anak bangsa dapat mengenal sejarah. Di Malaysia kurang tempat wisata sepert ini.
20 November 2025●07:32
administrator
Yang saya lihat memang pemerintah Indonesia menjaga tempat2 begini utk pembelajaran generasi muda. Juga untuk menghormati jasa pahlawan yg berjuang dulu..Krn itu msh dijaga sangat peninggalannya
22 November 2025●19:06
Travel Blogger
Dulu saya ke Goa Jepang ini tahun 2013 kalau ga salah mba Fan, auranya seram dan mistis dan belum serapi seperti di foto mba Fan, kayaknya sekarang sudah dikelola dengan sangat baik ya, ada logo bagus buat foto di depan, dulu belum ada ini
dan hasil foto mba Fan tempatnya jadi kayak menarik dan ga seram gitu ya, apakah karena memang direnovasi atau karena foto mba Fan ngambil anglenya bagus-bagus, lihat fotonya jadi ga seram masuk ke sana kayaknya sekarang, pengen main ke sana lagi
20 November 2025●07:46
administrator
Pas dulu SD aku DTG juga masih serem mba. Nah skr ini aja memang dibuat tertata, dan didalam juga dipasang lampu untuk beberapa part. Makanya ga segenap dulu. Walaupun masih ada yaaa tempat2 yg gelap dan bikin merinding hahahah
22 November 2025●18:58
Asri
Kayanya Lobang Jepang ini masih lebih mending dari yang di Tahura Bandung. Masih ada estetik-estetiknya karena di beri lampu penerangan warna-warni. Sepertinya juga lebih luas. Tapi saya juga belum pernah ke Gua Jepang yang di Tahura. Baru lihat fotonya saja sudah nggak berani hahahaha…
Wisata kaya gini emang kurang cocok buat saya karena saya nggak suka tempat sempit dan gelap. Walaupun nggak sampai pobia.
Nggak kebayang dulu orang-orang yang disuruh kerja kaya apa menderitanya. Sedih lihatnya. Apalagi yang bagian penjara.
Btw yang mushola di dalam gua itu ada-ada aja ya 😆
20 November 2025●08:18
administrator
Yg aku baca juga gitu mba. Yg tahura itu lebih serem. Apa Krn ga terlalu dirawat kayak yg Bukittinggi yaaa. Jadi spooky dapet banget hahahahah.
Tapi aku penasaran loh. Blm pernah DTG kesitu juga. Aku malah seneeeng DTG ke tempat yg punya bloody history begini. Seru aja sih, ngebayangin saat peristiwa terjadi, itu sedihnya, seremnya, lebih dapet
22 November 2025●18:56
Yonal Regen
Bener-bener salfok pas lihat tanda ada mushola wanita yang seuprit plus gelap. Di sisi lain bagus sih menghargai umat muslim yang mau salat, tapi tempatnya memang tidak atau kurang layak, ya sepertinya.. hehe.
Sepanjang baca tulisan ini jadi ikut merinding dan merasakan gimana kejamnya penjajah Jepang ke masyarakat waktu itu dengan sistem kerja paksa atau romusha.
Jadi inget dulu suka diceritain sama almarhum nenek dan kakek saat mereka mengalami masa-masa penjajahan Belanda dan Jepang. Mereka bilang dijajah Jepang itu sebentar, tapi sakitnya dan kejamnya luar biasa kepada masyarakat kita
20 November 2025●10:36
administrator
Nah iyaaa mas. Siapa yg mau sholat sana. Kepikiran juga ga. Apalagi ada musholla proper di luar lobang hahahahhaha.
JD kalau kesana, beneran belajar sejarahnya aja . Agak nyesel memang ga sewa guide
22 November 2025●18:55
Yonal Regen
Mudah-mudahan tulisan ini terbaca oleh pengelola lobang Jepang sehingga bisa jadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya. Better mushola di siapkan di tempat terpisah dengan tempat yang lebih layak untuk melaksanakan salat, ya.
Tapi sisi sejarahnya memang luar biasa bermanfaat, biar generasi saat ini tahu sejarah kelam masa lalu bangsa kita saat masa penjajahan
26 November 2025●05:24
administrator
Nah bener mas. Apalagi aku liat lantainya sendiri ga bersih. Masa iya musholla begitu. Kan mau sholat aja serem duluan. Tapi terlepas dari itu, memang tempat ini wajib dijaga sebagai pengingat generasi muda perjuangan pahlawan zaman itu
26 November 2025●05:59
anies
ada ke yang solat kat dalam tu? boleh muat berapa jemaah agak-agaknya ya?
20 November 2025●10:46
administrator
Hahahahaha tak tahulah saya. Selama saya di sana, tak adiiiii yg sholat situ 🤣🤣🤣🤣
22 November 2025●18:53
anies
sy agak seriau kalau jumpa monyet2 liar ni…takut dia rampas apa sahaja yg kita bawa. tp kat sini, jinak…ok sangat tu…
20 November 2025●11:29
administrator
Hahahahah samaaa. Yg di Bali tuh seraaam. Untungnya yg Bukittinggi ini jinak kak
22 November 2025●18:53
khanif
ngeri banget ruang penjara
kalo berkunjung ke tempat bersejarah seperti ini jadi mengingatkan kita dulu di zaman penjajahan, bagaimana perjuangan dan rasa kesedihan bercampur.. tempat seperti ini bagus untuk anak-anak jaman now, buat kita-kita juga sih :D, buat mengingatkan bagaimana perjuangan dulu para pahlawan
20 November 2025●12:13
administrator
Iyaa penjaranya serem ih. Aku juga merinding pas bagian itu. Ga berani terlalu dekat.
Itu tujuanku ajak anak2 nif. Supaya mereka ikut belajar , ttg sejarah. Dan biasanya lebih mudah belajar sejarah dengan DTG LGS begini
22 November 2025●18:53
Dinda
Ternyata sama juga ya perasaannya pas mau masuk toiletnya. Udah gelap, agak lembab lagi mana pas aku kesana tuh bulan² november mbak, jadi pas musim hujan. Akhirnya nggak jadi ke toilet.. 😅
Tapi pemandangannya cakep dan di Ngarai Sianok itu juga nggak sengaja lihat monyet lagi pacaran. Salah satu spot di Bukittinggi yang paling membekas. 😂😂
20 November 2025●20:22
administrator
Kalo utk fasilitas umum dlm goa, aku beneran sih ga bakal mau pake hahahahah. Ngeri aja, gelap begitu 🤣
22 November 2025●18:44
Fajarwalker
Mbaaak, aku sekedar ngeliat sekelibet aja udah ngebayangin lho… Ini vibesnya suram bangetttt. Berasa aura gelap dan penuh histori kekejamannya. Kok isooo ada mushola disana, gelap pulak wkwkwk.
Kebayang, kayak film makmum. Lagi sholat sendiri tiba2 ada yang nepok di belakang. Eh, pas kelar… tau2 gada siapa2… sereeeeem hahahaha
20 November 2025●22:15
administrator
Wkwkwkwkwkwkw mas fajaaaaar, lebih horrooooor ih imaginasinya 🤣🤣🤣🤣🤣.makin ga tertarik aku sholat situ hahahahahha.
Ga abis pikir lah pokoknya, yg bikin musholla di sana..tujuannya apa coba. Emang dikira kita mau sholat gelap2an 🤣🤣. Apalagi di luar goa jepang ada musholla proper
22 November 2025●18:46
Arief Rachman
Pertama saya datang ke sini waktu masih sekolah dasar dan ketika membaca artikel ini saya jadi tahu bahwa sekarang semuanya menjadi lebih bagus dan lebih tertata rapi dan yang penting semakin informatif karena itu yang dibutuhkan banyak turis lokal maupun internasional supaya lebih paham apa yang terjadi di sana
20 November 2025●23:23
administrator
Bagus juga sih, semuanya JD lebih tertata ya mas. So utk turis asing JD mempermudah mereka juga utk belajar sejarah goa jepang. Hanya saja Krn kita pernah masuk awal2 saat masih seram, jadi berasa ada yg kurang kalau banyak lubang yg ditutup hahahaha
22 November 2025●18:46
Fenni Bungsu
Oh itu dibangun buat visitor si mushola wanita… Lah tempat wudhunya di situ juga Kak? Tadinya daku pikir itu mushola pas jaman Jepang, cuma pas lihat fotonya, kok bagian papan nama kayak bukan puluhan tahun hehe.
Aura merinding dan menyeramkan pasti masih ada, namanya pernah ada sesuatu di sana. Kalau cuma lihat dari foto, yang foto penjara gak enak suasananya huhu
21 November 2025●04:27
administrator
Ga mungkin zaman Jepang, lah wong mereka aja ga percaya tuhan hahahahaha. Aku ga liat sampe dlm mba, ga berani, gelap banget hahahaha. JD ga kliatan tempat wudhu nya
22 November 2025●18:42
lendyagassi
Sungguh membuat kita semua teringat dengan luka dan trauma yang pernah diterima di zaman penjajah. Kalau melihat peninggalan Jepang-nya ini, serasa gak membangun kepercayaan diri sama sekali yaa..
.. kayak beda vibes penjajah Belanda ama Jepang ini..
Sama-sama buruk, tapi kalau Belanda at least banyak kemajuan teknologi dan bangunan.
Tapi memang nyebelinnya, politik perdagangan yang dijalankan sangat sangat merugikan.
Kalau Jepang, aku kurang ilmu banget nih.. ka Fan..
Apakah motifnya sama seperti bangsa Eropa yaa???
Sama-sama ingin ambil SDA Indonesia?
Aku jujur, takut banget masuk masuk ke gua.
Karena gelap dan kayak gak tau apa yang terjadi di gelapnya ruangan. Huhuhu.. Gua Jepang Bandung pun aku belum pernah…ka Fan.
21 November 2025●05:18
administrator
Kalau ambil SDA udh pasti mba. Indonesia kaya begini, udah pasti mereka tergiur Ama SDA nya. Tapi memang kesannya jepang itu paling kejam yaaa, padahal menjajah cuma 3.5 tahun 🤣. Cuma ya itulah, peninggalan sejarahnya ttp dipertahankan demi pengajaran untuk anak2 masa sekarang
22 November 2025●18:41
April Hamsa
Kalau meneluauri kembali peninggalan penjajah rasa2nya antara sedih dan takjub. Sedih karena bangunan itu adalah saksi bisu kekejaman penjajah tapi takjub karena lubangnya masih ada bahkan sempat difungsikan buat yang lain ya mbak. Saking awetnya juga bahkan gempa di Padang bbrp waktu lalu nggak membuatnya hancur.
Kebayang kalau masuk merinding. Ini anak indihom biasanya ngeh kali ada penampakan makhluk lain hahaha.
Eh anak kecil ternyata gpp masuk ya mbak? Kirain buat org dewasa aja.
Btw meski ada mushola di situ tapi aku keknha kalau gk terpaksa banget juga gak mau sholat di sana hahaha
21 November 2025●06:39
administrator
Ga masalah mba, anak2 bayi pun boleh masuk. Beberapa ortu memang takut ketempelan atau apalah gitu kan. Cuma aku dari dulu memang kurang percaya ama yg begitu 😁. Lillahi taala aja sebelum masuk. So far tiap ajak anak masuk ke tempat bloody history begini, Alhamdulillah ga pernah diganggu.
22 November 2025●18:37
Alienda
Mbaaaa kalau di Bandung ada juga di Tahura, peninggalan Jepang yang serupa, namanya Goa Jepang. Tapi gak banyak diperbaiki dan tidak terang benderang dengan sign system seperti Lobang Jepang ini.
Lobang Jepang ini cukup informatif ya, kalau Goa Jepang ini bagian dalamnya gelap gulita, literaly ga bisa liat apa apa kalau gak bawa senter. Jadi ada yang sewa senter lah di situ dengan harga turis. Dan di dalamnya banyak kelalawar yang membuat Goa ini semakin cocok buat jadi lokasi adu nyali >.<
21 November 2025●07:00
administrator
Aku baca yg Tahura lebih spooky ya mba. Yg di Bukittinggi ini untungnya selalu dirawat. Dr awal masih seram, sampai jadi bagus kayak gini. Makanya aku ngerasa tenang juga ajak anak2, kesan spooky nya udh hilang.
22 November 2025●18:36
Kakmim
Bagus bawak anak² ke tempat bersejarah mcm ni… x adalah baca dari buku saja, boleh tgk sendiri peninggalan dpn mata… mst seram di sini waktu malam…
21 November 2025●07:19
administrator
Betuuuul kak. Iu tujuan saya kalau ajak anak2 ke tempat bersejarah. Mereka bisa lihat langsung dari peninggalan yg ada. Dan belajar sejarah dengan cara begitu lebih mudah masuk otak 👍
22 November 2025●18:34
Dian
Aduh aku g berani masuk ke tempat wisata seperti ini mbak. Klo di Jawa itu masuk bangunan singit nggak sih, yang pasti banyak korban yang meninggal di tempat itu
Meski sudah di renovasi kesan seram dan suramnya masih terasa. Bahkan yg baca artikel dan lihat foto fotonya aja merinding
Tapi ini jadi tempat yang baik huga ya untuk mengajari anak anak sejarah secara langsung
21 November 2025●07:56
administrator
Ada memang yg ga berani utk masuk ke tempat begini. Tp aku dr dulu favoritnya DTG ke tempat2 bekas pembantaian, atau yg punya background bloody history mba. Kesan seram nya dapat, dan sejarahnya menarik. Makanya kalau ada museum yg dulunya tempat pembantaian, kayak di Kamboja, aku langsung nomor 1 mau DTG 😁
22 November 2025●18:33
Seri Kandi Tanah Jauhar
Tidak berani kakak mahu jalan² tempat begini, Fanny. Rasa ngeri itu satu, takut terbawa² dalam tidur. Baru tahu ada banyak lubang Jepang di sana ya. Ingatkan cuma ada satu di Bukit Tinggi sahaja.oh, samalah kalau kakak pun rela cari surau di luar dari solat di lubang Jepang, hahah.
22 November 2025●09:12
administrator
Yg paling terkenal dan terawat memang yg Bukittinggi ini kak. Kalo lainnya ga terlalu dikenal, dan kata temen2 saya lebih spooky hahahahaha.
Itulaah kan, ntah siapa yg mau sholat di sana 🤣🤣. Sayapun tak nak 😅. Confirm tak khusyuk
22 November 2025●18:28
Ujie Othman
Laah…akak baru tahu Jepun juga sempat menjajah tanah Indonesia. Kalau di Tanah Melayu mereka sempat menjajah selama 3 tahun 8 bulan.
Terasa seram baca lubang buang mayat dan bilik penyeksaan, tapi agak lucu bila Fanny tunjuk ruang solat. Siapa saja yang sanggup solat di situ? Hahaha
Tempat wisata yang bagus terutamanya buat generasi muda supaya mereka tahu keamanan itu ada harganya.
22 November 2025●10:30
administrator
Indonesia itu dijajah Portugis, Belanda, inggris dan jepang kak. Tp yg paling lama memang Belanda. Sementara lainnya hanya sebentar juga.
Itulaaah, siapa coba yg mau sholat di situ 😅. Macam2 aja mereka buat. Apalagi di luar lobang jepang ada musholla yg proper.
Sayapun suka dengan peninggalan sejarah begini. Jadi mengingatkan kaum muda utk menghargai perjuangan pahlawan
22 November 2025●18:27
Hermansyah
Waduh..q dapat infonya telat nih, baru Minggu kemarin saya ke Bumiayu dan baru tau kalau di Bumiayu ada tempat wisata jelajah gua peninggalan penjajah Jepang.
Yang di Bukittinggi ini kayak luas banget ada ruang-ruang khususnya, kalau jelajahi keseluruhannya butuh waktu berapa lama, Mbak Fan?
22 November 2025●18:11
administrator
Bumi ayu juga pas aku kesana, tutup mas. JD staffnya ga selalu di tempat. Nyesel deh. Secara ga bisa lama2 juga, jadi kami cuma foto dr depan goa yg dikasih terali doang. Tp kalo liat, kayaknya lebih serem drpd yg Bukittinggi ini.
Kalo turun kebawah dan lihat2 semua ruangan, menurutku 1 jam cukup kok. Aku sendiri kurang dr 1 jam, Krn ga pakai guide juga kan. Jadi kami ga lama2 di tiap ruangan
22 November 2025●18:25
Warisan petani
Bukti sejarah kekejaman tentera jepang masih kekal sehingga kini.
22 November 2025●21:09
administrator
banyak kalau di indonesia wak 😉
24 November 2025●12:58
Tot
Kukuh ya, lubang dalam tanah peninggalan zaman penjajahan Jepun. Orang yang claustrophobic tak boleh masuk sini, walau pun dari gambar nampak agak lapang laluannya. Akak tengok, boleh terasa seram.
23 November 2025●10:00
administrator
kalau dulu, zaman saya kecil memang sempit dan tangganya belum sebagus sekarang kak… yg sekarang ini memang sudah diperbaiki lah, tangga pun jd cantik dan aman… saya rasa untuk yg tak suka goa, masih boleh masuk ke dalam
24 November 2025●13:00
Mazni
kadang2 benci bila nampak kesan tinggalan penjajah macam ni. apatah lagi tempat ni pernah jadi tempat penyeksaan utk orang local. tapi itulah sejarah, supaya kita mengingati detik2 buruk utk mengecapi kemerdekaan negara kan.
aduhh macam tiba2 sangat ada mushola kat dalam tu. memang taknakla solat disitu, rela cari masjid kat luar je hahaha
23 November 2025●21:17
administrator
betuuuul…. tak seharusnya bangunan2 atau peninggalan mereka di hancurkan.. krn dari situ kita bisa belajar dari masa lalu.. dan lagi rugi kalau dihancurkan… sebab kadang bangunan2 yg mereka buat memang kokoh dan bagus 😀
24 November 2025●12:58
Djangkaru Bumi
Baca artikelnya saja, sudah kebayang betapa seremnya
Wisata yang penuh dengan nilai edukasi
Kalau masuk sendirian bisa nyasar dan takutnya pingsan
23 November 2025●23:07
administrator
aku juga ga berani mas masuk sendiri hahahahaha… takut nyasar juga
24 November 2025●12:57
Anton Ardyanto
Sekedar mau menyapa , “Apa kabar Fan? Lama tak bersua
btw, template yang sekarang lebih enak dipandang. Cakep.
Lanjoot
24 November 2025●13:17
administrator
mas antoooooon, issssh lamanya tak kesiniii :D… baiiik dong :D…
sehat mas?
waktunya refreshing mas :D… kali ini merah beige laah, bosan juga si ungu hahahaha
24 November 2025●20:52
NA
Siap ada musolla Muslimah.
Ingatkan macam sempit tapi tengok boleh jalan dengan selesa.
25 November 2025●08:20
administrator
Kalau goa nya luas kak. Tak buat sempit. Tapi musholla tak sesuai. Apalagi lantainya kotor
26 November 2025●06:12
Andri Marza Akhda
Lobang Jepang ini selalu bikin merinding setiap kali membaca kisahnya, apalagi membayangkan bagaimana tempat itu digunakan di masa penjajahan. Bangunan bawah tanahnya luas dan rumit, jadi terasa banget atmosfer sejarahnya saat berkunjung ke sana.
26 November 2025●15:33
administrator
ih beneeeer.. aku jujur ga akan berani kalau harus masuk sendirian ke dalam mas… auranya serem, ditambah takut nyasar sih
26 November 2025●23:08
Bidasari
Fanny…..KSarie itu kalau masuk terowong sebegini pasti rasa macam mahu pengsan kerana claustrophobic. Pernah masuk 1 terowong pendek di Muzium Tentera Port Dickson, Negeri Sembilan bersama anak-anak satu ketika dahulu langsung terpaksa dipimpin oleh anak-anak untuk berjalan sampai ke hujung terowong. Banyak tinggalan binaan Jepun di negara yang dijajah yang akan bikin hati sedih kerana begitu parah kekejaman yang dibuat. Terima kasih atas perkongsiannya Fanny. Tidak pasti kalau KSarie mahu ke sini jika liburan ke Bukit Tinggi kerana risau terpleot pula
26 November 2025●16:20
administrator
memang lah dulu itu jepang terkenal banget krn kekejamannya kan ….. walaupun sekaranhg mereka dah berubah, tetap saja kalau lihat oeninggalannya, sedih itu masih ada…. cuma saya bersyukur juga peninggalan mereka ttp dirawat dan bisa dijadikan objek wisata sejarah.. krn biar bagaimana ini bisa menambah income penduduk sekitar juga meningkatkan knowledge sejarah kepada generasi muda.
26 November 2025●23:10
Amie
Saya pernah sekali masuk ke Lobang Jepang. Kalau tak silap tahun 2017. Ketika itu waktu hampir senja. Setelah agak jauh masuk ke dalam, salah seorang rakan kami terlihat sesuatu. Hijabnya memang selalu’terbuka’ di tempat-tempat angker. Kami tidak jadi meneruskan penjelajahan dan terus keluar meninggalkan tempat tersebut kerana ketakutan. Walaupun singkat, tapi banyak jugalah tempat-tempat dan fungsi di situ yang diterangkan oleh penjaga Lobang Jepang.
26 November 2025●18:52
administrator
tempat ini beberapa kali dijadikan lokasi syuting mistis kak.. dan memang bagi yg bisa melihat makhluk halus, banyak yg bilang suasananya seram, dan berat sangat di dalam… tapi alhamdulillah saya memang tak ada kemampuan itu… jadi saat masuk, biasa saja :D. lagipun saat itu masih pagi, dan di dalam ramai
26 November 2025●22:59
Heni Rosnita
Koq kepikiran ya buat mushola di situ😁ada-ada aja wkwkk.
Ih kalo ngebayangin jahatnya mereka jaman penjajahan rasa nya sebel dan sakit ati banget, walo saat itu belom lahir geh, tapi kejamnya ituloh, padahal kalo liat orang Jepang tuh kayak santun-santun gitu ya , tapi enggak nyangka aja kalo nenek moyang mereka dulunya keji.
27 November 2025●11:15
administrator
Untungnya mereka langsung insaf pas negaranya di bom atom ya mba. Sebenarnya sisi baik Jepang, mereka sendiri ga mau melupakan sejarah. Terbuktj ada museum bom atom di hiroshima dan nagasaki. Pengingat utk generasi mudanya ttg bahaya perang dan nuklir
28 November 2025●18:03
Avi
Dulu waktu pelajaran sejarah, digambarkan kalau penjajahan Jepun jauh lebih kejam. Ternyata bener ya dan lobang jepang di Bukittinggi ini salah satu buktinya. Belajar sejarah dari tempatnya langsung ini lebih menancap di otak, meski ngeri-ngeri sedap kalau ke sana.
27 November 2025●16:06
administrator
Nah iyaaa. Kayaknya semua film, sejarah, buku, semua pada bilang jepang terkejam. Tp aju sih percaya, krn korsel dan china juga banyak yg bikin cerita begitu. Korsel malah kliatan orang2 nya masih dendam dengan Jepang, terutama yg tua tua yaa.
28 November 2025●17:54
Dedew
Duh aku lihat foto-fotonya saja merinding yaa.. terbayang berapa ribu orang tersiksa demi membangun lobang ini.. kejam banget penjajahan..jangan sampai terulang lagi kisah kelam ini..
27 November 2025●21:06
administrator
Iya mba, biar jd pelajaran untuk generasi muda. Bersyukur sih dijadikan tempat wisata sejarah.
28 November 2025●17:56
Sulis
Klo sholat di mushola itu.. kayanya auto ingat rumah masa depan mba (kuburan)😀 klo di kaliurang, ada goa jepang mba…mirip2 mungkin fungsinya pas jaman dulu ya. Dulu pernah jd tempat wisata..tp sekarang sudah ditutup.
Ada juga luweng ombo (di gunungkidul)..yang katanya dulu tempat pembuangan mayat. Tp gak ngerti bener apa nggak.. tp klo ini terbentuk secara alami setauku
Aku takut e datang ke tempat2 yang berbau2 horor gitu mb.. biasanya pulangnya terus kepikiran.
28 November 2025●16:39
administrator
Sebenernya sayang kalau ditutup yaaa. Padahal kalo dikelola baik, bisa jadi asset pariwisata. Kadang auranya serem, tp kalau diperbagus kayak yg Bukittinggi ini, aku malah udh ngerasa biasa pas masuk mba. Krn dipasangi lampu juga. Tangganya juga udh aman.
28 November 2025●17:33
morishige
Saya terakhir ke sana sepertinya sekitar 10-15 tahun yang lalu, sehabis direnovasi. Entah kenapa dinding guanya jadi dilapisi semen tipis di beberapa bagian dan lantainya diberi blok-blok beton. Beberapa sudut bahkan, kalau tak salah, dilapisi ubin atau keramik.
29 November 2025●10:17
administrator
yg dilapisin ubin aku ga inget.. ada yaaaa… tapi mungkin utk alasan keamanan juga mas… makanya banyak yg dibenerin . ya sih , aura seremnya jd berkurang, tapi orang2 mungkin jd lebih tertarik masuk
02 Desember 2025●06:44
Dyah Kusuma
aura suramnya terasa melalui foto yang dishare mbak Fanny, sepertinya memang harus butuh guide kalau berkunjung kesana ya mbak, secara kalau sekedar jalan sendiri informasi yang diperoleh akan kurang.
Saya suka berkunjung ke tempat bersejarah seperti ini, hanya sekedar untuk mengetahui masa silam, karena setiap manusia mempunyai sejarahnya masing-masing bukan
01 Desember 2025●16:00
administrator
memang sebaiknya pakai guide mba… akupun kalau ga buru2, pastinya lebih suka pakai, jd bisa tahu detil kan sejarahnya kayak apa
02 Desember 2025●06:07
Suria Amanda
Wah…Jepun memang ada menakluki Bukit Tinggi ye Fanny….Kalo Kak SA memang tak masuk la Lobang Jepang ni…x berani sebab Kak SA akan anxiety kalau di tempat yang gelap dan sempit..hahaha…kalau tunggu diluar boleh lah….
02 Desember 2025●11:03
administrator
adaaa kak.. walau cuma 3.5 tahun, tapi krn kejamnya, berasa lah saat jepang datang ini ;p.. untungnya tempat2 warisan jepang masih banyak yg dijaga, walaupun kebanyakan berupa goa beginni ;p. beda ama belanda yg warisannya banyak gedung2 bagus
02 Desember 2025●15:08
paridahishak
sejarah penjajahan kekal terjaga melukakan betapa tenaga tempatan dieksploitasu untuk membina kubu berupa terowong pertahanan
08 Desember 2025●12:35
administrator
sangaaat kak… krn itu tempat2 bersejarah ini dijaga untuk selalu mengingatkan generasi muda ttg seperti apa penjajahan dulu itu
09 Desember 2025●06:52
Fuzy Hamid
scary juga ya Fann kalau masuk ke sini..kalau waktu malam agaknya ada bunyi2an pelik tak?
08 Desember 2025●16:48
administrator
hahahahahha malam dia tak buka kak ;p… tak ada yg berani saya rasa masuk malam2 hihihihihi
tapi tempat ini dulu pernah dijadikan tempat uji nyali…. dan MC nya yg memang bisa melihat makhluk halus, bilang juga kalau ada banyak makhluk tak kasat mata di dalam, 🙁
09 Desember 2025●06:49
Nurul Sufitri
Wah, spooky banget ya itu mushola di Lobang Jepang ahahahahahah 😀 Aku pun ogah 😀 Mendingan sholat di luar gua aje hihihi 😀 Aku pernah masuk ke Gua Belanda dan Gua Jepang di Bandung, zaman belum nikah dan setelah punya anak. Memang deh sebaiknya pakai jasa pemandu supaya ditemani dan diinfo sedikit banyak sejarah guanya. Yang fobia kegelapan lebih baik ga usah ikut 🙂
15 Desember 2025●10:18
administrator
yg di abndung sih aku masih penasaran… katanya memang lebih spooky yaaaa. pengen lihat jadinya kayak apa… tempat bersejarah begini aku memang sukaaaa banget
20 Desember 2025●10:11
Liyon Primadani
Salah satu tempat yg gak boleh dilewatkan kalau ke Bukit Tinggi sih ini
Tempatnya bersih dan sangat terawat, suka aja gitu ngeliatnya itupun kalau enggak ingat masa kelamnya.
23 Desember 2025●20:37
administrator
iyaaa… tapi bagus juga dibuat begini mas, jd setidaknya generasi muda tahu perjuangan dulu kayak apa… supaya sejarah ga dilupain.. walau kenyataan di lapangan agak miriiiis yaaa kelakuan pemerintahnya, ngutak ngatik sejarah hihihih
29 Desember 2025●21:37
ainun
Lobang Jepang ini yang bikin aku penasaran buat dateng langsung, menyaksikan saksi sejarah yang membuat banyak korban Jiwa terutama untuk pekerja dari bangsa sendiri.
Jepang se-prepare itu untuk mempersiapkan benteng pertahanannya, tapi sayangnya menyiksa warga lokal dengan sistem kerjanya
aku kalau kesana, udah pasti ga mau masuk sendirian hahaha, aura suramnya nggak nguati, terus lubang pembuangan pekerja yang meninggal, yaampun memang sejahat itu zaman penjajahan Jepang
04 Januari 2026●09:26
administrator
aku pun juga emoooh kalau masuk sendiri mbaaaa hahahahha. ga berani… takut nyasar aku di dalam… walau udah dibuat terang, tapi auranya kalau sendiri mah beda ;p
Carneyz
Saya masih keliru nak tekan di mana untuk tinggalkan komentar 😅 baru perasan butangnya di bawah.
Serius saya baru tau yang Jepun jugak menawan Bukittinggi Indonesia. Saya ingatkan Jepun cuma sampai di Tanah Melayu dan Borneo, mereka tiba dari Siam dan Singapura dan menakluk Tanah Melayu dan Kepulauan Borneo. Nampaknya kena baca balik sejarah penjajahan Jepun. Tapi askar Jepun dulu memang kejam, masih teringat cerita nenek saya kalau askar Jepun datang ke kampung, anak2 perempuan disorokkan dalam gulungan tilam dan tikar supaya mereka tak culik. Tapi biasanya mereka mintak makanan dari orang kampung. Nak tak nak, terpaksa bagi jugak kerana takut dibunuh.
18 November 2025 ● 10:25administrator
Indonesia itu di jajah oleh Inggris, belanda, portugis (sebentar sangat) dan jepang. Yg paling lama ofkors lah belanda 😄. Makanya tetap ada peninggalan jepang di sini.
Saya pernah baca juga, jepang suka menculik wanita utk dijadikan budak seks. Memang terlebih kejam saat mereka berkuasa dulu
18 November 2025 ● 13:05MZ
bagus banget bila dpt visit historical sites like this..so that we can more appreciate our country’s independence! nama bukit tinggi tu….di malaysia juga ada tempat nama bukit tinggi, tourism spot ie colmar tropicale
18 November 2025 ● 10:58administrator
Oh Colmar itu daerahnya di Bukit Tinggi yaaaa. Mungkin bedanya penuliaan Bukit tinggi di sana, dipisah, Bukit Tinggi.
Kalo di sini digabung kak, Bukittinggi 😄
18 November 2025 ● 12:59mamatisya
nasibaik masuk bawah tanah tk panas….yela dh masuk dlm lubang tu kan
19 November 2025 ● 07:10administrator
Itu pandai nya jepang . Bisa mereka mendesign lobang bawa tanah begini dengan ventilasi udara yg bagus, sehingga tidak panas
22 November 2025 ● 19:16Istiana
Mbaak, apakah yang di Bandung letaknya ada di Tahura? Alias Taman Hutan Raya Juanda. Soalnya aku pernah ke sana tapi memang bentuknya lebih kecil dari ini siih. Judulnya goa Jepang aja. Dan di sana ada 2 goa, goa Jepang dan goa Belanda.
Nah, aku sok-sok berani gitu waktu ke sana ngajak suami masuk. Padahal pas di dalem pegangan mulu ama suami, wahaha. Gelap buanget buanget.
Di sini namanya Lubang Jepang dan di dalam beneran dibikin kayak bangunan yang banyak ruangan gituu yaa. Itu penjaranya kecil banget deh, gak kebayang gimana tersiksanya pekerja yang membangun ini, huhuhu.
Anw, akuuu juga mending milih cari masjid atau mushola lain deehh di luar dibanding sholat di dalem situ, udah kecil, mana gelaapp pula, hya.
Noted buat pakai guide kalau ke sini. Aku juga kayanya milih pakai guide kalau ke sini, karena aku mesti bakal lebih sibuk pegangan dan nenangin anak-anak dan belum tentu bisa fokus cari jalan, ahaha.
18 November 2025 ● 11:48administrator
Nah bisa jadi mbaaaa. Ga disebutin di bandung itu lokasinya di mana. Tp kayaknya memang ga sebesar yg ini yaaa. Yg di bumiayu aku ga bisa masuk, krn tutup pas kesana.
Aku kalau ada kesempatan dtg lagi, mau sih pakai guide. Biar jelas. Krn beberapa kali kesini, cuma denger2 dr guide orang lain yg kebetulan kedengeran ceritanya 🤣🤣.
Padahal menarik sih.
Yaaa kaaan, ga bakal khusyuk sholat di musola segelap itu hahahahahah
18 November 2025 ● 12:46Ezna
Masa kakak ke sini tidak ada signboard dapur etc tu. Kakak masuk (masa tu tak tahu) ada seorang yang melantik dirinya menjadi turis guide. Bila guna jasanya kena bayar. Kakak bayar RM25. Lubang untuk menghumban mayat ke lembah juga tidak ditutup masa tu. Saat masuk ke dalam Lobang Jepang tu agak seram juga sebenarnya tapi kakak musykil juga sebab pengudaraan di dalamnya juga bagus. tERASA dingin tetapi tidak ada AC. Memang ada kisah menyedihkan di sini. Pekerja yang sakit dan tua….tidak diberikan makanan malah dihumban ke lembah. Sangat zalim.
Ada satu sudut lubangnya rendah. Ini kerana jika ada yang lari pasti berlari secara perlahan jadinya dia akan tertangkap.
18 November 2025 ● 11:58administrator
Itulah kak… Jepang saat itu terkenal kejam sangat kan. Tak segan untuk membunuh even orangtua sekalipun.
Sayapun tiap kali masuk ke sini, masih terasa sedih dan brutalnya kejadian di masa itu 😞
Memang beberapa tempat sudah ditutup dan diamankan, supaya tidak ada pengunjung yg terluka saat masuk
18 November 2025 ● 12:44Cikk Mira
Menarik ya. Terasa seperti ada disana lewat blog ini. Saya datang dari blog Mazni Munawar. Salam perkenalan.
18 November 2025 ● 12:06administrator
Hai kak miraaaaa. Terimakasih sudi singgah 😊. Nanti saya mampir ke blog kakak juga yaaa
18 November 2025 ● 12:42Rudi Chandra
Dulu pernah ke sini juga dan saat itu yang kebayang pas lagi jelajah bagian dalamnya, ada tangan yang menarik dari sisi dinding yang gelap, syerem….
18 November 2025 ● 12:40administrator
Ga berani sih aku kalau masuk ke dalam sendirian 🤣. Memamg berasa ngerinya
18 November 2025 ● 12:41Aphizha
Sedihnya bila kenangkan kembali zaman dijajah tu. Pergi banyak kali pun tetap terasa aura tu. Tak dapat bayangkan keadaan pada zaman dulu. Gigih orang dulu buat tempat sebagai tempat perlindungan. Kebal betul lobang Jepang ni.
Tempat tinggalan sejarah ni kalau kita masuk auto seram. Macam penjara atau makam.
18 November 2025 ● 12:48Rasa tak berani juga nak solat di situ. Seram lain macam tempat gelap ni. Datang sini kena simpan tenaga juga kan, jalan-jalan dan perlu naik tangga.
administrator
Issh memang auranya seram kak. Makanya saya tak teringin lah sholat di musolla situ, confirm tak khusyuk 🤣🤣.
Di malaysia ada juga kah jepang buat lobang perlindungan?
18 November 2025 ● 13:11Aphizha
Kalau disini dipanggil kubu bawah tanah kot. Tak silap saya ada, tapi tak dijadikan tempat pameran. Kalau ada mungkin saya tak tahu.
25 November 2025 ● 06:44administrator
Seharusnya ada kan. Apalagi jepang pernah di Malaysia juga. Mereka nih sukaa membangun bunker begini 😄
26 November 2025 ● 06:30Nik Sukacita
Kita sama nih Fan, Fhobia tempat sempit. Sampai waktu pertama-tama naik lift aku sempat sesak. Asmaku kambuh hihi.
Aku tuh bersyukur karena Jepang menjajah kita tidak lama, kalau ga “kepahitan” yang kita terima tuh akan berlipat-lipat. Secara kejamnya minta ampun. Strategi dia soal tenaga kerja antara daerah itu pun termasuk kejam.
Kalau goa, karean punya phobia tempat sempit, walau sekarang sudah tidak terlalu kayak dulu, tetapi tetap saja aku kurang nyaman berwisata goa. Apalagi tuh kalau peninggalan Jepang. Maaf dulu dah. Lihat foto dikau aja aku udah terasa merinding, terbayang orang-orang berkorban saat itu.
Cukup membaca tulisanmu aku udah sangat puas. Karena itu terima kasih banyak yaa, jadi aku dan mungkin orang-orang seperti aku jadi bisa menikmati wisata goa sejarah seperti ini.
18 November 2025 ● 19:39administrator
Memang yg paling diingat dengan penjajahan jepang, Krn kekejaman nya yaa. Perasaan yg Belanda , inggris dan Portugis ga sekejam itu hahahahah. Atau karena kita tau nya dari buku aja sih.
Beberapa orang memang ga bisa masuk ke tempat begini mba. Apalagi yg punya indera keenam. Katanya berasal dan spooky nya terasa banget. Aku bersyukur ga ada kemampuan itu sih. JD pas masuk, masih aman, ga ngerasain aneh2
22 November 2025 ● 19:13Rawiwa
Memang bagus bawa anak² ke sini agar mereka tahu tentang apa yang berlaku dahulu. Walau mungkin ada belajar di sekolah atau dibuku tapi bila datang sendiri ke tempat ini pasti akan rasa pengalaman yang berbeza.
Sayang masa akak ke Bukittinggi tak masuk sini cuma lalu sahaja.
18 November 2025 ● 20:05administrator
Setujuuuu. Belajar dengan DTG langsung ke tempat sejarah begini, akan buat mereka lebih mudah paham dengan cerita sejarah nya
22 November 2025 ● 19:14Peri Kecil Lia 🧚🏻♀️
Kak Fanny, terima kasih udah menulis ini! aku selalu suka kalau pergi-pergi ke tempat bersejarah gitu. Memang kalau ke tempat-tempat begini perasaan campur aduk banget. Di satu sisi kagum dengan desain bangunan, di satu sisi miris dan sedih memikirkan banyak yang jadi korban selama proses pembangunan 🙁
18 November 2025 ● 21:14Kadang aku sampai kebawa mimpi kalau habis ke tempat-tempat seperti ini :’)
administrator
Kdg memang tempat yg bloody history begini serem sih li . Kalau ga kuat, bisa terbawa mimpi. Kayak pas aku DTG ke tempat pembantaian di Kamboja, itu juga merinding banget. Untungnya ga lama kebayang2nya
22 November 2025 ● 19:15Lala
Nah iya, sisi positif dari Jepang kalau bangun satu tempat pasti beneran niat dan maksimal banget. Lobang Jepang ini salah satunya, meski ada gempa sekalipun masih terbilang sangat aman.
Bagus ya buat wisata sejarah setidaknya anak-anak jadi tahu terkait masa lalu negeri nya saat di jajah negara lain.
Mistis dan serem sih, apalagi banyak ruangan sempit gitu kalau masuk sendirian serasa uji nyali banget. Intinya nggak bakalan berani masuk sendirian dan Yap kalau datang ke tempat bersejarah gini lebih mantul pake tour guide, banyak hidden info yang biasanya akan mereka share juga.
Mba Fann dulu masih SD masuk sana? Mantul kali, saluttt. Aku kayaknya akan berpikir berkali-kali soalnya penakut 😆 ngeri kebayang-bayang juga.
Nah, part mushola wanita. Aku juga mikirnya better cari di luar aja deh hehe. Salutnya lobang ini masih sangat terawat sekali ya. Jadi kalau harga tiket masuknya sekitaran maksimal Rp20.000,00. Masih oke bangetlah.
19 November 2025 ● 05:40administrator
Kalo tiket memang masih oke banget mba. Murah …. Dan bagian dlm juga terawat rapi. Udh ga spooky. Pas SD dulu, aku ga diceritain itu tempat apa hahahahah. Jadi masuk aja. Baru tahu kalah itu lubang jepang pas udh di dalam hahahahaha. Liat lubang pembuangan mayat, serem juga sih. Dulu masih ada bekas2 coklat yg katanya darah..
Kalau skr udh rapi banget mab, ga serem lagi 🤣
22 November 2025 ● 19:18Sha Mohamed
Jepun tu memang kejam bila menjajah.. Harapnya generasi muda lebih rajin belajar tentang sejarah dan menghargai pengorbanan mereka yang terkorban membebaskan negara kan..
19 November 2025 ● 09:36administrator
Memang terkenal kejam sangat mereka. Sampai2 banyak orang korsel dan China yg masih belum mau memaafkan jepang
22 November 2025 ● 19:09Afzan
Tempatnya penuh sejarah dan suasananya terasa lain.Banyak nilai sejarah yang mungkin tak ramai yang tahu termasuklah saya
19 November 2025 ● 14:12administrator
Betuuul kak. Bersyukur juga pemerintah kota nya mau menjaga peninggalan sejarah begini. Utk pembelajaran generasi muda dan turis yg DTG
22 November 2025 ● 19:08Didik
Aku kira cuman di Bandung doank. Ternyata ada juga di Bukittinggi hingga Biak. Ga main2 nih Jepang bikin tempat persembunyian. Hingga mempekerjakan org lokal, termasuk dari Jawa.
Smg arwah pejuang kita di masa lalu tenang ya di sana dan mendapat ampunan Tuhan.
Btw itu musholanya beneran gelap banget mbak? Jadi buat apa dong dibangun di situ kalo ga digunain? Pdhl kan bs buat ibadah sehingga lokasinya jadi lebih adem.
19 November 2025 ● 15:23administrator
Akupun masih berpikir keras, apa tujuan dibangun musholla gelap begitu hahahahahahaha. Krn menurutku ga ada guna. Emang siapa yg berani sholat situ kaaan 🤣🤣. Atau untuk uji nyali, sholat dulu gitu 🤭
22 November 2025 ● 18:59anies
masa ke bukittinggi ada plan juga nak ke sini. sudahnya kami lalu je depan jalan… sayang betul tak singgah sini…
19 November 2025 ● 16:05administrator
Harus DTG lagi nanti kak ☺️🤭. Kalau bisa pakai guide , supaya paham penjelasan tempat2 di dalam
22 November 2025 ● 19:00anies
2 tahun boleh gali 1.4KM. bayangkan kalau lebih dari 2 thn? entah berapa panjang agaknya mereka akan korek lubang ni….
19 November 2025 ● 16:10administrator
Itulaah. Bisa2 nembus ke laut 😁. Jepang ini ga main2 kalau membangun
22 November 2025 ● 19:00anies
pandai betul diorang ambil orang luar supaya rahsia tidak terbongkar…
19 November 2025 ● 16:50tapi kasihan orang luar yang terpaksa jadi buruh paksa mereka
administrator
Metode khas jepang sangat kan. Dimalaysia ada tak peninggalan lobang jepang juga?
22 November 2025 ● 19:01Ire Rosana Ullail
Aku lumayan phobia dengan ruang sempit, tapi dari cerita Mbak, penasaran juga pengen masuk ke sana. Baru ini aku mendengar kalau Jepang ternyata pernah bangun lobang bawah tanah yang sekaligus jadi bunker. Kalau melihat dari sejarah Jepang yang sangat kejam, aku percaya sekali ini lobang dibangun dengan banyak nyawa orang Indo.
He aku kalau di sana juga mending keluar jalan sekian puluh kilometer buat nyari mesjid Mbak, keknya kalau solat di situ bisa nggak konsen karena merinding sekujur tubuh :”( Di luar itu kita harus akui memang ya Mbak, desain Jepang itu luar biasa, bisa bikin bunker tahan guncangan dan ledakan tapi juga tidak pengap maupun panas.
19 November 2025 ● 19:53administrator
Jepang ini memang terkenal banget kejamnya yaa. Ga cuma di Indonesia, tp juga di Korea, China dan negara2 asia tenggara yg pernah dijajah . Cuma mungkin Krn kita bangsa pemaaf, jadi kayak lupa aja. Sementara korsel masih benci banget dengan jepang. ga semua sih, tp kebanyakan begitu.
22 November 2025 ● 19:07Satria Mwb
Pemandangan dari luar sih bagus yaa mbak, Cuma pas masuk kedalam dan tahu kisah kelamnya yaa bikin takut memang. Terlebih kalau malam hari nggak kebayang kaya apa seramnya. ditambah ada binatang liar,🐒🐒 untung jinak yaa.😁😁
19 November 2025 ● 22:06administrator
Hahahaha untungnya malam dia tutup. Aku pun ogah malam2 masuk situ mas 🤣🤣🤣
22 November 2025 ● 19:03Bambang Irwanto
Lobang Jepang ini salah satu kisah pilu di zaman penjajahan jepang. Lobang yang dibangun dengan darah dan air mata demi kepentingan mereka. Lobang ini jadi saksi bisu kekejaman jepang juga. Hanya soal bangunan Jepang Memang hebat ya, Mbak. Buktinya di dalam tidak panas. Karena ventilasi sangat bagus. Terus dinding sengaja dibuat tidak rata untuk mengurangi gema. Soal ada musala di dalam lobang Jepang sebaiknya tidak usah saja. Sebab Aura penyiksaan dan kelam masih terasa di sana. Jadi tidak khusuk salatnya.
20 November 2025 ● 05:40administrator
Memang mas, aku yakin ga bakal khusyuk sih sholat situ. Aneh2 aja, dibangun musholla di dalam lobang begini.
Tapi memang jepang hebat. Bisa gitu bagian dalamnya ga panas samasekali 👍👍👍👍
22 November 2025 ● 19:02Nadia
bagus ya Indonesia, tinggalan sejarah dipelihara sebgini rupa supaya anak bangsa dapat mengenal sejarah. Di Malaysia kurang tempat wisata sepert ini.
20 November 2025 ● 07:32administrator
Yang saya lihat memang pemerintah Indonesia menjaga tempat2 begini utk pembelajaran generasi muda. Juga untuk menghormati jasa pahlawan yg berjuang dulu..Krn itu msh dijaga sangat peninggalannya
22 November 2025 ● 19:06Travel Blogger
Dulu saya ke Goa Jepang ini tahun 2013 kalau ga salah mba Fan, auranya seram dan mistis dan belum serapi seperti di foto mba Fan, kayaknya sekarang sudah dikelola dengan sangat baik ya, ada logo bagus buat foto di depan, dulu belum ada ini
dan hasil foto mba Fan tempatnya jadi kayak menarik dan ga seram gitu ya, apakah karena memang direnovasi atau karena foto mba Fan ngambil anglenya bagus-bagus, lihat fotonya jadi ga seram masuk ke sana kayaknya sekarang, pengen main ke sana lagi
20 November 2025 ● 07:46administrator
Pas dulu SD aku DTG juga masih serem mba. Nah skr ini aja memang dibuat tertata, dan didalam juga dipasang lampu untuk beberapa part. Makanya ga segenap dulu. Walaupun masih ada yaaa tempat2 yg gelap dan bikin merinding hahahah
22 November 2025 ● 18:58Asri
Kayanya Lobang Jepang ini masih lebih mending dari yang di Tahura Bandung. Masih ada estetik-estetiknya karena di beri lampu penerangan warna-warni. Sepertinya juga lebih luas. Tapi saya juga belum pernah ke Gua Jepang yang di Tahura. Baru lihat fotonya saja sudah nggak berani hahahaha…
Wisata kaya gini emang kurang cocok buat saya karena saya nggak suka tempat sempit dan gelap. Walaupun nggak sampai pobia.
Nggak kebayang dulu orang-orang yang disuruh kerja kaya apa menderitanya. Sedih lihatnya. Apalagi yang bagian penjara.
Btw yang mushola di dalam gua itu ada-ada aja ya 😆
20 November 2025 ● 08:18administrator
Yg aku baca juga gitu mba. Yg tahura itu lebih serem. Apa Krn ga terlalu dirawat kayak yg Bukittinggi yaaa. Jadi spooky dapet banget hahahahah.
Tapi aku penasaran loh. Blm pernah DTG kesitu juga. Aku malah seneeeng DTG ke tempat yg punya bloody history begini. Seru aja sih, ngebayangin saat peristiwa terjadi, itu sedihnya, seremnya, lebih dapet
22 November 2025 ● 18:56Yonal Regen
Bener-bener salfok pas lihat tanda ada mushola wanita yang seuprit plus gelap. Di sisi lain bagus sih menghargai umat muslim yang mau salat, tapi tempatnya memang tidak atau kurang layak, ya sepertinya.. hehe.
20 November 2025 ● 10:36Sepanjang baca tulisan ini jadi ikut merinding dan merasakan gimana kejamnya penjajah Jepang ke masyarakat waktu itu dengan sistem kerja paksa atau romusha.
Jadi inget dulu suka diceritain sama almarhum nenek dan kakek saat mereka mengalami masa-masa penjajahan Belanda dan Jepang. Mereka bilang dijajah Jepang itu sebentar, tapi sakitnya dan kejamnya luar biasa kepada masyarakat kita
administrator
Nah iyaaa mas. Siapa yg mau sholat sana. Kepikiran juga ga. Apalagi ada musholla proper di luar lobang hahahahhaha.
JD kalau kesana, beneran belajar sejarahnya aja . Agak nyesel memang ga sewa guide
22 November 2025 ● 18:55Yonal Regen
Mudah-mudahan tulisan ini terbaca oleh pengelola lobang Jepang sehingga bisa jadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya. Better mushola di siapkan di tempat terpisah dengan tempat yang lebih layak untuk melaksanakan salat, ya.
26 November 2025 ● 05:24Tapi sisi sejarahnya memang luar biasa bermanfaat, biar generasi saat ini tahu sejarah kelam masa lalu bangsa kita saat masa penjajahan
administrator
Nah bener mas. Apalagi aku liat lantainya sendiri ga bersih. Masa iya musholla begitu. Kan mau sholat aja serem duluan. Tapi terlepas dari itu, memang tempat ini wajib dijaga sebagai pengingat generasi muda perjuangan pahlawan zaman itu
26 November 2025 ● 05:59anies
ada ke yang solat kat dalam tu? boleh muat berapa jemaah agak-agaknya ya?
20 November 2025 ● 10:46administrator
Hahahahaha tak tahulah saya. Selama saya di sana, tak adiiiii yg sholat situ 🤣🤣🤣🤣
22 November 2025 ● 18:53anies
sy agak seriau kalau jumpa monyet2 liar ni…takut dia rampas apa sahaja yg kita bawa. tp kat sini, jinak…ok sangat tu…
20 November 2025 ● 11:29administrator
Hahahahah samaaa. Yg di Bali tuh seraaam. Untungnya yg Bukittinggi ini jinak kak
22 November 2025 ● 18:53khanif
ngeri banget ruang penjara
kalo berkunjung ke tempat bersejarah seperti ini jadi mengingatkan kita dulu di zaman penjajahan, bagaimana perjuangan dan rasa kesedihan bercampur.. tempat seperti ini bagus untuk anak-anak jaman now, buat kita-kita juga sih :D, buat mengingatkan bagaimana perjuangan dulu para pahlawan
20 November 2025 ● 12:13administrator
Iyaa penjaranya serem ih. Aku juga merinding pas bagian itu. Ga berani terlalu dekat.
Itu tujuanku ajak anak2 nif. Supaya mereka ikut belajar , ttg sejarah. Dan biasanya lebih mudah belajar sejarah dengan DTG LGS begini
22 November 2025 ● 18:53Dinda
Ternyata sama juga ya perasaannya pas mau masuk toiletnya. Udah gelap, agak lembab lagi mana pas aku kesana tuh bulan² november mbak, jadi pas musim hujan. Akhirnya nggak jadi ke toilet.. 😅
Tapi pemandangannya cakep dan di Ngarai Sianok itu juga nggak sengaja lihat monyet lagi pacaran. Salah satu spot di Bukittinggi yang paling membekas. 😂😂
20 November 2025 ● 20:22administrator
Kalo utk fasilitas umum dlm goa, aku beneran sih ga bakal mau pake hahahahah. Ngeri aja, gelap begitu 🤣
22 November 2025 ● 18:44Fajarwalker
Mbaaak, aku sekedar ngeliat sekelibet aja udah ngebayangin lho… Ini vibesnya suram bangetttt. Berasa aura gelap dan penuh histori kekejamannya. Kok isooo ada mushola disana, gelap pulak wkwkwk.
Kebayang, kayak film makmum. Lagi sholat sendiri tiba2 ada yang nepok di belakang. Eh, pas kelar… tau2 gada siapa2… sereeeeem hahahaha
20 November 2025 ● 22:15administrator
Wkwkwkwkwkwkw mas fajaaaaar, lebih horrooooor ih imaginasinya 🤣🤣🤣🤣🤣.makin ga tertarik aku sholat situ hahahahahha.
Ga abis pikir lah pokoknya, yg bikin musholla di sana..tujuannya apa coba. Emang dikira kita mau sholat gelap2an 🤣🤣. Apalagi di luar goa jepang ada musholla proper
22 November 2025 ● 18:46Arief Rachman
Pertama saya datang ke sini waktu masih sekolah dasar dan ketika membaca artikel ini saya jadi tahu bahwa sekarang semuanya menjadi lebih bagus dan lebih tertata rapi dan yang penting semakin informatif karena itu yang dibutuhkan banyak turis lokal maupun internasional supaya lebih paham apa yang terjadi di sana
20 November 2025 ● 23:23administrator
Bagus juga sih, semuanya JD lebih tertata ya mas. So utk turis asing JD mempermudah mereka juga utk belajar sejarah goa jepang. Hanya saja Krn kita pernah masuk awal2 saat masih seram, jadi berasa ada yg kurang kalau banyak lubang yg ditutup hahahaha
22 November 2025 ● 18:46Fenni Bungsu
Oh itu dibangun buat visitor si mushola wanita… Lah tempat wudhunya di situ juga Kak? Tadinya daku pikir itu mushola pas jaman Jepang, cuma pas lihat fotonya, kok bagian papan nama kayak bukan puluhan tahun hehe.
Aura merinding dan menyeramkan pasti masih ada, namanya pernah ada sesuatu di sana. Kalau cuma lihat dari foto, yang foto penjara gak enak suasananya huhu
21 November 2025 ● 04:27administrator
Ga mungkin zaman Jepang, lah wong mereka aja ga percaya tuhan hahahahaha. Aku ga liat sampe dlm mba, ga berani, gelap banget hahahaha. JD ga kliatan tempat wudhu nya
22 November 2025 ● 18:42lendyagassi
Sungguh membuat kita semua teringat dengan luka dan trauma yang pernah diterima di zaman penjajah. Kalau melihat peninggalan Jepang-nya ini, serasa gak membangun kepercayaan diri sama sekali yaa..
.. kayak beda vibes penjajah Belanda ama Jepang ini..
Sama-sama buruk, tapi kalau Belanda at least banyak kemajuan teknologi dan bangunan.
Tapi memang nyebelinnya, politik perdagangan yang dijalankan sangat sangat merugikan.
Kalau Jepang, aku kurang ilmu banget nih.. ka Fan..
Apakah motifnya sama seperti bangsa Eropa yaa???
Sama-sama ingin ambil SDA Indonesia?
Aku jujur, takut banget masuk masuk ke gua.
21 November 2025 ● 05:18Karena gelap dan kayak gak tau apa yang terjadi di gelapnya ruangan. Huhuhu.. Gua Jepang Bandung pun aku belum pernah…ka Fan.
administrator
Kalau ambil SDA udh pasti mba. Indonesia kaya begini, udah pasti mereka tergiur Ama SDA nya. Tapi memang kesannya jepang itu paling kejam yaaa, padahal menjajah cuma 3.5 tahun 🤣. Cuma ya itulah, peninggalan sejarahnya ttp dipertahankan demi pengajaran untuk anak2 masa sekarang
22 November 2025 ● 18:41April Hamsa
Kalau meneluauri kembali peninggalan penjajah rasa2nya antara sedih dan takjub. Sedih karena bangunan itu adalah saksi bisu kekejaman penjajah tapi takjub karena lubangnya masih ada bahkan sempat difungsikan buat yang lain ya mbak. Saking awetnya juga bahkan gempa di Padang bbrp waktu lalu nggak membuatnya hancur.
21 November 2025 ● 06:39Kebayang kalau masuk merinding. Ini anak indihom biasanya ngeh kali ada penampakan makhluk lain hahaha.
Eh anak kecil ternyata gpp masuk ya mbak? Kirain buat org dewasa aja.
Btw meski ada mushola di situ tapi aku keknha kalau gk terpaksa banget juga gak mau sholat di sana hahaha
administrator
Ga masalah mba, anak2 bayi pun boleh masuk. Beberapa ortu memang takut ketempelan atau apalah gitu kan. Cuma aku dari dulu memang kurang percaya ama yg begitu 😁. Lillahi taala aja sebelum masuk. So far tiap ajak anak masuk ke tempat bloody history begini, Alhamdulillah ga pernah diganggu.
22 November 2025 ● 18:37Alienda
Mbaaaa kalau di Bandung ada juga di Tahura, peninggalan Jepang yang serupa, namanya Goa Jepang. Tapi gak banyak diperbaiki dan tidak terang benderang dengan sign system seperti Lobang Jepang ini.
21 November 2025 ● 07:00Lobang Jepang ini cukup informatif ya, kalau Goa Jepang ini bagian dalamnya gelap gulita, literaly ga bisa liat apa apa kalau gak bawa senter. Jadi ada yang sewa senter lah di situ dengan harga turis. Dan di dalamnya banyak kelalawar yang membuat Goa ini semakin cocok buat jadi lokasi adu nyali >.<
administrator
Aku baca yg Tahura lebih spooky ya mba. Yg di Bukittinggi ini untungnya selalu dirawat. Dr awal masih seram, sampai jadi bagus kayak gini. Makanya aku ngerasa tenang juga ajak anak2, kesan spooky nya udh hilang.
22 November 2025 ● 18:36Kakmim
Bagus bawak anak² ke tempat bersejarah mcm ni… x adalah baca dari buku saja, boleh tgk sendiri peninggalan dpn mata… mst seram di sini waktu malam…
21 November 2025 ● 07:19administrator
Betuuuul kak. Iu tujuan saya kalau ajak anak2 ke tempat bersejarah. Mereka bisa lihat langsung dari peninggalan yg ada. Dan belajar sejarah dengan cara begitu lebih mudah masuk otak 👍
22 November 2025 ● 18:34Dian
Aduh aku g berani masuk ke tempat wisata seperti ini mbak. Klo di Jawa itu masuk bangunan singit nggak sih, yang pasti banyak korban yang meninggal di tempat itu
21 November 2025 ● 07:56Meski sudah di renovasi kesan seram dan suramnya masih terasa. Bahkan yg baca artikel dan lihat foto fotonya aja merinding
Tapi ini jadi tempat yang baik huga ya untuk mengajari anak anak sejarah secara langsung
administrator
Ada memang yg ga berani utk masuk ke tempat begini. Tp aku dr dulu favoritnya DTG ke tempat2 bekas pembantaian, atau yg punya background bloody history mba. Kesan seram nya dapat, dan sejarahnya menarik. Makanya kalau ada museum yg dulunya tempat pembantaian, kayak di Kamboja, aku langsung nomor 1 mau DTG 😁
22 November 2025 ● 18:33Seri Kandi Tanah Jauhar
Tidak berani kakak mahu jalan² tempat begini, Fanny. Rasa ngeri itu satu, takut terbawa² dalam tidur. Baru tahu ada banyak lubang Jepang di sana ya. Ingatkan cuma ada satu di Bukit Tinggi sahaja.oh, samalah kalau kakak pun rela cari surau di luar dari solat di lubang Jepang, hahah.
22 November 2025 ● 09:12administrator
Yg paling terkenal dan terawat memang yg Bukittinggi ini kak. Kalo lainnya ga terlalu dikenal, dan kata temen2 saya lebih spooky hahahahaha.
Itulaah kan, ntah siapa yg mau sholat di sana 🤣🤣. Sayapun tak nak 😅. Confirm tak khusyuk
22 November 2025 ● 18:28Ujie Othman
Laah…akak baru tahu Jepun juga sempat menjajah tanah Indonesia. Kalau di Tanah Melayu mereka sempat menjajah selama 3 tahun 8 bulan.
Terasa seram baca lubang buang mayat dan bilik penyeksaan, tapi agak lucu bila Fanny tunjuk ruang solat. Siapa saja yang sanggup solat di situ? Hahaha
Tempat wisata yang bagus terutamanya buat generasi muda supaya mereka tahu keamanan itu ada harganya.
22 November 2025 ● 10:30administrator
Indonesia itu dijajah Portugis, Belanda, inggris dan jepang kak. Tp yg paling lama memang Belanda. Sementara lainnya hanya sebentar juga.
Itulaaah, siapa coba yg mau sholat di situ 😅. Macam2 aja mereka buat. Apalagi di luar lobang jepang ada musholla yg proper.
Sayapun suka dengan peninggalan sejarah begini. Jadi mengingatkan kaum muda utk menghargai perjuangan pahlawan
22 November 2025 ● 18:27Hermansyah
Waduh..q dapat infonya telat nih, baru Minggu kemarin saya ke Bumiayu dan baru tau kalau di Bumiayu ada tempat wisata jelajah gua peninggalan penjajah Jepang.
Yang di Bukittinggi ini kayak luas banget ada ruang-ruang khususnya, kalau jelajahi keseluruhannya butuh waktu berapa lama, Mbak Fan?
22 November 2025 ● 18:11administrator
Bumi ayu juga pas aku kesana, tutup mas. JD staffnya ga selalu di tempat. Nyesel deh. Secara ga bisa lama2 juga, jadi kami cuma foto dr depan goa yg dikasih terali doang. Tp kalo liat, kayaknya lebih serem drpd yg Bukittinggi ini.
Kalo turun kebawah dan lihat2 semua ruangan, menurutku 1 jam cukup kok. Aku sendiri kurang dr 1 jam, Krn ga pakai guide juga kan. Jadi kami ga lama2 di tiap ruangan
22 November 2025 ● 18:25Warisan petani
Bukti sejarah kekejaman tentera jepang masih kekal sehingga kini.
22 November 2025 ● 21:09administrator
banyak kalau di indonesia wak 😉
24 November 2025 ● 12:58Tot
Kukuh ya, lubang dalam tanah peninggalan zaman penjajahan Jepun. Orang yang claustrophobic tak boleh masuk sini, walau pun dari gambar nampak agak lapang laluannya. Akak tengok, boleh terasa seram.
23 November 2025 ● 10:00administrator
kalau dulu, zaman saya kecil memang sempit dan tangganya belum sebagus sekarang kak… yg sekarang ini memang sudah diperbaiki lah, tangga pun jd cantik dan aman… saya rasa untuk yg tak suka goa, masih boleh masuk ke dalam
24 November 2025 ● 13:00Mazni
kadang2 benci bila nampak kesan tinggalan penjajah macam ni. apatah lagi tempat ni pernah jadi tempat penyeksaan utk orang local. tapi itulah sejarah, supaya kita mengingati detik2 buruk utk mengecapi kemerdekaan negara kan.
aduhh macam tiba2 sangat ada mushola kat dalam tu. memang taknakla solat disitu, rela cari masjid kat luar je hahaha
23 November 2025 ● 21:17administrator
betuuuul…. tak seharusnya bangunan2 atau peninggalan mereka di hancurkan.. krn dari situ kita bisa belajar dari masa lalu.. dan lagi rugi kalau dihancurkan… sebab kadang bangunan2 yg mereka buat memang kokoh dan bagus 😀
24 November 2025 ● 12:58Djangkaru Bumi
Baca artikelnya saja, sudah kebayang betapa seremnya
23 November 2025 ● 23:07Wisata yang penuh dengan nilai edukasi
Kalau masuk sendirian bisa nyasar dan takutnya pingsan
administrator
aku juga ga berani mas masuk sendiri hahahahaha… takut nyasar juga
24 November 2025 ● 12:57Anton Ardyanto
Sekedar mau menyapa , “Apa kabar Fan? Lama tak bersua
btw, template yang sekarang lebih enak dipandang. Cakep.
Lanjoot
24 November 2025 ● 13:17administrator
mas antoooooon, issssh lamanya tak kesiniii :D… baiiik dong :D…
sehat mas?
waktunya refreshing mas :D… kali ini merah beige laah, bosan juga si ungu hahahaha
24 November 2025 ● 20:52NA
Siap ada musolla Muslimah.
25 November 2025 ● 08:20Ingatkan macam sempit tapi tengok boleh jalan dengan selesa.
administrator
Kalau goa nya luas kak. Tak buat sempit. Tapi musholla tak sesuai. Apalagi lantainya kotor
26 November 2025 ● 06:12Andri Marza Akhda
Lobang Jepang ini selalu bikin merinding setiap kali membaca kisahnya, apalagi membayangkan bagaimana tempat itu digunakan di masa penjajahan. Bangunan bawah tanahnya luas dan rumit, jadi terasa banget atmosfer sejarahnya saat berkunjung ke sana.
26 November 2025 ● 15:33administrator
ih beneeeer.. aku jujur ga akan berani kalau harus masuk sendirian ke dalam mas… auranya serem, ditambah takut nyasar sih
26 November 2025 ● 23:08Bidasari
Fanny…..KSarie itu kalau masuk terowong sebegini pasti rasa macam mahu pengsan kerana claustrophobic. Pernah masuk 1 terowong pendek di Muzium Tentera Port Dickson, Negeri Sembilan bersama anak-anak satu ketika dahulu langsung terpaksa dipimpin oleh anak-anak untuk berjalan sampai ke hujung terowong. Banyak tinggalan binaan Jepun di negara yang dijajah yang akan bikin hati sedih kerana begitu parah kekejaman yang dibuat. Terima kasih atas perkongsiannya Fanny. Tidak pasti kalau KSarie mahu ke sini jika liburan ke Bukit Tinggi kerana risau terpleot pula
26 November 2025 ● 16:20administrator
memang lah dulu itu jepang terkenal banget krn kekejamannya kan ….. walaupun sekaranhg mereka dah berubah, tetap saja kalau lihat oeninggalannya, sedih itu masih ada…. cuma saya bersyukur juga peninggalan mereka ttp dirawat dan bisa dijadikan objek wisata sejarah.. krn biar bagaimana ini bisa menambah income penduduk sekitar juga meningkatkan knowledge sejarah kepada generasi muda.
26 November 2025 ● 23:10Amie
Saya pernah sekali masuk ke Lobang Jepang. Kalau tak silap tahun 2017. Ketika itu waktu hampir senja. Setelah agak jauh masuk ke dalam, salah seorang rakan kami terlihat sesuatu. Hijabnya memang selalu’terbuka’ di tempat-tempat angker. Kami tidak jadi meneruskan penjelajahan dan terus keluar meninggalkan tempat tersebut kerana ketakutan. Walaupun singkat, tapi banyak jugalah tempat-tempat dan fungsi di situ yang diterangkan oleh penjaga Lobang Jepang.
26 November 2025 ● 18:52administrator
tempat ini beberapa kali dijadikan lokasi syuting mistis kak.. dan memang bagi yg bisa melihat makhluk halus, banyak yg bilang suasananya seram, dan berat sangat di dalam… tapi alhamdulillah saya memang tak ada kemampuan itu… jadi saat masuk, biasa saja :D. lagipun saat itu masih pagi, dan di dalam ramai
26 November 2025 ● 22:59Heni Rosnita
Koq kepikiran ya buat mushola di situ😁ada-ada aja wkwkk.
27 November 2025 ● 11:15Ih kalo ngebayangin jahatnya mereka jaman penjajahan rasa nya sebel dan sakit ati banget, walo saat itu belom lahir geh, tapi kejamnya ituloh, padahal kalo liat orang Jepang tuh kayak santun-santun gitu ya , tapi enggak nyangka aja kalo nenek moyang mereka dulunya keji.
administrator
Untungnya mereka langsung insaf pas negaranya di bom atom ya mba. Sebenarnya sisi baik Jepang, mereka sendiri ga mau melupakan sejarah. Terbuktj ada museum bom atom di hiroshima dan nagasaki. Pengingat utk generasi mudanya ttg bahaya perang dan nuklir
28 November 2025 ● 18:03Avi
Dulu waktu pelajaran sejarah, digambarkan kalau penjajahan Jepun jauh lebih kejam. Ternyata bener ya dan lobang jepang di Bukittinggi ini salah satu buktinya. Belajar sejarah dari tempatnya langsung ini lebih menancap di otak, meski ngeri-ngeri sedap kalau ke sana.
27 November 2025 ● 16:06administrator
Nah iyaaa. Kayaknya semua film, sejarah, buku, semua pada bilang jepang terkejam. Tp aju sih percaya, krn korsel dan china juga banyak yg bikin cerita begitu. Korsel malah kliatan orang2 nya masih dendam dengan Jepang, terutama yg tua tua yaa.
28 November 2025 ● 17:54Dedew
Duh aku lihat foto-fotonya saja merinding yaa.. terbayang berapa ribu orang tersiksa demi membangun lobang ini.. kejam banget penjajahan..jangan sampai terulang lagi kisah kelam ini..
27 November 2025 ● 21:06administrator
Iya mba, biar jd pelajaran untuk generasi muda. Bersyukur sih dijadikan tempat wisata sejarah.
28 November 2025 ● 17:56Sulis
Klo sholat di mushola itu.. kayanya auto ingat rumah masa depan mba (kuburan)😀 klo di kaliurang, ada goa jepang mba…mirip2 mungkin fungsinya pas jaman dulu ya. Dulu pernah jd tempat wisata..tp sekarang sudah ditutup.
Ada juga luweng ombo (di gunungkidul)..yang katanya dulu tempat pembuangan mayat. Tp gak ngerti bener apa nggak.. tp klo ini terbentuk secara alami setauku
Aku takut e datang ke tempat2 yang berbau2 horor gitu mb.. biasanya pulangnya terus kepikiran.
28 November 2025 ● 16:39administrator
Sebenernya sayang kalau ditutup yaaa. Padahal kalo dikelola baik, bisa jadi asset pariwisata. Kadang auranya serem, tp kalau diperbagus kayak yg Bukittinggi ini, aku malah udh ngerasa biasa pas masuk mba. Krn dipasangi lampu juga. Tangganya juga udh aman.
28 November 2025 ● 17:33morishige
Saya terakhir ke sana sepertinya sekitar 10-15 tahun yang lalu, sehabis direnovasi. Entah kenapa dinding guanya jadi dilapisi semen tipis di beberapa bagian dan lantainya diberi blok-blok beton. Beberapa sudut bahkan, kalau tak salah, dilapisi ubin atau keramik.
29 November 2025 ● 10:17administrator
yg dilapisin ubin aku ga inget.. ada yaaaa… tapi mungkin utk alasan keamanan juga mas… makanya banyak yg dibenerin . ya sih , aura seremnya jd berkurang, tapi orang2 mungkin jd lebih tertarik masuk
02 Desember 2025 ● 06:44Dyah Kusuma
aura suramnya terasa melalui foto yang dishare mbak Fanny, sepertinya memang harus butuh guide kalau berkunjung kesana ya mbak, secara kalau sekedar jalan sendiri informasi yang diperoleh akan kurang.
01 Desember 2025 ● 16:00Saya suka berkunjung ke tempat bersejarah seperti ini, hanya sekedar untuk mengetahui masa silam, karena setiap manusia mempunyai sejarahnya masing-masing bukan
administrator
memang sebaiknya pakai guide mba… akupun kalau ga buru2, pastinya lebih suka pakai, jd bisa tahu detil kan sejarahnya kayak apa
02 Desember 2025 ● 06:07Suria Amanda
Wah…Jepun memang ada menakluki Bukit Tinggi ye Fanny….Kalo Kak SA memang tak masuk la Lobang Jepang ni…x berani sebab Kak SA akan anxiety kalau di tempat yang gelap dan sempit..hahaha…kalau tunggu diluar boleh lah….
02 Desember 2025 ● 11:03administrator
adaaa kak.. walau cuma 3.5 tahun, tapi krn kejamnya, berasa lah saat jepang datang ini ;p.. untungnya tempat2 warisan jepang masih banyak yg dijaga, walaupun kebanyakan berupa goa beginni ;p. beda ama belanda yg warisannya banyak gedung2 bagus
02 Desember 2025 ● 15:08paridahishak
sejarah penjajahan kekal terjaga melukakan betapa tenaga tempatan dieksploitasu untuk membina kubu berupa terowong pertahanan
08 Desember 2025 ● 12:35administrator
sangaaat kak… krn itu tempat2 bersejarah ini dijaga untuk selalu mengingatkan generasi muda ttg seperti apa penjajahan dulu itu
09 Desember 2025 ● 06:52Fuzy Hamid
scary juga ya Fann kalau masuk ke sini..kalau waktu malam agaknya ada bunyi2an pelik tak?
08 Desember 2025 ● 16:48administrator
hahahahahha malam dia tak buka kak ;p… tak ada yg berani saya rasa masuk malam2 hihihihihi
tapi tempat ini dulu pernah dijadikan tempat uji nyali…. dan MC nya yg memang bisa melihat makhluk halus, bilang juga kalau ada banyak makhluk tak kasat mata di dalam, 🙁
09 Desember 2025 ● 06:49Nurul Sufitri
Wah, spooky banget ya itu mushola di Lobang Jepang ahahahahahah 😀 Aku pun ogah 😀 Mendingan sholat di luar gua aje hihihi 😀 Aku pernah masuk ke Gua Belanda dan Gua Jepang di Bandung, zaman belum nikah dan setelah punya anak. Memang deh sebaiknya pakai jasa pemandu supaya ditemani dan diinfo sedikit banyak sejarah guanya. Yang fobia kegelapan lebih baik ga usah ikut 🙂
15 Desember 2025 ● 10:18administrator
yg di abndung sih aku masih penasaran… katanya memang lebih spooky yaaaa. pengen lihat jadinya kayak apa… tempat bersejarah begini aku memang sukaaaa banget
20 Desember 2025 ● 10:11Liyon Primadani
Salah satu tempat yg gak boleh dilewatkan kalau ke Bukit Tinggi sih ini
23 Desember 2025 ● 20:37Tempatnya bersih dan sangat terawat, suka aja gitu ngeliatnya itupun kalau enggak ingat masa kelamnya.
administrator
iyaaa… tapi bagus juga dibuat begini mas, jd setidaknya generasi muda tahu perjuangan dulu kayak apa… supaya sejarah ga dilupain.. walau kenyataan di lapangan agak miriiiis yaaa kelakuan pemerintahnya, ngutak ngatik sejarah hihihih
29 Desember 2025 ● 21:37ainun
Lobang Jepang ini yang bikin aku penasaran buat dateng langsung, menyaksikan saksi sejarah yang membuat banyak korban Jiwa terutama untuk pekerja dari bangsa sendiri.
Jepang se-prepare itu untuk mempersiapkan benteng pertahanannya, tapi sayangnya menyiksa warga lokal dengan sistem kerjanya
aku kalau kesana, udah pasti ga mau masuk sendirian hahaha, aura suramnya nggak nguati, terus lubang pembuangan pekerja yang meninggal, yaampun memang sejahat itu zaman penjajahan Jepang
04 Januari 2026 ● 09:26administrator
aku pun juga emoooh kalau masuk sendiri mbaaaa hahahahha. ga berani… takut nyasar aku di dalam… walau udah dibuat terang, tapi auranya kalau sendiri mah beda ;p
05 Januari 2026 ● 10:54