WISATA BENGKULU: BELAJAR SEJARAH DI MARLBOROUGH FORT ~ Sebenarnya kalau mengikuti plan asal, kami ga akan eksplor Bengkulu. Beneran cuma numpang tidur doang, trus paginya langsung berangkat ke Painan, Sumatera Barat.
Tapiiiii, mendadak badanku drop yang memaksa kami harus cari klinik, bikin perjalanan sudah pasti molor. Trus Raka akhirnya mutusin, toh udah telaaat, mau lanjut ke Painan pun, bakal sampe malam. Yaudah , mari kita buat semakin telat 😂😂
Lagian ya beib, udah nyampe Bengkulu dan ga ada jalan-jalan sekitar, kok ya berasa rugiiii banget. Masalah telat, ya udahlaaah yaa, namanya juga road trip, jangan saklek banget ama jadwal.
BENGKULU KOTA PESISIR
Bengkulu ini terletak di pesisir barat Sumatera, yang artinya kota ini punya banyak pantai cantik. Cuacanya sendiri saat kami kesana, puanaaaas dan gerah… Lengket layaknya kota pesisir yang lain.. Jadi inget ama kampung halaman di Sibolga, yang ga jauh beda tingkat humidity nya.
Hanya saja, walaupun wisata utamanya pantai, kami lagi ga tertarik main air.. Kebayang aja ntar anak-anak keasikan di pantai, kotor kena pasir, belum bersihin badan di toilet seadanya… Ga deh 😁. Mending cari tempat rekreasi lain.
WISATA SEJARAH DI BENTENG MARLBOROUGH, BENGKULU
Iyeeees, sebagai penyuka sejarah, aku dan anak-anak memilih datang ke Benteng Marlborough dan nantinya mencoba kuliner seafood di kota ini.
bagian dalam benteng Marlborough
Marlborough Fort masih berlokasi di tengah kota, ga jauh dari klinik tempat aku berobat tadi pagi. Trus tiket masuk hanya Rp 18,000 untuk 4 orang 😍😍. Murah kebangetan ini mah.
Ok, penyuka sejarah, hayuk merapat. Aku mau story telling dikit tentang benteng Marlborough 😁. Tenang aja, cerita tentang benteng ini lumayan menarik soalnya…
AWAL MULA SEBELUM BENTENG MARLBOROUGH DIBANGUN
Semua juga tahu penjajah yang paling lama berada di Indonesia itu Belanda. Tapiiii, bangsa Inggris pun sempat sebentar menjajah negara kita duluuu.
Ada 2 benteng Inggris yang dibangun di Bengkulu atau sebutan lamanya, Bencoolen. Benteng pertama FORT of YORK, dan benteng kedua FORT OF MARLBOROUGH.
Pertama kali bendera Inggris dikibarkan di Benteng York, itu tanggal 12 Juli 1685. Jadi dulunya benteng ini sebagai tempat perdagangan, pertahanan dan sekaligus pemukiman bagi orang-orang Inggris.
Tapiiiiii, pelan-pelan terjadi banyak musibah di benteng York. Salah satu penyebabnya adalah wabah.
Wabah apaaa nih? Kita kulik dulu sumber masalahnya.
Ternyata duluuuu, benteng York dibangun dekat dengan muara sungai Serut, dan dikelilingi rawa-rawa, sehingga itu menjadi jebakan kematian bagi para pasukan Inggris. Kok bisaa?
Suhu yang panas, dan kelembapan tinggi dari Bencoolen (Bengkulu) pastinya jadi faktor penyebab pasukan Inggris tidak bisa bertahan, ditambah pula serangan nyamuk Malaria. Apalagi ini kawasan rawa-rawa. Tempat yang paling disukai nyamuk Anopheles untuk berkembang biak.
Ingett yaa, zaman itu obat malaria belum ada. Sehingga kebanyakan orang-orang yang menderita penyakit ini, mostly tidak bisa bertahan.
SALAH PAKAI SERAGAM MENGAKIBATKAN KEMATIAN
Penyebab kedua, gara-gara masalah pakaian seragam pasukan Inggris 😁, jadi salah satu penyebab banyak dari mereka yang meninggal.
Pegimane ceritanya seragam bisa buat orang meninggal 😕??
Beginiiiiiii saaay, baju seragam Inggris itu dibuat dari negara asalnya, yang sebenarnya untuk dipakai di negara beriklim sejuk. Bukan iklim panas, lembab kayak Bencoolen yaa geees yaa 😅. Inilah akibat tidak melakukan research yang menyeluruh saat hendak berbisnis (baca: MENJAJAH) 🤭. Jadi saltum yeees🤣.
Akibat saltum alias salah kostum , pasukan Inggris gerah dong… Yaiyaaalah, ini kan ibarat mereka pakai jaket winter di negara tropis 😅😂.
Karena banyak pasukan yang kepanasan dengan seragam begitu, mereka jadi sering kehausan. Tapi kesalahan fatal kedua, bukannya minum air putih yang sehat, eh malah minum alkohol 😅. Piyee toh… Alkohol di negara dingin ya cocok untuk angetin badan.
Lah kalo diminum di negara tropis , badan situ makin kebakar Sir 😅😅 . So, kebanyakan dari pasukan ini akhirnya ketagihan alkohol, sehingga bikin sakit liver, yang berujung kematian jugaaa….
Intinya Fort York menjadi tempat dengan tingkat mortalitas tinggi bagi pasukan Inggris. Dan karena ituuuu, menjadi dasar pembangunan Fort Marlborough di Bencoolen alias Bengkulu.
DIBANGUNLAH BENTENG KEDUA FORT OF MARLBOROUGH
Saat datang kemari, ada seorang bapak yang menjelaskan beberapa hal di dalam… Aku tuh sebenarnya seneeeeng kalau ada guide begini, jadi lebih paham… Cuma sebel nih ma Raka, lagi dijelasin ama guide, dia malah minta minta cepet-cepet. Jadinya si bapak ga menjelaskan lagi lebih panjang. Raka mah gitu, ke tempat begini, cuma utk foto.
Lah aku sebagai penyuka sejarah, mana bisa foto doang. Yang ada mau tahu dong, sejarah bentengnya 😡.
Walaupun ga banyak dapat info mendetail dari si bapak, at least adalaaah yang aku tangkap dari sejarah benteng ini.
dari atas penasaran lihat apa yang dilakukan si oyen, zoom zoom, yaelaaaah betuaaah ya kau Yen ;p
BAGIAN DALAM BENTENG FORT MARLBOROUGH, BENGKULU
Awal masuk, mata pasti tertuju ke arah pintu besar berwarna hitam. Sepintas kita akan mengira itu terbuat dari besi, ternyata bukaaan geees. Itu pintu kayu yang sangat tebal dan beraaaat. Cuma guidenya sendiri ga tahu terbuat dari kayu apa.
pintu masuk yang besar dan berat, padahal dari kayu
Setelah pintu kayu besar, terlihat ada 4 nisan besar, tanpa kubur, hanya nisan. Menurut penjelasan, 4 nisan ini diambil dari benteng pertama, Fort of York.
Kenapa tahu nisannya diambil dari benteng York, karena Marlborough sendiri dibangun 1714, sementara di nisan tertulis jenazah meninggal 1705. Jadi diambil kesimpulan nisan tersebut diambil dari benteng pertama.
4 makan batu nisan di benteng marlborough
Benteng Marlborough sendiri aslinya terbuat dari tanah liat. Terlihat dari beberapa bagian yang masih asli, ada warna kemerahan yang biasa muncul dari tanah liat. Tapi setelah direstorasi seolah dari semen.
warna kemerahan di beberapa bagian benteng, menandakan bangunan ini terbuat dari tanah liat
ADA MAKAM ORANG INGGRIS DALAM BENTENG MARLBOROUGH
Selain 4 nisan tanpa kubur, ada 3 makam Inggris di dalam benteng ini. Makam-makam tersebut berjejer berdampingan. Di tengah adalah makam Thomas Parr, resident Inggris yang terkenal kejam. Lalu 2 makam kiri dan kanan, adalah asisten Parr yang ikut terbunuh.
Saking kejamnya dia menghukum rakyat Bengkulu yang menolak menanam kopi. Mereka disiksa di bawah terik matahari, dan hanya dikasih air minum kencing 😭
Lama kelamaan, berbagai suku di Bengkulu, memberontak. Dengan jumlah 300 orang, mereka menyusun pembalasan untuk menyerang Thomas Parr di rumah peristirahatannya, Mount Felix.
Peristiwa ini mengakibatkan Thomas Parr terbunuh.
Apa pasukan Inggris diam saja??
Oh Tyentu Tyduck yaaa … Mereka balas menyerang , membabi buta dan membakar rumah-rumah penduduk. 650 orang tewas dalam 1 malam. Dan para pemimpin pemberontakan, Adipati Lagan, Adipati Pagar Dewa dan Adipati Sukarami, ditangkap lalu dihukum dengan cara brutal 😭
Tubuh ketiganya diikat pada ujung meriam, lalu ditembakkan 😭😭😭😭
Tapiiiii…. Peristiwa itupun tidak akan membuat masyarakat Bengkulu menyerah. Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan . ❤️❤️
Surat dari Depattie Tjinta Mandie kepada Depattie Tandjong Erang 26 Juni 1835, yang isinya agar tidak bekerjasama dengan Belanda
SUMMARY MENGUNJUNGI FORT OF MARLBOROUGH DI BENGKULU
Kami hanya sebentar banget di sini. Jujur ga puas, karena terlalu sedikit informasi yang didapat dari hanya membaca keterangan yang terpajang. Memang lebih bagus kalau pakai guide sih, dia bakal bisa menceritakan cerita lengkap tentang sejarah benteng ini.
Sayang Raka memang ga mau terlalu lama di sini… Pertama dia memang ga suka sejarah, kedua karena mengejar waktu jangan terlalu siang berangkat ke Painan, yang masih 13 jam lagi 😂😂😂
bisa lihat vew Bengkulu dari atas
So, kalau kalian memang penyuka sejarah, datang ke Fort Marlborough pastikan jadi agenda wajib.. Apalagi di bagian atas benteng, bisa melihat laut dan kota Bengkulu dari atas. Pantas saja benteng ini dibangun dekat denngan laut, sehingga pihak Inggris bisa mengawasi musuh yang mungkin datang dari arah lautan.
Patung Stamford Raffles, Gubernur Jenderal EIC Bengkulu 1817-1822
Cerita kami saat Road Trip Sumatera:
Alienda
Mbaaaaaaa di Banten juga ada yang mirip benteng ini, tapi kalau Marlborough ini keliatan masih rapi ya. Yang di Banten lebih sedikit dan terlihat kek puing puing..
Kalau tempat wisata seperti ini tuh Cocok buat yang suka spot instagramable plus belajar sejarah sekaligus.
19 Agustus 2025 ● 08:35Jalan kaki di atas benteng sambil dibayangin zaman dulu.. Oh iyaa, bisa juga jadi opsi lokasi foto prewed dengan nuansa Tempo Doeloe >.<
Fanny Fristhika Nila
nah iyaaaa, bagi yg suka foto, atau mau prawed ala noni2 zaman belanda, cocok nih.. tp pasti ada biaya tambahan untuk acara begitu..
baru tahu loh di banten ada benteng juga… duuuuh miris deh, kalo sampe rusak ga terawat… padahal yg begitu bisa jd objek wisata
19 Agustus 2025 ● 13:47Alienda
Adaa Mbaaa, namanya Benteng Speelwijk, posisinya tuh dekat Masjid Agung Banten, daerah Kabupaten Serang. Dulu daku skripsian di Masjid itu. Sempat juga bantu sohib aku prewed di puing puing keraton sekitaran situ. Dulu sih gak perlu perizinan atau add fee buat bawa kamera ke situ. Gak tau kalau sekarang, heuheu..
21 Agustus 2025 ● 23:44Selain benteng dan masjid, ada juga meriam seperti di Marlborough, tapi di Banten meriamnya lebih “chubby” gak panjang-panjang seperti di Marlborough. Namanya meriam Ki Amuk >.< Barangkali nanti kapan-kapan Mba Fanny pingin wisata sejarah yang gak terlalu jauh dari Jakarta, heuheu.
Tapi bener banget sih kata Mba, kalau spot wisata sejarah dilestarikan seperti di fort Marlborough ini, yang penasaran dengan ceritanya juga akan lebih nyaman untuk cari tahu dan belajar di lokasinya. Sayang banget kalau gak terlalu diperhatikan, huhuuu
Fanny Fristhika Nila
nanti ah, kalo ke banten lagi, aku mau coba visit tempat2 wisata di sana. beberapa kali pernah ke serang, tapi urusan suami kerja.. aku inget dulu ada temen yg rumahnya di serang, kerjanya di tomang… aku pernah nanya, berangkat kantor jam berapa… jam 3 pagi mba… padahal sampe rumah malaaaam… malah pernah sampe rumah jam 12. gila siiih, lama dia bertahan.. pada akhirnya resign juga
semoga yaaa banyak tempat wisata sejarah begini di rawat gitu… jangan sampe dibiarkan , malah jadi rusak… padahal bangsa besar itu, bangsa yg ga pernah melupakan sejarah dan menghargai peninggalannya
22 Agustus 2025 ● 05:39omnduut
Walaupun menurut mbak Fanny jadinya gak terlalu banyak dapat info dari guidenya, tapi dari tulisan ini aja banyak sekali hal yang aku baru ketahui, gak hanya tentang benteng ini atau Bengkulu, tapi Indonesia secara keseluruhan.
Terutama soal jajahan Inggris (walaupun niatnya mau dagang, uhuk). Aku ngebayangin sih, gimana dulu mereka ini saltum, terlambat beradaptasi, trus ujungnya merusak liver dengan alkhol. Tapi pas baca kekejaman mereka tuh miris banget, dan rasanya gak rela ada makamnya di sana ya, walau kemudian ya jadi saksi sejarah atas kekejaman mereka.
Dulu zaman ngantor aku beberapa kali ke Bengkulu, tapi gak sempat eksplor apa-apa, padahal pingin banget ke Benteng Marborough ini. Nasip masih jadi kroco, mau melipir gak berani, takut dimarahin bos haha, dan juga dulu belum ada ojol jadi agak ribet kalau mau menyelinap.
Kalau nanti ke Bengkulu lagi, jelas benteng ini akan aku datangi. Kita sama-sama pecinta sejarah soalnya.
19 Agustus 2025 ● 10:27Fanny Fristhika Nila
nah itu dia…. kemarin kalo aku ga salah inget yaaaa, kenapa makamnya di dalam benteng, krn kalo ditaro di luar kemungkinan besar akan dirusak mas.. makanya ditaro dalam benteng, krn toh benteng ini markas mereka kan. lebih aman.
iyaaaa, bagi penyuka sejarah cocok sih main ke sini… aku tuh tempat2 begini malah seneng, krn jd cara paling asyik utk belajar sejarah, ga bosenin
19 Agustus 2025 ● 13:50MZ
kalau tempat2 bersejarah gini, my hubby suka la! saya kurang gemar hahah anwyay, fanny nak dtg msia bln nov yer…waaaa hrp2 dpt ketemu nanti
19 Agustus 2025 ● 11:04Fanny Fristhika Nila
seruuu tahu kak, saya suka membayangkan seperti apa kehidupan di zaman dulu itu…
sayapun berharaaaap sangat bisa ketemu dengan kak suz :D. dah janjian juga dengan kak ezna mau ketemua, krn hotel saya dekat mall yg tak jauh juga dari rumah ka ezna
19 Agustus 2025 ● 13:56MZ
ooo fanny stay kat hotel area IOI mall tu ker?
29 Agustus 2025 ● 17:58Fanny Fristhika Nila
iya kak…. di Moxy.. kata kak ezna sebelah saja… jadi mudah nanti nak belanja… nak ketemu juga dengan kak ezna di mall dekat situ
30 Agustus 2025 ● 20:58Dinda
Bentengnya ini ngingetin aku sama salah satu benteng yang pernah kudatangi pas di bukittinggi mbak. Mirip-mirip. Tapi seru banget kalau bisa mengunjungi wisata benteng-benteng gitu. Karena jelas informasi di sana nggak kita dapat di buku pelajaran dong yes. Wkwkwk..
Eh, bener juga ya, aku inget dulu pelajaran tentang wabah pas SMP lho. Di masa itu kan para penjajah juga juga kena tuh dan nggak ada lho yang mikir kalau mereka kena wabah selain karena pengaruh iklim salah satunya tuh karena salah kostum dan kebiasaan mereka buat minum-minum. Secara logika ya masuk akal, hanya nggak dijelaskan secara spesifik. 😀
19 Agustus 2025 ● 13:43Fanny Fristhika Nila
ga nyangka kan, mereka bisa2nya saltum yg fatal begitu ;p.. dikira negara kita sama kayak negara mereka hahahahahah… tapi okelaah bisa dimaklumi krn keterbatasan informasi dan teknologi di zaman itu.
bener mba.. seruuuuu… aku malah suka belajar sejarah dari tenpat begini
19 Agustus 2025 ● 13:55Aphizha
Paling tak best bila sakit time travel. Tapi nak buat macamana kan. Kita ikut je mana yang boleh dibuat.
19 Agustus 2025 ● 14:10Kalau saya pasti akan ke pantai walaupun panas. hihi..penyuka pantai begitulah.
Saya suka juga pergi tempat sejarah. Suka melihat bangunan lama bersejarah dan secara tak lansung dapat ilmu sejarah sikit.
Tentang pakaian punca kematian tu macam kalau fikir logik, takkan buat macam tu kan. Material tak sesuai, dah panas lagi minum alkohol. Macam mencari nahas jugalah.
Masih kukuh lagi ya bentengnya walaupun diperbuat daripada tanah liat. Hebat betul orang dulu-dulu bina bangunan.
Ya iyalah, kalau orang tak suka sejarah pasti nak cepat-cepat balik.
Fanny Fristhika Nila
Saya nih karena tak kuat panas kak, jd memang pantai masuk dalam list terakhir saya untuk divisit hahahaha
orang2 western ini memang suka alkohol soalnya.. jadi mau dimanapun berada, nampaknya mereka tak bisa lepas dari alkohol.. tak peduli negara yg mereka datangi itu panas.. tak sesuai kan untuk minum2 .. tapi namanya dah kebiasaan, pasti susah juga.. akhirnya minum terus, sampe liver kena..
pernah direstorasi juga benteng ini kak, makanya masih kokoh sampai skr.. tapi memang orang zaman dulu hebaaat kan bangun sesuatu.. banyak yg masih kuat
19 Agustus 2025 ● 14:40eryka
Waaaa harusnya ajak aku mbaa wkwkwk ngareppp…aku juga suka tu denger cerita sejarah apalagi pas di lokasinya langsung kan bikin kita manggut2 yaa hehe…
19 Agustus 2025 ● 14:20Btw bentengnya besar sekali ya mbaaaa dan rapi bersih terawat looo ini menurutku mana biaya masuknya juga murah banget..gpp sie murah biar semakin banyak yg berkunjung yang penting tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya…
Aku baca kebengisan sie jenderal jadi merinding sendiri mana balasannya langsung membakr 650 org dalam waktu semalam ya ampunn bisa gitu yaaa jaman dulu sesadis itu..dan bener kita memang harus bener2 berterima kasih dengan para pejuang kemerdekaan dulu yang rela mati demi merdeka masak sekarang kita yang sudah merdeka gak bisa melanjutkan perjuangan nya yang jauh sudah lebih enak sekali
Fanny Fristhika Nila
emang enaknya kalo ke tempat ebgini dengan orang yg sama2 suka sejarah yaaa.. jd bisa menikmati banget… kalo sama raka, dah pastilah diburu2 muluuuu. sebel aku.
iya mba, aku aja ga nyangka ini bentengnya terawat bangetttt loh… saluuut. krn kebanyakan kan kayak puing2.
ga abis pikir sih kekejaman penjajah dulu itu… trus skr kitanya banyak yg ga sadar dan malah merusak negara.. pusiiing aku ama tingkat pemerintah skr 🙁
19 Agustus 2025 ● 14:45Ezna
Bencoolen ni rupanya Bengkulu…..ada juga nama Bencoolen di Singapura. Kakak pernah menginap di Ibis Singapore on Bencoolen. Bila kakak google It is named after the town of Bencoolen (now Bengkulu) in Indonesia which was once under British rule. Orang British ni dia nak menjajah dan memang mereka kejam. Sama juga di sini. Akan ada pemberontakan dari orang tempatan kerana tak setuju dengan penjajah. Mereka yang tidak menyokong penjajah akan dihukum padahal nak bebaskan orang tempatan dari penjajah. Penjajah nak hasil bumi kita kerana tanah di Malaya dan Indonesia kan subur.
19 Agustus 2025 ● 14:31Fanny Fristhika Nila
iyaa kak, ini nama lama dari kota bengkulu. kami tuh ga banyak belajar ttg penjajahan inggris, krn dia cuma sebentar kan.. paling lama memang belanda, jd dari dulu kalo belajar sejarah , banyak yg diceritakan ttg belanda. ternyata sama saja kejamnya yaa -_-
19 Agustus 2025 ● 14:46Ezna
Oh ya kalau di Indonesia orang Belanda kan…..tapi bila dah namanya penjajah, mereka kejam dengan orang tempatan. Tu yang menyebabkan orang tempatan marah.
21 Agustus 2025 ● 11:42Fanny Fristhika Nila
ya betuuuul.. mau siapapun yg menjajah, pada akhirnya rakyat yg dijajajh yg menderita
22 Agustus 2025 ● 06:01Lala
Terjangkau banget biaya tiket masuknya mba Fann. Ternyata yaak Inggris ini kureng riset banget, mendirikan benteng di area yang salah (rawa) huhuhu jadilah mereka malah mengantarkan nyawa, bahkan part saltum bikin aku ngakak sebentar sambil berimajinasi betapa konyolnya kelakukan mereka pake baju tebal ala Inggris di negeri kita.
But, mereka tetap pintar. Terbukti dari benteng Fort of Marlborough. Cuma gitu ya, fase penjajahan itu emang keji dan kejam. Bayangin rakyat Bengkulu tersiksa sama pemimpin Inggris yang nggak berprikemanusiaan rasanya kesal banget. Masa iya tega ngasih orang minum air kencing 😭😭😭
Belum lagi siksaan lain yang bikin merinding ngeri. Syukurlah masyarakat Bengkulu tangguh dan pejuang ya. Beneran rela mati demi melindungi Bengkulu dari para penjajah.
Bener mba, kalau berkunjung ke area bersejarah enaknya pake guide. Jadi banyak info detail, soalnya kadang via google nggak selengkap itu. Tapi, ini kan emang kejar-kejaran sama waktu. Mau gimana lagi? Mungkin pertanda biar mba Fann dan keluarga kesana lagi 🤩🤩🤩
Nanti luangkan waktu lebih buat jelajah. Aku pun tertarik buat mampir. Takjub sama bangunannya yang masih sangat terawat dan kokoh.
19 Agustus 2025 ● 16:59Fanny Fristhika Nila
aku juga kaget biayanya muraaaah banget… mungkin ada subsidi juga dari pemda nya yaaa. biar bagaimanapun ini tempat bersejarah soalnya.
itulaah mba, kalo belajar ttg penjajahan dulu, miris iya, serem iya.. kdg kekejaman nya ga masuk logika, kok bisa ada orang sekejam itu… apa di agam ga diajarkan, atau mereka memang tidak beragama.
eh lepas dari sana, dapat bentuk penjajahan baru dari pemerintah hahahahaha…. huuuftttt
walau belum tahu kapan bisa balik ke bengkulu, tapi aku suka kota ini.. cuma ga suka dengan cuacanyaa melekiiit hahahaha
21 Agustus 2025 ● 06:28linda
seronok bila dengar tentang sejarah sebelum kemerdekaan, bikin lebih patriotik. betapa susah nya pahlawan dahulu berusaha keras sehingga terkorban nyawa untuk membebaskan tanah air daripada jajahan.
20 Agustus 2025 ● 07:54tapi, anak muda sekarang, memandang enteng tentang semua itu..
Fanny Fristhika Nila
betuuuul…. makanya saya membiasakan anak2 saya untuk datang ke museum di saat kami traveling kak… supaya mereka bisa mencintai sejarah… syukurnya anak2 memang sukaaa dengan sejarah dan selalu seneng datang ke museum begini
21 Agustus 2025 ● 06:29Rani R Tyas
Hadeeuuh Kak Fan kok sukak sih sama Sejarah? wkwkk.. Aku baru baca aja udah ovt sama kelakuan para penjajah. Meskipun ya, antara jaman dijajah bangsa asing vs dijajah pemerintah sendiri tuh sama-sama mengerikan.. hiks..
20 Agustus 2025 ● 09:48Fanny Fristhika Nila
menarik sejarah itu… apalagi yg latar belakangnya bloody banget… makanya aku suka dtg ke killing field di kamboja, rumah jend nasution di menteng, krn peristiwa berdarahnya bikin merinding… atau museum 9/11 yg aku lihat di NYC. target mau lihat museum oembantaian yahudi di poland
21 Agustus 2025 ● 06:21Azian Elias
sejarah ni menarik pd yg suka. pd yg tak suka, sure boring sgt2. akak suka sejarah. sejarah kita ni banyak menyakitkan, betul tak?
20 Agustus 2025 ● 10:18Fanny Fristhika Nila
itulaaah, padahal sejarah itu selalu menarik untuk diketahui… saya sukaaaa… apalagi kalo dia ada background bloody history, makin seru untuk dibaca
21 Agustus 2025 ● 06:20khanif
di tempatku juga ada mbak benteng peninggalan bangsa portugis, sekarang jadi tempat wisata pantai benteng postugis
memang kalo mengingat perjuangan orang jaman dulu melawan penjajah banyak kejadian yang tragis, cerita sejarah seperti imi bisa jadi pengingat anak jaman sekarang untuk lebih menghargai lagi arti dari kemerdeka’an 😀
20 Agustus 2025 ● 17:18Fanny Fristhika Nila
sebenernya masih banyak ya tempat2 peninggalan berupa benteng gini… cuma kadang ada yg terawat, ada yg ga.. tapi aku perhatiin pasti tempatnya kalo ga di atas bukit, ya deket laut 😀
21 Agustus 2025 ● 06:18Puan Hazel
Seharusnya begitu Fanny, dijelajahi dan dilawati semua tempat yg dilalui pasti seronok sangat.
20 Agustus 2025 ● 20:39Fanny Fristhika Nila
kalau semua memang tak sempat hahahahaha… kecuali kami road trip sebulan ;p
21 Agustus 2025 ● 06:17nadia
cantik kawasannya, kelilingnya pun sangat cantik dengan pemandangan laut. tapi bila memikirkan kekejaman Inggeris, terasa mau hapuskan saja tempat yang pernah diperintah mereka tapi siapalah kita tanpa sejarah. Tempat macam ni mengingatkan kita supaya sentiasa mempertahkan negara biar tak bisa jatuh ke tangan asing lagi
20 Agustus 2025 ● 20:58Fanny Fristhika Nila
betuuuul…. jangan lupakan sejarah.. peninggalan2 penjajah ini semestinya dirawat supaya kita selalu ingat pembelajaran dari masa lampau 😀
21 Agustus 2025 ● 06:16Asri
Menarik sekali cerita di balik benteng Fort Marlborough. Saya juga suka sejarah suatu tempat atau daerah, walaupun nilai sejarah saya selalu jelek karena susah ngapalin tanggal dan nama-nama orang hahaha…
Pemandangan dari bentengnya juga kece ya.
Btw itu pintu hitam sejak awal berdiri atau sudah pernah direstorasi ya?
21 Agustus 2025 ● 05:54Fanny Fristhika Nila
kebalik kita mba, aku dulu paliiiing suka dengan sejarah… itu pelajaran yg paling aku tunggu hahahahah… walopun gurunya killer, tapi suka aja kalo udh membahas zaman2 lampau. pintunya seingetku blm pernah di restorasi
21 Agustus 2025 ● 06:14Rawiwa
Menarik road trip begini.. bebas. Singgah mana-mana tempat yang dirasakan menarik.
21 Agustus 2025 ● 06:54Stamford Raffles pernah jadi Gabenor Jenderal Bengkulu dulu rupanya.
Fanny Fristhika Nila
raffles ini memang terkenal juga di sini, krn pernah berkuasa.. tapi saya kurang tahu apa dia termasuk pemimpin yg baik atau tidak hahahaha… sebab banyak nama dia di pakai di singapore dan malaysia kan? jd saya anggab dia baik dulu . kalo tak baik, tak mungkin namanya dipakai
21 Agustus 2025 ● 06:56okti
ilmu arsitektur leluhur zaman dulu luar biasa ya, tanah liat aja seperti semenan saja kuat dan merekat.
21 Agustus 2025 ● 06:56senang pasti mengunjungi wisata sejarah dan budaya ini, apalagi tiketnya gak sampai lima ribu per orang ya
Fanny Fristhika Nila
beneeer ih… lihat aja candi borobudur kan… bisa2nya di zaman itu membangun candi semegah dan serumit itu loh ;D.. aku takjub sih ama kemampuan orang2 zaman dulu
21 Agustus 2025 ● 07:24April Hamsa
Murah banget tiket masuknya yaa, padahal kalau tiket 5000-10 ribu per orang keknya org gak protes, demi menghargai peninggalan sejarah walaupun itu warisan penjajah hehe.
21 Agustus 2025 ● 07:13Alhamdulillah ya mbak masih terjaga dengan baik Marlborough fort ini. Pernah denger sih soal benteng ini dari postingan temenku yang pulang for good ke Bengkulu, kota asalnya.
Bangunan peninggalan kolonial ini khas banget ya. Bentuk dan tipenya mirip2 yang ada di area Rangkas, Serang gitu2 mbak.
Ooo baru tahu ada makam orang Inggris di sana. Soal kejamnya, gimana, kyknya tergantung sejarah nulisnya gimana ya hehe. Soalnya makin ke sini aku trust issue ma sejarah dulu bener apa kagak, kalau melihat negara2 sebelah yang bekas jajahan Inggris kok malah jadi lebih maju wkwk.
Tapi pointnya alhamdulillah pemda Bengkulu merawat bangunan bersejarah ini dengan baik sampai sekarang.
Bengkulu emang harusnya keangkat karena banyak sejarah ditorehkan di sana yaa.
Fanny Fristhika Nila
sebenernya kalo menurut temenku yg di malaysia, SG, inggris ga jauh beda juga cara menjajahnya.. sama2 kejam kok mba.. tp mungkin background dari orang yg dijajah juga bagus… belajar untuk menerapkan apa yg dibuat oleh inggris… jd walau kejam, setidaknya inggris mungkin juga mengajarkan hal2 lain ke mereka… agak beda ama sistem belanda yaaa.
tapi memang pemerintah indonesia sekarang, itu lebih kotor dari sampah kok… busuk banget, sampe mau mengubah sejarah
21 Agustus 2025 ● 07:26Bambang Irwanto
Saya mengikuti roadtrip Mbsk Fanny sejak awal. Dari drama telat bangun jadi telat juga jadwal naik kapal, dsan tiba di Lampung, sampai harus berpacu waktu samapi Bengkulu, Dan kali ini harus tertahan di bengkulu karena kurang sehat. Tapi bonusnya nisa mengunjungi benteng marlborough ini ya, Mbak.
Saya semalam mampir ke IG Mbak Fanny, dan dan langsung suka dengan benteng ini. Bersih dan masih terawat dengan baik. dan kalau pintu benteng itu tebal dan kuat. Saya jadi teringat benteng Rotterdam di Makassar dan Bneteng Van der wijck di Gombong Kebumen. saya juga suka sekali dengan sejarah termasuk menyusuri benteng. dan lewat benteng marlborough ini, banyak kisah pilu yang dirasakan rakyat di bnegkulu ya. Termasuk kerja paksa dan ganya hanya diberi minum air kencing. semoga next saya bisa ke benteng marlborough ini juga.
21 Agustus 2025 ● 08:03Fanny Fristhika Nila
road trip kemarin memang banyak tantangan, tapi seruuuu ;D
masih banyak sebenernya benteng yg berdiri kokoh peninggalan penjajah ya mas… belum banyk yg aku lihat… yg rotterdam di makassar pernah.. tapi pastinya, semua benteng rata2 punya cerita pilu
22 Agustus 2025 ● 06:10Heni Hikmayani Fauzia
bentengnya masih tertata apik dan rapih, keren sekali ini museum padahal sudah berusia ratusan tahun. kalau ada waktu dan kesempatan saya ingin pergi kesana.
21 Agustus 2025 ● 09:01Fanny Fristhika Nila
salutnya juga, benteng ini termasuk yg terawat banget mba…
22 Agustus 2025 ● 06:10Nurul Sufitri
Kekejaman penjajah terhadap orang Indonesia menyedihkan banget ya, rasanya pengen menghempas mereka ke neraka jahanam 🙁 Fort York dan Fort Marlborough patut dikunjungi nih. Sayang bener ya kalau terlewatkan mumpung lagi ada di Bengkulu. Tiket masuknya berempat hanya 18K terlalu murah. Alhamdulillaah ada bapak pemandu jadi bisa dengerin, nyimak beliau bercerita. Sayangnya mas Raka keburu2 hahahaha gemes 🙂 Oh perlakuan tentara Inggris pada orang2 kita di sana segitunya ya, dikasih minum air kencing aja, tubuhnya dijadikan lontaran meriam dll sedih hiks 🙁 Itu beneran bukan besi pintunya? Kuat amat ya kayu jenis apakah itu? Sangat mencengangkan!
21 Agustus 2025 ● 11:12Fanny Fristhika Nila
tempat ini menarik kok didatangin mba… apalagi bagus dan terawat.. dan memang sebaiknya pakai guide biar dia bisa jelasin dalam2nya
aku aja penasaran itu jenis kayunya apa ;p.. berat dan kuat bangetttt
22 Agustus 2025 ● 06:25Bidasari Bahashim
Fanny….teruskan penulisan santai penuh fakta ilmiah sebegini ye. Seru benar penulisan Fanny. KSarie happy banget membaca coretan ini. Kalau membaca tentang kisah penjajahan di mana-mana pun memang bikin panas hati kan? Fanny…trip 21 hari ini ada dibuat summary ke di dalam blog ini – the routes taken, tidur di mana, the expenses, etc. KSarie rasa Fanny ada bakat untuk menulis buku travelog
21 Agustus 2025 ● 11:24Fanny Fristhika Nila
soalnya kalo dibuat serius, ntr orang2 yg baca bosan kak hihihihi.. makanya saya tulis secara santai 😀
aiiiih thank youuuu.. tapi untuk sekarang saya tulis di blog sajalah dulu 😀
22 Agustus 2025 ● 06:12Fenni Bungsu
Sebenarnya daku mau sedih baca kenapa banyak mortalitas yang terjadi pada pasukan Inggris, tapi kok gak jadi sedihnya, karena diksinya Kak Fan malah membuat daku ingin tertawa sejenak. Padahal sekilas ya bahasanya renyah, tetapi jadi lucu hihi.
Tentunya jadi pengalaman sih ya, ke mana pun berkunjung (tapi jangan nawaitu buat ngejajah) lihat dulu kondisi tempat yang akan dikunjungi. Cuaca dan iklimnya kek apa, serta asupan apa sih yang cocok buat dikonsumsi ketika musim-musim tertentu, agar tubuh tetap terjaga.
21 Agustus 2025 ● 12:55Fanny Fristhika Nila
pas baca tulisan di informasinya, aku pun ketawa.. kok bisaaaa, ga tau kondisi negara yg mau didatangi ;p
22 Agustus 2025 ● 05:57anies
so perkataan Marlboro diambil dari sini ya? hahahaha gurau je…
21 Agustus 2025 ● 15:04Fanny Fristhika Nila
hahahahaha bisa jadi.. saya pun pas lihat namanya, yg lgs terbayang nama rokok itu
22 Agustus 2025 ● 05:53anies
dalam buku text sejarah kami ada cerita fasal Bengcoolen
ada 2 sebutan kan kalau tak silap saya. bengkulu dgn bengkahulu
21 Agustus 2025 ● 15:16Fanny Fristhika Nila
yaa memang… bengkahulu juga nama bengkulu yg lama
22 Agustus 2025 ● 05:52anies
batu nisan tu sama macam yang ada kat melaka sekarang
21 Agustus 2025 ● 15:27beza pada font je..
macam mana laa org dulu ukir atas batu macam tu kan…
Fanny Fristhika Nila
itulaaah…. rapiiii sangat tulisannya pun.. tak bisa saya bayangkan nak buatnya
22 Agustus 2025 ● 05:52anies
bila tengok kubu ni, nampaknya sejarah di sini tidak kurang juga dgn sejarah inggeris di melaka. ‘warisan’nya diwarnakan dengan cat putih dan pasti ada meriam dan di dirikan di berdekatan dengan laut, di kawasan yang tinggi…
21 Agustus 2025 ● 15:39Fanny Fristhika Nila
pasti ada kesamaan kak…apalagi penjajahnya pun sama… yg di melaka saya belum eksplor banyak… nanti kalo kesana lagi
22 Agustus 2025 ● 05:51anies
ooo maknanya standford raffles ni dah duduk bengkulu dulu. dalam tempoh tu dia ‘jumpa’ singapura…
21 Agustus 2025 ● 15:50haa faham dah… individu yang sama tapi namanya ‘berada’ di dua tempat berbeza….
Fanny Fristhika Nila
yaaa, dia memang sempat di indonesia, singapore dan malaysia juga seingat saya kan? namanya pun ada di mana2
22 Agustus 2025 ● 05:50Djangkaru Bumi
Saya suka banget dengan sejarah
21 Agustus 2025 ● 17:11Sejarah benteng yang penuh darah ya
Rakyat sampai memberontak dan melawan karena kejamnya penjajahan.
Tiketnya murah banget
Kata guru saya, pakain indonesia memang cocoknya ya pakai kaos atau justru tidak berbusana, bertelanjang dada
Jika terlalu resmi, justru jadi biang keringat dan jamur bakteri.
Fanny Fristhika Nila
hahahahahha beneeeeer….. apalagi kota pesisir, gila apa pake baju tebel ;p.,
samaaa mas, sejarah yg penuh pertumpahan darah begini aku sukaaa banget… makanya fav ku itu museum2 yg backgroundnya berdarah memang… macam lubang buaya, museum jend nasution, museum pembataian nazi di poland, museum killing field di kamboja.. seru tuuuh
22 Agustus 2025 ● 05:46nurul rahma
Aku baru satu kali ke Bengkulu, waktu itu abidin (atas biaya dinas) dan yeahh datang ke event doang, sebagai corporate slave 🙂
21 Agustus 2025 ● 18:30Padahal, kalo ada waktu sehariiii aja, keknya aku bisa explore Marlborough Fort ini ya.
beneran banyak trivia yg mindblowing banget, dan pastinya penyuka sejarah beneran bisa mengaplikasikan JAS MERAH – Jangan sekali2 melupakan sejarah
Fanny Fristhika Nila
ternyata banyaaaak wisatanya mba.. walaupun kebanyakan pantai yaaa. tp tetep aja menarik… makanya agak nyesel cuma sebentar di kota ini.. pengen sih balik lagi
22 Agustus 2025 ● 05:44Imawati Annisa Wardhani
Agak-agak mirip ya Marlborough sama merk rokok. Haha. Hampir kepeleset bacanya. Waahh mbaa, lagi nggak enak body masih nyempetin mlipir-mlipir yaa. Tempat wisata di daerah-daerah harganya sering yang murmer banget gitu yaa. Sering kepikiran bisa nutup apa buat biaya perawatan dan gaji penjaganya? 🙁
Btw, salfok sama tulisan di batu nisan yang rapih pisaann padahal ditulis taun kapan itu yaa..
21 Agustus 2025 ● 18:55Fanny Fristhika Nila
iya kaaan… sepintas pas baca nama, aku nyebutnya juga nama si rokok hahahah
walaupun tulisan nya bagus, tapi aku ga mudeng bacanya mba… ;p. terlalu meliuk2, bikin sakit kepala. tempat kayak begini pasti dipotong dari budgetnya pemda.. krn milik negara kan.. tp kalo melihat terawat, berarti at least ga dikorup uangnya ;p
22 Agustus 2025 ● 05:43~uncle gedek!
Sebutan dia lebih kurang sama macam rokok Marlboro tu ke Fann?
Eh? Oyen tu bunting kan? hehehhe
21 Agustus 2025 ● 19:13Fanny Fristhika Nila
hahahahaha, banyak yg ngomong iya uncle… lagian sepintas memang mirip tulisan marlboro kan ;p
nak melahirkan si oyen… bukan kluar anak tapi wkwkwkwkwk
22 Agustus 2025 ● 05:37inia lutarfus
ternyata inggris sebelas dua belas kayak jepang ya model brutal sadis kala menjajah jika dibandingkan belanda, tapi sialnya walau belanda kasih upah malah di korup sama pribumi alhasil buku sejarah 99% hitam kelabu tentang belanda (1% yang putih politik balas budi) mungkin efek paling lama yang jajah juga ya jadi paling banyak ceritanya. Sisi lain inggris terlihat lebih bersih di mata orang-orang awam yang cuma tahu belanda jepang yang sering meninggalkan tapak luka. Menarik banget sebenarnya mengulas tentang sisi penjajahan versi inggris karena memang jarang banget di ekspost lebih padahal negera inggris itu yang paling maniak mencari suaka jajahan. saya juga suka sejarah mbak, biasanya hunting ke museum benteng dan tempat unik yang punya cerita sejarah, cuma sekarang susah hunting tempat bersejarah efek teman yang sepaket hobi sudah berpencar. akhirnya ikut aluryang penting jalan-jalan kemana aja ikut wkwkw. Pelampiasan yang baca buku sejarah untuk memenuhi rasa kepo tentang sejarah.
21 Agustus 2025 ● 20:32Fanny Fristhika Nila
sama aja sebenernya mba… cuma kita kurang keexposed saking bentar aja inggris di sana . tapi kalo soal kejam, samimawon hihihihi
naah itu, sampe kita jd ga bisa tahu mana yg fakta,mana yg bukan yaaa. mungkin udah mendarah daging kegiatan korupsi ini dr zaman belanda.. capeek aku mikirinnya… kok orang2 ga ada y takut ama Tuhan… ga takut kena azab apa
22 Agustus 2025 ● 05:41Rahmah
Sekilas mirip banget sama vibes-nya Rotterdam di Makassar sama satu lagi di Manila (mendadak lupa namanya, haha)
22 Agustus 2025 ● 06:03Kapan kapan nunggu cerita mbak Fanny di sana, hehe
Kalau soal sejarah memang kudu ada sedikit briefing ya ke siapa saja yang kita ajak karena gak semua suka apalagi tanpa guide, biasanya guide yang asik bikin perjalanan mengunjungi spot sejarah yang bikin enjoy
Jadi penasaran mau ke sana deh soalnya dari foto spotnya seru
Fanny Fristhika Nila
yg rotterdam aku pernah mba, pas outing kantor ke makassar.. tapiiii aku ga masuk hahahahahahaha.. soalnya panaaas gilaaaaak waktu itu.. yg ada ngadem di manaaaa kami hahaha
22 Agustus 2025 ● 06:11Dedew
Wahh jadi berasa jalan-jalan deh baca artikel dirimu sau lengkap banget.. oon juga yaa kepanasan malah mabok alkohol stres kali ya terdampar di Bengkulu hehe..
22 Agustus 2025 ● 06:34Fanny Fristhika Nila
salah metode ngilangin stressnya ;p
25 Agustus 2025 ● 09:20Dedew
Wahh jadi berasa jalan-jalan deh baca artikel dirimu sau lengkap banget.. oon juga yaa kepanasan malah mabok alkohol stres kali ya terdampar di Bengkulu…
22 Agustus 2025 ● 06:34Fanny Fristhika Nila
tx mbaaa…. aku usahain dibuat seringan mungkin biar ga bosan baca sejarahnya ;p
25 Agustus 2025 ● 09:21Lendyagassi
Aku awalnya juga suudzon sama suami ka Fann.. hehehe, aku pikir gak mau berlama-lama karena bisa “merasakan” hawa-hawa ghaib.
**seriiuuss.. ini alasan suamiku gak pernah berlama-lama di bangunan lama. Kalopun lama, akunya sendiri yang dibiarin asik masyuukk sama peninggalan-peninggalan ituu.. Karena doi bisa ngerasain hawa-hawa mistis gittuu.. Sedangkan aku, engga. Jadi santuuyy, hehhee..
Aku juga penggila sejaraaah… ka Fann.
Kita cucoo niih.. trip bareng. Hihihi.. dimulai dari yang di Jekarda, kayanya oke yaa..
Btw,
Bentengnya ga gelap alhamdulillaah..
Kalau menimbang kekejaman penjajah tuh.. memang bikin merinding.
Dengan cara yang berbeda-beda, tetapi tetep bikin aku pin mitheesss.. kok bisa sama-sama manusia tapi sekejiii ituuh???
Oke, ujungnya pasti kita kudu JAS MERAH yaa..
22 Agustus 2025 ● 06:48Jangan lupakan sejarah untuk tetap mencintai bangsa ini.
Fanny Fristhika Nila
dia murni krn bosen ajaaaa hahahahah..memang lebih enak ke museum begini kalo dengan orang yg sama2 suka sejarah kan.. jd bisa nyambung dan tahan lama2 ;p.
nahh aku sukanya juga krn ga gelap mba… jd ga ada tuh rasa2 aura spooky.. malah santai aja aku jalan ke ruangan2nya..
krn pernah juga ke museum pembantaian, yg mana beberapa tempat remang.. itu aku merinding sih .. pas di kamboja
25 Agustus 2025 ● 09:23Sabrina
ga expect kalau halamannya ternyata seluas itu Mba Fan dan dilihat-lihat kayak pernah kunjungin, dan dikira tadi pintunya itu bukan kayu, keliatan kayak besi. ternyata mirip benteng yang di Padang itu ya,
pas baca bagian Thomas Parr yang dibunuh lalu, bangsa mereka balas dendam sama rakyat Indonesia yang sampai menewaskan 650 orang dalam semalam itu, bikin sedih banget, bayangin mereka disiksa kayak apa sama mereka sedihnya sampe ke sini,tapi baiknya bangsa kita masih menguburkan mereka dengan sangat baik ya, tapi mungkin sebagai bentuk sejarah juga ya jadinya kuburannya dibuatkan di situ juga
22 Agustus 2025 ● 06:53Fanny Fristhika Nila
yg nguburin bukan bangsa kita mba… soalnya benteng ini kan markasnya Inggris… jd orang inggris yg menguburkan mereka di dalam benteng… krn kalau di luar, bisa2 ilang ntr ;p
25 Agustus 2025 ● 09:24Ujie Othman
Lucu juga baca berkenaan salah seragam, sebelum menjajah tak buat research 😝
22 Agustus 2025 ● 12:45Tempatnya nampak luas, perlu waktu kalau mau explore semuanya.
Fanny Fristhika Nila
sebenernya tak luas2 sangat kak.. cuma memang banyaaak barang peninggalan, itu yg takes time untuk tahu sejarahnya
25 Agustus 2025 ● 09:34Faizal R
Ternyata penjajah ini sebenarnya bodoh, tak buat kajian dahulu dan tidak cukup ubatannya.
22 Agustus 2025 ● 14:52Sempat si Oyen membuat onar di padang ya, kau memang sengaja mencari publisiti murahan.
Bila baca sejarah baru tahu kejamnya penjajah ni dahulu, sekarang sengaja digembar-gemburkan bahawa Islam ni kejam supaya kekejaman mereka dahulu dilupakan.
Fanny Fristhika Nila
mungkin krn teknologi yg belum maju juga kan ;p.. tapi teteplah mereka blunder sangat dengan pakai pakaian yg tidak sesuai ;p
25 Agustus 2025 ● 09:19Miss Mirror
Hahaha… kelakar pulak lah baca kisah uniform tu. Kepala I yang tengah pening ni tros hilang pening baca cerita U ni Fanny.
Capek ngemas rumah sampai sakit2 kepala.
23 Agustus 2025 ● 19:33Fanny Fristhika Nila
hahahaha biar ga bosan kak.. sejarah ini biasanya buat bosan kan ;p
25 Agustus 2025 ● 09:08warisan petani
Belajar daripada sejarah negara kita.
23 Agustus 2025 ● 20:55Fanny Fristhika Nila
betuuuul wak… JAS MERAH: Jangan Sampai Melupakan Sejarah
25 Agustus 2025 ● 09:07mrhanafi
saya suka dengan corak tulisan…
cantik dan unik sekali
25 Agustus 2025 ● 16:30Fanny Fristhika Nila
tuhlaah, macam mana mereka mengukir tulisan sebagus itu di batu pula yaa
26 Agustus 2025 ● 06:48Mazni
Rasa puashati sebab thomas parr tu mati kena bunuh dgn penduduk. Tapi kasihan pada 3 orang pemimpin dan penduduk kampung yg terkorban.
Bencinya dengan penjajah! The audacity datang negara orang, buat kacau keamanan, lepastu bunuh pulak orang2 yang tinggal di sana
25 Agustus 2025 ● 20:28Fanny Fristhika Nila
sama sajaaa kan para penjajah ini… ambil hasil alam, bunuh orang2nya.. saya pikir belanda dan jepang sudah paling kejam, ternyata inggris samaaa
26 Agustus 2025 ● 06:53Etuza
Salam singah pagi ini, banyak perkongsian yang sangat hebat di blog ini. Menarik persembahannya..melihat Sejarah lalu, kesan orang Inggeris jadi lagenda. Di mana-mana ada kesan jajahan mereka..So very nice.Terima kasih sharing
26 Agustus 2025 ● 04:48Fanny Fristhika Nila
memang banyak yaaa bekas jajahan inggris ini ;p
26 Agustus 2025 ● 06:44Amie
Banyaknya peninggalan sejarah masa lalu! Saya pernah belajar sejarah Indonesia tapi berkisar tentang jajahan Belanda. Tidak sangka pula ada Fort Marlborough tinggaan kolonial Inggeris, milik East India Company di Kota Bengkulu.
26 Agustus 2025 ● 11:17Ceteknya pengetahuan sejarah saya, sehingga kurang memahami Perjanjian Inggeris – Belanda 1824, Bengkulu diserahkan kepada Belanda sementara Inggeris mendapat Melaka. Barangkali waktu di bangku sekolah menengah, saya belajar sejarah sekadar untuk lulus peperiksaan sahaja. Makanya penghayatan itu tiada.
Dahulu, lebih 80 wilayah di seluruh dunia milik Inggeris. Sekarang hanya tinggal 14 sahaja yang masih rasmi di bawah kedaulatan UK. Namun, di bawah negara-negara Komanwel bekas tanah jajahan disatukan untuk menjalin persahabatan sehingga ke hari ini.
Terima kasih Fanny, bawa jalan-jalan menelurusi sejarah hebat ini, lengkap dengan segala informasi dan gambar-gambarnya!
Benarlah, ilmu pengetahuan yang kita ada hanya sekadar setitik air di lautan.
Banyak lagi sejarah di sekeliling kita yang belum sempat Kak Amie baca!
Fanny Fristhika Nila
nah saya pun sempat terbaca ttg perjanjian inggris belanda ini…. jd masing2 menyerahkan tanah jajahannya..
saya dulu sukaaa sejarah kak, tapi memang pasal penjajahan ini kurang suka menghapalnya, sebab terlalu banyak tahun hahahahah… dulu itu saya lebih suka baca sejarah manusia purba, atau peristiwa revolusi yg terjadi di beberapa negara.. lebih menarik krn mungkin alurnya cepat, sebab revolusi kan.. dan tak banyak tgl juga tahun yg dihapal 😀
27 Agustus 2025 ● 08:17Dyah Kusuma
Saya dan suami suka wisata sejarah mbak, jadinya kami ajak kiddos untuk ke museum, alhamdulillah mereka juga suka. Bisa jadi referensi nih fort marlborough saat someday berkunjung ke Bengkulu
26 Agustus 2025 ● 14:26Fanny Fristhika Nila
iya mba, kalo suka sejarah, pasti seneng deh ke benteng ini.. informasinya juga jelas, dan yg aku suka bagian dalam ga reman2… tetap terang.
27 Agustus 2025 ● 08:06ruggedmom
Prinsip Inggeris, build to last sebab tu begitu banyak bangunan yang masih utuh hingga kini. Saya juga suka ke tempat begini tapi kalau dengan kawan tak boleh berlama-lama, sekadar bergambar. Kadang-kala guide pula tak berdaftar tapi caj mahal kepada pelancong asing.
26 Agustus 2025 ● 14:33Fanny Fristhika Nila
sama kayak belanda juga… makanya di sini bangunan belanda masih banyaaak dan kuat2 banget… memang orang2 eropa ini memikirkan long lasting ya ya kak… jd pas membangun betul2 dibangun dengan kualitas bangunan yg tangguh.
27 Agustus 2025 ● 08:05Tot
Akak pun sama juga, teringat rokok Malboro.
26 Agustus 2025 ● 20:07Masih tegap berdiri fort-nya. Boleh juga orang ramai melihat tinggalan sejarah.
Eh.. ada Oyen.
Fanny Fristhika Nila
ntah2 nama rokok itu yg terinsiprasi dengan fort ini ;p
27 Agustus 2025 ● 07:57Sha Mohamed
Kalau Sha pun suka pergi tempat bersejarah macam ini.. Bagus untuk pengetahun buat diri sendiri dan anak-anak..
09 September 2025 ● 09:11Fanny Fristhika Nila
betuuuuul… saya suka ajak anak ke museum krn mereka bisa belajar banyak sejarah dari tempat begini 🙂
09 September 2025 ● 19:00rivai hidayat
Setuju. Kalau orang yang suka sejarah bisa duduk berlama-lama di sini. Apalagi pemandangan laut yang biasa dilihat dari atas benteng. Bentuk benteng ini juga unik banget.
Thomas Raffles pernah mimpin di bengkulu. Pada masa dia memimpin juga menemukan bunga rafflesia arnoldi yang sekarang jadi ikon bengkulu. Di kabupaten Bengkulu Tengah (1 jam dari bengkulu) pada musim tertentu ada wisata untuk melihat mekarnya bunga rafflesia.
10 September 2025 ● 22:48Fanny Fristhika Nila
oh iyaaaa, bunga rafflesia arnoldi itu diambil dari namanya yaaaa… duuuh kayaknya aku memang perlu datang lagi ke bengkulu dan puas2in eksplor sih mas… ga cukup bangetttt memamng cuma semalam.. capek -in badan wkwkwkwkwn
12 September 2025 ● 09:50mamatisya
byk tmpt sejarah fanny kongsikan …kakak tmtpt sebegini kurang minat hehe
11 September 2025 ● 20:52Fanny Fristhika Nila
hahahahah sama kayak suami saya kak… dia kalau masuk ke sini hanya untuk foto2 saja ;p
12 September 2025 ● 08:47Snapbackpacker
kalau di Malaysia ada juga Kawasan unik wisata dengan konsep ‘fort’. Tanjung Tuan, Bukit Jugra, Bukit Malawati.
Pernah juga saya hiking menuju ke rumah api di Tanjung Tuan yang rumah api dan kubunya menghala ke arah Indo. Berbaloi apabila Nampak pantai.
Apalagi ada restoran ikan bakar
23 September 2025 ● 15:40Fanny Fristhika Nila
apalagi di melaka, ada banyak peninggalan sejarah termasuk fort kan
24 September 2025 ● 09:25Jurnal Semanggi
Dari semua foto dan informasi tetap salfok sama si oyen. Tapi makasih loh, informasi dan foto-fotonya bikin belajar dan ngasih pengetahuan tentang sejarah.
29 September 2025 ● 01:30Fanny Fristhika Nila
hahahahah oyen memang bedaaa ^o^ ;p
30 September 2025 ● 06:10Rudi Chandra
Dah lama nggak ke Benteng Marlborough, jadi kangen juga.
08 Oktober 2025 ● 15:00Fanny Fristhika Nila
aku ga nyesel mampir kesana ^o^… memang sukaaaa sih mas
10 Oktober 2025 ● 05:59Nina
Bengkulu mungkin kurang menarik dan tidak terkenal, kak nina juga belum tahu sejarah Bengkulu. Menarik untuk masuk dalam list.
Kalau hubby juga suka road trip macam ini, tak terlalu ikut jadual tapi pasti sampai dan selamat.
Yalah, drive sendiri, bawa anak, badan dan kereta juga perlu rehat. ohh rupaya orang Inggeris juga sampai di Indonesia, kak cuma tahu dijajah oleh Belanda saja.
Hahahaha kucing itu 😂😂 ini gambar candid dari kucing. Rupa kota seperti Ford Cornwallis. Ada meriam cuma Malborough Fort lagi besar kan.
24 Oktober 2025 ● 13:46administrator
Fort cornwallis yg di penang kan yaaa? saya 4 tahun study kat penang, cuma pernah foto dari luar pas kesana hahahahahahha. tak pernah masuk… tak tahu pula dalamnya macam apa …. memang hrs didatangin kalau nanti ke penang lagi.
24 Oktober 2025 ● 18:26Avi
Asyik yaa ke Bengkulu bisa belajar sejarah juga di Benteng Malborough. Lebih seru belajar langsung ke tempatnya kayak gini, daripada cuma baca teori.
07 November 2025 ● 15:50Kasihan bener prajuritnya kepanasan gara-gara seragamnya tebal, mana minum alkohol, ckckcck. Mati merana….
administrator
iya mba, makanya aku lebih suka belajar sejarah itu dari museumnya langsung. krn lebih mudah dipahami ceritanya. kalau dari textbook bosenin ;p
07 November 2025 ● 19:44