Akhirnyaaaaa, mau ceritaaaa tentang penginapan kedua yang kami booking saat di Maldives 😍😍. Rakeedhoo Island, salah satu pulau terkecil di negara kepulauan Maladewa, dan sakiiiing kecilnya, ga keliatan di peta, beib 😂. Even, kalian bisa mengelilingi pulaunya, hanya dalam waktu kurang dari 10 menit 😂😂😂😂😂😂, udah semua diputerin itu 😁.
Ceritanya, aku ma Fara kan 6 malam ya di Maldives. Kami tuh pengeeen deh ngerasain tinggal di pulau lokal, yang mana dekat dengan laut, tapi bukan resort… Jadi kalau keluar hotel, bisa langsung ketemu pantai aja gituuuu. Kalau resort memang ga sanggub lah wey, secara semalamnya ada yang Rp60juta.. Semalaaaaaam loh yaaa 😂😂😂😂. Ga tahu dah kemewahannya kayak apa 😄. Duit segitu mendingan untuk nambah-nambah Trip Mongolia December nanti 😄
Jadi kami masih usaha cari penginapan yang ga biasa, ga terlalu mahal, dan bisa berbaur dengan warlok (warga lokal). Mba Fara yang nemuin hotel ini, Tranquil Nest Vaavu, di pulau Rakeedhoo.
Hotel di pulau terkecil, tapi punya PRIVATE BEACH geeeeees 😍
Tugasku yang cari tahu di seluruh OTA, harga dan segala testimoni dari para turis yang pernah menginap. Rata-rata semua puas, dan memang menyarankan stay di sini jika yang dicari ketenangan suasana Maldives.
Ada 1 komen komplain yang sempat terbaca.. Tapi isinya lebih ke kamar mandi yang airnya kurang lancar, dan bosannya dia selama tinggal di sana. Sementara buatku, selagi itu bukan masalah AC, dan service, hal-hal lain bisa dianggab sepele lah…
Apalagi bicara BOSAN, laaah di awal udah banyak yang bilang hotel ini hanya untuk yang mencari KETENANGAN , artinya pasti ga terlalu crowded dan hiruk pikuk dong.
BOOKING TIKET BOAT MENUJU TRANQUIL NEST HOTEL, VAAVU ~ RAKEEDHOO ISLAND MALDIVES
Aku booking penginapan ini melalui OTA (Online Travel Agent) Booking.com . Harga untuk 2 malam muraaaaaah byangetttttt saaaaaay 😍😍😍😍😍😍, cuma USD177... Yang di Beehive kemarin aja untuk jumlah malam yang sama USD218. Tapi wajaaaaar lah yaaaa, namanya hotel di ibukota 😄
Pembayaran dilakukan saat sampai hotel, jadi memang ga diminta pembayaran samasekali.. Baguuus sih, so, anytime mau cancel bisa.
Baiknya lagi, itu PIC Hotel Tranquil Nest, dari awal udah DM aku, dia tanya nanti jam berapa landing Male, dan mau ga nih dipesenin boat nya sekalian? Soalnya ini pulau masih jauuuuuuuh dari Male 😂
Aku belajar dari pengalaman di Baku, Azerbaijan… Owner apartemen nawarin penjemputan dengan harga USD15, kami tolak, karena mikirnya naik taxi bisa murah, tau-tauuuu nya cuy, taxinya minta USD50 😄😄😄😄😄😄. Nyeseeeeeeel menolaaaak 😭
Makanya pas ditawarin boat mau dibantu booking atau ga, ga pake ba-bi-bu, aku jawab YEEEEEES, PLEAASEEEEE 😄.
Tiket one way speed boat USD60 per orang. Pembayaran saat di hotel juga. Hajar ajalaaah . Jadi ternyata si PIC hotel udah bayarin duluan boat kami.
MERASAKAN NAIK SPEED BOAT KE RAKEEDHOO ISLAND, MALDIVES
Di hari H, kami check-out hotel Beehive Premier, dan karena ada fasilitas free shuttle, langsung diantar ke jetty di wilayah Velana International airport. Jadi memang sebelahan gitu lokasinya.
Ada banyak tuh dermaga untuk seluruh boat, semuanya menuju pulau-pulau di Maldives. Mulai dari pulau lokal, sampai pulau dengan resort mewah.
jetty dekat bandara Velana International. Liaaaat airnya, ga ada sampah SEDIKIIIIITPUN
bersiap menuju Rakeedhoo island
Jetty tempat kami naik ada di jetty 1. Di tiket online, tertulis jam 11. Jadi duduk manis dulu menunggu boat dengan nama PROJETS. Jujur sempat kuatir, ini beneran ga lokasinya, on time atau ga, yang begitu-begitu lah… Cuma jadi agak tenang, hanya karena semuanya belum kami bayar.
Jam 11 lewat dikit, Projets Boat yang dinanti tiba.. Ada penumpang lain yang ikutan naik… Tas dan koper dimasukin ke bagasi boat bagian depan.
Setelah semua duduk, boat pun mulai melaju.
speed boat kami, yang akan menuju Rakeedhoo, Projets
Kalau ditanya, mahal jugaaaa ya tiket boatnya… Gini ya geees, walaupun memang mahal, tapi speed dari kapal ini lumayan kencang, dan dengan speed ngebut bagai mau terbang, itupun perjalanan kami ditempuh dalam 1.5 jam 😂.
Yang lebih murah ada ga sih???? Adaaaa, naik publik boat, harganya cuma USD2, tapi jangan ngeluh kalau sampe mabuk laut karena ombaknya serius kencang, dan dengan kecepatan siput berjalan, kalian butuh waktu 8-9 jam kalau lancar 😂😂😂😂. Sorry yaaaa, aku mending bayar mahal, daripada terombang-ambing di lautan segitu lama😅
Ada momen saking besarnya ombak, boat kami naik turun kebanting-banting, tapi seruuuuu 😂. Adrenalin rush bangetttt. Belum lagi warna air yang dilewati, ya Allah 3 kombinasi warnaaaa, dari turqoise, biru langit, sampai biru gelap 😍😍😍. Mata benar-benar dimanjakan
sepanjang jalan sumpaaah bikin banyak zikir, antara kuatir ama ombak tinggi tapi juga kagum ama warna airnyaaaa, 3 warna ini doangggg, Masyaallah… Ga ada yang buteek say
SELAMAT DATANG DI RAKEEDHOO, MALDIVES
Kami jadi penumpang pertama yang turun… Ga tahu deh penumpang lain bakal turun di pulau mana.
Bye Projets boat ^o^. Agak mendung pas kami tiba
Surprisenya lagi, ada bapak tua yang sudah menunggu sambil bawa kereta dorong. Ternyata memang nungguin kami, dan kereta dorong itu untuk bawa semua koper dan tas 😁. Bapaknya baiiiik, pernah kerja di Sabah & Sarawak 6 tahun, jadi dia paham apa yang aku omongin dengan Fara 😆. Yaaaa, ga bisa asal gossip dong 😂
si bapak baik hati ^o^
Tranquil Nest ini hanya ada 13 kamar, saat kami datang semua tamunya bule dari France, Italy dan Spain. Kami berdua doang asal Indonesia. Tamu asia tenggara ga banyak, cuma sekali pernah ada dari Malaysia.
RAKEEDHOO, PULAU TERKECIL YANG TIDAK ADA ANAK-ANAKNYA
Dari dermaga kami jalan kaki menuju hotel. Ga jauh sih. Sempat melewati rumah penduduk, ada cafe kopi walau ga jelas buka atau tutup. Ada supermarket juga, bahkan ATM. Menurut si bapak rumah sakit atau hospital pun ada, juga sekolah… Sayangnya sekolah sudah tutup. Kenapaaaa???
jalan yang dilewati menuju hotel Tranquil Nest
Karena jumlah penduduk di pulau Rakeedhoo ini hanya ada 67 orang saat kami datang 😂, itupun hanya orang-orang lansia (lanjut usia), tanpa ada anak-anak usia sekolah.. Jadi wajar, sekolahnya ditutup yaaa😅
ga usah kuatir kehabisan duit, ada ATM di pulau kecil ini
ada minimart
MEMBERESKAN URUSAN ADMINISTRASI BEGITU SAMPAI HOTEL
Acho, PIC hotel yang selama ini berbalas DM denganku, menyambut kami ramah. Dia warga lokal dengan rambut panjaaaaang keriting yang baguuuus banget… Inget cerita MOANA kan?? Para lelakinya miriiiip begitu..
dapat welcome drink, sirup jeruk, dingin, bikin badan segeeer ^o^
Sampai hotel kami membayar untuk:
-
tarif kamar 2 malam USD177 +
-
Total Tourism Tax 2 orang/2 malam USD24 +
-
Boat 1 way 2 orang USD120 +
-
Boat saat checkout ke pulau berikutnya (2 orang) USD120.
Untuk pulangnya, kami memang minta Acho pesanin boat lagi menuju Maafushi island. Harganya sama USD60 per orang.
Yang bagusnyaaaa, saking kecilnya pulau ini, jadi semua urusan makan malam, siang, sarapan, trip lokal, diving dan snorkeling, laundry baju, adaaa disediakan oleh hotel yaaa. Tinggal pesen kalau mau.. Tamu cuma enjoy semua fasilitas deh.
Pembayaran makan dan lainnya bisa dibayar saat checkout hari terakhir.
KAMAR YANG MENGHADAP LAUTAN LUAS
Acho mengantarkan kami ke kamar, untuk menjelaskan semua hal dan aturan. Begitu masuk, hawa dingin AC udah terasa, yang berarti sudah mereka hidupkan sejak lama. Plus poin 💖. Luas ruangan cukup banget untuk berdua, gede banget ga, tapi ga sempit. Konsepnya industrial.
kamar yang kami tempati
Dari balkon bisa memandang arah samudra.. Kalau beruntung kami bisa melihat sekumpulan lumba-lumba melewati pantai. Sayangnya sampai pulang memang ga kliatan lumba-lumba yang lewat.
balkon kamar menghadap laut
Untuk kasur, ga seempuk Beehive. Di Tranquil Nest kasurnya sedikiiiit keras. Ini kayak kasur kebanyakan di hotel Thailand. Untuk yang biasa tidur dengan kasur kesehatan buat punggung, sebenarnya nyaman-nyaman aja. Tapi bagi yang biasa tidur di tilam empuk, awal-awal bisa ngeluh. Aku pribadi malah suka kasur yang jenis begini. Ga terlalu empuk, bagus buat tulang punggung.
AC dingin yaaaa, penting, secara ini daerah pantai 😂. Handuk dan toiletries ada. WiFi kencang 👍👍. Handul malah disediakan 2 jenis, buat kamar mandi, dan yang bergaris-garis untuk main di pantai.
2 jenis handuk, untuk di kamar, dan di pantai
Cuma tidak disediakan kopi teh, hanya botol mineral water ukuran besar. Oh yaaa, slippers lagi-lagi tidak ada. Kayaknya memang semua hotel di Maldives ga ada provide slippers deh. Semua akomodasi yang kami inapi begitu. Secara aku dibiasakan sejak kecil kaki ga boleh langsung kena lantai, jadi terpaksa pakai sendal kedua yang aku bawa dari Jakarta. Mencegah tapak kaki tetap halus ga kapalan 😄
KAMAR MANDI DI TRANQUIL NEST HOTEL
Luaaaas dari segi ukuran, namun tipe basah yaaa, bukan yang dibedakan antara showering , wc, dan wastafel. Toiletries lengkap, sayang air panas ga lancar. Bagi orang yang selalu mandi air panas mungkin ganggu… Tapi Maldives toh suhunya tropis, jadi buatku ga ada masalah.
Minus kedua, toilet agak susah di flush 😁. Bisaaaa, tapi nekannya harus kuat banget hahahaha… Di awal-awal sempat kami kira malfunction tuh tombol.
TEMPAT MAKAN SEKALIGUS RUANGAN BERKUMPUL
Paliiiiing suka jika tiba waktunya makan. Semua tamu berkumpul di ruangan depan semi terbuka.. Atap ada, tapi tidak dihalangi dinding. Sambil makan, semua saling mengobrol, mata juga telinga terbuai dengan birunya air laut dan suara deburan ombak. Sesekali terlihat kapal-kapal melintas.
yang lewat ini public boat, yang jalannya alon alon asal kelakon hahahahaha
Makan pagi, siang, malam semua disediakan… Untuk sarapan free karena include biaya kamar, tapi lunch dan dinner berbayar.. Nantiiii, aku bakal bikin postingan terpisah hanya untuk cerita tentang menu-menu makanan yang kami coba selama di Tranquil Nest. Pastinyaaaa, uenaaaaak 😍😍😍
ruangan makan dan ngobrol di Tranquil Nest maldives
spot baca
FASILITAS LAIN DARI HOTEL TRANQUIL NEST VAAVU
Kalau kalian ga bawa baju banyak, ga usah kuatir, di sini tersedia laundry dengan harga masuk akal. Tapi mau cuci sendiri pun bisa aja… Toh aman dijemur di balkon.
Jangan takut bakal mati gaya di sini. Seriuuuuus beib, walau pulau ini keciiiiil, ada banyak lokal tur yang disediakan hotel. Mulai dari snorkeling, diving, picnic di pulau lain, visit sand bank atau bahkan fishing 😍😍. Kalian sebulan di sini juga ga bakal bosan. Ini bule-bule rata-rata udah lamaaaa loh staynya, kami doang yang cuma 2 malam 😄.
Menyesaaaaalllll . Tur apa yang kami sempat ambil, itu juga bakal aku tulis terpisah
main di sekitaran hotelnya aja udah betah berjam-jam ^o^
PLUS MINUS MENGINAP DI TRANQUIL NEST, RAKEEDHOO MALDIVES
Awal memutuskan ke Maldives, hanya karena kami gagal ke Timor Leste. Destinasi ini hanya cadangan, tapi berubah jadi tempat yang kami berdua sukaaaa bangetttt, sampai dah buat plan akan datang lagi Juni 2027, dan menginap kembali di Tranquil Nest Hotel. 😍😍😍😍. Secintaaaa itu memang.
Pastilaaah ada kekurangannya, hanya saja tidak significant dibanding kepuasan yang kami dapat.
Aku mulai dari minus points Tranquil Nest..
-
Slippers ga ada
-
Air panas ga lancar, mati hidup
-
Flush button agak keras.
-
Dinding kamar ga kedap suara. Yang ini kocak sih.. Saking ga kedapnya, malam-malam aku kebangun, karena mendengar desahan tamu sebelah yang sedang ‘olahraga kasur’ tengah malam buta 😂😂😂. Semangat amaaat… Aku curiga tamu yang dari Prancis sih, soalnya cuma pasangan ini yang suami istri 😂
Udaaaah wey, itu doang 😂😂😂. Coba bandingkan dengan kelebihan-kelebihan yang kami nikmati:
-
Servicenya gilaaaaaak, semua staff ramaaaah, baik, komunikasinya bagus. Ada 1 staff Indonesia, dulunya dia kuliah perhotelan di Bali, dan selesai kuliah langsung dapat offer untuk kerja di Maldives. Namanya Gita.. Ini tahun keduanya di Tranquil Nest. Saking ramahnya semua staff di sini, vibe keluarga jadi berasa… Itu yang bikin beraaaat banget mau checkout. Kalau aja hotel di Maafushi belum dipesan, aku perpanjang deh nginep sini.
-
Aneka menu makan malam dan siang, uenaaaak dan fresh, terutama yang berazaskan ikan yaa. Baru dimasak saat dipesan. So, memang lama, tapi rasanya jadi dobel sedaaap karena bukan makanan yang dipanasi ulang
-
Acho sebagai PIC Hotel baiknya kebangetan, ga perhitungan samasekaliiii. Total biaya makan kami di sana, dibulatkan ke bawah sama dia. Jadi misal yang harus kami bayar USD157 , dia bilang cukup USD150 aja.. USD7 kan duit juga cuuuy , diikhlasin ama dia😍😍. Malah trip snorkeling kami ga dihitung. Katanya gratis, karena dia juga enjoy berenang bersama di laut 😅
-
Segala transportasi udah dia yang handle. Pergi dan pulang.. Kita cukup bayar pas waktunya check in dan check out.
-
Kamar nyaman, AC dingiiin, WIFI kuat
-
Malam bisa melihat hiu dan manta ray yang masuk ke pantai Tranquil Nest 😍😍😍😍. Kapan lagi aku bisa bebas liatin ikan hiu nongol depan hotel 😂😂. Ini cerita detil nanti di tulisan selanjutnya.
-
Bebas main di pantai yang super aman, karena memang dilindungi atol. Jadi ga ada ombak besar.
-
Pasir pantainya putiiiiih, bersih, hanya saja ga sehalus pasir di pantai Indonesia yang mirip powder.
-
Di pulau ini bisa berbaur dengan warga lokal, menanyakan macam-macam atau melihat kehidupan mereka seperti apa.
-
Ada banyaaaak satwa burung yang sering mampir ke Pulau Rakeedhoo. Unik-unik bentuknyaaa.
-
Disediakan banyak bean bags, juga meja kursi untuk memandang ke arah lautan.
Ayunan di air ini seruuuu banget, ga bosen main air di sini ;p
Masih ada lagiiiiii, kalau mau aku panjangin.. Tapi alasan segini cukup lah yaaaa buat balik lagi tahun depan, atau bujukin kalian buat datang dan menikmati pulau Rakeedhoo 😍😄. Bisa-bisanya aku yang benci pantai, malah jatuh cintaaaaa banget dengan Tranquil Nest hotel 😍😍😍
SUMMARY MENGINAP DI TRANQUIL NEST , RAKEEDHOO ISLAND MALDIVES.
Aku ga ngerti kenapa ada komen yang bilang hotel ini membosankan dan fasilitasnya jelek. Bisa jadi tamu tersebut sedang sial aja, atau memang dia tipe yang lebih suka dunia gemerlap, suara ribut, dan bukannya tenang merasakan angin laut membelai wajah, makan masakan fresh ala rumahan, berenang sepuasnya atau mengobrol dengan tamu lain dan staff hotel.
Karena 2 malam di sini, Aku dan Fara bener-bener beraaaaat banget mau checkout. Udah ngerasa kayak saudara dengan tamu dan staff nya. Pada asyik-asyik bangetttt.
Harga menginap di Tranquil Nest juga ga mahal. Memang dalam USD, tapi tetap aja ini murah dengan segala fasilitas dan view pulau yang luar biasa cantiiiik 💖
Jadi pahaaaam kan, kenapa Juni 2027, aku bakal balik ke Maldives, dan menginap di Tranquil Nest lagi.
Sebenarnya ada 2 hotel di pulau Rakeedhoo, Tranquil Nest dan Rattehi Inn. Hanya saja Tranquil Nest lebih menang dari segi view pantai, karena lokasi benar-benar persiiiiis menghadapa laut.
Sementara Rattehi Inn, masih harus jalan kaki beberapa meter untuk menuju pantai.. Kelebihan Rattehi Inn, halaman penginapan banyak ditumbuhi bunga-bunga, jadi kesannya cantiiiik.
rattehi Inn, hotel kedua di Rakeedhoo island
Eh tapiiii yaaa, tamu dari Rattehi Inn sering order makan malam di Tranquil Nest 😂.
Jadiiiiii, bagi yang merencanakan ke Maldives, dan ingin ke pulau lokal, supaya bisa berbaur dengan warga lokal dan turis asing, suasana sepi, menginap di Tranquil Nest sudah yang paling rekomen. Dijamiiiin, kalian ga bakal bosan 😍. Untuk Honeymoon juga cocoooook
view dari ruang makan tranquil nest
Cerita ini belum selesai… Minggu depan aku bakal lanjutin kegiatan yang kami lakukan selama menginap di hotel ini , yang bikiiiin susah moved on 😍😍😍
Roziah @ Cie
Cantik sangat warna air lautnya tu. Biru kehijauan dah.
18 Februari 2026 ● 14:09administrator
kakak datang ke bagian manapun dari pantai mereka, semua warnanya hanya biru, turqoise dan navy, memang cantiiiik sangat
19 Februari 2026 ● 12:11Puan Hazel
Menarik sangat ni Fanny! Akk suka kalau dapat ke pulau yg ngak ramai orang begini, lebih tenang dan aman serta semuanya walking distance saja.
Jauh juga ya kalau dgn speed boat aja udah 1.5 jam.
18 Februari 2026 ● 14:41Apapun pengalaman manis ya dapat menginap di tempat cantik begini. Memang terasa berat mau pulang 🙂
administrator
samaaaa lah kita berarti…. tempat tak ramai orang ini yg saya suka…. sunyi, bisa betul2 healing rasanya kak…
ini yg mudah mabuk laut pasti ngeri bayangkan naik speed boat kecil 1.5 jam hahahahahah
19 Februari 2026 ● 12:12Etuza
Asalamulaikum..Sangat menarik kelihatannya ya..tempat tempat menarik begini bagi saya amat menggembirakan..hebatnya
19 Februari 2026 ● 01:52administrator
memang menariiiiik abaaaaang ^o^… jadi rinduuuu sangat nak balik lagi ke maldives, trutama rakeedhoo
19 Februari 2026 ● 12:13NA
Subhanallah cantik awan dan laut. Persekitaran bersih dan tenang.
19 Februari 2026 ● 05:36Ya kalau ingin tenang sesuai menginap di sini.
administrator
memang kak, sesuai untuk yg suka sunyi dan pantai pastinya 😉
19 Februari 2026 ● 12:10Nadia
ya Allah cantiknya Maldives. Sudah lama saya tak bercuti di tepian pantai, harus langsaikan tahun ini jika berezeki tapi bukan Maldives, yang tu kena kumpul duit dulu haha.
Saya pun suka ke tempat yang aman, baca cerita Fanny pun dah boleh merasa keamanannya di sana.
Makanya penduduk sana jika ada anak baru, harus ke pulau lain yang untuk sekolah hihi
19 Februari 2026 ● 07:42administrator
betuuuuul… kalau sampai ada anak lagi, mesti sekolah tempat lain, kecuali ramai jumlah nya hahahah.
waaaah nak kemana nanti? tapi maldives best… yuk laaah kita kesana juni 2027… sama dengan saya 😀
19 Februari 2026 ● 12:09Mazni
ohh sikitnya penduduk yang ada disitu kak, 67 orang je. pulau kecil, 10 minit dah habis pusing, haha. tapi pantainya cantik sangat! best juga kan mandi2 pantai taklah ramai orang sangat.
opps dinding kamar tak kedap suara tu… bahaya!
19 Februari 2026 ● 09:29administrator
memang sedikiiiit…. betul2 macam pulau pribadi jadinya hahahaha… tempat begini yg saya sukaaa maz, jd bisa benar2 rileks lah 😀 . hanya saja kasian kalau sampai ada anak, terpaksa sekolah di pulau lain hihihihi. kecuali ramai anaknya
19 Februari 2026 ● 12:08linda
memang wajar untuk repeat.. pemandangan cantik, tempat penginapan pun nampak selesa.. cuma kalau nak honeymoon tu, kena elakkan la.. hahaha…
19 Februari 2026 ● 11:08administrator
hahahahahah bisaaa utk honeymoon, tapi pake cara senyap laaah ;p
19 Februari 2026 ● 12:06norhidana
Walaupun pulaunya comel kecil tapi nampak hotel dan biliknya cantik selesa. Puas boleh nak join semua yang ada sebab pulaunya kecil tapi memang cantik lah. Puas hati betul kan.
19 Februari 2026 ● 13:54administrator
betuuul kak…. yg begini yg saya suka…. tak crowded, tp aktifitas banyak sehingga tak ada waktu utk bosan
20 Februari 2026 ● 09:16Tot
Jernih betul air laut. Sesuai untuk berbulan madu. Kurang 100 orang di pulau, sampai sekolah pun ditutup, mesti aman damai saja suasana. Sudah jatuh cinta ya, Fanny, mahu kembali tahun depan? 😀
19 Februari 2026 ● 15:06administrator
iya kak, saking bagusnya, saya langsung niat suami dan anak2 saya mesti menikmati ini jugaaa ^o^… jd nak balik lah thn depan
20 Februari 2026 ● 09:15Ezna
Cantik sangat lautnya. Tak jemu mata memandang. Oh kat sini pulau private ya. Rupanya banyak pulau di sana. Tak ramai juga yang tinggal di sini.
19 Februari 2026 ● 16:33administrator
bukan kak, ini pulau lokal… ada warga lokal di sini…. pulau private itu hanya disewa oleh 1 atau 2 resort, misalnya four season, cuma ada mereka aja…. ga ada warga lokal….
kalau rakeedhoo pulau lokal tapi saking kecilnya hanya ada 2 hotel
20 Februari 2026 ● 09:14Rahmah
Lihat postingan mbak liburan di IG tuh sudah kebayang warna air lautnya yang memiliki gradasi cantik
20 Februari 2026 ● 09:14Aku sampe berharap bisa ke sana juga suatu saat
Ditambah lagi takjub sama bawaan mbak yang ternyata bukan tas kecil tuh di punggung, haha dan ditambah koper. Bener bener seru sepertinya bepergian
Cuma kalau bawa anak bakalan beranak pinak ya tu bawaan
Aaah suka semua sama foto-fotonya
administrator
aku aja ga nyangka kalau air laut di sini bakal berwarna begitu mbaaaa… maksudnya, semua tempat, dari male ke pulau manapun.. ga ada yg coklat atau abu airnya… biasa kan warna air di laut indonesia, ga semuanya biru…
aku doain mba dan keluarga bisa kesini juga .. ga ada yg ga mungkin 🙂
koperku ga mungkin dikit hahahaha. kalau bawa anak, mereka udh bisa bawa tas masing2 untungnya
20 Februari 2026 ● 09:22Dinda
Mbaaakkk.. Cakeepp banget pantainya. Uhuuukkk… Duh elus² celengan lah eyke.. 😂
Tapi emang di maldives ini salah satu yang pengen kusinggahi karena tempatnya mirip² sama pulau seribu atau gugusan gili di lombok gitu mbak. Karena maldives kan negara dengan banyak pulau juga, apa ya istilahnya, atol atau kepulauan gitu nggak sih (lupa istilahnya). 😂
Cuma beneran, Rakedhoo ini beneran cocok buat healing. Nggak habis pikir yg ngomen Bosen tuh agaknya healingnya beda gaya kali mbak. 🫢
20 Februari 2026 ● 09:19administrator
iyaaa maldives ini punya banyak atol mba…
ga nyangka sih, rakeedhoo ini memang hidden gem bangettt buat kami… ga nyangka bakal sebagus itu.. kalau tau dr awal, kami mungkin akan coret pulau maafushi , dan mendingan di rakeedhoo sampe pulang ;p
itu diaaa, yg bilang di sana bosenin, aku rasa krn dia ga cari tahu , dan memang lebih suka keramaian
20 Februari 2026 ● 09:32anies
saya boleh potong jari kalau resort yang dekat dengan pantai kita boleh dpat harga murah… mustahillll… tapi macam terbalik pula kat sini? hehe
20 Februari 2026 ● 09:41administrator
Mungkiiin, krn ini lokasinya jauuuuh kak… dan dia jenis hotel yang bukan mewah tapi juga tak jelek… makanya harga dia masih bisa di tengah2.. sebab kalau mahal sangat, dijamin tak ada yg mau kesini ;p… kan mending yang mewah sekalian, ya taak
20 Februari 2026 ● 10:30anies
tu diaaaa naik boat sehala je dah macam harga tiket flight ke sabah sarawak ni hehehe… tapi tu laa agak lama juga tu atas boat
20 Februari 2026 ● 09:50administrator
padahal awalnya, kami tanya ke acho, berapa lama dr male ke rakeedhoo? dia jawab 30 menit… dalam mimpi saya rasa wkwkwkwkwkwkwk
20 Februari 2026 ● 10:31anies
walaupun biliknya bukan seperti honeymoon type, tapi sy percaya resort ni dibina khusus untuk mereka berbulan madu tapi versi yang tak terlalu mahal…
20 Februari 2026 ● 10:09administrator
bettuuuuuuuul… itulah kenap saya nak ajak raka ke sini thn depan kak… memang best laaah, saya rekomendasikan sangaaaaat tranquil nest ini
20 Februari 2026 ● 10:31anies
kalau dah plan nak datang lagi tu maknanya ada keseronokan yang tertinggal di sana dan belum dinikmati sepuasnya 😉
20 Februari 2026 ● 10:16administrator
sangaaaat…. trutama kuliner… gilaaaaa, kuliner maldives saya sukaaaaa ^o^… memang sedaap dan segaaar
20 Februari 2026 ● 10:32anies
tengok pasirnya pun dah tahu bersih dan halus… kalau 3D 2N kat sini memang tak cukup… hehehe
20 Februari 2026 ● 10:27administrator
at least seminggu… baru lah puas 😉
20 Februari 2026 ● 10:32Asri
Aku kebayang loncat-loncatnya naik speed boat pas ombak besar. Takut banget terbalik hahahaha… Pernah mengalami waktu dari Bali ke Gili Trawangan. Keringat dingin saking takutnya. Waktu balik Bali ombak lebih gede lagi, jadi speed boat dilarang operasi dan penumpang dialihkan naik ferry. Kerasa lebih aman sih karena kapalnya gede. Walaupun tetap terguncang-guncang juga.
Maldives emang sebersih itu ya lautnya. Nggak kaya laut dan pantai kita banyak sampah 😅
Tranquil Nest ini nyaman banget sih. Aku juga pasti betah di sana. Suka penginapan atau hotel yang merakyat gini, yang masih bisa mengamati kehidupan lokal. Apalagi makanannya enak dan stafnya ramah ya. Walaupun ada kurangnya tapi nggak masalah.
Kalau buat honeymoon tapi kok agak gimana, takut banget kedengaran kamar sebelah wkwkwkwk…
20 Februari 2026 ● 11:04administrator
apalagi kalau laut di bali itu lebih serem sih mba…. aku agak ngeri kalau di sana naik boat. Ferry aja bisa tenggelam, apalagi boat kecil kan.
itulaaah, aku salut penduduk di sini tuh tahu bangetttt jaga lautan mereka… bisa looh bersihnya bener2 beginiiiii. ga ada sampah sedikitpun… kok kita susah banget gitu 🙁
hahahahahaha kalau utk honeymoon memang harus pelankan sedikit, suara jgn sampe ada wkwkwkwkwkw
20 Februari 2026 ● 15:15anamizu
waduuhhh waduhh Maldives! tak jemu mata memandangnya hehe
20 Februari 2026 ● 11:25administrator
yaaa, maldives memang supeeer cantik kak ana 😉
20 Februari 2026 ● 15:15Fajarwalker
BRUAKAKAKAKA, Aku ngakak pas bagian olahraga kasuuurrr.. hahaha. Bisa-bisanya kok hotelnya ora kedaaap. Jangan-jangan itu yang review negatif bilang bosen, itu gara-gara denger suara itu juga, sementara dianya cuma sendirian. Jihahahaha.
Tapi ini emang juara bangettt sih mbak suasananya. Bener-bener deket pantai, dan pantainya pun bersih bangettttt… definisi nyata dari cuci mata.
20 Februari 2026 ● 11:47Cuma kalo disuruh naik speedboat di ombak sekenceng itu, kayaknya nanti dulu deh. Tar yang ada sampe tujuan langsung buru-buru ke WC, jackpot. wkwkwk
administrator
hahahahahahahahha bisa jadi jar,,, iriiii ceritanya, bisa denger kamar sebelah lagi indehoy yaaa ;p
eh, jangan salaaah… aku ngerasain juga pas speed boat berhenti di tengah laut, itukan terombang ambing doang yaaa, aku mabok dong langsung… sampe muntah di laut…
jadi bagusan jalan kencang begini drpd dia jalan pelan… yg pelan itu bakal bikin mual
20 Februari 2026 ● 15:17Nik Sukacita
I feel you Fan saat berat cek out. Itu sering banget aku alami kalau ketemu tempat penginapan yang suasananya nyaman dan staff-nya kayak keluarga sendiri. Apalagi kalau tempatnya seperti di Maldive. Kalau aku curiga lebih parah dari dirimu hihi. Super nyesel kalau hanya 2 hari.
Soal boad, aah itu semua berbanding lurus dengan ada harga dan barang. Aku langsung mengenang masa-masa traveling yang bolak balik naik boad dengan segala macamnya.
Perjalanan yang seru ya Fan. Ditunggu cerita selanjutnya.
20 Februari 2026 ● 13:35administrator
yaaa kaaan mbaaa…. akupun langsung sediiih bangettt pas harus checkout. apalagi pulau selanjutnya ga seseru di rakheedoo hahahahaha… jd kayak anti klimaks aja…
makanya niat lgs balik lagi, mau stay lebih lama :D.. jarang2 aku mau balik ke suatu negara lebih dari sekali , kecuali memang baguuus byangettttt
20 Februari 2026 ● 15:18Mulan
Aduhh Maldives itu pulau2, bukan kotaraya seperti Kuala Lumpur atau Jakarta. Memang untuk cari ketenangan atau enjoy semua yang di-offer seperti aktiviti laut, snorkeling, scuba diving, tengok dolphin dan lain2.😍😍
Ya kita sama, perlu slippers di dalam bilik. Kaki tak selesa pihak terus di lantai. Ya selalu nya speed boat mahal dari bot atau feri sebab kelajuan lain2. Speed boat tak rasa mabuk lautnya, hehe 😄😄
Thanks for sharing Fanny. Semuanya terasa seronok, hotelnya, makanannya, suasana nya apalagi view yang paling awesome. Moga kami dapat ke Maldives lagi.🥰🥰
20 Februari 2026 ● 17:07administrator
betuuuuul… kalau ke maldives tujuan kita pasti nak healing… bukan melihat kota yg crowded sangat 😀
kakak harus balik lah ke maldives lagi…. memang seruuuu sangat… ^o^ betul2 jatuh cinta saya dibuatnya
24 Februari 2026 ● 05:53Yonal Regen
Abis uji nyali melawan ombak di tengah lautan berbalas manis dengan segala kelebihan dari Tranquil Nest.. hehe. Kebayang juga senengnya ketemu orang Indonesia yang bekerja di sana, jadi pantes aja susah move on, ya. Kayanya memang ga bakalan puas kalau 2 hari doang dan layak visit ulang dengan waktu yang lebih lama. Tapi mudah-mudahan pas ke sini lagi dinding kamar hotel nya udah kedap, ya, biar lebih privasi.. hehe
20 Februari 2026 ● 18:16administrator
hahahhah susah kalau itu mas ;p… at least aku udh tahu, kalau kesana ama suami, jgn sampe pake suara laah wkwkwkwkwkkw
24 Februari 2026 ● 05:54MZ
nice dan cozy sgt tempat ni! pics semua cantik2 🙂 MZ singgah dan nak ucap selamat berpuasa utk fanny sefamili!
21 Februari 2026 ● 06:58administrator
selamat berpuasa jugaaaa kak suz ^o^. lancar sampai akhir yaaaa
24 Februari 2026 ● 05:56Djangkaru Bumi
Pulaunya kecil, tapi sungguh luar biasa ya
21 Februari 2026 ● 09:29Pemandangan pantai yang indah. Wah kalau soal pantai, saya sendiri dah bosan. Kampung saya dekat dengan pantai 🙂
Kalau melancong, belum pernah mengalami ketipu atau salah tebak, kurang seru.
Saya biasa tidur di bale, papan bambu. Jika tidur di kasur, badan pegel pegel.
administrator
cakeeep mas pulaunyaaaa…. aku aja sampe betah ;p.. dan ga panas,.. padahal kan pantai identik panas yaaaa
24 Februari 2026 ● 05:47Nona
Subhanallah..Indahnya views. Ada tiga warna ye air laut tu…Ya..Nona pun pening kalau naik boat lama sangat…Huhu..Ok la bayar mahal tapi laju Dan cepat sampai…
Bagus dapat tempat yang nyaman.Dinding tak kedap bunyi..Okay je kalau takda yang lebih dahsyat atau bising bunyiknya..hehe…
OO..Hotel tak disediakan slipper…Mujurlah bawak spare. Penting bawak selipar spare kan ✨
21 Februari 2026 ● 11:49administrator
hahahahaha dinding tak kedap suara yg penting dah tahu…. jd next saya kesana dengan suami, tak heboh sangat hahahahahahaha malu juga kedengeran sebelah hihihihihi
24 Februari 2026 ● 05:38Lala
Ikutan happy baca cerita mbak Fanny yang jatuh cinta sama pantai. Syukurlah pengalaman di Maldives beneran bikin enjoy maksimal ya.
Sebuah keputusan tepat, menginap di penginapan yang super super bikin betah. View-nya Masha Allah indah banget. Warna air lautnya, balkon ngadep ke laut langsung, aduhai.
Wow, naik kapalnya 1,5 jam itu dengan kecepatan tinggi. Lainnya bisa 8-9 jam. Keputusan yang bener sih better bayar mahal tapi cepet sampe secara kalau ombak gede bisa mabok laut banget itu.
Sepanjang jalan, air lautnya Masha Allah indah sekali. Penginapan nya juga ya, terlepas ada sedikit kekurangan so far aman banget sih. Apalagi area makan nya, jadi bisa berbaur sama tamu lain dan beneran sih bule suka tempat seperti ini, tenang dan internet aman.
Hahahahha ngakak, ada yang olahraga malam dan nggak kedap suara. Kaget pastinya pas awal denger 😅 ada-ada aja emang.
Aku yakin sih, bakalan banyak yang mau liburan ke Maldives dan wajar kalau mbak mau balik lagi tahun depan saking betah dan nyaman disana.
Ku tunggu cerita lanjutannya ya 🫶
21 Februari 2026 ● 14:55administrator
wara air di maldives ini yg aku ga habis pikir bisa sebiruu itu di semua tempat yg kami datangin…. sampe jetty di tengah kota pun biru jernih bersih… saluuut mba… gimana caranya supaya orang2 indonesia ini bisa menjaga lingkungan trutama laut juga supaya sebersih ini..
naah iya, tempat2 begini biasanya yg suka itu bule… jarang banget orang asia tenggara mau ke sini :D… kecuali yg suka antimaintream kayak kami berdua ;p.. jd asyik banget bisa mingle with bule2 di sana… mereka pun dr awal kami dtg juga ikutan welcome mba..
24 Februari 2026 ● 05:37LadyBird
hai dik… sudah lama tidak bertamu ke sini.. cantiknya pemandangan lautnya..
21 Februari 2026 ● 15:24administrator
hai kak Lady ^o^….. lamanya kakak off dari blog
24 Februari 2026 ● 05:32~uncle gedek~
Kalau uncle pun akan pilih boat yang cepat… Biar mahal pun tak mengapa. Berbanding dengan mabuk laut memang tak berbaloi!
Eh… mungkin itu bunyi orang sedang aktiviti gym dalam kamar kot Fann? Dia tak sempat ke gym siangnya… hahaha
21 Februari 2026 ● 15:59administrator
yaaa kaan uncle, saya pun lebih rela bayar mahal lah, drpd naik kapal yg jalannya dah kayak didayung manual hahahahahha
UWAHAHAHAHAHAAHHA, tak sempat ke gym siang ya uncle ;p . harus kali pake suara desahan begitu hihihihihihi
24 Februari 2026 ● 05:31Rawiwa
Alamak….kalau naik speedboat pun dah 1.5 jam. Inikan pula naik public boat 8-9 jam.. kena makan ubat mabuklah kalau macam itu. Mungkin lokal sudah biasa jadi tak ada masalah.
21 Februari 2026 ● 16:55Adoiiii… tidur dalam bilik tidak kedap bunyi memang terseksa.. akak tak pernah mengalami “olahraga kasur” tapi dengar orang bercakap² kat koridor. Memang terganggulah tidurnya.
administrator
hahahahahha, yg mau workout kasur hrs pelankan suara ;p… jgn sampai terdengar dengan tamu sebelah wkwkwkwkwkwk
24 Februari 2026 ● 05:30Heni Hikmayani Fauzia
Kebayar sih kak Fan….meski jauuuh harus melewati jalur laut selama 1.5 jam dengan pengalaman indah yang didapatkan di hotel nya. Saya bayanginnya tuh apa nanti gak akan jadi pulau tak berpenghuni yaa secara jumlah penduduk hanya 67 orang dan lansia.
22 Februari 2026 ● 03:07Saya ketawa pas baca olahraga kasur wkwk…itu pasti jadi pengalaman unik hehehe…
Asli ini service nya kereen banget nih hotel , sampai akomodasi segala diurusin sama mereka. Terus speedboat udah kaya angkot aja yaa nurun nurunin penumpang. Ternyata begini yaa kehidupan di negara kepulauan…Emang traveling itu asyiik yaa karena dalam setiap perjalanan selalu ada yang bisa dijadikan cerita.
administrator
itulaaah, ga kebayang juga kalau semua warloknya udah ga ada yaaaa…. dijadikan private resort mungkin dengan pemerintahnya 😀
hahahahah iyaaaa, speed boat udah kayak angkot di sana…. bisa anterin ke pulau2 :D… udah hapal bangetttt lokasi2 pulau kecilnya pasti
24 Februari 2026 ● 05:10Dian
Wah, seru ya mbak
22 Februari 2026 ● 08:28Menginap di pulau terkecil, nyatanya nggak mati gaya
Emang cocok untuk yang ingin menikmati liburan dengan ketenangan ya
Pemandangan lautnya juga bagus banget.
Hepi banget dari kamar bisa lihat laut yang cantik
Emang bikin kembali lagi ya
administrator
jarang2 aku mau balik ke suatu negara sampai 2x…. biasanya ini hanya utk negara2 tertentu saja, dan kebanyakan negara 4 musim…. ini negara tropis pertama hahahahhaa
24 Februari 2026 ● 05:11Indah Juli
Daku dan suami udah ngerencanain dari 7 tahun lalu ingin ke Maldives tapi belum kesampaian, hahaha.
22 Februari 2026 ● 09:51Semoga disegerakan rezekinya, biar bisa nginep juga di Tranquil Nest 🙂
Postingan Fanny jadi bikin tambah semangat buat nabung biar bisa ke Maldives.
administrator
ayuuuuuk mba injul…. kalau kesini pilih pulau2 yg kecil, pulau lokal, biar bisa berbaur dengan warga…. kayak rakeedhoo ini asyik bangettt memang
24 Februari 2026 ● 05:12Zam
ooh.. sepertinya menyenangkan sekali.. ku rindu pantai dan hawa-hawa tropis.. 😭
anyway, Maladewa tuh negara yang populasi muslimnya cukup besar kan? ada suara azan berkumandang juga gak?
22 Februari 2026 ● 14:10administrator
ada mas… pas di male dan maafushi kami denger suara azan… tapi di rakeedhoo ini ga kedengeran ;p… ntah krn ga pake toa, secara yg nginep bule semua
24 Februari 2026 ● 05:22Liyon Primadani
Masya Allah. . . paket komplit banget ya mbak. jujur ngiler dan ngidam banget ngeliat pantai begitu. Rasanya pengen keceh aja gitu. lagian nginap di pulau begitu sungguh pengalaman berkesan sih itu. Insya Allah bisa ke Maldives amiin
22 Februari 2026 ● 15:43administrator
aaamiiiin…. semoga bisa kesini juga mas… maldives seruuuu sih…
ama istri kesini, minimal seminggu 😀
24 Februari 2026 ● 05:23Evi
Aku lagi cari-cari informasi tentang Maldives, eh ketemu blog Mbak Fanny. Keren ulasannya Mbak. Emang kalau yang butuh ketenangan cocok ya di sini. Itu air lautnya aduhai banget biruny
22 Februari 2026 ● 23:13administrator
waaah, kalau mau kesini pilih rakeedhoo deh mba.. seriuuuuuus baguuuus banget pulaunya…. bisa akrab dengan tamu lain jugaaa. makanan pun enak2
24 Februari 2026 ● 05:25Istiana
Eyaampun beda durasi perjalanannya banyak amat ya mbak. Kalau bedanya segitu juga aku bakal pilih bayar aja lah lebih mahal, yang penting cepet sampai, ahaha. Beda lagi kalau mau menikmtai laut ya. Siapa tau gitu emang seneng aja berada lama-lama di lautan luas, hehe.
Terus kocak juga, walaupun senang ada yang ngerti bahasa kita jadi komunikasinya lebih lancar, tapi jadi gak bisa gosip atau ngomong macem2 juga jadinya pakai bahasa Indonesia, ahaha.
Terus lagi, duh kalau penginapannya gini juga kayanya seminggu bakal betah banget yaa. Fasilitasnya nyaman, servisnya oke, mana baik banget ada yang digratisin, huaaah. Pantes pada betaahh ini siih. Ah fix aku kalau kapan2 ke Maldives mesti ke sini pokoknya! 😀
23 Februari 2026 ● 06:07administrator
itu diaaa mba… kalau beda cuma 1 jam, aku msh terima yaaa, tp kalao sampai 9 jam hahahahaha, no tx laaah ;p.
kesini deh kalian berduaaaaa ^o^ pasti sukaaaa…. acho and team nya ramah, turis2 yg nginep kemarin itu juga baik2 bangettt… jd cepet berbaur kaminya juga
24 Februari 2026 ● 05:27Ujie Othman
Naik speed boat pun ambil masa 1.5 jam. Memang jauh sungguh pulaunya dari bandar utama.
Menarik hotel Fanny menginap nih, kecuali masalah tilam agak keras dan bilik kurang kedap bunyi 😅. Tapi setakat beberapa malam untuk suasana sebagus ini, masih boleh diterima.
23 Februari 2026 ● 08:28administrator
itulah kak… lumayan jauuuuh hahahaha… untunglah saya tak mabok laut ;p…
saya memang suka pakai kasur yg agak keras, utk kesehatan punggung soalnya… jd ga ada masalah dengan kasur di sana
24 Februari 2026 ● 05:28Lia Yuliani
Suka sekali liat lautnya yang jernih, bersih, biru kehijauan. Minusnya stay di Tranquil nest Rakeedhoo island ini tertutupi dengan semua kelebihannya ya, Mba Fanny. Pulau terkecil di Maldives yang aku suka banget lebih private, nggak terlalu ramai banyak orang, penduduknya aja sekitar 60an orang. Lebih suka kita ikut berbaur sama warga lokal ya. Pada ramah-ramah biasanya. Seneng deh bisa ketemu staff yang ramah dan baik, ada juga warga Indonesianya yang jadi staff di sana. Mupeng banget pengen ke sini juga Mba.
23 Februari 2026 ● 09:42administrator
minusnya jd ga ada apa2nya krn tertutup dengan plus pointsnya yg banyak mbaaa ;).. memang best banget stay siniiii… aku aja udh kangen pengen balik lagi ke sana 😀
pulau kecil, betul2 utk healing sih kalau yg dicari ketenangan
24 Februari 2026 ● 05:07kolin
wei…my wish list ni. teringin sangat nak pi. soon insha Allah
23 Februari 2026 ● 10:21administrator
aaamiiin… semoga bisa segera ke maldives kak 😉
24 Februari 2026 ● 05:04Bidasari
Menarik sungguh hotel ini Fanny. Betul lah kata Fanny kalau duduk sebulan di tempat sebegini pun bisa aja sebab suasananya awesome banget, semua fasilitas tersedia, banyak aktiviti yang boleh dipilih, menu makanan seru, layanan kelas A.
23 Februari 2026 ● 10:25Kalau KSarie yang introvert ini memang suka tempat sebegini.
Bila ada rezeki 1 hari nanti hendak ke sini, KSarie mahu menginap lama.
Salam Ramadan untuk Fanny sekeluarga
administrator
minimal seminggu kak…. krn memang best sangaaaat suasananya… betuuul, cocok untuk tipe orang yg introvert 😉
24 Februari 2026 ● 05:03Antung apriana
Wah beneran cakep banget maldives ini dan Hotelnya Pelayanannya oke banget, ya, mbak. Mana bayarnya bisa pas datang jadi lumayan kan ya misal nggak jadi uang nggak melayang.
23 Februari 2026 ● 14:03administrator
tapi kasian sih kalau sampai cancel… aku berusaha yg begini jgn sampai dicancel 😀
24 Februari 2026 ● 05:00Tukang Jalan Jajan
Definisi liburan yang benerannnnnn mencari ketenangan dan kebahagiaan. Beneran cocok untuk menghabiskan waktu berdua bersama pasangan.
23 Februari 2026 ● 15:34kalau dari harga dibanding kurs rupiah saat ini hehehehehehehehehehe mayaaaan yesss… tapi sebanding dengan keindahan dan kenyamanan yang ditawarkan
Dulu aku pernah ke Maldives cuman nginepnya di rumah temen sesama couchsurfing…. kepulau cuman buat maen doang, ngga nginep. pokoknya liburan sekelas backpacker deh. tapi lumayan banyak memahami budaya lokal yang ternyata beberapa cukup bikin kaget dan diluar dugaan hehehehe
overall seruuu yah kak
administrator
ooohhhhh mas dodon pake CS dulu yaaaa. aku belum pernah nih ngerasain nginep di cs sampai sekarang, ga berani hahahahaha…
kliatan mahal ratenya, tapi kamikan berdua ;).. jadi semua biaya itu di sharing mas… makanya berasa ringan 😀
pernah ditulis cerita2 maldivesnya mas? seruuu pasti
24 Februari 2026 ● 04:59Fenni Bungsu
MasyaAllah PIC nya baek kali Kak Fan udah bantuin booking duluan itu boat. Jadilah semringah di wajah yak, yang tanpa ada lagi rasa sesal di kemudian, ceile hehe.
Ada kok di peta Kak. Cuma ya tergantung petanya, ada yang nayangin dan yang kasih kayak titik gitu huhu.
Kebayang itu muter²in di tempat selama 10 menit dapat semua. Kek daku jalan ke pasar kayaknya nih dari rumah. Eh tapi nggak adakalanya bisa lebih dari 10 menit, karena sebelum ke pasar kadang daku mampir dulu beli kue pukis wkwkwk.
23 Februari 2026 ● 19:38administrator
tergantung skala petanya ;p
itulaaaah, kalau jogging pun, ga tercapai ini target jalan yg biasa hahahahha, saking pendeknya rute ;p…. harus kliling pulau 10x kayaknya ;p
24 Februari 2026 ● 04:58Alienda
Bersih banget pantai dan lautnya ya Mbaaa.. Duuh.. Ini definisi healing sesungguhnya sih menurutku. Wajar deh kalau ada rasa berat pas mau checkout.. Apalagi staf yang pelayanannya ramah begitu ya Mbaa. Berkesan dan auto pengen balik lagi pasti. Walau yang minor-minor seperti flush pasti cukup ganggu, tapi jadinya ketutup banget harusnya.
23 Februari 2026 ● 21:45Aku udah bisa ngebayangin gimana santai dan syahdunya bisa baca buku sambil liat pemandangan laut lepas seindah itu…
administrator
nah iyaaa, seandainya punya waktu lebih lama, aku bakal puas sih baca buku sambil nikmati anginnya… apalagi di sini banyaaaak spot baca nyamannya mbaaa ^o^ …
ketutup bangetttt semua minus poinnya 😀
24 Februari 2026 ● 04:56Dyah Kusuma
Wah seru banget pengalaman menginap di Tranquilnest Hotel, tempat yang pas untuk menepi sejenak dari hiruk pikuk dunia. Beneran slow living ya di sana. Sepertinya akupun bakalan betah apalagi itu pantai nya bersih banget. Air laut nya pun jernih, langsung ke laut lepas ya itu
24 Februari 2026 ● 05:34administrator
sebenernya bukan laut lepas sih mba… krn maldives ini kan di kelilingi atol…. jd lautnya lebih tenang, ga berombak besar .. so mau berenang aman bangettt
24 Februari 2026 ● 05:59April Hamsa
Wah jadi udah pengalaman kalau ada fasilitas penjemputan dari penginapan sebaiknya ambil aja daripada gambling harga taksi ya mbak. Noted nih 😀
Ya ampun cilik banget pulaunya, keknya cucok kali buat slow living haha. Tapi kalau kyknya kehidupan bertetetangga di sana kalau ada kabar apa gitu cepet banget kesebarnya keknya haha.
Bisa2nya cuma 67 orang jangan2 masih pada kerabatan hehe.
Owh jadi pilihan kapalnya tu ada yang public boat adapula yang emang khusus dibooking ya mbak? Plusnya jalannya nggak lelet. asal aman aja sih mending naik itu aja buat hemat waktu juga ya dan gak kelamaan di laut hehe.
Wah si bapak yang angkut tas di pulau ternyata pernah tinggal di Malaysia yaa.
Jadi bisa paham2 dikit bahasa Indonesia yang mirip2 bahasa Upin Ipin ya hehe.
Kamar hotelnya lumayan banget ya mbak fasilitasnya. Sesuai keinginan juga ACnya adem hehe.
Turnya juga lengkap banget tinggal pilih yang disuka mau melakukan aktivitas apa.
24 Februari 2026 ● 06:19administrator
iya mbaaa…. jd kalau ditawarin hotel nya mau dijemput atau ga, udahlaaah terima aja ;p.
itulaaah ge kebayang yaa tinggal di pulau sekecil itu… maianan nya tiap hari berenang ke pantai… pantes aja orang2 sini kalau berenang udah kayak ikan hahahahaha… dari bayi udah nyemplung kurasa 😀
iyaaaa, tapi kayaknya yg pake public boat cuma sedikiiit lah, atau warlok ;p… turis kecil kemungkinan mau naik.. lah wong lama bangetttt hahahaha
24 Februari 2026 ● 07:52Dedew
Berkesan banget yaa suasana nyaman, hotel indah, pemandangan cantik, makanan enak dan terutama keramahan orang-orangnya bikin betah…mupeng banget kayak dunia mimpi…
24 Februari 2026 ● 07:02administrator
bangeeet mbaaaa…. beneran sukaaa aku dengan suasana di tranquil nest ini… beneran ga rugi sih, pulau paling kecil, jauh, tapi paling seruuu
24 Februari 2026 ● 07:50Bambang Irwanto
Wah.. bahagia sekali bisa berlibur dan menginap di pulau ini ya Mbak. Karena kecil maka dengan waktu 10 menit bisa dijelajahi pulaunya. Tapi justru bisa istirahat juga memaksimalkan waktu . Kan Memang berlibur ke pulau untuk menikmati semuanya. Untuk hotelnya karena hanya 13 kamar jadi memang agak riskan kalau datang di musim liburan ya Mbak. Walau hati-hati soal privasi karena dinding kamar tidak kedap suara hehehe.
24 Februari 2026 ● 08:10administrator
iya mas…. baru kali itu aku ke pulau yg bener2 imut begini hahahahha… tp seru sih…. udah kayak pulau pribadi aja :D.. cuma jujurnya aku dan temenku langsung kebayang, pas tsunami dulu apa pulau ini kena ga yaaa… maldives itu kena tsunami 2004, tp part yg mana aku ga tahu
25 Februari 2026 ● 05:13ainun
Konsep hotelnya Industrial dan aku sukak yang modelan kayak begini.
Ruang kamarnya juga lumayan lega, dan salfok juga sama kamar mandinya yang ukurannya juga cukup besar
bisa dibilang pulau Rakeedhoo ini mungkin mirip kayak di Gili, tepatnya Gili Meno atau Gili Air yang jumlah warloknya nggak banyak.
suka juga sama konsep lantainya yang berpasir, bawaannya memang bener-bener menyatu sama alam kalau gini
24 Februari 2026 ● 22:49administrator
nah berhubung aku belum pernah ke gili gili manapun, jd ga bisa compare.. tapi memamng sukaaa deh pulau ini , secara kecil, warlok ga banyak, tapi ramah2… berasa tinggal di pulau pribadi mba 😀 … iyaaa rata2 pulau di sana pasti bagian luarnya berpasir untuk jalanan… koperku sampe rusak rodanya, krn kemasukan pasir hahahaha
25 Februari 2026 ● 04:59elzora beauty
Pengalaman dua malam di Tranquil Nest Rakeedhoo keliatan super berkesan sekali. Ceritanya bikin ikut ngerasa tenang dan pengen banget bisa ke sana juga suatu hari.
24 Februari 2026 ● 23:04administrator
aaamiiin… semoga nanti bisa kesana juga mba ;).. seru kok maldives ^o^
25 Februari 2026 ● 04:57opzzpinky
indahnya pantai..kalau pergi ke sini tak lari ya berabis berenang ja la..puas hati..
25 Februari 2026 ● 05:45administrator
hari2 selama di sana memang puas berenang kak ;p. apalagi kalau bawa anak 😀
28 Februari 2026 ● 06:28MZ
lepas baca entry fanny ni..MZ rasa Maldives memang best dan sangat cantik!! i fell in love gitu!
25 Februari 2026 ● 07:58administrator
kesinilah kak… saya jamin tak menyesal 😉
28 Februari 2026 ● 06:31Heni Rosnita
Aku jadi keinget pas nginep di salah satu kepulauan seribu mbk, naik speedboat yang super kenceng, segitu luas laut di tempuh cuman 60 menit, yang ada aku justru ga menikmati lautnya malahan sibuk doa komat kamit biar selamet 😂 kayaknya walo secakep apapun itu pantai aku ogah kalo di suruh nyebrang pulau lagi, udah 3 kali nyebrang pulau dan ketiganya sukses bikin aku berasa mau menghadap Illahi….
25 Februari 2026 ● 11:27Tapi emang cakep banget ya liat warna lautnya, udah bersih, sepi gak ada polisi, pelayanan juga ok banget, yah plus minus mah pasti adalah ya, tapi ketutup ama pelayanan dan cantiknya pemandangan di sana, emang kayaknya kalo turis yang demen suasana sunyi dan tenang kayak gini bakalan betah lama-lama
administrator
serem sih iyaa, tapi sebenarnya rugi juga kalau ga dirasain mba ;p.. aku masih excited untuk lihat pulau2 di tempat terpencilnya, jd rela deh kalau hrs naik boat lagi… drpd naik seaplane ;p… lagian seaplane hanya ke resort2 yg mahal… kalau kayak rakeedhoo ga ada sea plane
28 Februari 2026 ● 06:08Carneyz
Saya baca dengan tekun dan bersungguh2 sampai part biliknya tak kedap bunyi terus ketawa 🤣 makanya terus cancel niat ajak suami ke sini utk trip anniversary 😆
25 Februari 2026 ● 14:34administrator
tetap sesuai carneyz, yg penting pake metode senyap hahahahahhha
28 Februari 2026 ● 06:13Fuzy Hamid
wahhh hanya 67 orang penduduk di sana…pasti rasa tenang mereka kan
27 Februari 2026 ● 14:44administrator
tenaaaaang…. memang cocok lah tempat ini untuk healing spot
28 Februari 2026 ● 05:51mamatisya
bilik yg mengadap seaview mmg best..tenang rasanya
28 Februari 2026 ● 10:24administrator
betuuuul… dan semua biliknya rasa2nya menghadap ke pantai
02 Maret 2026 ● 09:39Satria Mwb
Kalau nginep di Rakeedhoo mending 2 mingguan atau sebulan kalau menurut saya karena pemandangan sekelilingnya begitu indah nyaman dan nyata. Lautnys bersih sudah pasti bikin badan kita semakin sehat jika berlama2 disana.😁😊
02 Maret 2026 ● 09:33administrator
tahun depan itu aku plannya 1 minggu nginep di tranquilnest hotel, trus 1 minggu lagi di hotel pulau yg lain mas… kebetulan si acho pic hotel tranquilnest nya juga megang hotel lain di pulau yg sama kecilnya…. 😀
02 Maret 2026 ● 09:36Suria Amanda
paling suka..bilik menghadap laut dan pemandangan yang cantik sangat..x crowded dengan kapasiti penduduk hanya 67 orang…tiada pencemaran dan yang penting healing ya fanny…
02 Maret 2026 ● 10:56administrator
rata2 semua kamar memang menghadap laut… itu bestnya, jd bisa lihat sunrise dari kamar..
sedikit sangat warga lokalnya kaaan… amazed saya… tenang sangat suasana nya
03 Maret 2026 ● 05:02Khanif
warna launtnya bagus banget mba, pengen aku kesana, mimpi… setuju banget aku pas naik speed boatnya, gpp bayar mahal dikit asal cepat sampai, dari pada murah tapi lama, 8 jam itu lama, sama kayak perjalan gw naik bis dari jawa ke jakarta 😀
02 Maret 2026 ● 11:44administrator
iyalaaah…. kalau di darat ga masalah… kalau di laut aku emoh, pake kapal kecil pula, confirm mabuk laut hahahah
03 Maret 2026 ● 05:00Amie
Tempat penginapannya cantik! Nampak selesa sekali.
09 Maret 2026 ● 11:07Melihat warna air laut biru hijau, rasa hendak terjun menyelam! Beruntung Fanny dapat pengalaman berwisata di tempat begini. Syukur Alhamdulillah, segala urusan sentiasa dipermudahkan.
administrator
itulaaah, banyak-banyak bersyukur saya. tiap kali traveling even ke negara2 antimainstream selalu dibagi keselamatan dan kemudahan…
09 Maret 2026 ● 23:01duniamasak
pemandangannya bagus sekali, pengen banget kesana 😀 semoga ada rezekinya yaa
12 Maret 2026 ● 09:09administrator
amiiiin mba… semoga bisa kesini juga
13 Maret 2026 ● 08:57SN Faaezahh
Jika sebegini tempatnya, istilah yang sesuai adalah tenang, bukan bosan, hewhew.
17 Maret 2026 ● 05:31administrator
tahun depan saya nak balik ke sini, dan stay 1 minggu :D. memang tak bosan samasekali ^o^
17 Maret 2026 ● 06:11Sha Mohamed
Betullah kan.. Kalau datang ke tempat macam ini biasanya orang nak bertenang-tenang bukannya nak hiburan atapun kesibukkan.. Macam tak sesuai ja bila bubuh bosan dekat review tu..
19 Maret 2026 ● 14:05administrator
betuuuul… dari awal nak kesana, apa tak search dulu tempatnya macam apa…. tau2 malah menulis review bosan ;p…
20 Maret 2026 ● 11:52Sha Mohamed
Okaylahkan bayarannya setimpal dengan keadaan pulau dan hotel.. bayaran bot pun sesuai dengan kelancaran perjalanan ke pulau.. Betullah nak keselesaan kenalah bayar lebih sikit..
19 Maret 2026 ● 14:07administrator
betul kak… ada harga, ada rupa 😀 selagi bisa yang nyaman, yg nyaman sajalah ;p
20 Maret 2026 ● 11:51Sha Mohamed
Memang banyak plus pointnya dari minus point.. Patutlah Fanny nak ke sini lagi.. Suasana dan warganya sendiri ramah dan menyenangkan..
19 Maret 2026 ● 14:16administrator
maldives ini benar2 melebihi ekspekstasi saya ^o^.. kalau tahu laut nya sebagus itu memang dah lama kesana ..:D
20 Maret 2026 ● 11:49