KULINER SIPIROK: MAKAN SUP TULANG SUMSUM DENGAN VIEW GUNUNG DI RUMAH MAKAN SIANG MALAM ~ Setelah checkout dari hotel Natama Syariah, kami langsung meluncur ke next destination untuk sarapan.. Tempat ini lumayan terkenal dengan sajian sop tulang dan sumsum. Sudah ada cabang di Medan, yang pernah aku coba juga duluuuuu…
Naah, kebetulan melewati kota asal di mana restoran pusatnya berdiri, kenapa ga mampir kan 😚
SOP SUMSUM SIPIROK MENU LEGEND DI RUMAH MAKAN SIANG MALAM
Nama restorannya Rumah Makan Siang Malam. Tapi orang-orang lebih mengenal dengan sebutan sop Sipirok. Sipirok sendiri merupakan kota kecamatan dari kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Ternyata restoran pusat, jauuuuh lebih besar, luas dan bagus daripada cabang yang di Medan. Parkiran juga bisa memuat banyak kendaraan.
Alamat lengkap restoran ini ada di:
Jl Tarutung – Padang Sidempuan . No 19. Parsorminan
Sipirok. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara
Jam buka restoran lumayan pagi, dari pukul 8.30 sampai 20.30, setiap hari.
Dan karena datang pagi-pagi, belum ada pengunjung satupun, selain kami ber4 😁. Bisa bebas pilih tempat duduk terbaik.
SARAPAN PAGI DENGAN VIEW PEGUNUNGAN DI RUMAH MAKAN SIANG MALAM SIPIROK
Salah satu best poin dari restoran ini, adalah view nya yang langsung menghadap pegunungan dan bentangan sawah menghijau 💗. Bayangin ngopi pagi sambil melihat pemandangan secantik ini 😍
Tempat makannya sendiri luas bangetttt.. Dijamin bisa memuat rombongan besar yang mungkin melewati restoran dan tengah mencari makan. Apalagi lokasi persiiiiiis di pinggir jalan besar. 👍
bagian dalamnya luas dan bersih
ANEKA MENU KHAS SIPIROK
Konsepnya lagi-lagi sama kayak restoran Padang. Semua menu disajikan atas meja. Tamu mengambil lauk yang dimaui, dan hanya membayar sesuai yang dimakan.
Penuh 1 meja dengan aneka lauk, dan sayuraan khas Sumatera Utara. Iniiiii yang aku paling rindu 😍. Secara ga mudah menemukan tempat makan khas kampung halaman begini.
Menu yang disajikan termasuk banyak.. Jadi supaya tidak tersentuh dengan tangan-tangan kotor, aku langsung sisihin ke meja sebelah menu-menu yang tidak akan kami makan. Jadi yang di meja hanya ada menu yang kami mau saja.
Sekalian pesan juga masakan juara restoran ini, apalagi kalau bukan, sop sumsum dan sop tulang.
SEPERTI APA RASA ANEKA MENU DI RUMAH MAKAN SIANG MALAM SIPIROK?
OMG, mo nangiiiiiiiiis… Saking kangennya dengan makanan halal khas Batak 😍😍.
Saat melihat ada Daun Ubi Tumbuk, langsung teringat masa kecil.. Mama sering buat sayur ini, hampir setiap minggu.. Bukan mudah caranya, apalagi daun ubi masih ditumbuk pakai lesung secara manual… Bayangin secapek apa.
sayur ubi tumbuk, kuliner khas Batak
Rasa kuahnya pekat, santan yang gurih, lalu wangi kecombrang atau bunga kantan menjadi ciri khas kuliner Daun Ubi Tumbuk.. Saat gigi menggigit buah rimbang atau terong pipit, semburat rasa khas yang sedikit pahit tapi enak melengkapi nostalgia rasa di saat kecil. 😍😍😍💗
Seporsi Daun Ubi Tumbuk habis aku santap.
Fylly memilih 2 ikan goreng yang langsung dilahap. Berhubung menu lain banyak memakai sambal, jadi memang hanya ikan goreng yang dia suka. Sop aja ga mau disentuh 😖. Susaaah punya anak picky eater begini.
Si adek begitu melihat rendang, apalagiiiii, ga bakal melirik menu lain. Tapi aku paksa untuk mencoba daun ubi tumbuk dan sop sedikit.
Sop sumsum masih panas mengebul . Potongan tulang dengan sumsum yang tebal di dalam seakan menggoda untuk langsung dihisap. Ada disediakan straw supaya kami tak payah mengeruk sumsumnya.
lihat sumsum nya yang banyak dan gurih ^o^
Kuah sop gurih, bening, namun berasa rempah yang membuat badan hangat, dengan taburan daun bawang dan bawang goreng, menambah citarasa dan aroma.
Sop tulang iga yang aku pesan juga lumayan gede. Ini cukup untuk 2 orang. daging yang menempel di iga ga pelit samasekali. Rasa kuahnya sama seperti sop tulang sumsum.
Yang bikin kecewa 1 sih. Menu daging bakar yang juga jadi andalan di sini… Pertama kali coba daging bakar, di resto cabang Medan, itu enaaaaak banget… Makanya aku ga ragu pesan lagi di restoran pusat.
Menunya ini, berupa irisan daging yang dimasak dengan sambal giling khas Sipirok yang rasanya asam pedas segar, lalu ditambah potongan bawang merah . Sayangnyaaaaa, ntah kenapaaaaa, sambal giling yang dipakai, asiiiiiin kelewatan. Bangeeeet, kirain bakal bisa tertutup jika dimakan dengan nasi.. Ternyata ga… Gara-gara ini, aku ga sanggub ngabisin dagingnya , karena rasa asinnya juga menempel. Padahal dagingnya enak loh.
Semoga hanya kali ini rasanya failed begitu. Mungkin chef nya ga sengaja numpahin garam.
Menu terong balado, ga ada kekurangan apapun sih.. Terong dimasak sempurna, ga overcooked alias kelembekan. Jadi masih ada rasa manis terong yang alami . Ditambah pula pakai pete cyiiiiin 😍. Sukaaaaaak sangaaaat.
Untuk menu aneka juice jeruk, timun dan alpukat, ga ada komplain. Segeeeer, kombinasi air dan buah juga pas.
Dan kalian wajib mencoba KOPI mandailing yang mereka racik 💗💗. Mantaaaaap jiwaaaa beib😍😍😍. Apalagi diminum sambil menikmati view pegunungan di depan mata😎.
minum kopi sambil lihat view beginiii ^o^
FASILITAS LAIN DI RESTORAN SIANG MALAM SIPIROK
Selain tempat makan yang luas dan bersih, juga view menakjubkan di depan restoran, tersedia tempat sholat dan toilet yang bersiiiih dan terang. Keliatan kok restoran ini sangat menjaga kebersihan dapur dan sekitarnya, termask toilet.
ada foto almarhum Raja Inal Siregar, mantan gubernur Sumut yang meninggal dalam kecelakaan pesawat Mandala
Pembayaran memang belum bisa pakai QRIS, tapi boleh di transfer ke rekening owner. Total yang kami makan untuk banyak menu begitu, ga bisa dibilang murah, Rp407,000. Ga heran sih karena tulang sumsum dan iga , juga daging bakar pasti ga murah.
SUMMARY MAKAN DI RESTORAN SIANG MALAM SIPIROK
Puaaaaaaas pastinyaaa 😋😍. Terlepas dari menu daging bakar yang keasinan, tapi menu lainnya patut diacungi jempol. Ditambah keramahan dari owner yang juga ikut melayani, kami bener-bener betah makan di sana. Kalau aja ga inget waktu, mau sih duduk lebih lama menikmati cemilan dan kopi mereka.
menikmati view gunung dari rumah makan siang malam, sipirok
Jadi jika kalian berlibur ke Sipirok, atau sedang berada di kota sekitar, cobalah mampir ke Restoran Siang Malam , dan nikmati sup juga menu khas Batak halal lainnya… semoga aja saat itu rasa sambal giling untuk daging bakar ga lagi keasinan.
MZ
cantik view gunung tu! best mkn2 sambil enjoy view 🙂 sup tulang tu memang nampak sgt sedap laaa!!!
23 Desember 2025 ● 11:24administrator
ya kaaaaan, langsung rasa makanan naik berkali lipat sedapnya hahahaha 😀 . tapi memang sedaap ;D
23 Desember 2025 ● 12:29mamatisya
sedapnya sup sumsum tu…nak plak view gunung..menikmati sungguh ye
26 Desember 2025 ● 10:35administrator
memang bonus sangat….. makanan sedap, view pun cantiiiik 😀
29 Desember 2025 ● 20:38mazni
memang nampak macam nasi padang lah. sup sumsum tu, mungkin kalau di sini macam sup gearbox ya? pernah makan sup gearbox, memang dikasi straw jugak untuk sedut lemak2 tu.
wow ubi tumbuk tu dibuat manual ya patutla rasanya lebih sedap berbanding kisar!
23 Desember 2025 ● 11:44administrator
iyaaaa,di sana sebutannya gearbox yaaaa… sukaaaaa sangat saya kalau dpt yg sumsumnya banyaaaaak begini..
kalau mama saya memang tak mau pakai blender, dia kata kalau tumbuk pakai lesung rasanya lebih sedap hahahahahaha. kalau saya yg buat, memanglah cari yg gampang ;p
23 Desember 2025 ● 13:08NA
Rasanya mungkin lauk daging itu kesilapan hari itu kerana lauk lain sangat sedap. Hehe biasa manusia. Mungkin terlupa sudah letak garam makan ditambah garam. Jadi termasin tidak boleh diundurkan perbuatan itu.
23 Desember 2025 ● 12:49administrator
bisa jadi kak Na ;p… krn dulu saya coba di medan, sedaaap sangat rasanya.. tak ada pun keasinan.. tapi tak apalah. kdg chef pun bisa salah kan hahahaha
23 Desember 2025 ● 13:09anies
besar betul restorannya… kalau nak buat majlis tak payah cari dewan… kat sini pun dah cukup menampung ramai tetamu…
23 Desember 2025 ● 13:23administrator
hahahahahaha betuuuuul bisa muat banyak orang ;p
29 Desember 2025 ● 21:39anies
sy tertarik dengan kacang goreng tu. dia campur dengan ikan bilis halus tu? ke… udang halus?
23 Desember 2025 ● 13:29administrator
ikan bilis yg hakus itu kak… kalau di sini sebutnya teri medan… digoreng dulu,kacang pun digoreng, baru kasih sambal.. sedaaaap
29 Desember 2025 ● 21:39anies
fuhhhyooooo memang lupa laa diet bagai kalau ada sup sumsum hahahaha
23 Desember 2025 ● 13:53administrator
tuhlaaaaah, apalagi 1 tulang tuh, tak boleh sharing hahahahaha
29 Desember 2025 ● 21:38anies
pekat betul kopinya… kalau ada roti bakar sedap cicah sekali 😉
23 Desember 2025 ● 15:10administrator
itulaaah, sayangnya kami dah kenyang nasi hahahahaha.
29 Desember 2025 ● 21:13anies
kalau tak silap sy kat sini pun ada nama restoran Siang Malam. resto ni kepunyaan seorang pelakon terkenal… menu utama di restonya masakan Indonesia… nanti dtg sini bolehlah cuba 😉
23 Desember 2025 ● 15:16administrator
nanti saya coba… tapi pasti tak ada hubungan dengan resto ini.. sebab nama siang malam itu banyak sangat di restoran indonesia kak hahahahah … macam pasaran lah namanya
29 Desember 2025 ● 21:13khanif
view pemandangan sama view aneka makananya cakep banget… lebih prefer ke sup tulang iga, dari tampilan menggoda banget, untuk gw yang gak begitu suka aneka makanan daging 🙂
23 Desember 2025 ● 16:40administrator
kalau sup nya memang best hahahahahha.. apalagi dagingnya sedang keasinan pula, jadi pastilah si sup iga dan sumsum yg jadi pemenang 😀
29 Desember 2025 ● 21:18Dinda
Aku kalau perdagingan kurang suka mbak, kecuali yg udah dilumat halus. Hahaha.. Tapi ya sayur ubi ini mirip kayak jangan bobor bukan ya, sayur ubinya tuh yang dimasak santan kan? Aku suka banget sama sayur ituuuu. Terus makannya sama balado ayam atau ikan asap balado. Ulalala.. 🤤
Denger kopi mandailing aku jadi pengen coba. Aku penasaran sama rasanya lho. Sayang Suamiku ke Medan, sempat di bawain sama dia. Tapi lha kok diminta mertua, jadi kudu ngalah.. 😅
23 Desember 2025 ● 17:04administrator
agak beda ama bobor mba… bobor bumbunya lebih simple kan yaaa, kalau daun ubi tumbuk ini pakai kecombrang, rimbang, santannya 2 macam, yg kental dan cair, blm lagi rempah… seingetku kalau bobor ga banyak rempah dan ga pakai kecombrang dan rimbang . beda sih rasanya..
29 Desember 2025 ● 21:21Roziah @ Cie
Segar dapat minum jus tu. Daun ubi kayu ke tu? Macam masak lemak kan? Meriah penuh meja dengan hidangan macam2 ada.
23 Desember 2025 ● 19:26administrator
iya kaaak, ubi kayu… daunnya yg dipakai… miriip lah dengan masak lemak di malaysia… tp yg ini daunnya di tumbuk hancur, lalu wajib pakai bunga kantan dan terong pipit.. rempah juga banyak di pakai
29 Desember 2025 ● 21:22nuylentik
terimakasih ya teh dengan membaca blog teteh tentang jalan-jalan plus makan di tempat tersebut ku seperti ikut jalan2 walaupun secara daring hehe, ini lanjutan tulisann kmren yg bahas soal hotel hihi , sekrng kuliner nya aku bayangin dulu , siapa tahu besok lusa kesana hehe
23 Desember 2025 ● 19:47administrator
aaaamiiiin… semoga makin banyak orang2 yg bisa visit sumatera mba….
29 Desember 2025 ● 21:22Hermansyah
View-nya itu yang bikin betah, apakah restoran ini ada di ketinggian hingga punya view sebagus itu?
Kenapa ngga dikomplain kalau menu daging bakarnya keasinan, Mbak Fan?
23 Desember 2025 ● 20:00administrator
itulaah mas… aku nih tipe yg kalau ada nemu kekurangan, malas ngomong ama ownernya… lebih suka di tulis… memang ga bagus, tapi aku usahakan utk nulisnya juga bukan yg frontal ;p .
29 Desember 2025 ● 21:24Liyon Primadani
Sama kek mbak
23 Desember 2025 ● 20:24begitu melihat menu daun ubi tumbuk yang udah lama gak makan jadi teringat dulu waktu dimasakin emak 😢
menu begitu memang paling nikmat dengan view desa atau pegunungan sih, makan menu sederhanapun bisa berasa magis kenikmatannya.
administrator
yaaa kaaan… duuuuh kangen emang ama menu ini… aku aja baru bisa makan lagi kalau nanti mudik ke medan
29 Desember 2025 ● 21:38snfzh
Fanny, gambar2 kamu food hunting ni buat saya lapar bangetttt !
24 Desember 2025 ● 01:11administrator
hihihihihi main lah ke sumatera kak… wisata kuliner kalau dah kesini 😉
29 Desember 2025 ● 21:33Rahmah
Sampai hari ini sepertinya aku belum pernah makan Sumsum, Mbak
24 Desember 2025 ● 05:28Makanya aku tuh penasaran seberapa enak orang menyeruputnya apalagi pakai sedotan kayak minum jus
Hmm… view-nya bikin gagal makan dengan cepat karena makan atau minum sambil memandang bahkan pasti tanganku gak mau diem ambil tiap sudut pemandangan itu, haha
administrator
rasanya lemak2 gurih mbaaa hihihihihi… mungkin bagi yang ga biasa, agak kurang suka… krn dulu pas kecil aku ga suka juga… butuh waktuy utk bisa suka akhirnya ;p
29 Desember 2025 ● 21:33Lala
Auto ngiler ngelihat SOP sumsum dan SOP iga nya nya mba Fann 🤩🤩🤩 kebayang kuah ngaldu dan kaya akan rempah. Turut seneng karena mba Fanny bisa nostalgia sama sayur khas Batak yang dulu sering dibuat sama mama Mba. Ditumbuk? Wow amazing penasaran sama rasanya deh, pake kecombrang segala. Aku tuh kecombrang lovers hehehe.
View nya beneran cakep sekali, sarapan dan ngopi with a view banget ini sih mba Fann. Menu sebanyak itu nggak sampe 500 ribu, masih sangat worth it banget. Mengingat banyak daging juga yang di pesan.
Si adek konsisten yak suka banget rendang, Masha Allah sekali. Nah, tampilan kopi dengan cangkir seperti itu ku suka banget apalagi ini kopi khas. Kebayang aromanya pasti enak sekali. Duh, pagi-pagi dibikin ngiler sama sajian makanan yang menggugah selera 🤩🤩🤩 selalu ada saja tempat makan rekomen kalau mampir ke blog mba Fann.
24 Desember 2025 ● 06:22administrator
hahahahah kalau si bungsu memang rendang garis keras mbaaa ;p… pokoknya rendang forever.. kalau ada menu itu, yg lain ga dilirik hihihihi
iyaaa, seneng bangettt aku bisa ketemu daun ubi tumbuk… krn di jakarta memang susah cari menu ini mba.. pernah ada yg jual, eh di lapo batak, yg mana ga halal ;p
29 Desember 2025 ● 21:31Lala
Mantap betul nih si adek, konsisten dengan suka rendang. Rendang lovers maksimal.
Oalah, selangka itu ya daun ubi tumbuk ini, aku jadi penasaran sekali pengen icip pastilah enak dan nikmat apalagi proses pembuatannya juga effort sekali.
06 Januari 2026 ● 08:04administrator
langka di jawa, tapi kalau di sumatera sih mudah cari menu ini mba 😀
06 Januari 2026 ● 08:54Yonal Regen
The real nikmat di mulut indah di mata dengan makan sipirok ditambah pemandangan indahnya gunung di sana. Ini sih double combo, ya
Untungnya daging yang keasinan bisa terobati dengan kenikmatan menu-menu lainnya. Kebayang kalau yang lainnya ada yang minusnya juga, bakal ga mood kali ya makannya.
Harganya memang ga bisa disebut murah, ya. Tapi pastinya ada rasa ada harga. Dengan sop sipirok yang legend dan menu-menu andalan lainnya jadi worth it dengan harga segitu
24 Desember 2025 ● 06:52administrator
untung menu lain sedap2 ya mas :D… soalnya aku juga pernah ngerasain daging bakarnya di cab medan, dan itu enaaak. pas rasanya ga keasinan.. jd mungkin yg ini eror aja sih
29 Desember 2025 ● 21:28Fajarwalker
Kalo kata orang-orang dulu, mungkin chefnya lagi mau kawin mbak. makanya masakannya jadi keasinan, hahahaha.
Luar biasa sedap mbak, melihat deretan menu masakan yang disajikan di atas meja seperti itu. Aku seumur-umur gak pernah dapet penyajian gitu, even di nasi padang sekalipun. Yaa mungkin beda kasta warung nasi padangnya ya hahahaha
Kalo daun ubi tumbuk tuh mirip-mirip kayak daun singkong yang di warteg ga ya? Kok aku cek di wikipedia, bahannya dari daun singkong katanya.
Dulu aku sukaaa banget sama menu itu. Cuma sekarang udah stop total, soalnya udah kena diagnosis asam urat berlebih, hahaha
Liat foto outdoornya, jadi kangen kampung mbak. Di kuningan soalnya lumayan banyak resto yang ‘jualan’ view kayak gini. Yuk kapan-kapan kuningan yuk!
24 Desember 2025 ● 07:45administrator
hahahahaahha aku juga sering dibilang gitu… kalau keasinan mau nikah hihihihi
yg di warteg dimasak pakai santan , kecombrang dan rimbang juga ga? ciri khas daun ubi tumbuk itu krn pakai kecombrang, rimbang dan santan memang mas.. ditambah rempah yg lain juga sih .
iyaaa, kuningan juga beginiiii… aku seneng tuh pas ke kuningan trakhir kali.. cakeeeep dan dingin kotanya… memang pengen banget kesana l;agi mas
29 Desember 2025 ● 21:27Eryka
Cantik banget pemandangannya mba….
24 Desember 2025 ● 08:44Ini sie the real makan sarapan with the view donk hehehe apalagi makananya juga rekom banget kec daging cincang bakar nyaa yaa..mungkin chef nya lupa gak ngicipin hehehe brarti asin nya banget2 mpe kena nasi pun gak nolong yaa…
Untuk harga ya mungkin sudah sewajarnya yaa secara sumsum sama iga kan pasti mahal lah yaaa…
Tapi daerah sumbar sumut tu memang menu makanannya pasti disajikan semua di meja yaa..soalnya aku juga pernah ke daerah kabanjahe jg gt makannnya ala2 masakan padang gt 😊
administrator
betuuuuul… kayaknya kebiasaan sumatera itu memang menyajikan semua makanan ke meja langsung…. jd bukan cuma di sumbar aja..
29 Desember 2025 ● 21:12anakdomba
wah sipirok , kampung halamanku walaupun seumur hidup cuma sekali ke sana waktu masih SMP 😀
24 Desember 2025 ● 12:46administrator
uwaaaaah kampung mas frans yaaaa. jd sampai skr belum pernah kesini lagi mas…. cantiiik kotanya 😀
29 Desember 2025 ● 21:11Ire Rosana Ullail
Aku baru tahu daun singkong dibuat sayur dengan ditumbuk gitu Mbak, kebayang ada sedikit pahitnya tapi penasaran rasanya jadi kaya apa, lebih enakkah ketimbang diiris? Aku salah satu penggemar makanan berbahan dasar daun singkong soalnya.
Wah itu minum kopi Mandailing dengan view gunung sih bisa dibilang best momen banget. Aku sering pakai istilah kopi Mandailing di tulisan-tulisanku padahal belum pernah nyoba, habis aku baca-baca itu salah satu kopi terbaiknya Indonesia.
Btw aku punya kebiasaan baru nih, kalau bingung mau makan jadi buka blog Mbak Fanny buat nyari inspirasi. Habis dari foto aja sudah bisa menggugah selera. Baru liat foto sop iganya aja udah bikin selera makan naik 🙂
24 Desember 2025 ● 13:04administrator
enaaaaak mba… ga pahit kalau daunnya…. yg bikin ada sepet2 itu dari rimbang..
aku juga sukaaaa segala makanan yg dari daun singkong atau ubi… mau direbus gitu aja pun sukaa, asal ada sambal terasi yaa ;p
kopi mandailing harusnya banyak dijual di kafe2 kopi… krn memang lumayan terkenal kopi ini 😉
29 Desember 2025 ● 20:42Mulan
Memang sedap nampak semua menunya. Sayur ubi tumbuk nampak sedap. Murah ya Fanny kalau dengan sup, tulang dan semuanya. Juga view yang cantik nampak pergunungan.
24 Desember 2025 ● 14:52administrator
utk hitungan jkt, ini murah kak… tp kalau hitungannya di kota ini, termasuk mahal .. tp krn sedaaaaap, memang worth it sangat dicoba…
29 Desember 2025 ● 20:45Ezna
Nampak banyak pilihan tu. View pergunungan pun cantik dengan langit berwarna biru. Sup tulang tu makan panas-panas memang sedap la.
24 Desember 2025 ● 16:52administrator
sangaaaat kak…. apalagi kalau badan tak sehat, makan sup itu dah comfort food lah.. ditambah view cantiiik juga
29 Desember 2025 ● 20:46Asri
Langsung ngiler pagi-pagi baca ini. Sup tulang sumsum dan iganya menggoda sekali. Ditambah kopi dan pemandangan indah. Benar-benar perpaduan yang menarik.
Saya yang dari dulu penasaran itu sayur ubi tumbuk. Belum pernah makan tapi sering dibahas teman-teman yang asli Sumatra dan katanya enak.
25 Desember 2025 ● 06:04administrator
enaaaaaak mba hahahahha…. susah sih memang cari ini di jawa…. kalaupun ada yg jual, lapo gitu, kan ga halal… makanya aku juga baru bisa makan kalau mudik ke medan 😀
29 Desember 2025 ● 20:47Istiana
Foto terakhir manteeepp bangeett. Sepanjang baca, bener-bener ngebayangin makan sambil melihat view pegunungan gitu, dan terpuaskan di akhir, masyaAllah.
Baru lihat aku mbak makanan daun ubi gini, kalau dari penampakan kayak hijau pekat biasa gitu dan kurang menarik ya. Tapi kalau makanan masa kecil gini pasti bakal spesial banget sampai bikin happy.
Sayang banget rasa daging bakarnya keasinan, padahal bisa jadi makanan utama banget nih ya bareng sop sumsum dan sop tulang iga-nya.
25 Desember 2025 ● 12:26administrator
padahal yaa lucunya, pas aku coba makanan resto ini di cabang medan, itu sop nya yg keasinan mba.. daging bakarnya enaaaak… eh di resto pusat kok kebalik haahahahahhaa… tapi gpp lah, at least aku tahu rasa aslinya memang ga keasinan ;p
29 Desember 2025 ● 20:50Fenni Bungsu
Punten kak Fan, sepertinya daku belum menemukan pegunungan apa namanya. Apakah itu bukit Barisan atau gunung apakah namanya?
Btw, ada terong balado pula, waah ini sih kalau makannya dikolaboraiin dengan rendang bisa nambah deh daku. Dan hal yang paling bikin penasaran itu daun Ubi tumbuk. Keknya daku belum mencicipi ini rasanya seperti apa.
25 Desember 2025 ● 12:51Ya karena belum pernah juga traveling ke Sipirok hehe
administrator
aku juga nebaknya pegunungan bukit barisan mba.. tp sempet cari di gugel, namanya beda.. cuma krn ga yakin, aku ga tulis jadinya hahahahah .. daun ubi tumbuk ini sebenernya di medan banyak… tp tetep jauuuuh yaaaa cyiiin hahahaha
29 Desember 2025 ● 20:55Bambang Irwanto
Wajar kalau semua serba best ya Mbak. Karena kan pusatnya Rumah Makan Siang malam. Luas, besar, dan bagus. Terus tambahan view yang indah menawan bikin hati tak tertawan. Gunung menjulang dengan langit biru dan awan putih.
25 Desember 2025 ● 13:14Dari semua menu yang tersaji, saya langsung pengin sayur daun ubi tumbuk mbak. Itu ini saya juga suka bikin. Dan kadang tugas saya numbuk daun ibunya. Kalau ibu saya kadang teri. Terus dikasih kelapa parut lagii. wih mantap. Jadi itu Masakan Tanah Toraja juga. Nah kami sempat bertetangga dengan keluarga Bu Pasa dari Tator. Dan katanya. Orang Batak dan orang Tator itu bersuara hehehe.
administrator
naah ada yg bilang di sulawesi ada juga kuliner yg mirip daun ubi tumbuk batak ini ya mas… makanya aku penasaran pengen cobain.. apa bener2 mirip atau ada bedanya… yg pasti aku yakin sedap juga, soalnya aku paliiiiing suka sayur ini
29 Desember 2025 ● 20:57Imawati Annisa Wardhani
Wih, aku liat gambar es jeruknya langsung berasa segeerrr. Hehe. Pagi sore ama siang malam ini memang terkenal banget ya di Sumatera, rasanya juga udahlah nggak usah diragukan. Pernah sekali waktu ke Martapura, Sumatera Selatan, di sana pun andalannya makan di Siang Malam. Hihi..
25 Desember 2025 ● 18:56administrator
tapi kayaknya yg di sumsel beda deh mba… seingetku ini cuma di sipirok dan medan only… soalnya nama resto siang malam itu banyaaaak hahahahah , nama pasaran 😀
29 Desember 2025 ● 20:58Didik Purwanto
Makanan kampung halaman emang ngangenin. Seolah mengajak nostalgia kenangan dan lidah yang tak ternilai harganya. Apalagi menikmatinya langsung di lokasi menjadi nikmat tak ternilai. Sambil menyeruput kopi dan memandang gunung di pagi hari akan menambah syahdu santapan kali ini.
26 Desember 2025 ● 03:40administrator
hihihihih betuuuul… minum kopi di pagi hari dengan view gunung begitu, langsung betaaah aku mas
29 Desember 2025 ● 20:59Dyah Kusuma
Penasaran apakah penyajiannya di sumut dan sumbar memang seperti itu semua, disajikan beberapa menu sekaligus, nanti tinggal hitung yang dimakan saja. Selama ini tahunya hanya rumah makan padang saja yang seperti itu
26 Desember 2025 ● 05:07Btw viewnya bagus banget ya, makan sambil menikmati pemandangan gunung
Oiya perkara daging asin, chefnya mungkin lupa kalau sudah nambahin garam, terus nambahin lagi dan ga diicip dulu setelah matang, langsung aja disajikan, seandainya chefnya tahu, dia pasti malu banget dan minta maaf mbak
administrator
di sumatera rata2 begitu mbaaa… jd memang disajikan semua ke meja… yg dibayar hanya yg dimakan. udah ngerasain makan di beberapa restoran sumatera, begini semuaaa
29 Desember 2025 ● 21:00Ariefpokto
Rasa sop di Sumatera itu memang agak beda ya ntar kenapa ada semacam rempah-rempah dan bumbu yang bikin rasanya makin kuat apalagi untuk sop daging yang mantap sekali. Apalagi di rumah makan Siang Malam sipirok ini pastinya otentik dan juga bikin kesan yang mendalam
26 Desember 2025 ● 05:59administrator
betuuuul mas,.. itulah kenapa suami ku butuh waktu beberapa lama utk suka dengan sop sumatera, krn banyak rempahnya… sementara di solo, dia terbiasa dengan sop yg simple bumbu 😀
29 Desember 2025 ● 21:02April Hamsa
Idem mbak, aku kalau makanan disajikan semua gitu, aku langsung pisahin mana yang kami akan makan dan yang nggak, kadang aku minta mas/mbaknya buat ambil aja langsung kalau memungkinkan hehe.
Owalah sayang banget dikecewakan daging karena rasanya nggak sama dengan yang di resto pusatnya ya. jadi penasaran sama rasa sambal giling sipirok yang enaknya gimana hehe.
Kopi mandailingnya untungnya nggak mengecewakan yaa. Ditambah masakan lain juga enak2 aja.
Itu sumsumnya mantul banget. Disediakan sedotan juga nggak buat nyedot sumsumnya? hehe
Ooo ownernya masih suka tueun lapangan ya. Sayang pembayaran masih belum bisa pakai QRIS, tapi untungnya bisa transfer ya.
26 Desember 2025 ● 06:22administrator
iya kan, drpd terkonstaminasi tangan anak2, jd bagusnya dipisahin yg ga dimakan :D. untung masih sepi, jd bisa kami taro di meja sebelah.
aku tuh dulu coba di resto cabang yg di medan daging bakarnya.. itu enaaaaak.. malah sop nya yg asin..eh giliran makan di resto pusat, jd kebalik hahahha
29 Desember 2025 ● 21:11lendyagassi
MashaAllah… aku inget Ibukku yang bangga banget bisa haji bareng Pak Raja Inal Siregaarr.. malah sempet foto bareng dan ngobrol.
Ternyata beliau seperti di foto Rumah Makan Sipirok ini yaah.. terbukti uda berdiri sejak lama..
Memang bumbu buat makanan Sumatra, terutama sumatra utara ((karena bapak rahimahullah lama di Tangkahan Langkat, sekitar 20 tahunan))
Sangat jatuuh cinta sama makanan Sumut.. terutama rendang siiyh..
Sampai skarang, selalu rendang yang j adi fave akuuh.. walo iga juga pastinya yaa.. bikin tulang kuat jugaa.. dan banyak manfaat baik bagi tubuh jugaa..
Tapi belum pernah makan daun ubi tumbuk.
kalo di rumah makan Sumatra yang ada di Jawa, ada gak yaa??
Trakhir makan di Rumah makan padang Payakumbuah Cibubur, engga ada menu daun ubi tumbuk. Kan jadi penasaran yaa.. mirip sama sayur jukut, ga.. ka Fann??
26 Desember 2025 ● 06:43administrator
sayur jukut aku ga tau mba, jd ga bisa bandingin hahahahah..
krn biasanya ini di resto batak… kalau di jkt aku sempet tahu ada yg jual, tapi lapo hahahahahahah…. ga halal deh jadinya… aku aja baru bisa makan ini , ya kalau mudik ke medan 😀
raja inal katanya memang baiiiiiik… akupun tahu sepintas lalu aja ttg beliau…
29 Desember 2025 ● 21:09Heni Hikmayani Fauzia
Kqbita euy kak Fan nongkrong disana sambil menikmati secangkir kopi Mandailing..sedaap banget itu sambil mantengin gunung. Ah terdebes deeh.
26 Desember 2025 ● 07:03Sop tulang sumsumnya juga haduuh jadi pengen nyobaaiiin 🤩
administrator
iya mbaaaa, bikin betaaah banget kalau bisa ngopi dengan pemandangan gunung beginiiii kaaan ^o^
29 Desember 2025 ● 21:07Dedew
Luar biasa ya rumah makan ini bikin pelanggan puas, walaupun ada satu menu masakan yang keasinan tapi menu lainnya tetap juara..do daerahku daun Ubi tumbuk namanya sayur tuttu’
26 Desember 2025 ● 07:19administrator
sulawesi ya mba? kemarin itu mba ery cerita di sulawesi ada menu yg mirip sayur ubi tumbuk soalnya. aku penasaran jadinya ^o^
29 Desember 2025 ● 21:05Ujie Othman
Waahh…best ni – tempat makan bersih, pemandangan indah dan paling utama makanan sesuai selera. Yang tak kena selera cuma sedikit, boleh diterima.
Lauk ubi tumbuk tu seingatnya pernah makan di Medan. Sedap!
26 Desember 2025 ● 15:13administrator
oh iyaa kalau di medan banyak jual kak… krn medan kan banyak juga orang batak 😀
29 Desember 2025 ● 20:35Tot
Nice view! Wah… tentu sedap, minum kopi mandailing panas-panas setelah makan. Waduh… akak sudah tidak mengopi sejak semalam, bila baca entri Fanny, jadi mahu cari kopi pula.
27 Desember 2025 ● 07:57administrator
hayuuuk cari kopi kak… perlu itu supaya hidup kita lebih hidup hahaahha
29 Desember 2025 ● 20:28mrhanafi
Makan sambil menikmati pemandangan memang menjanjikan kenangan terindah…
terbaik gitu
29 Desember 2025 ● 05:53administrator
agreeee ^o^… ditambah masakan enak, memang bonus lah itu 😀
29 Desember 2025 ● 20:20Carneyz
Wah, terus teringin makan sup tulang dgn sumsum bila baca posting Fanny ni! 🤤
29 Desember 2025 ● 17:26administrator
saya puuun ;p.. untungnya yg jual sop sumsum bisa dibilang banyak kalau di sini… cuma kalau jkt mahaal dah pasti hahahaha…
29 Desember 2025 ● 19:57~uncle gedek!
Ya betul Fann… Sebab tu kalau waktu demam kesejukan, sup adalah makan yang sangat sesuai… Badan jadi hangat sebab rempahnya. Lagisatu rasanya boleh membangkitkan selera yang hilang ketika demam.
29 Desember 2025 ● 18:40administrator
memang comfort food sangaaat kan :D.. cocok dimakan saat sehat atau pun sakit
29 Desember 2025 ● 19:55Retna
Menu di situ jenis masakan padang/minang ?
01 Januari 2026 ● 00:44Terliur tengok daun ubi tu.. kalau di kampung kakak, kami suka buat pucuk ubi jadi mcm masakan r3ndang.. garing² pedas berlemak…
administrator
bukaan kak.. padang dan minang itu samaaa yaa.. ini sumatera barat… tapi makanan di sipirok ini jenis makanan khas batak, sumatera utara.. memang ada mirip ama padang, namanya juga mereka tetangga ;p.. tp beda propinsi
01 Januari 2026 ● 21:04Mochi
Halo Kak Fan. Selamat Tahun baru yaaa.. aku doakan semoga Kak Fan dan Keluarga kaka selalu sehat dan dikarunia banyak rezeki dan kebahagiaan yaa 🤗 amin
Btw aku baru dengar nama Sup Sipirok. Sebagai pecinta sop, sop ini sepertinya nggak boleh sampai ketinggalan buat nggak diicip. Coba nanti di kotaku ada nggak yaa sop ini 😂
Itu pemandangannya Indah sekali Kak Fan.. ❤️ aku baru banget pulang mudik. Kemarin sempat blognya kak Fan nggak bisa dibuka. Aku nggak tahu internetku atau apa. Tapi aku udah coba dari laptop pun sama.. hehe
02 Januari 2026 ● 15:08administrator
iya moc, kemarin sempet eror servernya.. untung temenku gercep ;p
paliiiing suka memang sup tulang begini apalagi kalau ada sumsum kaaaan ;p… seporsi harus sendiri pokoknya ;p
05 Januari 2026 ● 11:29Cuya
Sedapnya sup tulang!
03 Januari 2026 ● 06:07Lama tak makan.
Biasa kalau makan dgn soto sedap nii
administrator
saya pun tak sering2 makan sup tulang, sebab tak pandai buat sendiri hahahaha
05 Januari 2026 ● 11:04Time Traveller
Penuh satu meja lauk dihidang.. tapi cuma berempat huhuu.. memang seronok dapat rasa pelbagai jenis masakan. Apatah lagi datang seawal waktu masih lagi tiada ramai pengunjung.. pasti masakan semua masih segar diangkat dari kuali..
06 Januari 2026 ● 06:47administrator
memang mostly begini konsep restoran di sumatera,,, semua dihidang ;p… kadang jadi bingung nak pilih kan.. apalagi kalau datang hanya sedikit ;p.
06 Januari 2026 ● 07:37Ria
Ah, anak2 kamu mengingatkan akuh waktu masih kecil yang juga picky eater. Aku yakin kok suatu hari nanti mereka pasti akan mencoba dan jatuh cinta sama makanan2 ini. Cuma, emang gemesh aja ya, kan mumpung lagi di siniiii, makanan di kota gak seautentik di daerah. Walaupun bahan makanannya pasti gak murah, tapi kalian makan berempat abis 400-an, wow! Itu masih terbilang ok lah. Dapat pemandangan indah pula selagi makan dan ownernya pun ramah. Bikin tambah betah nongkrong.
12 Januari 2026 ● 14:49administrator
iya juga sih… kalau dipikir aku pun dulu picky mba.. skr aja mau coba apapun hahahahah
13 Januari 2026 ● 08:03ainun
waktu baca di awal-awal kalau rumah makan siang malam tersedia menu daging bakar, aku langsung penasaran, udah ngebayangin rasanya pasti wenak, kalau soal menu bakar-bakaran aku suka, ternyata pas mba Fanny makan, ehh ternyata keasinan.
menikmati menu sayuran atau lauk yang keasinan aja, bagi yang kurang asin, pasti ga ambil banyak-banyak.
terong baladonya ngeliatnya aja udah bikin mupeng, penasaran sama bumbu baladonya
meskipun dari segi harga totalnya lumayan, tapi worth it dengan sajian yang segitu banyak ya, dan nggak semua rasa failed juga. Viewnya juga mendukung, bikin lahap makan
16 Januari 2026 ● 07:23administrator
itu diaaa,l, sayang banget keasinan… padahal yg di medan itu enaaak daging bakarnya…
worth it banget mbaaaa, apalagi dengan tempat nyaman dan view cakep.. seandainya kami ga buru2, mau deh nginep di kota ini
16 Januari 2026 ● 12:36