KULINER SIANTAR: MAKAN TENGAH HARI YANG TERLAMBAT DI MIESO LESTARI ~ Selesai makan di Restoran Siang Malam, Sipirok, perjalanan lanjut menuju Medan. Masih panjaaaaaaaang ya say 😂. Sipirok – Medan bakal ditempuh 7 jam. Itu belum termasuk berhenti untuk sholat dan makan. Dan ternyata menu-menu yang kami makan saat sarapan pagi di Sipirok, bisa membuat kenyang hingga sore hari, saat tiba di Siantar.
Kota Siantar ini cukup besar. Tadinya kami berencana menginap 1 malam aja, secara sepupunya Raka, kepala kantor perwakilan Bank Indonesia cabang Siantar. Sayangnya saat kami datang, mas Robin sedang di Australia, berlibur nemenin istri 😁. Jadi ga bisa menginap di rumah dinas mereka.
SALAH SATU KULINER TERKENAL SIANTAR, MISO
Siantar ini punya banyak makanan khas. Salah satunya MISO, atau singkatan Mi Sop. Spellingnya mieso atau miso, sama aja sih. Jujurnya di Medan pun banyaaaak menu Miso. Tapi ga ada salahnya toh mencoba Miso yang dijual di kota tetangga 😘
Kedai Miso yang kami datangi lumayan terkenal, terbukti dari tamunya ga berhenti-henti, adaaaaa aja yang datang. Tempat ga terlalu besar, jadi memang ga bisa makan berlama-lama. Selesai makan, ya baiknya langsung bayar.
Namanya MIESO LESTARI. Berlokasi di Jalan H. Adam Malik, Siantar.
Parkiran mobil agak susah, karena memang keciiiil. Mau ga mau kami parkir jauh dari sini.
MENU YANG KAMI PESAN DI MIESO LESTARI SIANTAR
Bagusnya lagi, kedai makan ini hanya menjual satu menu, Miso doang. Ga bakal bingung memilih 😄. Tapi sebelum miso disajikan, para staff meletakkan beberapa cemilan untuk dicoba. Bayar pastinya.
Pilihan cemilan ada perkedel kentang, aneka sate kerang, telur puyuh, ceker, dan sate hati sapi. Ini enaaaak sih, trutama sate kerang 😍😍😍😍. Bumbunya itu loh, medhok , pekat, dengan rasa gurih sedikit manis. 👍. Dan meresap ke dalam daging kerang dan lainnya. Cobain deh kalau kesana 😍
aneka cemilan yang bisa dicoba bersama miso
perkedel kentang
MISO BAKSO KOMPLIT DI MIESO LESTARI SIANTAR
Tak lama pesanan kami ber-4 datang. Semangkuk miso dengan bihun, bakso, suwiran ayam, dan kerupuk merah putih yang jadi ciri khas.
seporsi miso komplit dengan bakso
Sayangnyaaaaa, kuah miso di sini kurang nendang beib.. Padahal kuah miso itu sendiri sangat menentukan apakah rasanya bikin customers fix menjadi langganan atau tidak.
Kuah Miso biasanya berempah, ada serai, bunga lawang, pala dan merica. Rasa rempah yang menghangatkan dan gurih dari kaldu ayam yang direbus lama, membuat semangkuk miso selalu jadi hidangan favorit banyak orang.
Sayangnya yang di MIESO LESTARI, SIANTAR ini, menurutku sih rempahnya kurang berasa. Ataaaaaau bisa jadi orang Siantar tidak terlalu suka yang terlalu strong di spices. Beda dengan MISO Medan yang memang lebih kuat rasa rempah.
Balik ke selera masing-masing yaaa.. Semisal kalian penyuka hidangan kaya rempah, mungkin akan cocok dengan style miso di Medan. Tapi jika menyukai rasa yang mild, kemungkinan besar MIESO Lestari Siantar ini bakal sesuai dengan lidah kalian.
SUMMARY MENCOBA HIDANGAN MIESO LESTARI SIANTAR
Walaupun bukan yang wow banget, tapi aku suka dengan rasanya. Terutama sate kerang di sana 😍😍😍😍. Cocok banget dimakan dengan miso bakso sebagai pelengkap.
sate kerangnya juaraaaak! ^o^
Harga ga mahal kok, walau aku ga ingat jujurnya.. Antara Rp20k atau Rp25k per porsi deh. Cuma yang aku inget, pembayaran masih harus cash, atau bisa transfer ke e-wallet owner. Belum bisa QRIS yaa.. Untung saat itu cash yang aku bawa masih cukup untuk membayar.
Perut kenyang, kamipun lanjut jalan lagi, menuju Medan yang hanya tinggal 1.5 jam karena sudah ada TOL dari Siantar ke Medan 😘
Minggu depan, lanjut cerita yang lain yaaa. Masih panjaaaaaaang cerita road trip Sumatera kami yang memakan waktu 17 hari 😂
PS: Untuk teman-teman yang komentar pakai laptop, dan tidak terlihat apa yang ditulis, karena font dan background sama-sama putih, bisa tekan Ctrl+Shift+r bersamaan yaaa. Supaya box commennya bisa normal . Terimakasiiiih
Omnduut
Aku setuju sama mbak Fanny, kalau makan makanan berkuah itu, utamanya adalah kuahnya. Kalau makan pindang palembang atau soto di sini, kalau kuahnya tandas sampe tak bersisa, fix artinya uenak banget hahaha. Kalau masih nyisa, berarti ada yang kurang.
Namanya unik ya miso, langsung keingat fermentasi Jepang tapi ternyata di sana singkatannya beda. Ini masih jam 9, tapi aku udah kepikiran mau nyari ceker di mana ini buat makan siang buahahaha.
Btw, lama gak mampir ke sini, tampilannya berubah. Makin cakeeeeep.
06 Januari 2026 ● 09:12administrator
betuuuul mas… makanan berkuah kalau malah kuahnya failed, jadi ga enak keselurahan… cuma yg ini bukannya ga enak sih, memang kurang sesuai di aku aja ;p.. terbukti toh yg makan masih rameee :D.. kayaknya orang siantar memang lebih suka kuah yg mild , ga terlalu strong rempahnya.
duluuu aku juga mikirnya miso yg makanan jepang.. ternyata beda banget hahahahaha…. mi sop maksudnya ;p
06 Januari 2026 ● 22:15Mochi
Kak Fan sukses bikin aku lapar lagi.. hehe. Padahal baru banget sarapan Telor Balado sama Sayur oseng sawi putih Cabe Hijau … yummm ..
Wahhh Kak Fan ngetrip ke sumatera selama 17 hari yaa. Jalur Darat lagi.. Aku lihat di google perjalanan dari Jakarta ke sana bukan jalanan yang kaleng-kaleng. hehe.
Ini nih Misonya beda ya kak sama Miso Jepang? Dia makanan khas sendiri kan ya?
Wahh kerang. Makanan favorit aku juga. meskipun belum pernah makan kalau sate kerang. Selalunya Kerang tumis aja. sama Kerang Saus Padang pas makan seafood atas meja. hehe
06 Januari 2026 ● 09:34administrator
memang bukan moc… hrs siap fisik kalau mau kliling sumatera naik mobil hahahahaha… apalagi medannya ga mudah… sempit, berkelok, trus lawannya truk dan bis.. cuma ya itu, view nya kalau lewat jalur barat, cuakeeep paraaaah, krn sepanjang jalan pantai.
beda banget ama miso jepang… kalo miso jepang kan rumput laut ama tahu,, ini mah sop pake mi bihun :D.. makanya namanya miso, mi sop maksudnya
kerang bumbu sumatera ini enaaaak sih.. aku blm nemu yg seenak ini kalau di jawa 😀
06 Januari 2026 ● 22:26Heni Rosnita
Nah aku penyuka sate kerang mbak Fanny, inget pas jalan ke Semarang mampir resto yang jualan aneka sate, sate kerang jadi pilihan aku, karena gede-gede dan uenaak, kenyal tapi mudah di gigit, bumbunya juga endul, miso itu beda apa dengan bakso ya, apa karena mienya putih kah… Kuahnya apa mirip kuah sop ya, soalnya bumbu rempahnya di atas itu mirip kuah sop sapi atau kambing yang sering di jual abang warung tenda, yang pasti kalo lagi musim ujan gini emang enak yang berkuah gitu ya hihi😁
06 Januari 2026 ● 11:45administrator
iya mba, aku juga paling suka kalau kerang dikasih bumbu medok giniii.. di jawa aku blm nemuin yg bumbunya semedok sumatera sih… biasanya lebih light. makanya kalau udh mudik medan, pasti aku puasin makan sate kerang.
miso ini kuahnya sop, tapi sop yg pakai rempah, kayak sop sumatera lah… ada diksh bakso juga, dan pake bihun . jd memang enaaak dimakan saat cuaca dingin
06 Januari 2026 ● 22:27MZ
semua nampak enak banget gitu! saya terliur bakso tu!! craving jadinya!
06 Januari 2026 ● 11:49administrator
memang wajib pakai bakso, biar rasanya lebih kick kak 😀
06 Januari 2026 ● 22:28Roziah @ Cie
Sedapnya sate tu nampak banyak perapan. Bergedil tu makan dengan soto sedapnya.
06 Januari 2026 ● 18:02administrator
perapan nya memang merasuk sangaaaat ke daging kerang kak 😀 .. dan bumbunya kuat… itu yg saya suka kalau makan sate kerang di sumatera
06 Januari 2026 ● 22:29Dahlan Satriadi
Annjaayyy!! Baru lihat gambar yang pertama gue udah ngiler , emang menu makan kaya Mieso lebih enak Pagi dan siang eeh tapi malam enak juga kok kalau kata gue mah.🤣🤣 ( Rakus Dah )
Mungkin yang bikin enak Sate kerangnya kali yee.. Kalau dari kuah sebenarnya kembali keselera aja sih mungkin di Siantar rasa seperti itu yang lebih dominan disuka pembeli.😊😊
06 Januari 2026 ● 22:28administrator
naah iya mas.. makanya aku ga bilang ini ga enak, krn yg makan aja ruameeee. so balik ke selera.. mugnkin krn lidahku dah terbiasa ama miso di medan, yg memang rempahnya kuat, jadi berasa kurang aja pas makan di siantar
06 Januari 2026 ● 22:32