Kalau ke Medan, ga usah kaget ya dengan menjamurnya aneka warung kopi (WARKOP) di mana-mana… Dan semua kebanyakan khas Aceh. Kayaknya orang Aceh banyak yang merantau ke Medan 😁.
Gimana mau heran, Sumatera Utara memang berbatasan dengan Aceh. Jadi wajar kalau banyak banget orang Aceh mencari rezeki di sana juga.
Saat aku kesana 2022, dekat rumah palingan cuma ada Pos Kupi dan Green Kupi. Eh 2025 balik ke Medan, gilaaaaaak, tiap meter ada warkop Aceh yang semuanya gede-gede banget 😍😍. Baguuuus sih, jadi banyak pilihan… Walaupun untuk pengusaha warkopnya, jadi saling bersaing untuk mempertahankan customers mereka.
KILAT KUPHI, MEDAN JOHOR
Awalnya Raka yang cobain kopi di sini, sambil nungguin mobil dicuci.. Masih inget, kami road trip Sumatera di bulan Juni – July 2025 lalu. Perjalanan road trip dari Jakarta-Medan yang makan waktu 6 hari, bikin body si Venom penuh tanah yaaaa😂😂. Dari hitam mengkilat, jadi coklat 😂. Sampai-sampai staff car wash heraan, ini lewat jalur mana sampai setebel itu tanahnya 😅.
Dan untuk mengembalikan warna asal si Venom, sampe makan waktu 4 jam 😂. Makanya Raka langsung cari tempat ngopi.
Tertariklah cobain KILAT KUPHI .
LOKASI KILAT KUPHI, MEDAN
Ternyata cabangnya ada beberapa… Yang kami coba ini cabang Kilat Kuphi dekat rumah.
Alamat Kilat Kuphi: Jalan Karya Kasih no 26E , Pangkalan Masyhur, Medan Johor.
Jam buka dari 7.30 pagi – 12 tengah malam. Cocoklah yang mau nongkrong sampe lama 😄
PAGI-PAGI SUDAH RAMAAAAAI YANG NONGKRONG DI SINI
Kami kesana buat sarapan.. Berdua aja dengan Raka. Pas nyampe, kaget, karena ruameeee bangettt 😅. Ga nyangka ini orang-orang memang sesuka itu ama kopi di sini, atau gimanaaa yaaa?
Sama seperti konsep warkop kebanyakan di Medan, di sini tuh, biasanya banyak merchant yang menjual aneka makanan dan minuman. Mirip-mirip dengan food court jadinya. Semua diwadahi dalam 1 tempat oleh KILAT KUPHI.
Ga usah kuatir soal parkiran, tempat segede ini, kelewatan sih kalau sampe parkiran kecil… Mereka ga lupa nyediain spot buat mobil dan motor untuk jumlah banyak.
Trus pas kami datang, pekerjanya juga langsung menghampiri, dan mencatat pesanan. Ga lama pula diantar. Jadi dari segi service memang top notch lah 👍👍👍
RASA MAKANAN DAN KOPI DI KILAT KUPHI, MEDAN JOHOR
Yang kami pesan:
Kopi Sanger coklat panas khas Aceh (punyaku)
Es Kopi Sanger milo (punya Raka)
Mi bangladesh (Raka punya)
Mi balap kwetiaw goreng (aku punya)
Untuk rasa? Kalau kopi Aceh jangan diragukan, selalu pekat, sedap, nendang, auto bikin melek mata. Manisnya pas, rasa coklat tidak dominan, tapi tetap berasa.
kopi sanger coklat khas aceh
Mi bangladesh mah sejenis indomie yang diracik lagi menggunakan bumbu rahasia mereka. Ga keasinan, gurih pedas. 👍
Sementara mi balap kwetiaw , juga cendrung gurih, dengan taburan scrambled egg alias telur orek 😄. Secukup rasa semuanya.
Harga pun ga mahal, bisa pakai QRIS pula.
SEDIKIT CERITA TENTANG MIE BANGLADESH
Jangan salah mengira mie Banglades itu ada hubungan dengan negara BANGLADESH. Ga ada samasekali yaaaa😂. Jadi ceritanya, di Lhokseumawe, Aceh Utara, tempat aku stayed selama 18 tahun dulu, ada 1 warung mie yang enaaaaak dan jadi langganan banyak orang.. Namanya Mie Banglades.
Dan trust me, aku aja baru tahu mie itu ga ada sangkut paut dengan orang Bangladesh, di usia 30-an ya woooooy 😂😂😂. Jadi selama ini, kalau makan mie Bangladesh, selalu dibelikan papa, takeaway, secara tempatnya jauh dari rumah.
So, zaman sekolah, aku memang ga pernah makan langsung di tempat. Cuma karena dikasih tahu namanya Mie Bangladesh, dalam pikiranku, “oh, mungkin yang buat orang Bangladesh yaa”
Barulah usia 30an, aku balik ke Aceh liburan ajak anak dan suami, trus makan langsung di sana. Ternyataaaaa, namanya itu BANGLADES, yang maksudnya, BANG LADES. Alias Abang Lades 😄😄.
warung legend, Mie Aceh Banglades
Daaaan, mie BangLades sendiri aslinya ga pake indomie kayak yang di Jakarta dan Medan. Melainkan pakai mie lidi atau mie kuning besar yang digoreng dengan bumbu rempah khas Aceh.
mie aceh Banglades di Lhokseumawe. Lama berdiri sejak aku masih kecil, dan masih surviving
Makanya tiap makan mie Bangladesh di Jakarta dan Medan, ga adaaaaa yang mirip sedikitpun dengan mie BangLades di Aceh 😂. Mie yang dipakai aja beda.. 😁.
Jadi yang belum pernah nyobain mie Banglades yang ASLI LHOKSEUMAWE ACEH , jangan heran kalau ke Aceh ternyata beda banget..
SUMMARY MAKAN DI KILAT KUPHI, MEDAN JOHOR
Sekarang aku paham kenapa Kilat Kuphi jadi warung kopi yang selalu ramai. Jujurnya dari banyak warkop yang aku cobain, Kilat Kuphi yang paling enak untuk rasa kopi dan makanan👌👍👍👍👍👍
Alasan lain, karena tenants yang berjualan di sana, sudah banyak buka sejak pagi.. Beda dengan kedai kopi Aceh lain, macam Pos Kuphi, Rencong Kuphi, Green Kuphi, mereka itu rata-rata masih banyak yang tutup. Palingan hanya beberapa tenants yang buka… Tapi kalau malam, pastinya sudah pada penuh, apalagi malam minggu.
So, kalau ingin mencari tempat kopi enak, murah, pilihan makanan banyak, sudah ready dari pagi, KILAT KUPHI ini bisa banget jadi pilihan 😉
Ezna
Kuetiaw tu nampak sedap tu Fanny. Suka kuetiau yang kering. Kalau basah kakak tak berapa suka tapi makan juga la. Lama juga waktu buka dan tutup tu.
18 Agustus 2026 ● 09:47administrator
samaaaaa. saya kalau yg kering begini sukaaa… tp kadang ada langganan saya buat kwetiaw basah, dan sedaaap.. itupun saya suka 😀
19 Agustus 2026 ● 05:22cikla shahril
wah..nampak sedap semuanya. cikla ya coffee lover ni jadi mcm kepingin pulak aihh… btw thanks sharing. mana tau ada rezeki ke sana boleh dicobain…
18 Agustus 2026 ● 10:37administrator
tak jauh malaysia dari medan kak ;).. cobalah nanti mampir… kopi di medan dan aceh ini memang sedap2 semua
19 Agustus 2026 ● 05:23linda
sama macam nama “nasi goreng cina”.. hahaha…
18 Agustus 2026 ● 12:01betul2 venom dibawa jalan.. comel betul nama timangan keretanya
administrator
hahahahaha, nasi goreng usa pun termasuk ;p
19 Agustus 2026 ● 05:24Nurul Rahmawati
Whoaa, fun fact bangeett tuh yang tentang Mie Bang Lades, alias Warung Mie punya Abang Lades 🙂
18 Agustus 2026 ● 12:33Samaaa kayak jutaan netyjen lain, aku juga tadinya menyangka bahwa ini ada sangkut pautnya dengan kuliner full bumbu ala Bangladesh, ternyata kagaaak samsek yak wkwkwkw.
Dan, kopi Aceh memang juaraaaa sik, terkenal di mana-mana. Kalo minum kopi dari warung empunya orang Aceh aselik, dijamin bakal super duper hepi!
Noted bangett, kalo mau cuss ke Medan, kudu mampir ke KILAT KUPHI. Pagi2 kelaparan gosah kuwatir yaakk, jam 07.30 aja dah buka, dan lengkaapp tenant-nya, siipp!
administrator
mungkin seandainya aku datang ke warungnya pas zaman masih sekolah di sana, aku bisa tahu lebih cepat hahahahaha
memang kopi di aceh, aku ga pernah ngerasa ada yg failed mba.. semua enak… untungnya tiap mudik ke medan, selalu mampir di warkop aceh dan rata2 rasa pun sesuai selera juga… itu yg buat susah lepas dari kopi aceh ini
19 Agustus 2026 ● 05:27Seri Kandi Tanah Jauhar
Fanny, kakak berapa kali keliru, Fanny ni minum kopi di Johor atau Medan, hahahaha. Nama tempatnya Medan Johor ya? Enaknya mengopi di sana sini kamu.
18 Agustus 2026 ● 13:13administrator
iya kak, nama tempatnya memang Medan Johor hahahahaha. ntah2 memang krn banyak orang johor di sana ;p
19 Agustus 2026 ● 05:27MZ
suspens tgk nama mee bangladesh…jauh betul datangnya tu 😉 sama lah kalau kat msia ada nasi goreng USA…lagi lah jauhhhh
18 Agustus 2026 ● 13:37administrator
hahahahha betuuuul… itupun juga… nasi goreng usa… saya pernah baca menu itu pas di sana 😀
19 Agustus 2026 ● 05:20Avi
Ooh baru tau sejarah mie Bang Lades (harusnya dipisah gini kan ya?) Kalau pakai mie kuning lebih kenyal gitu Kak? Memang harus makan di tempat asalnya agar tahu mana yang original, kebayang sedap rempahnya hmmm. Menggugah selera.
18 Agustus 2026 ● 16:42administrator
iyaaa, betuuuul… harusnya ada spasi yg memisahkan… pakai mie kuning itu memang tekstur mie nya jadi lebih kenyal.. ini yg seharusnya mie aceh… kalau mie bangladesh yg di medan atau jkt, rata2 pasti indomie yg dimasak dengan bumbu racikan mereka sendiri
19 Agustus 2026 ● 05:18Miss Mirror
Ada juga nama Medan Johor di sana ya Fanny?. Kalau di Malaysia ada juga sebuah kampung bernama Medan yg letaknya di negeri Johor.
18 Agustus 2026 ● 17:49administrator
ohhhh, di sini pun nama tempatnya memang medan johor kak… dan itu kawasan rumah saya di sana 😀
19 Agustus 2026 ● 05:16abuikhwan
saya sudah beberapa kali ke kota medan kerana terlibat dalam beberapa misi kebajikan. selalunya kami menginap di hotel madani yang berhadapn masjid raya medan. saya mempuyai bebrapa kenalan asal medan yang pernah belajar di malaysia. biasanya kami akan bertemu di Sulthan kafe, sambil menikmati makan dan minum.
18 Agustus 2026 ● 20:28administrator
hotel madani saya tahu… sulthan cafe belum pernah kesana… nanti kalau mudik lagi ke sana, boleh saya coba
19 Agustus 2026 ● 05:15Roziah @ Cie
Nampak enak semuanya tu.
18 Agustus 2026 ● 20:40administrator
kalau tempat2 warung kopi seperti ini di medan dan aceh, confirm rata2 enak
19 Agustus 2026 ● 05:14Carneyz
Bila baca entry yg ini, saya akui ada 2 salah faham saya. Pertama, Johor itu, saya fikir kamu ke Johor Malaysia lagi menikmati sarapan. Yang kedua, mie Bangladesh tu saya ingatkan asalnya dari negara Bangladesh 🤣
Kopi + coklat itu kelihatan menarik ya. Rasanya sama tak dengan mocha?
18 Agustus 2026 ● 20:53administrator
tak sama…. yg ini rasa kopi masih tetap berasa, tapi coklatnya tetep ada… kalai mocha itu kebanyakan yg saya rasa dia pakai perisa, jd bukan coklat asli yg di mix..
19 Agustus 2026 ● 05:14Kakmim
sy pun macam carney, ingatkan fanny ke johor… dan sy ingat mee tu dari asalnya bangladesh.. hihihi…
19 Agustus 2026 ● 07:22administrator
hahahahaha di medan pun ada nama kota medan johor ;p
hihihihi si abang lades nih bisaaaa aja buat nama yg eye catching ;p
21 Agustus 2026 ● 08:01Fajarwalker
Gak heran aku mah mbak. Wong di Jakarta aja menjamur Warkop sama Warmindo, itu rata-rata dari kampung halamanku kok orangnya. Alias orang Kuningan Semua, hihihi.
Begitulah, namaya rezeki kadang harus dicari, even kudu merantau jauh dari rumah.
Eh ini Kilat Kuphi itu sistemnya tenant ya mbak? Kukira dia tuh satu brand sendiri gitu.. Tapi ternyata lebih ke pujasera ya?
Liat kwetiawnya jujur ngiler mbak. Mana aku bacanya pagi-pagi pulak, dengan di hadapanku cuma ada MBG sisa anakku yang ga dimakan. Hadeuh, hahahaha
Aku pernah baca sejarahnya mie banglades ituuu.. Makanya sekarang diangkat sama Indomie buat jadi varian rasa khusus kan ya. Mie Goreng Banglades’e
19 Agustus 2026 ● 10:39Tapi teteup si, emang mie nya beda jenisnya dari awal. Jadi kudu kesana dulu nih biar tau gimana tekstur aslinya, hihih
administrator
iyaaaa, warkop di medan rata2 pake sistem tenants mas… jadi owner nya cuma sediakan tempat. dan ini banyaaaak yg begini..
mie banglades asli sih memang mie aceh sebenarnya ;p… cuma kayak di padang aja, mana ada restoran padang di sana, pasti diksh nama pake nama lain atau nama owner ;p
di aceh juga gitu.. ga pake embel2 mie aceh.. udh tahu orang2 itu mie aceh ;p
21 Agustus 2026 ● 08:03Fenni Bungsu
Dari situ jadi kenalan ya nama-nama kuliner nusantara, apalagi yang notabene kulinernya adalah perantauan (bukan orang doang yang merantau, kulinernya juga haha)
Warung atau Nasi Padang, eh di Padang ga ada, tapi kota lain ada.
10 September 2026 ● 17:23Warung Tegal. Alias Warteg, di Jakarta rame, tapi daku kurang paham apakah di Tegal ada atau nggaknya, karena belum pernah ke Tegal huhu
administrator
makanan begitu kalau di kota asalnya ga mungkin di sebut pakai nama kota ;p… lah memang udah asal sana.. jadi pasti namanya lain, atau pakai nama owner..
11 September 2026 ● 06:46Retna
Haha ok oppsss masa baca tajuk, igt kamu ke johor
Pastu baca isi, mi bangladesh, sama kakak igt org bangladesh yg buat haha
Macam² nama ya… tp liat rupa mi nampak sedap lho… ini mmg ada di medan aja ya?
19 Agustus 2026 ● 10:51administrator
tak laaaah, saya pasti lapor ke kak lin kalau ke johor hahahahaha
kalau mie banglades yg asli di aceh kaaak.. medan aja tak adoo ;p… yg di medan itu versi murah pakai indomie ;p
21 Agustus 2026 ● 08:03Ummi Aish
nampak menarik mee bangladesh tu
19 Agustus 2026 ● 13:26administrator
sedaaap kak 😀
21 Agustus 2026 ● 08:04eryka
Aku pikir tadi cuma satu warung gt aja mba ternyata semacam foodcourt yaa jadi banyak pilihannya…
Mie banglades ini memang banyak nya di luar jawa terutama medan aceh ya mba karena ternyata memang asalnya dari sana..kalo di solo sini sepertinya gak terlalu banyak, yang ada mie nyemek dan menurutku nie juga mirip2 sama mie banglades sie tapi mungkin ada bbrp bumbunya yang berbeda..
Wahahaha aku juga baru tau kalo banglades ini singkatan dari bang lades…aku mikir kenapa namanya banglades singkatan dari apa gt hehe,,,ternyataa,,,:)
19 Agustus 2026 ● 13:38administrator
iyaaa jd konsepnya pujasera mba.. owner cuma sedia tempat.
mungkin krn rasa mie nya rempah bgt, makanya ga sesuai ama lidah solo 😀
hihihihi, mie di aceh memang seringnya pakai nama pembuat.. jd ga ditulis itu mie aceh
21 Agustus 2026 ● 08:05IkeLawbers
Aku juga tadinya mikir mie BangLades itu org Bangladesh yang masak mba, eh taunya itu nama pemiliknya hehe..
Dan, yang aku tertarik adalah kwetiau nya mba..
19 Agustus 2026 ● 16:06sedep…BTW kopinya juga wow..
administrator
mbaaa tadi aku mampir ke blog nya udah ada tulisan baru yaa? blm sempet baca , baru liat judul.. ntr aku mampir 😉
hahahaha itulah si abang lades memang bisaaa aja kasih nama ;p
21 Agustus 2026 ● 07:51Sis Lin
Okayyy jika ada ke Medan, pasti ku cari semuanya ni, sebab di sana kalau tak pandai, susah nak cari makannya..
20 Agustus 2026 ● 10:17administrator
sebenarnya gampang cari yg halal di medan kak.. krn udah banyak juga.. kalau kedai kopi begini rata2 halal.. dan banyaaaak banget
21 Agustus 2026 ● 07:58lendyagassi
Kilat Kuphi itu filosofi namanya karena pelayanannya yang super kilat kah, ka Fann?
Seneng sama tempatnya dan menunyaa.. aku baru tau salah satu jenis kopi Aceh itu namanya Sanger yaah.. sekilas mirip nama Bali.
Aku kirraa.. ka Fann gak mau kopi ala bapack bapack ((kopi anget di cangkir dan tatakannya)), hehehe..
Kalo ala warkop tuh.. selalu ditiriskan dulu di piring kecilnya yaah.. tapi lihat video Lunmay minum kopi, sedeepp jugaa.. ((pake atraksi dibalik dulu cangkirnyaa))
Makanannya juarraaa~
20 Agustus 2026 ● 10:22Dari dulu penasaran banget sama Mie BangLadesh yang auten.. karena di Bandung juga mie-nya pake mie indomie.. dan emm, yuyur.. kek no beda sama yang aku masak siih yaa.. cuma dibuat sedikit nyemek sama rada pedes.
administrator
hahahaha bisa jadiii mba len ;p.. makanya pake nama kilat yaa ;p
sanger itu singkatan, Sama-sama ngerti… krn ada campuran coklat tadi.. ini biasanya ditujukan untuk orang2 yg uangnya pas-pas an, dan ga bisa beli kopi premium.. makanya kopinya pakai campuran ;p
kopi tebalik juga enaaaak.. tapi aku susah minumnya.. yg biasa ajalah
kalau mau coba yg asli, memang hrs dtg ke aceh hahahaha
21 Agustus 2026 ● 08:00Lala
Kilat Kuphi ini beneran sesuai namanya, sangat kilat atau cepat pelayanannya. Pelanggan sampai, catat pesanan, lalu tak lama berselang pesanan tiba 💯 juara banget. Salutnya lagi, area parkirnya tuh luas dan ternyata tempat makannya juga luas. Terlihat dari hasil jepretan mba Fanny nih.
Aku jadi penasaran ingin mencicipi semua menu yang di pesan. Mie Bangladesh iya sih aku sempat kepikiran kirain yang mengkreasikan itu orang sana. Padahal warungnya ada dimana-mana, di Bogor pernah nyoba. Nah kalau yang asli ORI dari asalnya alias dari Lhokseumawe, tentu belum, soalnya belum pernah kesana.
Kopi Aceh emang nggak diragukan, jempolan banget. Aku pun ngakui. Misal ngantukan pas deadline banyak, udah nyari kopi Aceh aja, di jamin semaleman bisa segera mata.
Menu yang mba Fanny pesan di Kilat Kuphi ini menarik dan minumannya bikin penasaran karena kopi ada campuran coklat ya? Bener nggak? Aromanya pasti enak banget. Kwetiau nya juga nampak menggugah selera. Syukurlah buka nya dari pagi ya. Memudahkan buat yang butuh sarapan, apalagi kalau sedang liburan.
20 Agustus 2026 ● 13:16administrator
iyaaaa mungkin itu juga kenapa dikasih nama kilat ;p
aku masih tetep favorit kopi aceh dibanding kopi lain… krn memang beda sih rasanya… apalagi yg diracik langsung di aceh sana.. ga heran kalau budaya kopi di aceh itu kuaaaat bangettt.
kopi sanger ini memang ada campuran coklat… sanger sendiri singkatan dari Sama-sama Ngerti
21 Agustus 2026 ● 07:50Lala
Wah, baru tau aku kalau ternyata Sanger itu kepanjangannya “sama-sama ngerti” yaampun. Keren emang nih kopi Aceh, beneran jadi favorit nggak heran, kalau turis pun sangat suka sama kopi Aceh. Pernah kenalan sama turis di Blok M, dia orang Jepang, dan pas mau ngopi, langsung tanya kopi Aceh. Seterkenal itu kopi Aceh. Apalagi kalau minum langsung di Aceh nya yaaa, pasti tambah spesial sekali.
23 Agustus 2026 ● 06:40Hal-hal kayak gini, seringkali bikin aku makin cinta sama Indonesia meskipun akhir-akhir ini lagi dibuat kesal sama yang diatasnya. Semoga Indonesia kembali membaik. Semoga aku bisa explore Aceh, Medan, dan kota-kota lain di Indonesia 😇
administrator
aku juga tahunya belum lama hahahahhah… rata2 kopi aceh itu arabica… jd aku pun suka.. robusta enak juga, tp kadang nemu yg pahitnya terlalu kuat hahahahha… malah ga bisa menikmati… tapi robusta kalau dijadiin kopsus enak memang…
amin mbaaa… semoga indonesia bisa membaik lagi dan dapat pemimpin yg waras yaaa
24 Agustus 2026 ● 20:53NA
Oh Fanny ambil air kombinasi coklat dan kopi. Mesti sangat kuat rasa kopi yang ditonjolkan.
20 Agustus 2026 ● 14:33administrator
pekat dan strong kak 😉
21 Agustus 2026 ● 07:48Khanif
ini sama aja kayak fenomena kedai es teh yang menjamur di tiap pinggir jalan, khususnya di tempat gw, hampir tiap meter kayaknya ada deh tu kedai es teh :D.. memang kalo yang belom tau pasti di kiranya mie banglades dari luar yak, ternyata :D.. sekarang mah jangan percaya sama nama makanan yang aneh-aneh, memang marketing merekalah pasti
20 Agustus 2026 ● 17:31administrator
naah iyaaaa. es teh juga menjamur di mana2. tapi sebagai kopi lover aku kurang suka ama teh hahahah
iylaaaah pasti marketing untuk menarik customer ;p
21 Agustus 2026 ● 07:48Fenni Bungsu
Kwetiaw nya bikin kepengen, karena daku demen sama modelan taburan telur orek yang gerundulnya gede. Soale pernah Kak, makan kwetiaw goreng eh oreknya halus bener kek benang jahit hehe.
Persoalan mie Bangladesh, daku belum pernah nyoba. Tapi kalau ngederin namanya, keknya pernah denger. Baru yah secara kesadaran penuh pas di artikelnya Kak Fanny ini, karena baca nama menunya dan melihat bentukannya. Tahu nya mah mie aceh, karena pernah lihat, pernah di depan mata dan pernah nyobain hehe
20 Agustus 2026 ● 17:44administrator
hahahah samaaa, aku juga suka yg telur oreknya banyak begini ;p
di jkt yg versi indomie banyaaak mba… tinggal cari di warkop yg buka sampe tengah malam tuh biasanya.. tp rasa beda2 ;p.. kdg ada yg enak, kdg ya begitu laaah
21 Agustus 2026 ● 07:46mrhanafi
Suatu hari nanti kalau ada kesempatan..mau juga mencobanya terutama kopi yang enak sekali rupanya.
lepas itu makan pula dengan mie banglades…memang layan giler la tu
20 Agustus 2026 ● 20:15administrator
mantaaap sudah :D… medan ini kulinernya tak jauh beda dengan malaysia bang.. mungkin krn dekat juga kan
21 Agustus 2026 ● 07:45Dinda
Lha kok sama ya…. Aku juga awalnya ngira mie bangladesh ini dari negara Bangladesh lho mbak. Kalau di Malang tuh dari indomie di kasih bumbu racikan pedas gitu.. Tapi aku nggak berani makan. Khawatir pedasnya membara dan perutku nggak tawar.. 🥲
Tapi kalau ngomongin aceh, aku tuh penasaran sama Mie Aceh dan kopinya. Karena suami pernah dinas di Aceh sebentar dan nyobain mie aceh. Dia suka.. Dan nyoba di Malang, karena ada yg jual. Katanya rasanya beda.. 🥹
20 Agustus 2026 ● 22:23administrator
betuuuuuullll…. rasa mie aceh di jkt aja BELUM ADA yg seenak di aceh mba… secara aku 20 thn di aceh, jd pas cobain mie aceh di jkt, ya ampuuun blm nemu sih yg bikin puas… makanya aku agak jarang makan mie aceh di sini… rasanya ga sama, ga seenak aslinya di aceh sana. mungkin memang ada bahan2 yg susah dibawa ke jkt .
21 Agustus 2026 ● 07:44Didik Purwanto
Beda tekstur bgt nih mie Bangladesh dgn mie Aceh ya kak. Menurutku loh ya.
Aku kaget kirain mienya tuh hitam bgt. Dan dibikin agak nyemek oleh org Bangladesh
Ternyata aku ketipu sodara. Yg jualan jg org Aceh yg merantau ke Sumut. Mienya ku kira jg mie instan biasa gt. Tinggal kasih rempah dan bumbu khusus.
Wajib cb nih kalo ke Medan dan nongki di Kilat Kuphi Medan. Makin ngiler aja nih gw kalo lihat makanan menggiurkan gini.
20 Agustus 2026 ● 22:37administrator
memang beda mas… aslinya ga pake indomie ;p
tapi yg di medan mah, ga sama ownernya.. itu cuma kreatifitas lokal aja, apalagi rasa dan tekstur pun beda. cuma yg di kilat kuphi ini itu memang indomie yaaa
21 Agustus 2026 ● 07:42Tukang Jalan Jajan
ealaaah hampir salah baca, rupanya bukan sangar tapi sanger hehehe… sepertinya kegemaran ngopi kurleb Pontianak nih. Apalagi jajaran sarapannya juga banyak dan beragam.
21 Agustus 2026 ● 00:15Jadi sebenarnya mie bang lades ini emang racikan si abang yah… trade mark yang ngga pake bumbu dari bangla sama sekali hehehe asli Aceh. Setelah membaca tulisan ini semoga makin banyak jiwa yang tercerahkan
Jadi emang untuk mencari sesuatu dan mengetahui keunikannya emang lebih baik eksplore kekota tempat makanan itu berasal ya kak, sekalian nanya warlok biar makin valid
administrator
hahahahah Sanger itu sebenarnya singkatan dari SAMA-SAMA NGERTI.. sejarahnya kalau ga salah kopi untuk yg uangnya pas pas an, jadilah kopinya dicampur dengan coklat.. so ga murni kopi
hahahaha itulaah si abang lades memang surprise banget ;p.. betttul, kdg supaya tahu rasa aslinya yg seharusnya makan langsung di tempat asal
21 Agustus 2026 ● 07:41Asri Lestari
Ow… Tempatnya modelan foodcort banyak tenan gitu ya. Kirain modelan rumah makan aja.
Menarik nih. Baru nemu kopi dicampur coklat atau milo, mungkin mainku yang kurang jauh mbak. Secara sekarang udah nggak kuat lagi minum kopi. Tapi lihat ini jadi pengen ngopi lagi 😆
Soal mie Banglades aku juga pertama kali baca kupikir makanan khas negara sana. Ternyata setelah browsing bukan hahaha…
Yang asli aceh tampak nikmat sekali 🤤
21 Agustus 2026 ● 06:03administrator
iya mba, jd kayak foodcourt.. ownernya ajak beberapa merchant terkenal di medan, jualan di situ juga
yg ini enaaaak deh kopinya :D… memang ga pernah mengecewakan kalau kopi di medan dan aceh ini
21 Agustus 2026 ● 07:38arief “Ariefpokto” Rachman
Kwetiau Medan itu rasanya juara sekali dari tekstur aroma smokey-nya dan semua pendukungnya itu enak semuanya terus terang Ketika saya tinggal di Medan dan terakhir ke sana belum jaman tuh namanya mie Bangladesh jadi kwetiau medan lah yang utama dulu waktu kecil sekolah di Medan sarapannya ya ini dan belum ada tempat lain yang kwetiaunya seenak di Medan menurutku ya
21 Agustus 2026 ● 06:17administrator
iyaaa, mie banglades ini sebenernya sih mie aceh… tp yg di aceh itu kebetulan nama warungnya banglades ;p.. trus ga tahu deh malah jd menjamur walaupun banyak diubah resepnya ;p . oh mas aip pernah sekolah di medan… sekolah di mana?
setujuuuuu, kwetiaw medan itu uenaaaak bgttttt, smokeynya dpt.. bedaaa ama kwetiaw jakarta
21 Agustus 2026 ● 07:36Alienda Sophia
Mbaaaa… wkwkwk makasih banyak lho info nya.. selama ini aku termasuk yang salah paham soal Mie nyemek itu kupikir juga asalnya dari Bangladesh sana >.< biasanya kami buat dari indomi saja itu lho.. ternyata pakai mie panjang ya aslinya..
21 Agustus 2026 ● 06:54baca fenomena kedai kopi di Medan tempat sarapan di sini aku jadi ngerti kenapa pemilihan layout ruangnya kenapa besar dan blong. Ya ternyata karena ngopi pagi ini seperti lifestyle mayoritas penduduk sana ya Mba.. kerna kalau cem di sini kan buat kedai kopi kecil kecil dan biasanya instagramable karena kebutuhannya memang menarik buat nongkong dan foto foto
administrator
hahahahahaha, itulaaah tertipu dengan nama ;p.. ternyata nama owner yg pertama memang Lades hahahahah
beneeer mba.. apalagi kalau di aceh… itu budaya ngopinya kuaaaat byangettttt… makanya warkop di sana banyaaaak.. pagi siang sore mereka ngopi.. jd g penting tempat cakep, yg penting kopinya enak
21 Agustus 2026 ● 07:34Srie
Ini andaikan dekat rumah pasti kami pasti sering nongki di sini, soalnya kopinya terlihat sangat menggoda lidah. Nah saya tadi pas awal baca sempat kepikiran dengan Mie Banglades saya kira resepnya dari negeri sebrang sana (Bangladesh) ternyata bukan he…he…Btw saya masih penasaran dengan namanya kok “Kilat Kuphi” ya?
21 Agustus 2026 ● 06:55administrator
memang enaaaak bgt kopinya mba… pekat, pahit tapi masih ada manis sedikit.. kopi aceh itu jarang failed buatku
mungkin namanya kilat krn servicenya cepat ;p… kalau kuphi memang sebutan dalam bhs aceh
21 Agustus 2026 ● 07:15April Hamsa
Ngakak mie Banglades, ternyata mienya bang lades. Aku pikir dulu asal muasalnya ada orang Bangladesh yang mempopulerkan mie ini juga.
Keknya di Jakarta tu emang pernah tahu ada yang jualan mie dengan nama ini juga mbak. Tapi baru tahu gitu sejarahnya =))
Ooo jadi nggak pakai indomie yaa tapi aslinya mie khusus. Kok iso ke sini jadi indomie haha.
Owalah jadi Kilat Kuphi ini lebih ke satu lokasi dengan banyak pilihan tenant gitu yaa.
21 Agustus 2026 ● 08:15Aku keknya belum pernah minum kopi Aceh yang langsung dibikinin, kalau yang beli bungkusan keknya pernah. Baru tahu bisa dicampur minuman lain kek cokelat maupun milo. Penasaran juga gimana perpaduannya.
administrator
itulah kan, pinter kasih nama memang ;p.. lgs teringan walau dah bertahun2 hahahahah … cuma yg di jkt diganti pula ama indomie hahahaha
iya mba, jd si owner sediain tempat aja… kopi sanger itu singkatan dari sama-sama ngerti… biasanya ini utk orang2 yg awalnya ga bisa beli kopi aceh premium… jd dicampur lah dengan coklat ;p
21 Agustus 2026 ● 22:05Yuni Bint Saniro
Aku ada cerita juga soal Mie Banglades ini, Kak.
Pernah dulu, aku punya teman kerja yang anak Medan. Ceritanya, dia tuh baru kelar cuti.
Ceritalah dia pengalaman waktu mudik. Termasuk soal Mie Banglades ini.
Dalam hatiku, gila. Mie Banglades ada di Medan. Kayaknya banyakan bawang bombaynya nih. Secara kalau mamaku cerita orang Bangladesh tuh demen makan bawang bombay mentah gitu.
Ternyata bukan Bangladesh yang itu. Abang Lades tho. Hahaha…
Aku tuh salfok sama parkirannya. Luas banget. Seluas lapangan sepak bola.
Keknya, daya tarik nongkrong di sini, selain makanan juga tempat parkirnya dah.
Pengunjung nggak perlu repot cari tempat parkir. Nggak perlu buru-buru karena banyak yang mau gantian tempat.
21 Agustus 2026 ● 08:24administrator
ga pake bawang bombay mba ;p.. yg aslinya di aceh pun ga pake… yg di medan apalagi, krn pake indomie hahahahaha….
memang, warkop di medan itu gilaaaa , gede2 semua.. termasuk parkiran . bagus sih, krn owner dah prediksi kalau tempat begini pasti rame dan bawa kendaraan.. jd drpd bikin macet jalan, dia sediain juga parkiran luas
21 Agustus 2026 ● 22:07antung apriana
ternyata mie banglades nya memang beda ya sama yang ada di sini. kalau di sini juga mie-nya pakai indomie dan berkuah gitu, mbak. trus bahkan indomie sekarang juga ada rasa mie bangladesh ya apakah itu terinspirasi dari mie bangladesh asli atau banglades yang di aceh ya? untuk kopinya aku penasaran nih gimana rasanya soalnya kalau nggak salah cara minum kopi sanger ini juga beda ya sama kopi biasanya
21 Agustus 2026 ● 08:35administrator
sebenarnya ga kok… kopi sanger minumnya sama aja… tp ada yg dibuat terbalik, hanya utk cara minum yg berbeda.. aku sendiri males yg dibalikin gitu.. susah minumnya ;p
mungkin di sana lebih suka yg versi kuah yaaa.. rata2 di jkt dan medan tipe goreng mie nya
21 Agustus 2026 ● 22:09Heni Hikmayani Fauzia
Makasih kak fanny,,,,,,saya pun tadinya berpikir mie banglades itu dari negara Banglades…oalaah ternyata gabungan dari kata Bang Lades ,,,,hehehe,,,,sip,,sip paham sekarnag. Tampilan mie nya enaak sepertinya jadi pengen terbang kesana menikmati berbagai menu mie,,terutama Mie Banglades,,,,eh kuetiaw dan kopi juga mau saya coba deh,,,
21 Agustus 2026 ● 08:43administrator
kalau dah ke medan dan aceh memang enak2 lah makanannya mba :D… makanya aku ga bisa bntr kalau dah kesana ;p
21 Agustus 2026 ● 22:10Dian Kusumawardani
Kuliner khas Medan ini emmaokhas ya mbak
21 Agustus 2026 ● 08:59Di sini aku juga punya langganan. Mie Bangladesh nya enak juga
Tapi baca ini aku jadi pengen icipin kwetiau nya
administrator
enak2 kalau kuliner medan mba.. aku ama suami selalu bilang, kuliner di medan cuma ada 2, enak dan enak bangettttt hahahaha
21 Agustus 2026 ● 22:12Ujie Othman
Selaku penggemar masakan jenis mi, rasa terliur tengok hidangan Fanny dan suami. Terus rasa nak goreng mi jugak untuk makan tengah hari nanti 😀
Aduhh….lucu kisah mi Bangladesh tu 😂
21 Agustus 2026 ● 09:50administrator
itulaaah , pandai memang yg kasih nama tuh kan… sampai terkecoh orang dibuat hahahaha. nama dia pula Lades ;p
21 Agustus 2026 ● 22:14Warisan Petani
Ada nama tempat Medan Johor di sana erk.
21 Agustus 2026 ● 21:16Kalau di Johor Malaysia ni ada pekan yang namanya Seri Medan di daerah Batu Bahat.
administrator
jangan2 banyak orang sana dan medan johor sini memang saling kerabat hahahahah…
21 Agustus 2026 ● 22:25Tot
Akak sama dengan beberapa teman yang mengomen di atas, ingatkan Fanny mengopi di Johor. Hehe.. Sedapnya tengok kuetiaunya, Fanny. Eh, kopi panas kok diletak dalam cawan tanpa pemegang gitu. Di sini juga ada satu cafe serve kopi panas dalam gelas kecil tanpa pemegang. Akak rasa macam kurang puas pula minum, sebab saiznya. 😀 Tapi nampak strong kopinya, dari gambar.
22 Agustus 2026 ● 17:33administrator
kalau di aceh trutama memang seperti itu gelas nya kak… krn kopi begini tidak dimaksudkan utk lgs diminum, melainkan tunggu dulu… trus kopi begini seringnay dituang ke tatakan piring kecil di bawahnya, supaya semakin cepat dingin… atau diterbalikkan …makanya kebanyakan kopi di aceh ga pakai gagang gelasnya
24 Agustus 2026 ● 21:03Elsa YellowLife
waduuuh waduuuhh
ngiler puol lihat mie dan kwetiauw nyaaaaa
pasti enak banget
22 Agustus 2026 ● 19:44administrator
enaaaak mba….. kuliner di medan itu kalau aku dan suami bilang mah, cuma ada enak dan enak bangettttt hahahaha
24 Agustus 2026 ● 20:58Mazni Munawar
kopi acheh tu sebab campur coklat, rasanya macam minum mocha la ye?
22 Agustus 2026 ● 22:07laaahh saya pun fikir mie resipi dari bangladesh. rupanya abang Lades xD btw nampak sedap sebab mee nya basah2 gitu
administrator
hahahahahha bang lades memang kreatif lah kasih nama ;p.. sampai dipakai bertahun2 nama menu nih
24 Agustus 2026 ● 20:56Dawiah
Yaa salaam ternyata itu to arti mi Banglades, dari kata Abang dan Lades. Lucu juga yah.
Soal kopi Aceh, saya pernah dapat oleh-oleh dari teman. Memang enak kopinya. Kalau diracik di warung kopi Aceh pasti
Lebih nendang rasanya.
Sayang, di Makassar saya belum pernah ketemu warkop Aceh. Apakah mungkin karena kejauhan yah? Makassar – Aceh harus transit di Jakarta dulu.
Kilat Kuphi ini pakai prinsip, bangun cepat, buka warung cepat biar rezekinya tidak dipatok ayam. Kalau tenan lain belum buka yaaah pasti pelanggan larinya ke Kilat Kuphi.
23 Agustus 2026 ● 18:06administrator
yg kasih nama berhasil bikin banyak orang keliru hahahaha… bertahan lama sampai skr pula mie nya..
sayang juga di sana ga ada warkop aceh ya mba.. memang enaaaaak kopi aceh itu.. apalagi kalau mba cobain lgs di sana yaaa, beuuugh masuk aja sembarang ke kedai kopi, semua enak mba…
bagus juga filosofi cafenya ;p.. kilat, krn memang servicenya pun cepat, termasuk jam buka hahahaha
24 Agustus 2026 ● 11:19anies
kalau berniaga sesama warganegara tak apa
23 Agustus 2026 ● 18:11jgn ada orang asing or pendatang haram yg berniaga
haaa tu boleh bikin marahhh kalau mereka berniaga secara haram kannn
administrator
betuuuuul…. di sini pun lagi ramai kaum Rohingya yang lama2 menyusahkan 🙁
24 Agustus 2026 ● 11:15anies
terkejut sekejap
23 Agustus 2026 ● 18:28medan johor?
tadi rasanya macam kat sumatera kenapa ada kat johor pula?
hahahha… terus teringat sejarah kerajaan riau – johor
administrator
saya pun dah lupa sejarahnya hahahahha.. cuma memang di medan ini ada wilayah namanya johor 😀
24 Agustus 2026 ● 11:15anies
jelas dan ternyata
23 Agustus 2026 ● 18:37memang pekat betul kopinya!
lebih2 lagi saiz cawan besar tu…
kalau minum sebelah malam confirm sy jadi burung hantu hahahhaa
administrator
hrs pagi2 minum ini kak ;p… kalau malam memang susah lah tidur ;p
24 Agustus 2026 ● 11:14anies
saya suka style maskan kuetiau macam tu
23 Agustus 2026 ● 18:57bila telur ditabur macam tu terasa portion banyak dan memuaskan…
memang jenis goreng kering ya fanny?
administrator
samaaaaa kak.. saya pun sukaaa yg begini…. sebenarnya ada 3 macam …. masak basah (pakai kuah), masak kering macam di atas, atau masak nyemek (kuah ada tapi sedikit)
24 Agustus 2026 ● 11:14anies
hahahhahha
23 Agustus 2026 ● 19:21mati2 sy ingat bangladesh sana tuuuu
rupanya abang lades
aduhhhh
tp bgs juga tu dia punya marketing trick hahaha
administrator
hahahahahahha itulaaah kreatif yg ksh nama nih ;p..
24 Agustus 2026 ● 11:13Bidasari
KSarie mula-mula ingatkan mee Banglades itu menggunakan resepi dari Bangladesh. Bila tengok menggunakan indomie macam eh terpelik😅Bila baca penjelasan Fanny kemudiaannya baru faham😅Mie Banglades yang asli Lhokseumawe Aceh itu nampak sedap sekali. Ada banyak pilihan di Kilat Kuphi yar. Makanannya sedap, layanannya bagus dan tempatnya selesa. Memang harus dicuba satu hari nanti kalau ada rezeki ke sana nanti.
24 Agustus 2026 ● 09:54administrator
kalau medan nih sedap2 kulinernya kak… makanya kalau dah kesana, saya pasti naik banyak kg hahahahahha.. makan saja kerjaan … itulaah, hrs coba mie banglades yg di aceh ;D
24 Agustus 2026 ● 11:11Satria Mwb
Kalau untuk kopinya semuanya sih pasti enaklah kalau menurut saya.
Dan Benar jugah mbak Mie Bangladesh sebenarnya memang nggak ada hubungannya sama negara Bangladesh, bahkan di Bangladesh sendiri nggak ada Mie.😁😆
Entah siapa pencentus nama Mie Bangladesh.😁😆
24 Agustus 2026 ● 10:53administrator
kalau kopi aceh ga ada lawan lah… memang selalu enak;)
kalau di aceh mah, kayak yg aku tulis di atas, nama banglades, krn ownernya Bang Lades.. trus disatuin jadi seolah Banglades. padahal nama orang
24 Agustus 2026 ● 21:07Mamatisya
Mi Bangladesh.. Unik namanya
24 Agustus 2026 ● 10:58administrator
itulaaah, pandai onwer kasih nama, pakai nama dia ;p… Bang Lades
24 Agustus 2026 ● 21:50Rawiwa
Aduiiii…. kesian Abang Lades.. Bangladesh pulak dapat nama😅
24 Agustus 2026 ● 14:00administrator
hahahahahah, tapi kreatif lah kak;p… memang terpakai hingga ke hari ini hahahah
24 Agustus 2026 ● 21:53snydez
jadi mie bang lades ini jadi kaya semacam franchise?
24 Agustus 2026 ● 22:29administrator
ga…. kalau mie BANGLADES yang di aceh, itu sebenernya mie aceh…. tp yg dijual di jkt, medan itu kreasi masing2 .. bukan franchise
24 Agustus 2026 ● 22:36~uncle gedek!
Uncle baru tahu ada Johor di Medan… hahhaa.
25 Agustus 2026 ● 23:51Agak ragu2 waktu membacanya….
administrator
hahahahah adaaaa uncle… rumah saya nih lah, di medan johor ;p
27 Agustus 2026 ● 09:40Mulan Ishak
Mi balap kwetiaw sedapnya sebab memang suka apa2 juga menu kwetiaw. Kopi sanger chocolate juga nampak sedap.
Oh ingatkan mie Bangladesh ada kaitan dengan orang Bangladesh. Rupanya Abang Lades 😄😄 tap memang nampak sedap mie nya.
Kalau ke Medan lagi, boleh try nanti. 😍😍
26 Agustus 2026 ● 20:07administrator
samaaa kita kak… sayapun kalau dah kwetiaw, memang sukaaa lah…
hihihihi, abang lades nih, pandai memang buat nama ;p
27 Agustus 2026 ● 09:38Lia
Demi apa aku baru tahu juga kalau mie bangladesh maksudnya mie bang lades 😭😭😭. Aku kira gaya masaknya dari bangladesh, Kak!! 🤣.
26 Agustus 2026 ● 21:33Aceh ini mirip seperti di Pontianak, dimana-mana warung kopi dan selalu ramaiii, tapi mostly bukanya sore-malam kalau di Pontianak. Kalau di Aceh, berarti cita rasa makanannya dominan gurih asin ya, Kak?
administrator
hahahahahah itulaaah, pinter bangetttt memang ownernya bikin nama, sampe bertahun2 masih bertahan ;p..
iyaaa betulll pontianak juga rame warkop kaan… kalau aceh bukanya pagi sampe malam hahahahaha… iya, lia, di aceh itu kulinernya gurih pedas kebanyakan
27 Agustus 2026 ● 09:36Ria
Tuh kan, pengetahuan baru lagi. Sebenarnya aku rada2 sus sih, emang mie di sini kurang banyak sampai mesti ada mie Banglades? Gak ngeh, kalau tulisannya itu Banglades bukan Bangladesh. Dan ngomong2, abang Lades teh saha? Populer sekali beliau 🙂
27 Agustus 2026 ● 15:12Jujurly, mie Aceh bukan yang aku suka, masalah selera aja inih. Aku juga kurang suka mie gomak. Tapi kalau kopinya, daku tertarik. tapi kayaknya mesti pagi ya… apalagi auto melekin mata. Bisa gawat kalau sore2 baru minum :))))))
administrator
hahahahaha itulaah kan… memang pinter si bang lades yaa buat nama ;p.. sampai terkecoh banyak orang ;p
krn banyak rempah ya mba? aku sendiri sukaaaa mie aceh yg dijual di aceh.. mantap biasanya… tp pas pindah ke jkt, belum nemu 1 pun mie aceh yg seenak di aceh hahahahaha
28 Agustus 2026 ● 06:34Pizzah
Pekat betul air kopi sanger coklat khas aceh tu. Menyelerakan tengok mi bangladesh tu. Hahahaha..Saya baru nak tanya ada kaitan ke dengan negara tersebut. Rupanya tidak, tapi pelik pulak kan nama negara tu juga yang diambil. Dari Abang Lades terus jadi Bangladesh bila disingkatkan. Akhirnya ramai yang salah sangka. Nampaknya kena makan di tampat asalnya baru dapat rasa yang asli.
27 Agustus 2026 ● 23:10administrator
kalau kopi aceh pastinya pekat… dan mostly enak… kakak harus datang ke aceh 😉
hahahahaha memang kreatif lah yg kasih nama nih.. bisa terkenal pula mi banglades , dan semua orang mengira mie dari bangladesh ;p
28 Agustus 2026 ● 06:24Rahmah
Kilat Kuphi apa mungkin karena mereka juga menyambut pelanggan dengan cepat, menyelesaikan pesanan juga tanpa menunggu lama… Hmm…
05 September 2026 ● 11:14Kalau lihat penampakan kopinya memang pekat. Coba mbak ke daerah Maros, SulSel. Ada kopi pekat juga mirip tetapi lebih banyak susu jadi ketika diaduk gak pekat lagi warna kopinya
Soal vibes-nya mirip sama Warkop Bening kalau di Surabaya
administrator
bisa jadi mba ;p.. makanya dinamakan kilat yaa ;D
naah aku tuh penyuka kopi dari berbagai daerah… jadinya kalau ke maros, udah pasti akan tertarik nyobain kopi khas nya mba
06 September 2026 ● 21:20Rizky Kurnia Rahman
Berarti, orang Medan dan Aceh memang suka nongkrongnya sambil ngopi, ya? Memang, sih, ngopi, nongkrong, ditambah makan mie, jadi favorit banyak orang.
Beda kalau mahasiswa dan pelajar, mereka memang sering ngopi juga, tetapi ngopinya di tempat fotokopi. Dikasih tugas dari dosen atau guru mereka.
Mungkin sekali-kali harus diajak ngopi beneran kayak di tulisan ini. Asal mereka harus dibayari juga, karena sering nggak ada duitnya. Begitulah.
06 September 2026 ● 08:13administrator
memang mas… dari dulu itu, kebiasaan orang aceh memang ngopi… makanya di sana warkop itu ada di mana2 dalam jarak berdekatan hahahaha.
hihihi keinget pas masih kuliah yaaa, sering ke tempat fotokopi ;p .
06 September 2026 ● 21:17