KULINER MANDAILING: MAKAN MALAM TERLAMBAT DI PONDOK PARANGINAN ~ Akhirnya, lanjut lagi perjalanan menujuuuuu, SUMATERA UTARA 😁. Semakin dekat dengan kampung halaman…
Setelah puas kulineran di Bukittinggi, Sumatera Barat, jam 15.30 kami bersiap meninggalkan kota ini. Jujur yaaa, saat itu udah pasrah banget, secara tujuan kami selanjutnya kota Sibolga. Yang manaaaaa, jarak dari Bukittinggi ke Sibolga itu bakal makan waktu 9 jam, 30 menit. Bayangin aja , baru jalan jam 15.30, bakal sampe semalam apa ke Sibolga 😂😂😂???
Raka udah bilang, “kita ikutin aja dulu yaaa… Kalau ternyata ga sanggub, dah lah, berhenti di kota manapun untuk istirahat”.
jalan berkelok, sempit tapi viewnya cantik sepanjang sumatera barat ke sumatera utara
eh, ada mobil plat B dari jakartaaaa ^o^
Itulah kenapa, di saat kalian memutuskan road trip ke tempat-tempat tidak terduga seperti PULAU SUMATERA, jangan pernah buat fixed itin… karena semua pasti bakal berubah di tengah jalan 😄
hiburan kami selama perjalanan, melihat aneka truk dengan tulisan lucu-lucu di bagian belakang hahaha. Tahu artinya gaa 😁? “Ga ada cinta, ga masalah. Ga ada duit, kepalaku pusyiiiiiing😄”
MEMASUKI WILAYAH SUMATERA UTARA
Pukul 18.47 kami memasuki perbatasan Sumatera Utara. Kota Mandailing Natal menjadi batas wilayah pertama. Apa yang teringat ketika mendengar kota Mandailing Natal? Sudah pasti untuk coffee lovers, kopi Mandailing tidak akan dilupakan 💖💖. Kota penghasil kopi yang sudah terkenal hingga Amerika, Jepang, New Zealand, Tiongkok dan Eropa. Pastikan kalian membeli kopi di sini jika ke Mandailing Natal. Kopi Mandailing terkenal karena tingkat keasaman rendah dan aroma floral yang terhidu dari secangkir kopi.
Di sini, kami berhenti sebentar untuk sholat Qasr magrib dengan Isya sekalian.
selamat tinggal Sumatera Barat, selamat datang di Sumatera Utara 😎
Yang bikin takjub yaaaa, sepanjang jalan kaget loh melihat banyaaaaak bangetttt mesjid besar dan megah di Mandailing. Karena sejujurnya aku pikir kota ini bakal mayoritas Kristen seperti kota lain di Sumatera Utara. Ternyata ga….
Penduduk Mandailing Natal 95% nya menganut Islam, itulah kenapa mesjid banyak berdiri dalam radius berdekatan. Bukan hanya sekedar mesjid kecil yaaa, tapi megah dan bagus.
MENCARI TEMPAT MAKAN MALAM DI PENYABUNGAN, MANDAILING
Selesai sholat, lanjut lagi. Perut sudah keroncongan sebenarnya. Tapi ntah kenapa kami putuskan untuk jalan sejauh mungkin dulu, supaya bisa mempersempit jarak ke Sibolga. Hingga akhirnya, memilih berhenti di kota Panyabungan untuk makan di salah satu restoran legend yang buka 24 jam. Hebaaaat 😄
jumpa rumah makan legend yang masih buka di Panyabungan
PONDOK PARANGINAN, LEGENDA RUMAH MAKAN DI KOTA PANYABUNGAN, SUMATERA UTARA
Menuju ke sini, jalan yang dilalui ga mudah. Gelap, berkelok-kelok, tanpa ada rumah di sisi kiri dan kanan. Ntah karena lapar, atau memang kondisi badanku yang belum 100% fit, mual banget rasanya. Sampai harus minum Antangin untuk mengatasi badan yang ga enak.
Pondok Paranginan berlokasi pinggir jalan. Lumayan bagus, besar dan luas. Tempat makannya dibagi beberapa bagian. Ada ruangan yang menyediakan meja kursi biasa, namun ada juga pondokan yang mengarah ke bawah.
area semi outdoor yang menuju ke bawah
Saat menuju pondok, terdengar suara gemuruh yang aku pikir air terjun.Ternyata ada sungai berair deras di bawah! Itu asal suara keras yang kami dengar. Gilaaaaak sih, ini kalau datangnya pas terang, pasti cakeeeeep.
ada sungai di belakangnya ^o^. Jernih, deras
ANEKA MENU YANG KAMI PESAN DI PONDOK PARANGINAN
Konsepnya sama kayak restoran Padang. Staff bakal bawa semua aneka lauk ke meja, dan kita cukup bayar yang dimakan saja. Lumayan banyaak loh, padahal saat itu sudah jam 21.00.
Menu-menu yang dihidang walau sudah malam banget ^o^
Ikan mas asap dimasak gulai jadi menuku. Beuuuugh mantaaaaap beib rasanyaaa 😍😍. Aroma smokey dari ikan asap tercium, kuahnya pekat, gurih dan sedikit pedas. Daging ikan tebal dan ga nyusahin.
Ikan mas asap alias gulai ikan mas salai, gilaaaaak enak bangetttt!
Fylly pilih ayam goreng lengkuas. Raka gulai ayam kampung dan si adek rendang daging pastinya. Habis loh dia seporsi sendiri 😂😂 Emang laper plus doyan.
gulai ayam kampung ^o^
Seriuuuus, semua makanan yang kami coba ga ada yang failed 👍👍👍👍. Secukup rasa, rempah terasa. Sayur ubi nya pun bisa dimasak lembut dan juicy begitu. Ga pahit pula.
Kalau menurutku pribadi, makanan khas Sumatera Utara, memang mirip dengan Sumatera Barat. Bedanya, menurut apa yang aku coba selama ini, kuliner Sumatera Utara lebih pedas dan pekat biasanya. Macam gulai, kuahnya lebih kental, pedas, dibanding dengan gulai Sumatera Barat.
Tapi yang paling nyenengin ya pas bayar. Total semua hanya Rp120,000 😍😍 Nikmat mana yang kau dustakan wahai manusia 😂. Minuman gratis karena kami hanya minum dari air suam yang memang disediakan dalam teko air.
Malam itu, kami bisa melanjutkan perjalan dengan perut kenyang, hati riang dan dompet tetap kembang 😍😂😂.
PS: Berharap sangaaaaaat, Pondok Paranginan ini selamat dari longsor dan banjir yang terjadi di Sumatera Utara 😭. Karena yang Taruko Kopi, sebagian terkena banjir bandang, terutama pondok tinggi yang di luar, roboh dan hanyut terbawa air.
Lokasi Rumah Makan Pondok Paranginan:
Kayu Laut, Panyabungan Selatan
Mandailing Natal, Sumatera Utara. Indonesia
Roziah @ Cie
Bestnya makan sambil boleh tengok view air sungai. Makanannya juga nampa enak.
02 Desember 2025 ● 10:22administrator
tempatnya memang dibuat cozy sangat kak…. sayapun jadi penasaran ingin lihat tempat ini saat hari dah terang.. pasti cantik dengan view sungai
02 Desember 2025 ● 14:44Heni Rosnita
Apa perasaan aku aja ya kalo liat makanan Sumatra itu kayaknya enak-enak, kayak di Padang dan Sumut gini kok kayaknya sedap banget, waduh ngebayangin jauh dan lamanya ituloh badan bisa remuk redam mbaak 😁.. Kopi Sumatra emang terkenal ya, Aceh Gayo, lampung, kopi Sumut, … Aku enggak jadi ke Padang mbaak, secara Sumatra lagi kena musibah banjir, beberapa lokasi yang mau di kunjungi di Sumatra Barat kena dampaknya juga, padahal ngeliat wisata di sana tuh cakep-cakep dan kuliner annya enak kalo liat di postingan mbak Fanny, jadi akhirnya tujuan ke Belitung, InsyaAllah tgl 25 nanti jalan.. Moga-moga lancar.
02 Desember 2025 ● 10:41administrator
tapi memang enaaaaak mba ;p.. apalagi aku lama tinggal di sana yaaa.. semua masakan mostly bumbunya mlekoh gitu, pekat, ga takut letak rempah banyak.. dan itu yg meningkatkan rasanya..
ada benernya dicancel dulu mba… krn pasti butuh waktu utk kota2 sumatera ini merapikan diri… kerusakannya udh kayak tsunami :(. adikku akhirnya bisa kirim foto dari sibolga.. ya allah miriiis… rusak semua itu elektronik 🙁
02 Desember 2025 ● 14:56Mulan
Terima kasih Fanny kerana menceritakan sedikit kisah tentang Mandailing. Arwah papa Kak Mulan selalu menceritakan bahawa arwah ibunya berasal dari waris Mandailing. Memang pasti masih ramai di sana sebab uncle dan sepupu pernah ke sana untuk ziarah saudara mara di sana, lupa di bahagian mana. Sudah ada rancangan untuk ke sana tapi arwah papa meninggal dulu.
Memang lucu tulisan di belakang track, boleh kurang kan mengantuk ketika drive. Wahhh kota Mandailing menghasilkan kopi ya. Betul kalau jalan yang berkelok-kelok, kadang selalu jugak pening dan mual.
Cantiknya air sungai nya. Kalau siang pasti lagi cantik. Ikan mas asap, nampak sedap sangat begitu juga menu yang lain.
Betul Fanny moga Pondok Peranginan ini terselamat dari banjir. Taruko Coffee, sedih dan moga dipermudah kan semua urusan pemiliknya.
02 Desember 2025 ● 10:44administrator
olalaaaaah kakak ada keturunan mandailing?? apa marga nenek kakak? mandailing ini batka juga, dan pakai marga mereka. kakak harus datanglah suatu hari nanti…. sayangnya memang mandailing natal ini termasuk yg teruk kena banjir besar…. semoga cepat pulih kembali.cantiiik kotanya
saya teringin nak kesini lagi, menginap lebih lama dan menikmati suasananya saat siang.. pasti cantiiiik memang
saya pun pas tahu ttg taruko, sediiiih sangat kak… semoga bisa cepat pulih
02 Desember 2025 ● 15:04MZ
jauh betul jarak perjalanannya..9 jam tu! air sungai tu nampak sungguh menenangkan! yg penting, mknn sedap2 lepas penat travel
02 Desember 2025 ● 10:55administrator
kalau dah sumatera, memang tak bisa harap cepat kak hahahahhaha,.. propinsi nya jauh jauh semuaaaa hahahah
02 Desember 2025 ● 15:05Suria Amanda
Aduhai…lucu ayat belakang lori tu tapi Kak SA x faham apa maksudnya…makanan tu aduhai….serupa ikan salai di tempat akak..gulai ayam kampung tu nampak sedap betul ye…
02 Desember 2025 ● 11:09administrator
artinya, ga ada cinta gapapa… ga ada duit, kepalaku pusiiiiiiiing hahahahahahaha. pening maksudnya ;p
02 Desember 2025 ● 15:08Istiana
Ya Allah baca sampai selesai langsung bilang Aaamiinnn. Semoga pondok Paranginan ini selamat dari bencana kemarin.
Anw, aku pikir Mandailing Natal ini juga sebagian besar non muslim mbak, namanya aja ada Natalnya, ahaha. xp
Tapi berarti aman ya kalau ke daerah ini, muslim tuh hampir pasti bisa tetap beribadah gitu jadinya.
Adududuuh, harganya murah banget mbaakk ya Allah. Berhubung aku bukan orang Sumatera, kayanya agak sulit ngebedain makanannya deh, kayak sama sama aja mungkin ya di mulutku ini, ihihi. Sama-sama ada rendang dan gulai 😀
Bener ya malem aja secakep ini, apalagi kalau siang, kebayang seger banget makan di sini. Duh, kan jadi berdoa lagi semoga aja tempat ini masih selamat seperti sedia kala ya Allah.
02 Desember 2025 ● 12:21administrator
samaaaaaa, akupun dulu mikirnya mayoritas kristen, karena ada nama NATAL ;p.. makanya aku pikir ga banyak muslim mbaaa hahahahaha. enaaak cari kuliner di sini, kebanyakan memang halal…
beneran bikin plan deh keliling sumatera mba… secantik itu tempatnyaaa… nanti stay nya di kota2 yg kayak mandailing ini, sumbar, aceh.. beuuugh dijamin berat badan naik wkwkwkwwkkwkw
02 Desember 2025 ● 15:06Kak notie
NI kalau siang mesti best sebab malam pun dah cantik apa lagi bunyi deruan air. Lauknya bikin perutnya jadi lapor gituy
02 Desember 2025 ● 13:21administrator
itulaah kak… teringin lihat pas matahari dah bersinar, tapi memang ga ada waktu 😀
02 Desember 2025 ● 14:41nurul rahma
Loh iya. Namanya Mandailing Natal…tapi ternyata banyak yg muslim ya. 😂✌️ Unik jugaaa. Kalo di Surabaya, ada kafe de Mandailing, kopinyaaa nikmat sangaaattt😍 tapi aku blum pernah nanya baristanya, apakah kopi yg tersaji beneran dari Mandailing Natal atau bukan.
02 Desember 2025 ● 13:48Sayangnya kafe Mandailing ngga jual olahan ikan mas atau gulai ayam kampung yg nampak lekoohh bener ituu.
Semoga semua warga dan karyawan Rumah Makan ini baik baik ya kondisinyaaaa
administrator
dipikir2 temenku yg mandailing, semuanya memang muslim.. tapi ya itu aku pikirnya mayoritas kristen krn namanya aja ada NATAL gitu ;p
02 Desember 2025 ● 14:41Tot
Masya-Allah, akak tumpang sedih atas apa yang berlaku akibat banjir di sana. Semoga keadaan semakin baik dan mereka yang hilang dapat ditemui.
02 Desember 2025 ● 14:23Fanny, akak kurang faham tentang kata-kata di belakang lori itu. Adakah maksudnya lebih kurang macam no woman, no cry gitu? Kalau salah, maaf ya.
administrator
aaamiiin kak…. ngeri kali kejadiannya… adik saya akhirnya bisa dpt sinyal di rumah sakit tempat dia kerja di sibolga… dia cerita air lumpur masuknya cepet bangetttt… sampai2 mama mertuanya lari ke loteng rumah… semua barang rusak, tv dan semua elektronik 🙁
saya dah tulis artinya di postingan, saya edit hahahahaha… maksudnya ga ada cinta, ga masalah.. ga ada duit kepalaku pusiiing 😀 (pusing dlm indonesia maknanya pening)
02 Desember 2025 ● 14:40Rudi Chandra
Wah, baru tau nih tempatnya, bisa dicoba juga ntar.
02 Desember 2025 ● 15:03soalnya kalo touring pulang kampung ke Asahan dari Bengkulu, selalu menginap di Panyabungan.
administrator
cocoooooklah ituuuuu ;p.. harus mampir mas.. apalagi 24 jam buka 😉
02 Desember 2025 ● 15:09Lina
Aduh, aku jadi laper sangat :’D Kalo pas roadtrip ketemu plat mobil seaderah seneng, ya xD wkkk Awalnya kukira aku aja yang begitu.
02 Desember 2025 ● 19:24administrator
karena jauuuh kali ya mba… jd pas liat ada mobil yg plat sama, langsung berasa ada temen hahahahaa
04 Desember 2025 ● 21:40Liyon Primadani
Memang jalan-jalan selalu membuat kesan melihat tempat baru ditambah lagi kalau kulinernya enak-enak begitu.
02 Desember 2025 ● 21:32jujur jadi kangen kuliner dikampung halaman
administrator
betuuuul mas… makanya seneeeng banget kalau bisa melihat tempat yg baru begini, bisa ngerasain makanna lokalnya…. apalagi kalo bagus dan serba murah
04 Desember 2025 ● 21:41Asri
Cakep ya Pondok Paranginan ini. Makanannya juga tampak enak. Murah pula. Si bungsu suka rendang kaya saya. Makan nasi padang identik dengan lauk rendang. Hehehe…
Berharap juga semoga restoran ini nggak kena banjir. Sedih sekali lihat video-video banjir di Sumatera Barat, Utara dan Aceh. Semoga para korban dikuatkan.
03 Desember 2025 ● 08:26administrator
aaamiiin… aku pun berharap yg sama mba…. yg bikin aku kuatir krn lokasinya persis di belakang itu sungai bangetttt 🙁
04 Desember 2025 ● 21:57Okti
Bukittinggi, Mandailing Natal, kota kabupaten di Pulau Sumatera yang akhir-akhir ini saya sering dengar di berita karena bencana banjir dan longsor yang terjadi di sana.
Jadi ingat saat ini makanan menjadi hal tersulit yang bisa penduduk dapatkan di sana karena akses untuk mendapatkan bantuan masih sulit dikarenakan banyak jalan atau jembatan terputus
03 Desember 2025 ● 08:30Alhamdulillah kita masih bisa makan kenyang. Teringat korban di sana sampai hilang rumah dan tetangga sekampungnya membuat sedih tak berkesudahan
Semoga sanak saudara di Sumatera sana dan dimanapun berada dikuatkan dan dimudahkan dalam segala urusan
administrator
mbaaaa, anakmu yg mondok aman yaaa?
adikku juga kena mba… dia di sibolga… dan kemarin itu aja minta ke papa untuk kirimin makanan… sediiih banget dengernyaaa… untuk makan aja mereka udah susah ;( . aku sekeluarga pun mau makan kayak ga napsu, kalo inget masih ada adik dan saudara yg susah makan di sana
04 Desember 2025 ● 21:59Didik
Lah kok bisa makanan sebanyak itu cmn bayar Rp 120 ribu? Apa mgkn di daerah yak. Jadi masih murah. Haha. Rendang itu wajib ya kalo ke sana. Harus mencicipi rendang di daerah aslinya atau minimal di satu pulaunya biar afdhol.
Eh baru tahu juga kalo Mandailing Natal mayoritas penduduknya malah Islam. Aku kira ada kata Natal ya mayoritas Kristen. Kita tertipu sodara. Haha
03 Desember 2025 ● 09:19administrator
kayaknya semua orang berpendapat begitu, krn ada kata natal nya :D..
itulah mas kalau traveling ke sumatera, enaknya itu masih banyak banget yg murah muraaaaaah…. gimana coba ga betah selama di sana
04 Desember 2025 ● 22:00Nik Sukacita
Amin RM – nya selamat dari musibah alam ya.
Aku langsung membayangkan dirimu sampai minum tolak angin, mungkin karena setelah naik mobil dengan medan yang berliku. Berasa pusing emang.
Aku yang terbiasa menjelajah dengan transport apapun, tidak terlalu pengaruh. Tetapi waktu ke Sumatera utara, berasa banget.
Nikmat mana kau dustakan yak, uang dibayar biasanya kalau di kota untuk sendiri, nih sekarang dengan makanan yang bikin ngiler, bisa untuk sekeluarga.
03 Desember 2025 ● 13:28administrator
aku kuatirnya karena lokasi resto ini belakangnya itu sungai beneran mba… dan kemarin kan kebanyakan sungai2 di sana meluap tinggi campur lumpur…
ditambah badanku dr awal memang ga sehat, jd berasa banget jalan berkelok2 gini bikin mual dan pusing ;p
04 Desember 2025 ● 22:01Djangkaru Bumi
Dulu saya pernah membuat label, tulis belakang truk. Suka berburu mobil truk yang lewat dan memotretnya hehehe
03 Desember 2025 ● 16:41Oh kirain mandaling natal mayoritas beragama nasrani. Perjalanan jauh, sudah nafas tua saya mah hehe
Menunya mantap, dengan ciri khas pedasnyanya.
administrator
hahahahahah udah capek di jalan ya mas ;p
aku juga sih, tapi enjoy ajalah… yg penting jangan diforsir banget… capek, ya berhenti cari tempat istirahat… makanya kalau road trip memang jangan buat itin pasti
04 Desember 2025 ● 22:04~uncle gedek!
Ramai orang Malaysia yang berasal dari Mandailing ni..
Tapi apa maksud Fann “kota ini ‘bakal’ majoriti Kristian?”
03 Desember 2025 ● 17:36Apa maksud ‘bakal’ tu?
administrator
naah saya baru tahu kalau kak mulan pun ada darah mandailing uncle…. berarti ada darah batak juga ;D
bakal itu banyak artinya…. bisa bermakna: calon, akan .. di kalimat saya lebih ke makna AKAN… jadi saya mengira kota mandailing natal ini akan banyak kristen, sebab namanya ada kata natal.. ternyata tidak 😀
04 Desember 2025 ● 22:05Yonal Regen
Salfok dengan tulisan di belakang truk nya. Lucu tapi filosopis sekali. Bener-bener jadi hiburan di tengah perjalanan panjang lintas Sumatera.
Semoga saudara-saudara kita di Sumatera lekas pulih. Sedih rasanya melihat musibah di banyak kota di Sumatera dan Aceh
03 Desember 2025 ● 18:10administrator
yaaa kaaan… kdg melihat tulisan di belakang truk begini aja bisa menghibur loh ;p
aaamiiiin mas…. masih jauh perjalanan sumatera untuk pulih … surut juga belum 🙁
04 Desember 2025 ● 22:06Yonal Regen
Iya, ya. Sepertinya butuh waktu banget untuk pemulihan banjir yang sekarang di Aceh dan Sumatera ini. Melihat tangkapan layar, hancurnya fasilitas dan rumah warga lumayan mengerikan.
10 Desember 2025 ● 08:34Mudah-mudahan tetap dikuatkan sudara-saudara kita di sana, InsyaAllah kita kuatkan untuk warga bantu warga semampu kita
administrator
sediiih liatnya mas… ga tahulah sampai kapan masa pemulihannya…. memang pemerintah si wowo ini udah habis kata2 aku… jijik bangetttt liat kelakuan mereka yg di tengah bencana pun omongannya nyakitin hati
11 Desember 2025 ● 05:23Fajarwalker
Luar biasaaaaa, 9.5 jam. Daku kalo ikut, kayaknya udah muntah-muntah sepanjang jalan hahahaha. Boro-boro ke Sibolga, sekedar ke Sukabumi aja daku mah udah puyeng… Etdah.
Keren kalii Pondok Paranginan ini ya. Beneran buka 24 jam, sampe2 jam 9 aja menunya masih selengkap itu. Di padang sini mah, boro-boro. Maghrib aja udah pada anyep menunya.
Btw doa terbaik untuk saudara kita semua di Sumatera yaa. Duh, tiba-tiba jadi keinget lagi sama kelakuan pejabat kita yang kayak sampah ituuu heuheuheu. KZL
03 Desember 2025 ● 23:19administrator
hahahahaha beraaat mas medan sumatera ;p… kalau ga terbiasa pasti mual kok.. aku krn udah terlatih ngadepin medan begini dari kecil… itu dulu jangan ditanya deh… pasti muntaaah.. kayaknya jelang smp aku baru mulai kuat perutnya…. ini agak pusing krn memang dari awal berangkat aku udh sakit… jd ga fit badan
04 Desember 2025 ● 22:14antung apriana
Mbaaak murah banget itu bayarnya makan buat berempat. Jadi rupanya mbak Fanny sempat roadtrip sumatra ya sebelum sumatranya kebanjiran. Huhu pasti sedih ya kalau lihat kondisi Sumatra sekarang semoga segera surut banjir di sana dan bantuan segera datang buat yang terkena banjir
04 Desember 2025 ● 09:54administrator
iya mbaaaa, juni juli kemarin kami road trip… makanya langsung shock aja dengar kabar sekarang… sedih pastinya 🙁
04 Desember 2025 ● 22:19Bambang Irwanto
Saya juga kira sesuai namanya “Mandailing Natal” itu mayoritas Kristen Mbak. Tenyata malah 95 % muslim ya. Makanya masjid banyak dan megah. Terus kalau cari makanan juga adem ayem. Kerena dijamin halal.
04 Desember 2025 ● 09:58Dan saya terkezut dengan harga makanannya. 120 ribu… Pas di hati dan kantong sekali. Konsepnya mirip warung Padang ya Mbak.. dihidangkan semua dulu. Nanti dihitung yang dimakan saja. Rekomended sekali. Apalagi buka 24 jam.
administrator
nah iyaaaa, kalau di daerah2 begini harga makanan itu masih muraaaah banget mas…. serius puaaaaas deh… udh murah tapi enak…di jkt mana bisa dpt segini hahahaha… wajarlah, dari segi umr aja udah beda .. makanya seneng aku kalau traveling ke tempat2 di suamtera
04 Desember 2025 ● 22:20Seri Kandi Tanah Jauhar
Wahhh.. dompet tetap kembang yakkkk, Fanny. Itu yang bagussss.
04 Desember 2025 ● 10:22administrator
hahahaahahaha, jangan sampai kempes kaaaan ;p. pening kepala nanti hihihihi
04 Desember 2025 ● 22:20abuikhwan
assalamualaikum.. sangat cantik tempat ini. sangat cocok dengan diri saya yang suka hutan hijau, aliran jernih, tambah ada bunyi mergastua, (makanan pun sedap-sedap).. indonesia negara yang luas dan sangat banyak tempat-tempat yang menarik dan cantik.. saya juga biasa ke indonesia tapi bukan semata-mata wisata tapi misi kemanusiaan, cuma dalam waktu senggang kami melawat juga tempat-tempat yang menarik..
04 Desember 2025 ● 14:30administrator
waalaikumsalam….
nanti kalau ustad mampir ke mandailing, harus coba makan di sini… bantu doa juga supaya mandailing dan daerah yg terkena musibah longsor dan banjir bisa bangkit lagi ya ustad
04 Desember 2025 ● 22:22Sha Mohamed
Alhamdulillah.. Suka betul bila makanannya sedap, kena dengan selera kita dan harganya berpatutan.. Memang puas hatilah kan.. Suasana kedai pun cantik sangat.. Paling best sebab boleh dnegar deruan ai sungai tu.. Pergh!! Asyik..
04 Desember 2025 ● 15:53administrator
itulaaah kak…. pas bayar itu memang happy luar biasa… dahlah sedaaap, murah pula… memang cantiiik lah kedai makan ini
04 Desember 2025 ● 22:22Fenni Bungsu
Dalam perjalanan semisal ketemu truk yang ada tulisan dan gambarnya di belakang memang seru ya. Lucu² pesannya hehe.
Btw, daku pun doyan dong Kak Fan, ikan asap digulai.
04 Desember 2025 ● 16:42Di pasar deket rumah, suka ada yang jual ikan asap kayak macam ikan baung atau slais. Itu kalau digulai, bisa batambuah nasi ciek hehe.
Cuma suka gak ada ikan asapnya, jadinya udah lama dah gak ngegulai lagi. Apalagi harga kelapa yang gak turun dari semenjak Ramadan lalu, eh jadi ngomongin pasar haha.
administrator
laaah kelapa masih mahal mba? aku udh lama ga pake santan… ganti ke fiber creme kalau masak yg harus menggunakan santan hahahahaha
04 Desember 2025 ● 22:23Dedew
Ternyata penduduknya kebanyakan muslim ya kukira karena namanya Natal jadi mayoritas nasrani.. baru tahu juga Mandailing ini penghasil kopi terkemuka.. puas ya kalau mampir di sini icip kopi-kopi tersohor.. semoga selamat dari bencana..
04 Desember 2025 ● 16:45administrator
banyak yg terkecoh di nama ya mba :D… menariiiik sih kota mandailling natal ini.. sukaaaa aku… pengen banget nanti bisa kesana lagi
04 Desember 2025 ● 22:25khanif
pengen punya pintu kemana sajanya doraemon deh mba, langsung kesana xixixi, ikan mas asapnya terlihat menggoda banget 😀
salut banget meski perjalan panjang masih menjaga sholat 🙂
04 Desember 2025 ● 17:07administrator
ikan mas asap nya memang juaraaaaak nif.. masih ngiler aku kalao ngebayngin hahahahaahah
iyaaa dong ;p… ngeriiii ah kalau ninggalin pas sedang traveling. apa aja bisa terjadi ;p
04 Desember 2025 ● 22:26Lala
Aamiin 🙏 Aku pun turut berharap rumah makan ini aman dan tidak terdampak. Setiap hari membaca berita rasanya tuh sedih banget, ngebayangin korban yang berjatuhan dan kondisinya belum membaik 😭
Road Trip kasih banyak info tambahan juga nih. Kalau dari nama, aku kira mayoritas penduduk nonis ternyata nggak ya. Salut banyak masjid megah juga di sana.
Aku ngiler melihat tampilan gulai ayam kampung, ikan mas yang mba Fann pesan serta sayur ubi nya 🤩 combo banget, apalagi rasanya lezat. Pas tau total harga, yaampun enak banget sih Murmer gituuu.
Ternyata Taruko malah ada yang terdampak ya mba? 😭😭😭 Sayang banget.
Banyak hal menarik di perjalanan road trip ini. Tambah bonding sangat pastinya kalian sekeluarga.
04 Desember 2025 ● 17:13administrator
itulah mba, ga kebayang kerugian yg harus ditanggung…. rumah hancur, isinya hancur, temenku cerita ampe 3 meter di tamiang tempat dia… ntah udah pasrah dia dengan semua harta..
memang dari road trip ini aku banyak dapat pengalaman baru… tempat baru… bisa tahu kulinernya… itu yg bikin sukaaa banget dengan road trip.. meski capeeeek memang
04 Desember 2025 ● 22:28Bidasari
Betul tuh Fanny. Ngak ada ada cinta masih ngak apa-apa. Ngak ada duit bikin pusing ribut segala😅 Banyak tempat terkesan dengan banjir di Sumatera Utara ya Fanny. Semoga dipermudahkan semua urusan mereka yang terlibat. Tengok makanan yang di Pondok Paranginan bikin lapar extra.
04 Desember 2025 ● 17:41administrator
aaamiiin…. semoga cepat surut dan cepat bangkit lagi kota2 di sumatera yg terkena kak…
04 Desember 2025 ● 22:30April Hamsa
Owalah mandailing itu terkenal karena kopinya to, aku pikir karena wisata budaya. Aku langsung keinget orang Batak yaang pakai ulos lalu menari2 menggerak2an tangan itu kalau denger Mandailing Natal.
Noted, Pondok Paranginan ini salah satu resto legend di sana ya. Malam2 di atas jam 9 ternyata masih buka yaa. Kyknya emang cocok buat pelancong yg kebetulan singgah nih resto,
Jujurly aku gak bisa membedakan masakan Sumut dan Sumbar, soalnya bagi aku yang nggak terlalu paham masakan2 ngeliatnya itu semua “masakan padang” xixixi 😀
Duh jadi laperrr malam-malam lihat foto2 makanannya. Lha, mana harganya murce sekali. Bahkan keknya lebih murah daripada di jawa sini kyknya 😀
Wah aku baru kepikiran mau nanya, rumah makan ini gimana ya kabarnya setelah banjir Sumatera. Alhamdulillah masih selamat yaa. Semoga lekas pulih semuanya aamiin.
04 Desember 2025 ● 20:00administrator
kopi mandailing itu terkenal bangetttt mba :D.. aku sukaaaaa, ini kopi fav ku kedua setelah kopi gayo. krn memang makanan sumatera ini mirip2 hahahahaha… jadi ga heran kalo ada kesamaan.. yg pasti banyak pakai rempah. aku belum tahu kabar rumah makan ini…. justru berharap owner dan rumah makannya selamat
krn di belakangnya itu persis sungai deras
04 Desember 2025 ● 22:16Dyah Kusuma
Belum pernah ciba makanan sumatera Utara, tapi kala ga jauj beda dengan Sumatera Barat ya aku suka rasanya. Baca artikel mbak jadi kepikiran bagaimana nasibnya pondok makan ini. Semoga Sumatera segera pulih
04 Desember 2025 ● 23:59administrator
miriiiiip rata2 makanan di sumatera ini mba… pakai bumbu rempah yg banyak , santan dan sedikit pedas 😉
08 Desember 2025 ● 06:12Heni Hikmayani Fauzia
Behitu selesai membaca artikel mba Fanny ini saya langsung kepikiran, duuh temoat sebagus ini kena banjir sumatera gak yaa? Ya Allah….saya aja sedih yg blm pernah menyusuri Sumatera sedetail itu. Apalagi mba Fanny yang kenyang traveling ke Sumatera. Sediihnya ya Allah,
05 Desember 2025 ● 04:14administrator
itu yg aku rasain banget mba… mau sampai kapan bencana ini yaaa…. kapan yaaa pemimpin2 zalim di atas bisa tergerak sedikiit aja hatinya untuk memperhatikan daerah bencana.. masa ngeruk kekayaan alamnya semangat, giliran dpt musibah, kayak pada ngilang 🙁 … sedih banget liatnya
08 Desember 2025 ● 06:13lendyagassi
Subhanallahu..
Tulisan ka Fann membuat memori mengenai perjalanan kemarin menjadi nyata kembali yaa… karena adanya musibah saat ini, aku juga mendoakan yang terbaik untuk saudara-saudaraku di Sumatera.
Turut sedih dan ya Allaah…
Mau berkata apa juga semoga doa yang terbaik untuk pemerintah agar lebih bijak dan tanggap terhadap bencana.
Allaahul ‘ala musta’an.
Restoran Mandailingnya mashaAllaah..
Makan enaakk dengan hanya 120 ini kadang kepikirannya “Apa untung?”
Huhuhu.. secara bumbu yang kental dan sajian dalam porsi besar dengan rasa maknyuuss ituuh…??
Eottokee??
Jadi merenung ya, ka Fan…
Kalau Allah menakdirkan keluarga ka Fann makan di resto ituu.. dan melepas lelah karena pemandangannya yang baguuss meski dibawah langit malam.
Btw, ka Fann kalo cari makan di sepanjang perjalanan tetep minta rekomen ama gugel, gak??
05 Desember 2025 ● 05:37administrator
aku tuh masih percaya gugel mba.. suami yg udh males hahahahahah… dia kalau cari pasti lewat tiktok.. sementara aku ga percaya ama rekomendasi di tiktok, kdg suka lebay… dan kebanyakan krn dibayar juga kan..
sementara kalau baca review di google, biasanya krn pengalaman pribadi mereka, jd informasi lebih bisa aku percaya… palingan tinggal dipilah mana informasi yg bisa diskip, mana yg hrs diambil berat… misalnya kalau review makanan nya oke banget, tp staff jutek.. buatku masih oke utk dicoba.
08 Desember 2025 ● 06:16Dian
Wah emang menggiurkan semua masakannya ya mbak
05 Desember 2025 ● 05:42Ayam lengkuasnya nampak menggoda
Btw aku penasaran sama sayur ubi
Aku belum pernah makan
administrator
sayur ubi ini sayur singkong mba… enak sih… cuma agak pahir sedikit kalau orang yg ga suka… aku sih krn makannya udh dari kecil udah biasa 😀
08 Desember 2025 ● 06:17Nia Haryanto
Kak Fanny, aduh iya, alam di sepanjang jalannya bagus ya. Walopun sering bikin mual karena berkelok-kelok, tapi ngelewatin jalan kayak begini tuh asyik. Bikin kita terus terpukau.
Untuk makanannya, kalo gak lihat judul, aku pasti ngira ini memang makanan Padang. Mirip tampilannya. Jadi penasaran kayak gimana itu rasanya. Lebih pedas dan lebih pekat. Dan yang bikin semangat kepengen nyoab, itu harganya gak salah? Totalnya cuma segitu aja? Aduh… andai di sini ada yang begitu, tiap hari deh mampir ke sana. :))))
05 Desember 2025 ● 06:35administrator
enak deh kalau jalan di sumatera itu krn segalanya masih murah2 mbaaa 😀 ga kuatir dompet lah…. palingan di kota besarnya yg hrg udh mirip jakarta
08 Desember 2025 ● 06:18Alienda Sophia
120rb buat menu sebegitu, ngiler berat aku dibuat Mbaaa.. Tapi lalu baca perjalanan darat panjang dan jalan sempit, sepertinya perlu ngumpulin niat besar dan tenaga ekstra ya..Ngebayangin seru dan pegel pegel badannya itu lho Mbaaa
05 Desember 2025 ● 06:43administrator
selain nyiapin budget, memang yg paling utama, siapin fisik mba… krn perjalanan sumatera itu ga gampang…. jalannya berkelok, berjam2 jadi kalau fisik ga kuat, memang bisa drop sih
08 Desember 2025 ● 06:18Faizal R
Semoga Sumatera yang terkesan banjir bangkit kembali. Taufan tropika Senyar itu hampir sahaja melanggar tengah semenanjung Malaysia tetapi berubah arah ke Sumatera, apa pun semuanya ketentuan Allah dan pasti ada hikmah disebaliknya. Makanannya mirip Minang juga rasanya ni kerana ada salai masak lemak dan rendang-rendang. Bagus juga strateri hidang semua, kemudian pelanggan pilh. Kalau order kadang kita tak tahu bagaimana hasilnya terutama di tempat asing.
05 Desember 2025 ● 08:32administrator
kebanyakan resto di sumatera ini memang begitu bang… jadi dihidang semua, baru pilih…. cuma kalau dah dicoba wajib bayar lah :D. makanan minang ini memang banyak miripnya lah.. apalagi di kawasan sumatera… makanan ya begitu2 juga… palingan beda di bumbu sedikit
08 Desember 2025 ● 06:20FARHANA JAFRI
terliur tengok ikan salai tuuuuu! Padahal dah kenyang baru lepas makan tapi tetap drooling. Bestnya makan sambil dengar deruain air deras. Cantik sungainya, air jernih. Kalau siang boleh tumpang mandi. Baru tahu tentang kopi mandailing, mungkin lepas ni kalau ternampak di kedai confirm teringat kak fanny!
btw, cantiknya theme blog kak fanny yang baru. ada vibe nasionalis gituhhhh hahaha
05 Desember 2025 ● 09:35administrator
hahahahaha krn ada merahnya yaaa ;p.
sayapun terliur lagi ingat ikan asapnya ini kak :D.. memamng sedaaap sangat.. ntah di mana mau cari yg begini di jakarta…
kopi mandailing sedaaaaap. agak susah dicari memang… di jkt pun tak semua kafe kopi menyediakan ini…
08 Desember 2025 ● 06:22Etuza
Saya melihat situasi banyak bunga dijaga baik baik tu. Segar melihat keindahan di sana kan..
05 Desember 2025 ● 16:59Menarik sekali perjalanan bertambah seronok kerana ada sajianyang sedap. Fanny dan suami memang rajin ya berjalan ke tempat menarik..Punya kereta power ya..
Kemarin 4.12.2025 saya tiba2 ditegur orang dari Padang Sumatera Barat , Indonesia. Bapa Remon Lapisa namanya..
administrator
salah satu yg saya suka dari tempat makan pondok paranginan ini krn banyak bunga memang… sejuk mata dibuat 😀
kami sekeluarga memang suka traveling abang…. ntah road trip atau air trip… sea trip saja yg belum pernah hahahaha
waaah bapaknya memang sedang berlibur di sana kah ;)?
08 Desember 2025 ● 06:11I am LZ
Nampak sedap semua lauk yang ada.. Tempat pun selesa dan bersih.. Jika di Malaysia tempat begini kebanyakkan seafood restaurant..
05 Desember 2025 ● 21:50administrator
oh ic….. kalau seafood restauran di sini ada juga yg begini kak… atau sekalian langsung dekat laut 😀
08 Desember 2025 ● 06:09Ezna
Lauk-pauknya kakak suka la. Buka lagi walaupun dah malam ya. Tempat pun cantik ada sungai mengalir di bawah.
06 Desember 2025 ● 13:42administrator
salut juga saya krn mereka berani buka 24 jam… berarti kan ramai yg lewat jalan ini
08 Desember 2025 ● 06:06Rawiwa
Jauh lagi ya untuk sampai ke Sibolga, 9 jam. Mujur ada rumah makan yang masih buka. Walau sudah malam lauknya masih banyak juga
07 Desember 2025 ● 18:46Sayang sangat kalau sungai belakang rumah makan juga kena tanah longsor.
Pasti terkesan juga pada Fanny untuk menulis tentang perjalanan atau kuliner akibat bencana yang terjadi.
administrator
itulaah… tak terbayang saya kalau sampai sungai di belakang rumah makan ini meluap…. pasti seram efeknya, krn betul2 dekat dengan rumah makan
08 Desember 2025 ● 06:05Ujie Othman
Tengok maps di skrin memang nampak jalannya berkelok, tapi jalan begitu biasanya menyajikan pemandangan indah. Cuma bahaya la kan kalau lalu waktu malam.
Wah…rezeki Fanny sekeluarga jumpa tempat makan yang nyaman dan makanan enak semuanya.
Semoga semua yang terjejas dengan musibah banjir dapat segera kembali pulih.
07 Desember 2025 ● 20:23administrator
yaaa, jalanan di sunatera itu biasanya begitu semua kak… berkelok2 mengikuti lekuk gunung… kalau perut tak kuat, bisa muntah di buat.. tapi mostly viewnya memang cantiiiik, jd tak bosan di jalan… kecuali driver yg harus selalu fokus ;p
08 Desember 2025 ● 06:05Kakmim
Estetik tempat mknnya… di tepi sungai lagi tu… pinggan² juga antik… kedai begini pasti rasa mknnnya seperti masakan di rumah kan
08 Desember 2025 ● 06:16administrator
bangeeeet kak…. memang macam makan di rumah atau dikampung.. saya sukaaa sangat… susah nak cari tempat makan begini di dalam kawasan jakarta yaa. harus kluar jakarta
08 Desember 2025 ● 06:25anies
kaum mandailing kalau tak silap sy ada yg menjadi sebahagian drpd masyarakat 🇲🇾 sm seperti suku minangkabau dan riau… rasanya ramai tinggal di perak & selangor
08 Desember 2025 ● 10:53administrator
dan saya baru tahu kak mulan pun ada darah mandailing…
mandailing ini masuk dalam suku batak juga, dan memakai marga… kalau saya batak, tapi batak toba… dan suku batak memang terkenal suka merantau, sama macam suku minang… karena itu mereka banyak di mana2 tempat
09 Desember 2025 ● 06:55anies
pandai betul tukang masaknya. sayur ubi pun tak pahit… hmmm boleh minta resepi ni😁
08 Desember 2025 ● 11:03administrator
sebenarnya memang ada caranya kak… krn mama saya pun kalau masak menu daun ubi tak pernah pahit 😀
09 Desember 2025 ● 06:54paridahishak
Indahnya alam sumatera makanan banyak pilihan enak semua…semoga banjir di sana telah surut n situasinya pulih sediakala
08 Desember 2025 ● 12:19administrator
belum kak… mash banyak tempat yg terisolasi sayangnya sampai saya menulis komen ini 🙁
09 Desember 2025 ● 06:54anies
laparrrrrr tgk gulai ayam kampung…
08 Desember 2025 ● 14:06mana laa sy nak cari resto mandailing kat sini😁😁
administrator
memang susah… jangankan di sana, di jakarta pun saya belum pernah lihat hahahahaha…
09 Desember 2025 ● 06:51anies
ada meja ketusi berdekatan sungai tu? kalau ada tentu lbh seronok sambil makan menikmati arus sungai😀
08 Desember 2025 ● 14:24administrator
tak ada kak…. jd kalau lihat sungainya cukup dari pondok makannya saja… soalnya ga aman juga kalao makan pinggir sungai persis.. bukan landai
09 Desember 2025 ● 06:51Fuzy Hamid
seronoknya dalam travel on the road…boleh tengok pemandangan dan paling best dapat merasa pelbagai makanan..harapnya ada bantuan bagi mereka yg dilanda banjir
08 Desember 2025 ● 16:37administrator
itu lah enaknya road trip kan… bisa lihat dan mampir ke banyak tempat… tak terikat itin
09 Desember 2025 ● 06:50Warisan Petani
Sangat simpati tengukkan bencana banjir bandang di Sumatera utara baru2 ini.
08 Desember 2025 ● 20:57Kampung fen di Tapanuli Tengah kena banjir jugatak?
administrator
hancuuuur wak… sempat terisolasi kota sibolga dan sorkam… adik saya di sana….. aunty, uncle dan cousins pun banyak di sana…. sampai beberapa hari tak bisa hubungi mereka… dah panik juga… baru kemudian ada kabar, krn memang sinyal mati saat itu
09 Desember 2025 ● 06:14Mochi
nggak kebayang Kak, gimana capeknya perjalanan. itu Suaminya Kak Fan nyetir sendirian? 😱 GG banget Kak. Tapi ya pasti seru aja sih, orang perginya ramean kan. Aku kalau mudik paling berdua aja. yg 1 fokus nyetir, adeknya tidur selama perjalanan 😅. Nggak jauh-jauh amat juga. 7 jam aja.. seringnya kita berangkat jam 9 malam, jam 5 udah tidur di kasur 😂
Makanannya enak Kak, lihat jam segini bikin perut keroncongan. Makanan Sumatera emang nggak pernah salah sih ya, selalu masuk rasanya. Aku kalau nggak mikir badan sama Dompet tentunya, pengennya makan Padang setiap hari. Pakai Dendeng Balado. Uhh syedap 😅.
Amin semoga semuanya baik-baik saja ya Kak. Aku baca berita sedih sih..
10 Desember 2025 ● 23:05administrator
krn kami memang penyuka traveling sih yaaaa moc :D… jadi road trip atau air trip , selalu bikin seneeeeng, walaupun memang capeknya luar biasaaa hahahahaha… tapi itu serunyaaa.. bisa ngeliat banyak tempat, ketemu banyak orang, malah bikin semangat.
iyeeees, makanan sumatera bagi yg lidahnya suka rempah, dijamin enak enak 😀 .. puluhan tahu di aceh, pas pindah ke jakarta, aku perlu adaptasi lama utk bisa suka dengan makanan jawa 😀
11 Desember 2025 ● 05:07Mochi
Btw, kak Fan. Aku berniat gabung ke Grup kak Fan. Boleh nggak? 🤗 Nnti aku kirim email ke Kak Fan yaa 🍀
12 Desember 2025 ● 07:39administrator
boleh bangetttttt mochi 😀
20 Desember 2025 ● 11:19Nurul Sufitri
Ya Allah, makanan semuanya hanya 120K? Wow banget ya, super murah. Pondok Paranginan ini cakep tempatnya, ada air2 di bawah. Iya tuh kalau siang pasti makin jelas kelihatan semua terang bebatuan dan airnya. Oh begituuuu? Lebih pedas dan pekat makanan Sumatera Utara ya dibandingkan menu dari Sumatera Barat? Jadi pengen suatu hari nanti road trip Sumatera, soalnya aku belum pernah. Nih nyetirnya gantian atau gimana mbak?
15 Desember 2025 ● 10:34administrator
aku ga bisa bawa mobil mbma… jd semua trip ini, yg bawa pak suami ;p
20 Desember 2025 ● 10:21Mamatisya
Ikan mas asap menarik..lpr plak tgk gmbr makanan itu
21 Desember 2025 ● 18:51administrator
memang sedaaap sangat yg ikan mas asap itu kak… teringin lagi, tapi jauh sangat hahahaha
22 Desember 2025 ● 09:13Mazni
nama tempatnya pun kota Mandailing Natal, expect ramai kristian kan. tak sangka 95% populasi nya muslim.
wow order banyak tu tapi harganya murah sangatlah. of course semua lauknya pun nampak sedap! semoga pondok peranginan ni terhindar daripada sebarang bencana alam. sedih pulak dengar Taruko Kopi yg kak Fanny dan kak Mulan pernah pergi tu terjejas 🙁
23 Desember 2025 ● 11:34administrator
nah ituuu, saya pikir karena ada kata NATAL, jadi selama ini berpikir kota ini mayoritas kristian. ternyata di usia segini lah saya baru tahu mandailing mayoritas muslim :D.
sediiih memang mazni, kalau ingat taruko terkena … semoga lah mereka cepat pulih lagi
23 Desember 2025 ● 13:06NA
Lepas makan ini mesti mengantuk sangat. Hehe🤗
23 Desember 2025 ● 12:54administrator
sangaaaat. apalagi dah malam hahahahah
23 Desember 2025 ● 13:09Carneyz
Wah, serius buka 24 jam walaupun nak ke sana kena lalu jalan berliku2 dan bukan di tengah kota? Memang legend ni 👏🏻
29 Desember 2025 ● 17:36administrator
kalau kotanya sendiri, panyabungan itu kota besar carneyz… cuma memang menuju ke sananya, kalau rumah bukan di penyabungan susah sikitlah hahahahah
29 Desember 2025 ● 19:56ainun
120 ribu buat makan ber-4, ini murahh polll mbak.
apalagi ukuran ayamnya itu lumayan juga, terus makan rendang juga, nggak nyangka semurah itu totalnya
aku juga mengira kalau yang namanya Kota Mandailing Natal pasti mayoritas non muslim, ehhh ternyata enggak ya, baru tau nih
04 Januari 2026 ● 10:06administrator
memang sih yaaa beda UMR… makanya kalau makan di kota yg masih murah meriah gini, aku lgs betaah mba ;p
05 Januari 2026 ● 10:55nuylentik
kalau kata orang sunda mah teteh satu ini maainya jarambah, aku yang dibawa acleng aclengan aja suka, tiba2 di meet up samaa tmn2 malay, terus cerita sibolga , tba2 di mldive dan tiba2 aku ada dissumatera utara ^_^
05 Januari 2026 ● 14:06administrator
hahahahahahha, itulah saking update cerita lama… jadi gonta2 lokasi tiap nulis wkwkwkwk
05 Januari 2026 ● 20:41Rahmah
Hmm menarik namanya
06 Januari 2026 ● 08:07Kalau di Surabaya Mandailing tuh nama cafe, banyak cabangnya
Lihat paha ayam di piring itu kok menggoda selera banget dan membayangkan kuahnya yang pekat tetapi kaya rempah gitu
Terlepas dari postingan ini, ingin terus mendoakan Aceh dan Sumatera Utara yang masih saja belum selesai urusan lumpurnya
administrator
oh nama cafe, berarti yg dijual kopi ya mba?
06 Januari 2026 ● 08:53Ria
Aku juga sempat mengira kalau kota Mandailing ini dihuni mayoritas Nasrani eh gak taunya tidaaak. Mudah-mudahan pondok Paranginan ini selamat dari banjir bandang ya. Aku setuju kalau makan di daerah begini sudahlah murah eh enak pula. Dan mereka selalu sedia air putih di tiap meja. Gak maksa kita harus beli minuman. Jadi tambah bikin seneng.
12 Januari 2026 ● 13:53administrator
naah betuuul mba.. kebanyakan resto dan tempat makan di sumatera, di kota2 kecilnya begitu yaaa. udh sedia air putih .. jd memang kita ga perlu sebenarnya pesan minum lagi
13 Januari 2026 ● 08:01