Walaupun jujur aja aku ga terlalu suka dengan kota Maafushi (terlalu ramai, terlalu banyak pembangunan hotel hingga jalanan berdebu), tapi kulinernya memang ga ada yang failed. At least yang kami coba selama 2 malam di sana.
Begitu sampai Maafushi, sudah check in hotel, aku ma Fara langsung jalan kaki, hunting kuliner, melihat-lihat dulu mana tempat makan yang keliatan enak dan menarik. Ada banyak di sekitaran hotel…
Masalahnya, rata-rata makanan ala western, dan kalaupun menjual seafood kok ya harganya turis bangetttt 😁. Kami tahan dulu, jalan lagi, berharap nemuin kedai makan dengan harga masuk akal.
Sampai akhirnya ketemu restoran lucuuuuuuk 😍, dindingnya bercat warna oranye, menjual kuliner seafood tapi kami cek harga masih okelaaaah… Padahal tempatnya lebih luas daripada kedai seafood mahal sebelumnya. Nama restoran ini HIYALA MARIYAAD.
RUANG INDOOR ATAU OUTDOOR?
Restaurannya sendiri terbagi 2 ruangan, ada yang ber AC di bagian dalam, tapi ada juga semi outdoor. Pakai atap, tapi sisi kiri kanan terbuka. Berhubung Maafushi puanaaaaas ya Beib 😁, tentulaaah kami lebih memilih ruangan AC di dalam yang sejuuuuuk.
Cuma ada 2 keluarga saat kami masuk, dan aku yakin mereka juga turis seperti kami 😄.
Lantainya parkit dari kayu. Meja dikasih taplak merah berlipit, memberi kesan klasik. Warna oranye pada dinding memang menguarkan kesan ceria dan menaikkan napsu makan 😄.
Paling suka dengan lampu-lampu yang terpasang. Ga cuma 1 model, tapi beberapa dan unik.
STAFF RAMAH DAN CEKATAN
Dari awal masuk pun, ada staff yang memang sudah siap menserving dan mencatat semua pesanan kami… Dia sempat bilang ada staff Indonesia juga di restaurant ini, begitu tahu kami dari Indonesia. Memang banyaaaak sih orang Indonesia yang bekerja di Maldives.
Pernah ngobrol dengan salah satu orang Indonesia yang bekerja di Male, dia bilang ada kurang lebih 30k pekerja asal Indonesia.. Mostly mereka ini lulusan sekolah perhotelan dan pariwisata. Jadi begitu tamat kuliah, langsung ditawari pekerjaan, dan rata-rata memilih Maldives daripada Timur tengah, karena gaji besar dan persyaratan masuk tidak terlalu ribet kayak negara-negara Arab.
Staff yang melayani menjelaskan beberapa hidangan. Pada akhirnya kami memilih:
Tom Yum mix soup (seafood): USD 8.42
Mixed Seafood Platter: USD16.84
Nasi putih 1 sharing berdua: USD1.68
Iced Black Tea: USD3
Hiyala Quencher juice: USD7.58
Plus service charge 10% dan Tax GST 8%. Lebih tinggi dari Indonesia pajak nya yaaaa 😂😂😂😂. Sebenarnya kalau mau bayar pakai MVR (currency lokal) juga bisa kok.. Tapi kami ga banyak pegang MVR. Jadi memang lebih suka bayar pakai USD. Biar ga ribet aja …
RASA MAKANAN DI HIYALA MARIYAAD RESTAURANT, MAAFUSHI
Menunggu sampai semua makanan terhidang agak sedikit lama… Tapi ga masalah, toh kami ga ada sesuatu yang harus dikejar. Malah asyik banget ngeliatin tamu-tamu lain yang sedang makan .
Tamu asal Korea Selatan atau mungkin Tiongkok yang duduk ga jauh dari kami, memesan semacam Pizza. Kayaknya enaaak banget, tapi ga mungkin ikutan pesan, secara yang kami order aja udah lumayan banyak 😄
Setelah lebih dari 30 menitan, datang juga hidangan yang ditunggu.
Hiyala Quencher Juice: Semacam minuman dengan manfaat anti aging. Buah apel hijau, anggur bluberries dan strawberries dimixed, menghasilkan juice segar, asam manis yang enaaak banget.
Tom Yum seafood porsi 2 orang, kami pikir ga terlalu banyak, ternyata saat diaduk, bagian bawahnya berkumpul aneka seafood terutama ikan tuna dan octopus. Kaki octopusnya tebal dan empuk. Juga ada tofu dan jamur. Uniknya tomyam di sini menyediakan roti untuk dicocol ke kuah
Rasa kuah asam, pedas , segar sedikiiit hint manis.. Kombinasi rasa yang pasti bikin napsu makan bertambah 😍. Makanya buatku, tom yum ini selalu jadi comfort food.
Mixed Platter Seafood, ga kalah enak..
Kami hanya pesan size biasa, karena ada juga yang size Large. Tapi kuatir ga habis, dah lah, pesan yang regular dulu, kalau masih kurang, baru nambah.
Ternyata keputusan tepat. Seporsi ini aja, udah begah mau ngabisin 😄.
Dalam 1 tray, ada cuttle fish, udang, gurita, tuna, kepiting, kerang, lalu kentang goreng dan garlic mayo sebagai saus cocolan.
Bumbu bakarannya mild, terasa gurih manis. Enak sih, bikin menjilat jari 😍. Ga usah dicocol ke garlic mayo pun udah sedaaaap. Ga ada yang overcooked, jadi bisa merasakan daging seafoodnya yang manis dan segar.
SUMMARY MAKAN SEAFOOD DI HIYALA MARIYAAD RESTO, MAAFUSHI
Begah kekenyangan 😂. Itu yang kami rasain pas sudah menghabiskan semua menu. Total USD44 yang dihabiskan untuk semua ini, rasanya worth it banget. Menu beragam, enak, pelayanan cekatan dan ramah dari staff, bahkan salah satu menghampiri kami lagi, untuk menanyakan bagaimana rasa makanannya. Apa ada yang kurang atau ada masukan.
Salah satu plus poin kalau aku bilang. Pantes aja banyak turis yang memilih makan di sini.
Hiyala Mariyaad pasti jadi tempat kuliner Maldives yang akan kami repeat kalau ada rezeki balik ke Maafushi 👍
Bagi siapapun yang planning ke Maldives dan akan menginap di Maafushi, restoran seafood Hiyala Mariyaad ini aku rekomendasikan. Kelebihannya, ada banyak menu, ga hanya seafood, rasa makanan enak, pembayaran bisa USD ataupun MVR juga menerima kartu. Terpenting, tempat makannya luas dan nyaman.. Apalagi ada ruangan ber AC, cocok untuk yang ga kuat cuaca panas daerah pantai begini 😁
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!