Di postingan sebelumnya, aku dan Fara jalan kaki menyusuri jalanan kota Male. Karena hari itu Jumat, kami lupa kalau seluruh tempat usaha, toko dan restoran di Maldives akan tutup, dan baru buka jam 2 siang. Padahal perut dah lumayan lapar saat itu 😄.
Sempat kami melihat, kedai makan, dengan gambar aneka lauk ditempel pada dinding jendela. Cukup membangkitkan selera, atau bisa jadi karena keroncongan jadi apapun makanan yang terlihat memang akan menggoda 😅. Hanya saja karena tutup, sepakat dengan Fara, ntar makan di sana saat sudah buka.
Summer Cafe yang bikin kami kepincut 😁. Keciiil banget kan tempatnya
SUMMER CAFE, MALE CITY
Tepat pukul 2, kami balik ke kafe tadi. Agak lupa sih lokasinya, untung aja insting mengingat jalan mba Fara jauuh lebih bagus daripada aku yang benar-benar disoriented kalau menyangkut arah jalan 😂.
Seneng bangetttt pas sampai, dan melihat kafenya juga sudah buka. Namanya Summer Cafe. Kecil, Plang namapun ga terlalu jelas terlihat.
plang nama yang secimit 😅
Bagian dalam bisa dibilang mungil, agak sempit tapi resik. Ternyata makanan di sini disajikan prasmanan. Pengunjung tinggal memilih aneka makanan dari balik kaca, tunjuk mau yang mana, lalu nanti akan dibawakan ke meja. Kombinasi kuliner Timur Tengah dan Asia. Bahkan ada bakmi goreng loh, beneran ditulis BAKMI GORENG. Feelingku si owner pernah tinggal di Indonesia nih 😁
aneka lauk yang dijual di Summer Cafe Male city, Maldives
Selain makanan berat, dijual juga aneka dessert 😍
aneka dessert yang bikin makin pusing kepala untuk memilih 😂
Masalahnya, terlalu banyak pilihan dan kami pusiiiiiing milih yang mana 😄. Untung sabaaar si staff laki-laki menjelaskan setiap menu masakan yang kami tanya.
Awalnya, kepengen menu Bento yang mereka jual.. Jadi beberapa lauk sudah ditentukan dalam kotak bento. Tapi staff ini baiiik loh, dia bilang tidak merekomendasikan menu bento kepada kami, karena porsinya sangat besar.. Dia ga yakin kami mampu menghabiskan. 👍.
Dan memang pas lihat dummy nya, kliatan banyaaaak seporsi. Akhirnya setelah galau lama, Fara memilih Chicken Rice yang lebih mirip Nasi Goreng dan Tumis Kangkung pakai daging bagian sengkel.
Sementara aku pilih Chicken Kottu. Untuk minum, kami berdua sama-sama pesan juice markisa dan iced peach tea.
chicken Kottu
KETEMU WARGA LOKAL YANG BAIK DAN RAMAH
Tengah menikmati hidangan, seorang laki-laki yang kami tebak orang Male, menyapa. “Are you Malaysian?”
Kami jawab bukan, sambil menyebut Indonesia. Dia langsung excited karena ternyata pernah tinggal lamaaaa di Indonesia, aku lupa di kota mana, dia ada sebut, cuma kami sendiri lebih fokus ke cerita dia.
Daaaaaaan, si bapak baik hati malah memesankan 1 dessert cheesecake untuk kami coba 😍😍. Dia bilang, “sedekah Jumat untuk musafir” . Terharuuuu 💙. Memang harus diakui, selama kami di Maldives, di pulau manapun yang kami inapi, orang-orang lokalnya memang raamaaaah bangetttt.
Cheesecake pemberian orang baik
MENIKMATI MAKANAN SERBA BANYAK DI SUMMER CAFE, MALE CITY
1 hal tentang kuliner Maldives, porsinya semua gueeedeeee 😂. Jadi yang makan cuma sedikit, bagusnya sih sharing.
Chicken Kottu pesananku, terdiri dari suwiran daging ayam, dimasak bersama prata bread yang sudah dipotong kecil. Tumis dengan aneka bumbu, pakai daun kari sebagai aromatik dan rasanya gurih PEDAAAAAS 😂👍. Jenis pedas yang munculnya tuh belakangan. Awal kunyahan masih gurih, tapi lama-lama, kok ya nonjok di lidah 😂
chicken kottu. Percayalah, ini menggunung porsinya. kami ga habis dan bawa pulang
Makan dengan chicken rice pesanan Fara, enak. Hanya saja buatku yang udah lama ngurangin garam, chicken rice ini sedikiiiiit asin.
chicken rice alias nasi goreng ala maldives
Trus Tumis kangkung dengan daging, pun enak, hanya lagi-lagi little bit salty. Rasa asin jadi balance ketika dimakan dengan chicken kottu. Dagingnya lembuuut walau pakai bagian sengkel yang masih ada lemak sedikit.
Juara dari menu kami, menurutku si dessert cheesecake gratis dari warga lokal barusan.
Keunikan dari dessert ini, cheesenya bukan dari keju yang lembut, melainkan gelatin, sehingga saat dikunyah chewy banget. Kenyal begitu. Rasa keju masih terasa, tapi tekstur dia bukan keju. Enaaaak. Samasekali ga buat eneg saat dimakan, mungkin karena ada rasa asam dari strawberries di bagian topping, berpadu juga dengan kerenyahan biscuit yang berada paling bawah cake.
Untuk menu minuman, biasalah yaaa… Juice Markisa enaaaaak.. dingin, ga kebanyakan air. Segeeeer untuk diminum di tengah cuaca panas.
juice markisa
Di Maldives, tiap kali kami pesan juice, apapun jenisnya, ga ada yang failed!! 😍😍
Iced Peach Tea pesanan Fara juga rekomen. Ada banyak fruit tea dijual di Maldives… Walaupun setelah kami cek, kebanyakan teh mereka berasal dari Srilanka, bukan asli Maldives.
TOTAL HARGA MAKANAN YANG KAMI PESAN DI SUMMER CAFE, MALE CITY
Dari segi harga, ini ga termasuk murah sih… Total semuanya MVR376.28. Yang kalau di Rupiah-kan kurang lebih Rp400,000an. Standard harga cafe di Jakarta juga.
SUMMARY MENIKMATI MAKAN HARI PERTAMA DI MALE CITY
Walaupun harus menunggu sampai semua restoran buka di hari Jumat, kami ga nyesel makan di Summer Cafe. Ga susah kok untuk mencari kuliner Maldives di Male City. Ada banyak cafe tersebar. Kami memilih Summer Cafe karena tertarik dengan gambar makanan yang terpajang di kaca jendela.
Rasa makanannya enak, banyak banget varian lauk, staff ramah dan mau menjelaskan setiap jenis makanan yang kami tanya, ditambah ada staff dari Bali yang juga bekerja di sana.. Ini mempermudah komunikasi saat menjelaskan.
persis kayak warteg di indonesia kan hihihihihi
Walaupun harga dalam Currency MVR, tapi semua kedai, cafe, resto dan supermarket di Maldives juga terima USD. Sejujurnya kami ga menukar banyak Maldivian Rufiya, jadi seringnya membayar dalam USD 😂.
Agak susah menemukan money changer di Male, kami tukar uang pertama kali saat masih di bandara, bagian Arrival hall. Ratenya bagus setelah dicek.
Gapapalah… toh bedanya juga tipis… Mungkin nanti 2027 saat balik lagi ke Maldives, aku bakal tukar lebih banyak currency lokal.
dekorasi Summer Cafe Male city
Kalau ingin mencari tempat makan yang lebih murah di Male City, bagusnya memang cari di fish market. Di sana kita bisa memesan ikan segar yang baru ditangkap, lalu dimasak oleh mereka, dengan harga jauuuh lebih murah. Kalau makanan semacam cafe begini, harga memang ga akan jauh beda dengan cafe di kota besar.
Jadiiii ga usah ragu kalau mau ke Maldives. Gampang cari makanan halal, orang-orangnya ramaaaah, tiket pesawat pulang pergi malah lebih murah daripada ke Indonesia Timur, daaaan ga usah tanya cantik negaranya, STUNNING beib 😍😍
Seri Kandi Tanah Jauhar
Bertahan lapar sampai jam 2 nampaknya tapi berbaloi sebab banyak makanan sedap di Kota Male ya. Bilalah kakak dapat merasa jejak kaki di sana. Selalu kalau baca tentang Maldives ramai yang kongsi laut dan pantainya, kali ni kecurrrr tengok makanan dan dessertnya, Fanny.
27 Januari 2026 ● 07:56administrator
nanti saya akan cerita ttg pantai di sana kak… kali ini kulinernya dulu ahahahhaha… hayuuuklah plan ke sana dengan iman… apalagi kalau berangkat dari malaysia biasanya tiket lebih murah
27 Januari 2026 ● 20:56linda
alhamdulillah, rezeki ketemu orang yang baik2.. memang nampak sedap lah cheesecake tu.. air jus nya, semua nampak refreshing
27 Januari 2026 ● 08:37administrator
alhamdulillah rezeki kak… tapi seriuuuus, cara dia sedekah jumat itu buat saya teringin nak tiru…
27 Januari 2026 ● 20:57MZ
bestnya dapat jumpa orang baik2 sambil travel yer. makanan semua nampak sedap tu! i can feel the excitement and happy vibe of your maldives trip 😉
27 Januari 2026 ● 09:32administrator
saya benar2 jatuh cinta dengan maldives kaaak ^o^… memang teringiiiin sangat nak balik ke sana
27 Januari 2026 ● 20:55Asri
Ini warteg versi mewah ya mbak hehehe… Makanannya bervariasi dan kayanya enak-enak. Kalau untuk standar harga Male, harga segitu termasuk mahal juga kah?
Rezeki banget ketemu orang baik dan ditraktir cheese cake yang cantik dan enak. Jadi ingat waktu ke Singapura, pas suami solat jumat di sebuah masjid di area China Town, ada bapak-bapak kasih uang anakku yang masih bayi. Katanya uang saku. Lupa sih dikasih brp dolar 😁
27 Januari 2026 ● 09:43administrator
termasuk mahal mba… krn setelahnya kami makan di tempat lain dan itu jauuuuh lebih murah ;p
27 Januari 2026 ● 20:54Eryka
Itu beneran look tulisan nya Nasi Goreng hehehe fixed yg punya pasti pernah ke Indonesia ato karena pengaruh salah satu staffnya yg dari Bali??? Hehehe….tapi seneng sie klo kesana brarti bakal nemuin makanan khas Indonesia macam nasgor dan miegor ini…
27 Januari 2026 ● 12:02Beruntung banget ya mba bisa bertemu orang lokal mana baik pula langsung ditraktir cheese cake hihihi….
Seriusan mb harha tiketnya lebih murah drpd WIT?? Padahal kan mayan jauh yaaaa…jadi pengen 😅
administrator
aku aja dpt tiket 5 juta udah pp naik SQ mbaaaa. muraaah itu…. ke medan kalau lagi peak season juga segitu wkwkwkwkwkw… ya mending ke maldives sekalian ;p
27 Januari 2026 ● 20:53Okti
Di sana seperti di Arab ya, kalau Jumat pada tutup dan ada yg buka setelah jam dua siang lewat waktu setempat.
Asli saya berarti ketipu nih sama chicken rice nya. Saya kira chicken rice ala Chines gitu jadi semacam nasi gurih biasanya putih kecoklatan karena kaldu terus lauknya daging ayam yg udah dimasak dengan bumbu khas
27 Januari 2026 ● 14:10Eh ternyata bentuknya chicken rice di Male seperti nasi goreng ya… Hihi, ga apa sih kalau lagi lapar yg penting bikin kenyang aja dulu. Wkwkwkwkwk…
administrator
iya nih, chicken rice yg ada dalam pikiranku malah kayak chicken rice di malaysia atau singapur mbaaa. eh ternyata mirip nasgor hihihihi
27 Januari 2026 ● 20:52Yuni Bint Saniro
Pas baca artikel sebelum ini yang tentang semua toko tutup pas hari jum’at tuh aku mikirnya makannya gimana ya?
Eh pas buka ternyata makanannya enak. Mungkin selera mereka sama dengan selera orang Indonesia yang nggak mengurangi garam kali ya, Kak.
Jujurly, aku juga ngiler cheesecake sama jus markisanya, euy.
27 Januari 2026 ● 16:55administrator
sebenarnya tutupnya sih ga 1 hari.. toh jam 2 udah buka mba.. anggab aja puasa setengah hari ;p .
enak2 mbaaa makanan di sini…. apalagi yg berbahan ikan yaaa… suegeeeer… itu aku puas makan saat di pulau yg lain
27 Januari 2026 ● 20:51Roziah @ Cie
Menarik cafe tu. Dessert pun rambang mata nak pilih. Rezeki ada orang baik belanja cheese cake.
27 Januari 2026 ● 19:56administrator
memang pening nak memilih menu kalau banyak macam kaaan ;p
27 Januari 2026 ● 20:50Ezna
Alhamdulilah. Jumpa orang yang baik2 juga itu rahmat kan….cheesecake nampak sedap la. Cafe walau kecil tapi cosy ok lah kan.
27 Januari 2026 ● 21:12administrator
betuuuul kak…. memang ramah2 sangat orang maldives ini lah… semua yg kami jumpa tak ada yg tak baik
27 Januari 2026 ● 22:33Warisan Petani
Pelbagai menu makanan untuk dipilih.
27 Januari 2026 ● 22:18Selamat menjamu selera dan melancong ke Maldives
administrator
thank youuuuu wak 😉
27 Januari 2026 ● 22:33Liyon Primadani
Biarpun cafe nya kecil tempatnya bagus ya, makanannya juga familiar gitu. Pelancong muslim wajib sih kesini ☺️
28 Januari 2026 ● 05:47Bisa dibilang orang muslim malah lebih cocok liburan ke Maldives ya daripada ke Bali.
administrator
betuuuul… kalau ditanya aku lebih suka mana, jawabku pasti maldives… krn lebih friendly, dan lebih bersiiiiih mas… serius ga ada sampah… sementara bali pantai2nya, trutama yg rame, itu masih ada sampah.. belum lagi turis2 asing yg seenak jidat ber naked ria hahahahaha… risih aja
29 Januari 2026 ● 06:24Iqbal
Teman istri saya, seorang penggemar kopi, mendapat kesempatan kerja di sana sebagai barista. Nyaman memang katanya di sana yaa dan kopinya enak.
28 Januari 2026 ● 06:42administrator
naaah memang banyaaaaak pekerja dari indonesia di maldives mas…. rata2 itu mereka lulusan sekolah pariwisata… trus saat tanda tangan kontrak lebih suka memilih maldives drpd timur tengah krn syarat lebih mudah di sini….ini kata staf2 indonesia yg kami temui di hotel, tempat makan dan tempat wisata di maldives
29 Januari 2026 ● 06:22nurul rahma
Ga heran banyak selebgram, artis, pesohor yang hobi banget plesir ke Maldives
28 Januari 2026 ● 07:39dah pantainya cakep cakeeepppp , negaranya muslim friendly.
masyarakat di Maldives juga ramaahhh dan baiik ya mba
kok bisa yha semulia itu kasih traktiran cheesecake. beneran kebaikan hati yg terasa tulus bangettt. aduuhh pengin cuss Maldives juga.
Nabungggg nabuunggg😂💪
administrator
itulah yg bikin aku pengen balik lagi ke maldives mbaaa… mau tunjukin suami sebagus dan seramah apa orang2nyaa ^o^…
29 Januari 2026 ● 06:21Suria Amanda
Baiknyaa dia belanja cheese cake…suka la orang- orang baik di saat musafir..makanan semua nampak enak…memang bungkus bawak balik hotel la kalau susah nak habis kan…
28 Januari 2026 ● 08:57administrator
itulaaah.. bersyukur sangat kalau ketemu dengan orang2 begini kan .. nak juga tiru cara dia…. sedekah jumat utk orang2 asing
29 Januari 2026 ● 06:20Ujie Othman
Alhamdulillah…rezeki bertemu dengan orang baik. Jadi satu pengalaman indah travel di sana.
Kalau melihat kafe begini, biasanya memang tak murah tapi selesa untuk kita menikmati hidangan.
28 Januari 2026 ● 13:35administrator
betuuul kak..kalau nak yg murah, memang harus pandai2 cari yg banyak warga lokal makan, atau pekerja makan… itu baru murah.. tp biasa tempat tak bagus laaah, cuma rasa sedap.. kuliner maldives ini sedap2 tahu, trutama kari
29 Januari 2026 ● 06:25Lala
Keren banget lho Maldives, beneran pada taat aturan. Hari Jumat pertokoan apapun tutup, untungnya mba Fara inget jalan ya menuju Summer Cafe. Ternyata tempatnya mungil, tampak cakep bagian dalam dan Alhamdulillah ya staf nya kasih tau kalau menu bento porsinya gede.
Nah, aku pun udah biasa makan makanan sedikit garam, jadi kalau ada rasa sedikit asin pun bilangnya “duh, asin” hehehe. Kedua menu yang dipilih menarik dan jujur penasaran sama rasa jus markisa nya sih mbak. Aku belum pernah sengaja beli jus markisa soalnya. Kedondong aja baru sekali hehehe.
Masha Allah, warga lokal nya bersahabat banget. Duhhhh ngiler liat tampilan cheesecake nya 🤩🤩🤩 apalagi ada strawberry, suka banget. Maka tak heran kalau cheesecake dinobatkan makanan terenak di sana oleh mba Fann nih.
2027 pasti lebih banyak tempat yang bakalan mba Fann kunjungi.
28 Januari 2026 ● 15:00administrator
banyak yg bikin aku kagum dengan maldives mba… taat nya mereka, ramah bangettttt, bersiiih, makanan enak… makanya aku ga ngerasa bosen kesini… walaupun ini negara pantai…. tp memang vibe dan suasanannya bikin betaah banget
cuma untuk makanan yg kayak mi goreng, nasi goreng, ga usah dicoba lah hahahahaha… ntah kenapa asin memang… jd aku lebih milih makanan yg kayak kari atau aneka ikan setlah sampai di pulau2 yg lain
juice markisa kalau mau coba banyak di medan…. pusat penghasilnya kan… di sana rata2 jus markisa selalu sedaaap dibuat.. ga kebanyakan air
29 Januari 2026 ● 06:28Tot
Rejeki, ada orang baik belanja cheesecake. Memang biasa begitu ya, akak juga selalu rasa makanan masin, padahal bagi orang biasa, macam normal dan boleh diterima. Mungkin lidah kita sudah biasa kurang garam. Comel cafe-nya, Fanny. Dapat makan makanan sedap dengan portion yang besar sampai harus dibawa pulang itu, Alhamdulillah.
28 Januari 2026 ● 15:10administrator
itulaah kak, kalau lidah dah biasa kurang garam, jadi coba makanan yg normal pun akan terasa asin yaa ;p . memang besar sangat porsinya hahahahaha… tapi wajar, badan orang2 di sana pun memang besar2…
29 Januari 2026 ● 06:29Mulan
Alhamdulillah rezeki di hari Jumaat ya Fanny. Walaupun setelah menunggu lama kedai dibuka. Semua makanan nampak sedap dan yang paling menggoda adalah dessert nya. Thanks for sharing semuanya Fanny. Moga kami sampai ke sana nanti.
28 Januari 2026 ● 18:10administrator
makanan mereka ini memang sedap2 lah kak.. itu juga yg bikin saya sukaaaa sangat dengan maldives ^o^… pedas pula tuh hahahaha… bagi saya semua makanann yg pedas, pastilah sedap hihiihihi
29 Januari 2026 ● 06:31Rawiwa
Menarik juga tentang sedekah Jumaat kepada pelancong asing. Cuma nak mulakan perbualan dengan orang asing tu agak mencabar 😁. Maklumlah.. spesis introvert🤭
28 Januari 2026 ● 20:55administrator
naah iyaaa… tapi mungkin bisa dicoba dengan langsung ke kasir, bilang kita nak bayar utk meja nomor skian hahahahha… jd tak payah bicara dengan orangnya hahahah
29 Januari 2026 ● 06:32Fajar Fathurrahman
Liat menunya ada ‘nasi goreng’, vibesnya berasa kayak di Indonesia bangettt wkwkwkw. Apalagi pas liat foto terakhir, suasananya kayak lagi di dalem warteg tapi yang versi modern banget mbak, haha.
Aku kayaknya kalo disini bakal puas banget si. Secara, porsi makanannya sesuai sama porsiku, ga perlu pesen 1.5 atau 2, hahahaa.
28 Januari 2026 ● 21:11Salut sama orang2 disana islamic value-nya malah kuat banget ya. Ramah, dan mau ngasih sesuatu ke pelancong. Something yang kadang kita sebagai warga negara mayoritas islam terbesar aja gak punya, heuheu
administrator
naaaah ini cocok buatmu mas ;p. krn orang2 lokal di sini memang badannya tipe yg besar dan kuat, bukan gemuk yaa, tapi memang besar.. jd wajar kalau makannya pun banyak. berkah buat kita, krn bisa sharing dan jadi lebih hemat hahahahah
betuuuul mas, islamic value nya masih kuat mereka pegang… ramah, negaranya bersiiih… kalau waktunya sholat mesjid juga ramai loh
29 Januari 2026 ● 06:34Heni Hikmayani Fauzia
Masya Allah, bertemu orang baik di negeri orang sungguh rejeki ya kak Fanny…apalagi tersambung dengan cerita bahwa dia oernah tinggal di Indonesia. Eh ternyata qodarullah kue pemberian dia masuk list kue enak.
29 Januari 2026 ● 04:27Maldives, semoga suatu saat saya bisa berkunjung kesana.
administrator
aaamiiin.. cobalah kesini mba…. seriuuus maldives itu memang bikin betaaah… cantiik, bersih, makanan enak dan murah.. terlebih krn ajaran islamnya masih kuat di sini
29 Januari 2026 ● 06:36Yonal Regen
Orang baik alhamdulillah ketemu orang baik, dikasih cheese cake pula, berkah jumat banget ini mah, buah kesabaran nunggu cafe buka sampai jam 2.. hehe
29 Januari 2026 ● 05:50Ini serius pulang pergi pesawat ke Maldives 5 juta? Bahkan mengalahkan PP ke beberapa kota di Indonesia yang bisa lebih mahal.
Tertarik banget buat ke Maldives. Apalagi baca tentang keramahan orang-orang lokal di sana, kayanya bakal nyaman banget traveling nya
administrator
serius mas.. apalagi kalau bisa berangkat dari malaysia, akan lebih muraj… aku dpt segitu krn berangkat pakai SQ dan transit singapur.. Singapur pasti lebih mahal, krn ada tax nya kan… cuma krn waktu itu pengen mampir singapur, makanya ttp ambil SQ.
memang lebih murah drpd ke papua… ga paham lagi aku kenapa tiket ke kota2 di indonesia bisa semahal itu hahahahha… bikin mikir berkali2 mau kesana.. krn ga sanggub di tiket
29 Januari 2026 ● 06:39Bambang Irwanto
Wah.. senangnya bertemu dengan warga lokal ternyata lama tinggal di Indonesia ya Mbak. Dapat desert cheese gratis lagi. Walau harus menunggu sampai pukul 2 siang, tapi semua terbayarkan ya Mbak. Semua menu yang dipesan mantul. Minuman markisanya juga mantul
29 Januari 2026 ● 08:44administrator
iya mas, rezeki kami ketemu warlok baiiik banget hahahahah… memang bikin kangen sih maldives ini, terutama krn keramahan orang2nya
30 Januari 2026 ● 22:20antung apriana
wah tempatnya kecil tapi makanannya enak-enak dan banyak pilihan ya, mbak. kalau aku juga pasti bingung banget milih dessert-nya. dan ternyata di maldives ada kangkung juga ya berasa melokal hihi
29 Januari 2026 ● 09:18administrator
hahahah iyaaa, kami aja kaget juga ternyata ada tumis kangkung ;p…. dan memang enak2 makanan di maldives ini mbaaaa
30 Januari 2026 ● 22:21April Hamsa
Kirain tadi ketemu owner kafenya mbak, ternyata sesama pengunjung yaa.
MasyaAllah rezeki sekali ya bisa ditraktir ciskek mana rasanya enak. Cuma aku bingung gelatin keju2 tuh apa mirip dengan krim2 keju yang tebel ya?
Soal bakmi jawa antara si owner kafe pernah tinggal atau mungkin liburan di Indonesia kali ya, trus makanan ini berkesan sekali buat dia sampai dibuat dan dijual di rumah makannya. Btw nasi ayamnya keknya mungkin konsepnya juga amati, modifikasi, dan tiru nasgor Indonesia mungkin yaa hehe *sokteu.
Jadi jusnya di sana enak2 ya? Beneran kental dan nggak aer doank ya mbak hahaha. Harganya juga sepadan sih ya.
Penasaran sama fish marketnya. Pilihan ikan2 di sana gimana ya, beragam juga kek di Indonesia ya.
Btw dengan banyak tenant sana yang menerima USD berarti emang mereka bener2 siap sebagai negara maupun kota pariwisata ya mbak.
Seneng banhet mudah menemukan makanan halal juga ya dan krn negara muslim gk susah nemu masjid keknya 😁
29 Januari 2026 ● 11:34administrator
gelatin itu kenyal, kayak permen yupi mba… biasanya kalau cheesecake kan lembuuuut ya krim kejunya… nah yg ini kokoh teksturnya, kenyal kayak si yupi… tp enaaaaak, krn kejunya ttp berasa.
sayangnya aku memang ga bisa dtg ke fish market… ga ada waktu , dan jumat tutup… mungkin jam 2 udah buka,, tp krn kami udh kenyang makan di summer cafe, agak malas aja ke sana jadinya… sementara besoknya udh harus ke pulau lain
30 Januari 2026 ● 22:23Nik Sukacita
Wuaah menarik nih, ada orang Bali jadi karyawan jadi komunikasinya lebih mudah ya.
Aku tertarik dengan tumis kangkung dengan daging itu, lihat fotonya bikin menggoda. Kalau dessertnya sih aku bakal bingung juga milih, suka semua hihihi, apalagi chese cakenya.
Aaah nikmat bumi banget ketemu orang yang ramah, apalagi kasi sesuatu buat kita. Sepertinya kalau aku ingin ke sana, karena penasaran dengan keramahan di sana.
29 Januari 2026 ● 12:12administrator
waaaah rata2 orang indo yg aku temui di sini dari bali mbaa hahahahaha… rata2 mereka milih maldives itu krn sama2 pantai, dan memang mirip bali sih suasananya yaaa.. banyak turis…
untungnya memang makanan di maldives ini seriuuuus enaaaak… apalagi seafood nya… ga sabar aku tulis ttg seafood mereka 😀
30 Januari 2026 ● 22:27rivai hidayat
Pertama kali lihat konsep makanan di cafe tersebut langsung kepikiran berasa warteg. Apalagi dengan berbagai menu makanan yang dihidangkan..hehehehe
Makanan kecilnya juga terlihat enak. Pasti sangat menggoda bagi yang terbiasa lapar mata. Mesti kuat menjaga diri agar ga kebanyakan beli. hiks
Momen dibelikan makanan oleh warga lokal yang tidak kenal itu momen yang bagus dan berkesan sih. Jarang-jarang bakal dapat kesempatan seperti itu.
Ya memang lebih mudah ditebak dari malaysia, ketimbang dari indonesia. 😀
29 Januari 2026 ● 14:49administrator
memang kayak warteg hahahahaha… makanya aku curiga ownernya pernah lama di indonesia, makanya konsep cafe dia mirip2… mana menunya juga ada bakmi goreng hahahaha
ntah krn wni jarang ke sini, atau krn cara aku pakai jilbab lebih mirip malaysia makanya dikira dari sana… anehnya ya mas, kalau aku lepas jilbab, kami berdua dikira phillipines hahahahahaha…
30 Januari 2026 ● 22:28Dinda
Astagaaa…Dessertnya kok aku pengen icip mbaaakk.. Hahahah..
Tapi pas dirimu bilang musafir, dalam kepalaku tuh mendadak keinget khalil gibran tauu.. 😂
Mereka nyebut traveler tuh sweet banget.
Kalo kesana pasti abangku nggak akan cerewet masalah makan. Selama di lidah homey-nya cocok, bakal manggut² diajak makan. 😂
Aku jadi penasaran bakmi versi male tuh kayak gimana yaa???? Yang jelas nggak mungkin sama dengan versi chinese food. 🤤🤤
29 Januari 2026 ● 14:50administrator
aku ga cobain bakmi nya… sebenernya kalau traveling gini aku justru menghindari kuliner indonesia, krn lebih penasaran dengan menu lokal kan 😀 kecuali menu lokalnya ga cocok, baru deh cari yg indonesian menu 😀
30 Januari 2026 ● 22:29NA
Chicken kottu sekali pandang macam kuetiau goreng.
29 Januari 2026 ● 16:21Alhamdulillah jumpa orang baik belanja🙂.
administrator
awalnya pun saya pikir itu kwetiaw kak.. ternyata roti prata di iris2 hahahahaha.. tp sedaaap
30 Januari 2026 ● 21:59Ariefpokto
Rezeki musafir memang tidak tanggung-tanggung Ya lumayan dapat cheese cake enak dari orang yang pernah tinggal di Indonesia tapi kalau ditelusuri pasti banyak deh cerita yang bersinggungan dengan Indonesia karena sebenarnya kita cukup dekat dengan Maladewa ini. Sampai ada bakmi goreng segala terus tadi ada oseng kangkung penasaran sama cerita makan ikan yang habis ditangkap di pasar ikan sih
29 Januari 2026 ● 16:57administrator
cerita ikan ntr yaaaa :D.. itu ada di pulau berikutnya hahahaha
30 Januari 2026 ● 22:01Fenni Bungsu
MasyaAllah jumat berkah memang sesuatu. Pantesan aja Maldives ini jadi destinasi impian banyak orang.
Kalau baca menunya seperti ada bakmi goreng terus itu ada kangkung pula, et dah kayak lagi ada di Jakarta ya Kak Fan hehe.
Cuma porsinya ya besar? Hemm, berarti pas makan kudu dalam keadaan lapar ya, khususnya buat yang baru pertama ke sana. Mungkin di sana sudah terbiasa dengan porsi besar itu, ibaratnya ya memang porsi mereka.
Cheesecake nya jadi mengingatkan daku dengan postingan di TT yang pernah viral itu. Potongannya sama, tapi ya lagi-lagi daku hanya melihatnya lewat layar gadget seperti ini hihi.
29 Januari 2026 ● 18:17administrator
sayangnya memang ini bukan menu khas maldives banget sih, tp udah fusion… cuma untungnya enaaaak … kalau yg beneran khas maldives, ntr aku tulis terpisah mba…
iyaaaa orang2 sini tuh badannya aja gede2… jd wajar sih makan mereka memang gede juga porsinyaaa… berkah buat kita, jd bisa sharing hahahah
30 Januari 2026 ● 22:02Dyah Kusuma
Duh kutergoda cheesecake nya, cantik banget itu paduan warnanya, penasaran rasa chewynya, secara aku suka keju, apalagi 2 bocil
29 Januari 2026 ● 23:07Btw serius tiket nya lebih murah dibandingkan ke Indonesia Timur? Hmm gini ini lho yang membuat orang jadi mikir lagi untuk eksplore Indonesia secara harga tiket lebih murah ke luar negri daripada dalam negeri
administrator
itulaah mba…. ga paham lagi aku kenapa tiket maskapai kita bisa semahal itu.. udh mahal, masih rugi pula hahahahaha… sampe ngeri aku naik maskapai plat merah kita… apalagi si singa, walau bukan plat merah, tp ya begitulaaah wkwkwkwkw…. makanya kenapa aku lebih sering traveling keluar, sbnrnya krn lebih murah
30 Januari 2026 ● 22:04Time Traveller
Setuju.. orang local di male sangat baik dan peramah. saya sendiri ada yg memberikan duit dengan alasan moga enjoy di male hahahaa..
30 Januari 2026 ● 00:58administrator
oh yaaa?? memang laaah, ramah2 sangaaaaat orang maldives ini. reason saya nak balik lagi ke sana, krn keramahan mereka
30 Januari 2026 ● 22:05Alienda
Aw, seneng banget bacanya pas Mba Fanny ketemu warga lokal dan kasih dessert. Berasa banget hangatnya kota Male ini. Btw salfok sama jus markisanya kek yang syeger banget looksnya Mbaaa 🥰.
30 Januari 2026 ● 03:52Kalau di kafe di situ bisa sharing gak ya? Kan ada tuh beberapa tempat yang ngasih peraturan setiap pelanggan harus pesan menu sendiri.
administrator
kalau maldives bisa mba… ga masalah kok sharing… korsel tuh yg ga bisa sharing, harus pesen per orang ya ;p
30 Januari 2026 ● 22:12Istiana
Wah, baru makan setelah jam 2 ituu butuh kesabaran yaa ahaha.
Ini Cafe nya juga bener, gak keliatan plang nya. Tadi pas lihat fotonya aku pun hampir gak nemu. Begitu baca bagian plang nya kecil, baru deh diamati lagi fotonya dan ketemu. Emang plang dan tempatnya gak terlalu besar tapi kelihatan warm ya mbak, 😍
Penasaran sama Chicken Kottu nya deh mbaak. Kalau udah baca pengalaman pedas nya di akhir akhir, kalau makan ini jadi bisa antisipasi sih ihihi. Nah, kalau aku bawa anak-anak ke sana, bisa2 kami cuma pesan 2 makanan aja buat semuanya kali ya. Ya maksimal 3 lah gitu ya, mengingat porsinya yang banyak, kayanya jadi makan sepiring berdua (bahkan bertiga aja untuk nyicip), wkwkwk.
Tapi yang bikin senang kalau dapet temen baru kayak ginii sih. Bisa ngobrol sama penduduk lokal dan malah dapet cheesecake gratisan. Udah ngebayangin enaknya rasa cheesecake itu pula aku, ahaha. Kayak gini gini yang bikin seneng banget traveling ya mbak, dapet kenalan baru 😍
30 Januari 2026 ● 04:42administrator
iya mba, plangnya itu keciiil, mana di samping pula hahahaha. patokan kami pas nyari ya dindingnya yg ditempeli stiker makanan hahahaha
memaaaang…. beli 2 aja kurasa udh cukup buat kalian, apalagi tipe yg makan sedikit yaaa. krn memang gedeee porsinyaaa ;p
untungnya tiap traveling, aku sering memang dpt kenalan baru begini…. bisa ngobrol ama warlok. yg begitu yg kami cari sih… dari warlok biasanya kita bisa dpt rekomendasi tempat2 menarik malah
30 Januari 2026 ● 22:12Nuylentik
Hari jumat bukanya jam 2 ya ? Mungkin jumat itu pada jumatan kali ya , hehe kaya orng malaysia ? Padahal ka pani indo bangeut ya teh ,
30 Januari 2026 ● 08:06Btw itu warteg international kali ya summee Cafe
Kangkung pake daging hmmmm
administrator
orang malaysia justru ga pernah tutup jumat mba :D… memang beda aja si maldives ini… tp ga masalah juga sih, krn toh sbnrnya resto hotel tetep buka… yg di jalanan aja yg tutup
30 Januari 2026 ● 21:58Rahmah
Lihat deretan kue di lemari kaca auto pengen kembali ke mall segera rasanya karena di sana juga banyak yang serupa. Kalau ke Maldives belum memungkinkan soalnya, haha.
30 Januari 2026 ● 08:45Aku naksir Eclair ya kayaknya di sebelah kiri.
Trus nasi goreng-nya yang rame beut isiannya menggoda selera
administrator
aku kalau ga kekenyangan menu beratnya, udh milih macam2 aneka dessert hahahahaha.. krn memang menggoda banget penampakannya ya mba 😀
30 Januari 2026 ● 21:57Endah April
Kuenya cantik banget mba Fan <3 sedih banget tiket pesawat lokal malah lebih mahal daripada ke LN 🙁 Semoga aku nanti bisa ke Maldives <3
30 Januari 2026 ● 15:19administrator
alasan kenapa aku lebih banyak traveling ke LN drpd negeri sendiri ;p… ga paham kenapa tiket kita mahalnya luar biasa ;p
30 Januari 2026 ● 21:53morishige
Kayaknya kalau suatu saat ke Male saya akan ke sini aja tiap hari terus nyoba-nyoba semua makanan yang disediakan. 😀
Berarti kemungkinan bahan-bahan makanannya banyak diimpor dari Srilanka atau India ya, Mbak? Nah, saja jadi penasaran. Ada nggak sih Ferry atau kapal besar dari Male ke Colombo? Kalau ada kayaknya seru itu hopping dari India ke Srilanka terus ke Maladewa. 😀
30 Januari 2026 ● 19:28administrator
iya mas, jalan di male aja udah puaaaaas banget sih…. krn yg dilihat banyaaaak… apalagi kalau seneng eksplor dan merasakan kehidupan warloknya yaaaa.
mungkin ada kalau kapal… tp jujurnya aku ga cari tahu, krn ga kepikiran kesana naik kapal sih wkwkwkwkwk
30 Januari 2026 ● 21:51~uncle gedek!
Hairan ya… tempat yang ramai tourist tapi tak banyak money changer… Tapi kalau beli dalam USD tak rasa rugi ke?
30 Januari 2026 ● 21:09administrator
kalau harga barangnya ratusan usd ke atas, mungkin rugi uncle… tapi kalau hanya USD10-20, beda tipiiiiis itu hahahahaha… tutup mata ajalah hahahaha
30 Januari 2026 ● 21:49en.me
semuanye tampak enak2 banget., yg penting halal., aminn
30 Januari 2026 ● 22:07administrator
insyallah halal wak 😀
30 Januari 2026 ● 22:31Ichsan Ramadhani
Wah baru tahu nih kalo hari Jumat di sana, resto dan tempat makan baru buka bukul 2 siang ya. Sebuah info penting, mana tau saya main ke sana mba hehehe.
Tapi itu sumpah, foto-fotonya menggiurkan sekali, dan seru banget kalo baca cerita yang isinya tak terduga kaya ketemu orang baik gitu.
31 Januari 2026 ● 11:26administrator
iya mas, jd kalau bikin trip ke sini, dan ketemu jumat, usahakan jangan ada pindah2 pulau… krn trabsportasi boat nya juga tutup
02 Februari 2026 ● 05:04Bidasari Bahashim
Berbaloi Fanny dan Fara menahan lapar dan datang semula ke kedai makannya kerana semua makanan ada rasa, bikin senang hati makan dan siap dapat gratis cheese cakenya😊. Semoga ada rezeki kembali ke Maldives dan beli seafood langsung daripada nelayan dan minta pekedai masakkan terus ya. Daripada perkongsian teman-teman yang udah ke Maldives katanya bawa USD sahaja nanti tukar di airport Maldives. KSarie suka program jalan-jalan cari makan seperti ini kerana santai dan relaxing, tidak terlalu fokus kepada tempat wisata yang penuh selaut dengan manusia😅Cumanya KSarie masih tidak punya teman yang berani DIY kalau keluar negara, jadinya perlu ambil pakej.
31 Januari 2026 ● 13:24administrator
memang sebaiknya tukar di airports kak.. ada 1 yg bagus ratenya… tapi itulaah, kami tak banyak tukar, krn waktu itu visit pulau, yg mana kebanyakan harga2nya dia pakai dlm usd….
kak sarie ikut saya saja kalau saya traveling lagi :D.. saya memang lebih suka pergi secara diy begini drpd ikut travel ;p… lebih bebas dan puas
02 Februari 2026 ● 05:03Djangkaru Bumi
Banyak pilihan menunya
31 Januari 2026 ● 17:42Semuanya super
Alhamdulillah, jumpa dengan orang baik
Salam kenal dah
administrator
salah satu yg bikin aku bakal balik lagi ke maldives, krn memang warloknya ramah2 bangettt
02 Februari 2026 ● 04:58Djangkaru Bumi
Tumis Kangkung, kesukaan saya banget.
02 Februari 2026 ● 21:32Templatenya keren, saya suka dengan warnanya. Google juga menyarankan template saya menggunakan warna seperti ini. Tapi belum sempat otak-atik walau desain dasar nya sudah jadi. Maklum masih pakai hape. Semoga suatu saat bisa punya wajah baru, bosan dengan tampilan yang sekarang 🤣
administrator
aku kalau urusan template, bayar hosting, itu temenku yg handle hahahaha.. aku bayar dia aja jadinya.. emang ga paham kalau disuruh ngutak ngatik sendiri 😀
03 Februari 2026 ● 07:02Myra
Berarti paginya harus sarapan lumayan banyak atau sedia camilan. Saoalnya lumayan laper kalau harus nunggu jam 2 hehehe.
Ternyata chicken ricenya itu lebih ke nasi goreng, ya. Tadinya saya ngebayangin kayak nasi kebuli atau semacamnya gitu. Etapi, saya tetap suka sih nasi dengan tekstur kayak gitu mau diapain juga.
31 Januari 2026 ● 21:36administrator
betuuuuul… cuma pas sarapan, krn menunya aku ga terlalu suka, secara karbo semua, ditambah pula aku pun biasa IF, jd memang ga banyak sarapan mba ;p..
iyaaa, chicken rice nya lebih mirip nasgor hahahaha, untungnya oke laaah…. nasi mereka tuh memang jenis pera begini, dan aku sukaaaaa, drpd nasi yg lembut
02 Februari 2026 ● 04:57binkbenk
enak makananya… jadi ngiller
31 Januari 2026 ● 22:30administrator
alhamdulillah makanan maldives ini enak2 semuanyaaaa
02 Februari 2026 ● 04:56Etuza
Wah..tempat makan yang hebat..menu sajian juga woW!! saya bagi A lah..gambar Fanny Nilla ambilo juga sangat terbaik..blogger kan namanya and like travel..Dan yang sangat happy kena belanja orang makan ya..wah..bikin cemburu kena belanja ni hehehhe ..
01 Februari 2026 ● 14:04administrator
betuuuul, baiiik sangaaat orang2 di sana 😀 … memang saya sukaaa lah maldives ini, dan langsung teringin nak balik 😀
02 Februari 2026 ● 04:55Heni Rosnita
Waduuh, ada kangkung juga di sana 😄, kaget aja pas ada menu itu, yah walau mungkin menunya beda kayak cah kangkung di Indo kali ya 😁, alhamdulillah ketemu orang baik ya mbak di sana, pake ditraktir pulak, itumah sesuatu banget ya, apalagi pas nyebut asalnya dari Indonesia hehe.. Eh mata uangnya juga rada mirip kita kan mbak.. Rufiya, apa bener 😁, jangan “masih sodaraan nih ama kita wkwkk, iya mirip warteg gitu ya cuman versi lebih mahal aja sih😄
02 Februari 2026 ● 12:48administrator
ga jauh beda kok mba ;p… cuma di sini dipakein daging hahahahaha
iyaaaa currencynya mirip ama Rupiah, dan Rufiya 😀
03 Februari 2026 ● 07:02Satria Mwb
Berarti kalau di Maladewa Jum,at nggak libur yaa, Kan kadang ada beberapa dinegara Arab yang liburnya hari Jum,at… Beda kalau di Indo hari jum,at yang tutup Toko emas doang.🤣🤣🤣
Untuk makanannya meski hidangan berat, tapi tampilannya bikin ngiler banget sih. Masalah harga mahal apa karena porsinya besar kali, atau karena rasanya yang enak. kalau untuk tampilan standard lah, nggak kaya Warted juga keelleess! 🤣🤣🤣
Wuuiih keren banget jum,at berkah dapat Cheesecake,👍👍 Ketimbang di Indo jum,at berkah cuma nasi bungkus sayurnya juga asin.😂🤣🤣🤣
02 Februari 2026 ● 23:28administrator
justru jumat itu hari libur mas…. makanya turis yg kesini hrs perhatikan di hari apa mereka akan terbang pulang… jangan sampe hari jumat, dan mereka masih di pulau lain… susah tuh, soalnya boat pada libur. jadi kalau ketemu jumat, ya mending stay aja di male dulu.
iyaaa porsi gedeee, tapi kalau harga ini termasuk mahal krn kafe sih yaaa… kalau mau murah ada tempat2 yg biasa orang lokal makan… itu aku cobain juga tp di hari lain :D.. ceritanya blm nyampe ksana hahahaha
03 Februari 2026 ● 07:01Lydia Miza
alhamdulillah dapat kek yang nampak sangat enak.
sayur kangkung tu menarik . tak pernah lagi nikmati kangkung dicampur daging.
04 Februari 2026 ● 11:06administrator
samaaa. sayapun belum pernah masak kangkung pakai daging… jd tertarik pula
04 Februari 2026 ● 11:41Sha Mohamed
Alah.. Comel sangat nama dia tu.. Sayang dia tak buat besar-besar..
04 Februari 2026 ● 14:02administrator
itulah kenapa pas awal kami susah nemuin cafe ini balik… soalnya tak terlihat plangnya hahahah
04 Februari 2026 ● 21:17Sha Mohamed
Besar betul portion makanan dia ya.. sesuai dengan harganya.. Kalau Sha memang akan ambil dessert je lah.. Semua nampak menarik untuk dicuba..
04 Februari 2026 ● 14:07administrator
iya kak… makanan orang2 di sana semuaaa besar hahahahaha… memang tak sanggub kalau makan sendiri :p
04 Februari 2026 ● 21:18Nurul Sufitri
Senangnyaaaa dipesenin dessert cheesecake gratis 😀 So yummy pula rasanya yach. Kok lucu banget tempat makannya? Ada menu2 Indonesia juga ya mie goreng dll. Oh, mbak Fanny udah lumayan lama ngurangin makan garam ya? Keren! Chicken Kottu dan Chicken Rice kalau dilihat di foto sih ga jumbo ya. Kulineran di Male City ternyata nyenengin, apalagi warga di sana ramah2 ya mirip di kita kali ya hihihi. Jus markisanya cantik amat, jadi -engen ikutan minum juga hehehe.
05 Februari 2026 ● 10:50administrator
memang mostly besar2 semua menu di maldives ini mba… tapi ga heran, orang2nya juga besar badannya, tegap gitu loh… ;p.. wajar makannya banyak…
08 Februari 2026 ● 11:07Khanif
tempatnya kecil tapi bersih, lebih enak tempat seperti ini mba, tsrasa nyaman 🙂
07 Februari 2026 ● 19:48administrator
memang nif… aku juga lebih suka tempat yg kecil tapi tenang begini
08 Februari 2026 ● 10:28Amie
Melihat potongan dessert cheesecake dan warna jus buah yang canrik, terbayang berada di sana. Sambil menyedut jus buah, seakan menikmati segala keindahan di syurga…. asyiiikkk banget!
10 Februari 2026 ● 06:10administrator
maldives ini jadi negara yg kami akan datangi lagi kak, 2027… saya langsung jatuh cinta dengan suasana kota2 nya, keramahan warga lokalnya, dan pasti pantai mereka cantik semuaaaa 😀 .. termasuk makanan yg sehat dan enak2.
10 Februari 2026 ● 06:21anies
waduhhhh nampak dessert je terus terliur saya dibuatnyaaaaaa
10 Februari 2026 ● 13:13administrator
hahahahaha trust me, kuliner maldives enaaaaaak semuaaaaa ^o^
10 Februari 2026 ● 22:05anies
bila tengok lauk-pauknya memang tak ada beza pun dengan lauk-pauk orang ASEAN… yg pasti semuanya menyelerakannnnn
10 Februari 2026 ● 13:25administrator
itulaaaah, tak jauuh bedaaaa makanan mereka dengan kita kak.. apalagi karinya, beuggggh sedaaaap… nanti saya cerita part yg lain
10 Februari 2026 ● 22:06anies
so sy nak datang sini pada hari jumaat jugalah. nanti boleh dapat cheesecake free hahahahha
11 Februari 2026 ● 10:14administrator
hahahahahaha berdoalah ada warlok yg nak sedekah jumat ;p
11 Februari 2026 ● 22:55anies
nasi goreng tu dia guna beras basmathi ya?
11 Februari 2026 ● 10:22administrator
iyaaa kak… rata2 disini pasti pakai basmati
11 Februari 2026 ● 22:55Mazni
chicken kottu tu sekali tengok kan, saya ingat kueytiow goreng. unik pulak daging ayam dimasak bersama roti pratha. pastu cheesecake tu nampak sedapp, semoga murah rezeki orang yg memberi.
geram pulak tengok jus markisa tu kak, refreshing betul!
12 Februari 2026 ● 09:20administrator
samaaaa…saya pun pikir kwetiaw… ternyata pratha diiris2 hahahahaha…. tapi sedaaap lah… memang semua makanan maldives ini enak2 mazniiii… try lah dtg ke sana
13 Februari 2026 ● 23:02SN Faaezahh
Aaaaa cheesecake nyaaa buat droolingg 🤭
14 Februari 2026 ● 15:15administrator
yaaaaaa, sayapun sukaaaaa tau… teksturnya unik tak seperti cheescake biasa
17 Februari 2026 ● 09:18Nona
Wow..Macamtu rupa bentuk Chicken rice kat sana ye…Bila terlalu Banyak dessert..sampai tak tahu nak makan yang mana ya…Rambang mata…Sedapnya cheese cake!!
16 Februari 2026 ● 12:00administrator
betuuul laaah…. dessertnya banyaaak macam… kami kalau tak kekenyangan, memang dah kalap milih rasanya.. semuanampak sedaaap hahahahaha
17 Februari 2026 ● 09:23MZ
dalam byk2 tu… MZ terliur chicken kottu!! nampak sedap laaa
21 Februari 2026 ● 07:02administrator
sedaaap memang kak… porsinya saja yg besar sangat ;p
24 Februari 2026 ● 05:51Fuzy Hamid
ni buat rasa nak segera ke Male ni tapi rutin menjaga bonda tak bisa di skip, harapnya ada rezeki ke sana nanti
27 Februari 2026 ● 15:02administrator
tak apa kak…. jaga bonda dulu…. male tak akan kemana2 🙂
28 Februari 2026 ● 05:49mamatisya
senang cari makanan halal bagus bangat
28 Februari 2026 ● 10:28administrator
iya, rata2 semua makanan di maldives ini halal kak
02 Maret 2026 ● 09:43