Di postingan sebelumnya, aku dan Fara jalan kaki menyusuri jalanan kota Male. Karena hari itu Jumat, kami lupa kalau seluruh tempat usaha, toko dan restoran di Maldives akan tutup, dan baru buka jam 2 siang. Padahal perut dah lumayan lapar saat itu 😄.
Sempat kami melihat, kedai makan, dengan gambar aneka lauk ditempel pada dinding jendela. Cukup membangkitkan selera, atau bisa jadi karena keroncongan jadi apapun makanan yang terlihat memang akan menggoda 😅. Hanya saja karena tutup, sepakat dengan Fara, ntar makan di sana saat sudah buka.
Summer Cafe yang bikin kami kepincut 😁. Keciiil banget kan tempatnya
SUMMER CAFE, MALE CITY
Tepat pukul 2, kami balik ke kafe tadi. Agak lupa sih lokasinya, untung aja insting mengingat jalan mba Fara jauuh lebih bagus daripada aku yang benar-benar disoriented kalau menyangkut arah jalan 😂.
Seneng bangetttt pas sampai, dan melihat kafenya juga sudah buka. Namanya Summer Cafe. Kecil, Plang namapun ga terlalu jelas terlihat.
plang nama yang secimit 😅
Bagian dalam bisa dibilang mungil, agak sempit tapi resik. Ternyata makanan di sini disajikan prasmanan. Pengunjung tinggal memilih aneka makanan dari balik kaca, tunjuk mau yang mana, lalu nanti akan dibawakan ke meja. Kombinasi kuliner Timur Tengah dan Asia. Bahkan ada bakmi goreng loh, beneran ditulis BAKMI GORENG. Feelingku si owner pernah tinggal di Indonesia nih 😁
aneka lauk yang dijual di Summer Cafe Male city, Maldives
Selain makanan berat, dijual juga aneka dessert 😍
aneka dessert yang bikin makin pusing kepala untuk memilih 😂
Masalahnya, terlalu banyak pilihan dan kami pusiiiiiing milih yang mana 😄. Untung sabaaar si staff laki-laki menjelaskan setiap menu masakan yang kami tanya.
Awalnya, kepengen menu Bento yang mereka jual.. Jadi beberapa lauk sudah ditentukan dalam kotak bento. Tapi staff ini baiiik loh, dia bilang tidak merekomendasikan menu bento kepada kami, karena porsinya sangat besar.. Dia ga yakin kami mampu menghabiskan. 👍.
Dan memang pas lihat dummy nya, kliatan banyaaaak seporsi. Akhirnya setelah galau lama, Fara memilih Chicken Rice yang lebih mirip Nasi Goreng dan Tumis Kangkung pakai daging bagian sengkel.
Sementara aku pilih Chicken Kottu. Untuk minum, kami berdua sama-sama pesan juice markisa dan iced peach tea.
chicken Kottu
KETEMU WARGA LOKAL YANG BAIK DAN RAMAH
Tengah menikmati hidangan, seorang laki-laki yang kami tebak orang Male, menyapa. “Are you Malaysian?”
Kami jawab bukan, sambil menyebut Indonesia. Dia langsung excited karena ternyata pernah tinggal lamaaaa di Indonesia, aku lupa di kota mana, dia ada sebut, cuma kami sendiri lebih fokus ke cerita dia.
Daaaaaaan, si bapak baik hati malah memesankan 1 dessert cheesecake untuk kami coba 😍😍. Dia bilang, “sedekah Jumat untuk musafir” . Terharuuuu 💙. Memang harus diakui, selama kami di Maldives, di pulau manapun yang kami inapi, orang-orang lokalnya memang raamaaaah bangetttt.
Cheesecake pemberian orang baik
MENIKMATI MAKANAN SERBA BANYAK DI SUMMER CAFE, MALE CITY
1 hal tentang kuliner Maldives, porsinya semua gueeedeeee 😂. Jadi yang makan cuma sedikit, bagusnya sih sharing.
Chicken Kottu pesananku, terdiri dari suwiran daging ayam, dimasak bersama prata bread yang sudah dipotong kecil. Tumis dengan aneka bumbu, pakai daun kari sebagai aromatik dan rasanya gurih PEDAAAAAS 😂👍. Jenis pedas yang munculnya tuh belakangan. Awal kunyahan masih gurih, tapi lama-lama, kok ya nonjok di lidah 😂
chicken kottu. Percayalah, ini menggunung porsinya. kami ga habis dan bawa pulang
Makan dengan chicken rice pesanan Fara, enak. Hanya saja buatku yang udah lama ngurangin garam, chicken rice ini sedikiiiiit asin.
chicken rice alias nasi goreng ala maldives
Trus Tumis kangkung dengan daging, pun enak, hanya lagi-lagi little bit salty. Rasa asin jadi balance ketika dimakan dengan chicken kottu. Dagingnya lembuuut walau pakai bagian sengkel yang masih ada lemak sedikit.
Juara dari menu kami, menurutku si dessert cheesecake gratis dari warga lokal barusan.
Keunikan dari dessert ini, cheesenya bukan dari keju yang lembut, melainkan gelatin, sehingga saat dikunyah chewy banget. Kenyal begitu. Rasa keju masih terasa, tapi tekstur dia bukan keju. Enaaaak. Samasekali ga buat eneg saat dimakan, mungkin karena ada rasa asam dari strawberries di bagian topping, berpadu juga dengan kerenyahan biscuit yang berada paling bawah cake.
Untuk menu minuman, biasalah yaaa… Juice Markisa enaaaaak.. dingin, ga kebanyakan air. Segeeeer untuk diminum di tengah cuaca panas.
juice markisa
Di Maldives, tiap kali kami pesan juice, apapun jenisnya, ga ada yang failed!! 😍😍
Iced Peach Tea pesanan Fara juga rekomen. Ada banyak fruit tea dijual di Maldives… Walaupun setelah kami cek, kebanyakan teh mereka berasal dari Srilanka, bukan asli Maldives.
TOTAL HARGA MAKANAN YANG KAMI PESAN DI SUMMER CAFE, MALE CITY
Dari segi harga, ini ga termasuk murah sih… Total semuanya MVR376.28. Yang kalau di Rupiah-kan kurang lebih Rp400,000an. Standard harga cafe di Jakarta juga.
SUMMARY MENIKMATI MAKAN HARI PERTAMA DI MALE CITY
Walaupun harus menunggu sampai semua restoran buka di hari Jumat, kami ga nyesel makan di Summer Cafe. Ga susah kok untuk mencari kuliner Maldives di Male City. Ada banyak cafe tersebar. Kami memilih Summer Cafe karena tertarik dengan gambar makanan yang terpajang di kaca jendela.
Rasa makanannya enak, banyak banget varian lauk, staff ramah dan mau menjelaskan setiap jenis makanan yang kami tanya, ditambah ada staff dari Bali yang juga bekerja di sana.. Ini mempermudah komunikasi saat menjelaskan.
persis kayak warteg di indonesia kan hihihihihi
Walaupun harga dalam Currency MVR, tapi semua kedai, cafe, resto dan supermarket di Maldives juga terima USD. Sejujurnya kami ga menukar banyak Maldivian Rufiya, jadi seringnya membayar dalam USD 😂.
Agak susah menemukan money changer di Male, kami tukar uang pertama kali saat masih di bandara, bagian Arrival hall. Ratenya bagus setelah dicek.
Gapapalah… toh bedanya juga tipis… Mungkin nanti 2027 saat balik lagi ke Maldives, aku bakal tukar lebih banyak currency lokal.
dekorasi Summer Cafe Male city
Kalau ingin mencari tempat makan yang lebih murah di Male City, bagusnya memang cari di fish market. Di sana kita bisa memesan ikan segar yang baru ditangkap, lalu dimasak oleh mereka, dengan harga jauuuh lebih murah. Kalau makanan semacam cafe begini, harga memang ga akan jauh beda dengan cafe di kota besar.
Jadiiii ga usah ragu kalau mau ke Maldives. Gampang cari makanan halal, orang-orangnya ramaaaah, tiket pesawat pulang pergi malah lebih murah daripada ke Indonesia Timur, daaaan ga usah tanya cantik negaranya, STUNNING beib 😍😍
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!