Selalu ada yang baru tiap ke Bandung , tapi aku sendiri tipe orang yang kadang cuma ingin merasakan lagi kuliner-kuliner legendaris di suatu tempat… Atau at least yang sudah lama berdiri lah, walau mungkin tidak legend.
Salah satunya KAMPUNG DAUN.
Kalau ga salah, rumah makan ini sudah berdiri sejak tahun 1999. Dulu pastinya tidak sebesar sekarang… Walau ga pernah kemari sebelumnya, namun aku sering membaca review tentang restoran ini sekaligus culture gallery , sehingga tidak heran dirancang sangat estetik dan bernuansa alam.
Kesampaian juga makan di Kampung Daun, berkat kak Retna 😄. Kak Ret dan Kak Lin, justru sudah 2x makan dine-in, ketika mereka liburan ke Bandung 10 tahun yang lalu.
KONSEP MEMESAN DI KAMPUNG DAUN BANDUNG
Untuk menghindari antrian panjang, semua tamu yang datang akan diarahkan menuju post resepsionis, lalu akan diregister, dan mengisi form digital untuk dicatat berapa jumlah orang yang akan makan dalam 1 meja. Setelahnya akan dikasih buku menu, bisa langsung pesan dan bayar..
scan barcode untuk registrasi
Baru boleh duduk di tempat menunggu dan akan dikasih tahu saung atau meja nomor berapa. Lebih efisien, dan cepat.
Sambil menunggu, kami malah sempat ke toilet yang cukup estetik dan wangiiiii banget. Trus foto-foto di beberapa spot.
MENU SET PAKET 4 ORANG DI KAMPUNG DAUN, BANDUNG
Mungkin karena datang saat baru jam buka, kami cepat mendapat saung. Dan begitu sampai, semua makanan sudah terhidang.
saung no 10, tempat kami makan
Piring-piring ternyata disimpan dalam rack tertutup yang panas, jadi menjamin semua piring tetap steril.
rak piring steril di kampung daun
Ini dia, aneka manu SET untuk ber-4 yang diorder 😍😍
ikan bakar madu
tahu, tempe, empal daging, dan ikan asin
tumis genjer
karedok
aneka ulam
kerupuk
dan nasi liwet
teh tawar anget untuk 4 orang
menu set 4 orang
Ada sedikit menu tambahan di luar paket. Berhubung udah jatuh cinta dengan jukut goreng, jadi pastinya sayur yang ini kami ga akan skip. Trus pesan juga Asem-Asem Daging.
Untuk menu minuman, Es Kelapa Muda, Es Jeruk dan Es Merah Putih jadi pilihan.
RASA ANEKA MENU DI KAMPUNG DAUN 😍😍
Lihat platingnya aja, kami semua dah senaaaaaaang 😍😎. Rapi, disusun dalam tampah rotan yang dialasi daun. Dalam 1 paket menu ber-4, semua sudah di dalam 1 tampah. Yang bikin berbinar-binar, kerupuknya dikasih 1 toples beib 😍😍. Bebas makan sampai habis.
Nasi liwet dihidang dengan pancinya sekaligus 😁
nasi liwet
Asem-asem daging pun malah disajikan dengan pemanas mini di bawah, menjaga suhu makanan tetap hangat.
Jadiiii, kalau penyajiannya saja dah cantik memikat mata, kami memang expect rasanya akan betul-betul sedap 😍.
Nasi Liwet: memang wangiiii sekali aromanya . Untuk teman-temanku blogger Malaysia, nasi liwet ini semacam nasi gurih/nasi uduk/nasi lemak, yang dimasak dengan santan , aneka rempah (daun salam, serai dan bawang), menggunakan panci tradisional. Setelah matang disajikam dengan taburan petai, ikan teri, sehingga aromanya lebih menggugah selera. Aneka lauk menjadi lebih nikmat jika nasinya pulen dan lembut seperti ini.
Untuk sayuran karedok: ini makanan khas Sunda dengan aneka sayur ulam, seperti kacang panjang, terong, tauge, timun, kol, dan daun kemangi. Lalu disiram dengan saus kacang yang bisa diatur level pedasnya. Bedanya apa dengan gado-gado dan pecal?
Di Karedok semua sayuran disajikan MENTAH tapi segar. Sementara Gado-gado dan pecal, biasanya sudah direbus terlebih dahulu.
Aku pribadi lebih suka karedok daripada gado-gado dan pecal. Sayangnya yang di Kampung daun, karedoknya ga pedas samasekali 😂. Minusnya itu aja sih… Kayaknya aku lupa juga pesen yang pedas.
Asam-asam iga: ini kuahnya sueegeeeeer banget 😍. Asam gurih, dengan potongan iga sapi yang lembuuuuut.
Jukut Goreng, favoritku dan Karni 😂. Lebih enak dibanding Jukut Goreng di Bebek Waluya kemarin. Jukut Goreng ala Kampung Daun sama-sama crispy, ga oily, tapi dikasih topping CABE RAWIT goreng sebagai taburan 😂. Meledak pedasnya 😄.
yang ditutupi kerupuk, itu karedok.
Paling juara yang mana??
Semua kompak setuju, kalau IKAN BAKAR MADU di Kampung Daun paling Uenaaaaaak di antara semua menu! 👍👍👍👍.
Ya Allah, macam mana dia buat bumbu marinasinya yaaaa ?? Secukup rasa, manis, gurih, meresaaap sampai ke dalam daging. Bagian ekor, dimasak hingga garing. Trus, bumbu yang menempel di tangan, memanglah buat kami sampai menjilat jari 😂💙💙💙
Kalau menu minuman, aku cuma cobain yang aku pesan sendiri, ES MERAH PUTIH. Ini sih sebenernya jus sirsak dan strawberry dimix menjadi 1, sehingga menghasilkan warna Merah dan putih 😄. Nyegeriiiin banget, manis asamnya pas.
SUMMARY MAKAN BARENG TEMAN-TEMAN DI KAMPUNG DAUN
Pastinyaaaaa, jika kalian mencari menu khas Sunda yang enak, premium, dengan tempat estetik, nyaman, bisa memuat banyak orang, bertema alam pula, sangat REKOMEN untuk makan di Kampung Daun 😍😍😍.
beberapa saung untuk rombongan tamu lebih besar. Foto dari website Kampungdaun.id
jika ingin memanggil staff, tinggal pukul kentongannya
Harga yang kami bayar untuk menu-menu di atas memang ga bisa dibilang murah, tapi dengan rasa yang diacungi semua jempol, worth it bangettttt.
Total kerusakan dompet, Rp1,144,000. Eiiits, jangan lupaaaa, ini kan kami sharing ber-4 😁😆. Jadi okelaaaaah, at least aku pastinya bakal ajakin tamu makan di sini jika sedang berlibur ke Bandung.
suasana gemercik air yang bikin tenang dan rileks
Alamat Kampung Daun:
Jalan Sersan Bajuri Km 4,7 No.88 Rr1 Desa Cihideung Parongpong – Bandung Barat
MZ
cantik banget tempat mkn ni…food pun semua nice presentationnya. best sgt kalau dpt ke sini!!
21 Juli 2026 ● 07:48administrator
kalau ke bandung wajib makan siniiii kak.. memang cantik tempatnya tapi rasa makanan pun sedaap
21 Juli 2026 ● 22:07Sis Lin
Hahahaha gelak dulu gambar paling bawah itu hahaha..
Sedap betul makan di sini Fanny, kekal rasanya 10 tahun dulu sampai sekarang.. ikan bakarnya sedap.. tapi asem-asem daging tu sangat Kak Lin suka laa.. fresh rasa waktu makan..
One daya kalau ke Bandung sama keluarga, memang Kak Lin bawa makan di sini..
21 Juli 2026 ● 08:32administrator
coba kakak buat lah asam2 daging tuh.. pasti bisaaa kakak bikin yg sama sedaap ^o^ . nampak simple saja .
nyesaal saya baru kali ini makan di kampung daun ;p.. ternyata sedaaap.. saya pikir tempat ini hanya mengandalkan estetika
21 Juli 2026 ● 22:05Agus warteg
Penyajiannya premium ya mbak, nasi liwet sama pancinya sekalian, asem asem daging sama pemanas nya dibawah nya jadi anget terus, cuma bayarnya itu bisa untuk cicilan motor beat.😂
21 Juli 2026 ● 09:34administrator
aku akuin memang agak mahal mas … tapiiii sesekali okelaaah hihihihihi
21 Juli 2026 ● 21:56Carneyz
Ikan bakar itu membuatkan saya nekad untuk kembali ke sini lagi dgn keluarga pula 😍 perapan ikan bakarnya betul2 menyerap sampai ke isi ikan. Anak2 saya pasti suka sebab mereka peminat ikan bakar.
21 Juli 2026 ● 09:42administrator
tak salah memang karni nak ajak mereka makan sana…. saya pun kalau ke bandung lagi akan ajak raka juga… memang sedaap lah ini… ntah kenapa saya malah tak pernah kesitu selama ini.. kalau bukan krn kak retna, tak mungkin kesana hahahahaha
21 Juli 2026 ● 21:55Miss Mirror
Saya juga lebih suka karedok berbanding gado2, pecel atau yg 1 lagi yg ada mee (ah lupa namanya). Yg pasti semuanya menu berkuah kacang.
Nasi liwat sy pernah buat. Tapi mungkin tak sesedap di resto lah. 😅
21 Juli 2026 ● 10:42administrator
tooos kitaaa kak… saya nih kalau sayuran segar memang lebih suka drpd yg dimasak. mie pecel? atau mie gomak? 2 itu yg pakai bumbu kacang
21 Juli 2026 ● 21:54Retna
Hahaha terbayang ikan sedapnyaaaa!! Kalau kita x rushing itu hari, confirm byk lagi akan ku order haha…
Yess recommended kalau bawa tamu, family makan di situ. Skrg sudah menarik, byk pilihan, ada juga gerai² menjual pelbagai kuih cuci mulut, buah², dan pasti tahun depan surau pun dah cantek kan haha
21 Juli 2026 ● 10:52administrator
itulaaah, kadang saya pun akan pesan macam2 kalau makan di tempat begini…. dan selalu jaraaaang pesan menu set hahahaha … lebih suka yg ala carte… tp oke juga set mereka… semua sedaaap… sayapun masih blm lupa rasa ikannya 😀
21 Juli 2026 ● 21:53Budioso
Wah tempatnya enak ya tema pedesaan
21 Juli 2026 ● 12:27administrator
iya tema alam
21 Juli 2026 ● 21:52Teh Okti
Kalah sama blogger luar negeri nih saya yang lahir di Bandung belum pernah makan di Kampung Daun. Kasihaaannn…
Tumis genjer sama ikan bakar emang pasangan nampol. Apalagi cocol sambal beuh, nikmat pisan.
Saya salut sama minuman kelapa muda nya itu, pakai ada tatoo kampung daun nya segala. Asli bikin ngiri kelapa lainnya itu, hehe…
21 Juli 2026 ● 17:34administrator
aku jugaaaa mba…. baru kesini setelah diajak temen malaysia hahahahha… padahal sering bolak balik ke bandung
next kalau ke sana lagi, memang pengen ajak suami makan di sini
21 Juli 2026 ● 21:51Nurul Rahmawati
Premium tapi sesuai bangettt dengan rasa, ambience, suasana, service. Beneran ini definisi value for money.
21 Juli 2026 ● 18:05Aku kayaknya blum pernah ke sini…mupeng bangettt, insyaAllah mau ajak keluarga besar makna hore di sini
Ikannya tampak segaaarr ya mbaa.
kayaknya baru dimasak sesaat setelah si ikan meninggoy 😁 jadi masih terasa fresh and juicy.
karedok juga siipp. tinggal dicocolin sambal aja kayaknya jadi pedes manteebb jiwa.
Duh bikin kemecerrrr
administrator
naah iyaa, kalau ajak keluarga, cocok banget makan sini mbaaaaa. ada tempat yg lebih besar juga… aku pun nyesel kenapa baru skr makan sini, padahal udh lama banget restoran ini kan 😀
21 Juli 2026 ● 21:50Roziah @ Cie
Teringin nak tau apa la bahan ikan tu kan. Boleh buat sendiri. Hidangan semua nampak menarik.
22 Juli 2026 ● 06:34administrator
itulaaah, kamipun coba tebak2 apa bahan perapan ikannya 😀
24 Juli 2026 ● 07:00Lala
Sukaaa banget nih sama nuansa dan suasana di Kampung daun 🤩 Sunda premium. Sayangnya juga nyaman ya. Udah gitu, aku salut sama penyajian makanannya. Dari mulai plating sampe mikirin kalau makanan berkuah harus tetap hangat. Bener sih, kalau suruh pilih sebagai orang Sunda asli aku emang lebih suka karedok. Secara tekstur kriuk, sayurannya segar, bumbunya menyatu. Berhubung nggak suka pedas, kayaknya aku bakalan cocok sih hehe. Tapi bener, mestinya pesen karedok nya pedas mba Fanny.
Alur pemesanan juga enak ya. Nggak ribet, lebih teratur. Agak sedikit kaget sama harganya sih. Etapi itu kan berempat yaaa, perorang nggak sampe 400 ribuan. Apalagi ada ikan juga, sama daging. Makannya juara, Oalah minuman merah putih itu jus toh. Jus sirsak & strawberry? Wah belum ngerasain sih gimana perpaduan dua buah seger ini.
Nasi liwetnya wow, menggugah selera pisan. Ada ikan teri nya 🤩 auto selera makan meningkat. Banyak spot foto bagus juga ya.
22 Juli 2026 ● 07:16administrator
ga heran sih yaaa, restoran kampung daun ini dah lama berdiri.. jadi mereka udah paham cara2 untuk melayani tamu, handle antrian panjang, dan rasa makanan tetap dijaga enak dari dulu… terutama bahan2 yang dipakai… kayak sayurannya masih segar2 banget.. itu yg aku suka.. hal kecil seperti piring disteril pun diambil berat juga.. pantes aja tamunya selalu ramai yg makan sana.
cocok sih untuk tempat makan rame2 dengan keluarga :D… aku pun jadi pengen balik lagi kalau nanti ke bandung..
iyaaa mba, sebenernya dihitung2 totalnya ga mahal, karena toh kami bagi ber4. jadi worth it laaah apalagi dengan rasa makanan jempolan.
nasi liwet itu memang wajiiib sih kalau makan di restoran sunda 😉
24 Juli 2026 ● 07:03Dinda
Hihihi.. Tipikal aku banget mbak kalau datang ke resto makan di mana pun selalu berusaha 30 menit atau 40 menit sebelum jam makan siang. Biar nggak antri dan bisa dapat tempat buat makan. Apalagi yang dikunjungi tipikal resto-resto yang terkenal plus susah buat dapat tempatnya. 😀
Dan aku cukup melongo ya dengan harga 1,144, ituu.. Wkwkwk… Kalo dipikir-pikir dapat harga segitu, makanan dan vibes selama di sana yang cakkeeeppp.. Ya merasa nggak rugi lahh.. 😀
Dann satu lagi, tuh jukut ada taburan cabenya udah bikin aku ngiler. Setelah baca dari blogmu, aku cek kulkas dan nemu harta karun sayur kangkung yang belum kuolah, Mbakkk. Gass, bikin jukut sendiri di rumah.. #Nahlho… wkwkwk.. 😀
22 Juli 2026 ● 08:06administrator
harusnya begituuuu, apalagi resto yang memang ramaaaai dikunjungi orang kaan :D.
untungnya kami bagi ber4 mba, jadi okelaaah, masih standard harga restoran, dan worth it krn rasanya memang enaaak 😀
seharusnya bisa kali yaa dibuat pake sayuran lain.. cuma aku nih memang ga jago masak, jd mau dibuat pake sayuran selada airnya kek, atau kangkung, tetep aja ga yakin bakal enak hahahaha
24 Juli 2026 ● 07:05Suriaamanda
Aduhai, terbaca bab Ikan Bakar Madu tu terus rasa terliur! Susah nak cari ikan bakar yang bumbunya betul-betul meresap sampai ke dalam daging. Gambar plating dalam tampah tu pun nampak estetik sangat.
22 Juli 2026 ● 08:48administrator
betuuul.. makanya saya pun biasanya tak terlalu suka ikan bakar.. tp yg ini best… memang teringat2 rasanya… kalau bandung dekat, dah balik lagi kesana mungkin 😀
24 Juli 2026 ● 07:09Ezna
Cantiknya tempat makan ni. Duduk pula dalam pondok macam tu tepi air terjun ya. Tenang…..kawasannya redup sebab banyak pokok-pokok. Gambar last tu siapa yang lukis?.
22 Juli 2026 ● 11:32administrator
kampung daun ini memang cantiiiik lah viewnya… makan pun tenang dan betah sangat lama2 :D. tak panas langsung sebab banyak pohon kan… kalau kakak ke bandung memang wajib singgah sini.
kak Lin yang buat fotonya :D.. pakai AI, ada prompt nya memang 😀
24 Juli 2026 ● 07:13Ria
aku sering denger juga nih mengenai Kampung Daun. Dan kl sudah berdiri sejak thn 1999 dan masih ada hingga sekarang, wah pasti punya pesonanya sendiri. Gak hanya mengandalkan tempat estetik tapi rasa makanan yang tetap terjaga dan kualitasnya juga terjamin. Biar gimana, kita akan cari lagi yg cocok sama selera dan bisa makan rame2 bareng keluarga. Ngomong2, apakah pas registrasi buat makan bisa sekalian pilih tempat duduknya mau di area mana?
22 Juli 2026 ● 12:22administrator
iyeees, kalau dah lama berdiri, biasanya mereka dah paham cara2 handle pesanan besar, dan trutama antrian supaya ga numpuk… itu yg aku suka.. seingetku kalau milih ga bisa, tp boleh minta ke staff kalau misal mau duduk di saung yg pakai kursi, atau mau yg lesehan.. itu bisa mba
24 Juli 2026 ● 07:14sueann art
Sedap – sedap makanan entry makan-makan Fanny…Hanya boleh dilihat dari jauh ni…doakan saya boleh ke sana nanti…
22 Juli 2026 ● 12:39administrator
aaamiiin.. semoga nanti kak Sue bisa ke bandung dan makan di kampung daun ini juga 😉
24 Juli 2026 ● 07:14Fajarwalker
Ishhh mbak, ini mah gausah jauh-jauh bahas menunya ya. Liat nasi liwetnya aja pake taburan ikan teri, udah menggoda bangettt lhoo. Itu aku kalo di rumah, bisa lho abisin itu gapake lauk apa-apa lagi, hahahahaha.
Ini mah emang tempatnya jaga kualitas bangettt ya mbak. Gak cuma platingnya yang ciamik, tapi detil-detilnya pun dijaga banget. macem potongan kelapa tuh, yang sampe dikasih sign khusus. Jadi berasa premium lho itu, padahal cuma kelapaaa, hihihi
Tapi yang paling aku salut, mereka juga catch up sama teknologi ya. Makanya sistem antriannya pun dibuat rapi dan terstruktur. Resto ginian nih, yang kalo viral pun, mereka gak akan kaget. Udah siappp banget lah dari hulu ke hilirnya. Thumbs up!
22 Juli 2026 ● 12:48administrator
betuuuul.. akupun bisa makan nasinya sendiri kalau dah ada teri dan pete hahahahaha…
itulah kenapa restoran kampung daun ini bisa bertahan yaaaa… udah lama, tapi mereka tetap update dengan teknologi… yg terpenting rasa makanan bisa mereka jaga, tetap enak sampai sekarang.. ini juga faktor utama orang2 masih mau datang lagi
24 Juli 2026 ● 07:16NA
Pertama kali tengok rak piring steril bertutup begitu.
22 Juli 2026 ● 14:01Persembahan makanan memang kemas.
Haha tergelak saya tengok gambar terakhir.
administrator
itulaah, resto ini memang dah memikirkan segalanya.. tak heran bisa bertahan dari 1999
24 Juli 2026 ● 07:17Rawiwa
Memang traveller tegar Retna & Sis Lin ni… tempat yang 10 tahun pergi boleh ingat masakannya dan datang lagi rekomen pada kawan² pulak.
22 Juli 2026 ● 19:02Masa awal² baca pasal Es Merah Putih tu tertanya² juga. Rupanya campuran sirasak & strawberry.
administrator
hahahahahha terkadang memang begitu kaaan… turis luar justru lebih tahu suatu tempat daripada warganya sendiri :D..
24 Juli 2026 ● 06:52~uncle gedek!
Patriotik sungguh! Sampai air pun ada Es Merah Putih…
OK, foto terakhir tu uncle ketawa!
22 Juli 2026 ● 22:03administrator
hahahahah tulah kenapa saya pesan merah putih hihihihihi
24 Juli 2026 ● 06:54Pizzah
Wah lamanya rumah makan ni sejak tahun 1999. Lama tu! Akhirnya sampai juga Fanny kat sini dengan mereka semua. Jadi special sikit gitu kan. hihi…Oo dorang lagi awal dah sampai sini ye.
23 Juli 2026 ● 08:36Senang sekarang banyak resto dah guna QR je untuk pesanan atau apa-apa urusan.
Easthetic sangat Kampun daun ni, tenang rasa makan disini dengan nature. Bagusnya siap steril pinggan dan sudu garpu.
Menarik lah presentation makanan kat sini. Kita pula tak sabar rasa nak makan. Ikan bakar jarang tak sedap, win!
Boleh masuk dalam list kalau ke Bandung.
Pernah juga buat doodle lucu tu, terhasut dari threads. hihi…
administrator
memang dah lamaaaa.. sayapun masih sekolah zaman tuh ;p. justru malah kak ret dan sislin yg udah datang duluan kan ;p
ini salah satu restoran di bandung yg saya rekomen sangat untuk teman2… karena kampung daun ini tak sekedar cantik tapi makanan pun sedaaap 😉
24 Juli 2026 ● 06:55snfzh
Nice nya makan sini. Makan dalam gazebo aesthetic! Aaa sukaaa, mau jugaaa :p
Menu2 yang kalian pesan juga pastiii enak bangett hingga sampai menjilat jari 😍 Gambar2 yang Fanny ambil juga memainkan peranan tau buat orang lapar 😁
Haha, tergelak Faa tengok lukisan di bawah itu.
23 Juli 2026 ● 08:59administrator
kalau faa datang ke bandung, memang wajiiiib makan di kampung daun lah 😉
hasil foto yang diubah oleh sislin hahahahaha
24 Juli 2026 ● 06:56April Hamsa
Wah udah ada sejak tahun 99, bahkan jadi jujugan turis ya.
23 Juli 2026 ● 11:01Kalau ramean gitu enak ada menu set ya mbak, jadi paling nambah2 apa lagi gitu dikit2 sesuai yang dimau. Tapi menu utamanya udah ada di set tadi.
Wah baru lagi nih piringnya disimpan di rak kek gitu. Biasanya kalau ke resto sejenis, sendok garpunya aja yang dicelupin ke gelas air panas, sementara piringnya dah di meja aja 😀
Wah tumis genjer, jadi bikin laper deeehh 😀
Dulu ibuku sering masak juga kek gitu haha. Sekarang jarang nemu genjer di tukang sayur kalau nggak mesen dulu kali ya.
Nasinya juga dimasukin ke wadah kastrol gitu jadi tetep hangat yaa 😀
jus sirsak stroberinya bikin penasaran, gimana rasanya dicampur gtu ya hehe belum pernah.
Suasana restonya juga asyik saung2 gitu. Ah, kalau ke Bandung lagi semoga bisa mampir sana. Keknya lokasinya juga proper banget buat ngajakin makan tamu/ teman bisnis yaa 😀
administrator
lamaaaa kan … saluuut sih.. bukti kalau kampung daun ini bisa adaptasi dengan teknologi tapi juga menjaga rasa makanan di restorannya…
beneeer mba, kalau dtg ramean aku juga lebih suka pesan menu set.. udah komplit soalny. palingan ntar nambah dikit2 untuk dessert apa menu lain kan.. lebih hemat ebgitu . di sinipun aku susaaah nemuin genjer ;p.. makanya ga pernah masak sendiri.
cocok kok sirsak ama strawberry… yg satu manis, yg satu asam.. jadi saling melengkapi aja.. warnanya bikin cantik
24 Juli 2026 ● 07:19Sha Mohamed
Lawa betul tempat makan dia.. Memang berbaloilah bayarannya.. Bukan setakat makanan malah suasananya juga memuaskan hati.. Pondok-pokdok tempat makan tu cantik sangat..
23 Juli 2026 ● 13:11administrator
agree… restoran kampung daun ini bukan jenis resto yang sekedar cantik…. mereka ini tak hanya cantik dan estetik tapi rasa makanan pun sedaaap!
24 Juli 2026 ● 06:44Sha Mohamed
Mengancam betul semua menu pilihan kalian.. Nampak sangat menyelerekan.. Air pilihan Fanny pun mengancam..
23 Juli 2026 ● 13:13administrator
enaaaak semua kak ^o^… jadi kalau ke bandung memang lah harus makan di Kampung daun ini
24 Juli 2026 ● 06:43Mulan Ishak
Sudah direkomen oleh kawan sebelum ke Bandung baru2 ini tapi masa sangat terhad. Ya Insyaa Allah akan ke sana lagi. Ikan bakar madu nampak sangat sedap begitu juga makanan serta minuman yang lain. Platingnya juga menambahkan selera ketika makan di situ.
Tak ketinggalan tempat makan yang selesa, suasana sekeliling serta lanskap yang sangat indah. Thanks for sharing Fanny 😍😍😍 doakan kami ke Bandung lagi ya.
23 Juli 2026 ● 13:42administrator
kampung daun ini memang wajib didatangi kalau ke bandung. rekomen banget kak… kalau dah bingung nak makan mana yang kulinernya khas bandung, better datang ke sini, karena memang semua kuliner khas bandung sudah ada di sini
24 Juli 2026 ● 06:41Avi
Wah ikan bakarnya tampak sangat menggugah selera dan beneran enak ya. Tahu Bandung kalau digoreng juga sedap, rasanya khas banget.
Bayar segitu benar-benar worth it dengan rasa dan pengalamannya, ya, Kak Fanny. Tempatnya sangat cakep, sampai ada dapur dengan rantang juga (boleh foto di sana kah?)
Dulu daku pernah makan karedok di salah satu resto di Batu dan emang pedees, tapi enak. Karedok beneran emang yg pedes ya, sayang di sana karedoknya kurang pedes.
23 Juli 2026 ● 14:19administrator
boleh mba… banyak banget spot foto memang di sana, dan bebas untuk foto… cuma kami ga sampe segitunya sih hahahahaha… jd yg deket-deket aja, itupun sekedar syarat udah datang ke sini 😀
nah iyaaa, karedok itu lebih enak kalau pedes :D.. cuma gpp lah, kalaupun mild begini, masih tetep enak juga. asalkan sayurannya segar
24 Juli 2026 ● 06:39Tukang Jalan Jajan
Klo menikmati makanan sesundaan ini emang kudu bersinggungan dengan alam yah Kak Fanny….. Makan makanan khas Sunda di saung lesehan sambil dengerin suara gemericik air dan udara sejuk Lembang tuh rasanya tenang banget.
23 Juli 2026 ● 16:16Apalagi kalau datengnya pas malam hari, obor dan lampunya bikin jalannya makin syahdu.
Nasi liwet plus gurame bakar dan sambalnya juara sih, bener-bener mantap.
Satu kesatuan yang ngga bisa dipisahkan satu sama lain sih emang….. sampe menelan liur rasanya hahaha
administrator
iyaaaa, sunda itu identik alam banget kan…. kayaknya makanan sederhana sekalipun langsung berasa enaaaak kalau makan di restoran yg konsep alam begini.
salah satu tempat yg skr jd andalan ku kalau ke bandung 😀
24 Juli 2026 ● 06:38Fenni Bungsu
Konsep pemesanan makanannya bagus sih ini, gak bikin menumpuk antre depan kasir atau depan pintu yak. Jadinya kan sesuai urutan kedatangan, tanpa perlu nge-tag-in tempat.
Sharing cost yang asik untuk menu makanannya. Kalau selama ini daku dengarnya ayam bakar madu, eh di sini ternyata ada ikan bakar madu. Fix belum pernah nyobain si ikan yang dibakar dan dipadukan dengan madu.
Terus itu ada taburan petai di nasi liwet, lalu apakah ini pertanda temannya Kak Fanny pada doyan pete juga? Wuaaah ada yang kayak daku juga nih kayaknya yang sesuatu untuk urusan si hijau wkwkwk. Soalnya ngebayangin itu wangi banget bikin lambung berdendang.
23 Juli 2026 ● 18:53administrator
beneeer… kliatan banget restoran ini memang sudah mateng dan siap dalam menghadapi tamu yg rame … ga heran sih, udah lama juga berdirinya kan.
enaknya kalau jalan ama temen, semuanya kami sharing aja rata.. males ngitung2 si A makan apa, si B makan apa… dah laah, bagi rata aja semua walau mungkin ada minuman yg lebih mahal.. ga usah dipikirin segitunya 😀
mereka nih sukaaa petai… jadi ga masalah kalau ada si hijau bulat di makanan ;D
24 Juli 2026 ● 06:37Asri Lestari
Cakep banget ya tempatnya. Syahdu gitu. Jadi ingat dulu pernah nyari Kampung Daun berdua sama suami malah nyasar. Akhirnya putar balik nggak jadi ke sana 😅
Makannya juga tampak sangat menggiurkan. Terutama ikan bakar dan asam-asam dagingnya. Sebanding lha ya sama harganya yang cukup premium itu 😁
Btw aku baru ini nemu jus sirsak mix sama stroberi. Seger tuh kayanya sama-sama buah asam.
23 Juli 2026 ● 19:41administrator
aiiiish, sayang banget ga jadi mbaa :D… mungkin agak hidden dikit sih, tapi setelah ketemu malah luas bangetttt tempatnya 😀
cocoooook memang, sirsak dan strawberry diganding berdua.. masuuuk rasanya 😉
24 Juli 2026 ● 06:34MZ
food presentationnya cantik banget! tip top gitu!
23 Juli 2026 ● 19:41administrator
betuuul kak.. kampung daun ini memang terkenal baguuuus tempat dan presentation makanannya
24 Juli 2026 ● 06:32Amie
Wah, inilah Kampung Daun yang pernah kami datangi rahun 2011. Kalau tak silap selepas menyaksikan pesta angklung. Entah bila boleh datang lagi. Makanannya enak-enak belaka. Tempat makannya pun nyaman.
23 Juli 2026 ● 21:13administrator
waaah ga salah kak amie dtg ke siniiii :D… memang enaaak dan representatif tempatnya yaaa. sesuai lah untuk turis yang baru datang ke bandung
24 Juli 2026 ● 06:32Katerina
Sesuai namanya Kampung Daun, tempatnya dikelilingi daun dan pepohonan, jadi kelihatan serba ijo dan asri banget ya, Fan. Nah, aku suka deh lihat ada rak piring sterilnya. Bikin restonya punya nilai tambah dari segi kebersihan. Kalau aku, jangankan rak piring tertutup kayak gitu, makan di kedai yang sendok garpunya dimasukin ke gelas berisi air panas aja udah seneng. Rasanya sebagai tamu benar-benar diperhatikan sampai urusan kebersihan alat makannya.
Set makan berempatnya kayak yang biasa ada di rumah-rumah makan Sunda ya. Aku kalau makan berempat sama suami dan anak-anak juga sering ambil set begini. Sekilas memang kayak kurang karena ikannya cuma satu, padahal lauk lainnya banyak juga ya kan, ada tahu, tempe, empal, ikan asin, karedok, genjer. Belum lagi nasi liwetnya. Btw, yang bulat-bulat di nasi liwet itu bawang utuh ya? 😄
Ikan bakar madunya menggoda banget lho, apalagi sampai kalian sepakat itu yang paling enak. Jukut gorengnya juga kelihatan bakal bikin nasi cepat habis hahaha. Dan foto-foto makanannya cakep-cakep banget, Fan. Bikin ngiler lihatnya. Sekarang pakai kamera HP apa? 😄
23 Juli 2026 ● 21:51administrator
dari saat lihat steril tempat makannya, udah langsung berasa yakin makan di sini :D.. keliatan mereka memang menjaga kebersihan tempat makannya kan. iyaaa mba, kalau makan rame2, mendingan pilih menu set sih.. udh lengkap semua dengan sayur dan protein.. kalaupun kurang tinggal pilih menu terpisah. iyaaaa bawang itu yg bulet2 di nasi 😀
yg ini ikan bakarnya memang mantap laaah… jarang2 aku sampe keinget2 dengan menu ikan bakar begini.
24 Juli 2026 ● 06:31Bambang Irwanto Soeripto
ngakak pas lihat gambar penutup. Kok wajah cantik-cantik dibuat kayak gitu hahahaha.
23 Juli 2026 ● 22:32Tapi dari cerita dan foto-fotonya, Kampung Daun ini rekomended sekali, Mbak. Semua dipikirkan dengann baik. Mulai dari sistem pemesanan yang praktis dan mencegah antre, sampai rak penyimpanan piring di depan saung. Menu-menu yang dipesan bikin ngiler. dan dengan harga 1.144.000 kalau dibagi 4 jadi seorang 286 ribu. Masih terbayarkan dengan rasa makanan dan suasana di sana.
administrator
beneeer… konsep mereka udah mateeeeng dan rapi… jadi ga bakal kelabakan juga saat cater pesanan dalam jumlah banyak . antrian pun dah dibuat terarah sehingga ga berantakan . worth it kok dengan harganya
24 Juli 2026 ● 06:29Didik Purwanto
Salfok ama foto ilustrasi terakhir. Kok jadi melet sih? Haha. Ini AI atau gmn mbak Fanny? Lucu banget.
Btw, Kampung Daun selalu jadi favorit tempat makan saat ke Bandung sih. Pertama kali ke sini sekitar tahun 2009 dan 2011. Bawa rombongan org2 dan direksi bursa efek waktu itu.
Dan aku terpana sih dgn eksteriornya. Alami bgt. Nuansa alam terasa bgt di sana. Tenang dan bersih.
Btw, kentongan utk memanggil pelayan apakah sdh dihilangkan ya? Cara reservasinya jg udh digital tuh. Terakhir ke sana masih manual. Dan emg lama bgt penyajiannya. Emg pengunjungnya bejibun sih. Kita ngerti kok.
Sampe abis minuman yg kita pesan, makanan blm nongol. Udh biasa sih ya. Dan favorit makananku, mirip sih ama yg dipesan kak Fanny. Dan masih terkenang rasa makanan di sana. Nikmaaaat bgt. Apalagi nasi liwetnya.
23 Juli 2026 ● 22:58administrator
temenku yg bikin, pastinya pake prompt AI 😀
Memang sering dijadikan tempat makan corporate atau bahkan acara wedding ini tempat.. ga heran sih yaaaa.. tempatnya juga cakeeeep banget dan sesuai untuk acara besar dan penting. masih ada mas kentongannya… cuma cara pesan udh lebih ke digital sih… malah bagus, jd lebih cepat juga
kalau makan di sini jangan pas perut laper banget kayaknya 😀
24 Juli 2026 ● 06:28Aisyah Dian
Kak dari semua menu disini sepertinya yang belum saya cobain adalah jukut goreng. Asli bikin penasaran… Apalagi ada asem-asem daging beugh dijamin nasi 2 piring habis sebentar saja
24 Juli 2026 ● 02:01administrator
jukut goreng enak, kalau cara masaknya ga terlalu berminyak… soalnya sempet nemu yg oily banget malah bikin eneg
24 Juli 2026 ● 06:25hazin
ini sangat bagus lokasinya. dengan nuansa pemandangan alam yang menyejukkan ditambah sajian menu lokal jadi teringat suasana di kampung. semoga kedepannya bisa berkunjung di kuliner khas sunda yang bernuansa alam
24 Juli 2026 ● 03:45administrator
ya memang bagus
24 Juli 2026 ● 06:24Dedew
Akk suka banget suasana restorannya kok menyenangkan sekali yaa berasa lagi makan di tengah sawah kampung nenek mana fotonya bagus-bagus dan makanannya juara yaa.. penasaran dengan jukut goreng belum pernah cobain.. nasi liwetnya juga menggoda..
24 Juli 2026 ● 05:42administrator
memang baguuuuuus dekorasi di kampung daun ini mbaaa…. ga cuma cantik, tp rasa makanan juga uenaaak 😉
24 Juli 2026 ● 06:24Srie
namanya unik ya, dan ternyata tempatnya memang sebagus itu. Apalagi menu yang disajikan, sangat mengoda lidah. Ini bisa menjadi salah satu tempat favorit untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau sekadar menepi sejenak dari keriuhan dunia, supaya bisa mendapatkan isnpirasi baru. Ownernya kreatif banget ya, bisa menata tempatnya seestetik ini.
24 Juli 2026 ● 07:31administrator
Kampung daun memang estetik banget tempatnya… yg suka foto pasti seneng kesini saking banyak spot foto menarik. cocok memang buat makan dengan keluarga, atau kolega
24 Juli 2026 ● 12:33Dian
Aku lumayan cocok sama kuliner khas sunda. Walau di surabaya agak jarang restoran yang menyajikan menu khas sunda. Favorit ku selain nasi liwet ya ikan pesmol bumbu acar
24 Juli 2026 ● 08:03Di tempat mbak fanny ini pasti menunya lengkap ya
Mana suasananya asik pula.
Jadi pengen juga ke sana
administrator
lumayan lengkap menunya mba…. makanya daripada kami pening pesen macem2, udah paling bener pesen menu set begini hahahahaha… ga tergoda ama menu2 yg ujung2nya malah kebanyakan… kalau ke bandung wajib sih makan di sini.. apalagi kalau suka menu2 sunda
24 Juli 2026 ● 12:35lendyagassi
Lucuu amaayy foto terakhirnya di karikaturin, ka Fann..
MashaAllah..
Aku baruu tau tumis genjer.
Ini enak kah?
Kalo jukut.. no wonder yaah.. ada rasa asin-asinnya, meski banyak minyaknya pun kadang aku urap lagi di nasinya, hehehe.. soalnya asinnya mashaAllah.. malah bikin nikmat yaa..
Nasi liwet memang juara sih yaa..
Cara masak yang masih klasik beginii.. dengan bumbu yang semakin bikin aroma nasi wangiii..
Kalo uda gitu, biasanya nasehatin anak-anak buat banyak-banyak bersyukur sama apa yang dimakan.. karena proses dari beras sampai jadi nasi yang hangat begini, gak mudah.
Hihihi.. ka Fann juga kena tausiyah ala emak-emak akyuu ginii, kaan..
Ini tuh insight dari nonton Pachinko, ka Fann.. meski drakornya tentang kesedihan perang, tapii.. orang Korea itu sangat menghargai hasil bumi mereka.
Lohh… ngomongin nasi kok jadi panjaang..
maapp maapp…
Makanan di Kampung Daun, selain “Nyunda banget” juga suasananya yaah.. berasa di rumah si Abah karena makan di saung-saung berpadu dengan alam.
24 Juli 2026 ● 08:25administrator
enaaaak mba…. ga jauh beda ama kangkung rasanya 😀
jukut memang manteeep sih… diremes k nasi aja udah gurih banget ;p.. naah betuuul… aku pun sering2 ceramah ke anak2 utk habiskan makanan.. jangan main buang2 aja… ga tahu apa di luaran masih banyak yg kelaperan ;(
eh tapi kaaan, orang korea itu kalau makan kayaknya suka nyisain ga sih hihihihihi…. atau itu hanya di drama 😀 ?
kampung daun jd favoritku sekaraaaang… masih terbayang ih enaknya ikan bakar dia
24 Juli 2026 ● 12:38antung apriana
mbak itu foto terakhir diedit pakai apa? lucu ya. hehe. menu masakan di kampung daun ini juga menggiurkan banget dan aku jadi penasaran nih sama jukut goreng itu kira-kira di warung sunda di sini ada nggak ya?
24 Juli 2026 ● 08:28administrator
temenku yg edit hahahaha.. ada prompt nya. coba deh tanyain, krn biasanya jukut goreng di tempat sunda
26 Juli 2026 ● 10:10Tot
Nyamannya tempat untuk menjamu selera. Akak pertama kali lihat nasi liwet. Bilalah dapat bercuti di sana dan merasai sendiri makanan yang enak-enak. Kerupuk dia kasi satu tong, Fanny berempat habis tak, makan? 😀
24 Juli 2026 ● 08:43administrator
habiiiiis semua kak ;p…yg banyak makan kerupuk kamilah memang … tipe yg tak bisa makan tanpa kerupuk ;p.. kakak bagi tahu saya kalau ke jkarta yaaaa 😉
26 Juli 2026 ● 10:10Mamatisya
Ikan bakar madu terliur tgk… Suasana restoran ni cantik
24 Juli 2026 ● 11:04administrator
cantiiik sangat.. kakak kalau ke bandung, memang wajiiiib singgah makan sini
26 Juli 2026 ● 10:08anies
warghhhhh banyak betul perubahan kat siniiiiiii rasanya yang ni lebih meriahhhhhh dan cantikkkk
26 Juli 2026 ● 10:36administrator
krn saya blm pernah kesini, jd memang tak tahulah dulunya macam apa kampung daun ini hahahahaha…
26 Juli 2026 ● 10:52anies
seingat sy masa makan kat sini bos bayar sekitar 4 juta rupiah untuk total bil. kami angkat kening bila dengar 4 juta. masa tu kami makan dalam 23 orang so no wonder laa harga sebegitu… hehe
26 Juli 2026 ● 10:48administrator
kaaaaak, 4 juta utk 23 orang tahun berapaaa???? itu murah bangetttttt… kami saja cuma ber4, sudah 1 juta lebih hahahahahaha
26 Juli 2026 ● 10:51Mazni Munawar
sukalah lauk kampung macamni! persekitaran restoran pun cantik, ala2 makan di hutan 😀 kena masuk liast kalau datang ke bandung. thanks for sharing!
26 Juli 2026 ● 10:54administrator
iyaaa, kalau mazni ke bandung, memang wajiiib makan di sini ;D.. sedaaap, dan spot foto banyaaak sangat 😀
28 Juli 2026 ● 05:44anies
dah agak daaa
26 Juli 2026 ● 11:03sy tengok gambar je dah tahu ikan bakar tu mesti sedap
dan ternyata ia juga jadi pilihan fanny…
harap2 menu ni ada lagi kalau sy datang ke sana pada masa hadapan hehehe
administrator
pasti ada kak… di banyak resto sunda biasanya ikan bakar madu itu selalu ada :D… cobain lagi yg punya kampung daun ini
28 Juli 2026 ● 05:44anies
hahahahahha tergelak besar sy bila tengok gambar last tu
26 Juli 2026 ● 11:28hahahah adoiiii
dah macam orang kelaparan pula dengan lidah macam tu hahahahaha
administrator
hahahahha kak lin lah itu yg buat.. ;p pakai prompt AI
28 Juli 2026 ● 05:49anies
ye laa lebih kurang macam pecal kalau tak silap saya.. cuma pecal kuah kacang tu sedikit manis… lain tempat lain kot namanya tapi jenis makanannya lebih kurang sama je…
26 Juli 2026 ● 11:54administrator
dan pecal di rebus sayurannya kak… kalau karedok memang segar semua sayuran
28 Juli 2026 ● 05:49Heni Hikmayani Fauzia
Saya salfok sama kelapa muda itu beneran yaa dikasih nama restonys di kelapa mudanya…bagus dan unik, Idenya ada aja yaa kampung Daun. Soalnya saya belum pernah melihat sajian kelapa muda yang diberi nama di buah kelapanya.
Rasa makanan harus enak Kak fany hehehe,,,karena harganya premium pisan 1,14 jt buat berempat. jadi pasti enak rasa makanannya. Kalau gak enak aduh sayang banget.
Suasananya juga adem dan nyaman pisan,,,next syaa mau kesana juga kak Fan,,,saya sering ke Lembang tapi belum pernah kesini.
26 Juli 2026 ● 12:08administrator
iyaaa, pake di cap segala yaaa :D.. itulah mba, kalau sampai ga enak memang nyebelin ;p.. untungnya semua sedaaaaap ^o^… tempat pun cantiiik bangetttt, sukaaa lah kami berlama2 di sana
28 Juli 2026 ● 05:51anies
kalau tak silap saya dulu ada persembahan budaya kat sini
26 Juli 2026 ● 12:15pemuziknya menggunakan angklung
tak pasti sama ada, show tu ada lagi atau tidak
sambil makan boleh dengar muzik…
administrator
oh ya ke? mungkin ada waktu2nya yaaa… pas kami dtg weekday, dan baru buka pula. ga ada dengar suara angklung 😀
28 Juli 2026 ● 05:43bidasari
Ini tempat yang molek benar rupanya. Pilihan makanan yang banyak dan sangat enak. Bikin makan kenyang sampai senang hati ya. Tempatnya santai, welcoming dan penuh estetik. Ini bisa berlama-lamaan kalau bersama teman dan keluarga ngobrol sambil menjamu selera. KSarie paling tergoda dengan asem daging itu
27 Juli 2026 ● 19:17administrator
kalau ke bandung, kak sarie wajiiiib lah mampir sini… memang menarik, dan untungnya makanan pun sedaap… jd bukan hanya menjual estetika saja.. . cuma harga lah pricey sikit.untung kami share ber4 hahahahha
28 Juli 2026 ● 05:40linda
memang tengok tempat dan makanannya, nampak estetik gitu.. dengan rasa yang sedap, jadi tak kisah untuk bayar mahal.
28 Juli 2026 ● 10:17tapi, udah kenapa gambar yang last, lepas keluar “kampung Daun” jadi seram pula.. macam bawa keluar sekali spirit.. hahaha
administrator
hahahahahhahaha kak lin punya kerja lah tuuuh… pakai prompt dia buatnya 😀
worth it sangat harganya kak, sebab memmang sedaaap semua… apalagi krn kami pun sharing ber4, jd tak lah mahal sangat masing2
30 Juli 2026 ● 10:03abuikhwan
cantik sangat tempatnya.. juadahnya pun ala kampung.. makin berselera. Indonesia sangat luas, semestinya banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dan makanannya pun beraneka.. saya banyak kali juga ke indonesia dalam misi-misi kebajikan, tidak lepasan peluang untuk nikmati makanan setempat. lebih-lebih lagi misi kami di kawasan-kawasan desa… cuma Bandung belum pernah sampai..
30 Juli 2026 ● 07:06administrator
nanti kalau ustad datang lagi ke indonesia untuk berlibur, bolehlah coba aneka kuliner khas masing2 propinsi di sini 😀 .. apalagi bandung, memang banyak dan sedap2
30 Juli 2026 ● 09:34ammi
cantik tempatnya. 1juta rupiah makan ber4 ya ok bangetlah kan. tapi pasti penatkan waiter dan waitressnya sebab tempatnya seperti luas. Bayangkan kalau ada 3-4 meja yang ketuk kentongan itu.
30 Juli 2026 ● 14:16administrator
kayaknya tiap area dibagi ke bberapa staffs kak :D… susah juga kalau cuma sedikit orang hahahaha .. tp tuhlaaah memang ada waktunya kami pun hrs sabar saat memanggil waiter
31 Juli 2026 ● 10:39SHAIZHAR BIN ABU BAKAR
Wah! harganya juta – juta juga ya. Kalau di Malaysia sudah sama dengan level Jutawan ini. ha ha ha
31 Juli 2026 ● 10:33administrator
hahahahahaha, dah biasa kami di sini ;p.
31 Juli 2026 ● 11:17Nona Sani
Ooo…Itu Nasi Liwet ya… Memang kena Masuk list la kalau ke sana.. Hehe.. Terliur pulak… Kat sini taka menu Ikan Bakar madu 🤤
01 Agustus 2026 ● 16:14administrator
kalau ke bandung memang hrs coba makan ini kak 😀 … tak salah lah pilihan sislin dan kak ret kalau soal makanan 😀
03 Agustus 2026 ● 05:21Aqilarin Shamsi
Selalu nampak tourist Malaysia suka makan di Pagi Sore/nasi padang, rupanya ada yang rajin explore restoran lain hehe. Ikan bakar kalau bumbu sedap memang enjoy makan.
08 Agustus 2026 ● 00:37administrator
beda jenis juga kak.. pagi sore kuliner padang… kalau kampung daun kuliner sunda :D.. beda rasa, beda tipe.. kalau ke bandung better coba kuliner sunda 😀
08 Agustus 2026 ● 21:14