Tanggal 24 May kemarin, jarang-jarang abis sholat subuh aku langsung mandi 😂.. Biasanya molor lagi 😁. Yalaaah, ada janji dengan teman jiran yang kalau dipikir-pikir, dia nih mirip aku sedikiiit rutinitasnya.. Perbedaan kami, kalau aku setiap tahun PASTI ke Malaysia, Nadia pula tiap tahun rasa-rasanya selalu ke JAKARTA 😄😄.
Sayang… tiap ke Jakarta Nad ga pernah lama 😁, makanya ga bisa ajakin dia eksplor kuliner ibukota, apalagi sampai luar kota.. Ditambah hari kerja pula.. Akhirnya, janjian ketemu pas Minggu, itupun saat Nad dan Didi, mau balik ke KL (lanjut Ipoh) . Plan asal, aku mau ajakin mereka sarapan dulu, sebelum nanti kami antar ke bandara Soekarno Hatta.
BROWSING TEMPAT SARAPAN DEKAT BANDARA SOETTA
Aku langsung ubek-ubek IG, tiktok, Google untuk cari referensi tempat sarapan yang ga jauh-jauh amat dari airport. Akhirnya ketemu 1 tempat, KEDAI ROSLEE, yang ternyata menyajikan kuliner khas PONTIANAK, salah satu kota Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Kuching Sarawak.
Lebih tepatnya sih, Entikong dari sisi Indonesia, dan Tebedu dari sisi Sarawak. Ada bus lintas negara juga, dari Pontianak ke Kuching yang memakan waktu 8 jam perjalanan.
peta Kalimantan, Sabah, Sarawak dan Brunei
Kedai Roslee langsung menarik perhatian, karena sejujurnya sejak baca tulisan-tulisan mas Dodon, teman blogger asal KalBar, aku drooling berat tiap kali membaca kuliner khas Pontianak.
Untungnya di Jakarta, ga susah nemuin makanan khas dari propinsi lain, termasuk menu-menu terkenal Kalimantan Barat. So far yang aku tahu, ada di Sunter, dan PIK ini.
LOKASI KEDAI ROSLEE, TEMPAT MAKAN YANG MENYAJIKAN KULINER PONTIANAK HALAL
Alamatnya memang jauh dari rumahku di Rawamangun, tapi tempat ini dekeeet dengan bandara, hanya 19 menitan via tol, sehingga kami ga terlalu terburu-buru mengantarkan Nadia dan Didi.
Kedai Roslee:
Ruko The Centro Metro Broadway PIK, Jl. Pantai Indah Utara 2 No.49B Blok A, RT.3/RW.7, Kapuk Muara, Penjaringan, North Jakarta City, Jakarta 14460
Jujurnya sih, pas tahu lokasi di PIK (Pantai Indah Kapuk), segera aku cari tahu, apa ini halal atau tidak.. Karena tahu sendiri PIK itu china town, sehingga cafe-cafe di sana kebanyakan memang bukan untuk muslim. Alhamdulillah Kedai Roslee sudah HALAL CERTIFIED.
MENU-MENU PONTIANAK YANG KAMI PESAN
Karena masih pagi, belum terlihat ada tamu lain … Buku menu langsung beralih, dan ternyata tidak terlalu banyak varian. Oke sih buatku, setidaknya ga bingung untuk memilih makan apa.
Setelah pesan, bayar dulu di cashier
Yang kami pesan:
Sate Kuah Pontianak (Rp45,000++)
paket combo 8: Kwe tiau lembab + jeruk sonkit (Rp44,000++)
Nasi goreng ayam (Rp42,000++)
Yam kwetiaw + bakso ikan kuah (Rp52,000++)
choipan bengkoang (chai kueh kukus) 5 pieces (Rp28,000++)
choipan bengkoang (chai kueh goreng) 5 pieces (Rp33,000++)
kueh talam ebi (Rp22,000++)
Tho kueh goreng (Rp24,000++)
minumnya:
es kopi yuanyang (Rp30,000++)
es teh sonkit (Rp22,000++)
es kopi susu gula aren (Rp30,000++)
SEPERTI APA RASA KULINER PONTIANAK DI KEDAI ROSLEE
Ga butuh waktu lama menyajikan semua yang kami pesan.
Aneka minuman datang lebih dulu. Punya Raka jeruk songkit nya enaaaaak 😍😍😍. Segeeer banget wooy… Jeruk songkit yang manisnya smooth, seperti ada rasa asamboy sedikit. Panas-panas minum ini, memang bikin badan sejuk.
Sayang kopi susu aren yang aku pesan kurang strong kopinya.. Kayak kebanyakan air.. Tapi sudahlaaah, susah juga berharap kopi enak saat makan di cafe yang memang bukan spesialis kopi.
Ga semua makanan aku coba, terutama yang dipesan Nadia dan Didi (Yam kwetiaw, nasi goreng dan sate kuah) memang aku ga coba.. Lagipun dah kebayang rasa sate kuah Pontianak , karena pernah coba di Sunter dulu, meskipun beda tempat makan.
Dimulai dari kue yang akan kami santap secara sharing, Choipan atau Chai Kueh isi bengkoang, dibentuk agak berbeda dengan choipan biasa.. Yang ini rada bulat. Isian bengkoang padet. Pas digigit, aku sukaaaaa😍😍😍. Manis segar dari bengkoang, match bangetttt dengan gurihnya ebi atau udang kering dan taburan bawang putih goreng 😍😍. Trus cocol dengan saus khas, yang pedas menggigit.
chai kueh atau choipan isi bengkoang
Ini aku bisa sih ngabisin banyak 😂. Kulit Choipannya memang tidak terlalu tipis, tapi juga ga tebel… So buatku masih okelaah 👍
Nah agak beda dengan versi goreng.. Dari bentuk ga sebulet yang kukus, sedikit agak leper. Uniknya karena tekstur kulit digoreng sehingga terasa renyah di luar, namun lembut bengkoang tetap sama 👍.
chai kueh atau choipan goreng
Pesanan utamaku Talam Ebi. Seperti kue talam yang terbuat dari tepung beras dan santan, rasa kue ini cendrung tawar, namun terasa lembuuuut sekali. Yang membuat rasa lebih nonjok, jelas saja taburan ebi dan tongcai (lobak asin) yang sudah dicacah halus. Menciptakan kombinasi rasa tawar, dan gurih (savoury) dari topping.
talam ebi
Pelengkap pastinya sambal khas Pontianak yang asam pedas sedikit manis. So, kunci nikmatnya kue ini, sudah pasti terletak pada topping.
Karena kami masih lama ngobrol, akhirnya aku tambah Tho Kueh goreng. Makanan khas Pontianak yang dengan filling ebi, jamur hioko, dan lobak manis. Rasanya nano-nano, asin gurih dan manis. Tekstur kue ini chewy untuk bagian luar, sensasi crispy sedikit, karena ini digoreng.
tho kueh goreng kedai roslee
pesanan Raka, kwetiaw lembab dengan telur mata sapi
SUMMARY MAKAN DI KEDAI ROSLEE PIK
Berhubung rezeki dan waktu belum mengizinkan aku terbang ke Pontianak, setidaknya kuliner dari kota yang dilewati garis khatulistiwa ini sudah ada dijual di beberapa tempat Jakarta.
Mengindikasikan ada banyak perantau Pontianak di ibukota 😁.
Makanan khas Pontianak kurasa cocok untuk lidah-lidah yang menyukai rasa gurih, asin dan pedas. Bukannya tidak ada makanan manis , adaaa kok, contohnya Kaloci. Sayang aku memang bukan jenis sweet tooth, makanya ga tertarik pesan dessert ini pas makan di Kedai Roslee.
Untuk warga Jakarta penikmat hidangan Pontianak yang halal , ga perlu jauh-jauh kalau kangen choipan, sate kuah atau kaloci. Setidaknya rasa makanan di sini bisa sedikit mengobati rindu akan masakan Kalimantan Barat.
menu-menu Nad dan Didi yang aku ga coba (Sate kuah, Yam kwetiaw bakso ikan, nasi goreng)
Layout ruangan juga nyaman.. Ga terlalu besar tapi ditata rapi. Dengan hiasan foto-foto kota Kalimantan, juga beberapa foto presiden yang pernah mengunjungi Pontianak, dan kain tenun Kalimantan.
Pastinya ada kemiripan dengan Sarawak , mengingat kaum dayak tersebar di beberapa tempat antara Kalimantan Indonesia, Sabah Sarawak Malaysia dan juga Brunei. Ga heran beberapa budaya, kuliner dan tradisi menjadi mirip satu sama lain.
foto terakhir sengaja di silang, emosiku langsung ketrigger liat mukanya , hiiiih!!
THANK YOU NAD !
Kali ini ga cuma happy karena bisa menikmati makanan Pontianak yang aku suka, juga bisa ketemuan lagi dengan Nadia dan Didi 🎉🤗.
Makasih sudah menyempatkan waktu meski sebentar, juga untuk oleh-oleh dari Tanah Suci 😍 😍. Coklat langsung habis karena dimakan Raka 🤣. Prayer Cap dan Sajadah pun langsung saya cuci supaya bisa dipakai. Sukaaa juga dengan Zikir beads dan dompet kecil, bisa dipakai utk letak uang-uang koin dari berbagai negara 😄👍.
Semoga tahun depan kita bisa ketemuan lagi yaaa 😄.Eksplor buku-buku dari penulis Indonesia di gramedia 😘. Sekalian pusing-pusing Jakarta dan luar kota dengan kalian berdua kalau bisa 💃💃👍. Selalu happy to meet you both Nad & Didi 🤗
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!