D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Apr 2013

06

SIRIRAJ FORENSIC MUSEUM, BANGKOK

Pic taken from corkscrew-balloon.com
Bangkok identik dengan ragam kuilnya. Dan jujur itu membuatku bosan hanya melihat kuil-kuil yang udah banyak diceritakan orang. Jadi begitu udah book tiket untuk tujuan Bangkok, aku langsung mencari tau tempat apalagi yang bisa didatangin tapi tidak berbau kuil samasekali ;D. Thank heavens, the answer coming from @kartupos, yang memberikan bocoran tempat-tempat tidak biasa di Bangkok. Salah satunya, Siriraj Forensic Museum. 

Ini bukan museum biasa. Terlebih karena barang-barang yang dipamerkan di dalam, juga bukan untuk semua kalangan. Hanya orang yang merasa perutnya cukup kuat untuk tidak muntah di dalam setelah melihat ‘barang-barang’ yang ga lazim ini :).

Tiket masuk ke dalam hanya Bath 40 per orang. Penjual tiketnya udah wanti-wanti dari awal untuk tidak mengambil foto. Tapiiiii…bandel dikit boleh dong ya 😉

Pintu pertama yang aku masukin adalah sebuah ruangan yang tidak begitu luas, tapi dipenuhi jejeran kotak-kotak kaca yang di dalamnya ada boneka seperti bayi dengan berbagai macam bentuk.  Ada boneka bayi berkepala dua, bayi yang menderita hydrocepalus, bayi yang kakinya dempet seperti duyung, bayi kembar siam yang dempet di bagian dada, bayi yang memiliki kelainan di kepala, bahkan ada display bayi-bayi yang diaborsi, mulai dari umur beberapa minggu, sampai yang udah lengkap bagian-bagian tubuhnya. Semua display ini dilengkapi dengan jantung, paru-paru, dan bagian dalam organ tubuh, yang dipajang bersebelahan dengan bayi-bayinya. Aku perhatikan secara detil, dari jarak dekat, satu demi satu. Sampai kemudian salah seorang petugas memberitahu bahwa semua pajangan bayi-bayi ini, yang mempunyai jahitan di kepala atau dada mereka, semuanya adalah BAYI ASLI YANG DIAWETKAN!!! My Goshhhh…Seriusss ini bayi asliiii???!!!! Dan aku langsung lemas terlebih ngebayangin bayiku di rumah. Apalagi begitu sampai di bagian-bagian bayi yang meninggal  karena aborsi. Bener-bener kayak mau nangissss.. 🙁 . Bayi-bayi ini kebanyakan (malah kurasa semuanya) adalah bayi-bayi yang sengaja dibuang oleh orangtuanya, atau orangtua yang tidak mampu dan mengikhlaskan saja bayinya diawetkan untuk tujuan medis.

Masuk ke ruangan lain, kali ini aku melihat tengkorak-tengkorak yang dibelah, lengkap dengan bagian dalam isi otaknya. Lalu ada tempat di mana kita bisa tau banyak tentang Leukimia, tapi sayangnyaaa…..semua penjelasan ditulis dengan hurup Thai. Sebel.. 🙁 Aku jadi ga bisa ngerti samasekali. Tapi kalo ga salah ya, ada penjelasan audio yang bisa kita sewa juga. Sayang aku telat banget taunya…

Ruangan selanjutnya, ada sesuatu yang besar, seperti batu. Tapi ternyata itu adalah buah zakar laki-laki yang membengkak besar akibat terinfeksi cacing penyebab penyakit kaki gajah. Buah zakarnya sampai menggantung keluar menyentuh tanah.

Semakin masuk ke dalam,  kayaknya semakin banyak hal-hal yang bikin perutku berontak. Tapi aku tahan sekuatnya ;p Kali ini, ruangan yang memperlihatkan apa yang akan terjadi dengan usus kita kalo sampe makan makanan kotor di pinggir jalan. Saat melihatnya, percaya deh, jadi males banget jajan sembarangan.

Kita masuk lagi ke ruangan lain. Niat sih mau nenangin perut. Kali ini aku ngeliat banyak sekali foto di pajang sepanjang dinding. Langsung semangat pengen liat-liat, tapiiiii…sumpah ni mata langsung terpaku pas ngeliat foto pertama. Foto-foto asli, tanpa rekayasa, tidak ditutupin-tutupin, orang-orang meninggal karena kecelakaan kereta api, ditikam sampai mati, terkena ledakan bom sampai sebagian tubuh hancur, terkena ledakan granat, meninggal karena kecelakaan sampai kepalanya terputus (dan kepalanya juga ikut difoto terpisah, lengkap dengan darah-darahnya), foto orang yang tangannya disayat-sayat karena mencoba bunuh diri, orang yang kepalanya dikampak, meninggal karena ditembak, dilindas mobil dengan bekas bannya masih menempel di badan, tinggal sebut, foto seperti apa yang kamu mau lihat 🙁 Sedih, seram, juga takut saat melihat koleksi foto-foto seram ini. Dan aku bersyukur ga memilih forensik dulu ;p

 Next room, sebuah ruangan bertema Tsunami, yang ikut menimpa Thailand tahun 2004 dulu. Di sini tertulis rapi (untung dalam bahasa Inggris) tentang kronologis kejadiannya. Beberapa display patung (kali ini beneran patung) dipajang sebagai penguat cerita. Seperti patung para korban yang badannya sudah membengkak atau miniatur pantai yang terkena dampak tsunami.

Keluar dari ruangan tsunami, kali ini kita  melihat binatang reptil yang diawetkan. Mulai dari ular laut, king cobra, ular derik, tarantula dan masih banyak binatang yang aku ga terlalu ingat namanya. Ga mau terlalu lama di ruangan ini, karena aku pribadi takut ama semua binatang melata. Baik mati ato hidup ;p

Pindah ke ruangan satunya yang ga kalah seram, ada beberapa kotak seperti box telepon umum, yang di dalamnya ada siluet tubuh manusia yang berdiri miring. Tebak apa itu ;)? Ini jasad-jasad penjahat yang dihukum mati, lalu diawetkan untuk dipertunjukkan ke publik. Rata-rata kesalahan mereka adalah memperkosa dan membunuh korbannya. Even dipajang juga pakaian korban yang masih bebercak darah dan kotor. 🙁 Sadis… Ada 1 pembunuh yang ternyata terkenal karena kesadisannya sebagai cannibal-child murderer-boogeyman, Si Quey. Fotonya semasa hidup juga dipajang disamping box kaca penyimpan jasadnya. Orangnya ternyata sudah tua. Ga habis pikir orang setua itu bisa melakukan kejahatan sekejam ini. Ngilu, nyesek, takut kalo melihat jasad-jasad dan pakaian korban yang dipajang ini 🙁

Terakhir, aku masuk ke ruangan yang memajang bagian dalam organ manusia seperti paru-paru menghitam karena rokok, liver yang tertusuk pisau, jantung yang terkena serangan, atau liver yang rusak sebagian karena kecelakaan fatal. Terlalu banyak untuk disebutin satu persatu..

Okay, cukup sampai di sini..  Untuk orang awam seperti aku, yang ga begitu ngerti tentang kegunaan forensik dalam mengungkap kematian, pelajaran yang bisa diambil adalah, lebih berhati-hati dalam memilih apa yang kita makan, berhati-hati dalam mengemudi, jangan mencari musuh yang  mungkin akan membunuh kita suatu saat, dan yang pasti stop merokok 😉 . Guys, foto-foto pembunuhan di ruangan sebelumnya itu samasekali bikin merinding yang melihat. Tapi jelas yang aku ga bisa lupakan, jasad-jasad bayi diawetin yang meninggal karena penyakit, dan mereka yang meninggal karena diaborsi 🙁 . So sad thinking about women outside there who could kill their babies mercilessly, while there’re  so many women who wanna have a baby, but they just can’t 🙁 . Please, mungkin orang-orang seperti itu perlu datang ke museum forensik untuk melihat langsung bayi-bayi ini
Dead Babies
Bayi Kembar Siam Dempet Kepala, & Organ Dalam Tubuh Mereka
Jasad Si Quey, Pembunuh dan Pemakan Anak-Anak
Paru-Paru Menghitam Akibat Rokok
Liver Yang Rusak Akibat Kecelakaan

ps. Karena larangan untuk mengambil gambar, hanya 5 foto yang diambil diam-diam ini saja yang bisa aku attach. Kamera pengawasnya plus security guard nya lumayan waspada mengawasi pengunjung. Bahkan sebenernya kita berdua hampir ketahuan saat mengambil foto-foto ini 🙂

How to get there: Naik BTS (sky train) turun di Saphan Taksin Station. Lalu turun kebawah untuk naik river boat. Dari sana kita turun di dermaga Wang Lang(Siriraj). Keluar dari dermaga, jalan sedikit sekitar 200 meter, dan lokasi gedungnya ada disebelah kanan. Buka Senin – Sabtu (09.00 am – 16.00 pm)

 

20 tanggapan untuk “SIRIRAJ FORENSIC MUSEUM, BANGKOK”

  1. mindoel mengatakan:

    Beraninya Fan ke museum forensik gini. Langsung agak aneh di perut waktu baca tentang bayi beneran.

  2. Adam @ PergiDulu mengatakan:

    Looks…. menarik….. ??????

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Ntah lah Adam 🙂 Buat sebagian orang, museum yang lain dari biasanya ini mungkin menarik. Aku suka melihat tempat2 unik yang beda, tp banyak pelajaran yg bisa diambil dari situ.

      Tapi ga bisa dipungkiri, sebagian orang mungkin juga bakal menganggab tempat ini tabu ato ga pantes untuk didatangin.. Tergantung dari persepsi mana kita melihatnya 🙂

  3. BACKPACKTOR.COM mengatakan:

    “jangan mencari musuh yang suatu saat bisa membunuh kita” X_x okeh kak okeh (-_-)/

  4. BACKPACKTOR.COM mengatakan:

    “Jangan mencari musuh yang suatu saat bisa membunuh kita”
    Okeh kak okeh X_x

  5. pungky mengatakan:

    aduh aku bacanya aja lemes dan mual. tapi bikin penasaran jadi baca terus.. tapi serem.. tapi tamat bacanya.. langsung pengen ngacir ke kasur melukin anak sendiri 😐

  6. Ophi Ziadah mengatakan:

    huwaaa horor ya mak… *nahan isi perut*

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Tapi sbnrnya menarik bngt mbaaa… aku suka penasaran ama yg bgini2… kdg pgn tuh ngeliat dr dekat seperti apa organ tubuh kalo diliat langsung 😀 Di museum ini semua kejawab

  7. as mengatakan:

    Haiii Mba, seru sekali ya museumnya. Aku bakalan merinding dan enggak mau lagi dech ngelanjutin yg lihat bayi-bayi itu. But kalau untuk tujuan medis bahaya mengkonsumsi rokok dan apa akibatnya pada badan kita, mah…why not, itu malah mengedukasi bgt.

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      aku awalnya ga tau bnr2 itu bayi beneran mba -__-.. lgs shock gitu pas diksh tau penjaganya…sediiih bgt kalo ke museum itu

  8. Keke Naima mengatakan:

    sereeemmm… saya beneran penakut kayaknya 😀

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      Tapi nth kenapa menarik loh mba :).. aku yg dr dulu penasaran ama bagian dalam tubuh manusia itu gmn, jd bisa tau dan ngerti..walopun yg bikin ga tega itu ya bayi2nya 🙁

  9. academic Indonesia mengatakan:

    BLOGGER sekaligus jurnalist, membuka tabir2 rahasia dengan potret2 rahasia 😀

    Apresiasi tinggi 😀

  10. Azmi mengatakan:

    waduh gan ngeri kali awak bacanya..
    tapi super mantap agan yaa.. 🙂

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      butuh nyali ngeliatnya ;p… soalnya mayat2 bayi dan mayat penjahat, itu asli semua -__-

  11. Ghiffari mengatakan:

    Duh ko kayanya serem banget ya museumnya.. btw ga parnoan mba ngeliat yang kaya gituu?? haha

    • Fanny Fristhika Nila mengatakan:

      hahahahahha, yg seram2 gini yg aku suka mbak ;).. makin seram, makin tertantang utk masuk hihihihi ;p.. sayang bgt trakhir ke bangkok kmrn, aku ga bisa nemu museum ini, krn lupa hiks… tapi kalo k bangkok lg, mau nyari sampe dapet pokoknya! 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.