WISATA MALDIVES: MENIKMATI MALE DALAM SEHARI ~ Kota Male, ibukota dari Maladewa atau dikenal dengan Maldives, sama sekali tidak besar. Kami sengaja menginap 2 malam di Male sebelum lanjut ke pulau-pulau lainnya, karena memang ingin eksplor kota ini sedikit.
bandara Velana terlihat dari artificial beach Male city
YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG KOTA MALE, MALDIVES
Faktanya, kota Male hanya seluas 8.3km persegi… Iyeeeeees, ga salah baca, hanya sekecil itu, yang maknanya, dibanding dengan Jakarta Pusat saja, kota Male itu 6x LEBIH KECIL… Itu baru Jakarta Pusat, ga usah dibandingin ama Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Barat, dan Utara 😁.
Negara Maldives terdiri dari kumpulan pulau-pulau berjumlah 1100an pulau yang tersebar di dalam 26 Atol.. Apa itu Atol? Menurut Wikipedia, Atol semacam cincin yang mengelilingi laguna (perairan dangkal). Terbentuk lamaaa sekali dari pulau vulkanik yang tenggelam..
Map of Maldives
Jadi kalau mau dibayangkan, dulu itu terdapat banyak pulau vulkanik di sana, lalu karangpun tumbuh mengelilingi pulau vulkanik tersebut. Seiring waktu, pulau vulkanik tadi tenggelam, ntah karena sebab apa, sehingga karang-karang yang tumbuh di lingkaran pulau, naik ke atas, membentuk cincin atau ATOL. Kebayang yaaaa..
Itulah kenapa, perairan di tengah atol, tidak berombak besar. Karena terlindungi oleh karang disekeliling.
Tapi walau kota MALE merupakan kota terkecil di Asia, kota ini termasuk yang TERPADAT dari segi jumlah penduduk. Setengah dari warga Maldives, tumplek blek di kota ini.. Bisa bayangin, kota sekecil itu, tapi ditinggali banyak orang.
Dan fakta lainnya, dibanding pulau-pulau lain di Maladewa, Male merupakan pulau terbesar, mungkin karena itu dijadikan pusat pemerintahan.
WISATA KELILING KOTA MALE SEHARIAN
Kami sampai di kota ini hampir tengah malam. Jadi ga bisa melihat seperti apa kotanya ketika melewati jembatan penghubung antara kota dan airport. Saat pagi hari, mata langsung melek lebar melihat view dari jendela yang langsung menghadap lautan, Samudera Hindia 😍😍😍.
yang kami lewati ketika menuju artificial beach, male city
Pokoknya hari ini aku dan Fara hanya mau jalan-jalan keliling kota.
Selesai sarapan yang sangat minimalis di Beehive Premier Hotel, kami bersiap strolling around kota Male dengan berjalan kaki.
Laluan pedestrian lebar, sehingga nyaman berjalan tanpa kuatir diserempet kendaraan yang padat luar biasa, kebanyakan sih motor.
bank of maldives & kantor post
Cuaca saat itu ga terik, karena anginnya termasuk sejuk. Jadi berjalan kaki lama dan jauh, samasekali ga membuat kami letih.
MESJID DI MANA-MANA KOTA MALE
Sebagai negara dengan 100% menganut agama Islam, ga susah untuk menemukan mesjid di Maldives. Ada di mana-mana.. Mulai dari yang kecil selevel musholla, sampai yang besar bagaikan mesjid raya. Ada mesjid yang khusus lelaki, ada juga yang boleh dimasuki wanita.
Membedakannya bagaimana? Embuuuh, tanya ajalah supaya ga salah 😂 .
Kami melewati mesjid megah KING SALMAN, dengan warna kubah biru menyejukkan mata. Nama mesjid ini sempat kujadikan pertanyaan kuis GA di IG Stories saat traveling kemarin 😄
Sempat agak ragu untuk masuk dan berfoto, karena sejujurnya ga ada siapa-siapa di mesjid.. Sepi bangetttt. Apalagi hari itu Jumat, yang semestinya hari libur weekend di Maldives. Kalau kita kan libur ujung minggu starting Sabtu, mereka mulai di hari Jumat.
Oh ya, satu alasan kenapa kami memutuskan untuk stay di Male juga, karena di hari Jumat, semua toko, restoran, juga publik ferry tutup. Tidak ada penyebrangan menuju pulau lain jika memakai Ferry untuk umum.
LAPAR, TAPI TAK ADA RESTORAN BUKA
Awalnya kami pikir, triple karbo yang kami icip saat sarapan di hotel, bisa mengganjal perut sampai waktunya makan siang.. Apa daya, ternyata berjalan kaki cukup jauh, mampu bikin si belly tummy konser rock di siang hari 😂. Masalahnyaaaaa, kami lupa kalau hari itu Jumat. Ga ada toko dan tempat makan buka DI MANAPUN di Maldives 😂😂. Ada denda yang harus dibayar jika berani melanggar.. Baru bisa buka lagi jam 2 siang.
Ya sudahlah, anggab saja puasa, dan kami sedang ngabuburit menunggu bedug berbuka 😅😅😆 (For my Malaysian friends: Ngabuburit means jalan-jalan menghabiskan waktu saat Ramadhan 😄).
semua toko tutup di hari jumat di maldives
JETTY DI TENGAH KOTA
Transportasi utama untuk menuju pulau-pulau di Maldives sudah pasti boat atau ferry. Kalau duitnya ga berseri, bisa naik SeaPlane.. Tapi ini biasanya ke resort private yang mewah, atau pulau yang berada di ujung terjauh.
Ada 2 jetty di Male, 1 di dekat airport Velana, dan 1 lagi di tengah kota persis. Kami akan berangkat melalui jetty di dekat airport esok harinya.
Gilaaaaaak sih. Pas lihat airnya ya beib, kami berdua kayak pengen nyebur, saking jerniiiiiih , dan biru turqoise 😍😍😍. Sampah? Apa itu sampaaaah 😂😂. Tak adoooo sedikitpun kotoran di dalam air.
jetty yang di tengah kota Male
Kami melewati SEA AMBULANCE, SEA FIRE & RESCUE, juga banyak boat private yang tengah bersandar di jetty karena libur Jumat.
Sempat kagum, pas melihat boat khusus ambulance dan pemadam kebakaran.. Tapi ternyata kenapa disediakan, lah wong posisinya depan-depanan ama kantor presiden cuy😄😄😎.
KANTOR PRESIDEN DAN KEMENTRIAN PERTAHANAN MALDIVES
Wajar sih yaaa, namanya juga ibukota, pastilah pusat pemerintahannya di kawasan ini. Jujurnya, aku takjub melihat kantor presiden yang sangaaaaaat dekat dengan jetty, tidak terlalu mewah, dan kliatan simple kalau mau dibandingkan dengan kantor kepresidenan negara lain..
kantor presiden Maldives yang aku pikir gedung sekolah. Penjaganya di dalam yang ditunjuk tanda panah
Pikiranku saat itu, kereeen nih presiden Maldives, bukan tipe yang bermewah-mewah sepertinya. Humble banget dengan kantor yang tidak dijaga terlalu ketat, dekat dengan publik dan keliatan low profile bangunannya. Kalau ga baca plang nama, aku kira itu gedung sekolah sih 😁
Kepengen foto pastinya, tapi pas lihat ada penjaga, langsung mundur, kuatir ga boleh kan. Eh si penjaga langsung kasih tanda jempol, mengizinkan kami untuk foto-foto di depan kantor presiden😍😍😍 . Beughhhh mantaaap 👍👍
Di sebelah kantor presiden ada kantor kementrian Pertahanan. Masuk akal bersebelahan dengan tempat presiden.
Dari Ki-Ka: Gedung ministry of defense, kantor presiden, kantor polisi (kanan bawah)
PELABUHAN KHUSUS KEPRESIDENAN, IZZUDDIN JETTY, MALE CITY MALDIVES
Lalu kami melewati suatu jetty yang berbeda, kliatan dijaga walau cuma 1 orang, sambil duduk santai pula 😄 . Bentuk bangunannya cakeeep, simetris, terbuat dari ukiran kayu. Ternyata itu jetty khusus presiden Maldives jika ingin melawat pulau-pulau lain.
Foto-foto dari luar boleh, tapi ga boleh masuk ke dalam.
cakeeep jetty khusus presidennya
ARTIFICIAL BEACH, MALE CITY
Akutu sempat bingung, kenapa di negara kepulauan Maldives yang terkenal akan pantainya cantik luar biasa, kok malah ada ARTIFICIAL BEACH alias pantai buatan 😆😅. Whyyyyyyy, emang ga cukup apa pantai kalian??
Ternyata itu karena luas kota Male yang memang sangaaaaaaat terbatas, juga sedikitnya area hijau di sana, sehingga dibangunlah pantai buatan dengan cara reklamasi lahan.
Pantai berpasir putih, dengan air berwarna baby blue yang bebas untuk berenang. Di beberapa titik dibangun breakwater atau pemecah ombak, supaya gelombang laut tidak tinggi dan tetap aman.
Siapapun boleh bermain air di sini, tapi harus ingat yaaaa, NO BIKINI. Pakai baju renang yang sopan.
Maldives adalah salah satu negara yang tidak mengizinkan bikini kecualiiiii kalian menginap di resort private, bukan PULAU LOKAL.
LANDMARK MENARIK DI KOTA MALE MALDIVES
Dari hasil jalan-jalan random kami menyusuri kota Male, terlihat beberapa bangunan yang menggugah rasa penasaran.
1. Aminiya School dan Iskandhar School yang saling bersebelahan.
Keduanya sekolah untuk primary dan secondary level. Aminiya School (gedung hijau) dulunya sekolah khusus anak perempuan. Tapi sekarang ini sudah terbuka untuk sekolah campuran.
Sementara Iskandhar School (gedung merah) adalah sekolah negeri tertua di Maldives, berdiri sejak tahun 1961.
Ini ga ada yang tawuran yaa muridnya 😂, kayak SMAN 70 Jakarta zaman si mama masih sekolah sana hahahahahah.
2. Stadion Bola Rasmee Dhandu, Timnas Maldives. Kami berdua sejujurnya ga nyangka lapangan bolanya seimut-imut ini 😁. Untuk Timnas loh ini, bukan sekedar lapangan bola kecamatan. Dan kapasitas hanya 11,000 orang.
stadion bola timnas maldives
3. Supermarket REDWAVE yang buka 24 jam kecuali Jumat. Unik karena hurupnya dibuat seperti lepas. Kirain memang rusak, ternyata sengaja dibuat begitu, karena semua cabang Redwave supermarket, begini semua bentuk plang namanya
😁
TAMAN DI DEPAN BEEHIVE PREMIER HOTEL, MALE CITY
Saat pulang menuju hotel, kami melewati taman Lonuziyaaraiy. Dari jendela kamar, juga kelihatan taman ini. Sebenarnya pengen briskwalk di sana pagi-pagi… Cuma maaflah beib , ga kebangun pula mata 😂. Padahal kalau lihat dari atas, dalamnya itu nyaman banget, ada jogging track, dengan banyak pohon pula.
InsyaAllah 2027 ke Maldives lagi, pas transit di Male, kami mau spare waktu untuk olahraga pagi di taman.
view taman dari jendela kamar kami di hotel beehive premier
LORONG-LORONG YANG TIADA HABISNYA
Ada banyak lorong di kota Male, lorong kecil, yang saling terhubung 1 sama lain. Untunglah Gmaps lancar tanpa lagging. Jadi setidaknya kami berdua ga nyasar saat mengeksplor lorong-lorong di dalam.
SUMMARY WISATA KELILING KOTA MALE, MALDIVES
Seharian, dari pagi sampai sore, kami puas keliling Male City, Maldives.. Sebenarnya ada 1 tempat yang gagal divisit, pasar ikan segar alias Male Fish Market. Ya itu tadi, tutup saaaay karena Jumat 😂😂. Padahal dah kebayang bisa pesan masakan ikan khas Maldives yang masih fresh dengan harga miring.
Jadi, kalau kalian menginap di Male City, seharian berjalan kaki menyusuri kotanya, memungkinkan bangetttt. Ada banyak yang bisa dilihat, tempat wisata utama seperti artificial beach , berfoto di landmark wajib (Kantor presiden & King Salman Mosque), sekedar melihat kotanya yang hidup dan ramai, atau mencicipi aneka kuliner lokal yang enak dan murah 😍😍.
mural di dekat pantai buatan male city
Menurutku, jalan keliling kota Male saja, sudah bikin puas dan menghemat banyak budget. Transportasi darat macam bus dan taxi adaaaa, tapi kami males install aplikasi taxi dan juga browsing rute bus.. Udah terlanjur puas dengan jalan kaki begini. Itu saja bisa lihat banyak tempat.
makin sore makin ramai
warga lokal dan turis hangout di artificial beach
Oh yaaa, 1lagi yang bikin aku merasa betah di kota Male, walaupun ramai dengan warga lokal, mostly LELAKI (ntah kenapa wanita warga lokalnya ga terlalu banyak berkeliaran di jalan) tapi sekalipun kami ga merasa gangguan macam catcalling, bujukan untuk masuk ke toko, maksa beli barang mereka, apalagi scammer yang menawarkan macam-macam ke turis. Muka kami berdua udah jelas turis banget soalnya. Pasti sasaran empuk untuk ditawari macam-macam.
Gimana ga merasa aman bangettttt ..
So, buatku, Maldives termasuk negara yang safety nya tinggi untuk traveler wanita, terutama yang traveling solo.
parrot di salah satu taman di Male city
Next story, aku bakal tulis makanan khas Maldives apa saja yang kami coba saat di Male City 😘
Omnduut
Aku udah dengar kalo Male ini kecil, tapi beneran gak nyangka kalau sekecil itu haha. Kalau lari pake pace 8 aja kurang dari sejam udah bisa dikelilingi semua satu ibu kota negara hahahaha.
Yang kemudian kaget itu semua toko tutup hari Jumat. Di Mekkah dan Madinah aja nggak sebegitunya ya mbak 😀 masih buka tapi begitu jam salat baru tutup.
Aku teringat Tidore, pulaunya kecil (9,5 km2), trus di pelabuhannya aja udah bisa liat ikan berenang karena airnya super bening (walau sayangnya masih nemu sampah rumah tangga >.<).
Aku penasaran sama Maladewa, cuma kalau main di Malenya doang rada sayang. Kepinginnya bisa sekalian icip resortnya haha, artinya ya kudu siap duit.
13 Januari 2026 ● 09:23administrator
memang enak latihan lari di sini mas hahahahahha. kliling pulau ajalah 😀
iyaaa jumat itu tutup, tapi utk kedai makan akan buka jam 2 siang ke atas mas… makanya kami nunggu dulu sampai ada yg buka. di bawah jam 2 udah pasti tutup
uwaaaah tidore aja lebih gede pulaunya yaaa ;p. naah iyaaa, kekurangan indonesia itu, susah bangettttt buang sampahnya.. bingung aku, kok bisa2nya tega ngotorin laut, sungai, danau ama sampah mereka itu… dikira kalau dibuang di situ bakal hilang lenyap tanpa bekas apa -_-
rugiiii lah mas kalau cuma male doang.. at least dari male bisa ke mahfushi, atau pulau2 yg deket nya.. ada banyak kok
13 Januari 2026 ● 10:04MZ
now i know, jumaat tiada kedai dibuka ya di maldives…aduhhh lapar la kat mana nak makan kalau tourists? anyway, enak banget bila travel kat tempat yg selamat gini dan negara majority penduduk muslim. airnya jernih sungguh!!
13 Januari 2026 ● 09:25administrator
mereka akan buka stiap jumat itu pukul 2 siang kak hahahahahhaa… jd memang menunggu lah sampai buka ;p . next entry lah saya jelaskan jam buka tutup kedainya.
13 Januari 2026 ● 10:00Rahmah
Ya Allah aku baru tahu kalau Maldives penduduknya 100% Islam, haha
13 Januari 2026 ● 09:31Saya memang jarang cari tahu soal negara lain kalau tidak perlu
Makanya kalau jalan di blog traveling seperti punya Mbak Fanny ini wawasanku bertambah tanpa harus buka buku Geografi lagi
Aaah pemandangannya nyaman banget
administrator
ini baru Male cuty mba, blm lagi pulau2 wisatanyaaa, itu lebih cakeeep memang ^o^.
aku pun baru tahu mereka 100% muslim setelah dtg ke sana dan diksh tahu warga lokal hahahahah
13 Januari 2026 ● 09:59NA
Wah sudah ada rancangan untuk datang lagi pada tahun 2027.
13 Januari 2026 ● 09:42Harap nanti dapat singgah Pasar Ikan.
Baguslah wanita rasa selamat berjalan di kota itu. Alhamdulillah.
administrator
suami saya dah minta hahahahaha… jadi 2027 memang harus balik, tapi nanti pergi dengan dia ;p
13 Januari 2026 ● 09:58Ujie Othman
Gaya penceritaan Fanny membuat pembaca seperti ikut berjalan di sana 👍🏽
Mungkin sedikit penat, tapi lebih banyak yang dapat kita perhatikan sewaktu berjalan kaki begini.
Tak sangka..kedai makan juga tutup Jumaat 😅. Kena ada bekalan makanan sementara menunggu lepas Zohor.
13 Januari 2026 ● 10:14administrator
aaahhh terimakasih kak 😉
mungkin krn kami terbiasa jalan kaki, jd malah enjoy sangat jalan kaki di male ini… memang nyaman utk berjalan…
itulaaah, hrsnya kami ada beli makanan sehari sebelumnya hahahaha
15 Januari 2026 ● 09:34Fajarwalker
Pas pertama baca kukira ini tuh kota yang isinya cowok semua. (male=pria), ternyata bukaaaan ya wkwkwkwk.
Agak unik juga ya pas baca kalo mereka liburnya sedari hari Jum’at. Seru lah ini, bisa banyak waktu buat berlibur dan bercengkrama bersama keluarga.
Nganu, Indonesia juga bisa kali yaaa dibikin begini, heuheu. *Ngarep.
Tapi paling takjub sama kebersihannya sih mbak. Indonesia ini SDA nya bagus kok, cuma SDM nya aja yang memang kadang ampas. Cobaaa ya kalo bisa lebih disiplin, aku yakin kok pariwisata kita tuh gak akan kalah.
13 Januari 2026 ● 11:07administrator
dan cara baca nya itu MA-LE.. bukan Mel kayak bhs inggrisnya ;p. hahahahaha
tapi bener mas, ini wanitanya yg warlok yaaa jarang bangetttt kliatan.. kami bisa bedain mana warlok mana pekerja asing, krn wanita warloknya beda bangetttt wajahnya.. dan itu jarang nampak..
merka libur jumat, tapi minggu udh masuk yaaaa ;p.. bukan sampe minggu ;p
untuk kebersihan mereka sadar banget yg mereka terganatung dr pariwisata… jd kotanya memang dijaga bangetttt trutama lautan mereka.
15 Januari 2026 ● 09:36Asri
Aku baru tau kalau Maldives 100% muslim mbak. Kirain Kristen. Sempet mikir juga yang bagian nggak boleh pakai bikini. Kayanya di otakku Maldives rada rancu sama Hawaii 🤣🤣🤣
Male kecil banget ya. Bayanganku dia dikelilingi pantai kaya Gili Trawangan gitu. Jalan dikit ketemu pantai. Ternyata malah adanya pantai buatan ya. Menyenangkan banget kotanya. Kesannya indah tapi nggak sombong hahahaha… Dan bagian paling menangnya dibanding negara kita adalah air laut yang bersih tapi nggak ada sampah. Negara kita indah, tapi sampah di mana-mana. Sedih…
13 Januari 2026 ● 12:17administrator
yg pantai beneran sih adaaaaa, tapi itu di pulau resortnya mba… kalau male ini krn memang pusat jetty yaaa.. jd pantai yg benernya kebanyakan dipakai utk jetty.. makanya ga boleh berenang ]
aku pun baru tahu maldives 100% muslim setelah ngobrol ama warloknya 😀
15 Januari 2026 ● 09:38Mulan
Thanks for sharing Fanny. Wahhhh memang banyak sangat berubah, kami ke Maldives tahun 2003. Pejabat Presiden juga banyak berubah. Cantik kan airlaut nya. Jumaat weekend nya ya, baru tau, jadi banyak kedainya tutup.
13 Januari 2026 ● 13:45administrator
itu maknanya kak mulan harus datang ke sini lagi 😀
15 Januari 2026 ● 09:38Yuni Bint Saniro
Pas aku baca informasi bahwa mayoritas agama di Maldives itu adalah Islam. Aku kayak nggak percaya gitu lho, Kak.
Dalam benakku, Maldives tuh ya nonis gitu. Banyak cewek yang pakai bikini di resort atau pantainya.
Ternyata, malah beneran islam ya. Mana hari jum’at semua-muanya tutup pula. Hehehe…
13 Januari 2026 ● 14:57administrator
hahahahahah mereka islam bangettt malah :D… makanya aku seneng kesini krn makanan halal di mana2 mba..
aku juga tahunya mereka 100% islam itu dr warlok…. sempet kami diceramahin ama salah satu penjual souvenir, supaya pakai jilbab, krn pas saat itu temenku ga pake hahhahahah
15 Januari 2026 ● 09:40Dahlan Satriadi
Meski kecil ibukota Maladewa atau yang di sebut Male tetap menarik dan enak dipandang mata.😊😊
Asia tapi rasa Eropa, Pantainya juga bagus nggak kalah Sama Bali Mantap.👍👍👍
13 Januari 2026 ● 17:06administrator
lebih bagus ini mas pantainya hahahahahah. ini aku belum tulis semua aja ;p. krn mereka bersiiiih dan warna lautnya beneran biru… ga ada sampah sedikitpuuun.. saluuut sih
15 Januari 2026 ● 09:41SN Faaezahh
Puas banget baca entry ini. Padat serasa seperti berada di sana. Makasihh Fanny udah bawa kita jalan2 online 🤭 One day nak jejak Maldives juga sebab dah ada dalam bucket list.
14 Januari 2026 ● 07:13administrator
saya doakan faa juga bisa kesini.. memang cantiiiiiik sangaaaaat :D.. saya dah langsung buat plan nak kesana lagi
15 Januari 2026 ● 09:30Lala
Well noted, Maldives sangat aman buat pengunjung wisatawan perempuan ya. Sejauh mba Fanny dan mba Fara jalan kaki, nggak ada gangguan sama sekali. Makin tenang karena 100% penduduk muslim, salut sama aturan no Bikini nya asli keren banget lho.
Nah, iya. Aku juga mikirnya bangunan yang mba Fanny foto itu adalah sekolah. Ternyata kantor presiden, mantul sih sederhana banget dan penjaganya baik ya, bolehin foto di area depan. Terus aku suka sama masjidnya, cakep bener.
Aturan Jumat nggak boleh ada yang jualan, keren sih asli. Ramai penduduk tapi kondusif. Asli bikin nyaman dan betah wisatawan.
Wow, tahun 2027 mau kesana lagi mba? Semoga kesampaian jogingnya yaa. Sama harus ke pasar ikannya 🤩🤩🤩
Pantai buatannya juga keren lho ya. Beneran ini Kota kecil tapi optimal penataannya. Salut banget.
14 Januari 2026 ● 07:42administrator
mau jalan malam di sana pun ga usah kuatir jadinya mba…
memang semua bangunan di sini sederhana.. tak adalah yg tinggi sangat macam jkt… bisa jd krn posisi geografisnya yaaa. riskan utk bangunan yg terlalu tinggi
suamiku langsung jealous pas tahu maldives sebagus itu… jd dia minta ditemenin kesana bareng anak2 juga hahahhaha
15 Januari 2026 ● 10:23Bidasari
Maldives ni terkenal sejak dulu-dulu lagi macam Bali. Asal sebut pasal honeymoon mesti samada pergi Bali atau Maldives. Terkejut sekejap KSarie masa baca perkataan ‘Ngabuburit’😅Belajar perkataan baru KSarie pagi ini. Maldives sudah lama dalam whislist KSarie tetapi tengok harga tiketnya agak pengsan di situ😅Cantik betul air lautnya warna turqouis dan jernih amat. Ini bisa mengundang lupa daratan apabila mandi laut. Nanti perlu tengok semula blog Fanny kalau ada rezeki ke Maldives 1 hari nanti
14 Januari 2026 ● 08:32administrator
betuuuul… tapi setelah lihat maldives, saya jauuuuh lebih suka maldives drpd bali ;p
pantainya lebih terawat kak.
asal bisa dpt tiket promo, okelaah tuh… kemarin kami memang tak cari promo, sebab dari awal hanya pengen naik SQ hahahahah
semua bagian laut mereka, warnanya sebiru itu ;p.. macam mana saya tak jatuh cinta ^o^
15 Januari 2026 ● 10:19Alienda
Paling suka baca artikel Mba Fanny tuh liat liat foto fotonya yang ciamik. Terutama kesan kota dan gaya fasad bangunan yang terekam jadi bikin kita yang baca paham nuansa di kota itu. Tapi aku ga expect ternyata Male sekecil itu ya Mbaaa 😂Entah kenapa aku malah ngebayanginnya kek Pulau Seribu kalau jadi negara mungkin nanti Pulau Pramuka jadi kek Male-nya 🙈wkwkwk.. Btw salfok ini kotanya bersih banget ya emang Mba?
14 Januari 2026 ● 09:05administrator
hahahahah akupun kaget pas tahu ini kota kecil bangettttt.. tp amlah seruuuu, krn kami bisa puas jalan kakinyaaaa ;p
hahahaha bisa jadiiii mba… pulau terbesar di kep seribu, itu jd ‘Male’ nya deh ;p
15 Januari 2026 ● 10:16Ezna
Kalau buka hanya jam 2 petang….kena makan dulu la lapik perut apa-apa pun. Tapi….lautnya cantik la Fanny. Biru sangat kemudian bersih tanpa sampah….
14 Januari 2026 ● 09:16administrator
iya kak, sarapan dulu di hotel ;p.. tp tenang aja, restoran hotel ttp buka… cuma kami malas makan siang di hotel,mahal juga biasanya hahahaha
15 Januari 2026 ● 09:29anamizu
waahhhh maldives! tak berkelip mata dengan viewnya yang sungguh cantik!
14 Januari 2026 ● 10:14administrator
sangaaaaat cantiiiik kak.. saya memang betul2 jatuh cinta dengan negara ini ^o^
15 Januari 2026 ● 09:27Ichsan Ramadhani
Waaaaaa, sebuah cerita yang membuat iri sekali. Enak banget bisa liburan ke Maldives yak, gampang nggak sih ngurus visa dan tetek bengeknya itu. Pas banget istri semalem ngobrol ngayal main ke Kazakstan soalnya free visa. Sangat menarik nih cerita di blognya, sangat detail dan yang pasti membuat tingkat ke irian meningkat, tapi dalam bentuk positif yak wkwkwkw
14 Januari 2026 ● 10:41administrator
maldives itu free visa mas utk WNI.. jd tinggal datang aja 😉
dan tiket kesana ga terlalu mahal, apalagi kalau dpt promo…
15 Januari 2026 ● 09:27Bambang Irwanto
Male ini bakalan jadi kota Favorit saya kalau jalan-jalan, Mbak. apalagi saya suka berjalan kaki. Jadi bisa menikmati kita Male dengan cara sehat dan hemat hehehe. Mungkin banyak kedai makanan yang buka setelah pukul 2 siang setelah jumatan. Jadi biar tidak lapar di jalan, mending hari biasa saja jalan-jalannya. Bisa sekalian ke pasar ikan juga.
14 Januari 2026 ● 10:47administrator
makanya keduakali datang nanti aku mau nyempetin ke pasar ikannya 😀
15 Januari 2026 ● 09:26Bambang Irwanto
Wah… Kota Male ini bakalan jadi favorit saya kalau jalan-jalan Mbak. Kotanya yang 6x lebih kecil dari Jakarta Pusat. Pastinya sangat bisa dieksplor dengan berjalan kaki saja. Saya selain sehat juga hemat ongkos hehehe. Tapi bagusnya jalan-jalan jangan hari Jumat ya Mbak. Bisa sekalian lihat-lihat toko apa saja yang dijual. Termasuk ke pasar ikan. Dan baru saya tau, ada masjid khusus lelaki saja. Jadi biar para ledies ga salah masuk, ada tulisan Indomaret misalnya Only Man hehehe
14 Januari 2026 ● 11:03administrator
ga liat juga ada tulisan begitu mas.. kayaknya memang hrs ditanya…. tapi aku memang bingung kenapa wanita lokal maldives itu jarang kliatan.. ada, tp ga banyak…. mudah banget bedain mana warlok , mana pekerja asing soalnya..
15 Januari 2026 ● 09:26anakdomba
salfok ternyata di maldives ada bangunan kota begitu ya, sampai ada jembatan gede begitu juga. imagenya kirain kayak bangunan2 kayu di pinggir pantai semua
14 Januari 2026 ● 12:43administrator
kalau yg bangunan kayu di tengah laut itu pulau resort mas…. beda lagi… kalau di male yg ini kan ibukota.. makanya pasti lebih modern..
15 Januari 2026 ● 09:24Nadia
cantiknya maldives, dulu saya terkejut bila tahu maldives 100% muslim. teringin nak ke sana sebab lautnya yang lawa.
Mau ke sana lagi? bukan ke Fanny tak suka panas bak kata Raka? haha. Maldives make ur heart change, means ia bagus banget ya? haha
Unik betul papan tandanya, very kreatif 🙂
14 Januari 2026 ● 14:24administrator
sangaaaaaat baguuuuuuus nad ^o^.. datanglah kalian kesini… seriuuuus tak nak pulang hahahahahah.
15 Januari 2026 ● 09:24Avi
Takjub dengan istana presiden di sana yang sederhana (yang penting fungsinya, bukan?)
14 Januari 2026 ● 17:20Beliau pasti disayang rakyatnya yaa.
Baru tahu ternyata di Maldives 100 persen Islam, alhamdulillah aman untuk traveling, makanan pasti halal dan banyak mesjid.
Kalau misalnya hiring local guide selama di Male Island gitu bisa, Kak?
administrator
bisa aja mba, tapi kayak rugi sih ;p… soalnya semua bisa didatngin sendiri 😀
15 Januari 2026 ● 09:22Fenni bungsu
Pantas ya memang Maldives ini kerap jadi destinasi wisata karena se-indah itu pemandangannya.
Apalagi warna lautnya itu, bisa berwarna biru yang demikian cakep, dan ada juga yang turquoise.
Meski pas Kak Fan datang jadinya kudu ngabuburit hihi. Sampai mikir daku, di sana pada engeh gak ya sama istilah itu😆
14 Januari 2026 ● 17:38administrator
semua pulaunya punya warna air sebagus itu… ga ada yg warna butek kayak pantai di ancol hihihihi
15 Januari 2026 ● 09:20anies
ooo baru tahu hari jumaat banyak.kedai-kedai tak beroperasi..so kalau datang sini kena elak hari jumaat laa nampaknya😁
14 Januari 2026 ● 18:44administrator
ga masalah dtg jumat.. mereka tutup hanya sampai jam 2.. dan kalaupun lapar, hotel tetep buka utk restoran
15 Januari 2026 ● 09:19anies
jafinya tak ada sebarang foto dalam masjid tu ya?
14 Januari 2026 ● 19:12administrator
hahahah tak ada kak… tak berani masuk kami
15 Januari 2026 ● 09:18~uncle gedek!
Kalau gitu, kalau tak silap lebih kurang Aceh lah kan tiada aktiviti pada hari Jumaat? Juga no bikini di Aceh.
Nasib baik Fann terangkan tentang ngaburit… hampir uncle nak gugel tadi.
14 Januari 2026 ● 22:23administrator
aceh masih ada aktifitas kalau jumat unlce.. hanya saja pas sholat jumat mereka tutup… tapi sebelum soljum banyak toko msh buka .. kalau yg di maldives, beneran tutup, batu mulai buka jam 2 siang
15 Januari 2026 ● 09:18Nik Sukacita
Baru tahu banget kalau kota Male ini sekecil itu. Kalau aku kesana, udah pasti akan jalan kaki dan menelusuri setiap sudutnya.
Sepertinya karena ini negara muslim, Jumat jadi libur dan tutup semua ya. Aku langsung membayangkan, gimana sepinya kota itu tanpa aktifitas normal.
Aaah senang sekali bisa menikmani kota ini melalui tulisanmu Fan. Sangat puas berpetualang melalui karyamu. Tidak sabar menunggu cerita-cerita selanjutanya. Ditunggu yaa.
15 Januari 2026 ● 08:16administrator
tutupnya juga hanya sampai jam 2 kok mba.. setelsh itu mereka boleh buka..
kotanya serius enak bangetttt utk jalan kaki kemana2.. krn memang sekecil itu ;p
15 Januari 2026 ● 09:16anies
jadinya tak ada sebarang foto dalam masjid tu ya?
15 Januari 2026 ● 08:18administrator
dalam mesjid ga ada kak… tak berani masuk juga hahahaha
15 Januari 2026 ● 09:15anies
siapa yang tak tergiur tengok air laut membiru macam tu… rasa nak terjum time tu juga🤣
15 Januari 2026 ● 08:49administrator
yaaaa kaaan… saya pun lihatnya langsung gatal nak masuk air hahahahaha
15 Januari 2026 ● 09:15Matius Teguh Nugroho
AAAAAAKKK MACAM TULISAN YANG KURINDUKAN DARI BLOGGER.
Hal pertama yang membuatku tertarik ke Maldives adalah… eksplor Male, hahaha. Kotanya kecil tapi apik, kayak Singapore versi mini. Transportasi umum juga ada bus lah. Hidup di sana kayaknya slow living banget ya.
Dan aku suka jepretanmu mbak, membawa vibe kota Male ke layar laptop. Aku belum pernah lihat foto-foto seperti itu di Google Images.
Agak PR juga ya kalau Jumat tutup, secara buat banyak orang Jumat adalah permulaan weekend, jadi expect usaha-usaha komersil pada buka.
Pengen ke Male, sebelum kota ini punah dari peradaban. Secara dia gak berdiri di atas pulau, tapi “cuma” di atas cincin karang.
15 Januari 2026 ● 08:56administrator
alasanku kenapa mempercepat planning maldives, juga krn dengar negara ini akan tenggelam dalam 100 thn lagi 🙁 .. semoga ga yaaaa… tp ngeri juga, secara negaranya memang riskan dr segi posisi.
ini worth it didatangin mas… kamu di male aja pun sebenernya udah puaaaas… krn banyak yg bisa dilihat… dan dekat male ada banyak pulau yg bisa didtangi pulang pergi tanpa menginap.
15 Januari 2026 ● 09:14mrhanafi
Cukup cantik dan menarik pemandangan Maldives..patutlah popular juga jadi senarai pelancong di Malaysia
15 Januari 2026 ● 09:10administrator
sangaaaaat cantik bang.. saya saja yg tak suka pantai, langsung jatuh cinta dengan maldives ^o^
15 Januari 2026 ● 09:11anies
sy syak selain presiden tetamu2 VIP pun guna jeti yg sama… kite je yg guna jeti lain😁
15 Januari 2026 ● 09:24administrator
hahahaha pastilaaah…kalau tamu2 vip presiden pasti pakai jetty ini ;p
15 Januari 2026 ● 09:28anies
oh ya… ada tak kedai sewa basikal.kat sana?.kalau jalan2 sekitar bandar best juga kalau dapat mengayuh basikal… lg byk tempat boleh kita explore
15 Januari 2026 ● 09:48administrator
mungkin ada.. tp memang dari awal saya dan fara tak tertarik sewa sepeda kak.. krn jalanan kota male padat… kami tak nak tersenggol kendaraan lain.. lagipun saya trakhir naik sepeda zaman masih junior high school hahahahhaha.. dah tak ingat caranya
15 Januari 2026 ● 10:17opzzpinky
wah terima kasih ya singgah di blog saya, ternyata gue juga punya reader dri seberang, hihi canda..bagus sekali ya gaya penulisan kamu buat saya sebagai pembaca dapat sama alami suasana di maldives, selain dari banyak info baru yang boleh kita ketahui.. keep it up !
15 Januari 2026 ● 17:33administrator
haaai kak pinky ^o^…. tx dah bw balik 😉
agaknya sayapun akan sering mampir ke sana 😀 . thank you dah baca tulisan saya, senang sangat kalau bisa membuat reader seolah ikut pergi sama
15 Januari 2026 ● 20:46Tot
Paling cantik, lautnya yang hijau dan jernih. Sebab tak luas, boleh jalan-jalan explore pulau dengan berjalan kaki saja, ya, Fanny.
15 Januari 2026 ● 12:56administrator
betuuuul kak…. keciiil je pulau male ini… cuma banyak kendaraan lalulalang… saya pun tak semua habis diputari.. tapi yg sempat dah cukuplah.. banyak yg menarik memang
15 Januari 2026 ● 20:41Lydia Miza
wah menarik. no bikini rupanya di sana. baru akak tau
ooo mereka libur jumaat ye? hingga restoran pun libur sama, haha . parah ni
15 Januari 2026 ● 14:10administrator
pakai bikini bisa, tapi di pulau2 resort kak… kalau public island memang tak boleh, walaupuuuuuun ada saja yg nakal..
libur memang jumat, tapi sebenarnya jam 2 siang mereka akan buka… tak lah lama sangat
15 Januari 2026 ● 20:41antung apriana
selama ini aku selalu kagum dengan keindahan maldives tapi sekarang aku baru sadar kalau maldives itu di ASIA. Tadi sampai googling dulu letak maldives itu di mana ternyata dekat sama india. Hehe
15 Januari 2026 ● 14:27administrator
iyaaa ma… itu di asia 😀 lebih dekat dengan srilanka…
15 Januari 2026 ● 20:42paridahishak
cantik ayu tuan tanah di kota MALE yg indah..rajin tls travel yg kemas info
15 Januari 2026 ● 15:24administrator
memang cantiiiik dan buat betah maldives ini kak PI 🙂
15 Januari 2026 ● 20:42nuylentik
pantesan orang2 ingin berkunjung ke maldives ini , indah , keren. Aku teh sempet bingung maldive tuh ada di benua asia kan, tapi sebelah mana, eh beneran dong seindah itu ttempat nya, terimakasih lho kka fanny share tentang traveling kali ini yang sangat lluar biasa.
15 Januari 2026 ● 19:06administrator
dia dekat srilanka dan india mba…. di bagian bawah. memang magic maldives ini… aku yg ga suka pantai aja bisa dibuat jatuh cinta ahahahhha
15 Januari 2026 ● 20:50Dinda
Maldivesss.. Ya ampun kok aku ingat maldives ini kayak di pulau cinta sulawesi yang pernah kubaca ya. Atau, yang mirip² tuh kepulauan seribu. Termyata maldives itu nggak besar ya.
Eh, tapi yang bikin aku penasaran kalau di sana tuh, gimana orang² situ ngolah limbahnya lho mbak. Secara negara dalam bentuk atol gini kan di kelilingi laut ya. Lihat lautnya yang bersih tuh kayak sueneng gitu.
Beda banget sama di kita, pantai yang bersih bisa dihitung daripada yang nggak. Sempat snorkling kah mbak di sana?? 🥹🥹
15 Januari 2026 ● 21:19administrator
Aku ga pinter berenang mbaaa hahahahahahahha…. main di laut iya, tapi ga berani snorkeling hahahahaha.
mereka ada waste mgt systme di setiap pulau… jd memang pengolahan sampahnya baguuuuus banget, dan itu kerjasama dengan negara2 timur tengah kayak qatar.
15 Januari 2026 ● 21:25Ariefpokto
Asik sekali bisa berwisata satu hari saja di pulau yang terkenal ini dan memang karena ukurannya yang kecil sehingga bisa dilakukan dengan cukup maksimal. Ini bisa jadi panduan buat saya nanti kalau ke Maladewa ya memang menjadi salah satu bucket list yang belum di lakukan Semoga bisa cepat terwujud
16 Januari 2026 ● 05:28administrator
aamiiin mas…. tujuan utama ttp harus ke pulau2 wisatanya… tp male perlu sih divisit, krn memang menarik juga 😉
16 Januari 2026 ● 12:34Miss Mirror
Fanny..
16 Januari 2026 ● 05:50Ini yg latest entry kan?. Finally I can view by clicking the “home sweet home” button.
administrator
iyaaa kak.. ini the latest… berarti memang hrs refresh atau klik home… ini juga yg saya lakuin kalau blog temen belum terupdate
16 Januari 2026 ● 12:35Dian
Wah Male ini kecil tapi padat penduduk ya mbak
16 Januari 2026 ● 07:49Klo kota kecil gini emang paling enak klo dihabiskan dengan jalan jalan menyusuri jalanan ya
Cuma klo nggak sambil ngemil kebayang laparnya
Hahaha, harus nunggu orang jumatan selesai ya baru boleh buka semua
administrator
pilihannya makan di restoran hotel yg memang boleh buka, atau sarapannya banyakan mba 😀
16 Januari 2026 ● 12:40April Hamsa
Wah aku baru tahu ada “atol” ini bisa gitu yaaa tumbuh melingkar menjadi cincin2. Trus kepoh juga apakah di sekelilingnya warga dan pemerintah sana tetep nanam mangrove buat double perlindungan? Yaaa walaupun ombaknya nggak besar, tapi buat jaga2 gitu? hehe 😀
16 Januari 2026 ● 07:54Wah ternyata padet juga ya penduduknya Male. Mungkin pada berkumpul di sana karena infrastrukturnya paling maju kali ya.
Asyik banget liburan di Maldives nggak susah nemu masjid juga ya. Aman buat turis muslim kalau berkunjung ke negara2 kek gini.
Walau ternyata masjidnya agak rempong ya misahin cowok sama cewek. Trus kalau salah masuk diusir gak tu mbak? hehe
Weleeehh Jumat libur, asyik bener, jadi laki2nya bisa ibadah dengan tenang donk. Cuma emang agak PR buat turis yang datang wiken buat nyari makan sih ya.
Bangunan2 di sana cukup bersahaja ya mbak, even kantor pemerintahnya. Nggak ngabisin anggaran di sana #eh haha. Tapi pariwisatanya mendunia dan ramah turis, semua disambut baik.
administrator
waktu tsunami 2004, maldives itu kena mba… aku ga lihat sih tanaman bakau di sini, jd ga paham juga mereka ada tanam atau ga buat perlindungan… tapi di sini ada breakwater pemecah ombak..
itu diaaaa, salutnya karena gedung2 pemerintah itu senderhana… ntah krn ga ada budget, atau memamng presidennya bagus …
16 Januari 2026 ● 12:42Lendyagassi
MashaAllaah..
Ga nyangka kalo Male sangat memuliakan hari raya kecil ummat muslim yaa.. jadi bener bener off untuk bekerja.
Dan kebayang kalo punya properti di Male..pasti menguntungkan yaa, ka Fan?
Begitu nyamannya di Male..
16 Januari 2026 ● 08:21Kek kudu banget balik siiyh.. manggil manggil yaa, ka Fan.. hehehe..
administrator
aku sih ga mau mba… soalnya waktu itu diprediksi maldives ini akan tenggelam dalam 100 tahun.. ya krn lokasinya yg memang riskan sih.. jd utk liburan oke, tapi utk tinggal, aku ga
16 Januari 2026 ● 12:45Endah April
Akhirnyaaa baca cerita lengkap mba Fanny ke Maldives <3 Aku dulu kaget denger bahwa penduduknya 100% muslim, terus kaget lagi denger nama Indonesianya adalah Maladewa, wkwkwkwk. Gedung pemerintah tu harusnya gitu nggak sih, nggak usah mewah-mewah kayak di … (isi sendiri) xD
16 Januari 2026 ● 10:36administrator
hahahahahahaha aku tadinya mau nulis begitu juga, takut diganyang ama pendukungnya ;p
16 Januari 2026 ● 12:46Cikbunga
Seronok nyer dapat pergi Maldives…
16 Januari 2026 ● 12:44administrator
memang cantiiiik sangat negara ini kak ^o^
16 Januari 2026 ● 12:48tofoto.my.id
Kalau dilihat lorong-lorongnya, kok ada vibe asia timur-nya ya… Padat, tapi masih ada keteraturan..
16 Januari 2026 ● 16:36(sotoy bgt, saya.. kyk pernah ke Jepang/Taiwan aja.. 😂)
administrator
krn memang negara ini rapiiii mas… dan masih asia juga pun :D…
17 Januari 2026 ● 09:27Heni Rosnita
Wah berati serba imut di sana ya mbak Fanny😄 gedenya aja itu Male ga sampe segede Jakpus, ga kebayang penduduknya rame di tempat yg semungil itu, tapi liat tatanannya teratur gitu, aman, nyaman udah pasti turis tenang ya, yang di jual alamnya kan di sana.
Ada juga ya masjid yang khusus cewek cowok, padahal di Mekkah Madinah aja sama aja cuman di batesin, mungkin supaya lebih aman dan nyaman, cukup kaget juga gak ada yg jualan di hari Jumat, iya anggep aja lagi puasa ya mbak😁mo gimana geh wong udah aturan dari sananya.. Aku juga salut nih enggk boleh ada turis yang pake bikini, secara di mana-mana lokasi wisata pantai banyak turis yang hampir telanjang cuek aja jalan” udah berasa kayak liat babi guling wkwkkk
17 Januari 2026 ● 08:22administrator
iyaaa mba… imut2 semua di sini… jd mau jalan kaki jauuuuh juga, ttp aja balik lagi ke tempat asal hahahahaha… seneeeng aku … sampe udh bikin plan lagi utk ke maldives 2027 ^o^
17 Januari 2026 ● 09:28Penghuni 60
Luar biasa ya.. meski tempatnya kcl, byk tempat2 yang menarik untuk dikunjungi terutama pantai pasir putihnya…
17 Januari 2026 ● 10:46administrator
ini baru male doang, belum lagi pulau2 resort dan pulau wisata yg laian 😉
17 Januari 2026 ● 10:56Etuza
Sangat indah sekali panorama itu ya. Gambar semua cantik..lautan indah bagaikan berbicara untuk memberi nikmat kepada kehidupan manusia…Happy enjoy di sana ya..
17 Januari 2026 ● 22:02administrator
maldives memang luar biasa cantiknyaaa ^o^
19 Januari 2026 ● 23:07Fuzy Hamid
seronok dan puas dapat jalan-jalan kaki sambil nikmati pemandangan tapi kalau saya pasti balik bilik hotel pasti keletihan
18 Januari 2026 ● 09:21administrator
hahahaha, saya justru mengunakan kesempatan begini utk workout dan banyak berjalan kak :D.. krn selama traveling saya tidak bisa gym
19 Januari 2026 ● 23:07Liyon Primadani
Ini negara unik sih
18 Januari 2026 ● 13:50Aku kan pernah ke Bali dan itu bikini dimana-mana jujur itu sakit banget mata ngeliatnya
Tau ada negara yg pantai banget tapi gak bikinian sih oke banget buat dikunjungi bareng keluarga. Btw Maldives ini makanan pokoknya apa ya?
administrator
iyaaaa, maldives ini kalau utk pulau2 lokal, memang melarang keras bikini.. kecuali kalau nginepnya di pulau resort yaaa, yg di sana hanya ada hilton, four season etc.. nah kalau di pulau itu terserah mau bikinian atau ga. krn memang ga ada warlok… cuma turis doang
makanan pokok di maldives itu ada nasi kok mas… tapi krn mereka negara kepulauan, ikan utama nya itu tuna… dan hasil pertaaniannya kelapa… jadi banyaak banget kuliner yg berazaskan tuna dan kelapa di sini
19 Januari 2026 ● 23:04rivai hidayat
Kalau kotanya kecil, sepertinya bakal seru kalau keliling kota pakai sepeda. Sepertinya bakal seru.
Baru tahu tentang atol. Ntar tinggal cari info lebih lanjut lagi.
18 Januari 2026 ● 17:48Mungkin karena maldive terkenal aman, makanya semua tampak lebih sederhana, tanpa ada pengamanan ketat.
administrator
iya mas.. walaupun aku ga cek sih yaaa tempat sewa sepeda, krn ga bisa naik juga hahahahha. jadi mendingan jalan
19 Januari 2026 ● 22:59Dyah Kusuma
Male, kota yang nyaman bagi wisatawan. Kotanya yang kecil dapat dilakukan dengan jalan kaki ya untuk eksplore kotanya. Tampak sejuk dan pastinya membuat nyaman berjalan kaki. Penasaran banget ingin berkunjung ke sana. Terpesona dengan cerita mbak Fanny. Wajar nih kalau banyak yang ingin berkunjung kesana, termasuk aku
20 Januari 2026 ● 08:43administrator
semoga nanti mba dan keluarga bisa kesini juga yaaa ^o^.. ga ada yg ga mungkin ;). maldives memang best lah… jarang ada negara yg bikin aku sampe mau balik lagi, dan pantai pula hahahaha
20 Januari 2026 ● 11:49Snapbackpacker
tempat cantik, makanan sedap dan halal, terbaik percutian sis, kalaulah saya pun boleh ke sana juga.
sekarang boleh ambil info dari sis dulu…semoga ada rejeki ke sana
20 Januari 2026 ● 10:12administrator
aaamiiiin…. semoga bisa kesini juga bang… kalau berangkat dari malaysia seharusnya lebih murah krn direct kan… dari jkt, mesti transit dulu 😀
20 Januari 2026 ● 11:48linda
seronoknya…kalau berjalan kaki, memang banyak tempat menarik boleh jumpa.. ya Allah, cantiknya air laut tu.. memang betul2 tak tercemar
20 Januari 2026 ● 10:16administrator
saya pun dibuat jatuh cinta oleh maldives ini kaka 😀
20 Januari 2026 ● 11:48mamatisya
oh dkt MALE tidak bole berbikini ye kecuali private island..bgs la begitu
20 Januari 2026 ● 13:43administrator
tuhlaaah…. respect dengan negara ini.
20 Januari 2026 ● 20:12Mazni
kalau di Malaysia, ada certain negeri yg cuti pada hari jumaat. tapi takdelah diorang bukak kedai selepas jam 2. hanya tutup awal utk soju jee
kantor presidennya memang nampak simple sangat. nampak macam pejabat imigresen je kakk hahaha. gedung ministry of defense tu pulak yg nampak lagi gah
walaupun maldives ni terkategori sebagai pulau tercantik, tapi salute sangat sebab kat sana tak boleh pakai bikini. pandai2 lah bule jaga pemakaian kat sana
20 Januari 2026 ● 20:54administrator
itu juga yg saya salut…. mereka masih kekal tutup di hari jumat sampai selesai sholat jumat demi menghormati hari itu…
yaaa kaaaan…. simple dan humble kantor presidennya :D.. luar biasa memang… tak ada bermewah2 mereka.
21 Januari 2026 ● 08:48Miss Mirror
Rasa bangga tempat secantik tu penghuninya 100% muslim. (Itu pun I baru tahu tahun lepas 😅).
21 Januari 2026 ● 21:12administrator
saya baru tahu saat kesana kemarin hahahaha
25 Januari 2026 ● 14:51Istiana Sutanti
Yaampun baca ini jadi kepengen banget ke Maldives mbaakk!
Apakah jalan seharian ini sudah berhasil keliling 1 pulau banget? Secara luasnya cuma 8.3km itu tadi, ahaha.
Terus bangunan bangunannya tuh bagus gitu yaa. Jalanan juga terlihat bersiiihh, seneng lihat nya. bukan cuma laut aja yang gak ada sampahnya tapi jalanan juga.
Ini berarti kalau hari lainnya bisa lebih puas karena restoran dan pasar buka yaa. Kayanya kalau hari biasa bisa kenyang kulineran gak sih? Ahaha
22 Januari 2026 ● 04:52administrator
kalau tipe yg sukaaaa banget jalan, pasti bisa mba kliling bener2 dari ujung ke ujung.. cuma krn kami santai, trus banyakan berhenti di cafe, jd ga semua diputerin hahahahaha… nantilah kalau dtg lagi kesana :D..
hayuuuuuk mba ke maldives… kalau dpt tiket promo bisa lebih murah kok… apalagi kalau transit bukan di SG
25 Januari 2026 ● 15:05Carneyz
Penerangan yang cukup lengkap tentang kota Male. Suka siri jalan2 begini melihat kehidupan orang lokal 👍🏻 Jadi pengajarannya lain kali jangan tiba pada hari Jumaat kalau tak pasti kelaparan 😂
23 Januari 2026 ● 13:36administrator
sebenarnya tak apa tiba hari jumat…. cuma makan kenyang lah di hotel saat sarapan ;p
25 Januari 2026 ● 14:50Time Traveller
Memang berjalan di mana sahaja di Male terutama lorong-lorong yg jauh dari org tetap akan rasa aman.. tiada gangguan, tiada yg mahu mengugut tourist atau sebagainya.
Fish Market itu pasti seronok kalau dpt pergi dengan ikan2 segar dan murah .. boleh terus sahaja dibeli dan dimasak..
30 Januari 2026 ● 01:11administrator
itulah kenapa saya nak kesana lagi 2027… harus saya visit fish market itu hahahhaha
30 Januari 2026 ● 22:17Amie
Saya sangka Pulau Cocos (Keeling) tempat kelahiran ayah dan ibu mentua sudah sangat kecil. Rupanya Kota Male lagi kecil. Biarpun kecil tapi terurus dengan naik, itu sudah sangat bagus. Rupanya dik Fanny sudah sampai Maldives…. Alhamdulillah. Ini antara tempat indah yang saya pernah berangan untuk menjejakinya.
30 Januari 2026 ● 09:06administrator
pulau lain yg saya visit selain male, lebih keciiiiil lagi kak amie… blm saya tulis ceritanya hahahah
30 Januari 2026 ● 21:54morishige
Jalanan sama pantainya bersih banget ya Male ini. Dan hari liburnya sepi banget. 😀
Btw, Maladewa ini kan pernah ada era Buddha-nya. Masih ada nggak, sih, Mbak peninggalan-peninggalan zaman Buddha di Male?
30 Januari 2026 ● 19:15administrator
selama aku di sana, ga ada nemu mas…. apalagi skr ini maldives 100% islam penduduknya… yg ada juga hanya mesjid dari jalan ke jalan
30 Januari 2026 ● 21:52