WISATA MALDIVES: MENIKMATI MALE DALAM SEHARI ~ Kota Male, ibukota dari Maladewa atau dikenal dengan Maldives, sama sekali tidak besar. Kami sengaja menginap 2 malam di Male sebelum lanjut ke pulau-pulau lainnya, karena memang ingin eksplor kota ini sedikit.
bandara Velana terlihat dari artificial beach Male city
YANG PERLU DIKETAHUI TENTANG KOTA MALE, MALDIVES
Faktanya, kota Male hanya seluas 8.3km persegi… Iyeeeeees, ga salah baca, hanya sekecil itu, yang maknanya, dibanding dengan Jakarta Pusat saja, kota Male itu 6x LEBIH KECIL… Itu baru Jakarta Pusat, ga usah dibandingin ama Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Barat, dan Utara 😁.
Negara Maldives terdiri dari kumpulan pulau-pulau berjumlah 1100an pulau yang tersebar di dalam 26 Atol.. Apa itu Atol? Menurut Wikipedia, Atol semacam cincin yang mengelilingi laguna (perairan dangkal). Terbentuk lamaaa sekali dari pulau vulkanik yang tenggelam..
Map of Maldives
Jadi kalau mau dibayangkan, dulu itu terdapat banyak pulau vulkanik di sana, lalu karangpun tumbuh mengelilingi pulau vulkanik tersebut. Seiring waktu, pulau vulkanik tadi tenggelam, ntah karena sebab apa, sehingga karang-karang yang tumbuh di lingkaran pulau, naik ke atas, membentuk cincin atau ATOL. Kebayang yaaaa..
Itulah kenapa, perairan di tengah atol, tidak berombak besar. Karena terlindungi oleh karang disekeliling.
Tapi walau kota MALE merupakan kota terkecil di Asia, kota ini termasuk yang TERPADAT dari segi jumlah penduduk. Setengah dari warga Maldives, tumplek blek di kota ini.. Bisa bayangin, kota sekecil itu, tapi ditinggali banyak orang.
Dan fakta lainnya, dibanding pulau-pulau lain di Maladewa, Male merupakan pulau terbesar, mungkin karena itu dijadikan pusat pemerintahan.
WISATA KELILING KOTA MALE SEHARIAN
Kami sampai di kota ini hampir tengah malam. Jadi ga bisa melihat seperti apa kotanya ketika melewati jembatan penghubung antara kota dan airport. Saat pagi hari, mata langsung melek lebar melihat view dari jendela yang langsung menghadap lautan, Samudera Hindia 😍😍😍.
yang kami lewati ketika menuju artificial beach, male city
Pokoknya hari ini aku dan Fara hanya mau jalan-jalan keliling kota.
Selesai sarapan yang sangat minimalis di Beehive Premier Hotel, kami bersiap strolling around kota Male dengan berjalan kaki.
Laluan pedestrian lebar, sehingga nyaman berjalan tanpa kuatir diserempet kendaraan yang padat luar biasa, kebanyakan sih motor.
bank of maldives & kantor post
Cuaca saat itu ga terik, karena anginnya termasuk sejuk. Jadi berjalan kaki lama dan jauh, samasekali ga membuat kami letih.
MESJID DI MANA-MANA KOTA MALE
Sebagai negara dengan 100% menganut agama Islam, ga susah untuk menemukan mesjid di Maldives. Ada di mana-mana.. Mulai dari yang kecil selevel musholla, sampai yang besar bagaikan mesjid raya. Ada mesjid yang khusus lelaki, ada juga yang boleh dimasuki wanita.
Membedakannya bagaimana? Embuuuh, tanya ajalah supaya ga salah 😂 .
Kami melewati mesjid megah KING SALMAN, dengan warna kubah biru menyejukkan mata. Nama mesjid ini sempat kujadikan pertanyaan kuis GA di IG Stories saat traveling kemarin 😄
Sempat agak ragu untuk masuk dan berfoto, karena sejujurnya ga ada siapa-siapa di mesjid.. Sepi bangetttt. Apalagi hari itu Jumat, yang semestinya hari libur weekend di Maldives. Kalau kita kan libur ujung minggu starting Sabtu, mereka mulai di hari Jumat.
Oh ya, satu alasan kenapa kami memutuskan untuk stay di Male juga, karena di hari Jumat, semua toko, restoran, juga publik ferry tutup. Tidak ada penyebrangan menuju pulau lain jika memakai Ferry untuk umum.
LAPAR, TAPI TAK ADA RESTORAN BUKA
Awalnya kami pikir, triple karbo yang kami icip saat sarapan di hotel, bisa mengganjal perut sampai waktunya makan siang.. Apa daya, ternyata berjalan kaki cukup jauh, mampu bikin si belly tummy konser rock di siang hari 😂. Masalahnyaaaaa, kami lupa kalau hari itu Jumat. Ga ada toko dan tempat makan buka DI MANAPUN di Maldives 😂😂. Ada denda yang harus dibayar jika berani melanggar.. Baru bisa buka lagi jam 2 siang.
Ya sudahlah, anggab saja puasa, dan kami sedang ngabuburit menunggu bedug berbuka 😅😅😆 (For my Malaysian friends: Ngabuburit means jalan-jalan menghabiskan waktu saat Ramadhan 😄).
semua toko tutup di hari jumat di maldives
JETTY DI TENGAH KOTA
Transportasi utama untuk menuju pulau-pulau di Maldives sudah pasti boat atau ferry. Kalau duitnya ga berseri, bisa naik SeaPlane.. Tapi ini biasanya ke resort private yang mewah, atau pulau yang berada di ujung terjauh.
Ada 2 jetty di Male, 1 di dekat airport Velana, dan 1 lagi di tengah kota persis. Kami akan berangkat melalui jetty di dekat airport esok harinya.
Gilaaaaaak sih. Pas lihat airnya ya beib, kami berdua kayak pengen nyebur, saking jerniiiiiih , dan biru turqoise 😍😍😍. Sampah? Apa itu sampaaaah 😂😂. Tak adoooo sedikitpun kotoran di dalam air.
jetty yang di tengah kota Male
Kami melewati SEA AMBULANCE, SEA FIRE & RESCUE, juga banyak boat private yang tengah bersandar di jetty karena libur Jumat.
Sempat kagum, pas melihat boat khusus ambulance dan pemadam kebakaran.. Tapi ternyata kenapa disediakan, lah wong posisinya depan-depanan ama kantor presiden cuy😄😄😎.
KANTOR PRESIDEN DAN KEMENTRIAN PERTAHANAN MALDIVES
Wajar sih yaaa, namanya juga ibukota, pastilah pusat pemerintahannya di kawasan ini. Jujurnya, aku takjub melihat kantor presiden yang sangaaaaaat dekat dengan jetty, tidak terlalu mewah, dan kliatan simple kalau mau dibandingkan dengan kantor kepresidenan negara lain..
kantor presiden Maldives yang aku pikir gedung sekolah. Penjaganya di dalam yang ditunjuk tanda panah
Pikiranku saat itu, kereeen nih presiden Maldives, bukan tipe yang bermewah-mewah sepertinya. Humble banget dengan kantor yang tidak dijaga terlalu ketat, dekat dengan publik dan keliatan low profile bangunannya. Kalau ga baca plang nama, aku kira itu gedung sekolah sih 😁
Kepengen foto pastinya, tapi pas lihat ada penjaga, langsung mundur, kuatir ga boleh kan. Eh si penjaga langsung kasih tanda jempol, mengizinkan kami untuk foto-foto di depan kantor presiden😍😍😍 . Beughhhh mantaaap 👍👍
Di sebelah kantor presiden ada kantor kementrian Pertahanan. Masuk akal bersebelahan dengan tempat presiden.
Dari Ki-Ka: Gedung ministry of defense, kantor presiden, kantor polisi (kanan bawah)
PELABUHAN KHUSUS KEPRESIDENAN, IZZUDDIN JETTY, MALE CITY MALDIVES
Lalu kami melewati suatu jetty yang berbeda, kliatan dijaga walau cuma 1 orang, sambil duduk santai pula 😄 . Bentuk bangunannya cakeeep, simetris, terbuat dari ukiran kayu. Ternyata itu jetty khusus presiden Maldives jika ingin melawat pulau-pulau lain.
Foto-foto dari luar boleh, tapi ga boleh masuk ke dalam.
cakeeep jetty khusus presidennya
ARTIFICIAL BEACH, MALE CITY
Akutu sempat bingung, kenapa di negara kepulauan Maldives yang terkenal akan pantainya cantik luar biasa, kok malah ada ARTIFICIAL BEACH alias pantai buatan 😆😅. Whyyyyyyy, emang ga cukup apa pantai kalian??
Ternyata itu karena luas kota Male yang memang sangaaaaaaat terbatas, juga sedikitnya area hijau di sana, sehingga dibangunlah pantai buatan dengan cara reklamasi lahan.
Pantai berpasir putih, dengan air berwarna baby blue yang bebas untuk berenang. Di beberapa titik dibangun breakwater atau pemecah ombak, supaya gelombang laut tidak tinggi dan tetap aman.
Siapapun boleh bermain air di sini, tapi harus ingat yaaaa, NO BIKINI. Pakai baju renang yang sopan.
Maldives adalah salah satu negara yang tidak mengizinkan bikini kecualiiiii kalian menginap di resort private, bukan PULAU LOKAL.
LANDMARK MENARIK DI KOTA MALE MALDIVES
Dari hasil jalan-jalan random kami menyusuri kota Male, terlihat beberapa bangunan yang menggugah rasa penasaran.
1. Aminiya School dan Iskandhar School yang saling bersebelahan.
Keduanya sekolah untuk primary dan secondary level. Aminiya School (gedung hijau) dulunya sekolah khusus anak perempuan. Tapi sekarang ini sudah terbuka untuk sekolah campuran.
Sementara Iskandhar School (gedung merah) adalah sekolah negeri tertua di Maldives, berdiri sejak tahun 1961.
Ini ga ada yang tawuran yaa muridnya 😂, kayak SMAN 70 Jakarta zaman si mama masih sekolah sana hahahahahah.
2. Stadion Bola Rasmee Dhandu, Timnas Maldives. Kami berdua sejujurnya ga nyangka lapangan bolanya seimut-imut ini 😁. Untuk Timnas loh ini, bukan sekedar lapangan bola kecamatan. Dan kapasitas hanya 11,000 orang.
stadion bola timnas maldives
3. Supermarket REDWAVE yang buka 24 jam kecuali Jumat. Unik karena hurupnya dibuat seperti lepas. Kirain memang rusak, ternyata sengaja dibuat begitu, karena semua cabang Redwave supermarket, begini semua bentuk plang namanya
😁
TAMAN DI DEPAN BEEHIVE PREMIER HOTEL, MALE CITY
Saat pulang menuju hotel, kami melewati taman Lonuziyaaraiy. Dari jendela kamar, juga kelihatan taman ini. Sebenarnya pengen briskwalk di sana pagi-pagi… Cuma maaflah beib , ga kebangun pula mata 😂. Padahal kalau lihat dari atas, dalamnya itu nyaman banget, ada jogging track, dengan banyak pohon pula.
InsyaAllah 2027 ke Maldives lagi, pas transit di Male, kami mau spare waktu untuk olahraga pagi di taman.
view taman dari jendela kamar kami di hotel beehive premier
LORONG-LORONG YANG TIADA HABISNYA
Ada banyak lorong di kota Male, lorong kecil, yang saling terhubung 1 sama lain. Untunglah Gmaps lancar tanpa lagging. Jadi setidaknya kami berdua ga nyasar saat mengeksplor lorong-lorong di dalam.
SUMMARY WISATA KELILING KOTA MALE, MALDIVES
Seharian, dari pagi sampai sore, kami puas keliling Male City, Maldives.. Sebenarnya ada 1 tempat yang gagal divisit, pasar ikan segar alias Male Fish Market. Ya itu tadi, tutup saaaay karena Jumat 😂😂. Padahal dah kebayang bisa pesan masakan ikan khas Maldives yang masih fresh dengan harga miring.
Jadi, kalau kalian menginap di Male City, seharian berjalan kaki menyusuri kotanya, memungkinkan bangetttt. Ada banyak yang bisa dilihat, tempat wisata utama seperti artificial beach , berfoto di landmark wajib (Kantor presiden & King Salman Mosque), sekedar melihat kotanya yang hidup dan ramai, atau mencicipi aneka kuliner lokal yang enak dan murah 😍😍.
mural di dekat pantai buatan male city
Menurutku, jalan keliling kota Male saja, sudah bikin puas dan menghemat banyak budget. Transportasi darat macam bus dan taxi adaaaa, tapi kami males install aplikasi taxi dan juga browsing rute bus.. Udah terlanjur puas dengan jalan kaki begini. Itu saja bisa lihat banyak tempat.
makin sore makin ramai
warga lokal dan turis hangout di artificial beach
Oh yaaa, 1lagi yang bikin aku merasa betah di kota Male, walaupun ramai dengan warga lokal, mostly LELAKI (ntah kenapa wanita warga lokalnya ga terlalu banyak berkeliaran di jalan) tapi sekalipun kami ga merasa gangguan macam catcalling, bujukan untuk masuk ke toko, maksa beli barang mereka, apalagi scammer yang menawarkan macam-macam ke turis. Muka kami berdua udah jelas turis banget soalnya. Pasti sasaran empuk untuk ditawari macam-macam.
Gimana ga merasa aman bangettttt ..
So, buatku, Maldives termasuk negara yang safety nya tinggi untuk traveler wanita, terutama yang traveling solo.
parrot di salah satu taman di Male city
Next story, aku bakal tulis makanan khas Maldives apa saja yang kami coba saat di Male City 😘
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!