Yuhuuuuuu, supaya memoar tentang road trip ke Medan 2025 lalu ga menguap dari ingatan, hari ini aku beralih ke tulisan Road Trip Sumatera lagiiii 😁. Masih eksplor Medan, terutama kulinernya ^o^.
Kalau kami adik beradik sudah kumpul di Medan, pasti deh saling rebutan traktir bergantian. Kebetulan si adik nomor 3, yang selama ini jadi dokter spesialis THT (ENT) di Sibolga, pengen ngajakin sekeluarga makan di Seafood Mas Bray. Ih lucu deh namanya 😁. Jadi inget film Emon 😀
Berhubung dibayarin, aku mah nurut aja makan di mana. Lagian belum pernah cobain juga makan di tempat ini. Cuma yang aneh, kayaknya owner orang Brebes deh, soalnya nama di banner tertulis ASSEAFOOD 29 MAS BRAY (kenapa penulisan seafoodnya pakai AS di depan, jangan tanya 😁. Ga ngerti juga kenapa), trus di menu ada tulisan BREBES. Bahkan dindingnya aja ditempelin poster wisata Brebes.
LOKASI SEAFOOD 29 MAS BRAY, MEDAN
Dari rumah papa di Sidodadi, Deli Serdang, ternyata ga jauh-jauh amatlah kesana. Alamatnya di Jl Ring Road, Tanjung Sari, Medan.
Tempat ternyata lumayan luas, bisa menampung banyak orang kalau datangnya rombongan. Palingan parkir aja yang terbatas.
Pilihan tempat duduk, bisa lesehan atau meja kursi. Secara aku ga suka duduk lesehan, apalagi ada orangtua yang susah berdiri kalau harus duduk terlalu lama, kami semua pasti lebih memilih duduk di kursi pakai meja biasa.
Staffnya sigap mencatat semua pesanan. Beberapa menu ternyata ada yang kosong, ntah karena lauknya sedang tidak ada stok, atau memang habis dipesan.
ANEKA MENU DI SEAFOOD 29 MAS BRAY, MEDAN
Dari awal adik udah ngasih tahu, di sini itu sambal spesialnya, sambal pecak… Dalam pikiranku, kalau di Jakarta, pecak itu suatu makanan berkuah, pakai santan dan pedas... Ternyata di sini, beda bangetttt.
Sambal pecak Medan dibuat dari cabe rawit hijau, bawang, tomat, semua diulek kasar, dibumbui, lalu siram minyak panas. Lumayan pedas, jadi bagi yang ga kuat, mungkin sebaiknya coba sambal lain.
Walaupun nama kedai makan berembel-embel SEAFOOD, ternyata, lauknya juga ada ayam, dan bebek. Sekeluarga pada pesan beda-beda, biar saling icip 😁. Anakku yang wedhok pesen ayam goreng, yang lanang minta cumi-cumi, sementara suami pesennya Gurame goreng. Aku tuh awalnya pengen ikan pari, tapi ternyata kosong. Jadi mau ga mau pesan gurame juga.
gurame sambal pecak
ikan lele sambal pecak
Untuk minum pun banyak yang kosong. Niat pengen banget Juice Martabe (markisa + Terong Belanda), eh ga ada… Dahlah memang lebih sehat air mineral 😄
anak wedhok pesen jus alpukat
RASA MAKANAN DI SEAFOOD 29 MAS BRAY, MEDAN
Kebanyakan dari kami pesan nasi uduk, kecuali papa yang lebih suka nasi putih biasa.
Dan ga salah pesan aneka lauk di sini dengan semangkuk nasi uduk untuk pelengkap…Aroma santan nasi uduk yang wangi, gurih, lembuuut dan pulen banget. Apalagi ditaburi bawang goreng , menambah kesedapan rasa.
nasi uduk yang pulen dan wangi
Untuk lauk, ga ada komplain… Digoreng pas, daging ikan gurame juga tebal, cumi-cumi si adik cukup crispy dan enak. Di cocol ke sambal pecak, beuuugh nikmaaaaat aduhaaai ini😍😍
Cuma lagi-lagi, buatku sambal pecaknya walau pedas menggigit, agak asin nih. untungnya pas dimakan dengan nasi, jadi balance.
cumi goreng sambal pecak
SUMMARY MAKAN DI SEAFOOD 29 MAS BRAY
Untuk harga muraaah kok… Kami sekeluarga makan ber-15, dan totalnya kalau ga salah cuma Rp500,000an something.. Maaaf lupaaa, habisnya ditraktir 😄. Jadi ga terlalu ingat soal harga.
Untuk rasa makanan yang lumayan enak, lauknya segar, sambal pecak pedas, bisa jadi rekomendasi tempat hangout dan makan-makan dengan teman dan keluarga.
Palingan kekurangannya, harus bayar tunai.. Moga-moga kalau kesana lagi mereka sudah bisa menyediakan metode pembayaran cashless 😘
0 Tanggapan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!