D'Cat Queen

Because Travelling is not just a passion, it is a life need!

MENU

Agu 2013

20

INDAHNYA KAMPUNG HALAMANKU…SIBOLGA

sibolga
Terakhir kali aku nginjakin kaki di kota ini, kalo ga salah kelas 2 smu. Masih inget banget, dulu tiap Papa ngajakin pulang kampung ke Sibolga, kita semua pasti pada males. Dan itu juga alasanku ga pernah balik pas liburan kuliah di Penang, dengan alasan, sibuk ngerjain assignments ;p Padahal intinya, aku males kalo diajak-ajak ke Sibolga lagi.

Tapi sekarang, sejak rutin traveling, ntah kenapa ini mata baru terbuka lebar, kalo Sibolga itu ternyata bagussss ;). Okelah, mall dan pusat-pusat perbelanjaannya mungkin ga semegah Jakarta. Tapi lain daripada itu, alamnya masih hijau, spot divingnya luar biasa, kulinernya juara terutama seafood ^o^ dan serba murah.

Yang aku suka dari Sibolga, kota ini dikelilingi gunung di satu sisinya, tapi juga terhampar laut di sisi yang lain. Cuacanya sendiri cendrung panas. Tapi paling asik kalo bangun pagi-pagi, wahhh..hamparan gunung hijau terbentang, bikin mata seger banget disuguhi pemandangan seperti itu.
Kota ini dikelilingi oleh gunung di satu sisi
Pulau yang kecil di tengah itu, Pulau Setungkus namanya
Laut, di sisi lain Sibolga

Jaman aku sekolah dulu, belum ada pesawat yang langsung ke destinasi ini. Jadinya, kita harus lewat jalan darat yang berkelok-kelok terdiri dari 1200 TIKUNGAN TAJAM . Yaa…kamu ga salah baca, 1200 tikungan tajam selama 2 jam perjalanan dari Tarutung ke Sibolga ;p. Ditambah jalan yang jelek, jurang di satu sisi, dan tebing batu  di sisi lainnya. Cuma kucing bernyawa 9 yang bisa naik mobil, ato orang gila, yang berani kebut-kebutan di daerah rawan seperti itu ;p. Untuk yang suka mabok tiap jalan darat, minum antimo dulu deh.

Tapi biar begitu, daerah yang kita lalui juga bikin nafas mendesah kagum saking indah dan cantiknya ;). Kita akan melewati Danau Toba di Parapat. Daerah pegunungan yang airnya dinginnn, jernih dan seger di Siborong-borong. Aku selalu berhenti di kota ini tiap ke Sibolga, untuk sholat dan beristirahat di mesjidnya. Cuaca di sana sejuk, dan bisa bikin mata yang tadinya ngantuk, langsung seger kembali. Btw, nama kotanya lucu ya..Siborong-borong, ingetin ama shopping deh ;p

Mendekati Sibolga, kita akan melewati Tarutung yang terkenal dengan 2 BATU LUBANG nya. Jadi, ini semacam batu besar banget, yang dibuat lubang di tengahnya, menggunakan jasa para napi jaman Belanda dulu. Konon kabarnya, salah satu batu lubang itu,  dilubangi dengan hanya menggunakan alat pahat besi, dan bukan dinamit seperti batu lubang yang pertama, dikarenakan ada air terjun kecil yang mengalir ke bawahnya, ditakutkan akan terjadi longsor. Air terjun itu juga yang menyebabkan jalanan di sana  ga pernah bisa bagus akibat rembesan airnya.
Airterjun di atas BATU LOBANG. Image taken from franzire99.blogspot.com
Batu lobang pertama. Image taken from Google Image
Batu lobang yang lebih dalam. Image taken from www.busmania.com

Di kota lainnya yang kita lewati juga, disuguhi banyak sekali  kuburan orang Batak. Tau sendiri, kuburan mereka biasanya dibangun megah, unik, dan bagus-bagus. Semakin besar kuburannya, semakin terpandanglah keluarga itu. Yang masih jelas terpatri dalam ingatan, kuburan-kuburan besar yang dibangun di atas gunung, dan babi-babi pliaraan penduduk yang dibiarkan berkeliaran ;p. Tapi itu dulu, sekarang sih babi-babi itu udah dilarang untuk jalan-jalan sembarangan. Agghhh… sayang aku ga berangkat naik mobil ke Sibolga kemarin 🙁

Sejak beberapa tahun yang lalu, dibukalah rute penerbangan langsung Medan – Sibolga, oleh maskapai, ehemm..ehemm..Langsung batuk kalo mau ngucapin nama maskapai menyebalkan ini ;p, Wings Air. Jarak Medan – Sibolga yang biasanya 10- 12 jam via darat, langsung dipersingkat hanya 50 menit saja. Lebih cepet, lebih ga capek, tapi juga rugi karena ngelewatin banyak pemandangan indah di jalan.

Pesawat akan mendarat di bandara Dr Ferdinand Lumbantobing di Pinang Sori. Bandaranya kecil, karena memang penerbangan kesini ga begitu banyak. Aku rasa cuma ada Medan – Sibolga PP ;p . Airportaxnya masih sangat murah, hanya Rp 10,000. Handle bagasi penumpang masih sangat manual. Jadi barang-barang dari pesawat yang sudah mendarat, diletakkan dalam kereta dorong, lalu dibawa ke bagian KETIBAAN, dan dikeluarkan 1-1 untuk masuk ke lubang penerimaan di ruang tunggunya. Jadi semua serba dorong, angkut dan tumpuk. ;p
Bandara Dr Ferdinand Lumban Tobing
Bangunan di Bandaranya
Bagasi masih dihandle manual.
Petugasnya menggeret kereta bagasi ke arah pesawat yang menunggu ;p

Pas kita mendarat di sana, seorang penumpang ada yang marah-marah, karena kopernya hilang ;p. Dasar lagi sial banget emang. Udah penerbangan didelay lama, koper ilang pula.

Bandara ini sendiri letaknya jauh dari kota Sibolga. Sekitar 1 jam naik mobil. Jalanan ga begitu bagus, banyak sekali lubang dan bumpy di mana-mana. Itu juga yang membuat perjalanan lebih lambat dan melelahkan.
Tapi pemandangan yang kita lewati, sepertinya menghapus semua rasa capek tadi. Gunung yang mengelilingi kota, lalu sungai panjang, bahkan kita melewati pertemuan sungai Kalangan yang mengalir ke laut.

Memasuki kota Sibolga, jalanan langsung jelas berbeda. Licin, mulus  tanpa lubang. Kotanya lebih ramai, dengan banyak toko, becak, mobil dan taman. Asiknya lagi, karena ini kota kecil, kemanapun kita pergi, ujung-ujungnya ngelewatin tempat yang sama kembali ;p, dan ga macet pastinya. Asiikkk…

Bagi yang suka kuliner, di sini juga surganya. Apalagi SEAFOOD ^o^ Wuuaahhhh secara Sibolga ini daerah pesisir yang kaya akan hasil tangkapan laut. Masih seger-seger, dengan harga murah meriah banget. Tapi tentang Kuliner Sibolga, bakal aku tulis terpisah dari postingan ini 😉

Malam takbiran di Sibolga, sangat meriah dengan adanya puluhan iringan mobil yang membawa miniatur-miniatur mesjid dan hiasan yang bertemakan lebaran. Ratusan motor juga ikut memeriahkan konvoy ini.
Konvoy truk yang membawa hiasan miniatur mesjid
Meriah banget saat itu

Sebenernya ada banyak sekali objek wisata di daerah Sibolga, Tapanuli Tengah ini. Tapi kebanyakan berada di luar kota Sibolganya. Sekitar 1-3 jam perjalanan lagi. Bagi yang punya banyak waktu saat berkunjung kesana, bisa datang ke semua objek-objek wisatanya. Sayangnya aku sendiri hanya sempet berkuliner ria dan mengunjungi pantai Binasi yang berada di desa Sorkam, sekitar 1.5 jam dari Sibolga.

Mungkin kalo ingin menggali lebih dalam tentang wisata di Tapanuli Tengah, bisa mengklik SITUS PARIWISATA TAPTENG ini.Info di dalamnya lumayan lengkap.
Banyak sekali objek wisata alam di Sibolga
Sibolga square, penuh dengan penjual makanan
Kotanya bersih dan rapi
Mesjid Agung , tempat kita sholat Ied

 

Have a pleasant holiday to Central Tapanuli 😉

12 tanggapan untuk “INDAHNYA KAMPUNG HALAMANKU…SIBOLGA”

  1. cumilebay.com mengatakan:

    1200 tikungan, gw ngebayangin aja pasti pusingggg. Tapi sibolga mmg keren banget 🙂

  2. alfi kamal fikri mengatakan:

    Agak mirip sama Ternate…. disatu sisi terbentang laut luas dan disisi lain pegunungan bisa terlihat dengan baik… tapi pusing juga kalau 1200 belokan.. emang udah dihitung ya..? Gak kurang atau lebih..?

  3. zf mengatakan:

    Numpang link mas dan mbak :)http://ceritasibolga.blogspot.com

  4. zf mengatakan:

    :)semoga aja bermanfaat mbak 🙂

  5. zf mengatakan:

    hahahhaa silahkan mbak, dalam 3 tahun belakangan sibolga mengalami perubahan dan tapteng lagi gencar nya mengedepankan wisata nya 🙂

  6. zf mengatakan:

    mbak mohon tukar link nya ya mbak, mohon di muat di web nya http://ceritasibolga.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

«

About Me

Fanny Fristhika Nila

Email: fannyfristhika@gmail.com

My Twitter: @f4nf4n

Lihat profil lengkapku

Follow Me

Subscribe Tulisanku


Delivered by FeedBurner

Archive

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.